Magistrorum Et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 151-161 P-ISSN: 2722-9270 edu/jms Promosi Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Lansia di Puskesmas Cebongan Salatiga Rriwu Raun Essing1. Rosiana Eva Rayanti1**. Istananda Tirtaning Nugraheni1. Devara Kevin Yuandi1. Sri Rahayu2. Beatriks Ndapamerang1 Anwar Kristian Zai1. Joten Salawala1. Eta Gelina T. Bidana1. Desi Payumka1. Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. UKSW1 Puskesmas Cebongan. Kota Salatiga2 ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received 15-10-2025 Revised 21-1-2025 Accepted 27-2-2025 In Indonesia, there are still many households that have not implemented Clean and Healthy Living Behavior, especially in the elderly. The implementation of Clean and Healthy Living Behavior in the elderly is considered inadequate, at 53. 34%, mainly due to the low level of personal hygiene. level of personal hygiene. This study aims to increase awareness and promotion of the implementation of Clean and Healthy Living Behavior in the elderly in the working area of Puskesmas Cebongan Salatiga. Through community service activities, education on Clean and Healthy Living Behavior has been carried out for 31 elderly people through lectures, demonstrations, and question and answer Pre-activity results show that most participants have implemented PHBS, but understanding of the dimensions of Clean and Healthy Living Behavior still needs to be improved. After the activity, participants showed high enthusiasm in implementing PHBS, especially in the practice of hand washing. Based on questionnaire data, 30 out of 31 elderly people . 8%) stated that they always apply Clean and Healthy Living Behavior, but further analysis needs to be done. conclusion, educational activities are needed to improve the quality of elderly health. Key words: Bullying. Problem Based-learning. Junior High School Students DOI: 24246/jms. ABSTRAK Di Indonesia, masih banyak rumah tangga yang belum menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya pada lansia. Penerapan PHBS pada lansia dinilai belum memadai, yakni sebesar 53,34%, terutama disebabkan oleh rendahnya tingkat kebersihan diri. Corresponding author: rosiana. evarayanti@uksw. Promosi Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Lansia di Puskesmas Cebongan Salatiga (Rriwu Raun Essing. Rosiana Eva Rayanti. Istananda Tirtaning Nugraheni. Devara Kevin Yuandi. Sri Rahayu. Beatriks Ndapamerang. Anwar Kristian Zai. Joten Salawala. Eta Gelina T. Bidana. Desi Payumk. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan promosi penerapan PHBS pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Cebongan Salatiga. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, telah dilakukan edukasi tentang PHBS kepada 31 lansia melalui kegiatan ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab. Hasil pra kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah menerapkan PHBS, namun pemahaman tentang dimensi PHBS masih perlu ditingkatkan. Setelah kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menerapkan PHBS, khususnya dalam praktik cuci tangan. Berdasarkan data kuesioner, sebanyak 30 dari 31 lansia . ,8%) menyatakan selalu menerapkan PHBS, namun perlu dilakukan analisis lebih lanjut. Kesimpulannya, kegiatan edukasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan lansia. PENDAHULUAN Masih banyak rumah tangga yang memiliki lansia berusia 60 tahun ke atas yang belum sepenuhnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau beraktivitas, dan mengabaikan pola makan seimbang di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan tahun 2023 menunjukkan bahwa 70% rumah tangga telah menerapkan PHBS, sejalan dengan tujuan rencana strategis pemerintah untuk tahun Namun, meskipun pemerintah telah lama berupaya untuk mempromosikan PHBS sejak tahun 1996, kemajuan dan keberhasilan inisiatif tersebut secara keseluruhan belum memenuhi harapan. (Kemenkes RI, 2. Penerapan PHBS pada lansia dinilai belum memadai, hanya 53,34% yang menerapkannya, hal ini disebabkan oleh kurangnya kebersihan diri (Putri, 2. Kemampuan seseorang untuk menerapkan dan mempertahankan gaya hidup bersih dan sehat dipengaruhi oleh beberapa faktor, dengan perilaku sebagai elemen utamanya. Perilaku ini sebagian besar dibentuk oleh pengetahuan seseorang, yang sangat terkait dengan latar belakang pendidikannya (Andika et al. , 2. Selain pengetahuan dan pendidikan, praktik hidup bersih dan sehat pada lansia juga dipengaruhi oleh karakteristik seperti usia, pekerjaan, dan pengaturan tempat tinggal mereka dengan anggota keluarga (Putri, 2. Untuk mencegah masalah kesehatan, lansia memerlukan tindakan preventif dan suportif yaitu pemeriksaan kesehatan berkala, imunisasi, pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, pencegahan