Volume 1 Issue 2 . Pages 93-102 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah MEMBANGUN KARAKTER SISWA DENGAN HATI NURANI PASCA PANDEMI COVID-19 Tariyono1. Eka Saptaning Pratiwi2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. STIT Muhammadiyah Bojonegoro2 Tariyono81@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran pasca pandemi. Penelitian ini merupakan studi Pustaka dengan sumber data utama AA hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran mengalami perubahan 100% yang semula pendidikan dilakukan secara daring, dua tahun . pola Pendidikan dilakukan online, sehingga siswa mengalami problematika sosial yang merubah kebiasaan pada pembelajaran, saat Pendidikan dilaksanakan tatap muka . Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk membangkitkan semangat siswa setelah adanya pandemi adalah dengan mempergunakan berbagai macam metode pembelajaran, metode keteladanan, simulasi, afirmasi, repeat power, dan lain sebagainya. Kata Kunci: karakter, pembelajaran pasca pandemi, siswa PENDAHULUAN Karakter memberikan gambaran tentang suatu bangsa, sebagai penanda, penciri sekaligus pembeda suatu bangsa dengan bangsa lainnya. Karakter memberikan arahan tentang bagaimana bangsa itu menapaki dan melewati suatu jaman dan mengantarkannya pada suatu derajat tertentu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki karakter yang mampu membangun sebuah peradaban besar yang kemudian mempengaruhi perkembangan dunia. Demikianlah yang pernah terjadi dalam sebuah perjalanan sejarah. Nabi Muhammad SAW sebagai manusia sempurna yang pernah hidup di muka bumi telah memberikan contoh keteladanan bagaimana membangun sebuah karakter bangsa dan mempengaruhi dunia. Sehingga Michael H. Hart penulis buku 100 tokoh berpengaruh di dunia menempatkan (Saleh . Membangun Karakter dengan Hati Nurani, 2. Nabi Muhammad SAW sebagai manusia paling berpengaruh sepanjang sejarah kemanusiaan, karena mampu mengubah sebuah wajah karakter masyarakat dari realitas masyarakat yang sangat tidak beradab, suka menyembah patung, suatu produk manusia yang disembahnya sendiri, suka berjudi, suka membunuh anak perempuannya karena dianggap melemahkan citra diri keluarga besar . , memberikan penghargaan atas wanita dengan cara yang sangat murah dan keji memperjualbelikan manusia dengan sistem perbudakan menjadi beradab dan bermoral. Semua realitas itu kemudian diubah dengan cara yang sangat indah dan cerdas melalui keteladanan dan dibangun karakter masyarakatnya, kemudian mampu mempengaruhi karakter bangsanya sehingga dapat diakui dalam percaturan sebuah kawasan . bahkan hingga mampu mengubah sejarah perjalanan dunia. Dari sebuah bangsa yang tidak pernah dikenal dalam sejarah hingga mampu menjadi benchmark . kuran standa. sebuah peradaban dunia dan mampu berlangsung sangat lama, 1. 400 tahun mendampingi sejarah perkembangan peradaban dunia hingga saat ini. Semua Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2024 | 93 MEMBANGUN KARAKTER SISWA DENGAN HATI NURANI PASCA PANDEMI COVID-19 itu karena pembangunan karakter bangsa yang dibangun oleh Nabi Besar Muhammad SAW yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Akhlak. i Akhlak sebagai suatu nilai dan tindakan perilaku yang tinggi berdasarkan pada nilai-nilai luhur agama dan wahyu yang dapat mengantarkan manusia pada derajat tertinggi kemanusiaan baik di sisi manusia maupun di sisi Tuhan Sang Penguasa KehidupanAllah SWT. Inilah yang menjadi tugas utama kenabian Muhammad SAW yaitu untuk membangun dan memperbaiki Akhlak manusia. Sebagaimana di dalam sabdanya: "Tidaklah aku diutus . e muka bum. kecuali untuk menyempurnakan akhlak manusia" (Fahruddin, 2. Sehingga Nabi Muhammad SAW kemudian benar-benar terfokus dan concern untuk melakukan proses pembentukan, penyempurnaan, dan penguatan akhlak . arakter generas. ini sebagai modal dasar melakukan sebuah perubahan besar dan pembangunan peradaban besar. Usaha keras dan sungguh-sungguh ini dalam waktu yang sangat singkat ternyata telah mampu menampakkan hasilnya. Generasi terbaik dan kuat itu berhasil Sebuah