AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 9 Oktober . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1176-1181 Transformasi Pendidikan Di Masa Pandemi: Pelatihan Hybrid Learning Di SMK Cendikia Kota Cirebon Raditya Danar Dana1*. Nana Suarna2. Willy Prihartono3 1Program Studi Manajemen Informatika. STMIK IKMI Cirebon. Kota Cirebon. Indonesia. 2Program Studi Teknik Informatika. STMIK IKMI Cirebon. Kota Cirebon. Indonesia. 3Program Studi Komputerisasi Akuntansi. STMIK IKMI Cirebon. Kota Cirebon. Indonesia. Email: 1*radityadanardana@gmail. com, 2nanasuarna@gmail. com, 3willyprihartono@yahoo. Abstrak - Pandemi COVID-19 telah merubah paradigma pendidikan secara global, menghadirkan tantangan besar bagi lembaga pendidikan di seluruh dunia. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cendikia di Kota Cirebon tidak terkecuali. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis mendalam tentang situasi di SMK Cendikia Kota Cirebon selama pandemi COVID-19, khususnya terkait dengan implementasi Pelatihan Hybrid Learning. Dalam analisis ini, kita akan menjelajahi lokasi mitra dan kasus yang telah terjadi, aspek sosial dan budaya yang memengaruhi pendidikan, permasalahan khusus yang dihadapi, metode atau pendekatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat, serta implikasi dari hasil pengabdian tersebut. Hasil pengabdian kepada masyarakat pandemi COVID-19 telah memaksa sektor pendidikan untuk beradaptasi dan berevolusi dengan Salah satu respons yang signifikan adalah pengenalan sistem pembelajaran hibrida di SMK Cendikia Kota Cirebon. Dengan menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka, pendekatan ini memungkinkan siswa untuk tetap terlibat dalam proses pembelajaran meskipun dalam situasi terbatas. Hasil dari pelatihan Hybrid Learning ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran ini mampu memenuhi kebutuhan siswa secara Siswa mengalami peningkatan dalam keterlibatan aktif, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, dan kemahiran belajar mandiri. Selain itu, para pendidik juga melaporkan bahwa mereka mampu memberikan materi dengan lebih terstruktur dan interaktif. Pengalaman dari implementasi Hybrid Learning di SMK Cendikia Kota Cirebon memberikan wawasan berharga bagi sektor pendidikan di masa depan. Ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan besar seperti pandemi, inovasi dan adaptasi adalah kunci untuk memastikan bahwa pendidikan tetap memberikan manfaat maksimal bagi para siswa. Dengan terus memperbaiki dan mengembangkan model pembelajaran hibrida, kita dapat mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan dengan lebih siap dan cakap. Kata Kunci : Hybrid Learning. Pembelajaran. SMK. Abstract - The COVID-19 pandemic has changed the educational paradigm globally, presenting major challenges for educational institutions throughout the world. Cendikia Vocational High School (SMK) in Cirebon City is no exception. This research aims to provide an in-depth analysis of the situation at Cendikia Vocational School. Cirebon City during the COVID-19 pandemic, especially related to the implementation of Hybrid Learning Training (Darmin et al. , 2. In this analysis, we will explore partner locations and cases that have occurred, social and cultural aspects that influence education, specific problems faced, methods or approaches used in community service, and the implications of the results of this service. The results of community service, the COVID-19 pandemic has forced the education sector to adapt and evolve quickly. One significant response was the introduction of a hybrid learning system at Cendikia Vocational School. Cirebon City. By combining online and face-to-face learning, this approach allows students to remain involved in the learning process even in limited situations. The results of this Hybrid Learning training show that this learning method is able to meet students' needs effectively. Students experience increases in active engagement, ability to adapt to technology, and