Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 PENGALAMAN PASIEN SINDROM KORONER AKUT YANG MENJALANI KATETERISASI JANTUNG DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Christina Restu WidyastantiA. Eva MartiA. Chatarina Setya WidyastutiA STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular no 401. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonessia. Email: restoe. goentoro@gmail. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular no 401. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indnesia. Email: evamarti85@stikespantirapih. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular no 401. Condongcatur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: chatarinasw@stikespantirapih. ABSTRAK Latar Belakang: Sindrom Koroner Akut (SKA) mengakibatkan kematian yang tinggi dan meningkat setiap tahunnya, diakibatkan ketidak seimbangan antara kebutuhan oksigen pada jantung dan aliran darah karena adanya penyempitan aliran pembuluh darah jantung. Prosedur kateterisasi jantung dapat menimbulkan beberapa respon bagi pasien, seperti kecemasan, nyeri, takut tentang prosedur, takut kematian, dan tindakan ini dilakukan pada pasien dalam keadaan sadar. sehingga pasien dapat melihat secara langsung proses tindakan kateterisasi jantung. Setelah tindakan pasien akan dibawa ke ruang ICCU untuk dilakukan perawatan lanjutan paska kateterisasi. Tujuan: Mengetahui pengalaman pasien SKA yang menjalani kateterisasi jantung di RS Panti Rapih Yogyakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan phenomenology Tehnik pengambilan sampel dengan non probability sampling . urposive samplin. , dengan kriteria inklusi informan yang menjalani kateterisasi jantung pertama kali dan dipasang stent/ring. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 informan sesuai saturasi data, terdiri dari satu perempuan dan empat laki-laki dengan rentang usia 55 -75 tahun. Pengumpulan data dilaksanakan pada Bulan Desember 2021 menggunakan wawancara mendalam dengan pedoman wawancara dan alat perekam. Metode analisis data yang digunakan adalah Creswell. Hasil: Penelitian didapatkan enam tema yaitu . motivasi internal dan eksternal dalam melakukan kateterisasi jantung . berserah diri dalam menjalani kateterisasi jantung,. gambaran tindakan kateterisasi jantung tidak menakutkan . rasa tidak nyaman setelah tindakan kateterisasi jantung . perasaan positif setelah menjalani kateterisasi jantung . pelayanan yang baik oleh tenaga kesehatan. Kesimpulan: Peran perawat sangat penting dalam mendampingi pasien yang menjalani kateterisasi jantung baik sebelum tindakan, saat dan sesudah tindakan, karena akan berdampak pada psikologis Bagi tenaga kesehatan, supaya memberikan pelayanan secara holistik, terutama memperhatikan aspek psikologis seperti memberikan dukungan dan penjelasan tentang prosedur kateterisasi jantung sehingga dapat mengurangi kecemasan dan memberikan kepuasan pada pasien. Kata kunci: Kateterisasi Jantung. Pengalaman. Sindrom Koroner Akut. ABSTRACT Background: Acute Coronary Syndrome (ACS) causes high mortality and increases every year, due to an imbalance between oxygen demand in the heart and blood flow due to the narrowing of the heart's blood vessels. The cardiac catheterization procedure can cause several responses in the patient. Christina Restu Widyastanti. Eva Marti. Chatarina Setya Widyastuti Pengalaman Pasien Sindrom Koroner Akut yang Menjalani Kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta such as anxiety, pain, fear about the procedure, and fear of death, and this action is performed on the patient while conscious. so that patients can see directly the process of cardiac catheterization. After the procedure, the patient will be taken to the ICCU room for further post-catheterization care Objective: To find out the experiences of ACS patients undergoing cardiac catheterization at Panti Rapih Hospital. Yogyakarta. Method: The research design used was qualitative with a descriptive phenomenology approach. The sampling technique was non-probability sampling . urposive samplin. , with