cedera, menghindari kebiasan makan, minum serta hidup tidak sehat dan juga manajemen stress (Akbar et al. , 2. Salah satu inisiatif utama yang bertujuan untuk mencapainya adalah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pemerintah, yang berfungsi sebagai strategi promosi kesehatan yang difokuskan pada peningkatan praktik masyarakat untuk menjaga gaya hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit menular, terutama di kalangan lansia yang merupakan kelompok rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Dengan menerapkan PHBS, lansia dapat mengurangi risiko penularan penyakit secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan (Wijaya et al. , 2. Strategi yang berhasil untuk mendorong para lansia menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah dengan melibatkan pendidikan, terutama melalui metode ceramah, yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan (Akbar et al. , 2. Pelatihan yang memanfaatkan kombinasi teknik ceramah, simulasi, dan demonstrasi dapat meningkatkan pengembangan Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 151-161 keterampilan dan menyampaikan informasi secara lebih efektif kepada peserta (Asriwati. Inisiatif promosi kesehatan yang ditujukan pada lansia dapat meningkatkan pemahaman dan perspektif mereka mengenai praktik hidup bersih dan sehat (PHBS) (Kurniawan et al. Promosi kesehatan dalam kerangka PHBS memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap (Roni, 2. Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dengan mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan meningkatkan kesadaran di kalangan lansia mengenai praktik gaya hidup sehat. Dengan mendorong penerapan PHBS, inisiatif ini bertujuan untuk memotivasi para lansia untuk mengadopsi dan mempraktikkan perilaku sehat ini dalam rutinitas sehari-hari mereka, sehingga berkontribusi pada hasil penuaan yang lebih sehat (Putra et al. , 2. Manfaat utama dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah terwujudnya masyarakat yang sadar akan masalah kesehatan, mengutamakan kebersihan, serta memiliki pemahaman dan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) (Haryati, 2. Memberikan edukasi kepada lansia tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting untuk memberi mereka informasi yang diperlukan guna menumbuhkan kebiasaan hidup sehat. Dengan menggunakan alat edukasi seperti brosur dan presentasi power point, inisiatif ini berupaya meningkatkan pemahaman mereka tentang cara menjaga kesehatan fisik dan menjaga lingkungan yang bersih, yang pada akhirnya membantu mengurangi risiko penularan penyakit. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari magang bagi mahasiswa keperawatan yang mengikuti kuliah praktek lapangan di Fakultas Kedokteran UKSW. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 12 September 2024 di Puskesmas Cebongan Salatiga dan melibatkan mahasiswa keperawatan angkatan 2021 beserta dosen keperawatan dan pembimbing klinis dari puskesmas. Fokus utama kegiatan ini adalah prolanis . rogram penanggulangan penyakit kroni. yang diikuti oleh 31 peserta yang sebagian besar adalah lansia. Selama berlangsungnya program, tim penyuluh memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat kepada peserta dengan berbagai metode. Metode yang digunakan antara lain penyuluhan kesehatan, sosialisasi melalui presentasi power point, serta pembagian brosur dan spanduk. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta tentang PHBS, sebelum sesi dimulai diberikan kuesioner yang berisi 15 pertanyaan dan diakhiri dengan sesi tanya jawab untuk lebih melibatkan peserta lansia. Hasil kuesioner pun diolah tabulasi dengan jumlah Promosi Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Lansia di Puskesmas Cebongan Salatiga (Rriwu Raun Essing. Rosiana Eva Rayanti. Istananda Tirtaning Nugraheni. Devara Kevin Yuandi. Sri Rahayu. Beatriks Ndapamerang. Anwar Kristian Zai. Joten Salawala. Eta Gelina T. Bidana. Desi Payumk. Gambar 1. Skema alur kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Sejumlah 31 lansia yang diberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tabel 1 menunjukkan sebagian besar berjenis kelamin perempuan . ,87%), dengan usia di atas 60 tahun . ,64%), pendidikan terakhir pada jenjang Sekolah Dasar . ,20%), dan status tidak bekerja atau sudah pensiun . ,56%). Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Karakteristik Lansia Jenis Kelamin Jumlah Laki laki 16,13% Perempuan 83,87% Total Umur (Tahu. <60 19,35% >60 80,65% Total Pendidikan Terakhir Tidak Sekolah 3,23% 61,30% SMP 9,67% SMA 19,35% 6,45% Lainnya Total Status Pekerjaan Bekerja 6,45% Tidak Bekerja 93,55% Total Berdasarkan tabel 2, responden yang menjawab "selalu" (SL) secara konsisten terhadap 15 pernyataan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) cukup banyak, hal ini menunjukkan bahwa 31 peserta lansia di Puskesmas Cebongan menyadari pentingnya PHBS. Meskipun demikian, analisis lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi area-area Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 151-161 spesifik PHBS yang belum sepenuhnya terealisasi. Salah satu pernyataan tentang pembatasan asupan makanan tinggi gula dan tinggi lemak mendapat respons yang beragam, dengan beberapa peserta melaporkan bahwa mereka "kadang-kadang" mengikuti pedoman ini. Hal ini mencerminkan kesulitan dalam menerapkan praktik-praktik ini secara efektif, karena banyak lansia yang masih memilih makanan yang digoreng dan hidangan yang mengandung santan. Lebih jauh, reliabilitas kuesioner menunjukkan bahwa instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini cukup reliabel. Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) Pertanyaan (Skor= Jawaban (Skor= (Skor = . 27 87,1 Tidak Total Persen Jawaban Total f Jawaban Terisi Modus Jawaban KD. Rutin membersihkan lingkungan rumah Membuang sampah pada Memberantas sarang nyamuk di sekitar rumah Memperhatikan mencuci tangan dengan sabun Memahami manfaat konsumsi makanan sehat Cuci tangan sebelum dan sesudah makan Cuci tangan setelah dari Menggunakan hand Konsumsi buah dan sayur setiap hari Membatasi konsumsi tinggi gula dan lemak Memperhatikan kebersihan makan Olahraga setiap hari Kesulitan beraktivitas Terdapat kendala Promosi Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Lansia di Puskesmas Cebongan Salatiga (Rriwu Raun Essing. Rosiana Eva Rayanti. Istananda Tirtaning Nugraheni. Devara Kevin Yuandi. Sri Rahayu. Beatriks Ndapamerang. Anwar Kristian Zai. Joten Salawala. Eta Gelina T. Bidana. Desi Payumk. Menyadari menjaga kebersihan lingkungan PEMBAHASAN Program Prolanis untuk penanganan penyakit kronis berlangsung selama dua hari dengan sasaran peserta dengan berbagai masalah kesehatan kronis. Sesi pertama dilaksanakan pada tanggal 10 September 2024 untuk penderita hipertensi, dilanjutkan dengan sesi untuk penderita diabetes melitus pada tanggal 12 September 2024. Dalam kegiatan Prolanis tersebut, mahasiswa keperawatan UKSW yang melakukan kerja lapangan di Puskesmas Cebongan Salatiga menyampaikan edukasi promosi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada peserta lansia penderita diabetes. Kegiatan pada tanggal 12 September tersebut merupakan hasil kerja sama antara dokter, perawat, apoteker, dan mahasiswa keperawatan. Selain itu, seorang dokter gigi muda yang juga magang di Puskesmas tersebut memberikan edukasi yang berharga tentang kesehatan gigi dan mulut kepada peserta lansia. Persiapan Sebanyak 31 peserta, sebagian besar lansia, mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolani. yang diselenggarakan di Puskesmas Cebongan Salatiga. Program ini dilaksanakan setiap bulan selama minggu pertama dan dirancang untuk mendukung individu dengan kondisi kronis dalam mencapai kualitas hidup yang optimal (Istiqomah et all, 2. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta mengisi daftar hadir dan mendaftar untuk pemeriksaan kesehatan, yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, serta diskusi mengenai keluhan para peserta lansia. Program Prolanis melibatkan dua orang perawat, seorang dokter, seorang apoteker, seorang dokter gigi muda, seorang dosen keperawatan UKSW, dan delapan mahasiswa keperawatan dari UKSW. Sebelum memulai kegiatan, para mahasiswa menyempatkan diri untuk memperkenalkan diri kepada para peserta lansia dan menjelaskan tujuan dan sasaran penyuluhan kesehatan yang akan mereka sampaikan. Pelaksanaan Kegiatan Peserta mengisi kuesioner yang bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman mereka tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan mahasiswa keperawatan dan dosen memberikan bantuan kepada masing-masing peserta. Setelah sesi promosi kesehatan, para peserta menerima pemeriksaan medis dari dokter dan pendidikan kebersihan gigi dari seorang dokter gigi muda. Selama segmen pendidikan ini, beberapa peserta lansia tampak terganggu, malah fokus mengisi kuesioner. Meskipun demikian, informasi disampaikan secara efektif dan ringkas, dan dua peserta bahkan berhasil menunjukkan enam langkah mencuci tangan yang Pada gambar 3 memperlihatkan lansia sedang melakukan pengisian kuesioner yang didampingi oleh salah satu mahasiswa keperawatan. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 151-161 Gambar 2. Pembukaan acara Gambar 3. Pengisian Kuesioner Pemberian Edukasi PHBS Pada tanggal 12 September 2024, telah dilaksanakan penyuluhan kesehatan dengan tema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari pukul 08. 00 sampai dengan 09. 