P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 GANJARAN DALAM PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL-QURAoAN Nur Afriyah Febriyani PTIQ Jakarta royyana12@yahoo. Alexander Guci PTIQ Jakarta aguci77@gmail. Abstrak: Ganjaran positif . dan ganjaran negatif . dibolehkan dalam pendidikan dengan tujuan memperbaiki, ganjaran positif diberikan sebagai bentuk apresiasi (Az-Zalzalah: . , sedangkan ganjaran negatif . adalah bentuk-bentuk upaya bagi peserta didik untuk instropeksi (Az-Zalzalah: . Tujuan dari Penelitian Ini Menemukan bahwa ganjaran negatif. tidak selalu berkonotasi negatif. Dalam Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber utama tafsir klasik dan kontemporer. adapun hasil penelitian ini adalah Sanksi menjadi pertimbangan dalam proses belajar mengajar penting karena belajar adalah proses mengubah tingkah laku, dan penghargaan dapat merangsang rangsangan belajar siswa Kata Kunci: Ganjaran. Pendidikan, dan Al-QurAoan Pendahuluan Perdebatan antara yang setuju dan tidak setuju bermunculan mengenai penerapan ganjaran positif . dan ganjaran negatif . dalam proses pendidikan, sangat kecil peran ganjaran positif . terhadap kesadaran moral menurut Durkheim, karena ganjaran positif . adalah instrumen budaya intelektual, bukan budaya moral. 1 Sering penerima ganjaran positif . menilai-nilai dan mengumpulkan secara brutal, sehingga ganjaran positif sekilas mirip dengan suap, hal ini bukan berarti bahwa ganjaran positif . tidak mempunyai nilai kebaikan sama sekali. Untuk meyakinkan dirinya dalam perjalanan hidupnya diatas dunia ini, manusia memerlukan banyak ganjaran positif, karena manusia sebagai makhluk biologis sekaligus yang mempunyai perasaan. Manusia akan menjadi bermanfaat hidupnya saat Mereka bisa menghasilkan karya terbaiknya sekaligus juga hidup berdampingan dengan perilaku positif yang datang dari dalam hatinya. Emile Durkheim. Pendidikan Moral, terj. Lukas Ginting. Jakarta: Erlangga, 1990, hal. Rakhil Fajrin. AuUrgensi Reward dan Punishment dalam Pendidikan Anak Perspektif Psikologi PerkembanganAy. Jurnal Pikir: Jurnal Studi Pendidikan, 2015, ejournal. staida-krempyang. Amir Daien Indrakusuma. Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional, 1973, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 103 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. Sudah jelas bahwa motivasi positif dapat terjadi dengan pemberian ganjaran positif kepada peserta didik, dan dapat memberikan semangat tingkahlaku kearah yang lebih baik, sehingga tingkahlaku yang baik tersebut dapat bertahan dan bersemayam dalam diri anak walau tidak diberikan lagi ganjaran positif ketika ia mengulangi kebaikan tersebut. AuAnak-anak jangan dididik atau dibina menggunakan ketakutan. Janganlah dibina dengan paksaan-paksaan yang tidak mereka pahami. Apabila seorang guru ingin memaksakan keinginannya kepada peserta didik, berarti dengan tidak sadar seorang guru sedang mengajarkan kalau kebenaran itu dilakukan harus dengan paksaan. Pengaruh buruk lain dari ganjaran negatif yang peserta didik terima adalah peserta didik tidak melakukan pelanggaran karena takut akan diberikan ganjaran negatif bukan karena dari kesadaran mereka. Sementara didalam dirinya masih tetap bersemayan sifat buruknya. Ay Ganjaran negatif . menimbulkan kerugian dan tidak bernilai baik. Memorinya akan merekam luka yang Sampai sekarang masih ada orangtua yang berpikiran bahwa anak-anak harus belajar sesuatu dengan ganjaran negatif . , sebenarnya peserta didik yang acapkali mendapat ganjaran negatif . tersebut sedang berusaha memerankan anak yang baik didepan mata orangtuanya, sementara jiwanya membelakangi mereka, pendapat ini disampaikan oleh Gary Gore. AuGanjaran negatif tetap diperlukan, terlepas dari dampak negatif yang ditimbulkan karena pemberian ganjaran negatif . kepada peserta didik, dengan beberapa alasan, yaitu: seorang pendidik dibolehkan memberikan ganjaran negatif jika semua cara lain yang digunakan tidak mampu merubah perilaku buruk siswa, pemberian ganjaran negatif dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian siswa jika diberikan dengan tidak hati-hati dan pemberian ganjaran negatif disesuaikan dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. 6Jangan memberikan ganjaran negatif . yang berat jika jenis pelanggarannya ringan. Ay Dari hasil kajian diatas, penulis ingin membuktikan bahwa ganjaran positif . dan ganjaran negatif . masih sangat dibutuhkan dalam proses belajar dan mengajar selama penyampaiannya tidak berlebihan dan sesuai dengan batasan-batasan yang telah digariskan oleh pakar-pakar pendidikan, dan difungsikan sesuai dengan prinsip dan bentuk-bentuknya, karena Harpan Reski Mulia. AuMetode Reward-Punishment konsep Psikologi dan Relevansi-nya dengan Islam Perspektif HaditsAy. Religi. Volume. Nomor. 2, 154-178. Suwarno. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 1992, hal 60. Nurbaiti. Sanksi dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Pendidikan. Tangerang: CV. Qolbun Salim, 2014, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 104 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. ganjaran positif . dan ganjaran negatif . adalah alat pendidikan, apabila diaplikasikan dengan tepat dan kebijaksanaan dapat dijadikan sebagai motivator untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dan juga mengurangi perilaku menyimpang dan pelanggaran tata tertib. Karena ganjaran positif merupakan bentuk penguatan yang positif sedangkan ganjaran negatif sebagai bentuk penguatan yang negatif. Hal ini berbeda dengan kajian yang ditulis oleh peneliti sebelumnya, seperti Aziz dalam penelitiannya lebih kepada telaah bahwa agar siswa selalu termotivasi untuk selalu semangat dalam meraih sukses dalam belajar maka perlu diberikan ganjaran positif dan negatif dalam proses pembelanjaran7, maka dari itu proses pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan perlu di adakan, yang berbeda dengan penelitian ini bahwa ganjaran positif tidak hanya berfungsi sebagai motivasi tapi juga bagaimana cara mengimplementasikan ganjaran positif dan negatif tersebut dengan baik dan benar. Dan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Husnur Rofiq bahwa hukuman dalam pendidikan Islam adalah agar siswa tidak mengulangi kembali pelanggaran dan untuk merubah tingkah laku yang tidak sesuai dengan aturan. Metode Penelitian AuMetode penelitian adalah bagaimana menyiapkan cara-cara berfikir dan berbuat dengan baik untuk mengadakan penelitian dan tujuan suatu penelitian itu tercapai. 