Jurnal Vokasi. Vol 1 No. 2 Oktober 2017 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat PELATIHAN TAJHIZ MAYIT BAGI KELOMPOK PENGAJIAN IBU-IBU DESA KUALA MEURAKSA KECAMATAN BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE Al Mawardi1*. Nurdan2. Syaifuddin3 dan Ibrahim4 Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe Jln. Aceh Medan Km. 280 Buketrata 24301 Aceh-Indonesia wardi@yahoo. 2nurdan@gmail. poltek@gmail. 4ibrahim@gmail. Abstrak Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga mitra dalam hal penyelenggaraan fardhu kifayah dengan cara mengadakan pelatihan secara teoritis dan praktis tentang tatacara pengurusan jenazah. Sasaran kegiatan program penerapan ipteks ini adalah kelompok pengajian ibu-ibu desa Kuala Meuraksa kecamatan Blang Mangat kota Lhokseumawe. Pemilihan kelompok pengajian ibu- ibu sebagai warga mitra program IbM didasarkan kepada beberapa alasan, yaitu. kaum ibu dianggap berperan besar dalam menanamkan ilmu keislaman dan nilai-nilai moral terhadap generasi muda. kelompok pengajian ibuibu di desa Kuala Meuraksa sudah eksis dan berjalan secara terorganisir. disamping kaum bapak, kaum ibu juga memiliki tanggungjawab moral dalam melaksanakan hukum adat . ivil la. serta dalam mengatasi dan menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi warga masyarakat, termasuk menyelesaikan urusan ibadah fardhu kifayah, seperti pengurusan jenazah ataua tajhiz mayit. Berdasarkan hasil survei awal di wilayah warga mitra, diketahui bahwa warga masyarakat sering mengalami kesulitan mencari pakar atau ahli pada saat ada yang meninggal Hal ini karena kebanyakan warga disamping masih belum menguasai teknikteknik serta doaAo-doa tajhiz mayit, juga masih merasa takut . dalam hal pengurusan jenazah. Selama ini, kalau ada yang meninggal dunia, proses pengurusan jenazahnya selalu dibebankan kepada pihak tertentu, sehingga kalau pihak tertentu itu berhalangan maka terjadilah masalah. Padahal berdasarkan ajaran Islam yang paling berhak dan afdhal melakukan pengurusan jenazah adalah pihak si mayit itu sendiri. Kekurangtahuan dan ketidakahlian warga mitra dalam hal tajhiz mayit jelas menjadi sebuah kendala bagi masyarakat Islam yang ingin melaksanakan fardhu kifayah pada saat ada yang meninggal dunia. Kegiatan program IbM ini bertujuan membantu warga mitra agar mampu melaksanakan fardhu kifayah secara baik dan benar khususnya bidang tajhiz mayit. Ada 4 target yang akan dicapai melalui program IbM ini, yaitu. warga mitra menguasai teori-teori ilmu tajhiz . warga mitra mampu menghafal dalil-dalil, serta doaAo-doa tajhiz mayit. warga mitra mampu secara terampil menyelenggarakan pengurusan jenazah secara baik dan benar berdasarkan sunnah nabi. meningkatnya partisipasi kaum ibu dalam menyelesaikan persoalan sosio keagamaan. Kata Kunci: Pemberdayaan, kelompok pengajian ibu-ibu, tatacara pengurusan geografis Desa Kuala Meuraksa yang Lhokseumawe yang berada sekitar 20 kilometer dari pusat kota, memiliki luas 101,5 hektar dan berbatasan dengan selat PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Wilayah mitra program IbM adalah Desa Kuala Meuraksa. Secara Jurnal Vokasi. Vol 1 No. 2 Oktober 2017 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Malaka . ebelah utar. , desa Blang Cut . ebelah Selatan, desa Jambo Mesjid . ebelah timu. , dan desa Blang Crum/Cut Mamplam . ebelah Bara. Secara