the inclusion criteria being informants who underwent cardiac catheterization for the first time and had a stent/ring installed. The sample in this study was 5 informants according to data saturation, consisting of one woman and four men with an age range of 55 -75 years. Data collection was carried out in December 2021 using in-depth interviews with interview guides and recording equipment. The data analysis method used is from Creswell. Results: The study found six themes, namely . internal and external motivation in performing cardiac catheterization . surrender in undergoing cardiac catheterization, . the description of cardiac catheterization is not scary . feelings of discomfort after cardiac catheterization . positive feelings of after undergoing catheterization heart . good service by health workers. The role of the nurse is very important in accompanying patients undergoing cardiac catheterization before, during, and after the procedure, because it will have an impact on the patient's psychology. For health workers, to provide services holistically, especially paying attention to psychological aspects such as providing support and explanations about cardiac catheterization procedures so as to reduce anxiety and provide patient satisfaction Keywords: Acute Coronary Syndrome. Cardiac Catheterization. Experience PENDAHULUAN Sindrom Koroner Akut (SKA) tindakan PCI, setelah tindakan PCI sampai merupakan suatu kasus kegawatan dari pasien keluar dari rumah sakit. Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang METODE PENELITIAN pembuluh darah sehingga aliran darah Peneliti koroner berkurang secara mendadak dan kualitatif phenomenology deskriptif untuk mengakibatkan kematian yang tinggi serta mengetahui gambaran pengalaman pasien meningkat setiap tahunnya yang disebabkan Sindrom menjalani kateterisasi jantung di Rumah kebutuhan oksigen pada jantung dan aliran Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Teknik darah (Irman. Nelista, & Keytimu, 2. sampling pada penelitian ini ialah non PCI probability sampling dengan purposive Koroner Akut (SKA) penatalaksanaan SKA. Beberapa respon Kriteria inklusi adalah yang bisa muncul akibat tindakan PCI SKA yang sudah menjalani kateterisasi menurut Delewi dalam Hastuti . jantung untuk pertama kali dan dilakukan adalah kecemasan, kecemasan dapat terjadi pemasangan ring/stent, kesadaran compos saat pasien masuk rumah sakit, sebelum mentis, berkomunikasi dengan baik, untuk Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 5 Tahun 2024 kriteria eksklusinya adalah pasien dengan AuAbiar sembuh, biar diobatiAy (P. Covid-19. Jumlah sampel yang didapat AuA aku mau panjang hidup sampai Teknik Motivasi eksternal berupa dukungan pengumpulan data yang dipergunakan ialah keluarga diungkapkan partisipan sebagai wawancara mendalam minimal 8 jam sekarangAAy (P. AuDukungan keluarga Ayang pertama pedoman wawancara serta catatan lapangan. anak saya yang besar itu mengatakan harus Wawancara dilakukan antara 45- 60 menit dibawa kerumah sakit tindakan apa yang didalam ruang perawatan ICCU . Hasil harus dilakukan sama dokter itu jalan yang wawancara direkam dengan alat perekam terbaik Au(P. handphone atas seijin partisipan. Analisa AuAistri saya selalu berdoa dan anak- data menggunakan dari Creswell yaitu anak dari luar kota juga mendukung mengorganisasikan dan menyiapkan data sehingga saya siap menjalaniAy (P. Au. saya didukung keluarga dan anak, melihat seluruh data, membuat koding saya semangatAAy (P. Menurut Handoko Widayatun menghubungkan antar tema dan memberi dalam Agustiana. Nurmagupita dan Sutedjo interpretrasi serta makna tentang tema. motivasi dari dalam adalah motivasi yang datang dari dalam diri orang, biasanya HASIL DAN PEMBAHASAN timbul dari perilaku yang dapat mengatasi Hasil analisa data diperoleh enam tema masalah sehingga terpenuhi yaitu secara fisik, proses mental . , keturunan. Motivasi internal dan eksternal dalam melakukan kateterisasi jantung Keinginan perkembangan usia usia. Faktor luar yaitu faktor motivasi yang berasal dari luar diri kembali dan hidup