Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 2 No 1 Juli 2018, 9-16 Available online at: http://e-jurnal. org/index. php/JSMI Jurnal Sistem dan Manajemen Industri ISSN (Prin. 2580-2887 ISSN (Onlin. 2580-2895 Perancangan Mesin Bending untuk Menurunkan Reject Mechanical Packing Kapasitor Benedikta Anna Haulian Siboro*. Vera Methalina Afma. Ardi Pratama Widyadana Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Riau Kepulauan Jl. Batu Aji Baru No. 99 Batam. Kepulauan Riau 29425 Indonesia ARTICLE INFORMATION A B S T R A K Article history: Dalam upaya peningkatan produktivitas kerja diperlukan kesinergisan dan keseimbangan semua komponen dalam sistem kerja. Pencapaian produktivitas kerja melalui aktivitas berkelanjutan dilakukan pada salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi kapasitor. Pada proses packing dilakukan dengan cara manual menggunakan alat bantu bending yang menyebabkan kelelahan dengan persentase 90-95 % lelah pada kaki kanan dan tangan kanan, dengan rata-rata reject yang terjadi sebesar 14% dan hanya memenuhi 66% target output. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat rancangan mesin bending untuk meningkatkan kapasitas proses packing , sehingga diharapkan dapat menurunkan reject mechanical dan secara tidak langsung menurunkan beban kerja pekerja. Perancangan mesin bending dilakukan pengujian statistik industri uji T . aired T-tes. terhadap reject mechanical dengan membuat sistem mesin secara semi otomatis dengan motor dan kontrol mesin pada desain meja mesin menggunakan tinggi rata-rata duduk operator bertujuan agar waktu baku semakin cepat, beban kerja manusia berdasarkan sistem manusia mesin dapat menurun. Hasil dari perancangan mesin bending menunjukan bahwa waktu baku sesudah perancangan naik dari 1,52 detik menjadi 1,02 detik sehingga output rata-rata naik dari 16578 kapasitor menjadi 24705 kapasitor. Reject mechanical turun signifikan dari total rata-rata 2210 kapasitor menjadi total rata-rata 446 kapasitor dan beban kerja manusia dalam penelitian ini menurun dari 25,29 menit menjadi 6,23 menit sehingga target output dapat Received: December 18, 2017 Revised: June 22, 2018 Accepted: July 1, 2018 Kata Kunci: Sistem Manusia Mesin Waktu Baku Uji T One-Way (Paired T-tes. A B S T R A C T Keywords: Man Machine System One-Way T test (Paired T-tes. Standard Time *Corresponding Author Benedikta Anna Haulian Siboro E-mail: b. anna79@gmail. Siboro. Afma, dan Widyadana In order to increase productivity required synergizing and balancing all components in the work system. The achievement of labor productivity through activity sustainable done at one manufacturing companies who produce capacitor. In the packing process is done manually using bending tools that cause fatigue 90-95% tired on the right foot and right hand, with the average reject 14% and only meet 66% output target. The purpose of this research is make a bending machine to increase the capacity process of packing, so it expected to decrease reject mechanical and indirectly decrease the work load operator. The design of the bending machine is done by testing the T-test statistic . aired T-tes. against the mechanical reject by making the machine system semi-automatic with motor and engine control on the machine table design using the average height of the operator seat with the aim that the standard time can be faster. The human workload based on the man machine system may decrease. The result of bending machine design shows that the standard time after design is increased from 1. 52 seconds to 02 seconds so the average output increase from 16578 capacitors to 24705 The reject mechanical fell significantly from the average total of 2210 to an average total of 446 and the man workload in this study decreased from 25. 