independent learning skills. Apart from that, educators also reported that they were able to provide material in a more structured and interactive manner. The experience of implementing Hybrid Learning at Cendikia Vocational School. Cirebon City provides valuable insight for the education sector in the This shows that despite major challenges such as the pandemic, innovation and adaptation are key to ensuring that education continues to provide maximum benefits for students. By continuing to improve and develop hybrid learning models, we can prepare future generations to face challenges more prepared and Keywords: Hybrid Learning. Learning. Vocational School. PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 telah merubah paradigma pendidikan secara global, menghadirkan tantangan besar bagi lembaga pendidikan di seluruh dunia. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cendikia di Kota Cirebon tidak terkecuali. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis Raditya Danar Dana | https://journal. id/index. php/amma | Page 1176 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 9 Oktober . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1176-1181 mendalam tentang situasi di SMK Cendikia Kota Cirebon selama pandemi COVID-19, khususnya terkait dengan implementasi Pelatihan Hybrid Learning(Darmin et al. , 2. Dalam analisis ini, kita akan menjelajahi lokasi mitra dan kasus yang telah terjadi, aspek sosial dan budaya yang memengaruhi pendidikan, permasalahan khusus yang dihadapi, metode atau pendekatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat, serta implikasi dari hasil pengabdian tersebut(Amarda et al. , 2022. Nur Syarief Abdullah & Odi Nurdiawan, 2. SMK Cendikia Kota Cirebon terletak di lingkungan yang beragam secara sosial dan budaya. Kasus yang telah terjadi selama pandemi mencakup berbagai masalah yang memengaruhi proses (ANJARINI, 2. Salah satu masalah yang mencolok adalah akses internet yang terbatas bagi sebagian besar siswa(Rahmanti et al. , 2. Beberapa siswa mungkin tidak memiliki perangkat yang memadai untuk mengikuti pembelajaran daring. Hal ini menciptakan ketidaksetaraan dalam aksesibilitas pendidikan. (Nurdiawan et al. , 2. Aspek sosial dan budaya juga memainkan peran penting dalam konteks SMK Cendikia Kota Cirebon(Fayasari et al. , 2022. Handayani, 2. Siswa-siswa berasal dari latar belakang sosial dan budaya yang berbeda, dan ini dapat memengaruhi cara mereka merespons perubahan dalam Selain itu, pandemi ini juga mempengaruhi kebiasaan dan norma sosial, yang dapat memengaruhi motivasi siswa untuk belajar. Permasalahan khusus yang dihadapi SMK Cendikia Kota Cirebon selama pandemi mencakup ketidaksetaraan akses internet, keterbatasan perangkat, serta kurangnya keterampilan teknologi di kalangan siswa dan guru(Alfarisa et al. , 2. Selain itu, terdapat tantangan dalam menjaga motivasi belajar siswa yang dapat terpengaruh oleh isolasi sosial dan ketidakpastian masa depan(Alfarisa et al. , 2022. Asri Nugraheni et al. , 2. Semua permasalahan ini telah mempengaruhi kualitas pendidikan di sekolah ini. Untuk mengatasi permasalahan ini, pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan melalui pelatihan Hybrid Learning menjadi pendekatan yang relevan(Tenri et al. , 2. Metode ini mengintegrasikan pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka yang terbatas, memungkinkan siswa untuk tetap terhubung dengan guru dan rekan-rekan sekelas mereka. Pelatihan ini mencakup pelatihan guru dalam menggunakan teknologi dan perangkat pembelajaran online, serta penyediaan perangkat dan akses internet kepada siswa yang membutuhkan. Pendekatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan dalam pembelajaran. Implikasi dari pelatihan Hybrid Learning di SMK Cendikia Kota Cirebon dapat sangat Pertama, diharapkan bahwa peningkatan dalam akses internet dan keterampilan teknologi akan meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran daring, mengurangi ketidaksetaraan aksesibilitas(Maysara, 2. Kedua, dengan pembelajaran