Kolaborasi : e-ISSN : 2685-677X http://w. id/index. php/BIOSAINSTEK Jurnal BIOSAINSTEK. Vol. 5 No. 1, 56Ae62 DOI: https://doi. org/10. 52046/biosainstek. Analisis Biaya Percepatan Antara Kerja Lembur (Overtim. dengan Penambahan Tenaga Kerja (Outsoursin. (Studi Kasus: Pembangunan Jembatan Ruas sp. Bukubuolaw. Rais D. Hi Yusuf 1A dan Faldi Suleman 1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Ternate. Indonesia. Korespondensi : Rais D. Hi Yusuf. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Ternate. Indonesia. Email : RaisDHiYusuf@gmail. Info Artikel : E Artikel Penelitian A Artikel Pengabdian A Riview Artikel Diterima : 15 Oktober 2022. Disetujui : 29 Nov. Publikasi On-Line : 30 Nov. ABSTRAK. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi ada tiga factor mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan pada suatu proyek yaitu waktu biaya, biaya dan mutu. Tolak ukur keberhasilan proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang biaya minmal tanpa meninggalkan mutu hasil pekerjaan hasil pekerjaan. pengelolaan proyek secara sistemmatis diperlukan untuk memastikan wakru pelaksanaan proyek sesuai dengan kontrak atau bahkan lebih cepat sehingga biaya yang dikeluarkan bisa memberikan keuntungan. dan menghindarkan adanya dari biaya denda akibat keterlambatan penyelesaian proyek. Tujuan penelitian ini adalah menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan dengan variasi penambahan jam kerja . atau (Overtim. dan Penambahan tenaga kerja (Outsoursin. serta membandingkan biaya sesudah penambahan jam kerja . (Overtim. ) dan panambahan tenaga kerja (Outaoursin. Data Ae data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis data ini mengunakan Program Microsoft Project 2019 dan Microsoft Excel 2019 dengan metode Criticat Path Method (CPM) hasil dari program Microsof Project 2019 adalah lintasan kritis dan kenaikan biaya akibat dari penambahan jam kerja . atau (Overtim. dan penmabahan tenaga kerja . sedangakan hasil time cost trade off adalah durasi percepatan durasi dan kenaikan biaya akibat biaya percapatan durasi dalam setiap item pekerjaan yang dipercepat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa . Waktu dan Biaya Total Proyek pada kondisi Normal sebesar 359 hari dengan biaya Rp. 111,39 dengan penamabahan 1 jam kerja lembur dupatkan durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp. 146,89 pada penambahan 2 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 105 hari dan biaya sebesar Rp. 007,43 dan pada penambahan 3 jam kerja lembur didapatkan crashing sebesar 123 hari dengan biaya sebesar Rp. 942,01. pada penamabahan 1 tenaga kerja durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp. 302,15 pada penambahan 2 tenaga kerja di dapatkan crashing 105 hari dengan biaya sebesar Rp. 492,28 dan pada penambahan 3 tenaga kerja didapatkan durasi crashing dengan biaya sebesar Rp. 740,50 . Biaya mempercepat durasi proyek pada penambahan jam kerja lembur penambahan tenaga kerja, penambahan jam kerja lembur lebih murah di bandingankan biaya yang harus dikeluarkan apabiala mengalami keterlambatan dan kenakan denda. Keyword: Criticat Path Method (CPM). Sumber Daya (Resouors. Waktu dan Biaya PENDAHULUAN Seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maka kebutuhan masyarakat terhadap proyek konstruksi semakin meningkat. Pembangunan proyek konstruksi tersebut perlu pengelolaan yang serius untuk mencapai hasil yang maksimal. Dari Prensentasi progres pekerjaan di lapangan sesuai dengan dokemen