Volume 9 No. Page 120-128 e-ISSN: 2598-2095 DOI: https://doi. org/10. https://journal. id/index. php/jcps/index Evaluasi Penggunaan Pictorial medication daily terhadap Kepatuhan Terapi dan Luaran Klinis Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Barambai Hasbi As-Shiddiq 1* Abstract Nur SaAoadah 2 Hypertension is one of the most prevalent chronic diseases in Indonesia and a major risk factor for various cardiovascular complications. Poor adherence to antihypertensive medications is a primary cause of uncontrolled blood pressure, which often leads to therapeutic failure. This study aimed to evaluate the effect of the Pictorial medication daily intervention on medication adherence and clinical outcomes among patients with hypertension in the service area of the UPTD Barambai Public Health Center. A pre-experimental study design with a onegroup pretestAePosttest approach was employed. A total of 66 participants were recruited using purposive sampling. The research instruments included the Pictorial medication daily tool, the Adherence to Refills and Medications Scale (ARMS) questionnaire to assess medication adherence, and standardized blood pressure measurement sheets. Data were analyzed using the Wilcoxon signedrank test. The results indicated a significant improvement in medication adherence after the intervention . < 0. , accompanied by significant reductions in systolic . < 0. and diastolic blood pressure . < 0. conclusion, the Pictorial medication daily intervention is effective in improving adherence to antihypertensive therapy and enhancing clinical outcomes, particularly blood pressure control, among patients with hypertension. Retna Eka Dewi3 Hendera 4 1Program Studi D3 Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia 2Program Studi S1 Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia 3,4Program Studi Profesi Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia Article Info Received: Agustus 2025 Accepted: September 2025 Published: September 2025 *email:hasbi_asshiddiq@umbjm. Kata kunci: Hypertension Pictorial Medication Daily Medication Adherence Primary Health Center A 2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas. LATAR BELAKANG Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang terus meningkat di Indonesia, penyakit infeksi. Penyakit tidak menular, termasuk hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal kronis, tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi dan sosial yang signifikan . Hipertensi PTM Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik Ou140 mmHg dan/atau diastolik Ou90 mmHg berdasarkan dua kali pengukuran dalam kondisi istirahat . Secara global, penyakit kardiovaskular menyumbang sekitar 33,1% dari total kematian, sementara di Indonesia hipertensi menjadi salah satu faktor risiko utama kematian dengan kontribusi sekitar 23,7%. Prevalensi hipertensi pada penduduk usia Ou18 tahun di Indonesia mencapai 31,7%, dengan angka tertinggi ditemukan di Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 120-128 Provinsi Kalimantan Selatan 39,6% . e-ISSN: 2598-2095 di tingkat pelayanan kesehatan primer. Puskesmas memiliki peran strategis sebagai fasilitas khususnya puskesmas di wilayah pedesaan atau semi- perdesaan di Kalimantan Selatan, masih terbatas. Hal ini pengendalian PTM, termasuk hipertensi. Berdasarkan menunjukkan adanya kesenjangan penelitian terkait data UPTD Puskesmas Barambai, jumlah kunjungan efektivitas media edukasi obat yang bersifat visual- pasien penyakit degeneratif pada November 2023 interaktif dan aplikatif dalam meningkatkan kepatuhan 664 kunjungan, dengan jumlah pasien serta luaran klinis pasien hipertensi. Pengembangan hipertensi sebanyak 245 orang pada Oktober 2023. Data pictorial medication daily dalam penelitian ini merupakan tersebut menunjukkan tingginya beban kasus hipertensi Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan pemantauan tekanan darah secara menerima informasi visual mengenai penggunaan obat. Keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh tetapi juga secara aktif memantau dan menandai tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat kepatuhan minum obat setiap hari. Pendekatan ini Ketidakpatuhan, seperti menghentikan diharapkan lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan obat saat gejala berkurang atau tidak melakukan kontrol minum obat, khususnya pada pasien dengan tingkat secara teratur, dapat menyebabkan tekanan darah tidak literasi kesehatan yang rendah. Hasil studi