Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS MODERASI BERAGAMA: STUDI IMPLEMENTASI KKN NUSANTARA IAIN PONOROGO TAHUN 2021 DI DAERAH 3 T. KONAWE. SULAWESI TENGGARA ADony Rano Virdaus. AKhaidarulloh IAIN Ponorogo Adonyranovirdaus@iainponorogo. Akhaidarulloh@iainponorogo. Abstrak Artikel ini fokus mendiskusikan tentang bagaimana implementasi nilai-nilai moderasi ditanamkan melalui kegiatan akademik di ranah perguruan tinggi melalui kegiatan KKN. Studi ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa negara, selain menjadikan isu moderasi beragama sebagai arus utama dalam membangun karakteristik keberagaman, juga melakukan terobosan demi optimalisasinya. Penelitian deskriptif ini didominasi oleh data field research yaitu wawancara dengan peserta KKN Nusantara Moderasi Beragama yang berhasil melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Mulyasari. Mowila. Kabupaten Konawe Selatan. Sulawesi Tenggara, juga diperkaya oleh data skunder berbentuk studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa KKN Nusantara berbasis Moderasi Beragama yang dilakukan oleh peserta merupakan terobosan penyemaian nilai-nilai moderasi yang saat ini menjadi salah satu isu aktual di level Kementerian Agama di tengah maraknya isu intoleransi dan disintegrasi antar agama. Instrumen KKN sebagai media desseminasi nilai-nilai moderasi beragama memberi ruang baru bagi mahasiswa dalam memahami dinamika keberagamaan yang rawan dengan isu-isu intoleransi dewasa ini. Kata Kunci: Pengabdian. Moderasi Beragama. KKN. Daerah 3T. Keberagamaan Abstract This article focuses on discussing how the implementation of moderation values is instilled through academic activities in the college field through KKN activities. The study aims to show that countries, in addition to making the issue of religious moderation mainstream in building diversity characteristics, are also making breakthroughs for their optimization. This descriptive research is dominated by field research data, namely interviews with participants of KKN Nusantara Religious Moderation who successfully conducted community service activities in Mulyasari. Mowila. South Konawe Regency. Southeast Sulawesi, also enriched by data skunder in the form of literature studies. The results showed that KKN Nusantara based on Religious Moderation conducted by participants was a breakthrough in seeding the values of moderation which is currently one of the actual issues at the Ministry of Religious Affairs level amid the rampant issue of intolerance and disintegration between religions. The KKN instrument as a medium of dessemination of religious moderation values provides a new space for students to understand the dynamics of religiousness that are prone to the issues of intolerance Keywords: Engagement. Religious Moderation. KKN. Region 3T. Religiousness Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 PENDAHULUAN Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu instrumen wajib yang harus ditempuh mahasiswa pada semester akhir. Selain sebagai prasyarat untuk menempuh kelulusan, juga sarana mahasiswa dalam aplikasi keilmuannya ke dalam dinamika Sebagai syarat kelulusan menjelang tugas akhir, merupakan seuatu keharusan bagi mahasiswa melakukan kegiatan KKN. Mahasiswa dalam hal ini mencoba menjadi bagian dari kehidupan, dan sebisa mungkin berperan sebagai problem-solver yang mampu merespons problem-problem yang ada baik dari segi ekonomi, agama hingga budaya. 