Jurnal AgroPet Vol. 14 Nomor 2 Desember 2017 ISSN: 1693-9158 PENGARUH NAUNGAN DAN BERBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L. Oleh: Yulinda Tanari. dan Vera Vita. ABSTRACT The objective of this research is to find out the influence of shield and some planting medium toward the growth and production of lettuce plant. This research uses split plot design with 3 times repetition. The treatment consists of 2 main compartments and 6 sub compartments. The main compartment is a shield that consists of two levels which are N1 . % shiel. and N2 . % shiel. Sub compartment is a growth media this consists of six levels which are M0 . M1 . oil sand 1:. M2 . oil charcoal 1:. M3 . oil chickenrun 1:. M4 (Soil goat stall fertilizer 1:. M5 (Soil cow hause fertilizer 1:. The abserved parameter are temperature and humidity, plant height, leaf number, leaf wide, wet weight of the plant, wet weight of tree, wet weight of root, dry weight of plant, dry weight of tree, and dry weight of root. The research result shows that the combination of 0% shield and planting medium chickenrun fertilizer has significant influence toward all the production component of the plant. Key Words: Chickenrun. Cow Hause Fertilizer and Husk Charcoal PENDAHULUAN Sayur merupakan bahan pangan yang sangat memberi manfaat bagi tubuh, terutama untuk mendukung kebutuhan akan vitamin. Konsumsi sayuran di Indonesia masih sangat rendah, masyarakat Indonesia hanya memakan sayuran 91 gram . per hari per orang. WHO/FAO merekomendasikan setiap orang mengonsumsi buah dan sayuran minimum 400 gram/kap/hari . i luar kentang dan umbi-umbian berpati kg/kap/tahun (WHO, 2003. Ruel et , 2005. Witjaksono, 2. Selada (Lactuca sativa L) hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup tinggi (MasAoud H, 2. Selanjutnya bertambahnya jumlah penduduk Indonesia bertambahnya permintaan akan Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan Secara umum, dalam menentukan media tanam yang tepat, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi,Fakultas Pertanian. Universitas Sintuwu Maroso Mahasiswa Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sintuwu Maroso Maryati dan Murtiani . bahwa komoditas sayuran paling sesuai dikembangkan di lahan dataran Hal ini karena daerah dataran rendah memiliki udara yang panas, dengan tingkat penguapan yang tinggi, sehingga apabila tanaman ini ingin dibudidayakan di daerah dataran rendah maka media harus mampu menahan air agar tidak mudah kering. Daerah yang cocok untuk penanaman selada adalah daerah yang memiliki ketinggian sekitar 500-2. 000 m dpl dan suhu rata-rata 15A-20AC. Tanaman selada juga memerlukan sinar matahari yang cukup . idak banyak awa. dan (Sastradihardja, 2. , akan tetapi, rata-rata suhu di Kabupaten Poso adalah 25o-31oC. Penggunaan merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan Pemberian naungan dapat menurunkan suhu udara dan meningkatkan kelembaban (Yulianti et al. Mengingat pentingnya tanaman selada ini seiring dengan berkembangnya usaha kuliner yang masuk di Poso maka perlu dilakukan naungan dan berbagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman selada. Berdasarkan hal di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi yang tepat antara naungan dan media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi tanaman selada. METODOLOGI PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lanto jaya Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso, pada bulan Desember 2016 sampai Februari Alat dan Bahan Bahan dalam penelitian adalah benih selada hijau varietas grand rapids, polybag ukuran 40 x 30, bak perkecambahan, tanah, pasir, arang sekam, pupuk kandang, waring dan paranet 50%. Alat yang digunakan adalah penggaris, kertas, papan nama, hand sprayer, sekop, ember, timbangan digital, gelas ukur, alat thermometer, dan hydrometer. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi terdiri dari petak utama dan anak Petak Utama adalah naungan yang terdiri atas dua taraf yaitu N1 . anpa naunga. dan N2 (Naungan 50%). Anak Petak adalah jenis media tumbuh yang terdiri atas 6 taraf yaitu M0 (Tana. M1 (Tanah Pasir 1:. M2 (Tanah Arang sekam 1:. M3 (Tanah Pupuk kandang ayam 1:. M4 (Tanah Pupuk kandang kambing 1:. M5 (Tanah Pupuk kandang sapi 1:. Terdapat perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 36 satuan Tiap unit percobaan terdiri atas 3 tanaman sehingga seluruh unit percobaan digunakan 108 tanaman. Data menggunakan sidik ragam kemudian di uji lanjut dengan menggunakan uji DMRT pada taraf 1%. (Gomes and Gomes, 2. Parameter Amatan basah akar, volume akar, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar. HASIL DAN PEMBAHASAN Tinggi Tanaman Kombinasi naungan dan media tanam dapat meningkat tinggi tanaman pada minggu kedua, ketiga, dan keempat pengamatan disajikan pada Tabel 1. Pengamatan meliputi : Suhu dan kelembaban, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun . , bobot basah tanaman, bobot basah tajuk, bobot Tabel 1. Tinggi Tanaman Selada Minggu ke-2, ke-3 dan ke-4 Pada Perlakuan Naungan Dan Berbagai Media Tanam Tinggi Tanaman . Perlakuan 2 MST 3 MST 4 MST Naungan Naungan Tanah tanah pasir Tanah arang sekam Tanah pukan ayam Tanah pukan kambing Tanah pukan sapi Tanah 25 cd 91 de 41 ef 33 de 75 gh 83 def 91 defg 91 fg 25 de 33 bc 75 bc Tanah pasir 08 cd 08 cd 16 cd Tanah arang sekam Tanah pukan ayam 5 de 08 efg Tanah pukan kambing 66 de 33 defg Tanah pukan sapi 08 ab 58 ab Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama berbeda nyata pada uji DMRT 1%. Kombinasi perlakuan yang terbaik pada minggu kedua adalah kombinasi naungan 50% dan tanah arang sekam, sedangkan pada kombinasi naungan 50% dan tanah arang sekam memiliki nilai yang sama dengan kombinasi perlakuan naungan 50% dan tanah pupuk kandang sapi. Diduga perlakuan arang sekam mampu memperbaiki perakaran menjadi lebih baik perkembangan tajuk tanaman, dan penggunaan media pupuk kandang sapi diduga memiliki unsur hara mikro dan makro yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Sedangkan mengakibatkan sinar matahari yang masuk kedalam paranet lebih Tanaman perlakuan naungan 50% memiliki rata-rata tinggi tanaman yang lebih tinggi tetapi menunjukan gejala Menurut Arum . etiolasi dipengaruhi oleh hormon yang ada di dalam tanaman yaitu Di tempat rendah cahaya, auksin akan memacu pertumbuhan batang lebih tinggi namun tanaman menjadi lemah, batang tidak kokoh, daun kecil, dan tumbuhan tampak Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan cahaya matahari. Jumlah Daun Tabel 2 menunjukkan adanya interaksi antara naungan dan media tanam terhadap jumlah daun pada Tabel 2. Jumlah Daun Tanaman Selada Minggu ke-3 dan ke-4 Pada Perlakuan Naungan Dan Berbagai Media Tanam Perlakuan Rata-rata Jumlah daun . 3 MST 4 MST Naungan 0% Tanah 66 bc tanah pasir tanah arang sekam 66 ab 33 ab tanah pukan ayam tanah pukan kambing 16 abc tanah pukan sapi 5 ab 5 ab Naungan 50% Tanah tanah pasir 5 ab tanah arang sekam 66 ab tanah pukan ayam 5 abc tanah pukan kambing 5 abc tanah pukan sapi Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama berbeda nyata pada uji DMRT taraf 1%. Jumlah daun pada minggu ketiga menunjukkan nilai rata-rata jumlah daun yang tinggi pada semua kombinasi perlakuan naungan 50%, berbeda dengan kombinasi naungan 0% dengan tanah dan tanah pasir, sedangkan pada minggu keempat kombinasi naungan 0% dengan tanah pupuk