Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pendampingan Manajemen Budidaya Kambing Biri-Biri Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Desa Bakaran Batu. Kecamatan Batang Kuis. Kabupaten Deli Serdang Muhammad Amran. Fuad Hasan. Ade Trisna. Rico Ismail. Asmaul Husna. Haryadi. Anwar. Program Studi Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara Program Studi Peternakan. Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan. Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Loka Pengujian Standar Instrumen Ruminansia Kecil. Sei Putih E-mail: muhammadamran@usu. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam menerapkan manajemen budidaya kambing biri-biri secara optimal sebagai strategi penguatan ketahanan pangan lokal di Desa Bakaran Batu. Kecamatan Batang Kuis. Kabupaten Deli Serdang. Permasalahan yang dihadapi masyarakat mitra antara lain rendahnya pengetahuan teknis budidaya, belum optimalnya sistem pakan, serta minimnya upaya pencegahan penyakit ternak. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pelatihan teknis, demonstrasi lapang, dan evaluasi rutin terhadap aspek manajemen kandang, pakan, dan kesehatan ternak. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan signifikan dalam praktik manajemen budidaya. Pada aspek manajemen kandang, peternak mulai menerapkan sanitasi rutin, desain kandang berlantai panggung, dan ventilasi yang baik. Di bidang manajemen pakan, peternak mampu memanfaatkan limbah pertanian setempat untuk pembuatan pakan fermentasi, sehingga menurunkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan. Pada aspek kesehatan ternak, peternak mulai memahami pentingnya vaksinasi, pemberian obat cacing berkala, serta penerapan biosekuriti dasar untuk mencegah penyakit menular. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi manajemen budidaya berbasis edukasi dan pemberdayaan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga dan komunitas. Dengan demikian, model pendampingan ini berpotensi direplikasi di wilayah pedesaan lainnya dengan karakteristik serupa. Kata kunci: kambing biri-biri, manajemen budidaya, ketahanan pangan, pendampingan, pakan fermentasi, kesehatan ternak Abstract This community service activity aims to increase the capacity of farmers in implementing optimal management of biri-biri goat farming as a strategy to strengthen local food security in Bakaran Batu Village. Batang Kuis District. Deli Serdang Regency. Problems faced by partner communities include low technical knowledge of cultivation, not optimal feed systems, and minimal efforts to prevent livestock diseases. Assistance is carried out through a participatory approach involving technical training, field demonstrations, and regular evaluations of aspects of cage management, feed, and animal The results showed significant improvements in farm management practices. In the aspect of cage management, farmers began to apply routine sanitation, stage-floored cage design, and good In feed management, farmers were able to utilize local agricultural waste to make fermented feed, thereby reducing production costs and improving feeding efficiency. In terms of animal health, farmers began to understand the importance of vaccination, periodic deworming, and the application of basic biosecurity to prevent infectious diseases. This activity proves that cultivation management interventions based on education and empowerment can significantly contribute to household and community food security. Thus, this mentoring model has the potential to be replicated in other rural areas with similar characteristics. Keywords: sheep goat, farming management, food security, mentoring, fermented feed, livestock health Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Ketersediaan pangan merupakan komponen utama dalam membangun ketahanan pangan nasional. Ketahanan masyarakat memiliki akses fisik, sosial, dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, bergizi, dan aman untuk kebutuhan hidup sehat. Dalam konteks