Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 PENGARUH HARGA. LOKASI. DAN KUALITAS BANGUNAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PERUMAHAN BERSUBSIDI PESONA INDAH BETUNG Hardiansyah1*. Rabin Ibnu Zainal 2. Riri HanifaA. NoprianA hardi7578@gmail. com, rabin@uss. id, ririhanifa@uss. id, noprian@uss. Program Studi Manajemen. Universitas Sumatera Selatan ABSTRACT The house is a basic need in the form of a building that functions as a residence or place to live and a means of gathering a family. Housing is a very important need for society. The products offered by developers to consumers must of course be oriented to consumer needs and consumer satisfaction. Research on the effect of price, location and building quality on customer satisfaction in Pesona Indah Betung housing has been conducted in July 2023. The purpose of this study was to analyze the price, location and quality of buildings in Pesona Indah Betung housing on customer satisfaction. The research method used is Multiple Linear Regression. Methods of data collection using questionnaires, interviews and documentation. The number of respondents was 108 people. The results of this study hypothetically t are price and location have a positive effect on customer satisfaction, while building quality has a negative effect on customer satisfaction. The results of the Multiple Linear Regression test for price and location variables have a positive effect on customer satisfaction, while building quality has a negative effect on customer satisfaction in Pesona Indah Betung housing. Keywords: price, location, building quality, consumer satisfaction, housing PENDAHULUAN Seiring perkembangan zaman yang semakin pesat dan penduduk juga sekarang semakin padat, hal ini mendorong perusahaan bersaing untuk mengelola berbagai macam produk properti yang cepat dan tentunya sangat dibutuhkan oleh semua individu diberbagai kalangan sebagai tempat bernaung dan tinggal contohnya seperti rumah. Rumah merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia sebagai tempat tinggal dan juga sebagai tempat berkumpulnya keluarga. Rumah adalah impian dari semua orang yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri yang nyaman dan layak dihuni. Kebutuhan hidup seseorang terdiri dari kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Rumah . merupakan kebutuhan yang sangat penting karena rumah adalah tempat menetap, singgah, dan dapat berkumpul, serta mempertahankan hidup, tetapi pada kenyataan masih banyak masyarakat yang tidak memiliki rumah atau bahkan masih ada yang mengontrak. Menurut Luthfi . kebutuhan akan rumah hampir tidak pernah berkurang, sehingga mencari rumah untuk tempat tinggal adalah hal yang akan dialami oleh hampir semua keluarga baru, bahkan keluarga yang telah lama menikah namun belum memiliki rumah pun tetap berusaha agar dapat membeli rumah. Sehingga rumah sebagai tempat tinggal sekaligus sebagai sarana investasi yang menguntungkann dan hampir tidak mengalami penyusutan. Hal yang Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 perlu diperhatikan oleh konsumen saat melakukan pembelian rumah yaitu faktor prioritas yang diinginkan oleh konsumen seperti kenyamanan lingkungan perumahan, kemudahan akses jalan yang bagus, ketersedian sarana dan prasarana, kondisi lingkungan fisik dan sosial, lingkungan yang aman dan jauh dari kawasan kebisingan dan aman untuk anak-anak bermain dan tentunya harga dikawasan perumahan. Saat ini banyak calon konsumen yang akan melakukan pembelian rumah mulai mempertimbangkan beberapa faktor, seperti faktor harga, faktor Lokasi, dan faktor kualitas Jika tiga faktor tersebut memenuhi keinginan konsumen Dimana harganya terjangkau oleh konsumen. Lokasi yang dekat dengan sekolah, pusat Kesehatan, pusat perbelanjaan dan fasilitas umumnya lainnya. Jika kualitas bahan bangunan yang digunakan oleh pihak depelover yag memiliki kualitas yang bagus, maka permintaan konsumen akan kebutuhan rumah meningkat dan konsumen merasa puas. Akibatnya, upaya pembangunan perumahan terus berlanjut. Terdapat Research Gap dari setiap variabel, yaitu variabel harga, lokasi dan kualitas bangunan serta variabel