generasi yang siap membangun peradaban besar dunia yang memberikan pengaruh besar bagi perubahan-perubahan besar selanjutnya. Sehingga beliau pernah bersabda bahwa, "sebaik-baik kaum . urun/mas. adalah masaku, kemudian setelahnya . ara sahaba. , kemudian setelahnya . abi'i. METODOLOGI Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian kepustakaan ialah serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan metode pengumpulan data Pustaka, pengumpulan data berupa kegiatan membaca, memcatat, dan mengolah bahan penelitian (Zed, 2. Objek penelitian kepustakaan merupakan data kepustakaan yang dalam hal ini berupa buku, kitab, dan sumber data kepustakaan lainnya dengan membaca, menelaah, dan menganalisisberbagai literatur yang ada (Evanirosa, 2. Sumber data primer penelitian ini adalah buku dari Ki Hadjar Dewanntara dengan judul Taman Indrya (Kindergarte. yang merupakan buku cetakan kedua dari Taman Indrya Taman Siswa yang diterbitkan tahun 1959. Sumber data sekunder berupa data-data tertulis baik itu buku-buku, hasil kajian dan penelitian, maupun sumber lain yang mengulas tentang konsep PAUD dan yang membahas tentang perkembangan pendidikan anak usia dini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pembentukan karakter itu bertahan dengan sangat baik, kuatdan kokoh dalam tiga generasi selama lebih kurang 500 tahun tetap dijagadipelihara, dan dipertahankan dalam menjalani kehidupan tentu dengan segala pernak-pemiknya dan dinamikanya. Pembangunan karakter ini kemudian melahirkan orang-orang besar sepanjang sejarah dan mampu mewarnai dunia melalui kekuatan karakter kepribadiannya. Misalnya kita bisa mengenal dari generasi sahabat Abu Bakar AsshiddiqUmar bin Khattab. Utsman bin Affan. Ali bin Abi Thalib. Kemudian dari generasi tabi'in. Umar bin Abdul Aziz. Thariq bin Ziyad. Harun Ar Rasyid dan generasi selanjutnya yang semua mereka telah tampil dalam pentas sejarah dengan karakternya yang kuat, penuh gagah berani, akhlak yang agung, mampu membangun sejarah dan mengubah Namun hasil pembentukan karakter itu tidak hanya berhenti pada tiga generasi tersebut melainkan terus bertahan dalam kurun waktu yang panjang dan berdampak luas. Yang bermula hanya dari sebuah kota kecil di Mekkah dan mengubah sebuah jazirah bahkan melampaui jauh 94 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2024 MEMBANGUN KARAKTER SISWA DENGAN HATI NURANI PASCA PANDEMI COVID-19 sebuah kawasan hingga menembus batas- batas Eropa. Asia bahkan dunia. Di Eropa . isadari dan diakui atau tidak oleh sejarah bara. pembentukan karakter ini bertahan cukup lama semenjak masuknya generasi Nabi Muhammad SAW ini ke dataran Eropa melalui pintu Spanyol di selat Gibraltar atau selat Jabal Thariq, diambil dari nama panglima perang yang diberi tuga oleh Khalifah Umayyah. Abdul Malik bin Marwan pada bulan Rajab 92 H atau tahun 711 Masehi. Sehingga Andalusia Spanyol dengan ibukota-nya Kordoba menjadi pusat peradaban Kekuasaan Daulah Umayyah di Eropa. Di kota ini pulalah berkembang peradaban yang tinggi dengan pilar utama pengembangan pemikiran dan keilmuan. Bahkan pada tahun 168H-170H /786 Masehi dibangun masjid Jami' pertama di Kordoba oleh Abdurrahman ad Dakhil -- penguasa tangguh Daulah Umayyah di Andalusia -- 25. 000 meter persegi, dihiasi ornamen arsitektur yang sangat indah, dinding dan langit-langitnya dihias dengan ayat AlQuran. Masjid ini dikelilingi dengan taman-taman yang sangat menawan, dialiri air melalui pipa logam yang canggih pada zamannya. Keindahan masjid ini masih dapat dinikmati hingga sekarang walau telah berubah fungsi menjadi gereja. Masjid ini pada masanya kemudian menjadi universitas Islam terbesar di Andalusia Spayol pada abad- abad pertengahan bahkan pada tahun 171H/787M dibangun perpustakaan besar yang menjadi sumber inspirasi dan pilar penting membangun peradaban yaitu ketinggian ilmu pengetahuan sehingga menjadikan peradaban Islam di Eropa mencapai derajatnya yang tertinggi, sementara negara-negara lain di Eropa hidup dalam kegelapan dan kebodohan (Dark ag. Bahkan jauh sebelum peradaban modern