AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Hamidatul Afifati Fauziah. Mukhlisah, dan NiAomatus Sholihah MANAJEMEN PROGRAM TAHFIDZ TAKHASSUS DALAM MENINGKATANKAN MUTU SEKOLAH DI SDIT AL-HIKMAH BLITAR Hamidatul Afifati Fauziah UIN Sunan Ampel Surabaya hamidahafifahfauziah@gmail. Mukhlisah UIN Sunan Ampel Surabaya Mukhlishah. bki@gmail. NiAomatus Sholihah UIN Sunan Ampel Surabaya nickssholihah@yahoo. Abstract: Mengingat pentingnya pencapaian mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar, salah satu program yang berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Al-Hikmah Blitar adalah program Tahfidzul Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen program tahfidz takhassus di SDIT Al-Hikmah Blitar. Fokus penelitian ini adalah perencanaan program, organisasi dan alokasi sumber daya, pelaksanaan proses belajar mengajar, serta pengawasan dan evaluasi program. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan mendasar, yang dilaksanakan secara langsung di lapangan. Prosedur penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari individu atau perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen program tahfidz takhassus di SDIT Al-Hikmah Blitar telah berjalan dengan baik, dan program ini memberikan implikasi positif terhadap mutu sekolah. Program tahfidz takhassus dirancang untuk meningkatkan mutu lulusan SDIT AlHikmah Blitar, dengan tujuan agar siswa memiliki kemampuan bacaan yang baik serta hafalan yang berkualitas. Pemilihan wali kelas takhassus dilakukan secara selektif berdasarkan tiga kriteria utama: . kemampuan bacaan Al-Qur'an yang baik. pemahaman yang mendalam terhadap kurikulum tahfidz. komitmen untuk merawat dan membina penghafalan Al-Qur'an. Kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh siswa di kelas takhassus meliputi: . tahsin dan tilawah bersama. tasmi berpasangan. Halaman 350 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Manajemen Program Tahfidz Takhassus dalam Meningkatkan Mutu Sekolah di SDIT Al-Hikmah Blitar Hamidatul Afifati Fauziah. Mukhlisah, dan NiAomatus Sholihah tasmiAo keliling dan tasmiAo rutin. fun game. Monitoring dan evaluasi . dilaksanakan oleh tim Al-Qur'an dari yayasan AlHikmah serta Ustadzah Sarmini sebagai penemu metode Utrujah. Sedangkan koordinasi dan evaluasi internal dilakukan setiap minggu untuk memastikan efektivitas program. Dengan pendekatan ini, diharapkan kualitas pendidikan di SDIT Al-Hikmah Blitar dapat terus Keywords: Manajemen. Takhassus. Tahfidz. Mutu, dan Sekolah. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses mengubah sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi lebih dewasa melalui pelatihan dan instruksi. Pendidikan memungkinkan kita untuk menjadi lebih dewasa karena memberikan dampak yang sangat positif bagi kita. Selain itu, pendidikan adalah program yang menggabungkan elemen tujuan, proses belajar mengajar antara siswa dan pendidik, sehingga memungkinkan peningkatan sumber daya manusia (SDM). 1 Dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia adalah upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui metode tertentu untuk mencapai kinerja optimal melalui pendidikan dan Institusi-institusi pendidikan perlu mengembangkan sistem mutunya agar dapat membuktikan kepada publik bahwa intitusi pendidikan tersebut dapat memberikan layanan bermutu. 3 Pentingnya mutu pendidikan adalah sebagai titik tolak kemajuan sebuah bangsa. 