29 minutes to 6. 23 minutes, so the production target could be met. A 2018 Penerbit UNSERA. All rights reserved DOI: http://dx. org/10. 30656/jsmi. Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 2 No 1 Juli 2018, 9-16 PENDAHULUAN Manusia merupakan salah satu bagian terpenting dalam organisasi manufaktur . Dalam mencapai tujuan menghasilkan produk yang manusia melakukan interaksi dengan mesin . istem manusia-mesi. yang menghasilkan keluaran-keluaran berdasarkan masukan-masukan yang diperoleh . Kaitan sistem manusia mesin terbagi menjadi 3 macam hubungan manusia mesin yaitu manual manmachine system, semi automatic man-machine system, dan automatic man-machine system. Manual man-machine system masukan . akan langsung ditransformasikan oleh manusia menjadi keluaran . Mesin dikendalikan penuh oleh manusia, mesin menjadi tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepada manusia (Gambar . atau informasi dari luar sebelum masuk ke dalam sistem manusia. Reaksi yang berasal dari sistem manusia akan diolah atau dikontrol terlebih dahulu melalui suatu mekanisme tertentu sebelum suatu output berhasil diproses. Skematis semiautomatic man-machine system dapat digambarkan dalam bagan sederhana seperti pada gambar 2 Gambar 2. Diagram Semiautomatic ManMachine System Gambar 1. Diagram Manual Man-Machine System Dalam aktivitas pekerjaan, manusia mengalami beban kerja fisik dan beban kerja mental. Beban kerja fisik berhubungan dengan dengan kapasitas maksimum dari sistem fisiologi dalam menghasilkan energi untuk kerja otot seperti mengangkat, mendorong, memindahkan dan yang lain . Beban kerja mental berhubungan dengan pekerjaan mental seseorang seperti menganalisis, menghitung dan yang lain . Beban kerja manusia lebih tinggi dibandingkan dengan beban kerja mesin. Hal ini disebabkan oleh waktu penyelesaian pekerjaan lebih banyak daripada mesin itu sendiri. Waktu kerja yang dimaksud adalah mulai dari pengamatan terhadap kerja, set-up, proses kerja, informasi kerja, dan tindakan kerja seperti on/off mesin. Mekanisme semiautomatic man-machine system yang dimiliki khusus mengolah masukan . DOI: http://dx. org/10. 30656/jsmi. Kesesuaian interaksi manusia dengan teknologi yang digunakan dapat dilakukan dengan penerapan ilmu ergonomi . Ergonomi dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau manajemen, dan desain/perancangan . Penerapan ergonomi pada umumnya merupakan aktivitas rancang bangun . ataupun rancang ulang . e-desai. Hal ini dapat meliputi perangkat keras seperti misalnya perkakas kerja, bangku kerja, platform, kursi, pegangan alat jalan/lorong, pintu, jendela dan lain-lain. Perancangan ulang kusri kerja dengan prinsip ergonomi mampu mengurangi rasa sakit yang dikeluhkan saat bekerja dan mengurangi tenaga yang dibutuhkan pekerja di departemen mesin bubut . Pendekatan ergonomi mempunyai peranan penting dalam meningkatkan produktivitas dan menurunkan beban kerja pekerja . Ae. Pendekatan ergonomi yang diamati adalah ergonomi kerja dengan posisi duduk dan gerakan manusia untuk mengidentifikasi permasalahan kelelahan pada operator. Aktual proses bending kapasitor menggunakan alat bantu dalam melakukan proses packing kapasitor tersebut. Alat bantu packing ini Siboro. Afma, dan Widyadana Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 2 No 1 Juli 2018, 9-16 dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan dan kaki dalam melakukan proses packing terhadap kapasitor. Tangan untuk menggerakan feeding reel tape dengan perantara handle sedangkan kaki untuk menggerakan pressing unit untuk memotong dan dilakukan