melakukan sesuatu sebagaimana saat iniIslam telah melakukannya dan menjadi ispirasi bagi mereka seperti: Pada tahun 694 M/ 73 H pada masa daulah Umayyah, khalifah Abdul malik bin Marwan, melakukan penyatuan mata uang dunia Islam . ata uang emas dinar dan mata uang perak dirham, pada tahun 703M/84H) beliau menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa pemersatu dan bahasa resmi di seluruh wilayah Islam. Cahaya Islam melalui karakter dan perilaku umatnya pada saat itu telah mampu membangun kebangkitan moral dan keilmuan di jantung Eropa yang menjadikan Andalusia sebagai mercusuar peradaban dan ketinggian pemikiran dalam lingkup yang luas. Sehingga mampu menghasilkan para ilmuwan yang sangat berpengaruh bagi perkembangan ilmu pengetahuan, misalnya Al- Zarkali di Kordoba Spanyol . 9M) perancang tabel astronomi Toledian pada tahun 1080 M yang memodifikasi skema Ptolemic tentang cakrawala dengan menganjurkan perbedaan bundar pada atap epicycieplanet mercury. Demikian pula Ibn Bajjah di Saragoza . 9 M). Abu Bakr di Granada . 5 M) dan al-Bitruji . 0-an M). Belum lagi jauh di timur, dalam kekuasaan daulah Abbasiyah di Baghdad. Irak. H/758M) telah menjadi ibu kota ilmu pengetahuan tempat bertemunya para ilmuwan, filsuf, peneliti dari seluruh penjuru dunia di darul hikmah untuk mengungkapkan rahasia alam semesta bahkan juga banyak melahirkan para tokoh keilmuan seperti Ja'far Muhammad al Sadiq . M). Jabir bin Hayyan . M) Al Farghani . M). Al Battani . -929 M) dan Thabit bin Qurra . -901 M), dan banyak lagi hasil karya fenomenal monumental yang menjadi dasar dalam pengembangan keilmuan modern, misalnya temuan tokoh ilmuwan islam tentang ilmu Aljabar dan trigonometri oleh Abu Ja'far Muhammad bin Musa Alkhwarizmi Sekaligus yang berjasa menemukan angka Nol Sebagai peletak dasar perkembangan beragam keilmuan dan teknologi modernBidang Kedokteran. Eropa saat itu menyatakan penyakit disebabkan oleh roh Namun Ilmuwan Muslim kala itu berdasarkan hasil penelitian mereka menyimpulkan bahwa penyakit disebabkan oleh makhluk kecil yang terlalu kecil utnuk dilihat dan pasien harus dirawat ditempat terpisah dari orang-orang sehat. wal Rumah sakit pertama di dunia. TH 877 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. MEMBANGUN KARAKTER SISWA DENGAN HATI NURANI PASCA PANDEMI COVID-19 M di Mesir oleh Ahmad bin Thulu. Sementara itu di bidang Astronomi Islam telah jauh sebelumnya menyatakan bahwa bumi dan semua planet mengelilingi matahari . sementara Eropa dan Barat melalui doktrin gereja memahami sebaliknya yaitu mataharilah yang mengelili bumi, dan matahari sebagai pusat tata surya . Beragam data yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa mereka semua adalah para ilmuan yang sangat andal di bidangnya: kimia, matematika, astronomi yang memberikan kontribusi sangat signifikan dan peletak dasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia Hal inilah kemudian yang mampu menginspirasi Eropa dan Barat untuk berubah dan ikut tercerahkan yang di dalam sejarah dinamakan dengan renaisance . elahiran kembal. mencerahkan Eropa (Aufklarun. pada tahun 1350 M, bahkan mendorong masyarakat Eropa pada ratusan tahun kemudian untuk bangkit hingga kemudian mereka melakukan revolusi . evolusi Perancis antara tahun 1789-1799, dan kemudian dilanjutkan dengan revolusi industri antara tahun 1760-1. dengan tujuan untuk berubah dari realitas yang pada awalnya hidup dalam kegelapan (Dark Age: tahun 900-1500-a. penuh penindasan hingga terang benderang sebagaimana saat ini. Bahkan, gaung perubahan yang terjadi itu menggema hingga dataran Amerika (Nasution, 2. Mungkin kita tidak akan pernah melihat bangsa Jerman. Inggris. Portugal. Belanda hingga Amerika sekalipun bisa besar seperti sekarang ini jika tidak pernah terjadi persinggungan dengan nilai-nilai karakter yang pernah dipernah diperkenalkan oleh generasi Nabi Muhammad SAW saat membangun peradaban di sana pada awal-awal sejarah kebangkitan. Apa yang dialami oleh Eropa hingga seperti realitas saat ini, semua tu karena terjadinya persinggungan pada awal sejarah