pendahuluan terkontrol dan meningkatkan risiko komplikasi . Faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan antara menunjukkan bahwa tingkat literasi kesehatan pasien lain rendahnya pemahaman pasien terhadap terapi, masih tergolong rendah, yaitu sebesar 52%, yang keterbatasan akses pelayanan kesehatan, penggunaan dipengaruhi oleh faktor usia dan tingkat pendidikan. obat herbal, keterbatasan ekonomi, serta kekhawatiran Selain itu, tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam terhadap efek samping obat. Salah satu pendekatan yang mengonsumsi obat masih relatif rendah, yaitu sebesar berpotensi meningkatkan pemahaman dan kepatuhan 62%, yang berdampak pada ketidakstabilan tekanan pasien adalah penggunaan pictogram farmasi. Pictogram darah pasien. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan farmasi merupakan simbol grafis yang digunakan untuk intervensi edukasi berbasis farmasi klinis yang tidak menyampaikan informasi obat secara visual, seperti cara hanya informatif, tetapi juga bersifat praktis dan mudah penggunaan, dosis, dan jadwal minum obat . Beberapa digunakan oleh pasien dalam kehidupan sehari-hari. penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pictogram Hingga saat ini, belum terdapat penelitian yang mengkaji dapat meningkatkan pemahaman pasien dan kepatuhan penggunaan pictorial medication daily sebagai kombinasi terhadap terapi, terutama pada pasien dengan tingkat literasi kesehatan yang rendah . Namun demikian, meningkatkan kepatuhan minum obat serta ketercapaian sebagian besar penelitian sebelumnya menggunakan clinical outcome pasien hipertensi di wilayah kerja UPTD pictogram sebagai media edukasi pasif yang berdiri Puskesmas Barambai. Oleh karena itu, penelitian ini sendiri dan belum mengintegrasikannya dengan alat bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bantu pemantauan kepatuhan harian pasien. Selain itu, pictorial medication daily terhadap tingkat kepatuhan penelitian terkait penggunaan media edukasi berbasis minum obat antihipertensi serta ketercapaian clinical UPTD Puskesmas Barambai Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 120-128 e-ISSN: 2598-2095 outcome pada pasien hipertensi di wilayah kerja UPTD mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, seperti Puskesmas Barambai. gangguan bicara, gangguan penglihatan, atau gangguan pendengaran, pasien yang tidak mengikuti seluruh METODE rangkaian penelitian hingga selesai, serta pasien yang Desain menolak untuk menjadi responden penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretestAePosttest design. Intervensi yang digunakan berupa media pictogram dalam bentuk pictorial medication daily untuk mengkaji pengaruh penggunaannya terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi serta clinical outcome berupa tekanan darah pada pasien hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner Pretest dan Instrumen Penelitian Pictorial Medication Daily Pictorial Medication Daily, yaitu gabungan antara media visual pictogram yang dirancang dalam bentuk gambar dan ceklis pengobatan harian. Media ini digunakan untuk membantu pasien hipertensi dalam mengingat jadwal dan aturan penggunaan obat antihipertensi Posttest kepada pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Barambai pada periode Februari hingga Maret 2024. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Barambai. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi Gambar 1. Pictorial Medication Daily yang menjalani pengobatan di wilayah kerja UPTD Kuesioner ARMS Puskesmas Barambai dan memenuhi kriteria inklusi serta Tingkat eksklusi yang telah ditetapkan. Penentuan jumlah sampel kuesioner Adherence to Refills and Medications Scale dilakukan menggunakan rumus Slovin dan diperoleh (ARMS) yang terdiri atas 12 pernyataan dengan skala Likert empat tingkat, yaitu tidak pernah . , kadang- Pengambilan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian dan karakteristik subjek yang diteliti. Lembar Observasi Tekanan Darah Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien Lembar observasi digunakan untuk mencatat tekanan dengan diagnosis hipertensi tanpa penyakit penyerta, darah sistolik dan diastolik pasien sebelum dan sesudah intervensi sebagai indikator clinical outcome. , sering . , dan selalu . 