perencanaan 240 kelender,dengan pengataman penulis sementara progres pekerjaan 40 % di lapangan,mengalamai deviasi - 20 % adapun waktu pelaksanaan yang seharusnya progress pekerjaan sudah masuk 60 % yakni, pekerjaan pekerjaan Plat pada Jembatan karena sudah Rais D. Hi Yusuf dan Faldi Suleman Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 56-62 masuk pada bulan ke empat pelaksanaan, kerana sudah tidak sesuai perencaanaan yang tercantum time schedule, kerena terkendala cuaca dan biaya sehingga mengalami keterlambatan pekerjaan. Berdasarkan urian diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengaji : Berapa besar upah/biaya percepatan pekerjaan dengan mengunakan metode kerja lembur (Overtim. dengan metode penambahan tenaga kerja (Outsoursin. ditinjau dari item pekerjaan yang mengalami keterlambatan? Berapa selisih perbandingan upah/biaya pekerjaan dengan antara kerja lembur (Overtim. dengan penambahan tenaga kerja (Outsoursin. di tinjau dari item pekerjaan yang mengalami keterlambatan. II. METODE PELAKSANAAN Metode Penelitian Metode penelitian adalah langkah Ae langkah penelitian suatu masalah, kasus, gejala, atau fenomena, dengan jalan ilmiah untuk menghasilkan jawaban yang rasional. Metode penelitian digunakan sebagai dasar atas langkah Ae langkah berurutan yang didasarkan pada tujuan penelitian dan menjadi suatu perangkat yang digunakan untuk menarik kesimpulan, sehinnga diperoleh penyelesaian yang diharapkan mencapai keberhasilan penelitian. Pengumpulan Data Untuk mendukung analisi tersebut, penulis mengambil contoh sebagai studi kasus yaitu proyek Pembangunan Jembatan BukuBualawa Tauro. Untuk mempermudahkan analisis diperlukan data Ae data yang berkaitan langsung dengan proyek tersebut. Data yang diperlukan yaitu data sekunder yang di peroleh dari instansi terkait seperti kontraktor pelaksana, konsultan pengawasan dan dinas terkait. Variable Ae variabel yang sangat mempengaruhi dan optimasiian waktu dan biaya pelaksnaan proyek ini adalah variabel waktu dan variabel biaya. Variabel Waktu Data yang mempengaruhi variabel waktu dapat diperoleh kontraktor pelaksana atau dari konsultan pengawaas. Data yang dibutuhkan untuk variabel waktu adalah Data cumulative progress (Kurva S). Meliputi: Jenis kegiatan. Presentase kegiatan. Durasi kegiatan. Rekapitulasi perhitungan biaya proyek. Variabel biaya Semua data Ae data yang mempengaruhi variabel diperoleh dari kontraktor pelaksana. Data Ae data yang diperlukan dalam variabel biaya antara lain: Daftar rencana anggaran biaya (RAB) penawaran meliputi: Jumlah biaya normal. Durasi normal. Daftar Ae daftar harga bahan dan upah. Gambar rencana proyek. Data yang digunakan berupa data sekunder dan primer berupa hasil analisis dengan Microsoft Project. Data tersebut meliputi: Daftar bahan dan upah tenaga kerja. Rencana anggaran biaya Poyek Pembangunan Jembatan Bukubuolawa Tauro. Time schedule (Kurva S). Data biaya Normal. Teknik Pengumpaln Data Teknik Pengumpulan data merupakan cara Ae cara yang digunakan untuk mendapatkan data. Dalam peniltian ini adalah Time Schedule, rekaptulasi biaya anggaran proyek, dan laoran mingguan / harian data tersebut di peroleh dari konsultan pengawas maupun kontraktor pelaksana yang melakukan pengawasan dan pelaksanaan pembangunan proyek tersebut. Rais D. Hi Yusuf dan Faldi Suleman Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 56-62 Waktu dan Tempat Penilitian Waktu pengambilan data dalam penilitian ini dilakukan pada bulan September-November 2021 ini, sedangkan tempat penilitian di laksanakan di Desa Bukubualawa Kecamatan Jailolo Selatan yaitu Pembangunan Jembatan Bukuboulawa Tauro. Tahapan Penelitian Gambar 1. Tahapan pelaksanaan penelitian i. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Umum Proyek Adapun gambaran umum dari proyek Pembangunan Jembatan Ruas SP. Bukubualawa ini dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Gambaran umum dari proyek pembangunan jembatan ruas SP. Bukubualawa Pemilik Proyek Dinas PUPR Kabupaten Halmahera Barat Kontraktor Pelaksana PT. MUTIARA CITRA ABADI Nilai Kontrak Rp. 853,388,738,00 Sumber Dana DAK REGULR Tahun Anggaran Tanggal Mulai Pek. 26 Februari 2021 Tanggal Selesai Pek. 25 Desember 2021 Kegiatan kritis yang terpilih tersebut memiliki Outsoursing atau memliki penambahan kerja sehingga bisa dipercepat dengan mengolah Outsoursing. Pada kegiatan kritis terpilih tersebut dapat dilakukan percepatan dengan penambahan Jam Lembur (Overtim. atau dengan penambahan jumlah tenaga kerja pada kegiatan kritis yang lain maka jumlah tenaga tenaga kerja tidak akan bertambah karena kegiatan kritis tersebut hanya memili indeks tenaga kerja yang kecil. Pada kegiatan kritis terpilih tersebut apabila dipercepat dapat mengurangi biaya biaya tidak langsung pada kegiatan tersebut. Apabila mempercepat kegiatan kritis dapat mempercepat durasi proyek secara keseluruhan. Rais D. Hi Yusuf dan Faldi Suleman Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 56-62 Berdasarkan grafik pada proyek Pembangunan Jembatan SP. Bukubualawa nilai total proyek sebesar Rp. 651,04 didapatkan presentase untuk biaya tidak langsung sebesar 2,9 % dari nilai total proyek tersebut secara detail berikut hitungan nya sebagai berikut. Biaya Tidak Langsung = 2,9 % x Rp. 04 = Rp. 574,88 Biaya Tidak Langsung / Hari = BiayaTidak Langsung Durasi Normal Proyek =Rp. 010,00 359 Hari = Rp. 119,81 / hari Biaya Langsung = Biaya Total Rencana Ae Biaya Tidak Langsung = Rp. 651,04- Rp. 574,88 = Rp. 076,16 Untuk lebih detail besar upah tenaga kerja pada proyek ini dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Besar upah tenaga kerja pada proyek Lembur ( ja. Durasi percepatan 302 hari 254,5 hari 211 hari Biaya Total Rp. 146,89 Rp. 007,43 Rp. 942,01 Metode Time Cost Trade Off Item Pekerjaan Penambahan Jam Kerja (Lembu. Sesuai Dengan Pengolahan Sofware Microsoft Project 2019. Timbunan Pilihan dari Sumber Galian Durasi yang di crash 1 jam lembur : Volume = 362,50 mAU Durasi normal = 21 hari Durasi normal . = 21 x 8 = 168 jam Prod. 362,50 mAU = 23 hari . ,27 x 8 ) ( 1 x 0,9 x 17,. Maka crashing maks. = 21 hari Ae 20 hari = 1 hari Tabel 3. Tabel perbandingan antara biaya total dengan variasi penambahan jam Kontraktor Pelaksana PT. MUTIARA CITRA ABADI Nilai Kontrak Rp. 853,388,738,00 Sumber Dana DAK REGULR Tahun Anggaran Tanggal Mulai Pek. 26 Februari 2021 Tanggal Selesai Pek. 25 Desember 2021 Penambahan Tenaga Kerja (Outsoursin. Untuk penambahan 1 Tenaga kerja Volume = 362, 50 mAU Durasi = 21 hari Perhitungan jumlah tenaga kerja dan alat Jumlah tenaga Kerja = ( Koefiesien x Volum. Durasi percepatan Rais D. Hi Yusuf dan Faldi Suleman Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 56-62 Jumlah pek. = . ,0077 x 362,. 20 hari = 0,7 = 1 Orang Upah Pekerja = 1 x Rp. 000,00 = Rp. 100,000,00 Jumlah mandor = . ,0038 x 362,. 20 hari = 0,07 = 1 Orang Upah mandor = 1 x Rp. 000,00 = Rp. 000,00 Jumlah Exavator = ( 0,0038 x Rp362,. 20 hari = 0,07 = 1 Unit Upah Exavator = 1 x Rp. 200,00 = Rp. 200,00 Jumlah Dump truk mA = ( 0,0333 x Rp362,. 