dengan karakter peradaban yang dibawa dan dibangun oleh generasi penerus Nabi Muhammad SAW yang pemah menjejakkan kaki dan membangun peradaban di Eropa. Satu yang pasti karakter yang dibangun itu mampu dirasakan hingga saat ini walaupun generasi terbaru belum pernah hidup, melihat, dan menikmati secara langsung masa awal pembentukan karakter itu. Bahkan generasi baru itu bersedia mempraktikkannya, menirukannya, bahkan memperjuangkannya. Hal ini tentu merupakan suatu realitas yang sangat luar biasa karena karakter itu mampu masuk ke dalam benak dan hati generasi setelahnya dan menjadi inspirasi serta contoh bagi generasi setelahnya untuk turut menirunya. Hal ini menandakan bahwa awal pembentukan karakter itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa sehingga mampu memberikan gema dan gaung yang sangat panjang dan lamaIbarat kita meneriakkan sesuatu pada sebuah bukit, gaung dan gema teriakan itu terus terdengar dengan cukup keras, jauh dan panjang bahkan hingga ratusan tahun atau lebih dari seribu tahun. Ibarat kita melemparkan sebuah batu pada suatu kolam atau danaupercikan dan lingkaran yang dibuat atas dampak dari lemparan itu mampu membuat sebuah lingkaran yang sangat besar, jauh dan lama hingga mampu dirasakan di "bibir pantai kehidupan" itu hingga saat ini. Hal ini menandakan bahwa awal tindakan itu memiliki sebuah kekuatan yang sangat dahsyat dan luar biasa hingga mampu bertahan sampai bibir kehidupan, seperti saat ini. Demikianlah pentingnya sebuah pembentukan karakter suatu bangsa (Saleh A. , 2. Lihatlah pula Jepang, dahulu Jepang merupakan negara yang sangat miskin sehingga banyak orang-orang Jepang yang merantau meninggalkan negaranya mencari kehidupan baru di Amerika. Brazil, atau Peru yang saat itu sedang dalam proses kelahiran suatu negara. Sehingga tidak heran kalau kita pernah mendengar istilah "Nikei" yaitu sebutan untuk orang Amerika. Brazil, atau Peruketurunan JepangSebelum 1853. Jepang adalah negara yang sangat tertutup dan diperintah dengan cara yang sangat feodalistik. Kemudian pada tahun 1868. Jepang 96 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2024 MEMBANGUN KARAKTER SISWA DENGAN HATI NURANI PASCA PANDEMI COVID-19 melakukan sebuah niat perubahan yang dinamakan dengan Restorasi Meiji . ama kaisar saat it. untuk kemudian membuka diri, menanamkan keyakinan bagi rakyatnya untuk menjadi maju dan besar, membangkitkan kembali nilai-nilai karakter bangsanya melalui reformasi besar- besar di dunia pendidikan, mereka kemudian menanamkan dengan kuat nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsanya itu kepada generasinya yang mampu mendorongnya untuk maju dan segera bangkit. Nilai-nilai yang diinspirasi oleh semangat mental Bushido atau jalan hidup samurai yaitu kerja keras, jujur, ikuti pemimpin, tidak individualis, tidak egois, bertanggung jawab, bersih hatiharus tahu maluNilai-nilai ini ditanam dan dipraktikkan secara konsisten baik di rumah, sekolah maupun di masyarakat termasuk diawali oleh semangat para pemimpinnya pada saat itu. Restorasi Meiji inilah sebagai katalis dalam kemajuan Jepang menuju negara industri maju. Keberhasilan Restorasi Meiji ini diakui dunia tidak ada bandingannya di seluruh Dalam jangka waktu hanya sekitar 30 tahunan telah berhasil membawa Jepang dari negara terisolasiterbelakang, dan tradisional menjadi negara maju yang kompetitif dengan negara-negara barat (Michelele Borba, 2. Demikian pulalah yang terjadi pada tahun 1945, di saat Jepang hancur berantakan karena serangan bom yang dilancarkan oleh sekutu dan memporak-porandakan NagasakiHirosima hingga mampu menghancurkan segala sendi perekonomian dan kehidupan di Jepang pada saat itu. Kaisar Jepang membangkitkan kembali bangsanya dengan menggerakkan para guru dan semua potensi negaranya untuk kembali meraih kejayaan melalui semangat Restorasi Meiji yang pernah mereka jalani sebelumnyaSehingga mereka mampu segera bangkit dan mensejajarkan diri kembali dengan negara besar lainnya sebagaimana yang terjadi pada saat sekarang ini, di mana bangsa Jepang telah mampu membuktikan