packing. Bentuk reel tape kapasitor yang akan dilakukan packing terlihat pada Gambar 3. Keterangan : Kapasitor Reel tape Hole tape satu siklus pekerjaan packing bending Beban menggunakan metode sitstem manusia Persentase reject mechanical sebelum dilakukan perancangan mesin bending. Pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan : Studi jam henti Studi jam henti pada dasarnya penggunaan waktu untuk mengambil suatu sample kecil dari satu kegiatan karyawan dan menggunakannya untuk menentukan suatu standar bagi organisasi Prosedur ringkas penggunaan metode jam henti adalah sebagai berikut . Melakukan penelitian pendahuluan Mencatat waktu Pengolahan data yaitu penentuan waktu baku yang didapat dari pengolahan data dengan . Gambar 3 Reel Tape Kapasitor Berdasarkan pemaparan sebelumnya mengenai permasalahan proses bending manual yang mempengaruhi produktivitas dan menimbulkan keluhan kerja maka diperlukan sebuah rancangan mesin bending secara semi otomatis sehingga membantu meningkatkan produktivitas kerja serta membantu penurunan beban kerja Uji statistik Statistik merupakan keterangan yang disusun atau disajikan dalam daftar atau gambar yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu . Pengujian statistik penelitian ini meliputi Uji kecukupan data mengacu pada rumus dibawah ini untuk mencari nilai NAoN maka data harus diambil ulang . METODE PENELITIAN Obyek manufaktur pada mesin packing bending yang hanya melakukan proses packing untuk produk kapasitor di kota Batam. Tahapan penelitian dilakukan mulai dari studi lapangan dan pengamatan secara langsung terhadap pekerja dalam mengoperasikan packing bending untuk mendapatkan identifikasi yang akan dijadikan sebagai landasan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan kuesioner Kuesioner merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam bentuk pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar sebelumnya dan harus diisi oleh responden . Kuesioner penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keluhan dari operator proses kerja yang bekerja pada proses packing bending yang berhubungan dengan manual handling Data-data yang diperlukan untuk penelitian ini berupa data primer yang mencakup: Waktu rata-rata pekerja dalam menyelesaikan Siboro. Afma, dan Widyadana NAo Oo Oc : jumlah pengukuran yang diperlukan : jumlah pengkuran yang telah dilakukan : tingkat kepercayaan : tingkat ketelitian : data yang telah diukur Uji keseragaman data mengacu pada rumus di bawah ini untuk mencari nilai standar E =Oo . : standar deviasi Xj : hasil pengukuran data ke j : hasil pengukuran rata Ae rata. : banyaknya pengukuran DOI: http://dx. org/10. 30656/jsmi. Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 2 No 1 Juli 2018, 9-16 Penentuan BKA (Batas Kontrol Ata. dan BKB (Batas Kontrol Bawa. sehingga data yang berada antara BKA dan BKB data dinyatakan seragam dan data yang keluar dari daerah batas harus dilakukan uji kecukupan data lagi sebelum melakukan uji keseragaman data terhadap data pengganti. BKA = X 3 Ex BKB = X - 3 Ex Uji-T Hipotesis (One-Way Tes. Sifat komplementer dari hipotesis sesuai dengan gambar 4. manual berdasarkan teori biomekanika yaitu gerak fleksi dan ekstensi sendi siku melebihi sudut 90 Ae 120 yaitu 130 , lebar genggaman tangan kurang dari 4 Ae 5 cm yaitu 3 cm dan posisi ekstensi lutut kaki kurang dari sudut 160 yaitu 95 dan kuesioner yaitu menyatakan 90% lelah pada tangan sebelah kanan dan lelah pada kaki sebelah kanan menyebabkan reject bentlead 6%, box crack 5% dan broken stand 3% dari total output sebab kondisi kelelahan tersebut antara handling feeding tape yang menggunakan tangan dengan kontrol pressing yang dikendalikan