kepuasan konsumen yang mana terdapat penelitian yang mendukung atau berpengaruh signifikan dan tidak berpengaruh signifikan yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Dimana menurut Baeningsih . menunjukkan bahwa harga, lokasi dan kualitas bangunan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen pembelian rumah pada PT. Lombok Royal Properti (Studi Kasus pada Perumahan Adhyaksa Residenc. Menurut Puspita . menunjukkan bahwa secara parsial kondisi fisik, fasilitas, lokasi dan harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pemilik rumah di perumahan Permata Indah Sukarame Bandar Lampung. Menurut Iskandarsyah dan Utami . menunjukkan bahwa variabel harga dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan sedangkan lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Menurut Haerulina . menunjukkan bahwa faktor harga, lokasi dan kualitas bangunan berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen membeli rumah di PT. Anugrah Alam Properti. Berdasarkan uraian dan research gap di atas, maka penelitian ini adalah untuk menganalisis harga, lokasi, dan kualitas bangunan terhadap Kepuasan Pelanggan pada perumahan Pesona Indah Betung KAJIAN PUSTAKA Kepuasan Konsumen Menurut Kotler dan Keller . kepuasan konsumen adalah dimana perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul karena membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk . terhadap ekspektasi mereka. Menurut Ramadhani . , menyatakan bahwa dalam menciptakan kepusan konsumen, produk yang ditawarkan sebuah organisasi atau perusahaan harus berkualitas yang mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang dapat menghasilkan manfaat bagi pelanggan. Menurut Kotler dan Amrstrong . mengemukakan bahwa terdapat beberapa indikator yang dapat mengukur kepuasan konsumen, antara lain: . tetap loyal, . membeli produk baru yang ditawarkan, . merekomendasikan produk, . bersedia membayar lebih, . memberi masukan. Harga Menurut Kotler dan Keller . mengemukakan bahwa harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan melalui penjualan. Menurut Marwanto . mengemukakan bahwa harga adalah sesuatu hal yang penting, karena harga sangat Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 berhubungan dengan keputusan seseorang untuk membeli suatu produk, ketika mendengar sebuah produk yang dijual dengan harga murah, pasti para konsumen akan berbondongbondong lari dan berebutan untuk mendapatkan produk tersebut. Itulah sebabnya mengapa harga sangat berperan dalam menentukan keputusan seseorang untuk membeli suatu produk. Menurut Kotler dan Keller . menyatakan bahwa terdapat beberapa indikator harga, antara lain: . Keterjangkuan harga adalah harapan konsumen sebelum mereka melakukan Konsumen akan mencari produk-produk yang harganya dapat terjangkau. Kesesuaian Harga dengan kualitas produk. Untuk produk tertentu, biasanya konsumen tidak keberatan bila harus membeli dengan harga relative mahal asalkan kualitas produknya baik. Namun konsumen lebih menginginkan produk harganya murah dengan kualitas baik. Daya saing harga, perusahaan menetapkan harga jual suatu produk dengan mempertimbangkan harga produk yang dijual oleh pesaingnya agar produknya dapat bersaing dipasar. Kesesuaian harga dengan manfaat Konsumen terkadang mengabaikan harga suatu produk namun lebih mementingkan manfaat dari produk tersebut. Lokasi Menurut Kotler dan Armstrong . menyatakan bahwa lokasi adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan atau dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian produk atau jasa kepada para konsumen dan dimana lokasi yang strategis. Menurut Memah et. , menyatakan bahwa lokasi yang strategis dan akses yang mudah akan mengundang konsumen melakukan pembelian terhadap suatu produk seperti perumahan. Menurut Tjiptono . indikator Lokasi perumahan, yaitu sebagai berikut: . lalu lintas . Tempat parkir . peraturan pemerintah. Kualitas Bangunan Menurut Kotler & Keller . , kualitas produk atau kualitas bangunan adalah kemamapuan suatu barang untuk memberikan hasil atau kinerja yang sesuai bahkan melebihi dari apa yang diinginkan pelanggan. Menurut Lestari dan Hasibuan . kualitas bangunan