Planta Simbiosa Jurnal Tanaman Pangan dan Hortikultura e-ISSN 2685-4627 https://doi. org/10. 25181/jplantasimbiosa. vXiX. x Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Pembawa KMnOCE (Kalium Permangana. Sebagai Absorben Etilen Terhadap Kualitas Tomat (Lycopersicum esculentum Mil. Effect of Concentration and Type of Carrier KMnOCE (Potassium Permanganat. as an Ethylene Absorbent on the Quality of Tomatoes (Lycopersicum esculentum Mil. Yatmin 1. Fizzaria Khasbullah1*. Sekar Ayu Cahyaningrum1. Rakhmiati1 A) Program Studi Agroteknologi Universitas Dharma Wacana Jl. Kenanga No. 3 Mulyojati 16C Metro. Lampung. Indonesia *)E-mail: fizzaria22@gmail. Submitted: 09/05/2025. Accepted: 30/09/2025. Published: 30/10/2025. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi dan jenis bahan pembawa KMnOCE yang tepat terhadap kualitas tomat, serta interaksi antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), disusun secara faktorial yaitu: . konsentrasi KMnOCE . terdiri dari 3 taraf yaitu: 0 % (Kontrol. kCA), 5% . g/500 kCA), 10% . g/500 mL. kCC), . Jenis bahan pembawa KMnOCE . terdiri dari 3 taraf yaitu: serutan kayu . CA), arang kayu . CC), dan batu bata . CE). Data hasil pengamatan di uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi KMnOCE memberikan pengaruh nyata terhadap kadar vitamin C. Konsentrasi KMnOCE terbaik adalah KMnOCE 10% dan 5%. Penggunaan berbagai jenis bahan pembawa KMnOCE berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel yang diamati. Kombinasi antara konsentrasi KMnOCE dan jenis bahan pembawa yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap uji organoleptik yang diamati yaitu warna dan rasa tomat. Terdapat interaksi antara berbagai konsentrasi KMnOCE dan jenis bahan pembawa KMnOCE pada tingkat kekerasan hari ke 8. Kata Kunci: Bahan Pembawa. Etilen. KMnOCE. Tomat. ABSTRACT This research aims to determine the effect of providing various concentrations and types of appropriate KMnOCE carrier material on tomato quality, as well as the interaction between the two. This research used the experimental method Complete Randomized Block Design (RAKL), arranged factorially, namely: . KMnOCE concentration . consisting of 3 levels, namely: 0% (Contro. CA), 5% . g/500 m. CA), 10% . g/500 m. CC), . The type of KMnOCE carrier material . consists of 3 levels, namely: wood shavings . CA), wood charcoal . CC), and bricks . CE ). Data from observations in the Least Significant Difference (BNT) test at the 5% level. The research results showed that administering various concentrations of KMnOCE had a real effect on vitamin C levels. The best KMnOCE concentrations were KMnOCE 10% and 5%. The use of various types of KMnOCE carrier materials had no significant effect on all observed variables. The combination of KMnOCE concentration and different types of carrier material had a real influence on the organoleptic tests observed, namely the color and taste of tomatoes. There is an interaction between various KMnOCE concentrations and the type of KMnOCE carrier material on the 8th day hardness level. Keywords: Carrier, ethylene. KMnOCE, tomato. Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 81-90 Yatmin, et al. : Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Pembawa. Copyright A 2025 Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Tomat (Lycopersicum esculentum Mill. ) merupakan komoditas hortikultura klimakterik yang sangat peka terhadap Akumulasi etilen pascapanen meningkatkan laju respirasi, mempercepat pelunakan, perubahan warna, serta susut bobot, yang pada akhirnya menurunkan mutu dan memperpendek masa simpan (Asrey et al. , 2023. Gutierrez-Aguirre et , 2. Oleh karena itu, penggunaan etilen menjadi salah satu pilihan yang tepat dalam menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan tomat selama distribusi dan penyimpanan. Salah satu pendekatan yang telah banyak digunakan adalah penggunaan permanganat (KMnOCE). Secara kimia. KMnOCE mengoksidasi etilen menjadi senyawa