sebagai motivasi internal manusia berupa dampak dari orang lain atau lingkungan meliputi faktor lingkungan, bantuan sosial, sarana dan prasarana. AuSaya disini pengen sehatAsaya disini Dukungan keluaga berperan penting dalam pengen hidup sejahtera, pengen ketemu menghadapi suatu tindakan hal ini sesuai keluargaAy (P. dengan pendapat Chandra dalam Siburian Au. tapi saya niat, saya harus dan saya harus sembuh saya harus bisa Au(P. Christina Restu Widyastanti. Eva Marti. Chatarina Setya Widyastuti Pengalaman Pasien Sindrom Koroner Akut yang Menjalani Kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta AuPersiapan mental, berdoa, selalu tenang dan lebih tegar dalam menjalani berdoay (P. sakit fisiknya yang akan mendukung proses Kepasrahan partisipan ditunjukan dari Menurut pernyataan berikut: Setiadi dalam Sihaloho . dukungan AuAsemua saya pasrahkan kepada keluarga pada pasien kateterisasi bisa Tuhan. Tuhan ada didalam hati kamiAy (P. berupa dukungan instrumental yaitu berupa AuAEnggak takut, saya sudah pasrah sama Tuhan. Tuhan yang menciptakan Tuhan yang mengambil ya sudah pasrahAy menanggulangi persoalan yang dihadapi (P. Dukungan AuLebih keApasrah gituAiya pasrah. Ay emosional dapat berupa dukungan simpati (P. AuApokoknya saya pasrah, pokoknya tersebut seorang akan merasa dirinya tidak manteb, saya pasrah pada Allah, anak saya menanggung beban sendiri tetapi masih ada nanti ibu dzikir terus pasrahAy (P. oranglain yang memperhatikan. Dukungan AuAsaya beranikan diri, udahlah aku keluarga yang baik terbukti merendahkan wes. pasrahA(P. Sesuai dengan Qodhi yang disitasi oleh Sari . mengatakan dengan berdoa. Motivasi akan memberikan semangat untuk berzikir serta menjalani prosedur tindakan dengan tujuan menjalani perubahan fisiologis sebagai supaya sembuh dari sakitnya, meningkatkan ketenangan jiwa. Orang yang memiliki keyakinan akan memperoleh ketenangan kecemasan dan memberikan ketenangan karena merasa tidak sendiri. Berserah diri dalam menjalani menjalani tantangan dan cobaan hidup, kateterisasi jantung Berdoa Alquran dilakukan oleh partisipan dalam menjalani menciptakan bersedia menerima kenyataan (Hamid ungkapan berikut: Sari Menurut Muttaqin dan Sari dalam Setyorini . AuBerdoa sebelum tindakan dokter saya persiapan mental dan psikologi adalah hal ingat TuhanAy (P. penting dalam persiapan operasi, karena Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 5 Tahun 2024 jantung itu lho. pembuluh darah pembuluh kondisi fisik pasien yang akan menjalani darahAy (P. Penelitian Ikedo dalam Nyoto. AuAkawatnya masuk ituAy (P. Nursalam dan Soleha . menjelaskan AuAdipasang satu ring di gorong- bahwa kekuatan penyembuhan doa pribadi gorong yang sempiAy (P. berdasarkan iman dan keyakinan, dan Ungkapan partisipan tentang tindakan kesehatan spiritual sama pentingnya dengan yang rasakan sewaktu kateterisasi jantung kesehatan fisik karena campur tangan berlangsung sebagai berikut: Tuhan bagi mereka yang sakit parah. Hal AuTidur . ergelangan ini didukung penelitian Nyoto. Nursalam tangan kana. dikasih seperti dibasahi dan Soleha . diperoleh bahwa terdapat semuaAy (P. pengaruh pemberian bimbingan rohani AuSadar. Islam kombinasi edukasi video berbasis ituAtidak dibiusAy (P. theory of comfort terhadap kenyamanan AuAsaya disini . angan kana. seperti Sebelum kateterisasi pada pasien jantung ditusuk tapi kok tidak terasaAy (P. terjadi peningkatan kenyamanan dan lebih AuDitusuk dua-duanya, tenang sebelum proses tindakan kateterisasi semua, dibersihkan trus dinet-net . Pengelolaan spiritual secara nyata waa sakit sekali itu tapi ya udah, dibilangin nanti sakit ya bu trus dikasih balok es, disini . biar kenceng dikasih kecemasan dan skor depresi pada pasien pamper, sampai pagi. Ay (P. dengan angioplasty. AuTangan suruh gini . angan posisi Gambaran tindakan kateterisasi menghadap ata. trus coblos. Ay (P. jantung tidak menakutkan Ungkapan Beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan persepsi adalah pengetahuan, menggambarkan apa yang dilihat sewaktu pengalaman dan sudut pandang. Pernyataan tindakan kateterisasi jantung