sosiologis Desa Kuala Meuraksa kecamatan Blang Mangat yang jumlah penduduknya sekitar 973 jiwa, meliputi 492 jiwa laki-laki, dan 481 orang Jumlah penduduk tersebut meningkat 0,82% dari 1 tahun sebelumnya yang berjumlah 887 jiwa. Desa ini memiliki 250 KK, dan 755 anggota keluarga, serta terdiri dari 12 KK sebagai keluarga pra sejahtera, 155 sebagai keluarga sejahtera, dan 160 sebagai keluarga sejahtera plus. Secara sosio ekonomi, penghasilan penduduk gampong Kuala kemukiman Meuraksa kecamatan Blang Mangat adalah pertanian dan kelautan. Gampong Kuala yang memiliki luas sawah sekitar 70 Ha, menyebabkan mayoritas penduduknya sebagai petani, yaitu sekitar 450 orang dengan rentang umur 18-56 tahun. Berdasarkan laporan profil desa dan kelurahan, tingkat pendapatan riil keluarga di gampong Kuala adalah 1,000,000,00. Sedangkan secara akademis, di Gampong Kuala terdapat 250 orang sebagai sekolahan dan pengangguran. Di wilayah ini juga terdapat 1 sekolah SD, 1 buah TK, dan 2 buah lembaga pengajian. (Sumber: Laporan Profil Desa dan Kelurahan Tahun 2. Tuntutan kerja ekstra sebagai petani, dan nelayan menyebabkan banyak di antara warga masyarakat di wilayah mitra yang kurang mempedulikan aspek keilmuan keislaman, seperti masalah ilmu tajhiz mayit, padahal ilmu tentang tajhiz mayit merupakan fardhu kifayah hukumnya dalam ajaran Islam. Dalam suatu hadis disebutkan AuApabila ada di antara kamu yang meninggal dunia hukumnya bagi sesama muslim yang hidup melaksanakan tajhiz mayitnya, yaitu memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkan jenajahnya. Ay Ilmu Tajhiz mayit termasuk ilmu yang paling mulia Lemahnya keagamaan warga berdampak negatif terhadap stabilitas penerapan syariAoat Islam secara kaffah di provinsi Aceh. Di antara mitra kurang bersemangat mendalami persoalan agama dan mengamalkannya. Hal ini terlihat dimana kurangnya kepedulian warga melaksanakan amalan ibadah wajib seperti sholat berjamah, dan ketidakmampuan dalam menyelenggarakan pengurusan jenazah. Berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh masyarakat mitra diketahui bahwa di wilayah mitra kalau ada yang musibah meninggal dunia, proses pengurusan jenazah selalu dibebankan kepada pihak tertentu . apak imeum chi. , dan jarang sekali diselenggarakan oleh pihak keluarga. Hal ini sangat ironis, padahal dalam ajaran Islam lebih diutamakan oleh muhrim atau pihak keluarga yang meninggal. Berdasarkan survey awal, diketahui bahwa sejumlah warga masyarakat di gampong Kuala kemukiman Meuraksa kecamatan Blang Mangat banyak yang belum menguasai ilmu tajhiz mayit, sehingga kalau ada yang meninggal proses pengurusan jenazahnya dilakukan oleh pihak tertentu saja. Tgk. Ismail, salah seorang tokoh agama dan masyarakat gampong Kuala menyatakan AuKebiasaannya praktek pengurusan jenazah di kalangan masyarakat selalu dibebankan kepada pihak tertentu, dan jarang dilakukan oleh pihak keluarga, sehingga kalau terjadi musibah ganda maka imeum menangani proses pengurusan jenazah meninggal dunia. Selanjutnya, menurut pengakuan Dahlan, salah seorang tokoh masyarakat gampong Kuala bahwa selama ini memang selalu diadakan program pengajian rutin bidang keislaman di berbagai mesjid, namun lebih bersifat umum dan teoritis sehingga sulit dipahami dan dipraktikkan dalam keseharian. Menurut Nurdin kalaupun ada penjelasan praktis tentang huku Islam lebih menekankan