9 Metode adalah melakukan teknis dalam proses penelitian, adapun penelitian adalah upaya dalam bidang ilmu pengetahuan bagaimana cara untuk mewujudkan kebenaran yang dijalankan agar mendapatkan fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, tekun, dan sistematis. 10 Jadi metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 11Ay AuTantangan zaman dapat terjawab dengan menggunakan metode ini, lebih praktis dan sistimatis, tafsir maudhuAoI adalah sebagai tafsir alternatif di tengah kepadatan aktivatas manusia sehingga untuk membaca tafsir yang komplek dan besar itu manusia seakan-akan tidak punya Masalah yang singkat dan terpusat dapat diselesaikan dengan tafsir maudhuAoI. Dinamis, . AuReward-Punisment Sebagai Motivasi Pendidikan (Perspektif Barat dan isla. Ay. Jurnal Cendikia vol. 14 No. Juli-Desember 2016. Muhmmad Husnur Rofiq. AuKedisiplinan Siswa Melalui Hukuman dalam Perspektif Stakeholder PendidikanAy. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2017 Ae e-journal. Sutrisno Hadi. Metodologi Research II. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fak. Psikologi UGM, 1993, hal. Mardalis. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara, 2008, hal. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2008, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 105 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. dengan menyusun tema yang penting dalam masyarakat. Al-QurAoan tampak seperti dapat menjadi pembimbing umat Islam, aktual, dan tidak ketinggalan zaman. dan mudah dipahami secara utuh, dengan topik yang jelas, maka kajian Al-QurAoan, dapat diserap secara utuh dan simultan tampa terintervensi atau berbaur masalah lain. Ay AuDengan metode ini menurut Quraish Shihab seorang mufassir berusaha mengoleksi ayatayat Al-QurAoan yang terdapat dibeberapa surat dan menghubungkannya dengan satu tema yang telah ditentukan. Ahmad Sayyid Al-Kumi adalah orang yang pertama kali menggagas metode ini Selanjutnya sang mufassir melakukan penelitian terhadap kandungan ayat-ayat tersebut sehingga tercipta satu kesatuan yang utuh, di universitas Al-Azhar Mesir beliau menjabat sebagai ketua jurusan bidang studi tafsir sampai tahun 1981. Namun AoAbd Al-Hayy Al-Farmawi lah yang telah mengemukakan secara luas langkah-langkah operasional metode ini dalam 12Ay Metode mauduAoi/tematik lazimnya pembahasannya menyangkut persoalan mendesak umat yang membahas masalah-masalah kekinian, oleh karena itu menjadi sangat penting upaya kontekstualisasi pesan Al-QurAoan, 13 termasuk pada masalah metode pengajaran menggunakan ganjaran possitif dan ganjaran negatif dalam pendidikan perspektif Al-QurAoan. Pembahasan Pengertian Ganjaran Positif Dalam Pendidikan Makna ganjaran positif . di ambil dari bahasa inggris yang artinya hadiah, 14 Ganjaran positif adalah pemberian hadiah kepada peserta didik karena hasil positif yang dicapai oleh peserta didik dan juga tindakan peserta didik yang positif. 15 Jika melihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ganjaran positif didefinisikan dengan perbuatan menghargai, penghormatan. 16 Dalam bukunya Purwanto memberikan definisi bahwa arti ganjaran positif adalah pemberian hadiah kepada setiap anak yang dapat melakukan Muhammad Quraish Shihab dalam kata pengantar buku karangan: Ahmad Syukri Saleh. Metodologi Tafsir Al-QurAoan Kontemporer dalalm Pandangan Fazlur Rahman. Jambi: Sulthan Thaha press, 2007, cet. Lihat juga: Ahmad SaAoid Al-Kumi. Al-Tafsir Al-MauduAoi. Lihat juga: AoAbd Al-Hayy Al-Farmawi. Al-Bidayah fi al-Tafsir Al-MauduAoiyyah: Dirasah Manhajiyyah MauduAoiyyah, hal. Ziyad Khalil Muhammad Al-Daghamain. Manhajiyyah Al-Bahth fi Al-Tafsir Al-MauduAoi li Al-QurAoan Al-Karim (Amman: Dar Al-Bashir, 1955, hal. John M. Echols dan Hasan Sadli. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia, 2003, hal. Syafaruddin. Ilmu Pendidikan Islam: Melejitkan Potensi Budaya Ummat. Jakart: Hijri Pustaka Utama, 2009, hal. Pusat Bahasa Depdiknas. Kamus Besar bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia, 2004, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 106 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. kebaikan/prestasi/keberhasilan pada kegiatannya setiap sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Setiap penghargaan positif yang diberikan oleh guru tidak harus dalam bentuk sebuah materi kepada peserta didik, agar anak mengerti dan mengetahui hakikat kebaikan, ganjaran positif dalam bentuk pujian juga merupakan penghargaan untuk anak dan perlu diberikan nilainilai moral yang bersifat positif seperti ini kepada anak. Jika pendidikan yang diberikan kepada anak mencakup wilayah yang komprehensif maka anak akan merasakan kenyamanan dalam belajar secara akademik maupun memahami arti kehidupan. Dengan metode ganjaran positif ini bagi orang yang dapat mencapai prestasi tertentu atau mengerjakan perbuatan baik akan diberikan suatu ganjaran positif yang menarik sebagai Sebagai faktor eksternal dalam mempengaruhi dan mengarahkan perilaku peserta didik pengaruh pemberian ganjaran positif dalam proses pengajaran sangat penting. Dengan berbagai pertimbangan logis yang mendasar, salah satunya dengan diberikannya ganjaran positif maka dapat memunculkan motivasi belajar bagi siswa dan dapat mempengaruhi perilaku positif siswa dalam keehidupannya. Pengertian Ganjaran Negatif Dalam Pendidikan AuDalam Kamus besar Bahasa Indonesia, ganjaran negatif diartikan sebagai Autanggungan . indakan, hukuman, dan sebagainy. untuk meminta seseorang agar menepati perjanjian atau menaati ketentuan undang-undang . nggaran dasar, perkumpulan dan sebagainy. 18 Ganjaran negatif dapat pula diartikan suatu bentuk sanksi yang diberikan pada anak baik sanksi fisik maupun psikis ketika anak melakukan kesalahan-kesalahan atau pelanggaran yang sengaja dilakukan terhadap peraturan-peraturan yang telah ditetapkan . 19 Berdasarkan definisi diatas, adanya ganjaran negatif dikarenakan adanya kesalahan yang dikerjakan oleh siswa. Jadi, pemberian ganjaran negatif bertujuan untuk memberikan suatu sanksi yang tidak menyenangkan yang mengandung nilai pendidikan agar siswa yang bersangkutan jera dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang mengandung nilai negatif. Sehingga anak betul- Muhammad Ngalim Purwanto. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: Rosdakarya, 2006, hal. Pusat Bahasa Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia, 2004, hal 1224. Depdikbud. Metode Khusus Program Pembentukan Perilaku Ditaman Kanak-kanak. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 1998, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 107 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. betul insyaf dan sadar kemudian berusaha untuk memperbaiki perbuatan tidak terpuji yang telah Ay AuSesungguhnya penerapan ganjaran positif dalam pendidikan tiada lain hanyalah memberi bimbingan dan perbaikan. 20 Ganjaran negatif . adalah sebagai alat pendidikan yang dapat mendidik dan menyadarkan anak didik inilah tujuan dari ganjaran negatif. 21 Peranan ganjaran dalam proses pembelajaran cukup penting terutama sebagai faktor eksternal dalam mempengaruhi dan mengarahkan perilaku siswa. Hal ini didasarkan atas berbagai pertimbangan logis, di antaranya ganjaran positif ini dapat menimbulkan motivasi belajar siswa dan dapat mempengaruhi perilaku positif dalam kehidupan siswa. 22Ay AuTerdapat tiga fungsi penting dari ganjaran positif . dalam dunia pendidikan, yaitu:Ay Memiliki nilai pendidikan, karena hadiah merupakan salah satu bentuk pengetahuan yang membuat anak segera tahu bahwa tingkah lakunya itu baik. Memotivasi anak untuk rela mengulangi tingkah laku baik secara kontinyu, karena anak secara umum akan bereaksi positif terhadap penerimaan lingkungan yang diekspresikan lewat hadiah, hal ini mendorong mereka bertingkah laku baik agar mendapat hadiah lebih Memperkuat tingkah laku yang dapat diterima lingkungan. Ganjaran positif yang Islami AuGanjaran positif di dalam Al-QurAoan banyak diungkapkan dalam berbagai bentuk lafadz, diantaranya ada yang mempergunakan lafadzAoajr (A )Adan tsawab (A)uA, seperti dalam surat Al-Baqarah :62. Al-AoAnkabut: 58, dan Al-Bayyinah: 8. 24Ay AuMenurut Al-Ghazali seharusnya para guru memberikan nasehat kepada siswanya dengan kelembutan. Guru dituntut berperan sabagai orang tua yang dapat merasakan apa yang dirasakan anak didiknya, jika anak memperlihatkan suatu kemajuan, seyogianya guru memuji Syuaeb Kurdi dan Halim Purnomo. Memotivasi dengan Ganjaran. A, hal. Ali Imron. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2012, hal. Qurrata Akyuni. AuUrgensi Reward dalam PendidikanAy. Serambi Tarbawi, jurnal studi pemikiran. Riset dan Pengembangan Pendidikan Islam. Vol. No. Januari 2013. ISSN 2303-2014. Rakhil Fajrin. AuUrgensi Reward dan Punishment dalam Pendidikan Anak Perspektif Psikologi PerkembanganAy, dalam Jurnal Pikir: Jurnal Studi Pendidikan dan Hukum Islam 1 . , 31-47, 2015 Ae staida-krempyang. MuhammadFuadAbdial-Baqi,Al-MuAojam Al-MufahrasliAl-Fadzal-QurAoan,Beirut: Daaral-Fikr,1992. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 108 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. hasil usaha muridnya, berterima kasih padanya, dan mendukungnya terutama didepan temantemannya. 25Ay Pengertian ganjaran negatif yang Islami AuPendidikan Islam mempunyai perspektif tersendiri dalam memberikan definisi ganjaran negatif . Ganjaran negatif dalam bahasa Arab diartikan sebagai. Al-AoUqubah. AoIqab dan Al-Qishas. 26Ganjaran negatif bagaimanapun bentuknya, semuanya merupakan solusi yang tegas dan tepat untuk memperbaiki kondisi umat dan menguatkan sendi-sendi keamanan dan ketenteraman dalam kehidupan umat. Bangsa yang hidup tanpa adanya ganjaran negatif bagi para penjahatnya, adalah bangsa yang goyah dan dapat menimbulkan kekacauan sosial yang setiap saat akan terjadi tindak kejahatan. 27Ay AuPemberian ganjaran negatif dalam pendidikan Islam pada dasarnya adalah instrumen untuk: pertama, memelihara fitrah peserta didik agar tetap suci, bersih dan bersyahadah kepada Allah swt. Kedua, membina kepribadian peserta didik agar tetap istiqamah dalam berbuat kebajikan dan berakhlak mulia dalam setiap perilaku atau tindakan. Ketiga, memperbaiki diri peserta didik dari berbagai sifat dan amal tidak terpuji yang telah di lakukannya, baik dipandang dari perspektif agama maupun nilai dan norma yang berlaku dalam suatu masyarakat. Ibn Sina mengatakan bahwa pemberian ganjaran negatif . harus dengan cara ekstra hatihati, dan hal itu hanya boleh dilakukan dalam keadaan tepaksa atau kurang normal dari Sikap inilah yang disejalankan dengan alam sosial yang dipandang adil dan 28Ay ANALISIS KRITIS TERHADAP KONSEP GANJARAN POSITIF DAN GANJARAN NEGATIF DALAM PENDIDIKAN Pengertian ganjaran negatif dalam dunia pendidikan sekarang ini menjadi perbincangan publik yang maha dahsyad. Ganjaran negatif dipahami sebagi penyebab peserta didik tidak kreatif, penakut, dan malas datang kesekolah yang harus dihilangkan dengan berbagai alasan Ahmad Ali Budiwi. Imbalan dan Hukuman: Pengaruhnya bagi Pendidikan Anak. Jakarta: Gema Insani Press, 2002, hal. Munawwir. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia, edisi Lux, t. , hal. Moh. Mahfud. Hukuman Dalam Pendidikan Perspektif `Abdullah Nasih `UlwanDalam Kitab Tarbiyah ALl-Awlad fi Al-Islam. Jurnal IslamunaVolume 3 Nomor 1 Juni 2016. Abuddin Nata. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 109 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. Ganjaran negatif dinilai sebagai upaya pembunuhan karakter anak, ganjaran negatif dinilai sebagai pelanggaran hak asasi anak dan ganjaran negatif dinilai sebagai peluang pelampisan balas dendam baik guru maupun orang tua. Teori Pendidikan Islam memberikan gambaran bahwa ganjaran negatif dalam dunia pendidikan merupakan hal yang wajar dan dipandang perlu diterapkan, refleksinya adalah ganjaran negatif dilakukan untuk meminimalisir pelanggaran dan memberi efek jera terhadap pelaku sehingga tidak mengulangi kembali kesalahan yang telah diperbuat dalam dirinya dengan tahap-tahap yang benar. Ganjaran positif dan ganjaran negatif sebagai teknik preventif dan kuratif: AuFungsi preventif merupakan fungsi yang berkaitan dengan upaya yang dilakukan oleh guru pembimbing untuk mengawasi dan mencegah berbagai masalah yang mungkin terjadi dan dihadapi oleh 29 Melalui fungsi ini, guru pembimbing dapat memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang dapat membahayakan dan merugikan dirinya. Adapun implementasi atau layanan yang dapat digunakan fungsi preventif adalah layanan orientasi, bimbingan kelompok dan layanan informasi kepada para siswa dalam rangka mencegah agar tidak terjadinya tingkah laku yang tidak diinginkan. Basariyadi menyatakan sebagaimana yang dikutip Hastuti Mulang bahwa Aubimbingan yang bersifat kuratif yaitu usaha bantuan yang diberikan guru kepada siswa selama atau