Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 KEPEMIMPINAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH Jamilullah1*. Muhammad Sahi2. Kholid Anwar Hidayat3 1,2,3 STAI Al-Qudwah Depok *Korespodensi: jamilullah@staiq. ABSTRACT This study aims to examine the leadership and managerial practices of the principal at SDIT Rahmatan Lil Alamin in Bogor Regency. This study employs a qualitative approach using a descriptive method, where the data collection techniques utilized include observation, interviews, and documentation. Interviews were conducted with the school principal, ten teachers, two staff members, and the foundation chairperson. This study was conducted from August to October 2023. The results of this study indicate that the principalAos leadership and managerial skills are quite good and align with their responsibilities. The principal employs a situational leadership style and demonstrates strong managerial competence, including skills in planning, organizing, directing, controlling, and analyzing issues. The conclusion drawn regarding the principalAos managerial leadership is that it is quite good. This can be seen in the discipline and attendance of the teachers, the coordination between the school foundation, the principal, the vice principal, and the teachers, as well as the principalAos active monitoring and involvement in every activity organized by the school. Keywords: Leadership. Principal ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan dan manajerial kepala sekolah di SDIT Rahmatan Lil Alamin Kab. Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, dimana teknik pengumpulan data yang dipakai berupa metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, sepuluh orang guru, dan dua orang karyawan serta ketua yayasan. Penelitian ini dilakukan pada agustus - oktober 2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan manajerial Kepala Sekolah cukup baik dan sudah sesuai dengan tupoksinya. kepala sekolah menggunakan tipe kepemimpinan situasional dan secara manajerial sudah baik seperti keterampilan dan kecakapan dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengendalikan maupun menganalisis setiap masalah. Kesimpulan yang diperoleh terkait kepemimpinan manajerial kepala sekolah sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari kedisiplinan dan kehadiran guru - guru, koordinasi antara yayasan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah maupun guru-guru, serta kepala sekolah juga turut memantau dan ikut terlibat dalam setiap aktifitas yang di adakan oleh sekolah. Kata Kunci: Kepemimpinan. Kepala Sekolah Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Jamilullah. Muhammad Sahi. Kholid Anwar Hidayat Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 PENDAHULUAN Keberhasilan lembaga Pendidikan disuatu lembaga yang namanya sekolah, sangat di tentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah sebagai leader sekaligus sebagai manajer yang memiliki kemampuan manajerial yang baik dalam mengelola lembaga pendidikan yang di pimpinnya. Keberhasilan sekolah dalam menciptakan iklim yang kondusif salah satu diantaranya adalah sangat di tentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah dalam memanage, mengatur dan mengelola sekolah dengan baik, termasuk menentukan output dan kualitas para peserta didik. Kepemimpinan dalam sekolah dijalankan dan diperankan oleh kepala Berkaitan dengan kepala sekolah sebagai pimpinan lembaga Pendidikan yaitu sekolah bahwa kedudukan kepala sekolah sebagai administrator sekolah pemimpin pengajaran, dan supervisor. Kepala sekolah sebagai administrator yaitu kepala sekolah bertanggung jawab dan bertugas mendayagunakan sumber daya yang ada meliputi. pengelolaan sarana, pengelolaan keungan, pengelolaan pengajaran, pengelolaan kesiswaan, pengelolaan personel tenaga kependidikan, pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat. Paradigma Pendidikan yang memberikan kewenangan yang luas kepada kepala sekolah selaku pemimpin untuk mengembangkan berbagai potensi dan kapasitasnya supaya mampu meningkatkan kemampuannya sebagai pemimpin dalam berbagai aspek manajerialnya agar memcapai tujuan yang sesuai