tatap muka yang terbatas, siswa dapat menjaga hubungan sosial yang penting untuk motivasi belajar. Ketiga, pelatihan guru dalam penggunaan teknologi akan meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan(Prasetiya et al. , 2020. Suharyati et al. , 2021. Dalam keseluruhan, analisis situasi ini menyoroti kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh SMK Cendikia Kota Cirebon selama pandemi COVID-19, serta pentingnya pendekatan Hybrid Learning dalam mengatasi tantangan tersebut(Nurdiawan et al. , 2021. Suharyati et al. , 2021. Pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan ini memiliki dampak positif yang potensial pada pendidikan siswa di sekolah ini, sambil mempertimbangkan aspek sosial dan budaya yang unik. Selanjutnya, kerja sama antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan mitra masyarakat akan terus diperlukan untuk memastikan kelangsungan pendidikan yang berkualitas di masa yang penuh tantangan ini METODE PELAKSANAAN Dalam kegiatan Pelatihan Hybrid Learning pada Masa Covid 19 pada SMK Cendikia yang kegiatan ini dilakukan beberapa persiapan diantaranya adalah: Tahapan persiapan Raditya Danar Dana | https://journal. id/index. php/amma | Page 1177 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 9 Oktober . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1176-1181 Tahapan persiapan mencangkup kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan dalam Pelatihan Hybrid Learning pada Masa Covid 19 pada SMK Cendikia, adapun hal-hal yang dilakukan pada tahapan persiapan adalah sebagai berikut: Tim Pelaksana kegiatan program. Tim melakukan persiapan dengan membuat susunan kepanitian kegiatan implementasi pembelajaran berbasis Hybrid Learning melalui rapat dan disahkan melalui SK tentang susunan tim pelaksana kegiata. Susunan kepanitiaan dalam kegiatan ini masih sama dengan kegiatan implementasi pembelajaran berbasis Hybrid Learning. Tempat dan jadwal kegiatan Kegiatan Pelatihan Hybrid Learning pada Masa Covid 19 pada SMK Cendikia telah dilaksanakan sesuai jadwal di bawah ini : Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Hybrid Learning HARI/TANGGAL RUANGAN PUKUL PERTEMUAN Senin, 19 September 2022 1 XI Per 30 - 12. Rabu, 21 September 2022 1 XI Per 30 - 12. Tahapan Pelaksanaan Tahapan Pelaksanaan mencangkup kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan Implementasi Pembelajaran Berbasis Hybrid Learning Pada Masa Pandemi Covid 19 di SMK Cendekia Kota Cirebon, adapun hal-hal yang dilakukan pada tahapan pelaksanaan adalah sebagai berikut : Pengumuman jadwal kegiatan Implemmentasi Pembelajaran Berbasis Hybrid Learning Pada Masa Pandemi Covid 19 di SMK Cendekia Kota Cirebon disampaikan oleh panitia kepada peserta Pelatihan melalui surat pemberitahuan. Implementasi Pembelajaran Berbasis Hybrid Learning. Dalam kegiatan implementasi Pembelajaran Berbasis Hybrid Learning tersusun dalam rangkaian kegiatan pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil evaluasi disimpulkan bahwa 95,5% peserta telah mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir kegiatan, dan hanya 4,5% peserta yang tidak tuntas mengikuti pelatihan sampai akhir hal ini menunjukkan bahwa para guru SMK sangat serius mengikuti kegiaan pelatihan. Peserta yang tidak tuntas mengikut pelatihan diakibatkan oleh beberapa faktor seperti ada tugas luar sekolah, sakit dan alasan lain yang mengakibatkan mereka tidak bisa hadir. Ditinjau dari kesesuaian materi dengan dengan kebutuhan peserta, 90,10% peserta menyatakan bahwa materi yang disajikan sangat sesuai dengan kebutuhan peserta. Kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta tentu akan terkait dengan tingkat pemahaman peserta dengan materi pelatihan. Raditya Danar Dana | https://journal. id/index. php/amma | Page 1178 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 9 Oktober . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1176-1181 Gambar 1. Pelatihan Untuk Guru SMK Cedikia Gambar 2. Pelatihan Hybrid Gambar 3. Hybrid dengan Siswa SMK Berdasarkan hasil post-tes, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan Pembelajaran Hybrid. Hal ini juga tercermin melalui pertanyaan yang diajukan selama kegiatan serta dedikasi peserta selama pelatihan. Ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya serius dalam mengikuti pelatihan, tetapi juga sangat antusias. Selain itu. Raditya Danar Dana | https://journal. id/index. php/amma | Page 1179 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 9 Oktober . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1176-1181 peserta juga diminta untuk membuat laporan tertulis tentang desain Pembelajaran Hybrid selama kegiatan, dan sebanyak 95,5% dari mereka berhasil menyelesaikannya dengan hasil yang sangat Dengan demikian, setelah pelatihan ini, peserta memiliki potensi untuk mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan dan keterampilan mereka kepada rekan guru lainnya. Dalam penilaian dari sudut pandang peserta terhadap kemampuan para pemateri/fasilitator kegiatan, sebanyak 84,8% peserta memberikan penilaian "sangat baik," sementara hanya 15,2% peserta yang memberikan penilaian "cukup baik. " Hasil ini mencerminkan bahwa tim satgas kegiatan yang juga berperan sebagai pemateri telah memahami materi dengan baik dan memiliki kemampuan mengajar yang sesuai dengan karakteristik peserta. Kompetensi fasilitator dalam kegiatan ini sangat berdampak pada tingkat antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan. Ini juga menunjukkan bahwa jika kompetensi fasilitator kurang memadai, pelatihan mungkin tidak akan berjalan dengan lancar. Sebagai faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan ini, beberapa hal yang perlu dicatat termasuk ketersediaan tempat dan fasilitas pelatihan yang memadai, dukungan dari kepala sekolah, serta ketersediaan kesempatan dan motivasi dari para guru. Salah satu pendorong utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman guru terhadap pembelajaran hybrid. Selama pelatihan, tidak ada hambatan signifikan yang menghambat jalannya kegiatan, dan semua aspek sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Secara keseluruhan, jika dibandingkan dengan sebelum pelatihan, terutama dalam hal penguasaan materi, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. KESIMPULAN Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat pandemi COVID-19 telah memaksa sektor pendidikan untuk beradaptasi dan berevolusi dengan cepat. Salah satu respons yang signifikan adalah pengenalan sistem pembelajaran hibrida di SMK Cendikia Kota Cirebon. Dengan menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka, pendekatan ini memungkinkan siswa untuk tetap terlibat dalam proses pembelajaran meskipun dalam situasi terbatas. Hasil dari pelatihan Hybrid Learning ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran ini mampu memenuhi kebutuhan siswa secara efektif. Siswa mengalami peningkatan dalam keterlibatan aktif, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, dan kemahiran belajar mandiri. Selain itu, para pendidik juga melaporkan bahwa mereka mampu memberikan materi dengan lebih terstruktur dan interaktif. Pengalaman dari implementasi Hybrid Learning di SMK Cendikia Kota Cirebon memberikan wawasan berharga bagi sektor pendidikan di masa depan. Ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan besar seperti pandemi, inovasi dan adaptasi adalah kunci untuk memastikan bahwa pendidikan tetap memberikan manfaat maksimal bagi para siswa. Dengan terus memperbaiki dan mengembangkan model pembelajaran hibrida, kita dapat mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan dengan lebih siap dan cakap. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan pada LPPM STMIK IKMI Cirebon yang telah mendanai pelaksanaan kegiatan pengabdian dan SMK CENDIKIA Kota Cirebon yang telah memberikan izin serta membantu menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan. Selain itu, disampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu sehingga kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan baik. REFERENCES