Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 1, tahun 2026, hlm. ISSN: 2828-3031 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL Nadya Violeta Amanda1. Vicky Brama Kumbara2 1,2, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Indonesia Info Artikel Sejarah artikel: Received: 20 Jan 2026 Revised: 8 Feb 2026 Accepted: 15 Feb 2026 Published: 22 Feb 2026 Kata kunci: Operational Efficiency. Organizational Performance. Decision Making. Management Information Systems. Information Technology ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong terjadinya transformasi yang signifikan dalam tata kelola organisasi modern. Salah satu wujud pemanfaatan teknologi tersebut tercermin melalui implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang berperan sebagai sarana pendukung pengambilan keputusan manajerial serta pengendalian aktivitas operasional. Dalam menghadapi tingkat persaingan yang semakin kompetitif, baik pada sektor bisnis, pemerintahan, maupun pendidikan, efisiensi operasional menjadi salah satu tujuan utama organisasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Informasi Manajemen dalam meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai referensi ilmiah dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan SIM mampu meningkatkan efisiensi operasional melalui optimalisasi proses bisnis secara terotomatisasi, penyediaan informasi yang akurat dan tepat waktu, peningkatan koordinasi antar unit kerja, serta pengelolaan sumber daya yang lebih efektif. Oleh karena itu. Sistem Informasi Manajemen dapat dipandang sebagai elemen strategis dalam mendukung kinerja dan keberlangsungan organisasi Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Nadya Violeta Amanda Departemen ekonomi. Fakulty ekonomi dan bisnis Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, indonesia Email: nadyavioletaa@gmail. PENDAHULUAN Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin berkembang, organisasi dituntut untuk terus meningkatkan efisiensi operasional guna bersaing di pasar yang kompetitif. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi secara efektif melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen. Sistem Informasi Manajemen adalah sistem berbasis teknologi yang dirancang untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan mendistribusikan informasi yang relevan guna mendukung proses pengambilan keputusan, koordinasi, kontrol, analisis, dan visualisasi informasi di dalam organisasi (Perdana et al. , 2. Salah satu upaya strategis yang banyak diterapkan organisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional adalah penggunaan Sistem Informasi Manajemen (SIM). SIM berfungsi sebagai sistem terintegrasi yang mengolah data menjadi informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu guna mendukung proses perencanaan, pengendalian, serta pengambilan keputusan manajerial. Berbagai penelitian dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir menunjukkan bahwa penerapan SIM berkontribusi positif terhadap peningkatan produktivitas, pengurangan biaya operasional, serta perbaikan koordinasi antar unit kerja dalam organisasi (Siregar & Nasution, 2. SIM juga memungkinkan integrasi sistem fungsional. Perusahaan skala menengah sering kali memiliki sistem fungsional yang terpisah, seperti sistem akuntansi, sistem produksi, sistem persediaan, dan sistem penjualan. SIM dapat berperan dalam mengintegrasikan sistem-sistem ini, sehingga data dan informasi dapat mengalir secara mulus antara departemen-departemen tersebut. Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Integrasi ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki visibilitas yang lebih baik atas operasional mereka secara keseluruhan, meminimalkan duplikasi data, dan mengoptimalkan aliran informasi diseluruh organisasi atau perusahaan. Pengertian dari sistem itu sendiri yakni. Sistem adalah sebuah tatanan . yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional . engan satuan fungsi dan tugas khusu. yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses tertentu (Ibrahim & Supratikta, 2. Dalam praktiknya, banyak organisasi masih menghadapi permasalahan seperti duplikasi data, keterlambatan informasi, lemahnya koordinasi antar unit kerja, serta penggunaan sumber daya yang belum optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa tanpa dukungan sistem informasi yang terintegrasi, efisiensi operasional sulit dicapai secara maksimal. Oleh karena itu. SIM tidak hanya dipandang sebagai alat pendukung operasional, tetapi juga sebagai komponen strategis dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan organisasi (Utami & Firdaus, 2. Bisnis-bisnis ini harus meningkatkan efisiensi operasionalnya agar tetap kompetitif dan memperoleh keunggulan kompetitif. Efisiensi operasional yang tinggi akan menghasilkan pemanfaatan sumber daya yang lebih baik, peningkatan produktivitas, pengendalian biaya yang lebih baik,dan kemampuan merespons perubahan pasar dengan cepat. membuat keputusan yang