setelah siswa mengalami persoalan seriusAy. Ay Dengan maksud utama agar siswa yang bersangkutan terbebas dari kesulitan. Dalam rangka pemberian bantuan yang diberikan secara sistematis kepada klien digunakan berbagai langkah dan teknik agar orang yang bersangkutan mampu untuk memecahkan segala problem yang dihadapi, apakah itu yang bersifat pribadi yang mengganggu perasaan, frustasi dan menghadapi untuk menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan Anshari menyatakan Aubimbingan yang bersifat kuratif berupa pemberitahuan, peringatan, hukuman dan ganjaranAy. Walgito berpendapat bahwa AuTujuan dilakukannya bimbingan kuratif adalah untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah serta kesulitan yang sedang dihadapinya dan mengarahkan siswa pada kebaikan secara cermatAy. Lebih lanjut Muhaimin menjelaskan bahwa "bimbingan kuratif membantu siswa untuk mewujudkan dirinya menjadi manusia seutuhnya agar mencapai kebahagiaan hidup 4, 2011. Kamaluddin. AuBimbingan Konseling SekolahAy, dalam Jurnal Penidikan dan Kebudayaan, vol. No. Muhyatun. AuUpaya Preventif Perilaku Menyontek Siswa Melalui Layanan Dukungan SistemAy. Belajea: Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. 02, 2019, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 110 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. baik itu di dunia maupun di akhirat dengan tidak terbebani masalah-masalah diri dan lingkungannyaAy. Disiplin Diri: SudrajatAumenyebutkan bahwa strategi dalam menerapkan pendidikan karakter dapat berupa keteladanan, pembelajaran, penguatan, dan kebiasaan. Dalam mengimplementasikan strategi tersebut dibutuhkan kedisiplinan baik dari peserta didik dan 32 Menurut Gunarsah yang dikutip oleh Yasin bahwa disiplin perlu dalam mendidik anak supaya dengan mudah dapat meresapkan pengetahuan sosial, mengerti dan segera menurut, mengerti tingkah laku baik, belajar mengendalikan keinginan, dan mengorbankan kesenangan sendiri tanpa peringatan dari orang lain. 33 Dalam proses pembelajaran, kedisiplinan siswa merupakan salah satu faktor terpenting yang sangat menentukan keberhasilan termasuk di dalamnya adalah pendidikan. Jika masih ada yang mempunyai anggapan bahwa sukses bisa diraih tampa disiplin berarti orang itu sedang melamun, disiplin merupakan faktor dominan yang menjadi syarat mutlak memperoleh Kesuksesan belajar sebenarnya tidak terlepas dari kedisiplinan siswa, siswa dikatakan disiplin dalam belajar apabila telah terbiasa melakukan kegiatan belajar tepat waktu, tempat, dan menurut peraturan-peraturan yang ada. Untuk membentuk kedisiplinan siswa perlu disusun tata tertib yang mengikat berikut dengan sanksi jika melanggarnya agar terbiasa melalukan sesuatu yang sesuai dengan aturan yang ada, sehingga dengan kebiasaan mentaati tata tertib akan tertanam benih-benih nilai kedisiplinan dalam jiwa siswa. 34Ay Ganjaran Positif dan Ganjaran Negatif Sebagai Penanaman Sikap Tanggung Jawab: Pendidikan di Indonesia saat ini berupaya untuk mencapai mutu pendidikan yang lebih baik untuk masa yang akan datang. 35 Mutu Pendidikan yang baik dapat tercapai jika proses belajar dilakukan secara tekun oleh siswa. 36 Tugas seorang siswa adalah belajar, dimana ia mampu menggunakan semua alat inderanya terhadap objek belajar dengan cara membaca. Hastuti Mulang. AuPengaruh Layanan Bimbingan Kuratif Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI SMA NEGERI 13 Antang Manggala Makassar, dalam Jurnal Ilmu Manajemen. Volume 5 Nomor 1 Maret 2020 Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Islam Malang. Ajat Sudrajat. AuMengapa Pendidikan Karakter?,Ay, dalam Jurnal Pendidikan Karakter1, no. 1 October 2011: 54, https://doi. org/10. 21831/jpk. Fatah Yasin. AuPenumbuhan Kedisiplinan sebagai Pembentukan Karakter Peserta Didik di MadrasahAy, dalam Jurnal El-Hikmah IX, no. 1, 2013, hal. Soejitno Irmin dan Abdul Rochim. Membangun Disiplin Diri Melalui Kecerdasan Spritual dan Emosional. A, hal. Mudhofir. Pendidik profesional: konsep strategi dan aplikasinya dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2012, hal. Muchtar. AuPenerapan penilaian autentik dalam upaya peningkatan mutu pendidikanAy, dalam Jurnal Pendidikan Penabur, 14. , 2010 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 111 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. mengamati, mendengarkan, dan meniru yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku seperti proses atau cara berpikir, kebiasaan, keterampilan, sikap serta penguasaan materi ilmu pengetahuan. Salah satu sikap yang dapat dibentuk dalam proses belajar adalah tanggung jawab belajar siswa. 37 Pengertian tanggung jawab adalah wajib menanggung segala sesuatu dalam keadaan bagaimanapun, sehingga menanggung menjadi kewajiban, memikul jawab, segala sesuatu harus ditanggung atau menanggung akibatnya dan memberikan jawab terdapat dalam Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia. 38 Secara definisi tanggung jawab adalah manusia sadar dalam bertingkah laku atau perilaku baik yang secara disengaja maupun yang tidak disengaja dilakukan. Kesadaran dalam berbuat juga sebagai perwujudan kewajiban ini bisa juga diartikan sebagai tanggung jawab. Tanggungjawab sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, artinya tanggung jawab bersifat kodrati, yang pasti masing-masing orang atau setiap manusia akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Apabila tidak mau bertanggungjawab setiap orang, maka tentu ada paksaan dari pihak lain untuk tindakan tanggung jawab tersebut. Ganjaran Negatif Tindakan Terakhir Mengatasi Kesalahan: Guru perlu menempuh prosedur yang berjenjang dalam mendidik dan menghukum anak saat dia melakukan kesalahan. Apabila pada suatu kali anak menyalahi perilaku terpuji, selayaknya pendidik tidak membongkar dan membeberkan kesalahan-kesalahannya itu. Mengungkapan rahasianya itu mungkin akan membuatnya semakin berani melanggar. Jika anak mengulangi kesalahan yang sama, tegurlah dengan halus dan tunjukkan urgensi kesalahannya. Beliau juga mengingatkan bahwasanya menegur dan mencela secara berkesinambungan dan mengungkit-ungkit kesalahan yang dilakukannya membuat anak menjadi pembangkang. Sehubungan dengan hal tersebut beliau menegaskan AyJangan terlampau banyak mencela setiap saat karena perkataan tidak lagi berpengaruh dalam hatinya. Hendaknya guru atau orang tua menjaga kewibawaan nasehatnya. Ay 40 Sani. Inovasi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. 2013, hal. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1998, hal. http://w. com/nopalmtq/mengenal-arti-kata-tanggung jawab, diakses tgl. 16/07/2020 jam 07:20 WIB) Ahmad Ali Budiwi. Imbalan dan Hukuman: Pengaruhnya bagi Pendidikan Anak. Jakarta: Gema Insani Press, 2002 hlm. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 112 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 TERM-TERM AL-QURAoAN YANG P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. BERHUBUNGAN DENGAN GANJARAN POSITIF DAN NEGATIF DAN RESPON AL-QURAoAN TERHADAP GANJARAN POSITIF DAN NEGATIF DALAM PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL-QURAoANAy AuSejarah telah mencatat bahwa Rasululloh saw adalah manusia yang dalam menunjukkan sifat Allah AuAr-RabbAy di bumi paling sempurna. Beliau sebagai Nabi terakhir yang paling berhasil bahkan jika dibandingkan dengan para Rasul yang lain sekalipun dalam mengejawantahkan salah satu nama di antara Al-AsmaAo Al-Husna ini di dunia. Penyebabnya adalah karena Rasulullah memiliki fitrah yang istimewa. Dengan kemampuan Rasulullah yang istimewa yang diberikan Allah dalam merefleksikann nama AuAllah AuAr-RabbAy itulah kemudian para sahabat Nabi yang menerima pendidikan (At-Tarbiyya. secara langse wung dari beliau mampu menjadi manusia-mannusia yang paling baik dalam ibadahnya setelah para Nabi dan Rasul. Itulah sebabnya kenapa kita tidak dapat menemukan manusia lain selain para nabi dan rasul yang lebih pantas untuk kita jadikan teladan dibandingkan Abu Bakar r. Umar bin Khaththab r. Utsman bin Affan r. , atau Ali bin Abi Thallib r. 41Ay Term-term Al-QurAoan yang Berhubungan dengan Ganjaran Positif dan Negatif . Tsawaab: Al-QurAoan menjelaskan bahwa ganjaran positif disebut dalam berbagai uslub, diantaranya ada yang mempergunakan tsawaabun, seperti yang dijelaskan dalam surah Ali Imran 3:148 Allah SWT berfirman: 42 a ac a a a a a a a a a a a a a a ea a a a A aO eOaE I aaIA AOA OINOI aI EIIE a OA a AOaI aaIOI aa aOE aO O aI aa aOa aI aOI aE aI aA a A aOI A aO E OA a AA AOIA a a AEEA Dalam tafsirnya buya Hamka menjelaskan tentang surah Ali Imran ayat 148. AuMaka Allahpun memberikan ganjaran dunia kepada mereka dan sebaik-baik ganjaran akhirat". angkal ayat . Ayat ini menerangkan bahwa setelah mereka isi syarat-syarat tadi, akhirnya permohonan mereka dikabulkan Tuhan, diantara syarat tersebut:Ay Muhammad Fethullah Gulen. Cahaya Abadi Muhammad Saw Kebanggaan Umat Manusia, terj: Fuad Saefuddin. Jakarta: Republika, 2012, hal. Wahyu Setiawan. AuReward and Punishment dalam Perspektif Pendidikan IslamAy, dalam Jurnal AlMurabbi. Volume 4. Nomor 2. Januari 2018. ISSN 2406-775X. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 113 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. Tidak mengeluh karena percobaan, . Tidak lemah, tidak putus asa, . Tidak menyerah barang setapak, . Sabar terhadap hasil, walaupun rasanya lama, . Senantiasa mengadakan penilaian dan penyelidikan atas dosa terhadapTuhan atau pelanggaran-pelanggaran atas disiplin, lalu memperbaikinya . Selalu memohon pertolongan dan petunjuk kepada Tuhan. AuDalam bahasa Arab ganjaran positif diistilahkan dengan tsawaab. Kata tsawaab berarti pahala, upah dan balasan, 44 khususnya ketika kitab suci berbicara tentang apa yang akan diterima oleh seseorang, baik di dunia maupun di akhirat dari amal perbuatannya. Kata tsawaab tersebut terdapat dalam surah Ali-Imran ayat 145, 148 dan 195, surah An-Nisa ayat 134, dan surah Al-Qashash ayat 80. 45Berdasarkan Al-QurAoan tersebut, kata tsawaab identik dengan ganjaran yang baik. Seiring dengan hal ini, makna yang dimaksud dengan kata tsawaab dalan kaitannya dengan pendidikan Islam adalah pemberian ganjaran positif yang baik terhadap perilaku baik dari anak didik. 46 Dalam buku Abdurrahman Saleh Abdullah menyatakan bahwa istilah tsawaab sama denganAy ganjaran, didapat dalam Al-QurAoan dalam menunjukkan apa yang diperbuat oleh seseorang dalam kehidupan ini atau di akhirat kelak karena amal perbuatan yang AuSecara etimologi Tsawaab diartikan dengan ganjaran positif berasal dari kata ganjar yang mengandung makna memberikan hadiah atau upah. Perlakuaan menyenangkan yang diterima seseorang dinamakan ganjaran dan pada dasarnya adalah sebagai konsekuesi logis dari baiknya perbuatan seseorang . mal shale. atau capaian terbaik yang berhasil diraih atau Tsawaab adalah salah satu istilah yang Allah SWT selalu gunakan untuk menggambarkan ganjaran positif atas amal kebaikan. 48Ay . AoAjr Hamka. Tafsir Al-Azhar, juz 4. Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD, hal. Atabik Ali dan Ahmad Zuhri Muhdhar. Kamus Kontemporer Arab-Indonesia. Yogyakarta: Pondol Pesantren Krapyak, 1996, hal. Sapri. AuAlat Pendidikan: Reward dan Punishment dalam Perspektif Falsafah Pendidikan IslamAy, dalam Jurnal Insania vol. Nomor. Januari-April 2010. Armai Arief. Pengantar Ilmu Dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Pers, 2002, hal. Abdurrahman Shaleh Abdullah. Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-QurAoan. Jakarta: Rineka Cipta, 1994, hal. Al-Rasyidin. Falsafah Pendidikan Islam. Bandung: Ciptapustaka Media Perintis, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 114 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. AuPendidikan Islam menggunakan ganjaran (AoAj. sebagai bagian dalam proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan, melalui pembelajaran dalam bentuk formal, informal, dan non formal. Hal ini karena Islam sendiri mengajarkannya melalui dua dasar utama yaitu Al-QurAoan dan hadits Nabi yang banyak memuat tentang ganjaran. Al-QurAoan menjelaskan bahwa ganjaran disebut dalam berbagai bentuk uslub, diantaranya ada yang mempergunakan lafadz AoAjr. 49Ay AuPemahaman terhadap konsep ganjaran positif (AoAj. ini selanjutnya menjadi faktor yang cukup penting terutama untuk melihat bagaimana umat Islam melakukan perbuatannya (Al-Khuluq, plural. Perbuatan yang baik (Al-Akhlaq Al-Mahmuda. timbul dari adanya kesadaran untuk mendapatkan AoAjr . Uraian masalah ini disebutkan dalam Al-QurAoan dalam banyak tempat. 