Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pendampingan Bimbingan Dan Konseling Bagi Guru Sebagai Edukasi Pengentasan Masalah Peserta Didik Dalam Proses pembelajaran Nurul Azmi Saragih1*. Aminda Tri Handayani2. Ika Sandra Dewi3. Machrani Adi Putri Siregar4 Program Studi Bimbingna dan Konseling. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia Program Studi PAUD. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia UMN Al-Washliyah (Bimbingan dan Konseling. Univesitas UMN Al-Washliyah. Medan. Indonesi. Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia *Korespondensi: . urulazmisaragih@umnaw. ABSTRAK Bimbingan dan Konseling merupakan bagian edukasi bagi seorang guru untuk dapat membentuk karakter peserta didik agar dapat memiliki kepribadian yang bisa mengentaskan masalah dalam proses pembelajarannya secara individu. Pada masa sekarang bukan hanya guru yang memiliki jurusan bimbingan dan konseling saja yang boleh melakukan proses pengentasan masalah peserta didik, melainkan guru bidang studi serta wali kelas wajib dapat melakukan proses bimbingan secara umum di dalam kelas, maka dari itu penting bagi seorang guru untuk dapat memahami bimbingan dan konseling secara umum sebagai bentuk dalam memberikan motivasi atau pengentasan masalah bagi peserta didik ketika mereka mengalami kesulitan pada saat belajar baik di kelas, sekolah maupun di rumah. Madrasah tempat melaksanakan pengabdian merupakan salah satu perlu dilakukan pendampingan mengenai bimbingan dan konseling bagi para guru-guru sebagai edukasi pengentasan masalah untuk peserta didik dalam proses pembelajarannya. Metode yang digunakan mulai dari proses pengurusan surat izin, sosialisasi, persiapan dan pelaksanaan/kegiatan, presentasi hasil dan evaluasi akhir. Hasil pengabdian yang dilaksanakan pada Madrasah ini terdapat peningkatan pemahaman akan bimbingan dan konseling bagi guru-guru mulai dari pretest sebelum diberikan materi dengan sesudah diberikan materi. Kata kunci: Bimbingan dan Konseling. Pengentasan Masalah. Guru. ABSTRACT Guidance and Counseling is part of education for a teacher to be able shape the character of students so they can have a personality that can overcome problems in their learning process individually. Nowadays, not only teachers who have a guidance and counseling major are allowed to carry out process of eliminating student problems, but subject teachers and homeroom teachers are required to be able carry out the general guidance process in the classroom, therefore it is important for a teacher to be able understand guidance and counseling in general as a form of providing motivation or alleviating problems for students when they experience difficulties while studying either in class, school or at home. The Madrasah where community service is carried out is one of places where it is necessary provide assistance regarding guidance and counseling for teachers as education to overcome problems for students in their learning process. The methods used start from process of managing permits, socialization, preparation and implementation/activities, presentation results and final evaluation. The results of community service carried out at this Madrasah showed an increase in understanding of guidance and counseling for teachers starting from pretest before material was given to after material was given. Keywords: Guidance and Counseling. Problem Solving. Teachers. Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 PENDAHULUAN Pengabdian kepada masyarakat tahun ini penulis akan melaksanakan dengan sekolah mitra yang sudah bekerjasama sebelumnya yaitu MTSs Al Washliyah bertempat di Jl. Galang Km. 8 Desa Jatirejo. Kecamatan Pagar Merbau. Kabupaten Deli Serdang. Kabupaten Deli Serdang memiliki beberapa kecamatan diantaranya yaitu Kecamatan Pagar Merbau. Kecamatan Pagar Merbau memiliki area seluas A 62,89 kmA dengan jumlah penduduk sebanyak A 39. 814 jiwa. Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang berjarak sekitar A 34 km dari Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan. Di Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang banyak terdapat sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, salah satunya MTSs Al Washliyah merupakan sekolah yang setaraf dengan sekolah menengah pertama dibawah naungan Kemenag. Gambar 1. Kondisi MTSs Al Washliyah MTSs Al Washliyah memiliki visi yaitu terwujudnya sekolah yang berkualitas dalam proses pendidikan dengan berdasarkan imtaq dan iptek. Madrasah yang berkualitas akan menghasilkan siswa yang memiliki keunggulan baik dari kemampuan akhlaknya, semua itu akan terlihat dari kecakapan guru dalam proses belajar mengajar serta hasil prestasi yang dicapai oleh siswa. Madrasah ini terkenal dengan identitas sekolah islami dimana para guru dan seluruh pengurus sekolah lebih mengutamakan akhlak, sopan santun dan etika yang baik, mengingat visi misi harus sejalan dengan output dari sekolah baik itu tenaga pengajar maupun siswa dan Hal ini harus didukung dengan bagaimana guru mendidik, membimbing dan mengajar siswa di dalam kelas atau luar kelas, sehingga siswa benar-benar memiliki akhlak yang baik, karena pada dasarnya sekolah yang bagus akan menghasilkan luaran siswa yang baik pekerti dan prestasinya. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru di MTSs Washliyah diperoleh informasi bahwa guru belum maksimal memberikan edukasi pemantapan diri bagi peserta didik untuk dapat mengentaskan masalah sesuai dengan Sekolah ini dipimpin oleh Ibu Raisa Maulia Abdul. Pd, dengan beberapa tenaga pengajar dan pengurus sekolah, dimana semuanya saling membantu dan melengkapi satu sama MTSs Al Washliyah memiliki luas area A 12 x 9 mA, dengan fasilitas 1 gedung terdapat 3 kelas ruang belajar, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang toilet terpisah, 1 ruang kepala madrasah dan 1 ruang guru yang terpisah. MTSs Al Washliyah NSM: 121212070028, dengan status madrasah terdaftar serta memiliki status tanah Adapun kondisi sekolah di lapangan dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 permasalahan yang dihadapi pada saat proses pembelajaran berlangsung baik di kelas maupun di rumah, sehingga kepala sekolah dan guru-guru MTSs Al Washliyah bersama dengan program (PKM) memandang perlu diadakannya kegiatan pendampingan pemahaman bimbingan dan konseling bagi guru madrasah sebagai edukasi pengentasan masalah Melalui kegiatan ini guru-guru memberikan motivasi atau cara terbaik dalam proses pengentasan masalah dengan selalu memberikan bimbingan kepada peserta didik agar mereka dapat dengan lebih baik lagi. Tujuan kegiatan yang akan dilakukan adalah untuk meningkatkan meningkatkan jumlah siswa yang terdaftar di MTSs Al Washliyah Jatirejo, dalam hal ini jelas jika kualitas guru sebagai pemeran utama dalam kegiatan pembelajaran maka mitra akan mudah mempromosikan keberadaannya bukan hanya dikalangan sekolah melainkan seluruh lapisan masyarakat, serta meningkatkan mutu pembelajaran dan output karakter yang baik bagi peserta didik setelah tamat dengan adanya manajemen bimbingan dan konseling yang baik pula di madrasah tersebut (Prayitno, 2. perlengkapan yang dibutuhkan dalam kegiatan, tahap kegiatan dengan memberikan pengkajian materi tentang pemahaman bimbingan dan konseling bagi guru sebagai edukasi pengentasan masalah peserta didik dalam proses pembelajaran, diakhir ada tahap presentasi dan evaluasi akhir, diberikan kesempatan untuk diskusi dan tanya mengembangkan pemahaman akan memberikan evaluasi dengan mengisi google form sebagai bentuk pengukuran untuk melihat tingkat pemahaman peserta akan materi yang dijelaskan. Kegiatan ini dilaksanakan bagi guru-guru bimbingan dan konseling, dikarenakan madrasah ini tidak memiliki guru bimbingan dan konseling, maka seluruh guru wajib memahami ilmu bimbingan pengentasan masalah peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan semaksimal mungkin. Kegiatan ini memiliki instrument pengumpulan data diberikan