merupakan karakteristik suatu produk atau jasa yang menunjang kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan konsumen, sehingga semakin baik kualitas bangunan maka minat beli pada konsumen semakin tinggi. Menurut Kotler dan Keller . ada beberapa indikator kualitas produk atau kualitas bangunan, yaitu: . bentuk, dimana bentuk meliputi ukuran atau struktur fisik produk. fitur yang memiliki karakterisik sekunder yang melengkapi fungsi dasar produk. kesesuaian, sejauh mana kesesuaian kinerja dan kualitas produkmemenuhi standar yang telah ditetapkan . daya tahan berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus . keindahan pada produk yang dapat daya tarik produk terhadap panca indera seperti desain dan gaya. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Kerangka Pemikiran Harga Jual (X. Keterjangkuan harga Kesesuaian Harga dengan kualitas produk. Daya saing harga Kesesuaian harga dengan manfaat Lokasi Perumahan (X. Akses Visibilitas. Lalu lintas . Tempat parkir yang luas, nyaman, dan aman Ekspansi Lingkungan. Persaingan. Peraturan pemerintah. Kualitas bangungan (X. Bentuk Fitur Kesesuaian Daya tahan Keindahan Kepuasan Pelanggan (Y) Tetap loyal. Membeli produk baru yang ditawarkan. Merekomendasikan Bersedia membayar Memberi masukan. Gambar 2. 1 Kerangka Konsep Penelitian Hipotesis Penelitian H1 : Harga berpengaruh terhadap kepuasan pembeli Perumahan Pesona Indah Betung. H2 : Lokasi berpengaruh terhadap kepuasan pembeli Perumahan Pesona Indah Betung. H3 : Kualitas Bangunan berpengaruh terhadap kepuasan pembeli Perumahan Pesona Indah Betung. METODE PENELITIAN Unit Pelaksanaan Penelitian Penelitian telah dilaksanakan pada Juli 2023 yang berlokasi di Perumahan Penosa Indah Betung yang beralamat di Jl. Kampung Sawah Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin. Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini jumlah konsumen perumahan Pesona Indah Betung terdapat jumlah populasi yaitu sebanyak 108 orang yang sebagai ukuran populasi diperumahan. Menurut sugiyono . , sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimilik oleh populasi tersebut teknik pengambilan sampel memakai sampling jenuh, yaitu teknik pengambilan sampel keseluruhan, dimana anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu: . Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 (Sugiyono, 2. Dokumentasi biasanya digunakan dilakukan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti internet, buku, majalah dan koran. Metode Analisis Data Analisis Deskriptif Statistik deskiptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana dengan adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum generalisasi (Sugiyono. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk setiap pertanyaan, dan dapat dilihat dari hasil perbandingan antara rhitung dengan rtabel, menggunakan SPSS versi 20. Untuk dapat memperoleh rtabel yaitu dengan df . erajat beba. = n-2 dengan signifikan 5% dan n adalah jumlah sampel. Untuk menguji suatu kuesioner dapat dikatakan valid, jika rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel maka data tersebut valid, jika rhitung lebih kecil dibandingkan dengan rtabel maka data tersebut tidak valid (Ghozali, 2. Jadi untuk mengetahui sebuah data atau pertanyaan tersebur dinyatakan valid, yaitu jika nilai rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel. Uji Reliabilitas Menurut Ghozali . uji reliabitilas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator atau instruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Untuk mengukur reabilitas dengan uji Statistic Cronbach Alpha dengan menggunakan SPSS20. Suatu variabel dikatakan handal atau reliabel jika berikan nilai Cronbach > 0,70 dan dikatakan tidak handal atau reliabel bila nilai Cronbach < 0,70 (Ghozali, 2. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Normalitas adalah jika menyatakan distribusi atau sebaran normal dapat dikatakan data tersebut normal. Statistik uji yang paling sering digunakan untuk menguji asumsi normal dengan menggunakan data residual adalah Kolmogorov-Smirnov normality test. Selain uji dengan uji statistik, pemeriksaan normalitas residual dapat pula dilakukan dengan P-P Plot (Kurniawan, 2. Uji Multikolinearitas Multikolinieritas berarti bahwa terjadi korelasi linier yang erat antar variabel bebas. Statistik uji yang tepat adalah dengan Variance Inflation Factor (VIF). Nilai VIF yang lebih besar dari 10 mengindikasikan adanya multikolinieritas yang serius (Kurniawan, 2. Uji Autokorelasi Adanya autokorelasi pada error mengindikasikan bahwa ada satu atau beberapa faktor . penting yang mempengaruhi variabel terikat Y yang tidak dimasukkan ke dalam model regresi. Autokorelasi sering pula muncul pada kasus dimana data yang digunakan memasukkan unsur waktu . ata time-serie. Statistik uji yang sering dipakai adalah DurbinWatson statistics (DW-statistic. (Kurniawan, 2. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Uji Heteroskedastisitas Salah satu cara yang digunakan untuk melihat adanya kasus heteroskedastisitas dengan memperhatikan plot dari sebaran residual (*ZRESID) dan variabel yang diprediksikan (*ZPRED). Jika sebaran titik-titik dalam plot tidak menunjukkan adanya suatu pola tertentu, maka dapat dikatakan bahwa model terbebas dari asumsi heteroskedastisitas (Gunawan, 2. Analisis Regresi Linear Berganda Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis hubungan kausal beberapa variabel bebas (X) terhadap satu variabel tergantung (Y), yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut (Wisudaningsi et. , 2. yeA = yu yuya ycya yuya ycya yuyc ycyc yeI Dinama: : Kepuasan konsumen yu : Konstanta yu : Koefisien regresi variable bebas ycU1 : Harga ycU2 : Lokasi ycU3 : Kualitas Bangunan : error Uji Hipotesis . Uji hipotesis merupakan dugaan atau pernyataan mengenai satu atau lebih popolasi yang perlu diuji kebenaannya, benar atau tidaknya suatu hipotesis statistik belum dapat diketahui dengan pasti kecuali melakukan pengujian dengan menggunakan populasi (Suharjo, 2. Uji statistik t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau indenpenden secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Uji Hipotesis F Uji F digunakan untuk secara bersama-sama menguji tingkat signifikansi parameter dari variabel terikat, apakah dapat diterima secara statistik dengan membandingkan Ftabel dan Fhitung dengan menggunakan SPSS versi 20. Jika Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel, maka Ho di tolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa varibael X berpengaruh terhadap variabel Y dengan signifikasi 0,05 . %). Sedangkan Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti bahwa variabel X tidak berpengaruh nyata terhadap variabel Y dengan signifikasi 0,05. Uji Koefisien Determinan (R. Koefisien determinasi R2 pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai determinasi adalah nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi-variasi dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel Semakin tinggi R2, maka semakin penting suatu variabel karena dalam penelitian ini terdiri dari beberapa variabel, maka akan digunakan koefisien determinasi untuk mengukur besar sumbangan dari variabel bebas terhadap variabel terikat (Sugiyono, 2. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Hasil analisis deskriptif dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Uji Analisis Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Harga Lokasi Kualitas Bangunan Kepuasan Pelanggan Valid N . Sumber: Data diolah SPSS20 . Dari hasil analisis deskriptif dengan sampel sebanyak 108 responden yang telah dilakukan bahwa nilai minimum dari Harga (X. adalah sebesar 42 sedangkan nilai maksimum yang didapat adalah sebesar 53 dengan rata-rata 46,70 dan standar deviasi 2,735 dari jawaban Nilai minimum Lokasi (X. sebesar 67 sedangkan nilai maksimum adalah sebesar 78 dengan rata-rata 71,65 dan standar deviasi 2,443 dari jawaban responden. Nilai minimum Kualitas Bangunan (X. sebesar 51 sedangkan nilai maksimum sebesar 63 dengan rata-rata 57,85 dan nilai standar deviasi 2,553 dari jawaban responden. Dari hasil diatas dapat dikatakan bahwa secara keseluruhan responden menilai cukup positif dan merespon dengan baik terhadap variabel harga, lokasi dan kualitas bangunan. Berdasarkan hasil tabel 1 didapat bahwa variabel kepuasan