50Dalam QS. Al-Maidah ayat 9 disebutkan:Ay a ac e a a e a a AaOI aA a ac AaO a aA A aOa U a aOIA A E a aNI caI Aa aA a A cEaA a a AIIO aO aIEO EEA AuMereka yang beriman dan beramal soleh bagi mereka ampunan dan balasan yang besarAy. Jazaa AuPengertian Al-Jazao. Secara kebahasaan Al-JaazaAo (A )Amerupakan kata dasar dari Jaza, yajziy (AOA-A)OA, dan Al-Jazao, (A )O Ayang berarti balasan, hukuman dan 51Ay AuDalam kitab Al-Muhith disebutkan bahwa kalimat A OAterdiri dari tiga huruf, yaitu a-AA-A Ayang bermakna A aI O oaI aN OuaeEAyang artinya menggantikan suatu tempat dan membalasnya. Sedang dalam MuAojam Al-Alfaz wa AAolam al-Qur'aniyah, kalimat Al-JazaAo (A )Aselain diartikan memenuhi haknya juga diartikan sebagai hadiah dan upeti atas perbuatannya, 52 sebagaimana Allah berfirman QS. Al-MuAominun . : 111. Ay a e a a ac a e AuaI aO a a a aN aI E aO O aI a aI aA a a eO aN I N aI EA a aOIA Wahyu Setiawan. AuReward and Punishment dalam Perspektif Pendidikan IslamAy,dalam Jurnal AlMurabbi Volume 4. Nomor 2. Januari 2018. Seperti dalam QS. Al-AnAoam 12. Al-Maidah 9. Al-Arum 45. Al-Baqarah 215. Ghafir 30. Fushilat 46. Al-Nisa 134. atau Ali Imran 135. Dalam kaitan ini. Al-QurAoan menggunakan kata Al-ajr . sebanyak 67 kali. dzanb-dzunub . sebanyak 33 kali. dan itsm . sebanyak 31 kali. Muhammad Fuad Abd Al-Baqi. AlMuAojam Al-Mufahras li Alfadz Al-Quran Al-Karim (Darul Fikri. Beirut, 1. Ahmad Munawwir Warson. Kamus al-Munawwir. Yogyakarta: t. Mushlihin. AuPengertian Jazaa: Pendekatan TafsirAy, diakses tgl 18-11-2021 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 115 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. AuSesungguhnya aku memberi Balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang menangAy. (QS. Al-MuAominu. AuAl-Farra, mengatakan bahwa jaza adalah balasan dari perbuatan baik dan buruk. Sedang menurut Ibnu Arabi,Al-JazaAo adalah memenuhinya suatu obyek dalam bentuk balasan dari sedikit ke yang banyak atau yang setimpal dan dari satu posisi ke posisi yang lain atau menggantikan suatu posisi yang telah ditinggalkan oleh pihak pertama dengan memberikan sesuatu dari hasil dan akibat sesuatu. 53Ay Term Al-QurAoan yang Berhubungan dengan Ganjaran Negatif . AoIqaab Istilah kata ganjaran negatif dalam buku-buku teori pendidikan Islam adalah dengan lafal AuAoIqaabAy. Pengertian memberikan hukuman kepada seseorang dari kesalahan yang ia perbuat secara setimpal disebut dengan Aoiqaab dalam bahasa Arab. Dan Al-Uqubah dalam bentuk kata bendanya. 54 Dalam bahasa Arab, hukuman di istilahkan dengan AoIqaab, yang bisa juga diartikan dengan balasan. 55 Dalam keterkaitannya dengan pendidikan Islam. AoIqaab Alat pendidikan preventif dan represif yang paling tidak menyenangkan. Imbalan dari perbuatan yang tidak baik dari peserta didik. Dalam surat Al-Anfal ayat 52 Allah Swt berfirman: e a aa a a a a c a a ac ac a a a ac a a a a a a ac a AaE a aE A a a O aI aO cEaA a AOA AOA ACA AIA AuA AIA ANA AOA AIA AIA ANA a AA ACA AEA AaOA AOA a AIA ANA AEA AaIA AIA AaOIA a a aa a Au. eadaan merek. serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orangorang yang sebelumnya. mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya". QS. Al-Anfal: 52. Hudud Mushlihin. AuPengertian Jazaa: Pendekatan TafsirAy, diakses tgl 18-11-2021 Syahrul Hasibuan. Punishment in Islamic Education. Jurnal Madania. Vol. No. 2, 2012. Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdhar. Kamus kontemporer Arab-Indonesia. Yogyakarta: Pondon pesantren krapyak, 1996, hal. Armai Arief. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: ciputat Press, 2002, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 116 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 AuHudd merupakan bentuk jamak dari kata hadd yang secara etimologi berasal dari akar kata AAdan AAyang mempunyai dua makna asal yaitu larangan dan batas . Jika dikaitkan dengan kata hadd al-sayf atau hadd al-sikkyn maknanya menjadi mengasah mata pedang atau mengasah mata pisau. Dalam makna leksikalnya, hadd . biasa dimaknai dengan taAoryf atau undang-undang. Membuat definisi berarti memberikan batasan . ari segi myniAo dan jymiA. pengertian sebuah istilah sehingga term lain tidak termasuk didalamnya. Kaitannya dengan undang-undang sebab undang-undang memberikan batasan aturan terhadap sesuatu atau orang sehingga tidak boleh melanggarnya. 57Secara bahasa hudyd merupakan bentuk plural dari kata hadd yang berarti al-manUu yaitu larangan atau pencegahan. Secara istilah, dalam al-MuUjam al-Wasyth, hudyd bermakna sanksi yang telah ditentukan dan wajib dibebankan kepada pelaku tindak pidana. 58Ay . Tarhiib AuIstilah tarhiib berasal dari kata rahhaba yang mempunyai arti mengancam atau menakut-nakuti. Lalu kata itu diubah menjadi kata benda tarhiib yang berarti ancaman 59 Dalam arti yang lain tarhiib diartikan memberikan kepada orang lain perasaan takut yang hebat. 60 Dalam bukunya Abdurrahman An-Nahlawi memberikan definisi, tarhiib adalah akibat lengah dalam menjalankan kewajiban yang diperintahkan Allah atau akibat melakukan dosa atau kesalahan yang dilarang AllahSWT , maka Allah SWT memberikan ancaman dengan siksaan, atau, dengan kata lain Tarhiib adalah peringatan dari Allah SWT yang bertujuan untuk menimbulkan rasa takut pada hambanya dan memberitahu sifat-sifat kebesaran dan keagungan Allah SWT, agar hambaNya selalu berhati-hati dalam beribadah serta melakukan kesalahan dan 61Ay AuDalam Al-QurAoan memuat ayat-ayat yang bersifat menyatakan ancaman-ancaman atau ganjaran negatif (Tarhii. Ayat-ayat tarhiib mengandung ancaman-ancaman bagi manusia dengan menggambarkan penderitaan-penderitaan yang akan dirasakan oleh manusia sebagai Abu Al-Husain Ahmad bin Faris bin Zakariya. MuAojam Maqyyis al-Lughah. Jilid II. Beirut: Dar-alFikr, 1399 H. /1979 M. , hal. Ibrahim Anas dkk, al-MuUjam al-Wasyth. Mesir: MajmaU al-Lughah al-UArabiyyah, 1972, hal. Syahidin. Metode Pendidikan QurAoani Teori dan Aflikasi. Jakarta. Misaka galiza, 1999, hal. Muhammad Thalib. Pendidikan Islam metode 30 T. Bandung : Irsyad Baitus Salam 1996, hlm. Abdurrahman An-Nahlawi. Ushulut Tarbiyatil Islamiyah wa Aslibuha, terj. Herry Noer Ali. Prinsipprinsip dan metode Pendidikan Islam. Bandung : Diponegoro, 1992, hal 412. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 117 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 hukuman atas pelanggaran manusia terhadap ketentuan-ketentuan yang digariskan oleh Allah SWT dalam menjalani kehidupannya di dunia. ac a c a a a a a a a e a a a a a a e e a a a a a ac a a ac a a ac Aa aOA AEA U A aA AOIA AC AO OaNI aI E IE IaIA a A aA a AOEaC OEA AuLaki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya . pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha BijaksanaAy. QS: Al-MaAoidah 38. Respon Al-QurAoan Terhadap Ganjaran Positif dan Negatif dalam Pendidikan Perspektif Al-QurAoan . MendoAoakan AuDoa secara bahasa bermakna merayu, mengundang, mengutarakan, memelas, dan meminta, secara terminologi doa berarti mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan segenap jiwa dan raga untuk mengutarakan suatu permohonan. 