Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan (JKPPK) Vol. No. 1 Januari 2025 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 286-297 DOI:9https://doi. org/10. 59031/jkppk. Available online at : https://jurnal. id/index. php/jkppk Implementasi Model Blended Learning dan Pengaruhnya terhadap Efektivitas Pembelajaran serta Keterampilan Abad 21 Mahasiswa STAI Al-Azhary Mamuju Sulawesi barat Fusvita sari STAI Al-Azhary Mamuju Alamat :Jl. Gatot Subroto,simbuang mamuju simboro kabupaten mamuju sulawesi barat . ndonesia ) 91512 Korespondensi Penulis. puspitasari198829@gmail. Abstrat. Explaining the evolution of the concept of learning paradigms is the aim of this Blended learning and technology-based learning are being used as 21st century learning models. Contact with technology, especially internet-based technology is an essential part of the learning process. Students today are Gen Z and millennials, who are accustomed to using technology. communication and information. As a result, educators need to be flexible in a variety of circumstances. A cutting-edge strategy called blended learning mixes online and in-person instruction with the goal of improving learning outcomes in the digital age. Finding out how the blended learning approach is used at STAI Al-Azhary Mamuju and how it affects learning efficacy and the growth of 21st century student competencies is the goal of this study. Explaining the evolution of the concept of learning paradigms is the aim of this article. Blended learning and technologybased learning are being used as 21st century learning models. Contact with technology, especially internet-based technology is an essential part of the learning process. Students today are Gen Z and millennials, who are accustomed to using technology. communication and information. As a result, educators need to be flexible in a variety of A cutting-edge strategy called blended learning mixes online and inperson instruction with the goal of improving learning outcomes in the digital age. Finding out how the blended learning approach is used at STAI Al-Azhary Mamuju and how it affects learning efficacy and the growth of 21st century student competencies is the goal of this study. These results imply that blended learning not only raises academic performance but also equips students to handle more difficult problems in a job so Keywords: 21st century skills, blended learning, and learning efficacy. Abstrak. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan evolusi paradigma pembelajaran, sebuah konsep. Penerapan Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Blended Learning sebagai Model Pembelajaran untuk Abad 21. Proses pembelajaran tidak terlepas dari interaksi dengan teknologi, khususnya teknologi berbasis internet. Pelajar saat ini adalah generasi milenial dan generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi. Informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, guru perlu mampu beradaptasi dengan situasi yang ada. Blended learning adalah pendekatan inovatif yang mengkombinasikan metode pembelajaran tatap muka dan daring, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas Received Desember 04, 2024. Revised Desember 16, 2024. Accepted Januari 06, 2025. Published Januari 09, 2025 * Fusvita sari, puspitasari198829@gmail. e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 286-297 pembelajaran di era digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan perkembangan paradigma pembelajaran, sebuah konsep. Penerapan Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Blended Learning sebagai Model Pembelajaran di Abad 21. Proses pembelajaran tidak terlepas dari hubungan dengan teknologi, khususnya teknologi yang berbasis internet. Pelajar pada masa kini adalah generasi milenial dan generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi. Informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, pendidik perlu mampu beradaptasi dengan situasi-situasi tertentu. Blended learning adalah pendekatan inovatif yang menggabungkan metode pembelajaran tatap muka dan daring, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penerapan model blended learning di STAI AlAzhary Mamuju dan dampaknya terhadap efektivitas pembelajaran serta pengembangan kompetensi siswa di abad 21. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menganalisis data dengan menggunakan kuesioner dan Studi ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran campuran secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, sehingga berujung pada peningkatan hasil belajar. Di samping itu, model ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran blended learning tidak hanya mendukung peningkatan prestasi akademik tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan pekerjaan yang semakin yang kompetitif atau komplek. Kata kunci: Pembelajaran Blended Learning . Efektifitas Pembelajaran. Keterampilan Abad 21 PENDAHULUAN Tantangan yang dihadapi institusi pendidikan dalam pendidikan abad ke-21 semakin rumit. Perkembangan yang cepat dalam teknologi informasi dan komunikasi mengubah cara kita melakukan pembelajaran dan pengajaran, sehingga memerlukan pendekatan yang lebih inovatif dan mampu beradaptasi. Salah satu pendekatan yang mengintegrasikan pembelajaran blended learning dan tatap muka. Demonstrate ini tidak hanya menawarkan fleksibilitas dalam proses pembelajaran, tetapi juga meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan memanfaatkan keunggulan dari kedua Menurut Graham . , pembelajaran blended learning merupakan sistem pendidikan yang menggabungkan pengalaman belajar secara langsung dan online. Metode ini memungkinkan siswa untuk mengakses materi pembelajaran kapan saja JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Implikasi Implementasi Model Blended Learning dan Pengaruhnya terhadap Efektivitas Pembelajaran serta Keterampilan Abad 21 Mahasiswa dan di mana saja, meningkatkan keterlibatan serta motivasi mereka untuk belajar. era digital, di mana informasi dapat diakses dengan mudah, siswa diharapkan untuk belajar secara mandiri dan memanfaatkan teknologi dengan efektif. Ini sejalan dengan kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah, kolaborasi, dan komunikasi. Garrison dan Vaughan . menekankan bahwa pembelajaran campuran dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan lebih interaktif. Platform online ini memungkinkan siswa untuk berkolaborasi dalam proyek, berdiskusi di forum, dan mengakses berbagai sumber belajar untuk mendukung pemahaman mereka. Selain itu, kelas tatap muka memberikan siswa kesempatan untuk memperdalam pemahaman dan memperkuat hubungan sosial mereka melalui interaksi langsung dengan guru dan teman sekelas mereka. Hal ini penting untuk membangun komunitas pembelajaran yang produktif dan mendukung pengembangan keterampilan sosial mahasiswa. Lebih jauh, dalam penelitian Johnson et al. diperlihatkan bahwa penerapan model pembelajaran blended learning secara signifikan meningkatkan hasil Penelitian mereka menemukan bahwa siswa yang belajar dalam model pembelajaran blended learning memperoleh hasil akademis yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang hanya mengikuti kelas tatap muka tradisional. Hal ini terjadi karena akses terhadap materi pembelajaran yang semakin mudah, waktu belajar yang lebih fleksibel, serta lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran blended learning tidak hanya meningkatkan keberhasilan belajar tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan tempat kerja yang semakin kompetitif. STAI Al-Azhary Mamuju, pelaksanaan model blended learning diharapkan dapat memberikan efek yang positif terhadap efektivitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi abad 21 mahasiswa. Pemanfaatan teknologi dan metode pembelajaran yang inovatif akan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global serta memungkinkan mereka untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran blended learning di STAI Al-Azhary Mamuju dan menganalisis JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 286-297 dampaknya terhadap efektivitas pembelajaran serta pengembangan kompetensi mahasiswa abad 21. KAJIAN TEORITIS Pembelajaran blended learning Pembelajaran blended learning adalah istilah yang merujuk pada pengalaman belajar yang mengintegrasikan pembelajaran secara langsung dengan pengajaran yang didukung oleh teknologi (Martha Cleveland-Innes dan Dan Wilton, 2. Istilah lain yang digunakan termasuk pembelajaran campuran atau hybrid (Bryan dan Volchenkova, 2. Secara konseptual, praktik pembelajaran campuran terus mengalami perkembangan dan komponen-komponen yang terlibat sangatlah kompleks (Clayton dan B, 2012. Wang et al. , 2. Perkembangan TIK yang cepat telah menghasilkan perubahan di bidang pendidikan dan menyebabkan terintegrasinya semua jenis proses belajar-mengajar. samping itu, untuk menghadapi Covid-19, keputusan untuk mengimplementasikan proses pembelajaran campuran atau hybrid adalah solusi yang tepat (Mahmud, 2021. Shah et al. , 2. Campuran yang dimaksud di sini adalah kombinasi pembelajaran sinkron dan asinkron dalam proporsi tertentu (Thom Kiddle. Chris Farrell. John Glew-OAoLeary, 2. Waktu kelas dapat diubah atau ditambahkan dengan pengalaman belajar daring. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran blended learning dapat meningkatkan pemikiran kreatif siswa, pembelajaran mandiri, dan kemampuan kolaboratif (Martha et al. , 2. Model pembelajaran ini dapat meningkatkan keterampilan belajar siswa, memperluas akses mereka terhadap sumber informasi, dan meningkatkan kepuasan siswa terhadap hasil Selain itu, ini adalah kesempatan yang baik untuk belajar bersama orang Peningkatan fleksibilitas Platform meningkatkan interaktivitas antara pelajar dan antara pelajar dengan guru, sehingga meningkatkan interaktivitas (Asyrofi dan Junaedi Tiga model pembelajaran campuran yang umum dikenal: . Pertama, kombinasi presentasi dan interaksi ditawarkan, yang komponen utamanya adalah partisipasi di dalam kelas, dengan dukungan praktik daring di luar kelas. Dalam model JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Implikasi Implementasi Model Blended Learning dan Pengaruhnya terhadap Efektivitas Pembelajaran serta Keterampilan Abad 21 Mahasiswa ini, peserta didik belajar dengan menonton podcast atau sumber daya daring lainnya secara mandiri, lalu bergabung dalam sesi kelas atau seminar pembelajaran kelompok berdasarkan sumber daya tersebut. Kedua, merupakan program model blok Urutan mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring. Biasanya, tujuan pendidikan dan batasan praktis diperhitungkan. Ketiga, dalam model ini, meskipun proses pembelajaran dilakukan sepenuhnya daring, namun tetap dianggap campuran karena menggabungkan pembelajaran sinkron . utorial darin. dengan aktivitas asinkron . orum diskus. Oleh karena itu, pembelajaran blended learning merupakan kombinasi dari metode pengajaran . edia transmis. kombinasi metode pembelajaran yang beragam. adalah perpaduan antara pelajaran online dan tatap muka. Pengalaman belajar yang bervariasi ini dihubungkan, saling mendukung, serta direncanakan atau dikoordinasikan untuk berjalan secara bersamaan (Martha dkk. , 2. Kajian Teoritis. Pembelajaran Blended Learning Blended learning adalah pendekatan pendidikan yang menggabungkan. pembelajaran langsung dengan pembelajaran online. Menurut Graham . , blended learning merupakan sistem pembelajaran yang menyatukan pengalaman belajar konvensional dengan pengalaman belajar daring, sehingga menghasilkan lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan interaktif. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, yang sangat krusial dalam konteks pendidikan abad 21 yang membutuhkan fleksibilitas dan adaptabilitas. Menurut Harrison dan Vaughan . , penggabungan pembelajaran dapat menghasilkan pengalaman belajar yang lebih mendalam. Mahasiswa dapat menggunakan teknologi untuk berkolaborasi dalam proyek, berbicara dalam forum, dan mengakses berbagai sumber belajar yang membantu mereka memahami materi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk membuat lingkungan belajar yang mendukung JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 286-297 interaksi sosial dan kerja sama, yang merupakan komponen penting dalam pembelajaran abad 21. Efektivitas Pembelajaran Efektivitas Pembelajaran: Berbagai faktor dapat digunakan untuk mengukur kualitas pembelajaran dalam pendidikan campuran. Ini termasuk hasil akademik siswa, keterlibatan siswa, dan kepuasan mereka dengan proses belajar. Menurut Johnson et al. , penelitian telah menunjukkan bahwa siswa yang mengambil bagian dalam pembelajaran campuran memiliki kecenderungan untuk mencapai hasil akademik yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang hanya mengikuti pembelajaran tatap muka konvensional. Pengalaman belajar yang lebih interaktif dan fleksibel meningkatkan motivasi dan keterlibatan. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Bernard et al. menunjukkan bahwa pembelajaran campuran dapat meningkatkan hasil belajar karena memberi siswa kesempatan untuk belajar dengan cara yang lebih sesuai dengan gaya belajar mereka sendiri. Dengan kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka, siswa memiliki kesempatan untuk memilih metode yang paling cocok bagi mereka, yang berarti mereka dapat mencapai peningkatan hasil belajar secara keseluruhan. Keterampilan Abad 21 Keterampilan di abad 21 mencakup berbagai kompetensi yang diperlukan untuk berhasil di dunia kerja yang semakin rumit dan dinamis. Berdasarkan Partnership for 21st Century Skills . , keterampilan ini terdiri dari kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Dalam konteks pembelajaran campuran, mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan keterampilan ini melalui berbagai aktivitas yang melibatkan interaksi dan kolaborasi. Pembelajaran blended learning mendorong mahasiswa untuk berkolaborasi dalam kelompok, baik secara online maupun langsung. Berdasarkan Voogt dan Roblin . , kerja sama dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan sosial dan komunikasi mahasiswa, yang sangat krusial dalam dunia pekerjaan. samping itu, dengan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar, mahasiswa JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Implikasi Implementasi Model Blended Learning dan Pengaruhnya terhadap Efektivitas Pembelajaran serta Keterampilan Abad 21 Mahasiswa juga mengembangkan kemampuan digital yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan di era digital. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis dampak model pembelajaran campuran terhadap hasil belajar dan pengembangan keterampilan abad 21 mahasiswa STAI Al-Azhary Mamuju. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memungkinkan peneliti mengumpulkan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik untuk memberikan gambaran yang lebih objektif tentang fenomena yang sedang dipelajari. Metode penelitian kuantitatif dalam pembelajaran blended learning sering kali melibatkan analisis statistik untuk menguji Peneliti menggambarkan data dan teknik inferensial seperti uji-t dan analisis regresi untuk menguji hubungan antara variabel. Misalnya, peneliti dapat menguji apakah ada perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran blended learning dan pembelajaran tradisional. Desain Penelitian Desain penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah survei. Penelitian ini akan melibatkan pengumpulan data melalui kuesioner yang didistribusikan kepada mahasiswa dan wawancara dengan informan, seperti dosen dan pengelola program studi. Dengan mengintegrasikan kedua metode ini, diharapkan bisa mendapatkan data yang komprehensif dan mendalam terkait implementasi mixed learning dan dampaknya terhadap efektivitas pembelajaran serta keterampilan abad Pengumpulan Data Kuesioner: Kuesioner dibuat untuk mengevaluasi beberapa variabel termasuk: Hasil pembelajaran . ontohnya, pemahaman materi, motivasi belajar, prestasi akademi. Keterampilan abad ke-21 . eperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan keterampilan digita. JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 286-297 Survei ini memakai skala Likert lima poin, yang meminta responden untuk menilai pernyataan pada skala dari Ausangat tidak setujuAy hingga Ausangat setujuAy. Untuk mempermudah pengumpulan data, kuesioner akan disebarkan secara daring melalui platform survei daring. Wawancara: Wawancara semi-terstruktur akan dilakukan dengan berbagai sumber termasuk dosen dan direktur kursus. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci mengenai pendapat peserta tentang penerapan pembelajaran campuran, tantangan yang ditimbulkan, serta dampak model ini terhadap efektivitas pembelajaran dan keterampilan abad ke-21 siswa. Wawancara direkam dan transkripnya dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STAI Al-Azhary Mamuju yang mengikuti program pembelajaran mixed learning. Sampel diambil secara purposive, yaitu mahasiswa yang telah mengikuti pembelajaran mixed learning selama setidaknya satu semester. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa, yang dianggap representatif untuk analisis statistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Penjelasan Responden Dari 100 kuesioner yang didistribusikan, 85 kuesioner berhasil dikumpulkan dan Responden merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan di STAI Al-Azhary Mamuju, dengan persentase 60% perempuan dan 40% laki-laki. Usia rata-rata dari responden adalah 21 tahun. Kedua Analisis Survei Hasil belajar: Analisis menunjukkan bahwa 75% responden merasa bahwa model blended learning meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. Tingkat kepuasan rata-rata terhadap metode pembelajaran adalah 4,2 pada skala 5 poin, yang menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Implikasi Implementasi Model Blended Learning dan Pengaruhnya terhadap Efektivitas Pembelajaran serta Keterampilan Abad 21 Mahasiswa Keterampilan Abad 21: 70% responden menyatakan bahwa mereka merasakan peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim setelah mengikuti program pembelajaran campuran. Skor rata-rata untuk penguasaan keterampilan abad ke-21 adalah 3,8 dari kemungkinan 5. Analisis wawancara Wawancara dengan 10 mahasiswa dan 5 dosen memberikan perspektif tambahan mengenai pengalaman mereka dengan model blended learning. Temuan yang paling signifikan dari wawancara tersebut adalah: Mahasiswa menghargai fleksibilitas yang disediakan oleh model blended learning, yang memungkinkan mereka untuk belajar dengan cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Para instruktur menemukan bahwa interaksi antar mahasiswa dalam forum online mendorong kolaborasi dan diskusi materi yang lebih mendalam. Pengujian Hipotesis Uji-t digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata hasil belajar sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran campuran. Hasil dari uji-t menunjukkan nilai p Hasilnya < 0,05, yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam efek pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran blended learning di STAI Al Azhary Mamuju memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi abad 21 mahasiswa. Model ini tidak hanya memperdalam pemahaman materi tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk bersaing secara global. KESIMPULAN DAN SARAN Secara keseluruhan, penerapan pembelajaran blended learning memberikan pendekatan yang kreatif dan efisien untuk memajukan mutu pendidikan di abad ke-21. Dengan menyatukan pembelajaran online dan tatap muka, model ini tidak hanya JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 286-297 meningkatkan hasil belajar tetapi juga