diri kepada dunia sebagai bangsa yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi maju yang dapat disejajarkan dengan Amerika dan negara maju lainnya. Sekarang cobalah lihat dan bandingkan dengan bangsa Indonesia, pada tahun yang sama, tahun 1945 bangsa Indonesia mengawali kemerdekaannyapersis sebagaimana Jepang mengawali bangkit dari kehancuran. Setelah sekian tahun berlalu . ejak tahun 1. hingga saat ini, apa yang telah dihasilkan oleh bangsa ini dan apa pula yang telah diraih oleh Jepang? Keduanya memiliki realitas yang sangat berbeda. Jepang telah berlari kencang dengan hasil karya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat canggih bahkan menjadi trend setter teknologi dunia. Pertanyaannya bagaimana dengan Indonesia? Apa yang menjadi penyebab pembeda bagi keduanya? Inilah kekuatan pembentukan karakter itu. Jepang bangkit karena konsistensi dan semangat membangun karakter bangsanya sejak Restorasi Meiji itu (Saleh M. Membangun Karakter dengan Hati Nurani, 2. Belajar dari beragam kisah bangsa-bangsa yang bangkit dari keterpurukan dan kemudian mampu menghiasi sebuah perabadan manusia, sebagaimana yang terjadi di Jazirah Arab oleh Nabi Muhammad SAW melalui jalur dakwah. Eropa, dan Amerika melalui renaisans dan revolusinya. Jepang melalui restorasi meiji- nya, hal ini memberikan pelajaran bagi semua bahwa jika suatu bangsa ingin bangkit dan besar, maka yang harus dilakukannya adalah membangun karakter bangsanya dan menguatkannya dalam kehidupan. TANGGUNG JAWAB MEMBANGUN KARAKTER Membangun karakter bangsa menjadi tanggung-jawab bersama semua pihak dan komponen dari bangsa ini untuk ikut terlibat menyingsingkan lengan baju membangun karakter yang kuat dan khasSemua potensi bangsa haruslah bangkit dan bersatu- padu untuk melakukan sebuah gerakan dan tindakan dalam membangun karakter bangsa agar negeri ini bangkit dan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. MEMBANGUN KARAKTER SISWA DENGAN HATI NURANI PASCA PANDEMI COVID-19 meraih cita-cita besarnya sehingga mampu sejajar dengan bangsa-bangsa besar lain di dunia dan mampu memberikan kontribusi bahkan menjadi pusat peradaban. Semua itu tentu haruslah bermula dari semangat, visi, dan keteladanan yang dimunculkan dalam diri para pemimpinnya, demikianlah yang pernah dialami oleh negara-negara besar lainnya. Sehingga semua lini kehidupan harus bergerak secara terpadu melakukan sebuah revolusi mental dalam membangun karakter bangsa mulai dari yang unsur paling terkecil dalam struktur masyarakat, yaitu keluarga, kemudian lembaga pendidikan, lingkungan sosial masyarakat melalui pemimpinpemimpin sosial seperti tokoh masyarakatpemimpin RT/RWpemimpin daerah . elurahan/desa, kecamatankota, kabupate. , pemimpin tingkat regionalgubernur hingga pemimpin tingkat nasionalanggota legislatif, menteri, presiden. Semua harus bergerak bersama, bersatu-padu dalam sebuah irama yang sama untuk membangun karakter bangsa dengan nilai-nilai luhur yang dipahami bersama. Dari sinilah kemudian semua unsur masyarakat harus terlibat membangun karakter generasi, antara lain: . Keluarga harus ikut terlibat membangun karakter generasinya melalui kepedulian dan keteladanan orang tua dengan cara memperkenalkannya sejak dini dan mendampingi generasiStruktur terkecil masyarakat ini menjadi kunci awal dalam pembentukan nilai karakter bangsa. Keluarga adalah pembentuk paling signifikan dalam diri seseorang. Kita mengenal arti baik dan buruk dari keluarga melalui apa yang sering dilihat, didengar dalam keluarga, ucapan, tindakan yang ditampilkan khususnya oleh orang tua. Sehingga kita mengenal sebuah ungkapan bahasa Arab "al ummu madrasatul ula" ibu adalah tempat pendidikan pertama dalam kehidupan seorang manusiaIbu sebagai simbol keluarga dan rumah' awal kehidupan merupakan sejarah pembangunan nilai dan karakter anak, sehingga sebuah ungkapan mengatakan"Jika di rumah penuh dengan celaan, maka anak akan biasa memaki. Jika di rumah penuh dengan permusuhan, maka anak belajar berkelahi. Jika di rumah penuh dengan ketakutan, maka anak akan selalu gelisah. Jika