yang lebih stabil seperti COCC dan HCCO dan menghasilkan MnOCC sebagai residu (Jiang et al. , 2. Berbagai penggunaan KMnOCE efektif dalam menunda pematangan, mempertahankan perubahan fisik maupun kimia pada buah klimakterik, termasuk tomat (Mariah et , 2022. Alonso-Salinas et al. , 2023. Kumarawansha et al. , 2. Aplikasi KMnOCE secara langsung dapat menurunkan penampilan fisik buah karena bentuknya yang cair, sehingga perlu diimpregnasikan ke dalam bahan pembawa berpori . , kemudian dikemas dalam bentuk sachet atau filter yang ditempatkan di dalam kemasan aktif. Bahan pembawa yang digunakan beragam, antara lain zeolit (Nurmala et , 2024. (Ishaq et al. , 2. , silika gel (Nurmala et al. , 2. , alumina (Banzaraktsaeva et al. , 2. , karbon aktif (Jiang et al. , 2. Masing-masing bahan pembawa tersebut memiliki perbedaan luas permukaan, ukuran pori, kestabilan, dan interaksi dengan kelembapan yang penyerapan etilen (Mariah et al. , 2022. Alonso-Salinas et al. , 2023. Chanka et al. Meskipun efektivitas KMnOCE telah banyak dibuktikan, namun masih terdapat celah pengetahuan terkait penentuan konsentrasi yang optimal serta pemilihan jenis bahan pembawa yang paling tepat untuk mempertahankan kualitas tomat pada kondisi penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan bahan pembawa serutan kayu, arang kayu dan batu bata. Bahan pembawa tersebut ketersediaan barang yang mudah diperoleh secara lokal, biaya produksi yang rendah, dapat digunakan untuk skala kecil dan menengah serta ramah Oleh karena itu, penelitian mengenai Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Pembawa KMnOCE sebagai Absorben Etilen terhadap Kualitas Tomat yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi KMnO4, jenis pembawa KMnO4 dan interaksi keduanya terhadap kualitas tomat. menjadi suatu solusi sebagai perlakuan pada komoditi hasil pertanian untuk mendukung prinsip pertanian berkelanjutan dan perbaikan Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 81-90 Yatmin, et al. : Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Pembawa. khususnya tomat. METODE PENELITIAN Penelitian Laboratorium Pascapanen Fakultas Pertanian Universitas Dharma Wacana pada bulan November sampai Desember Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: pisau, timbangan analitik (Nagata Type LCS-3. , refraktometer, penetrometer, beaker glass, erlenmeyer, labu ukur, pipet ukur, burett, pipet tetes, mortar, corong kaca, bulb, baskom besar, literan air, kamera, alat tulis lainnya. Bahan yang digunakan adalah buah tomat varietas Servo . uah tomat mentah yang permukaannya masih warna hija. , plastik PE . KMnOCE. NaOH 0,1 N. Amilum 1%. Iodine 0,01 N, indikator PP 1%. Aquades. Etanol 96%. Kalium Iodida (KI), kertas saring Whatman No. 41 diameter 12,5 cm x 125 mm, kain kasa, sarung tangan latex, tisu, label, serutan kayu, arang kayu, dan batu bata. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), disusun secara faktorial terdiri atas 2 faktor yaitu faktor pertama adalah konsentrasi KMnOCE . terdiri dari 3 taraf yaitu: 0 % (Kontrol. kCA), 5% . g/500 mL. kCA), 10% . g/500 kCC). Faktor kedua adalah jenis bahan pembawa KMnOCE . terdiri dari 3 taraf yaitu: Serutan kayu . CA). Arang kayu . CC), dan Batu bata . CE). Kedua faktor tersebut terdapat 27 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 20 buah tomat. Data hasil pengamatan diuji homogenitas dengan uji Barlett dan ketidakaditifan data diuji dengan uji Tuckey kemudian dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA) Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 81-90 dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Persiapan penelitian dimulai dengan pembuatan larutan KMnOCE. Selanjutnya bahan pembawa yang sudah ditentukan yaitu serutan kayu, arang kayu, dan batu bata masing-masing direndam dalam larutan KMnOCE selama 30 menit dengan konsentrasi 0% . g KMnOCE), 5% . g dalam 500 mL), dan 10% . g dalam 500 mL). Kemudian dikeringanginkan selama 12 jam dan dibungkus dengan