konsumen (Y) dengan sampel sebanyak 108 responden, dengan nilai minimum dari kepuasan konsumen (Y) adalah sebesar 54 sedangkan nilai maksimum yang didapat adalah sebesar 67 dengan jumlah rata-rata 62,66 dan standar deviasi 2,317 dari jawaban responden. Dilihat dari nilai rata-rata pada variabel kepuasan konsumen (Y) tersebut, maka didapat bahwa secara keseluruhan responden bersikap positif terhadap kepuasan konsumen. Uji Validitas Hasil dari uji validitas dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Validitas Variabel Item Pertanyaan Sig Keputusan Harga X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. 0,255 0,706 0,499 0,574 0,382 0,533 0,573 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,008 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 Lokasi Kualitas Bangunan Kepuasan Konsumen X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 0,326 0,699 0,853 0,541 0,279 0,285 0,256 0,268 0,230 0,517 0,385 0,451 0,385 0,258 0,481 0,197 0,468 0,353 0,327 0,213 0,261 0,594 0,511 0,661 0,410 0,564 0,407 0,233 0,441 0,573 0,237 0,209 0,291 0,353 0,479 0,566 0,366 0,587 0,529 0,505 0,282 0,339 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,001 0,000 0,000 0,001 0,004 0,003 0,007 0,005 0,017 0,000 0,000 0,000 0,000 0,007 0,000 0,041 0,000 0,000 0,000 0,027 0,006 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,015 0,000 0,000 0,014 0,030 0,002 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,003 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 0,323 0,266 0,237 0,371 0,556 0,425 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,1890 0,016 0,005 0,014 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Pribadi . Dalam penelitian ini rtabel = 0,1890 dan rhitung harus lebih dari atau diatas 0,1890. Dapat dilihat dari hasil yang telah di uji statistik validitas diatas dapat dilihat bahwa variabel dependent dan independent semua butir pertanyaan tersebut valid. Uji Reliabilitas Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut: Variabel Harga Lokasi Kualitas Bangunan Kepuasan Konsumen Sumber: Data Pribadi . Tabel 3 Hasil Uji Reabilitas CronbachAos Alpha 0,746 0,710 0,709 0,722 Keterengan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Dapat dilihat tabel 3 hasil uji statistik reliabilitas bahwa semua variabel dinyatakan Reliabel, karena nilai CronbachAos Alpha berada diatas nilai >0,70. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Dalam penelitian ini, uji normalitas menggunakan P-P Plot dengan kriteria jika titik-titik pada P-P Plot berada garis lurus . aris rata-rata residua. maka dinyatakan bahwa distribusi data tersebut berasal dari populasi distribusi normal. Dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini: Gambar 1 P-P Plot pada Uji Normalitas Sumber: Data Diolah SPSS20 . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Gambar 1 diatas menjelaskan bahwa uji normalitas yang telah dilakukan memiliki nilai distribusi normal karena penyebaran data mengikuti garis-garis residual, karena syarat dalam uji normalitas jika titik-titik sebaran data menyebar disekeliling garis lurus, maka dapat dinyatakan model regresi memenuhi persyaratan normalitas. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test (K-S). Data yang dikatakan normal jika taraf signifikansi 0,05. Dapat dilihat pada tabel 4: Tabel 4 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 0E-7 Mean Normal Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber: Data Diolah SPSS20 . Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig sebesar 0,864, jika dilihat dari hipotesisnya Asymp. Sig lebih besar 0. 05 yang menunjukkan bahwa data tersebut normal. Hal ini menunjukkan bahwa data yang digunakan sebagai bahan penelitian memeliki data yang terdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Hasil dari uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. Harga Lokasi Kualitas Bangunan Std. Error Standardize Coefficients Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF Dependent Variable: Kepuasan Pelanggan Sumber: Data Dioalah SPSS20 . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Berdasarkan tabel 5 diatas hasil uji multikolinearitas nilai tolerance untuk variabel harga (X. yaitu 0,882 atau mendekati 1 dan nilai VIF 1,134, nilai tolerance untuk variabel lokasi (X. yaitu 0,974 atau mendekati 1 dan nilai VIF 1,027, sedangkan nilai tolerance untuk variabel kualitas bangunan (X. yaitu 0,899 atau medekati 1 dan nilai VIF 1. Dimana angka-angka tolerance dan VIF tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas antar variabel Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan tolerance dan VIF model regresi linear berganda layak digunakan. Uji Autokorelasi Cara mudah untuk mengetahui autokorelasi adalah dengan uji Durbin Watson. Dimana hasil uji autokorelasi data dilihat pada tabel 6 sebagai berikut: Tabel 6 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of DurbinSquare the Estimate Watson Predictors: (Constan. Lag_KualitasBangunan. Lag_Lokasi. Lag_Harga Dependent Variable: Lag_KepuasanPelanggan1 Sumber: Data Diolah SPSS20 . Pada tabel 6 diatas dapat dilihat bahwa nilai dari Durbin Watson yang diperoleh aalah 1,989. Hal ini berarti bahwa angka Durbin Watson ini berada pada kisaran angka 1,55 Ae 2,46, sehingga didapat bahwa model regresi linier bergana terbebas dari asumsi autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk mendeteksi adanya varian residual yang tidak konstan dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Gambar 2 Hasil Uji Heteroskedatisitas Sumber: Data Diolah SPSS20 . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Dapat dilihat gambar 2 bahwa penyebaran residual adalah tidak teratur. Hal tersebut dapat dilihat dari plots yang terpencar serta tidak membentuk suatu pola tertentu. Sehingga didapat bahwa regresi linier berganda bebas dari heterokedastitas. Analisis Regresi Linear Sederhana Hasil dari analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel 7 sebagai Tabel 7 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Std. Error Harga Lokasi Kualitas Bangunan (Constan. Unstandardized Coefficients Standardize Coefficient Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF Dependent Variable: Kepuasan Pelanggan Sumber: Data Diolah SPSS20 . Persamaan dari regresi secara umum, yaitu sebagai berikut: yeA = yu yuya ycya yuya ycya yuyc ycyc yeI Y = 46,340 0,169 X1 0,248 X2 - 0,162 X3 e Dari hasil persamaan diatas maka interpretasi dari persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut: Pengaruh Harga (X. terhadap Kepuasan Konsumen pada Perumahan Pesona Indah Betung Dapat dilihat pada tabel 7 menunjukkan bahwa nilai regresi harga yang didapat adalah sebesar 0,169. Yang berarti bahwa jika terjadi penambahan nilai pada harga sebanyak 1, maka nilai tingkat kepuasan konsumen perumahan pesona indah betung akan meningkat sebesar 0,169, dengan asumsi bahwa variabel independent lain bernilai tetap, hal ini menunjukan bahwa variabel harga (X. memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Dalam penelitian ini, peneliti mengamati bahwa responden menilai sejauh mana harga yang diberikan oleh pihak developer yang dapat menentukan tingkat kepuasan konsumen di Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 perumahan pesona indah betung. Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Fahrezi . , menyatakan bahwa variabel harga memiliki kaitan terhadap kepuasan pelanggan, karena harga merupakan sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa dari jumlah yang ditukar oleh konsumen atas manfaat-manfaat yang diperoleh terhadap kepuasan konsumen. Pengaruh Lokasi (X. terhadap Kepuasan Konsumen pada perumahan Pesona Indah Betung Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa nilai regresi yang didapat adalah sebesar 0,248. Yang artinya jika terjadi penambahan nilai pada harga sebanyak 1, maka nilai tingkat kepuasan konsumen perumahan pesona indah betung akan meningkat sebesar 0,248, dengan asumsi bahwa variabel independent lain bernilai tetap, hal ini menunjukan bahwa variabel lokasi (X. memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Dari hasil diatas dapat dijelaskan bahwa lokasi berpengaruh positif dikarenakan untuk menuju lokasi pesona indah betung menempuh jarak 200 meter dari jalan lintas. Hal ini sejalan dengan penelitian Hidayah . , lokasi merupakan suatu yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen, karena dengan lokasi yang bagus akan mempermudah konsumen dalam beraktifitas sehari-hari. Walaupun demikian pihak developer melakukan hal yang terbaik untuk akses jalan masuk menuju perumahan pesona indah betung dengan cara mengecor jalan untuk mempermudah para konsumen dan membuat konsumen puas atas jalan yang sudah dibangun oleh pihak developer. Pengaruh Kualitas Bangunan (X. terhadap Kepuasan Konsumen pada Perumahan Pesona Indah Betung Dapat dilihat pada tabel 7 menunjukkan bahwa nilai regresi harga yang didapat adalah sebesar -0,162. Yang berarti bahwa jika terjadi penambahan nilai pada harga sebanyak 1, maka nilai tingkat kepuasan konsumen perumahan pesona indah betung akan meningkat sebesar 0,162, dengan asumsi bahwa variabel independent lain bernilai tetap, hal ini menunjukan bahwa variabel kualitas bangunan (X. memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan Berdasarkan hasil diatas dapat dijelaskan bahwa kualitas bangunan memiliki pengaruh negatif, dalam hal ini kemungkinan kurangnya perhatian developer terhadap bahan bangunan yang digunakan serta kurangnya pengawasan terhadap para pekerja lapangan atau oknum tukang yang bekerja tidak sesuai SOP. Oleh karna itu pihak developer harus lebih memperhatikan kualitas serta bahan bangunan yang digunakan agar kosumen merasa puas terhadap perumahan pesona indah betung. Kualitas bangunan sangat penting bagi konsumen saat melakukan survei, dimana rumah diharapkan dapat memberikan kenyaman dan tempat berkumpulnya keluarga bagi penghuni serta memiliki daya tahan terhadap cuaca dalam jangka waktu yang lama. Uji Hipotesis . Adapun hipotesis dari uji t adalah apabila thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel, maka Ha diterima dapat dikatakan berpengaruh. Sedangkan thitung lebih kecil dibandingkan dengan ttabel, maka Ha ditolak dapat dikatakan tidak berpengaruh. Hasil uji t dapat dilihat tabel 8 sebagai berikut: Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 Model ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Tabel 8 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardize Coefficients Sig. Collinearity Statistics Coefficient Std. Beta Tolerance VIF Error (Constan. Harga Lokasi Kualitas Bangunan Dependent Variable: Kepuasan Pelanggan Sumber: Data Diolah SPSS20 . Tabel 8 diatas, selanjutnya peneliti melakukan pengujian hipotesis secara parsial pada penelitian ini sebagai berikut: Menguji signifikansi koefisien variabel harga (X. Dari analisis pada tabel 8 menunjukkan bahwa nilai harga (X. pada thitung = 2. 078 lebih besar dibandingkan dengan ttabel = 1,9830 dengan signifikan 0,040, dimana signifikan dalam penelitian ini yang ditetapkan adalah 0,05 . %). Maka hipotesis dari uji t ini adalah Ha diterima karena signifikan, yang berarti harga (X. berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini diperkuat oleh Sugianto dan Ginting . , dalam penelitiannya mengemukakan bahwa pentingnya penetapan harga perumahan yang dapat dilihat dari variasi harga rumah berdasarkan luas tanah dan bangunannya sehingga konsumen dapat memilih dan menyesuaikan pada tingkat harga mana yang kesanggupannya. Menguji signifikansi koefisien variabel lokasi (X. Dari tabel 8 menunjukkan bahwa nilai lokasi (X. pada thitung = 2. 854 lebih besar dibandingkan dengan ttabel = 1,9830 dengan signifikan 0,005, dimana signifikan dalam penelitian ini yang ditetapkan adalah 0,05 . %). Maka hipotesis dari uji t ini adalah Ha diterima karena signifikan, yang berarti lokasi (X. berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Karena lokasi yang strategis dan akses yang mudah membuat konsumen puas dan konsumen akan mengundang kerabat mereka untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk dalam hal ini perumahan (Memah, 2. Oleh karena itu, semakin baik strategis lokasi maka tingkat kepuasan konsumen semakin meningkat. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 . Menguji signifikansi koefisien variabel kualitas bangunan (X. Dari hasil penelitian pada tabel 8 menunjukkan bahwa nilai kualitas bangunan (X. pada thitung = -1,869, lebih kecil dibandingkan dengan ttabel = 1,9830 dengan signifikan 0,064, dimana signifikan dalam penelitian ini yang ditetapkan adalah 0,05 . %). Maka hipotesis dari uji t ini adalah Ha ditolak karena tidak signifikan, yang berarti kualitas bangunan (X. berpengaruh negatif terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini sejalan dengan penelitian Baeningsih . , kualitas bangunan dengan kepuasan konsumen variabel kualitas bangunan tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan para konsumen tidak terlalu mementingkan kualitas bangunan. Karena unit rumah yang mereka beli merupakan Rumah Subsidi Sederhana sehingga tidak terlalu berekspetasi tinggi terhadap kualitas bangunan. Alasan yang paling dominan mereka membeli unit perumahan dipesona indah betung adalah Lokasi yang strategis ditengah kota, akses yang mudah dekat fasilitas umum baik sekolah, perkantoran maupun pasar. Kemudian dari segi harga, uang muka atau DP yang dipatok rendah, sehingga konsumen merasa diringankan. serta dalam mengurus berkas-berkas untuk mengajukan pembiayaan perbankan dipermudah dengan dibantu oleh tim pemasaran sehingga kualitas bangunan tidak terlalu diperhitungkan. Uji Hipotesis F Hasil dari uji F dapat dilihat pada tabel 9 sebagai berikut: Tabel 9 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Kepuasan Pelanggan Predictors: (Constan. Kualitas Bangunan. Lokasi. Harga Sumber: Data Diolah SPSS20 . Dari analisis uji F diperoleh bahwa nilai Fhitung = 6,145 lebih besar dibandingkan dengan Ftabel = 2,692 dengan signifikansi 0,001. Maka hipotesis dari uji F ini adalah Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa faktor harga, lokasi dan kualitas bangunan berpengaruh sangat nyata terhadap kepuasan konsumen perumahan pesona indah betung. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Uji Koefisien Determinan (R. Pengujian terhadap koefisien determinasi R2 dalam penelitian ini, pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Semakin mendekati nilai 1 atau 100% maka semakin besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Untuk mengetahui determinasi variabel yang teliti dapat dilihat pada tabel 10 sebagai berikut: Tabel 10 Hasil Uji Koefisien Determinan (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of DurbinSquare the Estimate Watson Predictors: (Constan. Lag_KualitasBangunan. Lag_Lokasi. Lag_Harga Dependent Variable: Lag_KepuasanPelanggan1 Sumber: Data Diolah SPSS20 . Berdasarkan tabel 10 diatas menunjukkan bahwa nilai korelasi antara Kepuasan konsumen dengan tiga variabel independent lainnya secara umum (R) sebesar 0,789. Sedangkan nilai Adjusted R Square = 0,611 atau 61,1% yang berarti menunjukkan variabel harga. Lokasi dan kualitas bangunan terhadap kepuasan konsumen perumahan pesona indah betung tergolong katagori sedang yaitu sebesar 61,1%, sedangkan sisanya 38,9% kemungkinan besar dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap para konsumen di perumahan pesona indah betung dapat disimpulkan bahwa variabel harga, lokasi dan kualitas bangunan dinyatakan valid dan reliabel. Pada uji asumsi klasik dimana uji normalitas data dinyatakan normal, uji multikolinearitas tidak terdapat pada model persamaan regresi, uji autokorelasi dapat dinyatakan bebas dari autokorelasi dan uji heterokedatisitas dapat dinyatakan bahwa regresi linear berganda bebas dari heterokedastitas. Pada uji regresi linear berganda variabel harga dan lokasi berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Sedangkan kualitas bangunan berpengaruh negatif terhadap kepuasan konsumen. Pada uji hipotesis t untuk variabel harga dan lokasi hasil yang didapat yaitu berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan konsumen, sedangkan kualitas bangunan hasil yang didapat yaitu tidak berpengaruh negatif terhadap kepuasan konsumen. Pada uji F variabel harga, lokasi dan kualitas bangunan berpengaruh sangat nyata terhadap kepuasan konsumen. Dapat dilihat dari penelitian bahwa variabel lokasi merupakan variabel yang mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap kepuasan konsumen pada Perumahan Pesona Indah Betung. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 DAFTAR PUSTAKA