17Ae45 antihipertensi golongan angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACEI), calcium channel blocker (CCB), atau Teknik Pengambilan Data kombinasi antara ACEI dan CCB. Adapun kriteria Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan di eksklusi dalam penelitian ini meliputi pasien yang wilayah kerja UPTD Puskesmas Barambai menggunakan Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 120-128 e-ISSN: 2598-2095 kuesioner Adherence to Refills and Medications Scale responden serta variabel penelitian, meliputi tingkat (ARMS) serta pengukuran parameter klinis berupa kepatuhan terapi dan hasil pengukuran tekanan darah. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah untuk menilai perbedaan sebelum dan sesudah intervensi serta uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan memberikan penjelasan mengenai tujuan dan prosedur antara tingkat kepatuhan minum obat dan clinical outcome penelitian kepada calon responden. Responden yang berupa tekanan darah. Responden Sebelum persetujuan . nformed consen. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran awal . dilakukan dengan pemberian Hasil dan pembahasan setidaknya memuat tiga hal, yaitu: . kuesioner ARMS yang dibacakan langsung oleh peneliti deskripsi, . hasil dari kegiatan Selanjutnya, responden diberikan intervensi berupa pictorial medication daily. Sebelum penggunaan media tersebut, peneliti memberikan edukasi mengenai cara pengisian dan penggunaan pictorial medication daily. Media diberikan sebanyak empat lembar, dengan setiap lembar digunakan untuk pemantauan penggunaan obat selama satu minggu, sehingga total durasi intervensi berlangsung selama satu bulan. Setelah . Jika sub-bagian hasil dan pembahasan sangat panjang, sub-bagian dapat dibuat dengan penomoran Arab. Deskripsi hasil dapat berupa tabel dan gambar dengan nomor urut (Tabel menggunakan urutan angka Arab dan ditempatkan di bagian atas, dan Gambar menggunakan urutan angka Arab dan ditempatkan di bagian bawa. Tabel yang dimuat tidak menggunakan garis vertikal. Ukuran font dalam tabel dapat dikurangi hingga ukuran font 8 pt. Validitas dan Reabilitas mengumpulkan kembali pictorial medication daily yang Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan telah diisi oleh responden. Pengukuran akhir (Posttes. kelayakan instrumen penelitian dalam mengukur tingkat kepatuhan pasien hipertensi. Uji validitas bertujuan kuesioner ARMS yang dibacakan langsung oleh peneliti, untuk menilai kemampuan instrumen dalam mengukur serta pengukuran tekanan darah pasien. Seluruh hasil variabel yang diteliti. Kuesioner Adherence to Refills and pengukuran kepatuhan dan parameter klinis selanjutnya Medications Scale (ARMS) yang terdiri atas 12 pernyataan dicatat dan digunakan sebagai data penelitian. diuji validitasnya pada 20 responden dan menunjukkan hasil valid, ditandai dengan nilai signifikansi < 0,05 pada Analisis Data seluruh item pertanyaan. Uji reliabilitas selanjutnya Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dilakukan untuk menilai konsistensi internal instrumen. dianalisis secara statistik menggunakan Statistical Package Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai CronbachAos alpha for the Social Sciences (SPSS). Sebelum analisis lanjutan, sebesar 0,898, yang melebihi batas minimal 0,70. Nilai dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan tersebut menunjukkan bahwa kuesioner ARMS memiliki instrumen kuesioner layak digunakan. Analisis deskriptif tingkat reliabilitas yang sangat baik, sehingga layak Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 120-128 e-ISSN: 2598-2095 digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam 2 Tahun penelitian ini. >2 Tahun Captopril 12,5 mg Amlodipin 5 mg Amlodipin 10 mg Demografi Pasien Hipertensi merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh Berdasarkan karakteristik demografi pasien hipertensi yang dianalisis Obat meliputi jenis kelamin, usia, status pernikahan, tingkat berjenis kelamin perempuan . ,8%). Peningkatan risiko hipertensi, serta riwayat pengobatan. hipertensi pada perempuan berkaitan dengan perubahan Tabel 1. Gambaran Data Demografi Pasien Laki-laki bahwa sebagian besar pasien berada pada kelompok usia Perempuan 36Ae45 tahun . ,7%) dimana risiko hipertensi meningkat Karakteristik Jenis Kelamin Usia Masa remaja akhir . -25 Masa dewasa awal . -35 Masa dewasa akhir . -45 Status Pernikahan hormonal, khususnya penurunan kadar estrogen pada Jumlah Responden . = . No. Berdasarkan Tabel 4. 