menggunakan kain kasa. Buah tomat varietas Servo yang dipanen pada hari atau waktu yang sama saat akan dilakukannya, diambil dari kebun petani di daerah Lampung Barat. Buah tomat diambil pada tingkat kematangan 10% yang masih mentah (Breake. Kemudian buah tomat dicuci dan dikeringkan lalu diberi perlakuan dan dikemas dengan plastik PE. Untuk penyeragaman buah tomat yang dipakai dengan menentukan diameter dan berat buah serta diameter berkisar 4-5 cm. Buah tomat dikemas dengan menngunakan plastik PE dengan cara memasukkan 20 buah tomat kedalam setiap plastik beserta bahan pembawa absorben yang dibungkus dengan kain kasa dan sudah direndam serta Selanjutnya disimpan selama 16 hari pada suhu ruang . A30AC). Pengamatan pada penelitian ini dilaksanakan selama 16 hari. Pengamatan dilakukan terhadap beberapa peubah yang meliputi susut bobot (%), tingkat kekerasan buah . m/g/. , total padatan terlarut (Abri. , vitamin C . , total asam tertitrasi (%), uji organoleptik warna dalam satuan skor 1-5 . : permukaan hijau keseluruhan, 2: kombinasi hijau kuning agak orange, 3: permukaan buah orange Yatmin, et al. : Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Pembawa. agak merah, 4: permukaan buah merah, 5: keseluruhan merah tu. , dan uji organoleptik rasa dalam satuan skor 1-5 . : sangat asam, 2: agak asam, 3: asam, 4: tidak asam, 5: agak mani. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, konsentrasi KMnOCE berpengaruh terhadap kualitas tomat pada variabel vitamin C dan uji organoleptik yang diamati . arna dan Tabel 1. Analisis Ragam Susut Bobot Tomat Konsentrasi KMnOCE dan Jenis Bahan Pembawa yang Berbeda. KMnOCE (K) Rata-rata Bahan Pembawa (B) Serutan Kayu Arang Kayu Batu Bata Tabel 1 menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi KMnOCE dengan jenis bahan pembawa yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap susut bobot tomat selama Hal ini diduga konsentrasi KMnO4 yang digunakan masih rendah, menghambat produksi etilen. Kondisi ini juga mengindikasikan bahwa keberadaan KMnOCE, baik dalam konsentrasi rendah maupun tinggi, tidak secara langsung mempengaruhi laju kehilangan air melalui transpirasi maupun respirasi, melainkan hanya menunda pematangan dengan penyimpanan (Wang & Ajji, 2. Tabel 2. Mekanisme transpirasi selama penyimpanan menjadi faktor utama penyebab susut bobot melalui pelepasan air dari dalam buah (Lastriyanto et al. Melalui mekanisme transpirasi, kandungan air dalam buah perlahan menguap keudara sekitar. Proses ini melemahkan ikatan antar sel dan menyebabkan buah mengalami kerusakan tekstur berupa keriput (Mufza et al. Dengan demikian faktor fisiologis buah serta kondisi penyimpanan lebih berperan dalam menentukan susut bobot tomat dibandingkan variasi konsentrasi maupun jenis bahan pembawa KMnOCE. Analisis Ragam Tingkat Kekerasan Tomat Konsentrasi KMnOCE dan Jenis Bahan Pembawa yang Berbeda. KMnOCE (K) Rata-rata Rata-rata Bahan Pembawa (B) Serutan Kayu Arang Kayu Batu Bata a. mm/g/sa. Rata-rata Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 81-90 Yatmin, et al. : Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Pembawa. Berdasarkan pada tabel 2 diatas, hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi dan berbagai jenis bahan pembawa KMnOCE tidak berbeda nyata terhadap tingkat kekerasan. Penggunaan KMnOCE tidak mempengaruhi Hal ini disebabkan karena kekerasan buah tomat memiliki hubungan dengan susut bobot. Semakin tinggi nilai susut bobot maka semakin lunak kulit buah tomat serta semakin lama penyimpanan, buah tomat semakin lembek dan tidak segar. Menurut Akmalia et al. selama proses pematangan tomat terjadi penurunan adhesi antar sel yang disebabkan oleh rusaknya lamella tengah yang banyak mengandung pektin, sehingga terjadi pelunakan buah. Perubahan tingkat kekerasan buah juga dipengaruhi oleh turgor sel yang selalu berubah sejalan terjadinya pemasakan buah, perubahan tekanan turgor sel diakibatkan oleh perubahan komponen penyusun dinding sel yang terdiri