berlangsung partisipan serupa dengan Buzzato yang disitasi dalam Listiana . kateterisasi AuSaya lihat kaya monitor semacam memasukan kateter sampai aorta dan kawat yang bengkok gitu yaAy (P. AuAmelihat rekam mediknya jantung, brakialis atau femoralis, menyuntikkan itu lho terus dikasih gambar mengenai kontras melalui kateter berguna untuk melihat gambaran arteri koroner Underhille Christina Restu Widyastanti. Eva Marti. Chatarina Setya Widyastuti Pengalaman Pasien Sindrom Koroner Akut yang Menjalani Kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Darliana Auketika kawatnya masuk itu seperti persiapan pasien dalam tindakan katerisasi sengkring-sengkring gituAy (P. jantung melewati tiga tahap yaitu sebelum. International Persiapan Associatione Study of Pain (IASP) menyatakan nyeri sebelum tindakan pasien akan dilakukan perekaman jantung, pemeriksaan laborat, penjelasan tindakan dan inform consent, karena adanya kerusakan jaringan yang pembersihan daerah insersi dan pemberian tergambarkan seperti adanya kerusakan obat suntikan anestesi lokal diaderah tempat hal ini sesuai yang diungkapkan Menurut Gray yang disitasi dalam partisipan, nyeri disebabkan adanya luka Darliana tusukan dan tempat masuknya wire/kawat merupakan prosedur menusukkan kateter pengahantar sewaktu tindakan kateterisasi melalui femoral atau brachialis menuju ke Didukung pendapatnya Gray yang aorta assendens dan arteri koronaria yang disitasi dalam Darliana . kateterisasi dituju dengan fluoroskopi. Ukuran kateter jantung yaitu prosedur dengan menusukan yang digunakan di femoral biasanya kateter kateter melewati femoral atau brachialis ukuran enam atau lima French. Posisi menuju ke aorta assendens dan arteri dalam ostium arteri koroner, media kontras koronaria yang dituju dengan bantuan Ungkapan partisipan untuk . koroner sehingga gambar arteri koroner rasa tidak nyaman sebagai berikut: AuAdisitu itu rasa kaya apa yaAkaya bengkak AAy (P. mendapatkan gambar dari sudut yang AuSeperti gringginggen . itu lhoAy (P. Rasa tidak nyaman dari tindakan AuAnggak boleh gerak 5 jam, lebih itu kateterisasi jantung mungkin 10 jam lagi harus lurus, rasanya Ungkapan partisipan tentang gambaran itu dibelakang pegel, mau miring takut mau nyeri sebagai berikut: AuAada rasa perih duduk juga takutAy (P. didalam habis masuki itu kemungkinan ada AuIni kemeng senut-senutAAy (P. giman-gimana gitu ya memang terasa agak AuArasanya sakitAy (P. sekarang AAy (P. Auditusuk itu iya nyeriAy (P. senut-senut Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 5 Tahun 2024 Menurut Underhill PCI Darliana . pasien yang dengan bius perlakuan tindakan ambulasi dini dan lokal dapat timbul efek samping seperti rasa pengaturan posisi 1 jam setelah sheath gatel, bengkak dan kemerahan pada kulit. Observasi adanya perdarahan, hematoma dilakukan ambulasi dini secara bertahap dan bengkak disekitar daerah penusukan setelah bantal pasir diambil, yaitu dengan melalui penekanan duduk disamping tempat tidur, dilanjutkan dengan bantal pasir dan imobilisasi pada berdiri dan dianjurkan untuk berjalan di daerah penusukan. Penekanan bantal pasir sekitar tempat tidur atau ke kamar mandi dan imobilisasi daerah penusukan yang dengan estimasi waktu 15 menit. selama enam Hal Kusumantoro Pasien Perasaan positif setelah menjalani kateterisasi jantung. seperti yang diungkapkan partisipan ke Perasaan bahagia yang diungkapkan partisipan sebagai berikut: AuAsaya merasa senangAAy (P. menggunakan bantal pasir dan immobilisasi AuLebih ceria gituAAy (P. yang sangat lama dapat menyebabkan rasa AuAalhamdulilah saya sudah fitAAy (P. AuSenangAy (P. Keluhan ketidaknyaman yang bisa terjadi pada pasien sebagai berikut: yang dilakukan penekan Kelegaan dari partisipan diungkapkan AuAlebih merasa legay (P. AuSaya plong sudah lega itu pengobatan itu, nggak ada masalahAAy (P. Hal kebas/baal. Proses imobilisasi pasien paska kualitatif yang dilakukan oleh Amsani, kateterisasi jantung dapat menimbulkan Muryati dan Amirullah . berdasarkan keluhan nyeri punggung dan kram otot kaki. wawancara dengan enam informan yang Penelitian yang