1 Dalam tradisi perguruan tinggi yang ada di Indonesia, sebagaimana diulas Wikipedia. KKN merupakan kegiatan pemaduan tahap awal tri Dharma Perguruan Tinggi: Pengabdian. Pendidikan dan Penelitan. 2 Oleh sebab itu, kegiatan ini menjadi salah satu bagian terpenting dari proses penempaan karakter seorang mahasiswa. Umumnya. KKN dipahami hanya sebagai bagian rutinitas mahasiswa tingkat Pada era orde baru. KKN sering dinilai sebagai kegiatan yang diasumsikan bahwa kehadiran mahasiswa di masyarakat membawa misi pembangunan infrastruktur. Dalam perkembangannya, nampak bahwa perubahan paradigma bahwa mahasiswa merupakan agen sosial. Hal ini terbukti dari berbagai kajian yang menerangkan bahwa mahasiswa dalam konteks pengabdian masyarakat memiliki banyak fungsi seperti meningkatkan sensitivitas terhadap masalah yang ada di masyarakat. Dalam penelusuran pustaka, ada beberapa corak kesamaan pendekatan ketika melihat kegiatan KKN sebagai sebuah kajian ilmiah. Ika Pasca, dalam hasil riset dengan perspektif kesehatan, menemukan bahwa KKN menjadi salah satu instrumen penting 1 Ika Pasca Himawati. Heni Nopianti, and Diyas Widiyarti. AuOptimalisasi Peran Mahasiswa Melalui Kuliah Kerja Nyata Mandiri Sebagai Upaya Mendukung Pencegahan Penularan Covid-19 Pada Masyarakat,Ay Unri Conference Series: Community Engagement . 379Ae85, https://doi. org/10. 31258/unricsce. "Kuliah Kerja Nyata - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas" https://id. org/wiki/Kuliah_Kerja_Nyata 3 Sarfika Datumula. AuPERATURAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA PADA MASA ORDE LAMA. ORDE BARU. REFORMASI. DAN KABINET KERJA,Ay Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial . 56Ae78, https://doi. org/10. 24239/moderasi. 4 Rusi Rusmiati Aliyyah. R S T Pupu Fauziah, and Nur Asiyah. AuPENINGKATAN CINTA LINGKUNGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDESAAN MELALUI PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT,Ay QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 3, no. : 46, https://doi. org/10. 30997/qh. Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 untuk membantu masyarakat dalam sosialisasi pencegahan Covid-19 di masyarakat. Sedangkan dalam soal pengembangan SDM. Syardiansah menagatakan bahwa KKN juga sebagai pengembangan atau pengelolaan SDM sehingga mampu mencapai titik optimal yang diharapkan. 6 Sementara dalam soal ekonomi, mahasiswa menjadi agen yang mampu meningkatkan potensi yang dimiliki masyarakat seperti UMKM dalam hal promosi produk dan distribusinya dari level hulu ke hilir. Sebuah produk tidak akan mampu terdistribusi ke konsumen dengan baik jika tanpa melihat mekanisme sistem pasar baik. Karena itu, mahasiswa menjadi bagian penting dalamupaya pencerdasan kepada masyarakat agar mampu mengolah dan memunculkan potensi-potensi yang dimilikinya sehingga meningkatkan daya survive. Penelitian bertujuan untuk menunjukkan bahwa negara, selain menjadikan isu moderasi beragama sebagai arus utama dalam membangun karakteristik keberagaman, juga melakukan terobosan demi optimalisasinya, salah satunya melalui internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan KKN, karena selama ini kegiatan yang ada lebih diartikan pada rutinitas semester akhir, bukan sebagai media pematangan atau pemantapan mahasiswa ketika menjadi bagian dari masyarakat. Dalam proses tersebut, artikel ini membuktikan pentingnya proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama baik melalui kegiatan belajar mengajar atau kegiatan praktis seperti KKN tersebut. Dengan demikian, menjadikan KKN berbasis nilai moderasi beragama, maka karakter mahasiswa yang akan terbentuk adalah mereka yang mampu adaptif dengan perubahan zaman, dan inklusif dalam menyikapi segala perbedaan, khususnya dalam keberagamaan. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. ,9 atau penelitian dengan data yang bersifat kualitatif dengan menjadikan informan yaitu mahasiswa 5 Himawati. Nopianti, and Widiyarti. AuOptimalisasi Peran Mahasiswa Melalui Kuliah Kerja Nyata Mandiri Sebagai Upaya Mendukung Pencegahan Penularan Covid-19 Pada Masyarakat. Ay 6 Syardiansah Syardiansah. AuPERANAN KULIAH KERJA NYATA SEBAGAI BAGIAN DARI PENGEMBANGAN KOMPETENSI MAHASISWA,Ay JIM UPB (Jurnal Ilmiah Manajemen Universitas Putera Bata. 7, no. : 57Ae68, https://doi. org/10. 33884/jimupb. 7 Sri Widaningsih et al. AuMODEL APLIKASI UML DALAM PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN),Ay Dharma Bhakti Ekuitas 5, no. : 506Ae10, https://doi. org/10. 52250/p3m. 8 Abdul Halim. Islam Lokalitas Dan Kebhinekaan, 2020. 9 Suwartono. AuDasar-Dasar Metodologi Penelitian,Ay Dasar-Dasar Metodologi Penelitian, 2010, 45Ae53. Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 semester tujuh IAIN Ponorogo dalam kegiatan KKN Nusantara berbasis Moderasi Beragama di daerah 3 T: Desa Mulyasari. Kecamatan Mowila. Kabupaten Konawe Selatan. Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini didukung oleh data primer dari peserta kegiatan, juga berasal dari beberapa studi literatur terdahulu dengan topik yang sama. Data primer berupa wawancara mendalam dengan informan. Mahasiswa sebagai objek penelitian menjelaskan apa yang mereka alami di lapangan, juga menarik nilai moderasi beragama yang diserapnya ke dalam karakter diri Sedangkan dalam studi pustaka, peneliti fokus pada kecenderungan riset yang berkembang selama ini. Hal ini demi menemukan keutuhan fakta yang terjadi di lapangan, dan menarik korelasi dengan beberapa studi literatur yang fokus mendiskusikan isu-isu moderasi-beragama, dan peran mahasiswa dalam mewujudkannya di dalam dinamika masyarakat. Tipe penelitian sosiologis ini dimaksudkan untuk memperoleh data tentang bagaimana implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam ranah publik, baik proses aktualisasinya, hingga sistem nilai yang didapatkan oleh mahasiswa. Hal ini untuk menemukan bagaimana sistem nilai moderasi beragama mampu memberi pengaruh positif terhadap karakter mahasiswa. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif-analitis, yaitu merespons karakteristik data primer dengan menghubungkannya dengan kerangka-kerangka konsep yang dipakai dalam analisis dengan model berpikir deduktif-induktif, atau menarik kekhususan data menjadi kesimpulan umum. Sedangkan pendekatan yang dipakai adalah normatif-sosiologis yaitu memaparkan konsep ideal tentang isu moderasi beragama kemudian mecari korelasi antara konsep yang berkembang untuk merespons dan memaknai fenomena internalisasi nilai-nilai moderasi beragama10 melalui kegiatan KKN di daerah 3 T tersebut. HASIL Moderasi beragama merupakan isu aktual yang sering didiskusikan pasca Terdapat berbagai macam dalam proses implementasi isu ini ke dalam sendi masyarakat di Indonesia, mulai dari kajian akademik hingga ke dalam aksi praktis 10 Y R Dini. AuGenerasi Penerus Di Bumi Pasilian,Ay Repository. Uinjkt. Ac. Id, n. Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 seperti dikembangkan ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat semacam KKN. 11 Di dunia akademik, isu moderasi beragama seringkali dibahas melalui berbagai macam model, dari bedah konseptual, hingga penciptaan buku saku, sebagaimana produk Kementerian Agama, sebagai cara praktis menjaga sikap moderat di dalam perbedaan agama yang ada di masyarakat. 