Indonesia, ketahanan pangan tidak hanya ditopang oleh sektor pertanian, tetapi juga sangat bergantung pada khususnya peternakan rakyat berskala Peternakan kambing biri-biri terutama di wilayah pedesaan. Kambing biri-biri dikenal adaptif terhadap lingkungan tropis, memiliki siklus reproduksi yang relatif cepat, dan mampu mengonsumsi berbagai jenis pakan lokal, termasuk limbah pertanian (Khasanah et al. , 2. Selain itu, produk utama berupa daging dan produk sampingan seperti kulit memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar lokal dan nasional. Desa Bakaran Batu. Kecamatan Batang Kuis. Kabupaten Deli Serdang, sebagian masyarakat telah memelihara kambing biri-biri sebagai usaha sampingan. Namun, kegiatan beternak tersebut belum dikelola secara optimal, baik dari sisi manajemen budidaya, manajemen pakan, maupun manajemen kesehatan Kondisi ini mengakibatkan produktivitas ternak rendah dan belum maksimal terhadap ketahanan pangan keluarga maupun desa. Permasalahan utama yang dihadapi peternak di desa ini antara lain adalah rendahnya pengetahuan teknis tentang sistem pemeliharaan ternak yang baik, terbatasnya akses terhadap teknologi pakan alternatif, serta minimnya upaya Vol. 9 No. Mei 2025 preventif dalam pengendalian penyakit. Hal ini sejalan dengan temuan Wahyuni et al. , yang menyatakan bahwa kelemahan utama peternakan rakyat terletak pada rendahnya penerapan prinsip manajemen dan teknologi tepat Kambing biri-biri hewan ruminansia kecil memiliki keunggulan dalam konversi pakan menjadi daging dan cepat berkembang Namun, pemeliharaan sangat dipengaruhi oleh sistem manajemen yang diterapkan. Manajemen mengakibatkan pertumbuhan lambat, konversi pakan yang rendah, dan tingginya angka mortalitas ternak muda. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas peternak dalam hal manajemen budidaya menjadi suatu kebutuhan yang Pendampingan berbasis pengabdian kepada masyarakat menjadi sarana efektif dalam menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan Melalui pendekatan partisipatif, peternak dapat memperoleh pengetahuan langsung pembuatan pakan fermentasi, hingga penanganan penyakit secara tepat (Fadliana et al. , 2. Pendampingan ini tidak hanya memberikan solusi praktis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif peternak terhadap pentingnya sistem peternakan yang Salah satu intervensi yang manajemen pakan, yaitu pengenalan dan pelatihan pembuatan pakan fermentasi berbasis limbah pertanian Hal ini sejalan dengan rekomendasi Bunyamin et al. yang menyatakan bahwa fermentasi pakan dapat meningkatkan kecernaan, memperpanjang masa simpan, serta Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Penggunaan pakan fermentasi juga merupakan bentuk adaptasi terhadap tantangan ketersediaan pakan di musim Selain manajemen pakan, manajemen kesehatan ternak juga menjadi fokus penting. Penyakit ternak yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kerugian besar, baik dari sisi ekonomi maupun produktivitas. Pemberian edukasi tentang sanitasi kandang, vaksinasi, dan pengendalian parasit terbukti dapat meningkatkan ketahanan sistem peternakan rakyat (Qisthon et al. , 2. Pendampingan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran preventif dan respons cepat terhadap indikasi penyakit. Secara sosial-ekonomi, penguatan kapasitas peternak dapat mendorong peningkatan pendapatan keluarga dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Studi oleh Untari et al. menunjukkan bahwa kelompok ternak yang mendapat pendampingan mampu meningkatkan nilai tambah usahanya secara signifikan dibanding kelompok yang tidak Ini menunjukkan pentingnya keberlanjutan program pendampingan sebagai bagian dari strategi pembangunan pedesaan. Penerapan sistem manajemen budidaya yang lebih baik diharapkan tidak hanya berdampak pada skala individu, tetapi juga pada tingkat komunitas desa. Melalui pendekatan kelompok, kegiatan ini juga membangun solidaritas dan jaringan kerja antarpeternak yang dapat memperkuat kelembagaan ekonomi di Hal ini sejalan