tepat. MIS mencakup pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, dan penyebaran informasi terkait untuk berbagai tingkat manajemen. Dalam lingkungan perusahaan. MIS dapat digunakan untuk mengotomatisasi proses bisnis, mempercepat arus informasi, meningkatkan akurasi data, dan meningkatkan kolaborasi departemen (Ramadhan et al. , 2. Berbagai penelitian empiris dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa organisasi yang menerapkan SIM secara efektif mampu meningkatkan produktivitas kerja, menekan biaya operasional, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Namun demikian, tingkat keberhasilan penerapan SIM sangat dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, sumber daya manusia, serta komitmen manajemen dalam mengelola sistem informasi secara berkelanjutan. Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran Sistem Informasi Manajemen dalam meningkatkan efisiensi operasional organisasi melalui pendekatan studi literatur (No et al. , 2. TINJAUAN LITERATUR Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sistem berbasis teknologi informasi yang dirancang untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan mendistribusikan informasi guna mendukung fungsi perencanaan, pengendalian, koordinasi, serta pengambilan keputusan manajerial dalam organisasi. Dalam konteks organisasi modern. SIM tidak lagi berfungsi sebatas alat administratif, tetapi telah berkembang menjadi instrumen strategis yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. (Perdana et al. , 2. menegaskan bahwa SIM yang terintegrasi mampu menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga manajemen dapat merespons dinamika lingkungan bisnis secara lebih adaptif dan terukur. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sistem informasi berbanding lurus dengan kualitas keputusan manajerial yang dihasilkan. Perkembangan teknologi digital turut mendorong transformasi SIM ke arah sistem yang lebih fleksibel dan real-time. Penelitian (Istiqomah & Nasution, 2. menunjukkan bahwa implementasi SIM berbasis cloud computing memungkinkan organisasi meningkatkan kecepatan akses data, menurunkan biaya infrastruktur TI, serta memperkuat kolaborasi lintas unit kerja. Dengan karakteristik tersebut. SIM modern mampu menghilangkan hambatan geografis dan waktu, sehingga aktivitas operasional dapat berjalan lebih efisien dan terkoordinasi. Studi ini juga menekankan bahwa adopsi teknologi dalam SIM harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia agar manfaat sistem dapat dirasakan secara optimal. Efisiensi operasional merujuk pada kemampuan organisasi dalam memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk menghasilkan output maksimal dengan biaya dan waktu minimal. SIM berperan penting dalam meningkatkan efisiensi operasional melalui otomatisasi proses bisnis, pengurangan duplikasi data, serta percepatan alur kerja. Penelitian oleh (Azzahra, 2. menemukan bahwa organisasi yang menerapkan SIM secara terstruktur mengalami peningkatan efisiensi operasional yang signifikan, terutama dalam pengelolaan administrasi, pelaporan, dan monitoring A ISSN: 2828-3031 kinerja operasional. Studi empiris menunjukkan bahwa organisasi yang menerapkan SIM secara terstruktur mengalami penurunan biaya operasional dan peningkatan produktivitas kerja. Lebih Lanjut (Yulwanda & Firdaus, 2. menyatakan bahwa integrasi SIM ke dalam proses bisnis mampu mengurangi duplikasi data dan kesalahan input yang kerap terjadi pada sistem manual. SIM juga meningkatkan transparansi proses kerja, sehingga setiap unit dapat memantau kinerja operasional secara real-time. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional secara menyeluruh, terutama dalam organisasi yang memiliki kompleksitas proses tinggi. Kinerja organisasi merupakan indikator pencapaian tujuan organisasi yang mencakup aspek efektivitas, produktivitas, dan kualitas hasil kerja. SIM berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi melalui penyediaan informasi yang relevan, terintegrasi, dan dapat dipercaya. Kinerja organisasi mencerminkan tingkat pencapaian tujuan organisasi yang diukur melalui efektivitas, produktivitas, dan kualitas hasil kerja. SIM berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi dengan menyediakan informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu bagi manajemen. Studi oleh (Mahyadi, 2. menunjukkan bahwa penerapan SIM berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi karena mampu meningkatkan transparansi informasi, koordinasi antar unit kerja, serta pengendalian internal yang lebih baik. Penelitian empiris menunjukkan bahwa organisasi bisnis di Indonesia yang mengimplementasikan SIM secara konsisten memiliki tingkat kinerja yang lebih baik dibandingkan organisasi yang belum mengoptimalkan sistem informasinya. Hal ini mengindikasikan bahwa SIM tidak hanya berperan pada level operasional, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan strategis organisasi. Pengambilan keputusan merupakan fungsi utama