dengan visi dan misi yang diemban sekolah. Oleh karenanya kepemimpinan merupakan salah satu komponen yang berperan dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab atas manajemen Pendidikan secara keseluruhan sebagaimana yang dikemukakan dalam pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 bahwa: Aukepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan Pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Sebagai seorang pemimpin di sekolah, seorang kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan kepemimpinan yang efektif. Berdasarkan permendiknas no 13 tahun 2007, bahwa kepala sekolah selain harus memiliki persyaratan akademik, dituntut memiliki kemampuan kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervise, dan sosial. Kepala sekolah bertanggung jawab atas seluruh kegiatan dan program yang ada disekolah baik berkaitan dengan manajemen dan administrasi sekolah maupun berkaitan dengan kewirasusahaan, supervisi dan sosial kemasyarakatan yang ada dilingkungan sekitar sekolah. Kedudukan kepala sekolah sebagai administrator, manajer, dan supervisor di sekolah mempunyai peranan untuk mengatur, mengorganisasi, serta mendayagunkan segala sumber daya yang dimiliki oleh sekolah guna memiliki tujuan yang telah ditetapkan. Asep Kurniawan. Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Holistik. Volume 12. Nomor, 01, 2011, hal. Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Jamilullah. Muhammad Sahi. Kholid Anwar Hidayat Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 Kemampuan manajerial sekolah adalah seperangkat keterampilan teknis dalam melaksanakan tugas sebagai manajer sekolah untuk mendayagunakan segala sumber yang tersedia untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Dalam menjalankan kinerja manajerialnya, kepala sekolah memiliki tiga jenis keterampilan yang harus dimiliki yaitu: technical, human dan conseptual. Ketiga keterampilan manajerial tersebut berbeda-beda sesuai dengan tingkat kedudukan manajer dalam organsisasi. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Rahmatan Lil Alamin merupakan sekolah dasar islam yang secara geografis terletak di kecamatan cibungbulang kabupaten Bogor. Banyaknya tuntutan orang tua yang menginginkan putra dan putrinya untuk mendapatkan Pendidikan islam terbaik dan berkualitas yang memadukan antara ilmu dunia maupun ilmu akhirat, untuk membentuk manusia yang sholih maupun sholihah, dan menjadi insan muttaqin yang mampu menjadi rahmat bagi masyarakat dan lingkungannya, oleh karenanya Yayasan Rahmatan Lil Alamin (RLA) mendirikan SDIT Rahmatan Lil Alamin Bogor yang mempunyai visi terwujudnya generasi yang berkarakter shalih, cerdas dan mandiri sehingga menjadi rahmat bagi semua. Sejalan dengan visi dan misi sekolah dalam mewujudkan peserta didik ysng berkarakter shalih, cerdas, mandiri, yang mempunyai jiwa kewirausaan dalam rangka untuk menghasilkan pemimpin yang menjadi rahmat bagi semuanya dan menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan nasional. Namun jika dilihat tentu masih ada PR yang harus dikerjakan dan dituntaskan maupun kekurangan yang harus dibenahi oleh kepala sekolah dan tentu juga yayasan Rahmatan Lil Alamin Bogor baik dari segi sarana dan prasana maupun dalam kepemimpinan dan manajerial. Oleh karenanya penulis tertarik melakukan penelitian di SDIT Rahmatan Lil Alamin Cibungbulang Kabupaten Bogor. TINJAUAN PUSTAKA Teori Kepemimpinan John C. Maxwell mengemukakan kepemimpinan merupakan kekuatan karakter dan dedikasi untuk mempengaruhi orang-orang untuk mencapai 2 Adapun menurut Usman adalah mempengaruhi tindakan orang lain untuk mencapai tujuan akhir yang hendak diimpikan. 3 Sedangkan kepemimpinan yang dikemukakan oleh Iwan Nugroho kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengarahkan atau menginspirasi orang-orang untuk mendukung tercapainya tujuan organisasiAy. 4 Kepemimpinan yang dikemukakan oleh abi sujak bahwa kepemimpinan adalah pola hubungan antar individu John C. Maxwell, 2022. The 21 Irrefutable Laws Of Leadeship ( Terapkan 21 Hukum Yang Ada dan Orang-Orang Pasti Mengikuti Kepemimpinan And. Surabaya: PT MIC ( Menuju Insan Cemerlan. , hal. Usman Nasir, 2011. Manajemen Peningkatan Kinerja Guru. Bandung: Mutiara Ilmu, hal. Iwan Nugroho, 2016. Kepemimpinan Perpaduan Iman. Ilmu dan Akhlak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, hal. Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Jamilullah. Muhammad Sahi. Kholid Anwar Hidayat Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 yang menggunakan wewenang dan pengaruh terhadap orang lain atau kelompok agar terbentuk kerja sama untuk menyelesaikan suatu tugasAy. Menurut Ngalim Purwanto seperti yang dikutip oleh Bambang Ismaya kepemimpinan merupakan tindakan atau perbuatan diantara perorangan atau kelompok yang menyebabkan baik seseorang maupun kelompok menuju kearah tujuan-tujuan tertentu. Kepemimpinan Pendidikan Kepemimpinan pendidikan merupakan setiap tindakan yang dilakukan untuk memanfaatkan dan mengelola setiap sumber daya maupun fasilitas pendidikan untuk meraih tujuan dan prestasi dari sasaran pendidikan yang telah ditetapkan. 7 Sedangkan menurut U. Husna Asmara kepemimpinan pendidikan merupakan segenap kegiatan dalam usaha tertentu untuk memengaruhi personel yang ada di lingkungan pendidikan pada waktu dan situasi tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepala Sekolah Menururt E. Mulyasa kepala sekolah merupakan motor penggerak dan penentu arah kebijakan sekolah, yang akan menentukan arah sekolah 9 kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan, dan visi misi sekolah serta dapat mewujudkan sasaran program-program sekolah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. 10 Dalam paradikma baru manajemen pendidikan, bahwa kepala sekolah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, admistrator, supervisor, leader, inovator, motivator (EMASLIM). METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Peneliti akan turun kelapangan atau ke tempat lokasi penelitian untuk memperoleh pemahaman secara mendalam terkait kegiatan kepemimpinan dan manajerial yang dilakukan oleh kepala sekolah di SDIT Rahmatan Lil Alamin Bogor. Data primer dalam penelitian ini berasal dari wawancara dengan kepala sekolah, guru-guru wali kelas, tatausaha, orang tua murid. Dengan harapan dapat memberikan gambaran tentang kepemimpinan manajerial kepala sekolah Abi Sujak, 2009. Kepemimpinan. Manajer (Eksistensinya dalam Prilaku Organisasi. Jakarta : Rajawali Pers, hal. Bambang Ismaya, 2015. Pengelolaan Pendidikan. Bandung: Refika Aditama, hal. Didin Kurniadin, iman machali, 2012. Manajemen pendidikan konsep dan prinsip pengelolaan Bandung: Ar-ruzz Media, hal. Ibid. , hal. Mulyasa, 2005. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Cet. Ke-9. Mulyasa, 2006. kurikulum berbasis kompetensi: konsep, karakter, implementasi, dan inovasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Cet. Ke-9, hal. Mulyasa, op. cit, hal. Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Jamilullah. Muhammad Sahi. Kholid Anwar Hidayat Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 di SDIT Rahmatan Lil Alamin Bogor. Adapun data primer dalam penelitian ini sebagai berikut: Satu orang perwakilan yayasan Satu orang kepala sekolah Sepuluh orang guru Dua orang karyawan Satu orang perwakilan orang tua atau komite Data sekunder adalah data pendukung yang digunakan untuk membantu tercapainya hasil yang akurat dari penelitian ini. Adapun data pendukung Profil sekolah Profil kepala sekolah Data guru dan karyawan Data siswa Visi dan misi sekolah Data sarana dan prasarana Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian peneliti melakukan analisa data dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Peneliti juga melakukan pengecekan dan keabsahan data dengan cara triangulasi data . umber, metode dan teor. HASIL PEMBAHASAN Kepemimpinan dan Manajerial Kepala Sekolah Kepala sekolah ibu Heni Hanyani sebagai manajer telah melakukan dan menjalankan fungsi-fungsi manajemen dalam melakukan tindakan manajerial, adapun fungsi-fungsi manajemen meliputi sepuluh bagian yaitu: . Planning, . Organizing, . Staffing, . Directing, . Leading, . Coordinating, . Motivating, . Controlling, . Reporting, . Forecasting. Ibu heni hanyadani telah menjalankan fungsi-fungsi managemen diatas dengan baik. Sedangkan fungsi pokok manajemen pendidikan terdiri atas empat macam Fungsi perencanaan Fungsi pelaksanaan Fungsi pengawasan Fungsi pembinaan Dari keempat fungsi pokok managemen diatas telah dilaksanakan dengan baik oleh kepala sekolah ibu Heni Handayani selaku kepala sekolah SDIT Rahmatan Lil Alamin Bogor. Fungsi perencanaan yang dilakukan adalah ketika ada kegiatan sekolah yang bersifat tahunan misalkan camping atau mukhoyyam beliau selalu mengadakan rapat dengan waka-waka dan kemudian guru-guru untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut dengan persiapan yang matang. Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Jamilullah. Muhammad Sahi. Kholid Anwar Hidayat Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 Diantara fungsi pelaksanaan dan pengawasan kepala sekolah selalu memantau kegitan apapun yang berkaitan dengan sekolah baik esktrakulikuler renang setiap jumAoat maupun dalam setiap kegiatan belajar mengajar di Kemudian fungsi pokok yang keempat yaitu pembinaan, kepala sekolah selalu hadir dalam kegiatan pembinaan disetiap hari sabtu yang diakan oleh yayasan Rahmatan Lil Alamin Bogor. Dalam rangka untuk membina para guru dan karyawan disamping dari yayasan kepala sekolah ikut membina bawahannya yaitu guru-guru dan staf lainnya. Dalam peraturan mentri pendidikan nasional bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah sebagaimana tertulis dalam Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dijabarkan sebagai berikut: Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan Dalam rangka pendayagunaan sumberdaya sekolah/ madrasah. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/ madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif. Mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. Mengelola hubungan sekolah masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah. Mengelola kesiswaan, terutama dalam rangka penerimaan siswa baru, penempatan peserta didik, dan pengembangan kapasitas peserta didik. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional. Mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung kegiatankegiatan sekolah. Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan kesiswaan di sekolah Menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. Menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif bagi pembelajaran peserta didik. Mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah. Mengelola kegiatan produksi/jasa dalam mendukung sumber pembiayaan sekolah dan sebagai sumber belajar peserta didik. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai standar pengawasan yang berlaku. Adapun kompotensi managerial diatas menurut Permendiknas No. Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah telah dilaksanakan oleh ibu Heni Handayani dengan baik, diatarannya adalah dalam poin nomor 16 diatas ibu Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Jamilullah. Muhammad Sahi. Kholid Anwar Hidayat Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 Heni Handayani selalu melakukan pemantauan dan pengawasan dalam setiap kegiatan yang dilaksankan oleh sekolah, baik itu kegiatan harian seperti kegiatan belajar mengajar, maupun kegiatan pekanan seperti ekstrakulikuler maupun kegiatan yang bersifat tahunan yaitu acara mukhoyyam atau camping. Hasil wawancara penulis dengan narasumber dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah telah melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin disekolah bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan maupun kebijakan yang dilaksanakan oleh sekolah serta mampu melanjalankan fungsi dan tugas kepala sekolah sebagai manager yang mengatur atau memanage sumber daya yang ada disekolah agar lebih efektif dan efisen serta mampu menjalankan fungsifungsi manajemen dengan baik sesuai dengan visi dan misi sekolah. Kendala Kepemimpinan dan Manajerial Kepala Sekolah Berdasarkan temuan penelitian yang penulis temuai bahwa persoalan yang dihadapi tersebut mencakup: Persoalan sarana dan prasana yang masih belum memadai . Kedisiplinan murid yang belum tertangani dengan maksimal . Kedisiplinan guru-guru yang belum melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelesaikan administarasi dengan tepat