dari pektin, selulosa dan sedikit hemiselulosa (Akmalia et al. , 2. Selain itu, peningkatan kekencangan buah dapat terjadi karena pektin yang tidak larut berubah menjadi pektin yang larut dalam air akibat proses pematangan protopektin (Chandel et al. , 2. Tabel 3. Analisis Ragam Total Padatan Terlarut Tomat Konsentrasi KMnOCE dan Jenis Bahan Pembawa yang Berbeda. KMnOCE (K) Rata-rata Bahan Pembawa (B) Serutan Kayu Arang Kayu Batu Bata abrix a. Tabel 3 menunjukkan bahwa, konsentrasi KMnO4 dan jenis bahan pembawa yang berbeda tidak berbeda nyata terhadap total padatan terlarut dan tidak terdapat interaksi. Kandungan padatan terlarut mencerminkan kualitas rasa produk dan dianggap sebagai indeks pematangan yang merupakan indikator jumlah mineral terlarut dan gula yang ada dalam produk segar (Al-Dairi et al. Pematangan berkontribusi terhadap degradasi zat pektin menjadi gula Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 81-90 Rata-rata sederhana . , sehingga mengakibatkan peningkatan padatan terlarut selama periode penyimpanan (AlDairi Penelitian (Moradinezhad Jahani, menyatakan bahwa. KMnOCE tidak signifikan mengubah TSS aprikot. Peran utama KMnOCE adalah memperlambat perubahan TSS: gula tidak cepat terurai organoleptik bertahan lebih lama. Yatmin, et al. : Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Pembawa. Tabel 4. Analisis Ragam Vitamin C Tomat Konsentrasi KMnOCE dan Jenis Bahan Pembawa yang Berbeda. KMnOCE (K) Rata-rata Bahan Pembawa (B) Serutan Kayu Arang Kayu Batu Bata BNT K= 0. Vitamin C banyak merupakan salah satu vitamin yang mampu larut dalam air dan banyak ditemukan dalam buah dan sayur salah satunya adalah tomat. Kadar vitamin C akan semakin menurun apabila semakin lama disimpan, hal ini disebabkan karena adanya proses oksidatif yang dirangsang dari adanya cahaya, oksigen maupun enzim (Ryan et al. Tabel 4 menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi dan berbagai jenis bahan pembawa KMnOCE berpengaruh nyata terhadap vitamin C hari ke 8. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Miranti et al. dan Fitriani et al. Rata-rata 78 AB . yang menyatakan bahwa kadar vitamin C terus meningkat kemudian dihari ke 12 mulai mengalami penurunan selama penyimpanan pada suhu ruang. Hal ini diduga karena terjadi proses pematangan pada hari ke 12 dan terjadi pelepasan asam-asam organik yang semula tersimpan dalam vakuola-vakuola, sehingga kadar vitamin C dalam buah ikut berkurang (Shu et al. , 2. Semakin meningkatnya kematangan buah, maka kadar vitamin C secara nyata semakin menurun (Khasbullah et al. , 2. Kadar vitamin C menurun ketika titik maksimal peningkatannya telah terlampaui. Tabel 5. Analisis Ragam Total Asam Tertitrasi Tomat Konsentrasi KMnOCE dan Jenis Bahan Pembawa yang Berbeda. KMnOCE (K) Rata-rata Bahan Pembawa (B) Serutan Kayu Arang Kayu Batu Bata Tabel 5 menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi dan berbagai jenis bahan pembawa KMnOCE tidak berbeda nyata terhadap Total Asam Tertitrasi (TAT). Namun, pada penelitian ini kadar total asam tertitrasi semakin meningkat selama penyimpanan buah pada suhu ruang dan menurun pada hari ke 12 menuju hari ke 16. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara total asam Rata-rata tertitrasi dan vitamin C adalah berbanding Apabila total asam tinggi, maka kadar vitamin C juga tinggi dan begitupun Hal ini juga sesuai dengan yang dilaporkan oleh Kumarawansha et al. , bahwa total asam tertitrasi akan meningkat pada proses kematangan awal dan akan menurun lagi pada memasuki proses pembusukan buah. Perubahan TAT Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 81-90 Yatmin, et al. : Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Pembawa. selama penyimpanan terutama disebabkan oleh aktivitas metabolisme jaringan hidup tomat, terjadi penurunan kandungan organik asam. Penurunan TAT dengan pematangan dapat dikaitkan dengan tingkat respirasi yang lebih tinggi dimana asam organik dapat dimanfaatkan sebagai substrat