http://journal. id/index. php/anterior PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DESMOS PADA MATERI FUNGSI KUADRAT KELAS X SMA NEGERI 5 PALANGKA RAYA Implementation Of Desmos-Based Mathematics Learning On Quadratic Function Material For Class X Sma Negeri 5 Palangka Raya Putri Vanessya Paskaria Br Karo1* Oktaviana Ainun Ratnawati2 Jackson Pasini Mairing3 Marcia Putrinanda4 *1, 2, 3, 4 Pendidikan Matematika. FKIP Universitas Palangka Raya. Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Indonesia *email: paskariavanessya@gmail. Kata Kunci: Desmos 1 Hasil Belajar 2 Fungsi Kuadrat 3 Pembelajaran Matematika 4 Teknologi Pendidikan 5 Keywords: Desmos 1 Learning Result 2 Quadratic Function 3 Mathe,atis Leasrning 4 Education Technology 5 Abstrak Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika. Meskipun peserta didik telah terbiasa menggunakan perangkat digital seperti smartphone namun, kenyataan dilapangan masih menunjukkan adanya kendala dalam implementasi teknologi secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan menarik minat belajar siswa, salah satunya melalui penggunaan platform e-learning seperti Desmos. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penerapan media pembelajaran Desmos terhadap hasil belajar matematika peserta didik pada meteri fungsi kuadrat kelas X SMA Negeri 5 Palangka Raya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-2 SMA Negeri 5 Palangka Raya semester genap tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 36 orang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian terapan dengan analisis data gabungan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, angket respon siswa, dan tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan desmos dalam pembelajaran fungsi kuadrat memberikan dampak positef terhadap hasil belajar siswa. Rata-rata nilai tes akhir mencapai 80,3%, dengan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 80%, serta respon siswa terhadap penggunaan Desmos berada pada kategori AubaikAy dengan rata-rata 72,83%. Berdasarkan hasil tersebut, media Desmos terbukti mampu mengingkatkan keterlibartan aktif siswa serta pemahaman terhadap materi fungsi kuadrat. Abstract This research is motivated by the low utilization of technology in mathematics learning. Although students are accustomed to using digital devices such as smartphones, the reality in the field still shows obstacles in optimally implementing technology. Therefore, innovative learning media are needed that are able to utilize technology optimally and attract student learning interest, one of which is through the use of e-learning platforms such as Desmos. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of Desmos learning media on students' mathematics learning outcomes in the quadratic function material of class X of SMA Negeri 5 Palangka Raya. This research was conducted in May The subjects of this study were 36 students of class X-2 of SMA Negeri 5 Palangka Raya in the even semester of the 2024/2025 academic year. This type of research uses applied research with a combination of qualitative and quantitative data analysis. Data collection techniques were carried out through observations of teacher and student activities, student response questionnaires, and written tests. The results of the study showed that the use of Desmos in learning quadratic functions had a positive impact on student learning The average final test score reached 80. 3%, with a classical completion rate of 80%, and student responses to Desmos were in the "good" category, with an average of Based on these results. Desmos has been proven to increase student active engagement and understanding of quadratic functions. A2025 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Pendidikan sangatlah penting di era globalisasi saat ini untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan, mengubah cara berpikir, mengingkatkan kualitas diri dan menarik sumber daya manusia yang lebih baik. Diabad 21 fokus Pendidikan bukan hanya dibidang sains atau matematika, tetapi juga di bidang ilmu sosial, seni dan Pendidikan seharusnya memberikan keterampilan kepada peserta didik untuk berpikir analitis, merumuskan Putri Vanessya Paskaria Br Karo. Oktaviana Ainun Ratnawati. Jackson Pasini Mairing dan Marcia Putrinanda. Penerapan Pembelajaran Matematika Berbasis Desmos Pada Materi Fungsi Kuadrat Kelas X SMA Negeri 5 Palangka Raya. suatu masalah, dapat bekerja sama, menyelesaikan masalah, kritis, logis dan kreatif. Tidak hanya peserta didik, guru juga dituntut untuk menggunakan teknologi dibidang Pendidikan sebagai media pada proses pembelajaran (Husna et al. , 2. Pada bulan september 2024, peneliti melakukan wawancara pada guru matematika kelas X SMA Negeri 5 Palangka Raya. Menurut hasil wawancara pada salah satu guru, di sekolah ini guru sudah diupayakan agar dapat menggunakan Akan tetapi dalam pembelajaran matematika guru kelas X hanya menggunakan PPT dalam mendukung Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan saat pembelajaran, rata-rata peserta didik telah memiliki Peserta didik telah dibebaskan untuk membawa smartphone ke sekolah. Ketika proses pembelajaran terlaksana, peneliti melihat bahwa peserta didik banyak yang menyalahgunakan smartphone pada saat jam pembelajaran. Salah satu penyalahgunaan saat guru menjelaskan materi Sebagian besar peserta didik mengakses media sosial yag tidak berkaitan dengan pembelajaran. Pendidik dituntut untuk lebih menguasai teknologi dalam pembelajaran yang efektif dan efesien (Effendi A. , 2. Tantangan ini terlihat sangat jelas, karena Ketika peserta didik diizinkan untuk menggunakan gedget, perhatian mereka terkadang beralih ke gadget mereka masing-masinng daripada pembelajaran yang sedang Akibatnya, pendidik membutuhkan media pembelajaran yang berbasis teknologi yang dapat mempresentasikan materi. Teknologi pendidikan sebagai proses kompleks yang dapat memecahkan isu-isu yang terjadi pada pembelajaran Kemajuan teknologi saat ini, membuat penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika itu sangat krusial (Poyan et al. , 2. Penggunaan alat digital dalam bidang Pendidikan matematika yang didukung teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar merupakan area penelitian yang signifikan (Bray & Tangney, 2. Ketika prospek ini dipertimbangkan, teknologi mendukung peserta didik untuk berkonsentrasi dan memahami konsep matematika dengan lebih baik (Khouyibaba, 2. Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka minat untuk menggunakan perangkat seluler agar membantu peroses belajar dan mengajar juga meningkat (Kearney & Maher, 2. Oleh karena itu suatu inovasi pembelajaran yang dapat membuat peserta didik menyenangi proses pembelajaran sangatlah penting, yaitu salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran e-learning. Desmos adalah perangkat lunak grafik yang dimana peserta didik dapat membuat grafik fungsi dan diperkenalkan kepada peserta didik untuk berlatih membuat grafik fungsi (Ebert,2. Desmos dapat memungkinkan para peserta didik untuk mengembangankan keterampilan brainstorming mereka, agar dapat menigkatkan kreativitas dan berpikir kritis mereka (King, 2. Dari penjelasan tersebut memungkinkan juga mereka untuk menentukan dan memahami struktur pada setiap grafik di bidang kartesius. Melalui reprentasi yang dinamis, desmos membantu peserta didik memfasilitasi pemahaman mengenai topik abstrak dan mendorong mereka lebih terlibat dalam proses pembelajaran (Mwangi, 2. Factor utama yang melibatkan keterampilan matematika siswa dengan pemanfaatan teknologi ada tiga. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:. Matematika, . Penguat/pengaturan, dan . Representasi (Ogbonnaaya,2. Karena hal tersebut guru harus memperhatikan hal tersebut saat mengajar matematika menggunakan teknologi desmos. Guru juga masih berperanpenting sebagai fasilitator dalam pembelajaran untuk memicu peserta didik utuk bertanya dan mengerjakan tugas serta menilai keterampilan (Dy, 2. Pada penjelasan tersebut, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin kompleks, hai ini dapat membantu permasalahan dalam pembelajaran matematika yang abstrak. Kemajuan dibidang teknologi memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai bidang kehidupan, terutama di dunia pendidikan. (Mulyani & Haliza, 2. menyatakan bahwa teknologi pendidikan memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk memudahkan proses METODOLOGI Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Pangka Raya. Lokasinya berada di jalan Tingang Km 3,5. Kec. Jekan Raya. Kota Palangka Raya. Prov. Kalimantan Tengah. Peneliti memilih Lokasi penelitian di SMA Negeri 5 Palangka Raya dikarenakan belum perhan dilakukannya penelitian menggunkan desmos di SMA Negeri 5 Palangka Raya. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan kurang lebih satu bulan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Jenis Penelitian dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian terapan dengan analisis data gabungan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan serta pengolahan data kualitatif pada fase awal, yang kemudian diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif yang didasarkan pada hasil-hasil tahap pertama. (Syahza, 2. menyatakan penelitian kuantitatif merupakan metode untuk menguji teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel. Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran Desmos terhadap hasil belajar pada materi fungsi kuadrat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Menurut Adiputra et al. , . penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang ada, yaitu fenomena alam atau fenomena yang terjadi, baik itu fenomena alami maupun hasil karya manusia, atau digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan hasil subjek, tetapi tidak dirancang untuk memberikan implikasi yang lebih luas. Sesuai dengan tujuan penelitian, penelitian ini mendeskripsikan aktivitas peserta didik dan guru, tes, dan kuesioner respons peserta didik selama kegiatan belajar matematika. Penelitian ini menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran desmos terhadap hasil belajar pada siswa kelas X di SMA Negeri 5 Palangka Raya. Subjek Penelitian Anterior Jurnal. Volume 24 Issue i. September 2025. Page 61 - 70 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-2 SMA Negeri 5 Palangka Raya semester genap tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 36 orang. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah tahap yang paling penting dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian untuk mendapatkan informasi. Dalam rangka mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian ini, maka penulis menerapkan metode pengumpulan data sebagai berikut: Observasi Observasi adalah pengamatan dan pendataan secara sistematik terhadap gejala yang terlihat pada objek penelitian jaya . 0: . Observasi aktivitas siswa dan guru dilakukan untuk mendapatkan nilai terkait keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan terhadap kelas eksperimen dengan media pembelajaran yang digunakan. Observasi pada pelaksanaan pembelajaran berlangsung yang diobservasi oleh guru mata pelajaran matematika kelas X SMA Negeri 5 Palangka Raya dan peserta didik. Angket Menurut Jaya . 0: . Angket merupakan teknik untuk mengumpulakan informasi yang dilakukan dengan memeberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada respoden untuk di jawab. Angket menjadi instrument pengumpulan data yang efektif, apabila peneliti mengetahui dengan jelas variabel yang ingin diteliti dan memahami harapan dari para responden. Dalam instrument ini peneliti akan melihat hasil belajar siswa dalam mata Pelajaran matematika dengan menanfaatkan media pembelajaran Desmos. Tes Tertulis Instrument tes digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran yang telah berlangsung (Jaya, 2020: . Tes tertulis merupakan instrumen yang digunakan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media belajar Desmos terhadap hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran materi fungsi kuadrat. Adapun langkah-langkah yang ditempuh untuk menyusun lembar tes adalah sebagai berikut: . Mengidentifikasi materi yang digunakan berdasarkan Kurikulum merdeka pada mata pelajaran matematika kelas X SMA Negeri 5 Palangka Raya. Menyusun kisi-kisi soal tes. Menyusun butir soal. Pada tahap pelaksanaan, peneliti akan melaksanakan melakukan lima siklus pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui tahapan sintaks pembelajaran Matematika berbantuan Desmos pada materi fungsi kuadrat. Selama pelaksanaan pembelajaran, peneliti akan diawasi oleh dua orang pengamat yang merupakan guru matematika SMA Negeri 5 Palangka Raya dan mahasiswa. Pengamat mengamati aktivitas siswa dan aktivitas guru menggunakan lembar observasi yang telah dikembangkan pada fase sebelumnya. Pada fase pengamatan, terdapat tiga informasi yang diperlukan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi apakah kriteria keberhasilan telah tercapai atau belum. Ketiga informasi tersebut ialah: . Hasil tes belajar, . data aktivitas guru, dan . data aktivitas siswa. Pada tahap refleksi, peneliti akan mengolah informasi yang diperoleh dari tahap pengamatan dan membandingkannya dengan kriteria keberhasilan. Jika hasilnya belum memuaskan, maka peneliti mengidentifikasikan kelemaham-kelemahan pada Tindakan yang sudah dilakukan. Pengumpulan data melibatkan observasi langsung pembelajaran matematika berbantuan desmos untuk mengamati aktivitas guru dan perta didik selama implementasi. Di setiap akhir siklus pembelajaran, siswa akan di uji untuk mengevaluasi hasil pembelajaran dengan tes tertulis yang terdiri dari 5 soal. Dalam pengolahan data, terdapat dua Teknik yang digunakan, yaitu pengolahan data kualitatif dan pengolahan data Data yang diperoleh dari lembar observasi dan dokumentasi yang akan diolah menggunkan Teknik pengolahan data kualitatif sebagai pelegkap dari pengolahan data kuantitatif. Teknik pengolahan data kuantitatif sebagai pelengkap pengolahan deskriptif kualitatif untuk menentukan tingkat ketercapaian hasil belajar matematika siswa. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan siswa setelah setiap siklus belajar, dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis di akhir setiap siklus. Hasil evaluasi dapat dianalisis melalui data nilai rata-rata dan presentase tingkat ketercapaian atau Tingkat penguasaan belajar peserta didik dengan menggunakan rumus berikut (Santyasa, 2000:. ycA ycNya(%) = y 100% ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycyco Dimana: ycycycoycoycaEa ycycoycuyc ycycnycycyca ycycaycyc ycoyceycoycayc ycA= ycycycoycoycaEa ycycnycycyca ycycaycuyci ycoyceycuyciycnycoycycycn ycyceyc Keterangan TK = Tingkat Ketercapaian M = Skor rata-rata yang diperoleh siswa Dengan kriteria Tingkat ketercapaian peserta didik sebagai berikut: Tabel I. Kriteria Tigkat Ketercapaian Peserta Didik Presentase Ketercapaian Kriteria Ketercapaian Peserta didik peserta didik Sangat tercapai 80%