waktu. Kurang berparsitipasinya sekolah dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh diknas. Dari permasalahan diatas yang menjadi kendala sekaligus tantangan bagi kepala sekolah dalam hal kepemimpinan dan manajerial kepala sekolah sehinga persoalan-persoalan tersebut mulai dibenahi satu persatu diantara hal yang sudah mulai dibenahi adalah kedisiplinan guru dalam segala aspek diantaranya dalam mengumpulkan administrasi dengan tepat waktu, kepala sekolah telah tegas dalam hal ini dan alhamdulillah kedisiplinan guru-guru dalam mengumpulkan tugas admistrasi sudah mulai tertangani dengan baik. Dalam hal kedisiplinan murid yang menjadi tantangan dan juga kendala guruguru serta kepala sekolah dalam hal ini, ketua yayasan memberikan pendapat bahwa dikarenakan muridnya banyak namun sumber daya manusianya yaitu guru-gurunya yang terbatas sehingga hal ini yang menyebabkan kedisiplinan murid-murid belum tertangani dengan baik. Di sisi lain ada hal yang juga menjadi kendala yang membutuhkan proses dan tahapan dalam menyelesaikan persoalan tersebut diantarannya adalah persoalan sarana dan prasana yang mana hal ini membutuhkan pendanaan dari sekolah sehingga sekolah dan kepala sekolah bekerja sama dengan yayasan mengadakan setiap sarana dan prasana berdasarkan anggaran yang dimiliki oleh sekolah dan yayasan. Dan kemudian yang berkaitan dengan hal ini juga mulai dibenahi sesuai dengan anggaran operasional yang dimiliki oleh sekolah. Yang terakhir adalah persoalan yang berkaitan dengan kurang berparsitipasinya sekolah dalam kegiatan yang diadakan diluar sekolah khususnya yang diadakan oleh diknas baik dalam hal olahraga dan kesenian maupun dalam kegiatan-kegiatan lain yang diadakan oleh diknas pemda. Persoalan ini sebenarnya tidak banyak berpengaruh dalam proses Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Jamilullah. Muhammad Sahi. Kholid Anwar Hidayat Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 kepemimpinan dan manajerial namun hal ini tetap menjadi perhatian bagi kepala sekolah yang memegang kepemimpinan dan mempunyai hak dan wewenang dalam memutuskan setiap persoalan yang muncul dari sekolah Oleh karenanya setiap kali ada persoalan dan permasalahan harus segera di benahi dan diselesaikan jika tidak, maka hal itu akan berdampak pada sekolah itu sendiri. Solusi Kepemimpinan dan Manajerial Kepala Sekolah Penyelesaian setiap permasalahan yang di hadapi oleh sekolah tentunya kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer mempunyai tanggung jawab terhadap persoalan tersebut dan mempunyai langkah-langkah yang strategis guna memecahkan dan menguraikan setiap permasalahan yang menjadi kendala dalam kepemimpinan dan manajerial kepala sekolah. Dalam wawancara dengan kepala sekolah dan juga staf baik dari guruguru dan karyawan maupun wawancara penulis dengan ketua yayasan mereka berpendapat dan memberikan solusinya terkait dengan persoalan-persoalan diatas baik berkaitan dengan saran dan prasarana, kedisiplinan guru dan murid maupun berkaitan dengan persoalan lainya yang tentunya menjadi kendala dalam kepemimpinan manajerial kepala sekolah. Diantara solusi yang disampaikan adalah berkiatan dengan langkahlangkah yang diambil oleh kepala sekolah dalam menyelesaikan setiap kendala yang di hadapi diantaranya sebagai berikut: Selalu mengkomunikasikan segala persoalan dengan pihak-pihak terkait seperti yayasan, waka-waka, dan guru-guru. Dan bekerja sama dengan tim dalam mengatasi setiap persoalan yang terjadi yaitu beliau langsung terlibat dan terjun langsung manakala ada persoalan-persoalan yang segera di selesaikan. Disini kepala sekolah berhasil membangun teamwork yang solid dan kompak manakala ada persoalan ataupun kegiatan yang diselesaikan dengan cepat. Selalu melakukan pengawasan dan pemantauan dalam setiap kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh sekolah, untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan dengan baik sesuai dengan rencana yang diinginkan, dan tidak hanya itu kepala sekolah selalu melakukan evaluasi dalam setiap rapat pekanan maupun dalam pertemuanpertemuan yang diadakan dalam setiap pekan maupun dalam setiap Melibatkan seluruh staff, baik