12 Sementara di level praktis, khususnya sebagai material penciptaan siatem nilai, tentunya masih minim perhatian. Alhasil, beberapa paparan data berikut merupakan salah satu dari sekian bukti pentingnya desseminasi nilai-nilai moderasi beragama secara praktis dan aktual di masyarakat. Moderasi Beragama sebagai Sistem Nilai Hal yang sebenarnya bersifat niscaya adanya dalam kehidupan masyarakat yaitu ideologi, atau biasa disebut dengan pandangan hidup . , baik berasal dari nilai agama, atau adat setempat. Jauhar dan kelompok KKN mengatakan merasa sangat bangga dapat mengikuti kegiatan KKN khusus ini, karena banyaknya angkatan lain yang tidak dapat berangkat akibat diberlakukannya pembatasan pergerakan akibat Covid-19. Dalam wawancara yang berhasil dihimpun, ia menceritakan,13 Au. awal sekali ketika sampai di kendari, sangat terasa perbedaannya. Mulai dari budaya, adat, agama, bahkan dalam satu agama pun terasa berbeda. Saya Sumarto Sumarto. AuIMPLEMENTASI PROGRAM MODERASI BERAGAMA KEMENTERIAN AGAMA RI,Ay Jurnal Pendidikan Guru https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Kemenag RI, AuPedoman Moderasi,Ay January https://balitbangdiklat. id/upload/files/Buku_Saku_Moderasi_Beragama-min. 13 Wawancara dengan Jauhar. Kelompok KKN Nusantara, 19 Desember 2021. Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 yang awalnya hidup di lingkungan NU & Muhammadiyah, disana dihadapkan pada berbagai paham tarekat yang sama sekali belum pernah saya jumpai. Wajar, ketika pertama kali datang harus beradaptasi dulu supaya bisa HTI yang notabene nya dicap sebagai paham ekstrimis masih kental terasa di kalangan mahasiswa sana, bahkan mereka pun mengakuinya. Kami disatukan dari berbagai daerah, suku, adat, budaya bertujuan satu untuk membangun masyarakat yang lebih moderat khususnya di daerah2 eks- HTI. Kalau dari kami saja masih belum paham arti moderasi bagaimana mau memoderasikan orang banyak. Oleh karena itu awal sebelum kami diterjunkan ada sedikit pembekalan mengenai moderasi beragama, khususnya di daerah yang kaya adat dan budaya. Yang awalnya moderasi hanya sebatas pengetahuan dan sikap sosial yang harus kami paksakan untuk mencairkan suasana dan membuat kenyamanan di tengah perbedaan, sebelum terjun ke masyarakat kami harus bisa lebih dari itu. Ay Kelompok KKN ini berusaha memahami sikap moderat secara utuh, dan lebih mengutamakan kemanusiaan di antara lainnya, lebih lanjut Jauhar mengatakan. Au. kami harus bisa menjadikan moderasi sebagai falsafah hidup, nilai-nilai yang murni harus dijalankan untuk menciptakan keutuhan ditengah perbedaan, tanpa embelA apapun lagi. Nilai moderasi beragama harus melekat dalam diri kami mahasiswa dari luar supaya ketika mengabdi dapat mengurangi bahkan menghilangkan konflik yang berkedok agama. Pada awalnya banyak yang berfikir moderasi beragama itu diartikan sebagai setengahA dalam beragama, tidak konsisten, atau plinplan, tetapi yang selalu ditanamkan kepada kami, moderasi itu hanya ada dalam kehidupan sosialnya saja. Bukan untuk urusan aqidah. Bukan tanpa alasan, karena disana masih banyak terjadi pembauran keyakinan bahkan praktik MK mengatasnamakan toleransi antar umat beragama. Kami terjun ke masyarakat untuk membawa sedikit perubahan terkait itu, mensosialisasikan moderasi beragama dengan cara semoderat mungkin supaya tidak menimbulkan