62 Kata doa berasal dari kata dasar AOA-AAe A AAyang berarti kecenderungan kepada sesuatu pada diri kita melalui suara dan kata-kata, sementara Ibrahim Anis mengartikan sebagai Aumenuntut sesuatu atau mengharapkan kebaikan. Dari kata ini terbentuklah menjadi kata jadian . , yaitu A UA- AUaAyang mempunyai arti bermacam-macam, bisa berarti doa dalam konteks permohonan, memanggil, mengundang, meminta, menamakan, mendatangkan dan lain-lain. Perubahan arti ini disebabkan penempatannya dalam sebuah kalimat. Sementara pengertian doa secara leksikal adalah menyeru kepada Allah dan memohon bantuan dan pertolongan kepada-Nya. Sementara yang lain mendefinisikannya sebagai seruan, permintaan, permohonan, pertolongan dan ibadah kepada Allah SWT. Agar supaya terhindar dari marabahaya dan mendapatkan manfaat, dari pengertian ini dapat dipahami bahwa doa adalah permintaan atau permohonan kepada Allah SWT, melalui ucapan lidah atau getaran hati dengan menyebut asma Allah Swt yang baik, sebagai ibadah atau usaha memperhambakan diri kepada-Nya. 64Ay Ferudun Ozdemir. Allah Dihatiku Allah dekalbim,Jakarta: Zahira, 2015, hal. Harun Yahya. Memilih Alquran Sebagai Pembimbing Keutamaan DoAoa Dan DoAoa Para Nabi Dalam Alquran,Surabay: Risalah Gusti, 2004, hal. Ferudun Ozdemir. Allah Dihatiku Allah dekalbim. A, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 118 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. Memberikan Pujian AuTinggi rendahnya prestasi akademik tidak hanya ditentukan oleh anak saja tetapi juga lingkungan sosialnya, misalnya guru. Guru sekolah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan prestasi belajar siswanya, 65 karena prestasi murid merupakan salah satu penentu kualitas sekolah tempat guru itu mengabdi. Salah satu usaha yang dapat diterapkan guru untuk mendorong motivasi belajar anak adalah dengan pemberian pujian. Sukmadinata mengatakan bahwa guru akan memberi nilai tinggi dan pujian yang hangat sebagai hadiah bagi anak yang mampu membuktikan penguasaannya yang tinggi akan pelajaran yang diterima dari guru. 66Ay AuPujian merupakan prinsip yang dapat diterapkan dalam bidang pendidikan. Pujian adalah pernyataan lisan yang menghasilkan kepuasan atau menambah kemungkinan terjadinya suatu perbuatan yang telah dipelajari. 67Pujian merupakan suatu hal yang menyenangkan sehingga pujian dapat digunakan untuk membentuk hubungan-hubungan atau asosiasi antara tingkah laku atau reaksi yang dapat mendatangkan sesuatu sebagai hasilnya. 68Ay . Memberikan Kemudahan Prinsip metode pendidikan Islam salah satunya adalah prinsip memudahkan sebagaimana yang disampaikan oleh Ramayulis. Artinya seorang guru hendaknya menggunakan metode yang paling mudah dalam menyampaikan materi-materi pelajaran, agar peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ilmu pengetahuan, keterampilan, sekaligus mengidentifikasikan dirinya dengan nilai-nilai yang terdapat dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan tersebut. Memberikan Kasih Sayang AuPada dasarnya, setiap manusia menginginkan adanya keamanan dan perdamaian dalam Dengan keamanan dan perdamaian tersebut, manusia akan merasa mudah dan B. Walgito. Psikologi belajar. Yogyakarta: Departemen Psikologi Klinis dan Penyuluhan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 1977 Sukmadinata. Pengembangan kurikulum teori dan praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000 Chaplin. Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999 Purwanto. Psikologi pendidikan,Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990 Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2004. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 119 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. nyaman disetiap akan melakukan sesuatu. Perasaan aman dan damai tersebut mencakup dalam beragam kehidupan manusia salah satunya dalam pendidikan. Keinginan untuk menciptakan tujuan pendidikan yang damai dapat dilakukan antara laindengan memahami penyebab kekerasan dalam masyarakat dan berupaya dengan sekuat tenaga untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kekerasan tersebut. Pendidikan yang damai merupakan proses pendidikan yang mampu diselenggrakan dengan cara yang kreatif dan sikap terbuka tanpa adanya unsur diskriminasi, dan bukan dengan cara kekerasan sebagai bentuk tindak pidana yang tidak dibenarkan. 70Ay . Memanggil Mereka Dengan Panggilan yang Baik AuKita perhatikan bahwa Rasulullah SAW dalam berdialog dengan anak-anak selalu mempergunakan beragam panggilan. Ini beliau lakukan untuk menarik perhatian anak dan meletakkannya dalam keadaan siap untuk menerima pembicaraan. Terkadang beliau memanggil nama anak itu dan bercanda dengannya AuWahai Abu Umair, bagaimana kabar burung pipit itu?Ay, ada kalanya pula beliau memanggilnya dengan sifat kekanak-kanakan yang dimiliki si anak. AuHai anak kecil, aku ajarkan kepadamu beberapa kalimatA. Ay. sering kali pula Rasulullah memanggil dengan panggilan sayang. Beliau memanggil dengan sebutan: AuWahai anakku, apabila engkau masuk rumah, maka ucapkanlah salamAy. 71Ay Respon Al-QurAoan Terhadap Ganjaran Negatif dalam Pendidikan Perspektif Al-QurAoan Memberikan Nilai pada Setiap Pelanggaran AuPendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi wawasan dan pengetahuannya. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal tempat dimana anak menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Dengan adanya pendidikan di sekolah diharapkan siswa tidak hanya menguasai materi pelajaran tetapi sekolah juga dituntut untuk dapat membentuk dan membina kepribadian siswa agar sesuai dengan nilai-nilai dan normanorma yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karena itu sebuah sistem pencatatan poin Muhammad Insan Jauhari. AuPendidikan Anti Kekerasan Perspektif Al-QurAoan dan Implementasinya dalam Metode Pengajaran PAIAy, dalam Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. Xi. No. Desember 2016. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid. Prophetic Parenting: Cara Nabi Mendidik Anak, penterjemah: Farid Abdul Aziz Qurusy. Yogyakarta: Pro-U Media, 2010, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 120 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. pelanggaran siswa pada sekolah sangat diperlukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat ketidak disiplinan para siswa dalam lingkungan sekolah. 