selama proses respirasi atau karena konversi menjadi gula lain (AlDairi et al. , 2. Tabel 6. Analisis Ragam Uji Organoleptik Warna Tomat Konsentrasi KMnOCE dan Jenis Bahan Pembawa yang Berbeda. Perlakuan Rerata Tomat dengan KMnOCE 0% dan Serutan Kayu Tomat dengan KMnOCE 0% dan Arang Kayu 67 bc Tomat dengan KMnOCE 0% dan Batu Bata Tomat dengan KMnOCE 5% dan Serutan Kayu Tomat dengan KMnOCE 5% dan Arang Kayu 80 cd Tomat dengan KMnOCE 5% dan Batu Bata 80 cd Tomat dengan KMnOCE 10% dan Serutan Kayu Tomat dengan KMnOCE 10% dan Arang Kayu Tomat dengan KMnOCE 10% dan Batu Bata BNT 5% = 0,18 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara konsentrasi dan berbagai jenis bahan pembawa KMnOCE berpengaruh nyata uji organoleptik yang diamati, yaitu warna buah tomat. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi antara konsentrasi KMnOCE kontrol, 5%, dan 10% dan jenis bahan pembawa serutan kayu, arang kayu, dan batu bata mampu mempertahankan nilai warna buah tomat. Kumarawansha et al. melaporkan bahwa tomat yang diberi perlakuan KMnO4 mampu menekan perubahan warna, namun warna berubah seiring dengan lamanya penyimpanan. Hal ini menyebabkan proses respirasi dan transpirasi buah menjadi terhambat dan mutu buah bisa lebih dipertahankan. Lebih lanjut Chanka et al. , menyatakan bahwa KMnO4 yang diimpregnasi pada absorben memiliki kemampuan untuk mempertahankan kualitas dan menunda perubahan kimia dan fisiologis, sehingga Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 81-90 menghasilkan umur simpan yang lebih KMnO4 merupakan senyawa kimia anorganik yang berperan sebagai oksidator kuat dalam aplikasi kemasan KMnO4 mengadsorpsi etilen dari atmosfer di sekitar produk hortikultura menjadi karbon dioksida (CO. , air (H2O), sehingga dapat menekan laju respirasi dan transpirasi pada buah (Joung et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kombinasi antara konsentrasi dan berbagai jenis bahan pembawa KMnOCE berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik yang diamati yaitu rasa buah tomat. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi KMnOCE kontrol, 5%, dan 10% serta kombinasi jenis bahan pembawa serutan kayu, arang mempertahankan nilai rasa buah tomat. Namun pada hari terakhir rasa tomat memberikan nilai asam-tidak asam. Yatmin, et al. : Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Pembawa. Tabel 7. Analisis Ragam Uji Organoleptik Rasa Tomat Konsentrasi KMnOCE dan Jenis Bahan Pembawa yang Berbeda. Perlakuan Rerata Tomat dengan KMnOCE 0% dan Serutan Kayu 2,91 ab Tomat dengan KMnOCE 0% dan Arang Kayu 3,00 abc Tomat dengan KMnOCE 0% dan Batu Bata 3,42 de Tomat dengan KMnOCE 5% dan Serutan Kayu 2,78 a Tomat dengan KMnOCE 5% dan Arang Kayu 3,13 abcd Tomat dengan KMnOCE 5% dan Batu Bata 3,22 bcd Tomat dengan KMnOCE 10% dan Serutan Kayu 3,64 e Tomat dengan KMnOCE 10% dan Arang Kayu 3,31 cde Tomat dengan KMnOCE 10% dan Batu Bata 3,67 e BNT 5% = 0,38 Pada penelitian ini terdapat kecenderungan peningkatan rasa menuju manis selama masa penyimpanan, hal tersebut sejalan dengan nilai total padatan terlarut yang dihasilkan. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah KMnOCE pengaruh nyata terhadap kadar vitamin C serta berpengaruh tidak nyata terhadap tingkat kekerasan tomat, total padatan terlarut, dan total asam tertitrasi. Konsentrasi KMnOCE 10% memberikan hasil terbaik untuk kadar vitamin C hari ke 8 dan sama dengan konsentrasi KMnOCE 5% pada hari ke 16. Penggunaan berbagai jenis bahan pembawa KMnOCE berpengaruh tidak nyata terhadap susut bobot, tingkat kekerasan, total padatan terlarut, kadar vitamin C, dan total asam tertitrasi. Namun jenis bahan pembawa serutan kayu memberikan hasil nilai terbaik. Kombinasi KMnOCE dan jenis bahan pembawa yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap uji organoleptik yang diamati yaitu warna dan rasa tomat. Terdapat interaksi antara berbagai konsentrasi KMnOCE dan jenis bahan pembawa KMnOCE pada tingkat kekerasan hari ke 8. DAFTAR PUSTAKA