4 Pendidikan akan bermutu apabila mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu atau kelompok. Menigkatkan mutu sekolah merupakan suatu proses yang sistematis yang terus menerus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan dengan itu, dengan tujuan agar menjadi target sekolah dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien. 6 Sejalan dengan hal itu. Wasitohadi dan Thersia berpendapat bahwa peningkatan mutu sekolah ialah suatu proses yang sistematis dan terus menerus untuk meningkatkan kualitas proses belajar 1 Nicholaas Kandowangko. AuPeranan Pendidikan Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia di SMA Negeri 1 Tampan Amma Di Talaud,Ay Journal of Social and Culture 14, no. 2 Muhammad Syarif. AuSumber Daya Pendidikan dan Faktor yang Mempengaruhinya,Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak 5, no. 3 Supadi. Manajemen Mutu Pendidikan (Jakarta Timur: UNJ Press, 2. 4 Ade Mulyono. Apologia Pendidikan Kaum Miskin (Depok: Guepedia, 2. 5 Waroqah Akbar. Manajemen Kepala Sekolah Dalam Pembelajatran Daring Di Masa Pandemi Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada Tingkat Sekolah Menengah Pertama (Surabaya: CV. Jakad Media Publishing, 2. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 351 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Hamidatul Afifati Fauziah. Mukhlisah, dan NiAomatus Sholihah mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan dengan itu, dengan tujuan agar yang menjadi target sekolah dapat dicapai secara efektif dan efisien. Pencapaian mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar sangat penting untuk pengembangan sumber daya manusia berkualitas di Indonesia, dengan faktor-faktor seperti kualitas guru, kurikulum, sarana dan prasarana, serta manajemen pendidikan yang berperan besar dalam hal ini. Evaluasi mutu pendidikan dilakukan melalui indikator akademik siswa, kesiapan berkontribusi dalam masyarakat, dan dampak jangka panjang terhadap pembangunan sosial dan ekonomi. Namun, tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan meliputi kompleksitas kurikulum, ketidaksetaraan akses pendidikan, penempatan guru yang tidak merata, dan rendahnya kualitas guru. Mengingat pentingnya pencapaian mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar, salah satu sekolah dasar di Blitar yang meningkatkan mutu sekolah melalui program tahfidz takhassus adalah SDIT Al-Hikmah Blitar. Program takhassus Al-QurAoan merupakan program hafalan Al-QurAoan atau tahfidzul QurAoan yang biasanya terdapat di Pondok Pesantren guna menciptakan generasi QurAoani yang berprestasi, berakhlaqul karimah, cerdas, unggul, kreatif, dan 9 Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan karakter dan keimanan siswa, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dalam konteks ini, manajemen yang efektif terhadap program Tahfidz Qur'an menjadi kunci untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Dengan pengelolaan yang tepat, program ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi, seperti ketidakmerataan kualitas pengajaran dan peningkatan kemampuan siswa dalam menghadapi kompleksitas kurikulum. KONSEP DASAR TAHFIDZ TAKHASSUS Istilah tahfidz berarti menghafal dan memiliki kata dasar hafal yang berasal dari bahasa arab hafadza Ae yuhaffidu Ae hifdzan yaitu lawan dari lupa atau selalu ingat. Menurut Abdul Aziz Abdul Rauf, definisi menghafal adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar. Dalam kehidupan sehari-hari pekerjaan apapun jika sering diulang-ulang pasti akan menjadi 7 Wasitohadi. Model Peningkatan Mutu SD Di Indonesia, (Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2. , 11. 8 Aulia Rachma Dinayanti et al. AuAnalisis Tantangan Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Pembelajaran Sekolah Dasar,Ay Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora 3, no. : 672Ae 9 Anis Alfiani. Badrus Zaman, and IAIN Salatiga. AuMetode Pembelajaran Program Takhassus AlQurAoan di Pondok Pesantren Modern Bina Insani Susukan Kabupaten SemarangAy 3, no. 10 Sucipto. Tahfidz Al-QurAoan Melejitkan Prestasi (Bogor: Guepedia, 2. , 13. Halaman 352 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Manajemen Program Tahfidz Takhassus dalam Meningkatkan Mutu Sekolah di SDIT Al-Hikmah Blitar Hamidatul Afifati Fauziah. Mukhlisah, dan NiAomatus Sholihah Sedangkan takhassus berasal dari bahasa Arab, yang merupakan turunan dari kata dasar khassasa, yang berarti khusus. 