oleh kaki menyebabkan tape tersangkut dan posisi kapasitor yang tidak tepat didudukan pressing (Gambar . Gambar 4. Arah Pengujian Hipotesis Tujuan hasil penelitian adalah H0 : 1 = 0 artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata reject sebelum dan sesudah perancangan atau H0 : 1 O 0 artinya terdapat perbedaan rata-rata reject sebelum dan sesudah perancangan dengan nilai T hitung lebih besar dari nilai Ttabel yang berarti H1 diterima dan Ho Pengendalian kualitas Penelitain ini mencoba untuk mengendalikan reject mechanical yang dihadapi dengan sebelum dan sesudah perancangan. Metode dasar untuk pelaksanaan pengendalian kualitas adalah penggunaan metode statistik yang berupa bagan pengendalian dan inspeksi berdasarkan sampling . HASIL DAN PEMBAHASAN Dari penelitian ini didapatkan keluhan nyeri tangan kanan dan kaki kanan proses aktual DOI: http://dx. org/10. 30656/jsmi. 3 cm Gambar 5. Identifikasi Keluhan Berdasarkan Teori Dinamika Identifikasi 2 item dari gerakan tangan kanan dan kaki kanan pada gambar di atas yang melakukan proses kerja tersebut penulis amati berdasarkan teori biomekanika yaitu : Gerak fleksi dan ekstensi sendi siku tangan melebihi sudut 90 Ae 120 yaitu 130 . Lebar genggaman tangan kurang dari 4 Ae 5 cm yaitu 3 cm. Posisi ekstensi lutut kaki kurang dari sudut 160 yaitu 95 . Data beban kerja sebelum perancangan mesin packing bending dalam menyelesaikan 1 reel yang berisi 1000 kapasitor adalah beban kerja manusia lebih banyak bekerja terhadap proses packing bending kapasitor dengan waktu kerja proses 25,29 menit dibandingkan dengan mesin yang hanya bekerja dengan waktu 15,76 menit, terdapat selisih waktu 9,53 menit. Pembebanan Siboro. Afma, dan Widyadana Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 2 No 1 Juli 2018, 9-16 kerja yang berlebihan juga dapat mengakibatkan kelelahan kerja. Sarana kerja yang tidak antropometris dan waktu kerja yang panjang dapat memberikan tambahan beban kerja dan menimbulkan terjadinya kelelahan dini, bahkan dapat berakibat fatal bagi kesehatan pekerja . sedangkan mesin bekerja 15,76 meni. terhadap mesin sehingga tekanan tidak stabil (<2,5 ba. membuat tidak maksimalnya kontrol pressing dengan menggunakan kaki, membuat bentlead akibat cutting pressing unit tidak memotong wire dengan maksimal (Gambar . Dari 4 waktu siklus operator maka, waktu siklus proses rata-rata untuk menghasilkan 1 packing bending kapasitor adalah total waktu siklus dibagi dengan jumlah operator yang diambil sample waktu proses rata-rata kerja yaitu 4 maka waktu siklus proses kerja rata-rata adalah 1,28 detik, dari waktu siklus maka didapat waktu standar atau waktu baku dan output rata-rata setiap shift . jam kerj. yaitu: 1,52 detik dengan output ratarata setiap shift yaitu 16578 kapasitor. Aktual reject mechanical yang terjadi mengacu pada data dari sorting daily OQA (Outgoing Quality Assuranc. yang terbagi menjadi 3 kriteria reject yaitu critical reject, major reject dan mechanical dengan menggunakan diagram pie chart pada Gambar 6. Gambar 7. Reject Bentlead Packing Kapasitor Box Crack Dari identifikasi masalah kelelahan proses manual berdasarkan teori biomekanika . erak fleksi dan ekstensi sendi siku melebihi sudut 90o Ae 120 yaitu 130 , lebar genggaman tangan kurang dari 4 Ae 5 cm yaitu 3 cm dan posisi ekstensi lutut kaki kurang dari sudut 160 yaitu 95 ) dan kuesioner . enyatakan 90% lelah pada tangan sebelah kanan dan lelah pada kaki sebelah kana. menyebabkan reject box crack yaitu tergoresnya box kapasitor (Gambar . Gambar 6. Diagram Pie Chart Aktual Reject Mechanical Kapasitor Reject mechanical aktual yang paling besar dari keseluruhan jumlah reject sebesar 100% adalah reject