72Ay Model Ganjaran Negatif dengan Peringatan Bertahap AuPemberian hukuman dengan cara memberikan peringatan kepada peserta didik yang berbuat kesalahan dan hukumannya diberikan secara bertahap . atau dalam bahasa arab disebut dengan model Tadzkirah bi Tadarruj. Berangkat dari cara yang ringan dan beralih kecara yang berat. Al-Barik. 73Ay Model Ganjaran Negatif dengan Cara Menasehati AuAdalah pemberian ganjaran negatif kepada peserta didik yang berbuat kesalahan, dengan metode lemah lembut dan penuh kasih sayang dalam menasehatinya. Siswa diminta untuk menemui para guru, wali kelas, atau pimpinan sekolah, tergantung siswa melakukan jenis Ketika para guru tadi bertemu siswa yang melanggar, maka para guru memberikan tausiyah . kepada siswa yang melakukan kesalahan. Guru yang telah ditunjuk oleh sekolah harus didatangi oleh siswa yang mendapatkan hukuman model taushiyah bi al-rahmah, siswa yang melakukan pelanggaran harus membawa secarik kertas yang berisi jenis pelanggarn yang dikerjakan. Guru yang telah memberikan tausiyah harus mentandatangi kertas tersebut. dalam memberikan Taushiyah seorang pendidikan harus melakukan dengan penuh kasih sayang dan keramahan. Saat memberikan nasehat kepada siswa yang melanggar, pihak sekolah harus melarang para guru menampakkan ketidakramahan, seperti bermuka masam, benci, tidak peduli, marah-marah dan sebagainya, siswa akan merasa tentram dan percaya diri jika gurunya memberlakukan siswa yang melanggar dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut. Maka siwa akan cepat menerima ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya apabila guru dan siswa sudah saling berdekatan dan saling ketergantungan. 74Ay Candra Surya. Asep Wahyu. AuSistem Informasi Peerhitungan Poin Pelanggaran Siswa Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) (Studi Kasus Di SMK As-Shofa Kabupaten Tasikmalay. Ay. Jurnal TEKNOINFO. Vol. No. 1, 2020, 59-65. ISSN: 2615-224X Haya Binti Mubarok al-Barik. Ensiklopedi Wanita Muslimah. Jakarta: Darul Falah, 1422 H, hal. Abu Hamid Al-Ghazali. Ihya Ulum Ad-Din. Beirut: Daar Ihya At-Turaats, 1990. Jilid I, hal. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 121 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. Model Ganjaran Negatif yang Menjerakan dan Memalukan Siswa AuPendekatan dengan model pemberian ganjaran negatif dengan jenis sanksi yang memberikan efek jera dan memalukan siswa. Efek yang dapat menjerakan siswa sudah dianggap model ganjaran negatif di Sekolah, ganjaran negatif yang lebih memberikan efek jera secara khusus sudah digunakan pula. Ganjaran negatif yang disaksikan oleh guru dan siswa yang lainnya adalah ganjaran negatif yang memberikan efek jera dan memalukan siswa serta hukuman yang membuat malu siswa dan orangtua/walinya. Sehingga siswa tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama karena ganjaran negatif tersebut dirasakan oleh siswa dengan kepedihan dan dia merasa jera sehingga tidak akan lagi melakukan pelanggaran. mengetahui dan menyaksikan jenis hukuman yang dialami oleh temannya maka siswa yang lain akan berniat untuk tidak melakukan pelanggaran yang sama. 75Ay Model Ganjaran Negatif dengan Peningkatan Keilmuan dan Ibadah Siswa AuArtinya memberikan ganjaran negatif dengan model peningkatan keilmuan dan ibadah Model ganjaran negatif jenis ini akan mampu meningkatkan prestasi ilmiah dan prestasi ibadah siswa yang melakukan pelanggaran. Model ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw memberikan ganjaran negatif kepada Salamah bin Shakhr ketika melakukan kesalahan berjimaAo dengan istrinya di siang hari bulan Ramadhan. Rasulullaah saw memberikan ganjaran negatif kepadanya dengan sanksi yang bisa meningkatkan ibadah Salamah, yaitu dengan memerintahkan memerdekakan budak atau berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberikan makan kepada 60 orang miskin. Ay Model Ganjaran Negatif yang Memberikan Rasa sakit AuBentuk ganjaran negatif yang diterapkan yang memberikan rasa sakit pada salah satu anggota tubuh siswa yang melakukan pelanggaran dilingkungan sekolah ini diterapkan dalam bentuk pukulan. Setelah cara yang lain sudah diterapkan namun tidak juga mendatangkan perubahan, barulah cara ganjaran negatif dengan pukulan ini dilakukan pada tahap terakhir. Jika ganjaran negatif yang ringan sudah membuat siswa jera, para guru ataupun bagian kesiswaan tidak boleh menggunakan hukuman yang lebih keras. Tidak boleh menggunakan hukuman Jajang Aisyul Muzakki. AuModel Pemberian Hukuman dalam Pendidikan IslamAy. AWLADY. Jurnal Pendidikan Anak, 2016. Syekhnurjati. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 122 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. dalam bentuk pukulan kecuali jika dengan jalan lain sudah tidak mampu merubah tingkah laku siswa, sebab pukulan adalah hukuman yang paling berat. 76Ay Kesimpulan Kesimpulan dari tulisan ini adalah menguraikan tentang perumusan konsep dan model ganjaran positif dan ganjaran negatif dalam pendidikan perspektif Al-QurAoan yang mengusung teori pembelajaran behaviorisme, bahwa konsep ganjaran dan hukuman diposisikan sebagai stimulus dan respon yang memberikan pengaruh terhadap motivasi pembelajaran dan tercapainya tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. AuIni menguraikan tentang bagaimana cara memberi ganjaran positif dan ganjaran negatif yang telah agama Islam ajarkan, sebagai seorang yang dijadikan contoh teladan, maka sikap setiap guru supaya berhasil dalam mendidik patut meniru dan meneladani sikap Rasulullah saw, karena dalam mendidik para sahabatnya faktanya Rasulullah memang telah berhasil, dari keterangan-keterangan tersebut dapatlah disimpulkan bahwa etika seorang guru terhadap peserta didik adalah tidak mudah marah . enjadi guru yang suka memberi maaf kepada peserta didi. , memberi pesan yang maAoruf . erpesan untuk bersabar dan berkasih sayan. , memberi contoh yang baik seperti penuh kegembiraan, bekerja sama dan antusiasme, bersikap adil dan memiliki rasa humor serta menjunjung tinggi demokrasi. Ay Jajang Aisyul Muzakki. AuModel Pemberian Hukuman dalam Pendidikan IslamAy. AWLADY. Jurnal Pendidikan Anak, 2016. Syekhnurjati. Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 | 123 Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 23 | Nomor 1 | Januari Ae Juni 2022 P-ISSN 1693-136X E-ISSN 2715-6753 DOI : https://doi. org/10. 36769/asy. Daftar Pustaka