manajemen yang sangat bergantung pada kualitas informasi. SIM berfungsi sebagai decision support system dengan menyediakan data realtime dan analisis yang mendukung keputusan strategis dan operasional. Pengambilan keputusan merupakan fungsi inti manajemen yang sangat bergantung pada kualitas informasi. SIM berfungsi sebagai decision support system dengan menyediakan data yang akurat, relevan, dan tepat waktu bagi manajer di berbagai level organisasi. Penelitian oleh (Yunanda & Veri, 2. mengungkapkan bahwa SIM yang terintegrasi dengan teknologi informasi modern mampu meningkatkan kualitas keputusan manajerial, mengurangi ketidakpastian, serta mempercepat respon organisasi terhadap perubahan lingkungan bisnis. Selain itu. Utami dan Firdaus . menegaskan bahwa SIM berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan pada sektor UMKM di era digital. Melalui SIM, pelaku usaha dapat memantau kinerja usaha, mengelola keuangan, serta merumuskan strategi bisnis secara lebih berbasis data. Hal ini menunjukkan bahwa peran SIM dalam pengambilan keputusan bersifat universal dan relevan bagi berbagai skala organisasi. Integrasi teknologi informasi seperti cloud computing, big data, dan sistem berbasis web memperkuat peran SIM dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja organisasi. Teknologi tersebut memungkinkan akses data yang fleksibel, pengolahan informasi skala besar, serta kolaborasi yang lebih efektif. Penelitian oleh (Tristawanti & Salim, 2. menyimpulkan bahwa organisasi yang mengintegrasikan SIM dengan teknologi digital modern memiliki tingkat efisiensi operasional dan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan organisasi yang masih menggunakan sistem konvensional . METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur . iterature Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan komprehensif mengenai peran Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam meningkatkan efisiensi operasional organisasi berdasarkan temuan-temuan konseptual dan empiris dari penelitian terdahulu. Metode studi literatur memungkinkan peneliti untuk menganalisis, membandingkan, serta mensintesis berbagai pandangan ilmiah yang relevan guna membangun kerangka pemikiran yang utuh dan sistematis. Studi literatur digunakan secara luas dalam penelitian manajemen dan sistem informasi untuk mengidentifikasi pola temuan, memperkuat dasar teoritis, serta merumuskan kesimpulan konseptual yang dapat dijadikan rujukan akademik maupun praktis. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Oleh karena itu, metode ini dinilai tepat untuk mengkaji topik Sistem Informasi Manajemen yang bersifat multidisipliner dan dinamis. Sumber data dalam penelitian ini sepenuhnya berasal dari data sekunder, yaitu berbagai sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Sumber data tersebut meliputi: Jurnal ilmiah nasional dan internasional yang membahas Sistem Informasi Manajemen, efisiensi operasional, kinerja organisasi, dan pengambilan keputusan manajerial. Artikel ilmiah open access yang dipublikasikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir . 0Ae2. untuk menjaga relevansi dengan perkembangan teknologi dan praktik organisasi terkini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran pustaka secara sistematis . ystematic literature searc. Proses ini diawali dengan pencarian artikel menggunakan kata kunci seperti Management Information System. Sistem Informasi Manajemen. Operational Efficiency. Efisiensi Operasional, dan Decision Making. Penelusuran dilakukan melalui portal jurnal ilmiah nasional dan internasional yang menyediakan akses terbuka. Tahapan pengumpulan data meliputi: Identifikasi artikel yang relevan berdasarkan judul dan abstrak. Penyaringan artikel berdasarkan kesesuaian topik dan tahun publikasi. Penelaahan teks penuh . ull-text revie. untuk memastikan relevansi substansi dengan fokus Pengelompokan artikel berdasarkan variabel dan tema kajian. Melalui tahapan tersebut, diperoleh kumpulan artikel ilmiah yang menjadi dasar analisis dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dari hasil kajian pustaka dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif Analisis dilakukan dengan cara membaca secara mendalam setiap sumber pustaka, kemudian mengidentifikasi konsep, temuan, serta kesimpulan utama yang berkaitan dengan peran SIM dalam meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Tahapan analisis data meliputi: Klasifikasi data, yaitu mengelompokkan temuan penelitian berdasarkan tema seperti fungsi SIM, efisiensi operasional, kinerja organisasi, dan pengambilan keputusan. Perbandingan temuan, dengan membandingkan hasil penelitian antar sumber untuk menemukan persamaan dan perbedaan. Sintesis data, yaitu mengintegrasikan berbagai temuan menjadi narasi konseptual yang koheren dan sistematis. Penarikan kesimpulan, berdasarkan pola dan kecenderungan temuan yang muncul dari berbagai penelitian terdahulu. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kontribusi SIM terhadap efisiensi operasional organisasi dari berbagai perspektif dan konteks Untuk menjaga validitas dan keandalan data, penelitian ini hanya menggunakan sumber pustaka yang berasal dari jurnal ilmiah terakreditasi dan publikasi akademik yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Selain itu, penggunaan lebih dari satu sumber untuk setiap konsep utama bertujuan untuk meminimalkan bias dan meningkatkan keakuratan interpretasi hasil kajian. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan data sekunder dari studi literatur tanpa melibatkan data primer seperti survei atau wawancara. Oleh karena itu, hasil penelitian ini bersifat konseptual dan deskriptif. Meskipun demikian, kajian ini tetap memberikan kontribusi penting sebagai dasar teoritis dan referensi awal bagi penelitian empiris selanjutnya yang ingin menguji pengaruh Sistem Informasi Manajemen terhadap efisiensi operasional secara kuantitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional lima tahun terakhir, diperoleh temuan bahwa penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Efisiensi tersebut tercermin dari beberapa aspek utama, yaitu otomatisasi proses bisnis, peningkatan akurasi dan A ISSN: 2828-3031 ketepatan waktu informasi, penguatan koordinasi antar unit kerja, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa organisasi yang menerapkan SIM secara terintegrasi mampu mengurangi ketergantungan pada proses manual, sehingga waktu penyelesaian pekerjaan menjadi lebih singkat dan tingkat kesalahan operasional dapat diminimalkan. SIM juga memungkinkan penyajian informasi secara real-time, yang sangat membantu manajemen dalam melakukan pemantauan operasional dan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Selain itu, hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa SIM berperan penting dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas operasional, khususnya dalam pengelolaan keuangan, administrasi, serta pengendalian internal organisasi. Dengan adanya sistem informasi yang terstruktur, organisasi dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dan terukur. Untuk memperjelas hasil kajian, rangkuman temuan penelitian dapat disajikan pada Tabel 1 Tabel 1. Ringkasan Hasil Kajian Penerapan Sistem Informasi Manajemen Aspek Dianalisis Otomatisasi proses SIM mengurangi Kualitas informasi Informasi lebih akurat dan Mendukung keputusan manajerial yang tepat waktu Koordinasi antar unit Integrasi Hasil Temuan Dampak terhadap Efisiensi Operasional proses Waktu kerja lebih singkat dan biaya operasional menurun Mengurangi duplikasi dan kesalahan data Pengendalian sumber Monitoring kinerja lebih Pemanfaatan sumber daya lebih optimal Hasil penelitian ini menguatkan berbagai temuan empiris sebelumnya yang menyatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Otomatisasi proses bisnis yang dihasilkan dari penerapan SIM memungkinkan organisasi untuk menyederhanakan alur kerja, mengurangi beban administratif, serta meningkatkan produktivitas karyawan. Dari perspektif pengambilan keputusan. SIM menyediakan informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu sehingga manajemen dapat merespons perubahan lingkungan bisnis secara lebih adaptif. Hal ini sejalan dengan konsep decision support system, di mana kualitas keputusan sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang tersedia. Dengan demikian. SIM tidak hanya berperan pada level operasional, tetapi juga mendukung fungsi manajerial dan strategis organisasi. Selain itu, integrasi teknologi informasi dalam SIM, seperti sistem berbasis digital dan cloud computing, memperkuat koordinasi antar unit kerja dan meningkatkan transparansi data. Integrasi ini memungkinkan organisasi memiliki visibilitas menyeluruh terhadap aktivitas operasional, sehingga potensi inefisiensi dan pemborosan sumber daya dapat diminimalkan sejak dini. Hasil kajian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan SIM sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan komitmen manajemen. Tanpa dukungan kompetensi pengguna dan perencanaan yang matang, pemanfaatan SIM tidak akan memberikan hasil yang Oleh karena itu, organisasi perlu mengimbangi investasi teknologi dengan pengembangan kapasitas SDM dan tata kelola sistem informasi yang baik. Secara keseluruhan, hasil dan pembahasan penelitian ini mempertegas bahwa Sistem Informasi Manajemen berperan sebagai penggerak utama efisiensi operasional, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja dan keberlanjutan organisasi di tengah persaingan yang semakin dinamis. DISKUSI Hasil kajian literatur dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) memiliki kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pemanfaatan SIM JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 mampu mengotomatisasi proses bisnis, mempercepat alur informasi, serta meningkatkan akurasi data yang digunakan dalam pengambilan keputusan manajerial. Dengan demikian. SIM tidak hanya berfungsi sebagai alat administratif, tetapi juga sebagai instrumen strategis yang mendukung kinerja organisasi secara menyeluruh. Dari aspek otomatisasi proses bisnis, penerapan SIM terbukti mampu mengurangi ketergantungan pada proses manual yang rentan terhadap kesalahan dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Otomatisasi ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas kerja dan penurunan biaya operasional, sebagaimana diungkapkan dalam berbagai studi yang dikaji. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa efisiensi operasional dapat dicapai melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi dan berorientasi pada proses bisnis. Selain itu, kualitas informasi yang dihasilkan oleh SIM menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan. Informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu memungkinkan manajemen untuk merespons perubahan lingkungan bisnis secara cepat dan tepat. Hal ini mendukung konsep decision support system, di mana kualitas keputusan sangat bergantung pada kualitas informasi yang tersedia. Oleh karena itu. SIM berperan penting dalam mengurangi ketidakpastian dan risiko dalam pengambilan keputusan manajerial. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa integrasi data lintas unit kerja melalui SIM mampu meningkatkan koordinasi dan transparansi operasional. Integrasi ini mengurangi duplikasi data, meminimalkan kesalahan input, serta memungkinkan pemantauan kinerja secara real-time. Kondisi tersebut sangat relevan bagi organisasi dengan tingkat kompleksitas operasional yang tinggi, di mana koordinasi antar unit menjadi tantangan utama dalam mencapai efisiensi. Namun demikian, diskusi hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa keberhasilan penerapan SIM tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia dan komitmen manajemen. Tanpa kompetensi pengguna yang memadai dan dukungan manajerial yang kuat, manfaat SIM tidak akan dapat dirasakan secara Oleh karena itu, organisasi perlu mengintegrasikan strategi pengembangan SDM dan tata kelola teknologi informasi yang baik agar implementasi SIM dapat memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap efisiensi operasional. KESIMPULAN Adapun Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Penerapan SIM terbukti mampu mengoptimalkan proses bisnis melalui otomatisasi aktivitas operasional, penyediaan informasi yang akurat dan tepat waktu, serta peningkatan koordinasi antar unit kerja. Dengan dukungan sistem informasi yang terintegrasi, organisasi dapat mengurangi ketergantungan pada proses manual, meminimalkan kesalahan operasional, dan mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif. Selain itu. SIM berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan manajerial dengan menyediakan data dan informasi yang relevan serta real-time. Hal ini memungkinkan manajemen untuk merespons perubahan lingkungan bisnis secara lebih cepat dan adaptif. Integrasi teknologi informasi dalam SIM, seperti sistem berbasis digital dan cloud computing, juga memperkuat transparansi, pengendalian internal, serta monitoring kinerja organisasi secara Namun demikian, keberhasilan penerapan Sistem Informasi Manajemen tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dan komitmen manajemen dalam mengelola serta memanfaatkan sistem secara optimal. Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk mengimbangi investasi teknologi dengan pengembangan kompetensi SDM, perencanaan yang matang, serta tata kelola sistem informasi yang baik agar manfaat SIM dalam meningkatkan efisiensi operasional dapat tercapai secara maksimal dan berkelanjutan. BATASAN Penelitian ini memiliki beberapa batasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan sumber data sekunder, sehingga tidak melibatkan data primer seperti survei, wawancara, atau observasi langsung di lapangan. Oleh karena itu, hasil ISSN: 2828-3031 penelitian ini bersifat konseptual dan deskriptif, serta belum menggambarkan kondisi empiris secara spesifik pada organisasi tertentu. Kedua, literatur yang dianalisis dalam penelitian ini dibatasi pada artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir . 0Ae2. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga relevansi dengan perkembangan teknologi dan praktik organisasi terkini, namun berpotensi mengesampingkan penelitian terdahulu yang juga memiliki kontribusi penting terhadap pengembangan konsep Sistem Informasi Manajemen. Ketiga, penelitian ini tidak membedakan secara spesifik konteks sektor organisasi, baik sektor bisnis, pemerintahan, maupun pendidikan. Akibatnya, hasil kajian bersifat umum dan belum menggambarkan perbedaan implementasi SIM pada masing-masing sektor secara mendalam. Berdasarkan batasan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan empiris dengan data primer guna menguji secara kuantitatif pengaruh Sistem Informasi Manajemen terhadap efisiensi operasional. Selain itu, penelitian mendatang juga dapat difokuskan pada sektor atau jenis organisasi tertentu agar diperoleh hasil yang lebih spesifik dan aplikatif. REFERENSI