di rumah penuh dengan olok-olok, maka anak beiajar rendah diriJika di rumah penuh dengan iri hati, maka anak belajar kedengkianJika di rumah selalu dipermalukan, maka anak belajar merasa bersalah. Jika di rumah penuh dengan dorongan, maka anak belajar percaya diri. Jika di rumah penuh dengan toleransi, maka anak belajar menahan diri. Jika di rumah penuh dengan pujian, maka anak belajar menghargai. Jika di rumah penuh dengan penerimaan, maka anak belajar mencintai. Jika di rumah penuh dengan dukungan, maka anak belajar menyenangi diri. Jika di rumah penuh dengan pengakuan, maka anak belajar mengenali tujuan. Jika di rumah penuh dengan rasa berbagi, maka anak belajar kedermawananJika di rumah penuh dengan kejujuran dan keterbukaan, maka anak belajar kebenaran dan keadilan. Jika di rumah penuh dengan rasa aman, maka anak belajar menaruh Jika di rumah penuh dengan persahabatan, maka anak belajar menemukan cinta di dalam kehidupan. Jika di rumah penuh dengan ketentraman, maka anak belajar berdamai dengan pikiran. Jika di rumah dibesarkan dengan nilai-nilai agama, maka anak belajar menemukan Tuhan dan hakikat kehidupan". Kalangan pelaku lembaga pendidikan di mana pun tingkat d stratanya khususnya sejak pendidikan dasaryaitu PAUD. TK. SD, kemudian tingkat yang yang lebih tasnya SMP. SMP hingga perguruan tinggi oleh para pendidik . uru, dosen ds. juga harus terlibat membangun karakter melalui penanaman nilai dan penguatan nilai-nilai karakter itu dengan cara mengajarkannya dan mendidiknya. Organisatoris . ermasuk dalam organisatoris adalah para pekerja, karyawan, aktivis organisasi, pemimpin organisasi apa pun organisasinya, organisasi profesional, pemerintahan ataupun lembaga dan institusi lainny. : mempraktikkannya dan memberikan contoh teladan terbaik. Belajar dari 98 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2024 MEMBANGUN KARAKTER SISWA DENGAN HATI NURANI PASCA PANDEMI COVID-19 model masyarakat kita yang patron klien yaitu masyarakat yang sangat tergantung pada patron yang ada di atasnya, mereka hanya akan bersedia berubah dengan meniru setiap perilaku yang ditampilkan oleh mereka yang menjadi patronnyayaitu mereka yang dianggap sebagai pimpinannya, mereka yang di-tuakanyang secara sosial dan psikologis dianggap berada di "atasnya" (Saleh M. Pendidikan Karakter Untuk Generasi Bangsa, 2. METODE MEMBANGUN KARAKTER Melalui keteladanan, dari sekian banyak metode membangun dan menanamkan karakter, metode inilah yang paling kuat. Karena keteladanan memberikan gambaran secara nyata bagaimana seseorang harus bertindak. Keteladanan berarti kesediaan setiap orang untuk menjadi contoh dan miniatur yang sesungguhnya dari sebuah perilakuKeteladanan harus bermula dari diri sendiri. Di dalam Islam, keteladanan bukanlah hanya semata persoalan mempengaruhi orang lain dengan tindakanmelainkan sebuah keharusan untuk melakukan tindakan itu yang berhubungan langsung secara spiritual dengan Allah SWT. Karenanya, tidak adanya contoh keteladanan akan mengakibatkan kemurkaan dari Allah SWT Sebagaimana Firman-Nya: "Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. " (QS. Ash-Shaff, 61:2-. (Nadirsyah, 2. Jika Anda adalah orang tua, maka berikan contoh kepada anak-anak Anda bagaimana Anda bersikap yang terbaik itu, begitu juga jika Anda seorang guru, pimpinan organisasi, institusi, atau perusahaan, maka tampakkan kebaikan sikap itu kepada anak-anak Anda, bukan dengan kata-kata Anda. Mulailah tindakan-tindakan keteladanan itu dari hal-hal yang mungkin terkesan sepele, remeh, dan kecilKarena tindakan-tindakan kecil akan membentuk sebuah puzzle tindakan yang tersusun dengan rapi dalam memori bawah sadar Anda dan anak, murid ataupun karyawan Anda sehingga menjadi sebuah dasar bagi tindakan yang lebih besar lagi. Misalnya, ambilkan air minum untuk rekan Anda saat makan bersama sebagai tanda kepedulian Anda untuk rekan Anda, rapikan sandal di rumah Anda dengan posisi menghadap keluar untuk mengajarkan pada anak Anda tentang kesiapan, kerapian, kedisiplinan dan sebagainya. Melalui simulasi praktik . xperiential