dilakukan Arafat dan telah menjalani PCI, semua menyatakan Purwanti bahwa merasa lebih baik dan dapat kembali perubahan sudut tempat tidur dan ambulasi beraktifitas normal seperti sebelumnya. Hal dini efektif menurunkan nyeri punggung ini didukung pendapat Ramandika yang pasien paska tindakan PCI, dimana dalam disitasi oleh Sartika & Pujiastuti . penelitiannya tentang efektifitas posisi dan ambulasi dini terhadap nyeri punggung bertujuan melihat gangguan pada sitem Christina Restu Widyastanti. Eva Marti. Chatarina Setya Widyastuti Pengalaman Pasien Sindrom Koroner Akut yang Menjalani Kateterisasi Jantung di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta kardiovaskular terlebih penyempitan arteri koroner dan merupakan inovasi baru dalam pendampinagn ibadah dan peningkatan efektifitas tindakan pengobatan penyakit jantung, serta mempermudah tindakannya diberikan perawat serta keluarga pada dan mengharapkan hasil yang lebih baik. pasien dengan memberikan dukungan untuk Pelayanan yang baik dari tenaga Dukungan kesembuhan pasien, dengan memberikan semangat pada pasien untuk melakukan Ungkapan terapi pengobatan. Pendapat ini sesuai dukungan tenaga kesehatan sebagai berikut: Hidayat . bahwa komunikasi yang AuAdia memberikan saran kepada saya, terampil, profesional, menghormati privasi bapak tenang aja ngak usah istilahnya pasien, pasien menjadi lebih diperhatikan, grogi ngak usah takut dan berdoa aja. Ay (P. pemahaman sehingga bisa mengurangi AuMemberikan semangat, jangan mikir perasaan gelisah, tegang, takut dan cemas. anu ya yang macam-macam pokonya Menurut Masriani. Handian dan Kristiana dijalani ajaAy (P. AuMemberi semangat pak supaya cepat sembuhAy (P. Ungkapan partisipan tentang kebaikan tenaga kesehatan sebagai berikut: berguna menurunkan stress, dan pikiran AuCeria sekali, kompak ceria senda gurau itu lho ndak stress jadi saya ya sehingga klien mengerti tentang tindakan santai saja. Ay (P. yang akan dijalani. AuPerawatnya bagus-bagus . SIMPULAN DAN SARAN memberitahu dan ramah gituAy (P. Dapat disimpulkan bahwa pengalaman Aukadang-kadang dia juga bercanda pasien SKA yang menjalani kateterisasi kadang-kadang aku juga guyon . jantung secara garis besar meliputi 3 hal juga menimbangi rasa takut saya gituAy (P. sebelum tindakan yaitu motivasi Berdasarkan penelitian Madadeta dan internal dan eksternal dalam melakukan Widyaningsih . terdapat lima item kateterisasi jantung dan berserah diri dalam dukungan spiritual perawat yaitu dukungan menjalani kateterisasi jantung, . saat Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 5 Tahun 2024 Hidayat. Erwin, & Dewi. Persepsi penyakit jantung koroner yang akan dilakukan tindakan kateterisasi Jurnal online mahasiswa bidang ilmu keperawatan universitas riau. Kabo. Penyakit jantung koroner: penyakit atau proses alamiah. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kusumantoro. Pengaruh penggunaan percutaneus coronary angiografi di instalasi jantung dan pembuluh darah rsup karyadi semarang. Jurnal Keperawatan FIKkes. Listiana. Effendi. , & Nasrul. Faktor - faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre kateterisasi jantung pasien SKA. CHMK Nursing Scientific Journal. Nyoto. Nursalam, & Soleha. Bimbingan rohani islam kombinasi edukasi video berbasis theory of comfort prakateterisasi pada pasien jantung. Jurnal Keperawatan. Setyorini. , & Mutaqin. Hubungan spiritualitas dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi bedah umum. Jurnal Keperawatan Sihaloho. Gambaran dukungan sosial keluarga pada pasien sebelum dan sesudah menjalani kateterisasi jantung di rsud dr pringandi medan. Jurnal Kesehatan Surya Nusantara. kateterisasi jantung tidak menakutkan dan rasa tidak nyaman dari tindakan kateterisasi jantung, . setelah tindakan yaitu muncul kateterisasi jantung dan pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan. Dan dapat disarankan bagi tenaga kesehatan, supaya memberikan pelayanan secara holistik, terutama memperhatikan dukungan dan penjelasan tentang prosedur mengurangi kecemasan dan memberikan kepuasan pada pasien. DAFTAR PUSTAKA