kuisioner sebelum dan sesudah materi dipaparkan dengan instrument terkait materi bimbingan dan konseling, dan instrument ini dibagikan dalam bentuk google form. Analisis data dengan menggunakan hasil pretest dan METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini terdiri dari metode pelaksanaan dimana ada tahap pendahuluan mengurus surat izin dengan pihak terkait, tahap sosialisasi dan audiensi dengan memberikan orientasi dan penyapaan dengan peserta mempersiapkan media dan komponen HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian Hasil pengabdian berisi temuan dalam kegiatan pengabdian berbentuk data hasil kuisioner, angket atau lainnya sesuai dengan metode pelaksanaan pengabdian yang telah Bagian Pembahasan berisi diskusi data hasil pengabdian dan pembandingan dengan teori dan atau pengabdian sejenis sebelumnya Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada judul ini menghasilkan data analisis sesuai dengan kegiatan yang telah dilakukan. Analisis data menggunakan pretest dan posttest, sebelum kegiatan dilaksanakan peserta mengisi kuisioner dan setelah kegiatan berakhir juga diberikan kuisioner untuk melihat pemahaman peserta kegiatan, baik sebelum diberikan materi dengan sesudah diberikan materi pengabdian kepada masyarakat. Hasil kuisioner sebelum diberikan materi pengabdian Tabel 1. Skor Hasil Kuisioner Sebelum Pemberian Materi Dari hasil tabel di atas menunjukkan pemahaman guru-guru tentang bimbingan dan konseling sebagai edukasi pengentasan masalah Nama RMA RJU MSN Total Gambar 2. Hasil Pretest Hasil sebelum pemberian materi peserta pengabdian masih kurang sekali tentang bimbingan dan konseling di madrasah, sehingga membuat pemateri antusias dalam pemberian materi, bimbingan dan konseling ini sangat dibutuhkan seluruh jenjang pendidikan untuk mengembangkan kemandirian dan pemecah masalah bagi setiap Peserta didik diharapkan dapat bekerjasama yang baik dengan guruguru madrasah sebagai pengentasan masalah peserta didik baik di sekolah maupun di rumah. Kegiatan selanjutnya pemateri memperkenalkan diri lalu dilayarkan oleh infocus dari tim pengabdian, materi yang dipaparkan bimbingan dan konseling sebagai edukasi pengentasan masalah peserta didik, dengan memberikan penjelasan apa itu bimbingan dan konseling, lalu ada bagaimana cara pengentasan masalah bagi peserta didik untuk bisa beraktivitas dalam kegiatan belajar Hasil peserta didik berada pada jumlah skor 34% - 49%, dengan tingkat pemahaman yang masih belum maksimal dalam memahami konteks bimbingan dan konseling bagi diri peserta didik. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar grafik di bawah ini: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mengajar, mengajak membahas kasus dan diupayakan memberikan solusi sesuai kebutuhan peserta didik sesuai layanan yang ada di program bimbingan dan konseling. Antusias dari para guruguru dapat terlihat dengan materi yang penjelasan cara atau usaha guru untuk memahami lebih detail yang dipaparkan oleh pemateri. Total Hasil Posttest Tabel 2. Skor Hasil Kuisioner Sesudah Pemberian Materi Nama RMA RJU MSN Dari hasil tabel di atas menunjukkan pemahaman guru-guru tentang bimbingan dan konseling sebagai edukasi pengentasan masalah peserta didik dapat terlihat jelas meningkatkan wawasan dengan baik setelah diberikan materi, sehingga dapat dianalisa bahwa dengan memaparkan materi tersebut guru-guru dapat memahami proses pengentasan masalah yang menjadi dasar pemahaman mengenai bimbingan dan konseling untuk peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar grafik berikut ini: Setelah kegiatan berakhir dengan sebelumnya banyak pertanyaan yang diajukan serta saran yang diberikan oleh para guru-guru, maka pemateri memberikan kembali kuisioner sebagai evaluasi penilaian akan pemahaman guruguru dari materi disampaikan tim pengabdian, kuisioner diberikan kepada guru-guru setelah materi disampaikan dan juga diberikan permasalahan peserta didik. Visi misi sekolah menciptakan