bent lead dengan 39,25%, reject box crack dengan 34,15% dan reject broken stand off dengan 21,57% dari keseluruhan rata-rata reject yang terjadi sebanyak 2512 kapasitor. Proses terjadinya reject mechanical yang akan diturunkan adalah sebagai berikut : Bentlead Proses secara manual diidentifikasi bahwa reject mechanical yang tinggi disebabkan karena beban kerja manusia yang tinggi . ntuk 1 reel terdiri dari 1000 kapasitor manusia bekerja 25,29 menit Siboro. Afma, dan Widyadana Gambar 8. Reject Damage Box Packing Kapasitor Broken Stand Off Posisi kapasitor yang tidak pada dudukan feeding menyebabkan reject broken stand off, dimana stand off kapasitor keluar dari jalur feeding reel tape saat pressing unit akan turun untuk membengkokan dan memotong wire kapasitor membuat stand off pecah (Gambar . DOI: http://dx. org/10. 30656/jsmi. Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 2 No 1 Juli 2018, 9-16 dilakukan pressing, letak sensor photo electric untuk mengontrol gerakan pressing unit ini dipasang di atas dudukan feeding reel tape. Perbandingan menggunakan alat bantu sebelum perancangan perancangan dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 Perbandingan Proses Packing Bending Sebelum Dan Sesudah Perancangan Sebelum Perancangan Sesudah Perancangan Bagian Sistem Manual Semi otomatis Gerakan Digerakan Digerakan box pengendali Gerakan Digerakan Dikontrol menggunakan box sensor photo electric Gambar 9. Reject Broken Stand Off Kapasitor Rangkaian mengendalikan alat bantu proses packing bending dari penggunaan secara manual menjadi semi otomatis dan meja yang digunakan sebelum perancangan digunakan juga untuk proses Meja mesin dirancang dengan menggunakan tinggi rata-rata duduk operator, sehingga meja mesin untuk proses packing bending kapasitor dengan meja yang digunakan untuk proses screening area dapat dipisahkan (Gambar . Berikut adalah hasil perbandingan sebelum dan sesudah perancangan dengan sistem semi otomatis sebagai berikut : Perbandingan beban kerja berdasarkan sistem perancangan mesin packing bending kapasitor secara semi otomatis dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Perbandingan Beban Kerja Berdasarkan Sistem Manusia Mesin Sebelum Dan Sesudah Perancangan Beban Kerja . Gambar 10. Hasil Perancangan Mesin Packing Bending Kapasitor Hasil perancangan mesin packing bending kapasitor secara semi otomatis melakukan proses kerja yaitu memproses setiap reel tape yang berisi 1000 kapasitor. Gerakan feeding reel tape menggunakan motor dengan kontrol relay sebagai pengontrol dengan bekerjanya fungsi sensor photo electric yang dipasang pada sliding Gerakan pressing unit dikontrol juga dengan relay dengan menggunakan sensor photo electric yang akan mendeteksi kapasitor yang akan DOI: http://dx. org/10. 30656/jsmi. Objek Sebelum Sesudah Manusia Mesin Beban kerja manusia menurun setelah dilakukan perancangan yaitu 6,23 menit dari sebelum perancangan yaitu 25,29 menit dengan selisih 19,06 menit. Perbandingan waktu standar atau waktu baku yang dilakukan operator untuk menyelesaikan satu waktu proses packing bending dengan menyelesaikan 1 sebelum dan sesudah perancangan dapat dilihat pada tabel 3: Siboro. Afma, dan Widyadana Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 2 No 1 Juli 2018, 9-16 Tabel 3. Perbandingan Waktu Baku Sebelum Dan Sesudah Perancangan Item Sebelum Sesudah Waktu 52 detik 02 detik dari 1,52 detik menjadi 1,02 detik. Penurunan reject mechanical yang terjadi sesudah perancangan menurun secara signifikan dari 13,39% menjadi rata-rata 1,8%. Perbandingan beban kerja manusia menurun setelah dilakukan perancangan yaitu 6,23 menit dari sebelum perancangan 25,29 menit. DAFTAR PUSTAKA