guru-guru, operator, yayasan serta petugas kebersihan, diikutsertakan dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan, ketika ada persoalan yang hal tersebut membutuhkan masukan dan pendapat dari orang lain, maka kepala sekolah memberikan kesempatan kepada mereka untuk terlibat dalam penyelesaian persoalan tersebut. Langkah-langkah diatas telah diambil oleh kepala sekolah dalam menyelesaikan persoalan dan permasalahan yang menjadi kendala dalam proses Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Jamilullah. Muhammad Sahi. Kholid Anwar Hidayat Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 kepemimpinan dan manajerial kepala sekolah di SDIT Rahmatan Lil Alamin Bogor dan ibu Heni Handayani selalu cepat dalam setiap penyelesaian persoalan dan kendala yang di hadapi sekolah selama ini yaitu beliau sudah melaksanakan langkah-langkah penyelesaian masalah secara tepat dan terampil, baik keterampilan merencanakan, keterampilan mengorganisasikan, keterampilan mengarahkan, keterampilan mengendalikan maupun keterampilan menganalisis setiap masalah. Itulah solusi serta langkah-langkah yang diambil kepala sekolah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi oleh SDIT Rahmatan Lil Alamin Kabupaten Bogor. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Kepemimpinan dan manajerial kepala sekolah di SDIT Rahmatan Lil Alamin Bogor yang di pimpin oleh ibu Heni Handayani cukup Baik, dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya adalah kedisiplinan dan kehadiran guru-guru ketika datang ke sekolah jauh lebih baik, koordinasi antara yayasan dengan kepala sekolah dan kepala sekolah dengan wakil -wakil kepala sekolah maupun dengan guru-guru juga baik, dan kepala sekolah juga turut memantau dan ikut terlibat dalam setiap aktifitas yang di adakan oleh sekolah. Kepala sekolah menggunakan tipe kepemimpinan situasional dalam memimpin sekolah SDIT Rahmatan Lil Alamin Bogor, sementara dalam manajerial cukup baik dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Kendala yang dihadapi oleh kepala sekolah yaitu ibu Heni Handayani . Persoalan sarana dan prasana yang masih kurang memadai . Kedisiplinan murid yang belum tertangani dengan maksimal . Kedisiplinan guru-guru yang belum melaksanakan tugas dan tangunggung jawabnya dalam menyelesaikan administarasi dengan tepat waktu. Kurang berparsitipasinya sekolah dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh diknas. Solusi dari kendala-kendala tersebut adalah Untuk masalah sarana dan prasana solusinya adalah selalu dibenahi sesuai dengan kondisi keuangan sekolah, baik yang didapatkan dari spp murid maupun dari dana bantuan pemerintah seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Seluruh guru-guru ikut terlibat dalam pengawasan dan pemantauan anak-anak. Dikarenakan murid-muridnya sangat banyak maka dibutuhkan semangat serta perhatian yang ekstra dalam mengawasi, mantau dan mendisiplinkan anak-anak. Dan guru-guru terus mengembangkan kapasitas dan kemampuannya dalam mengelolah murid-murid terutama ilmu pedagogik, psikologi pendidikan dan perkembangan anak. Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Jamilullah. Muhammad Sahi. Kholid Anwar Hidayat Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 40 - 50 Mempertengas kembali masalah ketepatan waktu dalam pengumpulan administrasi sekolah dengan tepat waktu dan harus di fahamkan kembali bahwa segala kebijakan yang sudah disepakati bersama harus di jalankan sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan bersama agar segala kebijakan maupun peraturan yang di buat tetap berjalan dengan baik sehingga proses manajerial dan kepemimpinan berjalan dengan baik dan tentunya semua pekerjaan bisa terarah sesuai dengan visi dan misi yang hendak dicapai karena peraturan yang akan menjadi rambu-rambu yang harus dipatuhi. mengkomunikasikan dan selalu berkoordinasikan dengan kepala sekolah maupun dengan yayasan yang jika hal tersebut membawa mashlahat bagi sekolah dan juga seluruh staf sekolah maupun yayasan maka hal tersebut bisa di pertimbangkan oleh kepala sekolah dan juga yayasan untuk di ikutkan dalam kegiatan yang diadakan oleh lembaga yang lain khususnya diknas pemda setempat. DAFTAR PUSTAKA