dengan konsep masyarakat lokal secara kolektif (Kusnadi, 2. Kegiatan pengabdian ini juga relevan dengan program ketahanan pangan nasional dan pembangunan (SDG. Vol. 9 No. Mei 2025 tujuan nomor 2 (Zero Hunge. dan nomor 8 (Decent Work and Economic Growt. Oleh karena itu, intervensi pada sistem peternakan skala kecil seperti kambing biri-biri bukan hanya strategi ketahanan pangan lokal, tetapi juga bagian dari agenda pembangunan Dengan mempertimbangkan berbagai aspek di atas, maka kegiatan pengabdian ini pendampingan manajemen budidaya kambing biri-biri secara menyeluruh. Harapannya, pendampingan ini mampu ketahanan pangan Desa Bakaran Batu secara nyata dan berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Waktu da Tempat Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember Lokasi kegiatan berada di desa Bakaran Batu. Kecamatan Batang Kuis. Kabupaten deli Serdang, sumatera Utara. Sasaran Kegiatan Sasaran masyarakat Desa Bakaran Batu, khususnya kelompok peternak dan warga yang berminat mengembangkan usaha budidaya kambing dan biri-biri. Peserta berjumlah kurang lebih 30 orang yang terdiri dari peternak aktif, petani, dan ibu rumah tangga. Materi Pendampingan Materi berdasarkan kebutuhan dan kodisi lapangan, yaitu: Manajemen Budidaya Kambing Biri-Biri Manajemen Pakan Kambing BiriBiri Manajemen Kesehatan Kambing Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Biri-Biri File setiap materi sudah diberikan kepada kelompok ternak baik Hard copy maupun soft Copy sebelum penyampain materi sehingga peternak memiliki HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Pelaksanaan Pengabdian menggunakan kombinasi beberapa metode, yaitu: Penyuluhan/Pemaparan Materi Kegiatan penyampaian materi dalam bentuk ceramah interaktif menggunakan media audiovisual . lide presentasi, video singkat, dan poster edukas. Setiap sesi diikuti dengan diskusi terbuka untuk memastikan pemahaman peserta. Aspek Evaluasi Pendampingan Sebelum Sesudah Manajemen Budidaya Manajemen Pakan Belum Terarah Belum Adanya Fermentasi Belum Peninjauan Lapangan Peserta secara langsung dapat berinteraksi dengan pemateri dilapangan mengenai kendala yang dihadapi mengenai manajemen pemeliharaan, manajemen pakan dan manajemen Kesehatan kambing biri-biri. Pendampingan dan Monitoring Setelah pelatihan, tim pengabdian melakukan kunjungan lapangan secara berkala untuk memantau perkembangan peserta dalam mengimplementasikan manajemen yang telah disampaikan. Evaluasi Evaluasi menilai adanya perbaikan manajemen setelah adanya pendampingan oleh Instrumen Evaluasi Instrument berupa pengamatan langsung dilapangan atau peninjauan observasi manajemen budidaya kambing biri-biri Hasil Kegiatan Evaluasi Manajemen Kambing BiriBiri Tabel 1. Data Evaluasi Manajemen Manajemen Kesehatan Terarah Indikator Keberhas Adanya Fermentasi Sudah Pembahasan . Keberhasilan Manajemen Budidaya Pendampingan dalam aspek manajemen budidaya kambing biri-biri di Desa Bakaran Batu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas peternakan Sebelum dilaksanakan, sebagian besar peternak hanya mengandalkan pengetahuan turun-temurun tanpa mengikuti prinsipprinsip teknis pemeliharaan yang benar. Hal ini berdampak pada rendahnya angka kelahiran, tingginya mortalitas Kegiatan pendampingan dimulai dengan pelatihan dasar mengenai prinsip budidaya kambing biri-biri yang meliputi pemilihan bibit unggul, perencanaan reproduksi, sistem pemeliharaan, dan pencatatan ternak. Setelah penerapan sistem pencatatan, peternak mulai mampu memantau performa masingmasing individu ternak, seperti bobot badan, umur, dan status reproduksi. Keberadaan pencatatan ini menjadi kunci dalam pengambilan keputusan manajerial, termasuk seleksi indukan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dan waktu ideal untuk perkawinan (Amalia et la. , 2. Peningkatan kapasitas peternak juga tampak dari adopsi sistem pemeliharaan semiintensif yang lebih terstruktur. Kandang ternak yang sebelumnya sederhana kini dimodifikasi dengan perbaikan sirkulasi udara, pencahayaan, dan kebersihan Modifikasi ini memberikan kenyamanan bagi ternak dan secara signifikan menurunkan stres fisiologis. Menurut Karstan dan Tobelo . , kualitas kandang yang baik berpengaruh terhadap kestabilan suhu tubuh dan perilaku makan ternak, yang pada akhirnya meningkatkan konversi pakan menjadi daging. Dari sisi efisiensi, setelah penerapan manajemen budidaya yang lebih sistematis, rata-rata kelahiran per induk meningkat dari 1,3 menjadi 1,7 ekor per tahun. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup anak meningkat dari Data keberhasilan reproduksi dan perawatan anakan, yang merupakan indikator langsung dari keberhasilan sistem budidaya yang diterapkan (Baihaqi et al. Salah satu aspek penting dalam manajemen budidaya yang juga ditingkatkan melalui pendampingan adalah biosekuriti. Para peternak mulai memahami pentingnya pembatasan akses kandang, penggunaan alas kaki khusus, serta karantina ternak baru. Upaya ini terbukti efektif dalam mencegah penularan penyakit menular dan menjaga kesehatan populasi ternak. Secara pendampingan manajemen budidaya ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan peternak. Budidaya tidak lagi dianggap sebagai aktivitas sambilan, memerlukan perencanaan, evaluasi, dan Hal ini selaras dengan pendapat Vol. 9 No. Mei 2025 Sugiarto et al. , bahwa pendekatan pengetahuan dan teknologi adalah kunci transformasi peternakan rakyat menuju skala ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan Manajemen Pakan Pendampingan pakan fermentasi yang dilakukan di Desa Bakaran Batu berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam menyediakan pakan yang berkualitas, stabil, dan berkelanjutan bagi ternak kambing biri-biri. Sebelum adanya kegiatan ini, peternak hanya mengandalkan hijauan segar seadanya dari pekarangan dan lahan sekitar, tanpa mempertimbangkan kandungan nutrisi atau keberlanjutan pasokan. Hal ini menyebabkan fluktuasi produktivitas ternak, terutama saat musim kemarau. Melalui pelatihan langsung dan diperkenalkan pada metode pembuatan pakan fermentasi berbasis bahan lokal seperti daun lamtoro, jerami padi, gedebog pisang, dedak halus, dan Pakan menggunakan prinsip ensilase untuk meningkatkan daya cerna dan nilai Proses ini juga memperpanjang masa simpan pakan dan mencegah Menurut Junaidi dan Winarno . , fermentasi pakan berperan penting dalam menjaga ketersediaan nutrisi secara konsisten dan meningkatkan efisiensi pemeliharaan Setelah pendampingan, terjadi peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi pakan fermentasi oleh kelompok peternak. Rata-rata setiap peternak mampu memproduksi 50Ae100 kg pakan fermentasi per minggu, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan minimal 5Ae10 ekor kambing. Pakan kombinasi dengan hijauan segar untuk Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mempertahankan keseimbangan serat kasar dan protein. Peternak juga dilatih berdasarkan bobot hidup dan fase fisiologis ternak. Manfaat nyata dari penerapan pakan fermentasi tampak pada peningkatan bobot badan harian kambing biri-biri. Dalam waktu 60 hari pemberian pakan fermentasi, terjadi peningkatan bobot harian rata-rata sebesar 80Ae120 gram per ekor per hari. Selain itu, kondisi tubuh ternak . ody condition scor. meningkat, dan bulu ternak tampak lebih sehat dan Hal ini menunjukkan bahwa berdampak langsung terhadap performa ternak (Tahuk dan Bira, 2. Peternak juga menyadari bahwa pakan fermentasi membantu menekan biaya pakan secara signifikan. Dengan memanfaatkan limbah pertanian lokal, biaya operasional berkurang hingga 30% dibandingkan dengan penggunaan pakan Menurut Khairi et al. penggunaan pakan fermentasi berbasis limbah pertanian tidak hanya ekonomis, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengurangan limbah organik desa. Aspek higienitas dan manajemen penyimpanan pakan juga Peternak menyimpan pakan fermentasi dalam wadah tertutup, menggunakan kantong plastik atau drum kedap udara, serta menjaga suhu dan kelembapan agar proses ensilase berjalan optimal. Mereka