11 Istilah takhassus ini merujuk kepada suatu program atau aktivitas yang spesifik dan berorientasi pada tujuan Tahfidz takhassus di SDIT Al-Hikmah Blitar adalah program menghafal Al-QurAoan dengan intensif untuk siswa kelas 3 keatas. Melalui program ini, siswa tidak hanya diharapkan mampu menghafal saja, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Program tahfidz takhassus di SDIT Al-Hikmah Blitar tidak hanya fokus pada penghafalan Al-Qur'an, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan mutu sekolah. Dengan melaksanakan program ini, sekolah berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan karakter siswa, meningkatkan kemampuan akademik mereka, serta membentuk kebiasaan ibadah yang baik. Melalui evaluasi dan komitmen yang kuat dari siswa dan pengajar, diharapkan program ini dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya hafiz Al-Qur'an tetapi juga memiliki kualitas akademik dan moral yang tinggi, sehingga dapat berkontribusi positif bagi masyarakat luas. MANAJEMEN PROGRAM TAHFIDZ TAKHASSUS DALAM MENINGKATANKAN MUTU SEKOLAH Perencanaan Program Program tahfidz takhassus dirancang untuk meningkatkan mutu lulusan SDIT Al-Hikmah agar memiliki kemampuan bacaan yang baik serta hafalan yang berkualitas. Fokusnya bukan hanya pada banyaknya hafalan, tetapi juga pada kualitas setiap bacaan Al-Qur'an. Dengan demikian, ketika siswa naik ke jenjang selanjutnya, mereka dapat dikenali sebagai lulusan berkualitas dari SDIT Al-Hikmah. Beberapa alumni yang pernah mengikuti kelas takhassus dan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren menunjukkan bahwa temanteman mereka masih belum memiliki hafalan yang memadai, sementara lulusan SDIT Al-Hikmah sudah memiliki modal hafalan yang kuat. Selain itu, mereka juga dapat menghafal lebih cepat dibandingkan dengan teman-teman di pondok Organisasi dan Alokasi Sumber Daya Siswa kelas takhassus merupakan siswa terpilih yang telah melalui proses Program ini dapat diikuti mulai dari kelas 3. Bagi siswa yang lolos dalam program ini, akan ada nota kesepahaman (MoU) dengan orang tua sebagai bentuk komitmen dan kesungguhan dalam mengikuti program tersebut. Pemilihan wali kelas untuk kelas takhassus dilakukan secara selektif. Pertama, penilaian dimulai dari kemampuan bacaan Al-Qur'an, karena wali kelas diharapkan dapat mendampingi guru kelas takhassus dengan baik. Wali 11 Muhammad Husni and Abd Rohman. AuManajemen Pesantren Berbasis Takhassus Di Pondok Modern Darul Khoirot Tirtoyudo Kabupaten MalangAy 3, no. 1 (January 2. : 1Ae17. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 353 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Hamidatul Afifati Fauziah. Mukhlisah, dan NiAomatus Sholihah kelas dan guru pendamping bekerja sama. salah satu contohnya adalah ketika guru pendamping menerima setoran ziyadah, sementara wali kelas bertanggung jawab atas penerimaan taqrir. Kedua, wali kelas harus memahami kurikulum tahfidz. Misalnya, saat mengingatkan siswa tentang setoran hafalan, wali kelas tidak dengan memancing tetapi juga mengulang ayat sebelumnya untuk membantu proses Ketiga, wali kelas perlu memiliki jiwa untuk merawat pengafalan AlQur'an, dengan sifat yang tegas namun lembut. Sifat tegas namun lembut ini terlihat ketika siswa tidak mencapai target. wali kelas tidak langsung menolak tetapi memberikan motivasi agar siswa tetap semangat dalam belajar. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Pelaksanaan proses belajar mengajar di SDIT Al-Hikmah Blitar berbeda antara kelas reguler dan kelas takhassus. Alokasi waktu untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas reguler adalah sebanyak 3 jam pelajaran (JP), sedangkan di kelas takhassus adalah 6 JP. Pada kelas takhassus, jam pelajaran untuk mata pelajaran selain Al-Qur'an dikurangi. Meskipun demikian, pengurangan tersebut tidak berdampak negatif terhadap prestasi siswa, karena banyak siswa dari kelas takhassus yang berhasil meraih prestasi yang membanggakan baik akademik maupun non-akademik. Metode tahfidz yang digunakan adalah metode utrujah. Metode utrujah merupakan metode yang menitik beratkan pada cinta Al-QurAoan yang mana peserta didik tidak hanya belajar membaca Al-QurAoan akan tetapi peserta didik dibelajari bagaimana cinta pada Al-QurAoan. perbedaan metode utrujah dengan metode yang lain yaitu metode utrujah menggunakan pendekatan individual dimana guru harus mengetahui kemampuan peserta didiknya. Pada pelaksanaan metode utrujah dibagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut: Tahap pra Al-QurAoan yang cenderung fokus ada pengenalan huruf hijaiyah dan membacanya secara talaqqi. Tahap Al-QurAoan, dimana peserta didik mengenal tajwid secara lebih Tahap tahfidz, dimana peserta didik menghafal Al-QurAoan dan mereview Berikut adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh siswa dari kelas Tahsin dan Tilawah Bersama Kegiatan tahsin dan tilawah bersama dilaksanakan setiap pagi dengan alokasi waktu 15 menit, mulai pukul 07. 30 hingga 07. 45 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an siswa serta memperdalam pemahaman mereka terhadap tajwid dan makhraj huruf. 12 Shona Kholifatul Mufidah. AuImplementasi Metode Utrujah dalam Pembelajaran Tahfiz Al- QurAoan di SDIT Madani Ekselensia Sidoarjo,Ay Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran 5, no. 1 (April 30, 2. : 106Ae110. Halaman 354 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Manajemen Program Tahfidz Takhassus dalam Meningkatkan Mutu Sekolah di SDIT Al-Hikmah Blitar Hamidatul Afifati Fauziah. Mukhlisah, dan NiAomatus Sholihah Dengan rutinitas ini, diharapkan siswa dapat memperbaiki bacaan mereka secara bertahap dan menjadikan membaca Al-Qur'an sebagai kebiasaan yang menyenangkan. Murajaah Murajaah adalah mengulang hafalan sebelum masa ingatnya berakhir. Kegiatan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu murajaah klasikal dan murajaah Murajaah klasikal dilaksanakan setiap pagi selama 15 menit, mulai 45 hingga 08. 00 WIB, dengan target minimal 5 halaman yang harus diulang, tidak boleh kurang. Murajaah dilakukan untuk juz yang telah dihafal oleh anggota kelompok atau kelas tersebut. Pembacaan juz yang dimurajaahi dilakukan secara bergilir, sehingga satu juz dapat tuntas dalam waktu satu pekan. Selama murajaah, siswa tidak diperbolehkan membuka mushaf untuk memastikan bahwa mereka benar-benar mengandalkan hafalan mereka. Sedangkan untuk murajaah individu, waktu pelaksanaannya bersifat Target murajaah individu adalah 10 halaman per hari, di mana siswa dapat mendengarkan murottal dari syeikh menggunakan alat bantu seperti speaker dan headset. Siswa diperbolehkan membuka mushaf selama proses ini. Bagi siswa yang sudah memiliki hafalan 7 juz atau lebih, target murajaah individu ditingkatkan menjadi 1 juz per hari. Kegiatan murajaah ini bertujuan untuk memperkuat ingatan dan membantu siswa memahami setiap ayat Al-QurAoan yang dihafal dengan lebih baik. TasmiAo Berpasangan Kegiatan tasmiAo atau pengulangan hafalan di SDIT Al-Hikmah Blitar dilakukan dengan menyetorkan 2 halaman terdekat dari ziyadah . enambah hafalan bar. Wali kelas bertugas menyimak tasmiAo bagi 12-14 siswa