membantu mahasiswa dalam mengasah keterampilan yang mahasiswa perlukan untuk berhasil di dunia yang terus berubah. Itu selalu berubah. Oleh karena itu, institusi pendidikan perlu mempertimbangkan penerapan model pembelajaran blended learning sebagai bagian dari strategi pendidikan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di masa depan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran blended learning di STAI Al Azhary Mamuju telah memberikan efek positif terhadap efektivitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa abad 21. Model ini tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan yang mereka perlukan agar menjadi kompetitif di dunia kerja. Penelitian mengenai penerapan model blended learning menunjukkan bahwa metode ini sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta keterampilan abad 21 mahasiswa. Hasil kajian tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berpikir kritis dan kualitas pengalaman belajar secara Model blended learning mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring, memberikan fleksibilitas yang lebih bagi mahasiswa. Penerapan model ini terbukti mampu mengatasi berbagai kelemahan yang ada pada metode pembelajaran tradisional yang cenderung berfokus pada pengajaran pendidik. Dari segi efektivitas pembelajaran, penelitian menunjukkan bahwa model blended learning mampu meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Mahasiswa menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif dan hasil yang lebih baik selama proses pembelajaran. Lebih lanjut, model ini juga berkontribusi dalam pengembangan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. Mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran dengan pendekatan ini menjadi lebih siap untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang kompetitif. DAFTAR REFERENSI Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches . disi ke-. Thousand Oaks. CA: SAGE Publications. Cohen. Manion. , dan Morrison. Research Methods in Education . disi ke-. London: Routledge. JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 Implikasi Implementasi Model Blended Learning dan Pengaruhnya terhadap Efektivitas Pembelajaran serta Keterampilan Abad 21 Mahasiswa Dian Nuri Ningtyas 1,2*. Adison Adrianus Sihombing3 . BLENDED LEARNING: PEMBELAJARAN ABAD 21 SEBAGAI 'JALAN TENGAH' MENJAGA KUALITAS PENDIDIKAN DI ERA PANDEMI COVID-19. Website: http://jurnal edukasi kemenag. Fraenkel. Wallen. , dan Hyun. How to Design and Evaluate Research in Education . disi ke-. New York: McGraw-Hill. Graham. Sistem pembelajaran campuran: Definisi, tren terkini, dan arah masa depan. Dalam The Handbook of Blended Learning: Global Perspectives. Local Designs . San Francisco: Pfeiffer Publishing. Garrison. , dan Vaughan. Blended Learning in Higher Education: Kerangka Kerja. Prinsip, dan Panduan. San Francisco: Jossey-Bass. Garrison. , dan Anderson. *E-Learning in the 21st Century: A Community of Inquiry Framework for Online Learning*. London: RoutledgeFalmer. Hwang. , dan Chang. Pendekatan pembelajaran berbasis penilaian formatif menggunakan mobile untuk meningkatkan sikap dan prestasi belajar *Computers and Education*, 56. , 1023-1031. https://doi. org/10. 1016/j. IAIN Kudus. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Blended Learning. Diakses dari . ttp://repository. /ac. id/7162/5/ 05 BAB II. IAIN Palopo. Implementasi Model Blended Learning untuk Keterampilan Abad Diakses . ttp://repository. id/id/eprint/4891/1/NURFADILAH. Jayapangus Press. Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Blended Learning. Diakses dari . ttps://jayapanguspress. org/index. php/cetta/article/download/1461/. Johnson. Adams Becker. Estrada. , dan Freeman. Laporan Horizon NMC: Edisi Pendidikan Tinggi 2016. Austin. Texas: The New Media Consortium. Johnson. , dan Johnson. *Cooperative Learning in the 21st Century*. New York: Pearson Education Jurnal Dikpora. Blended Learning sebagai Model Pembelajaran Abad 21. Diaksesdari . ttps://jurnal-dikpora. id/index. urnalideguru/article/ download/307/299/) Saad. , dan Ahmad. Dampak blended learning terhadap kinerja akademik siswa: Studi kasus pendidikan tinggi di Malaysia. *International Journal of Educational Technology in Higher Education*, 17. , 1-15. https://doi. org/10. 1186/s41239-020-00219-5 JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 286-297 World Economic Forum. Laporan Masa Depan Pekerjaan 2020. Diakses dari https://w. org/reports/the-future-of-jobs-report-2020 Partnership for 21st Century Skills. Kerangka Pembelajaran Abad 21. Diakses dari http://w. org/our-work/p21-framework Rahman. *Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Keterampilan Abad 21 Mahasiswa di Universitas XYZ* (Tesis Magiste. Universitas. Raden Intan. Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Berbantuan. Diakses . ttps://repository. id/29771/1/COVER BAB 1 BAB 2 DAPUS. JKPPK Ae Vol. 3 No. 1 Januari 2025