learnin. Dalam proses belajar, setiap informasi akan diterima dan diproses melalui beberapa jalur dalam otak dengan tingkat penerimaan yang beragamTerdapat enam jalur menuju otak, antara lain melalui apa yang dilihat, didengar, dikecap, disentuh, dicium, dan dilakukanBahkan Confucius, 2400 tahun lalu mengatakan : What I Hear. I Forget. What I See. I RememberWhat I Do. I Understand. Apa yang saya dengar, saya lupa. saya lihat, saya ingat. Apa yang saya lakukan, saya paham. Sehingga Mel Siberman, mengatakan bahwa apa yang Apa yang saya dengar, saya lupa. Apa yang saya dengar dan lihat, s ingat sedikit, apa yang saya dengar, lihat dan tanyakan atau saya diskusikan dengan beberapa teman lain, saya mulai paham. Apa yang saya dengar, lihat, diskusikan dan lakukan, saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan apa yang saya ajarkan pada orang lain, saya kuasai. Pada masing-masing jalu tersebut memiliki tingkat persentase efektivitas yang berbeda. Dari sekian jalur yang ada tersebut, tindakan atau aksi jauh lebih kuat dalam membangun informasi di otak manusia dari apa yang dilihat, didengar, dan Oleh karena itu, membangun karakter dapat dilakukan dengan menggunakan simulasi praktik, melalui bermain peran . ole pla. , demonstrasi sikap yaitu mengajak anak untuk memainkan peran sebuah sikap dan karakter positif tertentu, apakah dalam bentuk drama ataupun tindakan nyata dengan berinteraksi pada sebuah sikap tertentu secara langsung. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. MEMBANGUN KARAKTER SISWA DENGAN HATI NURANI PASCA PANDEMI COVID-19 Menggunakan metode ikon dan afirmasi . enempel dan menggantun. Memperkenalkan sebuah sikap positif dapat pula dilakukan dengan memprovokasi semua jalur menuju otak kita khususnya dari apa yang kita lihat melalui tulisan atau gambar yang menjelaskan tentang sebuah sikap positif tertentu. Misalkan dengan tulisan afirmasi dan ikonikon positif yang ditempelkan atau digantungkan di tempat yang mudah untuk kita lihatSehingga diri kita akan sering melihatnya yang kemudian akan memprovokasi pikiran dan tindakan untuk mewujudkannya dalam realitasTulisan afirmasi ataupun ikon ini dapat dibuat berganti-ganti dalam skala waktu tertentu. Hal ini disesuaikan dengan nilai-nilai apa saja yang ingin kita bangun pada anak, murid, ataupun karyawan kitaTulisan afirmasi itu bisa berupa kalimat positif yang bersifat motivatif. Menggunakan Metode Repeat Power. Yaitu dengan mengucapkan secara berulangulang sifat atau nilai positif yang ingin dibangun. Metode ini dapat pula disebut dengan metode Dzikir Karakter. Di Jepang, metode ini dipergunakan untuk mempersiapkan para pemimpin muda perusahaan untuk menformulasikan pikirannya agar mampu mewujudkan segala apa Mereka kemudian dimasukkan dalam sebuah training center di kuil-kuil Shinto, kemudian para instruktur mewajibkan para peserta yaitu para calon eksekutif muda tersebut untuk mengucapkan kalimat "Saya Juara!" seratus kali dalam sehari selama masa latihan. Hasilnya ternyata luar biasa! Sekarang kita bisa melihat bagaimana perusahaan-perusahaan Jepang mampu menjadiperusahaan yang hebat dan terbesar serta juara di tingkat dunia. Metode Repeat Power adalah salah satu cara untuk mencapai sukses dengan menanamkan sebuah pesan positif pada diri kita secara terus menerus tentang apa yang ingin kita raihOtak kita membutuhkan suatu provokasi yang dapat mendorongnya memberikan suatu instruksi positif pada diri kita untuk melakukan tindakan-tindakan positif yang dapat mengantarkan pada realitas sukses yang diharapkan. Ibarat air walaupun dia halus dan lembut, namun apabila dijatuhkan secara terus menerus pada satu titik di suatu batu yang keras sekalipun maka pastilah batu tersebut akan hancur atau setidaknya berlobangDemikian pula pesan yang begitu halus apabila diucapkan secara terus-menerus pada pikiran kita akan menghasilkan sebuah energi besar yang akan mendorong pada terwujudnya sesuatu sebagaimana yang dimaksudkan dalam pesan tersebut. Metode ini bisa Anda lakukan dengan cara mengulang-ulang nilai sikap positif dalam sebuah