20 hari = 0,07 = 1 Unit Upah Dump truk mA = 1 x Rp. 200,00 = Rp. 200,00 Jadi upah Tenaga kerja denga durasi percepatan 20 hari adalah : = (Rp. 100,000,00 Rp. 000,00 Rp. 200,00 . Rp. x 20 hari = Rp. 000,00 Selesih Biaya = Biaya Normal Ae Biaya Percepatan = Rp. 400,00 Rp. 000,00 = Rp. 400,00 Tabel 4. Perbandingan antara biaya total dengan penambahan tenaga kerja TenagaKerja Durasi Percepatan Biaya Total 302 Hari Rp. 302,15. 254,5 Hari Rp. 492,28. 211 Hari Rp. 740,50. Biaya Total Jam Lembur dan Penambahan Tenaga Kerja Dari perhitungan didapatkan perbedaan antara biaya total antara penambahan jam lembur (Overtim. dan Penambahan Tenaga Kerja (Outsoursin. seperti yang di tampilkan pada Tabel 5, 4. Tabel 5. Biaya Total akibat Penambahan 1 Jam Lembur dan Penambahan 1 Tenaga Kerja Biaya Total Durasi 1 Tenaga Kerja Lembur 1 Jam Rp. 302,15 Rp. 146,89 Tabel 6. Biaya Total akibat Penambahan 2 Jam Lembur dan Penambahan 2 Tenaga Kerja Biaya Total Durasi 2 Tenaga Kerja Lembur 2 Jam Rp. 492,28 Rp. 007,43 Rais D. Hi Yusuf dan Faldi Suleman Jurnal BIOSAINSTEK Volume 5 No. Januari 2023: 56-62 Tabel 7. Biaya Total akibat Penambahan 3 Jam Lembur dan Penambahan 3 Tenaga Kerja Biaya Total Durasi 3 Tenaga Kerja Lembur 3 Jam Rp. 740,50 Rp. 942,01 Tabel 8. Perbandingan Penambahan Biaya Akibat Penambahan 1 Jam Lembur, dan Penambahan 1 Tenaga Kerja dan Biaya Denda Durasi (Har. Biaya Tenga Kerja Biaya Jam Lembur Biaya Denda Rp. 760,00 Rp. 594,00 Rp. 706,61 Tabel 9. Perbandingan Penambahan Biaya Akibat Penambahan 2 Jam Lembur, dan Penambahan 2 Tenaga Kerja dan Biaya Denda Durasi (Har. Biaya Tenga Kerja Biaya Jam Lembur Biaya Denda Rp. 540,00 Rp. 000,00 Rp. 992,19 Tabel 10. Perbandingan Penambahan Biaya Akibat Penambahan 3 Jam Lembur, dan Penambahan 3 Tenaga Kerja dan Biaya Denda Durasi (Har. Biaya Tenga Kerja Biaya Jam Lembur Biaya Denda Rp. 160,00 Rp. 155,00 Rp. 450,92 IV. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan data serta hasil analysis dan pembahasan yang dilakukan pada pada Penelitian ini studi kasus Proyek Pembangunan Jembatan SP. Bukubuolawa Tauro dapat di Tarik kesimpulan sebagai Berikut: Waktu dan Biaya proyek dalam kondisi normal selama 359 hari dengan biaya Rp. 111,39 setelah penambahan 1 jam kerja lembur didapatkan crashing 302 hari dengan biaya sebesar Rp. 146,89, untuk penambahan 2 jam kerja lembur dapatkan durasi crashing 254,5 hari dan biaya sebesar Rp. 007,43 dan untuk penambahan 3 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 211 hari dengan biaya sebesar Rp. 942,01. Waktu dan Biaya total proyek pada kondisi normal selama 359 dengan biaya Rp. setelah penambahan 1 Tenaga Kerja didapatkan crashing 302 hari denagan biaya sebesar sebesar Rp. 302,15, untuk penambahan 2 Tenaga Kerja didapatkan durasi crashing 254,5 hari dengan biaya sebesar Rp. 492,28 dan untuk penambahan 3 tenaga kerja didapatkan durasi crashing 211 hari dengan biaya Rp. 740,50. Untuk Keseluruhan dari 1 Ae 3 jam Lembur yang lebih efektif adalah 2 Jam Kerja Lembur lebih efektif, walaupun dari segi Waktu 3 Jam Kerja Lembur Lebih Sedikit tetapi di segi Biaya 2 Jam Kerja Lembur lebih efektif. Saran Dalam pekerjaan pihak pemilik proyek (Onwe. harus memakai Konsultan Pengawasan selaku wakil dari Onwer sebagai lembaga fungsi pengontrol agar efektifitas dalam pelaksanaan proyek dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan di rencanakan. Saat pelaksanaan pekerjaan di harapkan kepada pekerja agar dapat mematuhi protokol Kesalamatan dan Kesehatan Kerja (K. DAFTAR PUSTAKA