kandang ayam dan tanah arang sekam memiliki nilai yang sama baiknya. Pupuk kandang ayam memiliki unsur hara mikro dan makro yang lebih lengkap dibanding dengan kotoran ternak lainnya. Damanik et. , . menyatakan bahwa kotoran ayam mempunyai nilai hara yang tertinggi karena bagian cair tercampur dengan bagian padat. Pupuk kandang ayam mengandung nitrogen tiga kali lipat lebih banyak dari pupuk kandang Dimana nitrogen merupakan unsur yang paling besar dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan. Tingginya intensitas cahaya pada naungan 0% memungkinkan tanaman dapat melakukan proses Cahaya penting dalam proses fotosintesis, cahaya akan ditangkap oleh klorofil melalui serangkaian reaksi kimia dan Hasil fotosintesis juga struktur tubuh tanaman, sedangkan naungan akan mengurangi intensitas radiasi surya dan berpengaruh kelembaban nisbi. Cahaya dan suhu akan menentukan kegiatan fisiologi, translokasi dan akumulasi asimilat (Gardner, et al, 1. Luas Daun Kombinasi antara naungan dan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun tanaman pada minggu keempat pengamatan disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Luas Daun Tanaman Selada Pada Perlakuan Naungan dan Berbagai Media Tanam Perlakuan Rata-rata Luas daun . Naungan 0% Tanah 97 cd tanah pasir tanah arang sekam 45 abc tanah pukan ayam tanah pukan kambing tanah pukan sapi 79 ab Naungan 50% Tanah 09 cd tanah pasir 11 cd tanah arang sekam 68 bc tanah pukan ayam 25 cd tanah pukan kambing 30 cd tanah pukan sapi 19 bc Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama berbeda sangat nyata pada uji DMRT taraf 1% dengan nilai pembanding Daun selada merupakan bagian utama dari tanaman yang maka luas daun merupakan parameter yang penting untuk diamati. kombinasi perlakuan naungan 0% dan tanah pukan ayam serta kombinasi perlakuan naungan 0% dan tanah pukan sapi memiliki perlakuan yang sama baiknya dalam meningkatkan luas daun tanaman selada. Tanaman selada pada saat memasuki massa panen lebih membutuhkan banyak cahaya matahari untuk pertumbuhan daun dan berfotosintesis, sedangkan pupuk kandang ayam dan sapi dapat memberikan pasokan unsur hara yang cukup bagi tanaman. Luas daun yang semakin cahaya yang diterima daun lebih besar untuk proses-proses fisiologi tanaman Secara fisiologis cahaya langsung melalui fotosintesis dan secara tidak langsung melalui pertumbuhan dan perkembangan tanaman akibat respon metabolik yang langsung (Fitter dan Hay l99. Tanaman yang memiliki luas daun yang besar dapat cahaya secara maksimal sehingga laju fotosintesis optimal (Setyanti. Volume Akar Kombinasi antara naungan dan media tanam member pengaruh terhadap Volume akar pada minggu keempat pengamatan disajikan pada Tabel 4. Mungkin maksudnya, ratarata volume akar dan buklanjuan merupakan hasil uji Tabel 4. Volume Akar Tanaman Selada Pada Perlakuan Naungan dan Berbagai Media Tanam Perlakuan Rata-rata Volume akar . Naungan 0% Tanah 55 cd tanah pasir tanah arang sekam 08 bc tanah pukan ayam tanah pukan kambing 91 bc tanah pukan sapi 33 ab Naungan 50% Tanah 38 cd tanah pasir 38 cd tanah arang sekam 1 bc tanah pukan ayam 66 bcd tanah pukan kambing 31 cd tanah pukan sapi 31 cd Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama berbeda sangat nyata pada uji DMRT taraf 1% dengan nilai pembanding Pukan ayam dan pukan sapi pada naungan 0% menunjukkan nilai yang terbaik dalam meningkatkan volume akar tanaman selada. akar yang besar pada perlakuan ini berkorelasi dengan jumlah dan luas daun pada Tabel 2 dan 3. Harjono . menyatakan bahwa unsur P yang cukup bagi tanaman akan membentuk sistem perakaran yang Peningkatan volume akar tersebut disebabkan oleh semakin banyak jumlah akar. Jumlah akar meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara oleh tanaman (Wigati et al. ,2. Media pukan ayam dan sapi sama-sama memiliki tekstur yang gembur sehingga mempemudah akar dalam menyerap unsur hara yang tersedia seperti unsur N dan P. Penambahan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan kelarutan hara pada tanah. Gardner et al. peningkatan kelarutan hara pada tanah akan meningkatkan difusi unsur hara ke akar yang akan berpengaruh terhadap fotosintesis. Bobot basah tanaman Kombinasi antara naungan dan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap bobot basah tanaman pada minggu keempat pengamatan yang disajikan pada Tabel 5. Produksi Tabel 5 menunjukan naungan 0% dan tanah pukan ayam memberikan hasil yang terbaik pada parameter bobot basah tingginya bobot basah berhubungan dengan luas daun, jumlah dan volume akar yang yang produksi tanaman dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor internal tanaman itu sendiri. cahaya dan hara mencukup dari dapat melakukan proses-proses fisiologi yang penting. Komposisi pupuk kandangan ayam yang kaya akan unsur hara dapat mencukupi kebutuhan tanaman. Kurniawan . menyatakan bahwa berat basah merupakan cerminan dari komposisi hara jaringan tanaman dengan mengikut sertakan airnya, dengan pemberian bahan organik dapat mempertinggi daya penahan air tanah dan mengurangi kelebihan air akibat evaporasi disamping memperbaiki struktur, aerase dan Widowati et al. pupuk kandang ayam menghasilkan produksi tertinggi pada tanaman sayuran selada pada tanah andosol Cisarua dengan takaran optimum A 5 ton/ha dibandingkan dengan pemberian pupuk kandang lainnya. Tabel 5. Bobot Basah Tanaman Selada Pada Perlakuan Naungan dan Berbagai Media Tanam Rata-rata bobot basah tanaman Perlakuan . Naungan 0% Tanah tanah pasir tanah arang sekam 56 bc tanah pukan ayam tanah pukan kambing 33 bcd tanah pukan sapi Naungan 50% Tanah tanah pasir tanah arang sekam 06 bcd tanah pukan ayam tanah pukan kambing tanah pukan sapi 36 cd Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama berbeda sangat nyata pada uji DMRT taraf 1% dengan nilai pembanding tanaman pada minggu keempat. Bobot Kering Tanaman disajikan pada Tabel 6. Kombinasi antara naungan dan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap bobot kering Tabel 6. Bobot Kering Tanaman Selada Pada Perlakuan Naungan dan Berbagai Media Tanam Rata-rata bobot kering Perlakuan tanaman . Naungan 0% Tanah tanah pasir tanah arang sekam tanah pukan ayam tanah pukan kambing 70 cd tanah pukan sapi 24 bc Naungan 50% Tanah tanah pasir tanah arang sekam 81 bcd tanah pukan ayam tanah pukan kambing tanah pukan sapi 61 cd Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama berbeda sangat nyata pada uji DMRT taraf 1% dengan nilai pembanding Tabel kombinasi perlakuan naungan 0% dan tanah pukan ayam memberikan pengaruh pada pengamatan bobot kering tanaman. Menurut Djumali . Bobot kering tanaman karbohidrat yang tersedia bagi pertumbuhan tanaman selama masa hidup tanaman tersebut, adapun karbohidrat yang tersedia untuk pertumbuhan tanaman merupakan sisa hasil fotosintesis yang telah dikurangi dengan laju respirasi. Menurut Salisbury & Ross . bila tumbuhan atau bagian tumbuhan yang baru dipanen, dipanaskan pada suhu 70-800C selama 1 atau 2 hari, maka hampir seluruh airnya menguap bahan yang tertinggal disebut bahan kering. Lebih dari 90% bahan kering tanaman tersisa dari senyawa organik seperti selulosa, pati, lipid dan protein (Marschner 1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa Kombinasi naungan 0% dan pupuk perlakuan yang terbaik dalam meningkatkan produksi tanaman selada di desa Lanto jaya. Kec. Poso Pesisir. Kab Poso DAFTAR PUSTAKA