00 WIB. Penyuluhan diawali dengan pemaparan tentang definisi PHBS, tujuan PHBS, dan merinci tujuh indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Selama penyuluhan berlangsung, peserta lansia menjalani pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dengan dokter. Respon peserta sangat positif, terlihat dari keterlibatan aktif dan perhatian peserta penyuluhan terhadap materi yang disampaikan. Upaya penyuluhan kesehatan yang berkelanjutan bagi lansia sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap kesehatan (Herniwanti et all. Gambar 4 menunjukkan penyuluh sedang memberikan materi sekaligus gambar 5 menunjukkan lansia melakukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi bersama dokter. Gambar 4. Pemaparan materi Promosi Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Lansia di Puskesmas Cebongan Salatiga (Rriwu Raun Essing. Rosiana Eva Rayanti. Istananda Tirtaning Nugraheni. Devara Kevin Yuandi. Sri Rahayu. Beatriks Ndapamerang. Anwar Kristian Zai. Joten Salawala. Eta Gelina T. Bidana. Desi Payumk. Gambar 5. Pemeriksaan Kesehatan Peserta lansia menunjukkan antusiasme yang tinggi selama presentasi tim penyuluh tentang PHBS, terutama saat membahas pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air Praktik ini sangat penting, karena mencuci tangan secara efektif dapat menurunkan risiko penyakit menular, termasuk diare, keracunan makanan, dan masalah kesehatan lainnya yang terkait dengan kebersihan yang buruk (Nasir et all, 2. Dua peserta lanjut usia menunjukkan antusiasme yang besar saat mempraktikkan teknik mencuci tangan enam langkah yang benar, dan satu orang dengan bersemangat mengajukan diri untuk mengambil bagian dalam demonstrasi. Gambar 6 menunjukkan lansia antusias melakukan demonstrasi cara cuci tangan enam langkah. Gambar 6. Demonstrasi Cara Cuci Tangan enam langkah Lansia menghadapi risiko tinggi terkena infeksi virus, bakteri, dan parasit karena sistem kekebalan tubuh yang melemah. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, termasuk kebiasaan penting mencuci tangan dengan sabun. (Yusuf. Setelah menjalani pelatihan simulasi, dua peserta lansia secara efektif memperagakan teknik mencuci tangan enam langkah yang benar. Pendekatan praktis ini memudahkan pemahaman dan praktik langsung mereka terhadap metode tersebut, menekankan bahwa strategi demonstrasi mendorong ingatan jangka panjang dengan memungkinkan peserta melihat, mendengar, dan menerapkan konsep yang diajarkan (Anggina & Badri, 2. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 151-161 Penutup Setelah peserta lanjut usia menyelesaikan konsultasi dengan dokter, mereka akan menuju apotek untuk menerima obat yang diresepkan dari apoteker. Gambar 7 menunjukkan salah satu lansia mengambil obat dan terlihat juga apoteker menjelaskan indikasi obat yang akan diminum. Gambar 7. Pengambilan obat Pada gambar 8 adalah foto Bersama antara mahasiswa keperawatan, staf pengajar, perawat, apoteker, dan peserta lansia. Upaya konseling oleh para mahasiswa memberikan demonstrasi langsung tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), yang bertujuan untuk memotivasi para lansia untuk menerapkan praktik-praktik ini dalam rutinitas sehari-hari Gambar 8. Foto bersama SIMPULAN Inisiatif penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi lansia di Puskesmas Cebongan telah berhasil mencapai tujuannya. Program ini telah meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersihan, sehingga kualitas hidup para peserta lansia menjadi lebih Melalui berbagai inisiatif pendidikan dan pelatihan, para lansia telah menerapkan kebiasaan hidup sehat, dengan fokus menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola makan seimbang, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Keterlibatan keluarga dan masyarakat juga berperan penting dalam efektivitas program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan perilaku sehat peserta, yang menegaskan bahwa tujuan inisiatif PHBS telah tercapai. Untuk mempertahankan momentum ini, penting untuk terus menekankan lima praktik dasar: mencuci tangan dengan benar, mengonsumsi makanan bergizi, berpartisipasi dalam aktivitas fisik ringan, menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Edukasi PHBS bagi lansia harus mencakup kegiatan yang interaktif dan mudah dipahami, seperti olahraga ringan dan teknik manajemen stres. Selain itu, program Promosi Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Lansia di Puskesmas Cebongan Salatiga (Rriwu Raun Essing. Rosiana Eva Rayanti. Istananda Tirtaning Nugraheni. Devara Kevin Yuandi. Sri Rahayu. Beatriks Ndapamerang. Anwar Kristian Zai. Joten Salawala. Eta Gelina T. Bidana. Desi Payumk. harus menggunakan metode yang efektif dan tidak rumit yang menggabungkan latihan praktis yang sesuai dengan kondisi fisik dan mental lansia. DAFTAR PUSTAKA