yel-yel lembaga setiap atau sebelum memulai aktivitas . roses belajar mengajar atau sebelum memulai pekerjaa. Metode 99 Sifat Utama. Metode ini adalah melakukan penguatan komitmen nilai- nilai dan sikap positif dengan mendasarkan pada 99 Sifat Utama (Asma'ul Husn. yaitu pada setiap harinya setiap orang memilih salah satu sifat Allah (Asmaul Husn. secara bergantian kemudian menuliskan komitmen perilaku aplikatif yang sesuai dengan sifat tersebut yang akan dipraktikkan pada hari ituTulisan tersebut diletakkan di meja atau di tempat yang mudah dilihat. Misal: Ar Rahmaan (Maha Pengasi. , komitmen sikap aplikatifnya adalah: Hari ini, saya akan menunjukkan kasih sayang kepada siapa punPada hari itu Anda kuatkan komitmen untuk mengaplikasikan dan menunjukkan sikap tersebut melalui tindakan-tindakan nyata sekecil dan sesepele apa pun. Membangun kesepakatan nilai keunggulan Baik secara pribadi atau kelembagaan menetapkan sebuah komitmen bersama untuk membangun nilai-nilai positif yang akan menjadi budaya sikap atau budaya kerja yang akan ditampilkan dan menjadi karakter bersama. Hal ini haruslah menjadi sebuah kesepakatan bersama. Nilai sikap yang dipilih dapat dijadikan yel-yel 100 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2024 MEMBANGUN KARAKTER SISWA DENGAN HATI NURANI PASCA PANDEMI COVID-19 ataupun lagu yang wajib dilantunkan kapan pun saja, saat akan memulai pekerjaan atau menutup pekerjaan. Melalui Penggunaan Metafora Yaitu dengan menggunakan metode pengungkapan cerita yang diambil dari kisah-kisah nyata ataupun kisah inspiratif lainnya yang disampaikan secara rutin kepada setiap orang dalam institusi tersebut . iswa, guru, karyawan dl. dan penyampaian kisah motivasi inspiratif tersebut dapat pula selalu diikutsertakan pada setiap proses pembelajaran atau sesi penyampaian motivasi pagi sebelum memulai pekerjaan. SIMPULAN (Times New Roman, 12, tebal, spasi 1. Pasca pandemi, proses pembelajaran mengalami perubahan 100% yang semula Pendidikan dilakukan secara daring, dua tahun . pola Pendidikan dilakukan online, sehingga siswa mengalami problematika sosial yang merubah kebiasaan pada pembelajaran, saat Pendidikan dilaksanakan tatap muka . Untuk membangkitkan semangat siswa perlu adanya strategi : . Melalui keteladanan, keteladanan memberikan gambaran secara nyata bagaimana seseorang harus bertindak. Keteladanan berarti kesediaan setiap orang untuk menjadi contoh dan miniatur yang sesungguhnya dari sebuah perilakuKeteladanan harus bermula dari diri sendiri. Di dalam Islam, keteladanan bukanlah hanya semata persoalan mempengaruhi orang lain dengan tindakanmelainkan sebuah keharusan untuk melakukan tindakan itu yang berhubungan langsung secara spiritual dengan Allah SWT. Melalui simulasi praktik . xperiential learnin. Dalam proses belajar, setiap informasi akan diterima dan diproses melalui beberapa jalur dalam otak dengan tingkat penerimaan yang beragamTerdapat enam jalur menuju otak, antara lain melalui apa yang dilihat, didengar, dikecap, disentuh, dicium. Menggunakan metode ikon dan afirmasi . enempel dan menggantun. Memperkenalkan sebuah sikap positif dapat pula dilakukan dengan memprovokasi semua jalur menuju otak kita khususnya dari apa yang kita lihat melalui tulisan atau gambar yang menjelaskan tentang sebuah sikap positif tertentu. Menggunakan Metode Repeat Power. Yaitu dengan mengucapkan secara berulang-ulang sifat atau nilai positif yang ingin dibangun. Metode ini dapat pula disebut dengan metode Dzikir Karakter. Dan diperlukan metode yang lain. Membangun kesepakatan nilai keunggulan Baik secara pribadi atau kelembagaan menetapkan sebuah komitmen bersama untuk membangun nilai-nilai positif yang akan menjadi budaya sikap atau budaya kerja yang akan ditampilkan dan menjadi karakter bersama. Hal ini haruslah menjadi sebuah kesepakatan Bersama. Melalui Penggunaan Metafora Yaitu dengan menggunakan metode pengungkapan cerita yang diambil dari kisah-kisah nyata ataupun kisah inspiratif lainnya yang disampaikan secara rutin kepada setiap orang dalam institusi tersebut. DAFTAR PUSTAKA