juga mulai memahami indikator pakan fermentasi yang baik, seperti aroma asam segar, tekstur lembut, dan tidak berjamur. Keberhasilan Manajemen Kesehatan Ternak Sebelum dilakukan, sebagian besar peternak di Desa Bakaran Batu belum memahami pentingnya manajemen kesehatan ternak Vol. 9 No. Mei 2025 Penanganan penyakit umumnya dilakukan secara reaktif, bukan preventif, dan masih didasarkan pada pengalaman turuntemurun. Melalui kegiatan pengabdian, peternak diberikan pelatihan tentang identifikasi gejala penyakit umum pada kambing biri-biri, pencegahan penyakit menular, sanitasi kandang, serta penggunaan obat-obatan dan vaksinasi secara tepat (Widiarti et al. , 2. Salah satu capaian utama dalam pendampingan ini adalah peningkatan kesadaran Peternak mulai menerapkan rutinitas kebersihan kandang, seperti pembersihan harian, desinfeksi berkala, serta pengelolaan limbah kotoran secara terpisah dari area pakan dan air minum. Mereka juga memahami pentingnya pemisahan ternak sakit dan karantina bagi ternak baru yang masuk. Menurut Ariestantya et al. , praktik biosekuriti yang konsisten merupakan langkah awal yang sangat efektif dalam mencegah wabah penyakit. Selain itu, program vaksinasi dan pemberian obat cacing secara berkala mulai diterapkan. Peternak dilatih mengenali siklus pengobatan antiparasit dan waktu ideal vaksinasi, terutama terhadap penyakit-penyakit yang umum enterotoxemia dan orf. Setelah program ini berjalan, kasus diare dan penurunan nafsu makan akibat infestasi cacing gastrointestinal menurun signifikan. Studi oleh Syaiful at al. menegaskan bahwa program deworming dan vaksinasi rutin berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas Peningkatan kesehatan ini juga berdampak pada penurunan angka kematian ternak anakan . id mortality rat. Sebelum pendampingan, angka kematian anak kambing bisa mencapai 30% dalam tiga bulan pertama kelahiran. Setelah pendampingan, angka ini turun menjadi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) di bawah 10%, karena peternak mulai mampu menangani kasus kelahiran dengan lebih baik dan memisahkan anakan dari sumber penyakit. Selain itu, penguatan imunitas melalui pemberian kolostrum secara tepat waktu juga menjadi pengetahuan baru yang langsung diterapkan. Secara umum, hasil pendampingan menunjukkan bahwa peternak kini lebih proaktif dalam menjaga kesehatan ternaknya. Mereka mulai mencatat kejadian penyakit, melakukan konsultasi ke tenaga kesehatan hewan, serta menyimpan stok P3K ternak secara mandiri. Transformasi perilaku ini mencerminkan keberhasilan meningkatkan ketahanan kesehatan penurunan angka kematian anakan, serta bertambahnya pendapatan peternak. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis edukasi dan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan desa. SARAN Keberlanjutan Program: Diperlukan pendampingan, baik oleh perguruan tinggi, pemerintah daerah, maupun lembaga terkait lainnya, agar transformasi pengetahuan dapat semakin mengakar dan menjadi Pembentukan Kelembagaan Peternak: Disarankan agar peternak membentuk kelompok atau koperasi kelembagaan ekonomi, memperluas mempermudah penyebaran inovasi teknologi peternakan. KESIMPULAN Kegiatan Vol. 9 No. Mei 2025 masyarakat yang dilaksanakan di Desa Bakaran Batu meningkatkan kapasitas peternak dalam aspek manajemen budidaya kambing biri-biri secara menyeluruh. Melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pendampingan teknis, dan evaluasi berkelanjutan, peternak mengalami manajemen kandang, pakan, dan Pada manajemen kandang, peternak mulai menerapkan standar kebersihan dan kenyamanan kandang seperti sistem lantai panggung dan ventilasi yang baik. Pada manajemen pakan, penggunaan limbah pertanian lokal yang difermentasi terbukti menurunkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi Di sisi kesehatan ternak, terjadi peningkatan pemahaman dan praktik preventif seperti vaksinasi, pemberian obat cacing secara berkala, serta Peningkatan kemampuan ini berdampak nyata terhadap produktivitas ternak. REFERENSI