anak didik yang berakhlak mulia, kreatif dan berprestasi dapat terealisasi di lingkungan tersebut, sehingga menjadi tolak ukur bagi pendidik untuk dapat mengajak lebih semangat memahami bimbingan dan konseling sebagai konteks penyelesaian masalah peserta didik. Kuisioner sesudah pemberian materi telah diberikan setelah materi dijelaskan, sesuai isi dari kuisioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guruguru, hal ini terlihat pada tabel di bawah Vol. 9 No. Mei 2025 Hasil Posttest Gambar 2. Hasil Posttest Hasil Hasil rekapitulasi grafik di atas peserta akan materi yang dipaparkan sangat terlihat ada perubahan dari sebelum diberikan materi sampai sesudah diberikan materi, sehingga jelas bahwa pengabdian yang dibawakan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pada kesempatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru MTSs Al Washliyah Jatirejo, menjadi penambahan ilmu serta permasalahan peserta didik yang wajib dimiliki sebagai pendidik dalam kegiatan belajar mengajar agar tidak monoton dalam penggunaan media pembelajaran, dapat menggunakan media pembelajaran modern. masing-masing. Sesuai kesepakatan dalam surat mitra maka tim pengabdian melaksanakan program dengan indikator penilaian sikap, kognitif dan keterampilan. Kegiatan harus dihadiri oleh guruguru agar pemaparan yang disampaikan tim pengabdi dapat dipahami oleh guruguru dan dapat merealisasikan materi mengaplikasikan kepada peserta didik masalah pada diri sendiri dalam proses Dalam proses belajar mengajar atau aktivitas yang ada di memberikan bimbingan atau motivasi guna mengarahkan peserta didik untuk dapat mengentaskan masalah yang dialami pada saat proses pembelajaran secara individual, ini merupakan monitoring yang dilakukan tim pengabdi kepada guru-guru dengan memaparkan materi dan sesi tanya jawab, lalu di evaluasi dengan angket atau quesioner yang diberikan sesuai dengan materi yang dijelaskan, hasil diolah dengan menggunakan Aplikasi SPSS dan hasil yang diperoleh menjadi proyeksi bagi guru-guru dalam bimbingan dan konseling sebagai edukasi pengentasan masalah peserta didik dalam proses pembelajaran. Rekapitulasi Hasil Pengabdian RMA RJU MSN Pretest Vol. 9 No. Mei 2025 Posttest KESIMPULAN Tujuan pengabdian ini untuk tentang bimbingan dan konseling kepada guru bidang studi yang ada di pengentasan masalah peserta didik dalam proses pembelajaran, dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan tim pengabdi lalu mempelajari seluruh tim yang bergabung, dengan studi tim ini dapat rancangan masalah apa yang ada di lapangan dan ingin menjalin mitra dengan siapa. Bertemu dengan mitra pengabdian lalu memberikan sosialisasi program kemitraan dengan membuat surat mitra dan membentuk tim kerja sesuai peran dan tugas UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih penulis ucapkan kepada pemberi dana hibah yaitu UMN Al-Washliyah dalam hal ini dikelola oleh LPPI UMN Al-Washliyah, mitra melaksanakan kegiatan pengabdian ini sehingga bisa terselenggara dengan baik, serta seluruh tim pengabdian dan personal yang terlibat dalam proses Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pengabdian, semua hasil kegiatan ini tidak terlepas atas bantuan dari seluruh pihak baik dengan dukungan moril maupun materil, sehingga besar antusias sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak terkait, semoga kegiatan pengabdian ini terus dapat terlaksana dengan baik dan diberikan Vol. 9 No. Mei 2025 Arifin SMA Negeri 15 Medan. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 5. , 16-24. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R & D. Bandung: Alfabeta. Susanto. Ahmad. Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: Prenadamedia Group. Tanjung. Saragih. Husna, , & Sitinjak. Efektivitas Layanan Bimbingan Klasikal dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SMP Negeri 8 Medan. PEMA, 5. Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah Madrasah. Jakarta: PR Rajagrafindo Persada. REFERENSI