konflik baru, karenanya kearifan lokal disana harus sangat dipahami betul sebelum kami membuat program apapun. Ay Pembentukan Karakter Mahasiswa Mahasiswa dan karakter merupakan sebuah pasangan erat karena keduanya menjadi tolak ukur orang lain menilai keberhasilan belajar dari seorang mahasiswa. Alvin Efendi Khoirul Ulum. Bambang Suyadi, and Wiwin Hartanto. AuPENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KETERAMPILAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PABRIK ROKOK GAGAK HITAM KECAMATAN MAESAN KABUPATEN BONDOWOSO,Ay JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi Dan Ilmu Sosial 12, no. : 173, https://doi. org/10. 19184/jpe. Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 SDM yang baik tanpa karakter yang kuat, juga rentan terhadap perubahan dan tantangan hidup. 15 Terkait dengan hal ini, peserta KKN Nusantara mengatakan. Au. mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, dengan perbedaan latar belakang suku, adat, dan budaya otomatis memiliki karakter yang berbedabeda. Karakter yang sudah lama terbentuk menjadi ciri khas dari masing2 mahasiswa. Sulawesi dengan karakter kerasnya, jawa dengan karakter sopannya, sunda dengan lemah lembutnya, dan berbagai daerah lainnya. Tetapi awalnya disana kami dihadapkan pada satu masalah dimana sulit sekali menyatukan perbedaan tersebut. Karenanya sebelum adanya pemahaman terkait moderasi beragama kami masih keras dengan pendirian masingmasing, dengan karakter masing-masing. Karena pada awalnya kebanyakan dari kami hanya mengetahui moderasi beragama itu hanya yang berhubungan dengan kehidupan keagamaan saja. Hidup ditengah-tengah perbedaan lambat laun kami mulai memahami adat, budaya, norma yang berlaku disana, otomatis kami harus bisa menyesuaikan diri supaya bisa diterima dengan baik. Sedikit pengalaman ketika pertama kali mengadakan diskusi dengan pemuda di desa Mulyasari, terjadi sedikit konflik karena dari kami antara mahasiswa dengan pemuda desa sama-sama keras, tidak mau menerima perbedaan Namun lambat laun dari kejadian seperti itu kami terbentuk untuk bisa menerima perbedaan. Selama kurang lebih 45 hari mengabdi, terasa sekali karakter asli bawaan mahasiswa dari daerahnya masing-masing mulai tidak terlihat, karena kami hidup ditengah perbedaan jadi kami harus bisa membaur dengan masyarakat, mengikuti arus dan kehidupan sosial masyarakat tanpa meninggalkan keyakinan kita pribadi. Karakter2 itu terbentuk bukan serta merta terjadi begitu saja, tetapi butuh proses bagi kami untuk itu. Pemahaman moderasi beragama menjadi salah satu pendukung terbentuknya karakter mahasiswa yang moderat, tidak pandang bulu, tidak rasis, menerima berbagai perbedaan dan sebagainya. Alhasil setelah 1 bulan bersama masyarakat, yang kami rasakan bukan kami sebagai pendatang, tetapi kami sebagai warga lokal karena sudah terlanjur berbaur tanpa memandang perbedaan suku, adat, budaya, dan agama masyarakat desa. Ay Terciptanya Nalar Moderat dalam Masyarakat Moderasi sebagai sebuah nalar tentunnya membutuhkan proses. Ia dapat dipupuk melalui pendidikan formal, ataupun sebaliknya dengan proses yang alami. Namun, tanpa intervensi kuasa, nampaknya susah diwujudkan. Itulah mengapa ketika Kemenag RI menerbitkan panduan Moderasi Beragama yang dapat diakses bebas oleh 15 Nur Cahaya et al. AuPENGARUH PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) DARING DAN TERUKUR 71 UINSU 2021 BERBASIS MODERASI BERAGAMA DALAM MEMBANGUN DESA (Studi Kasus Desa Birong Ulu Manriah. Kecamatan Sidamanik. Kabupaten Simalungu. ,Ay JURNAL MARITIM 3, no. : 55Ae61. Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 16 Namun demikian, pada kenyataan di lapangan, sebagaimana yang dialami oleh peserta KKN Nusantara, bahwa antara konsepsi dan praktiknya tidak selalu mempunyai kesamaan. Hal ini dapat dilihat dari paparan peserta KKN Nusantara Au. ada hal yang cukup menarik dari perkataan tetua desa ketika pertama kali kami terjun ke desa. "Jika kalian kesini dengan tema moderasi beragama, saya rasa desa kami menjadi desa yang paling moderat". memang sebagian besar desa yang kami tempati hampir tidak ada konflik yang berlatar belakang agama, mungkin karena suasana desa yang jauh dari kehidupan kota membuat masyarakat sudah terbiasa hidup bersama-sama, bergotong royong, rukun antar umat beragama. Bahkan toleransinya pun sangat baik. Dimana ketika ada orang Hindu yang hajatan, tetap mengundang orang Islam tetapi dengan pelayanan yang berbeda seperti makanan yang dihidangkan, dan sebagainya. Ketika ada yang meninggal, semua umat bersedia membantu mengurus jenazahnya, bahkan ketika hari raya idul fitri dan adha banyak orang hindu yang membuatkan bungkus ketupat untuk orang muslim, bukan untuk dijual tetapi diberikan begitu saja. Kehidupan sosial kemasyarakatan pun hampir tidak terasa jika desa itu adalah desa yang multikultural, karena sudah terbiasa hidup damai bersama, semua kegiatan dijalankan bersama walaupun ditengah Jadi jika dikatakan kami mahasiswa diterjunkan ke masyarakat untuk membawa perubahan, untuk memoderasikannya. Justru kamilah yang belajar moderasi langsung dari tempatnya, dari masyarakat multikultural yang tetap dapat hidup berdampingan tanpa sekalipun pernah terlibat konflik dengan latar belakang agama. Ay17 Kemenag RI, AuPedoman Moderasi,Ay January https://balitbangdiklat. id/upload/files/Buku_Saku_Moderasi_Beragama-min. 17 Wawancara dengan Jauhar. Kelompok KKN Nusantara, 19 Desember 2021. Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 PEMBAHASAN Sebagaimana paparan data sebelumnya, moderasi beragama sebagai isu aktual, terutama untuk KKN mahasiswa, menghasilkan tiga tema utama: moderasi beragama sebagai sistem nilai, pembentukan karakter mahasiswa, dan terciptanya nalar moderat dalam masyarakat. Sebagai sistem nilai, moderasi beragama menjadi domain yang harus dihidupkan,18 terlebih menjadi bagian dari kurikulum pelaksanaan KKN. Hal ini kemudian akan berpengaruh pada karakter SDM mahasiswa yang berpotensi menjadikan dirinya lebih dewasa ketika saat kembali ke masyarakat. Mereka bisa merespons dan memaknai perbedaan agama dengan lebih bijaksana. Selain itu, karena di lokasi KKN tersebut sudah terbentuk kultur moderat, maka kehadiran peserta KKN memperkuat dan membangun relasi antara pesan moderasi yang digagas pemerintah dengan masyarakat setempat. Akhirnya, ketiga hal inilah yang menjadi pokok pelaksanaan KKN yang dilakukan selama lebih dari sebulan tersebut. Tiga hal penting berkaitan dengan sistem nilai, karakter, dan nalar moderat sebagaimana temuan dal penelitian ini menunjukkan bahwa KKN sebagai sebuat kegiatan mempunyai fungsi yang unik dalam membangun kultur dunia akademis. Mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan materi tentang moderasi saja, namun juga mampu mengaplikasikan dan menghidupkan nalar moderat di dalam suasana kehidupan agama yang beragam. Meminjam istilah Yudi Latif, karena manusia adalah makhluk universal sekaligus partikular, maka apapun perbedaan yang melekat satu sama lain, baik etnis atau yang dianut tidak boleh menjadi pemantik terjandinya 18 Sirajuddin Sirajuddin. AuBuku Literasi Moderasi Beragama Di IndonesiaAy (Penerbit. Zigie Utama, 2. Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 Manusia harus tumbuh dalam suasana kebhinekaan, sesuai sistem nilai yang diisyaratkan oleh Pancasila: ia menjadi titik temu antar perbedaan, baik identitas diri, ideologi hingga agama. Dengan demikian, nalar masyarakat yang moderat dapat dibangun dengan baik. Konteks sosial saat ini, bekaitan dengan iklim keberagamaan, negara dalam posisi yang tidak boleh diam, apalagi seringkali terjadinya konflik-konflik berbasis isu agama, atau sektarian. Hal inilah yang menjadi sasaran menjadikan moderasi beragama sebagai narasi yang harus terus dibangun, dan ditanamkan kepada generasi bangsa. KKN Nusantara berbasis Moderasi Beragama menjadi cara yang cukup baik membangun kualitas SDM, sekaligus menguji sejauhmana efektivitas SDM yang dihasilkan perguruan tinggi secara langsung di dalam kehidupan sehari-hari di Dengan cara ini, pembentukan karakter dan nalar moderat akan lebih optimal, dan negara mendapatkan surplus dalam hal menjaga kemajemukan. Haedar Nashir dalam wacana kritis menyampaikan bahwa moderasi merupakan cara yang tepat untuk menangkal radikalisme, meskipun istilah radikal sering disematkan kepada satu kelompokAisebuah kekeliruan. Dengan moderasi, ia mengkategorikan bahwa ada tiga alasan mengapa sikap moderat sangat diperlukan: . radikalisme jika dibiarkan dalam jangka panjang, maka akan melahirkan radikalisme yang baru, . moderasi adalah sikap yang dimiliki oleh penduduk Indonesia, dan . moderasi sangat kompatibel dengan semangat ideologi Pancasila. 20 Mengacu pada gagasan ini. KKN berbasis Moderasi Beragama yang telah dilakukan mahasiswa menjadi media memperkuat semangat negara untuk terus konsisten menyemai benih sikap moderat ke dalam jati diri generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, hal yang lebih penting lagi dalam melanjutkan kegiatan ini adalah merangkul setiap elemen bangsa untuk memberikan dukungan penuh, tidak hanya moral tapi material, kepada mahasiswa tingkat akhir agar mampu adaptif dengan membawa sikap moderat pada saat hidup berdampingan bersama masyarakat yang berbeda secara kultur dan 19 AuYudi Latif: Pancasila sebagai Titik Temu Beragam Ideologi. Agama, dan Identitas Ae Lifestyle Liputan6. comAy https://m. com/lifestyle/read/4580414/yudi-latif-pancasila-sebagaititik-temu-beragam-ideologi-agama-dan-identitas? https://w. com/amp/haedar-nashir-moderasi-beragama-bukanderadikalisasi/5203018. Indonesian Engagement Journal Vol. 2 No. Desember 2021 KESIMPULAN Berdasarkan beberapa paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa implementasi penanaman nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan KKN Nusantara Moderasi Beragama di daerah 3 T yang dilakukan oleh mahasiswa IAIN Ponorogo menjadi media perwujudan program pemerintah dalam menjaga dan merawat iklim moderasi Hal ini sekaligus menjadi temuan penting atas penelitian ini bahwa peserta KKN merasakan manfaat atas internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui rangkaian kegiatan bersama masyarakat. Tentu. KKN ini menjadi ruang baru dalam mewujudkan sistem nilai kepada mahasiswa yang berpotensi melahirkan karakter moderat sebagai generasi bangsa. Studi ini menunjukkan masih perlunya perumusan ulang atas hasil implementasi yang ada. Temuan penting seperti minimnya luaran yang dihasilkan atas kegiatan tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan. DAFTAR PUSTAKA