perharinya secara bergantian. Siswa yang tidak disimak oleh wali kelas akan melakukan tasmiAo berpasangan dengan teman, di mana pasangan untuk tasmiAo ditentukan oleh pengampu atau wali kelas. Selama proses tasmiAo, siswa tidak diperkenankan membuka mushaf untuk memastikan mereka mengandalkan hafalan yang telah dipelajari. Ziyadah Ziyadah adalah menambah hafalan baru yang belum dihafal. Kegiatan ini dilakukan dengan setor hafalan baru dengan target minimal yang harus dicapai adalah 8 baris atau setengah halaman setiap hari. Setoran ziyadah boleh dilakukan secara bertahap per baris. Saat melakukan setoran pertama, disetorkan kembali saat setoran kedua dan seterusnya. Pengampu memastikan bacaan siswa yang akan disetorkan sudah benar sesuai dengan kaidah tajwid. Siswa juga diwajibkan setor rangkaian ayat setelah selesai menyetorkan ziyadah 1 halaman. Saat proses ziyadah berlangsung, posisi guru berhadapan dengan siswa, sedangkan Al QurAoan 13 Ahmad Khoirul Ananm. Jika Menghafalmu Lillah Jangan Berhenti Karena Lelah: Rahasia Menghafal Al-QurAoan Dengan Hati (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 355 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Hamidatul Afifati Fauziah. Mukhlisah, dan NiAomatus Sholihah diletakkan berdiri menghadap ke pengampu. Pada saat halaqoh, siswa yang membutuhkan talaqi akan diposisikan lebih dekat dengan pengampu untuk memudahkan pembelajaran. Siswa yang telah menyelesaikan ziyadah dan tasmiAo akan membaca 10 kali baris atau ayat yang akan disetorkan pada hari berikutnya, berpasangan dengan teman . ang juga boleh merupakan pasangan untuk tasmiA. TasmiAo Keliling dan TasmiAo Rutin TasmiAo ini dilaksanakan dengan keliling ke rumah siswa sedangkan tasmiAo rutin dilaksanakan di masjid. Untuk tasmiAo keliling ke rumah siswa dilaksanakan 1-2 kali dalam satu semester, tergantung kesediaan dari orang sedangkan tasmiAo rutin dilaksanakan satu kali dalam satu semester Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan suasana refreshing bagi siswa serta melatih keberanian mereka dalam memegang mikrofon. Dengan melakukan tasmiAo di lingkungan yang berbeda, siswa dapat merasa lebih nyaman dan percaya diri saat menyetor hafalan. Fun Game Kegiatan fun game dilaksanakan melalui permainan sambung ayat, yang bertujuan untuk menjaga semangat siswa dan mencegah kebosanan. Aktivitas ini dilakukan dengan cara yang menyenangkan, mirip dengan ice breaking, sehingga siswa dapat berinteraksi satu sama lain sambil belajar. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menghafal ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi juga menikmati proses pembelajaran dalam suasana yang ceria. Pengawasan dan Evaluasi Program Guru Al-Qur'an dan wali kelas takhassus memiliki grup tersendiri untuk menyampaikan kendala dan hambatan yang dihadapi. Dalam grup ini, mereka saling memberikan masukan dan semangat untuk meningkatkan proses belajar Selain itu, kolaborasi ini juga memungkinkan mereka untuk berbagi strategi efektif dalam mengatasi masalah yang muncul, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan kualitas pengajaran dan pengafalan Al-Qur'an di kelas takhassus dapat terus meningkat. Sebagai bagian dari upaya pemantauan dan evaluasi, tim Al-Qur'an yayasan sering melakukan monev ke kelas-kelas. Salah satu yang sering melakukan monev adalah Ustadzah Sarmini, yang menerapkan metode Utrujah dengan mendatangi sekolah secara langsung. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan perkembangan siswa dengan melihat hasil pencapaian mereka. Dengan demikian, monev ini menjadi alat penting untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan perhatian dan dukungan yang diperlukan dalam proses pembelajaran mereka. Evaluasi dilaksanakan setiap minggu untuk memastikan perkembangan siswa dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa, sehingga guru dapat Halaman 356 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Manajemen Program Tahfidz Takhassus dalam Meningkatkan Mutu Sekolah di SDIT Al-Hikmah Blitar Hamidatul Afifati Fauziah. Mukhlisah, dan NiAomatus Sholihah memberikan bimbingan yang lebih tepat sasaran. Dengan evaluasi rutin, diharapkan siswa dapat memahami materi dengan lebih baik dan meningkatkan kemampuan mereka secara bertahap. Selain itu, hasil evaluasi juga menjadi dasar bagi guru untuk merancang strategi pengajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. IMPLIKASI PROGRAM TAHFIDZ TAKHASSUS TERHADAP MUTU SEKOLAH Program tahfidz takhassus memiliki implikasi yang signifikan terhadap mutu sekolah, terutama dalam memupuk rasa cinta siswa terhadap Al-Qur'an. Dengan adanya program ini, siswa tidak hanya belajar membaca Al-Qur'an tetapi juga diajarkan untuk mencintainya. Hal ini sejalan dengan visi SDIT AlHikmah Blitar, yang bertujuan menciptakan generasi Qur'ani, mandiri, dan Melalui program tahfidz takhassus, diharapkan akan lahir hafidz dan hafidzah yang tidak hanya menguasai hafalan, tetapi juga memiliki akhlak Salah satu keutamaan bagi siswa penghafal Al-Qur'an adalah kemudahan dalam proses mengingat pelajaran lainnya. Siswa yang telah terbiasa menghafal cenderung lebih cepat dalam menerima materi pelajaran yang diberikan, sehingga mereka dapat meraih nilai yang memuaskan. Hal ini menunjukkan bahwa program takhassus tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif pada prestasi akademik siswa. Selain itu, program tahfidz takhassus juga berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa. Dengan rutin menghafal dan memahami AlQur'an, siswa dilatih untuk disiplin dan memiliki tanggung jawab terhadap proses belajar mereka. Ini sangat penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang Secara keseluruhan, program tahfidz takhassus di SDIT Al-Hikmah Blitar memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan mutu sekolah. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mereka. Dengan demikian, keberadaan program takhassus menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di masa depan. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen program tahfidz takhassus di SDIT Al-Hikmah Blitar telah berjalan dengan baik, dan program ini memberikan implikasi positif terhadap mutu Tahfidz takhassus di SDIT Al-Hikmah Blitar merupakan program menghafal Al-QurAoan dengan intensif untuk siswa kelas 3 keatas. Program tahfidz takhassus dirancang untuk meningkatkan mutu lulusan SDIT Al- Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 357 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Hamidatul Afifati Fauziah. Mukhlisah, dan NiAomatus Sholihah Hikmah Blitar, dengan tujuan agar siswa memiliki kemampuan bacaan yang baik serta hafalan yang berkualitas. Pemilihan wali kelas takhassus dilakukan secara selektif berdasarkan tiga kriteria utama: . kemampuan bacaan Al-Qur'an yang baik. pemahaman yang mendalam terhadap kurikulum tahfidz. komitmen untuk merawat dan membina penghafalan Al-Qur'an. Kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh siswa di kelas takhassus meliputi: . tahsin dan tilawah . tasmi berpasangan. tasmiAo keliling dan tasmiAo rutin. fun game. Monitoring dan evaluasi . dilaksanakan oleh tim Al-Qur'an dari yayasan Al-Hikmah serta Ustadzah Sarmini sebagai penemu metode Utrujah. Sedangkan koordinasi dan evaluasi internal dilakukan setiap minggu untuk memastikan efektivitas program. Dengan pendekatan ini, diharapkan kualitas pendidikan di SDIT Al-Hikmah Blitar dapat terus Program takhassus ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan mutu sekolah. DAFTAR PUSTAKA