3, sebagian besar subjek penelitian elastisitas pembuluh darah. Distribusi usia menunjukkan seiring bertambahnya usia akibat perubahan fisiologis, seperti penurunan elastisitas pembuluh darah dan gangguan fungsi vaskular perifer . Berdasarkan status pernikahan, mayoritas pasien hipertensi telah menikah . ,5%). Kondisi ini dapat dikaitkan dengan Belum menikah meningkatnya tanggung jawab dan stres psikososial pada Menikah hipertensi . SMP Ditinjau SMA responden memiliki pendidikan terakhir sekolah dasar . ,0%). memengaruhi kemampuan pasien dalam memahami informasi kesehatan, yang berdampak pada kepatuhan pengobatan dan ketercapaian clinical outcome, termasuk Ibu Rumah Tangga sebagian besar responden berprofesi sebagai ibu rumah Petani tangga . ,1%) dan lama menderita hipertensi pada Wiraswasta sebagian besar pasien berada pada rentang 0Ae1 tahun PNS Pendidikan Terakhir memengaruhi gaya hidup dan kesehatan, termasuk risiko Pekerjaan Tingkat kontrol tekanan darah . Berdasarkan pekerjaan. Lama Menderita Hipertensi 0-1 Tahun . ,5%), sebagian besar pasien hipertensi memiliki durasi penyakit kurang dari lima tahun . Pada fase awal penyakit, pemahaman pasien terhadap kondisi dan Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 120-128 e-ISSN: 2598-2095 pengobatan masih berkembang, namun dalam jangka panjang, kejenuhan terhadap terapi dapat berkontribusi Sementara itu, kepatuhan tinggi pada Pretest terhadap penurunan kepatuhan. Berdasarkan terapi terutama berkaitan dengan perilaku menebus resep dan antihipertensi yang digunakan, obat golongan calcium tetap mengonsumsi obat saat kondisi memburuk, channel blocker (CCB), khususnya amlodipin dosis 10 mg meskipun persentasenya masih terbatas pada beberapa . ,2%), item tertentu. Setelah pemberian intervensi pictorial digunakan, diikuti oleh amlodipin 5 mg . ,8%) dan ACE medication daily, hasil Posttest menunjukkan peningkatan kepatuhan tinggi yang lebih merata pada hampir seluruh . ,1%). Pola . nintentional item kuesioner ARMS. penatalaksanaan hipertensi yang merekomendasikan Kepatuhan tinggi paling dominan ditemukan pada item CCB dan ACE inhibitor sebagai terapi lini pertama pada yang berkaitan dengan konsistensi minum obat, tidak pasien hipertensi . Meskipun Penilaian kepatuhan pasien hipertensi dalam penelitian ini diukur menggunakan kuesioner ARMS. Hasil Pretest menunjukkan bahwa kepatuhan rendah paling banyak ditemukan pada item yang merencanakan penebusan ulang obat sebelum habis. Temuan antihipertensi jangka panjang dan kesinambungan Pada menunjukkan kepatuhan sedang hingga rendah pada mengindikasikan bahwa aspek manajemen pengobatan menjadi tantangan. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan peningkatan kepatuhan minum obat antihipertensi, khususnya dalam aspek konsistensi penggunaan obat. Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi pengisian kuesioner ARMS. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kuesioner ARMS Penilaian tingkat kepatuhan pasien diperoleh dari hasil Pertanyaan Ke- mengubah dosis obat tanpa anjuran tenaga kesehatan. Distribusi Frekuensi Kuieioner ARMS Kepatuhan Pretest . = . Rendah Sedang Tinggi (%) (%) (%) Kepatuhan Posttest . = . Rendah Sedang Tinggi (%) (%) (%) responden menunjukkan perilaku lupa minum obat atau sesekali melewatkan dosis, yang mencerminkan adanya Tabel 3. Gambaran Tingkat Kepatuhan Pasien Tingkat Kepatuhan Rendah . Sedang . Tinggi . Total Pretest Jumlah Persentase . (%) Posttest Jumlah Persentase . (%) Hasil menunjukkan bahwa pemberian intervensi pictorial medication daily dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam meminum obat. Terdapat perubahan kepatuhan minum obat yang signifikan antara Pretest dan Posttest yang ditunjukkan dari hasil p-value 0. Pemberian Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 120-128 signifikan terkhususnya pada pasien yang low literacy . e-ISSN: 2598-2095 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan Penggunaan media pictorial medication Tabel 3. Data Hasil Uji Wilcoxon Pada Kepatuhan Pretest dan Posttest Pretest . = . Kepatuhan Rendah Sedang Tinggi Posttest . = . p-value Clinical Outcome intervensi pada Pretest untuk tekanan darah sistolik tidak ada yang memenuhi kategori terkontrol, sedangkan untuk tekanan darah diastolik yang terkontrol sebanyak 11 pasien dan tidak terkontrol sebanyak 55 pasien. Setelah intervensi pada Posttest terjadi perubahan tekanan darah yang lebih terkontrol baik dari tekanan darah sistolik maupun diastolik Tabel 4. Gambaran Tekanan Darah Pretest dan Posttest Pretest . = . Terkontrol Tidak Terkontrol terbukti dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi serta memperbaiki luaran klinis berupa pengendalian tekanan darah. UCAPAN TERIMAKASIH