pada masalah ibadah mahdah . , seperti. ibadah shalat, puasa, zakat, infaq, dan haji. Sedangkan masalah ibadah fardhu kifayah semisal masalah tajhiz mayit sangat jarang dipelajari dan diajarkan. Hal ini mungkin karena persoalan tajhiz mayit dianggap sebagai kewajiban segolongan tertentu saja, tidak sebagai kewajiban kolektif. Jurnal Vokasi. Vol 1 No. 2 Oktober 2017 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Padahal kalau diadakan penjelasan mendetail tentang teori tajhiz mayit yang dibaringi dengan contoh-contoh praktis, sederhana, dan menyenangkan, maka warga masyarakat akan mampu melaksanakan ibadah fardhu kifayah ini secara baik dan benar, sehingga kalau ada seseorang yang meninggal dunia, proses pengurusannya titak harus dibebankan kepada pihak Kekurangtahuan warga masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah, sulitnya mencari pakar di bidang tajhiz mayit, serta sikap pobia berlebihan oleh sebagian orang dalam pengurusan jenazah merupakan sesuatu yang tidak harusnya terjadi bagi setiap muslim di gampong Kuala Meuraksa, khususnya dan seluruh umat Islam pada umumnya. Untuk itu diperlukan sebuah solusi alternatif guna mengatasi persoalan tersebut di atas. Kegiatan IbM ini bertujuan membantu warga masyarakat, khususnya kelompok pengajian ibu-ibu gampong Kuala agar memiliki pengetahuan dan keahlian dalam hal pengurusan jenazah secara baik, benar sesuia dengan ajaran Islam. Berdasarkan latar belakang dan realitas sosiokultural warga masyarakat gampong Kuala seperti diuraikan di atas maka rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat bidang tata cara tajhiz mayit adalah suatu agenda yang relevan dan mutlak dibutuhkan. Alasan pemilihan kelompok pengajian ibu-ibu gampong Kuala sebagai warga mitra IbM karena yang bersangkutan memiliki peran yang besar dalam membina dan mendidik anakanak di dalam keluarga. Disamping itu, karena berdasarkan survei bahwa kaum bapak di gampong Kuala sudah pernah mengikuti kegiatan pengajian bidang tajhiz mayit. Tim IbM Politeknik Negeri Lhokseumawe ingin mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat di bidang keagamaan, khususnya bidang tajhiz mayit sebagai suatu fardhu kifayah dalam Islam, pengajian ibu- ibu gampong Kuala diharapkan mensosialisasikan ilmu yang didapatkan kepada khalayak ramai. Momentum penerapan syariAoat Islam secara kaffah di kota Lhokseumawe merupakan suatu proses yang memerlukan perjuangan dalam waktu yang relatif lama. Perjuangan tersebut tidak akan berhasil secara efektif dan efesien, apabila aparat desa dan masyarakatnya tidak dibekali Implementasi SyariAoat Islam akan lebih bermakna dan relevan apabila setiap elemen dan warga masyarakat telah mampu mengenal ajaran Islam secara pengurusan jenazah. Sasaran kegiatan program IbM ini adalah kelompok pengajian ibu-ibu gampong Kuala yang dianggap berwenang dan efektif dalam kemasyakatan di wilayah mitra IbM. Kepada khalayak sasaran, diberikan penjelasan secara praktis tentang teknikteknik pengurusan jenazah yang meliputi. tata cara mempersiapkan kain kafan, memandikan jenazah, mensholatkan serta menguburkan jenazah sesuai dengan sunnah nabi. Kepada peserta program IbM juga diwajibkan menguasai hafalan doadoa, lafadz niat, dalil-dalil berkenaan dengan pengurusan Jenazah Mengacu kepada uraian di atas, diketahui bahwa permasalahan prioritas yang dihadapi warga mitra adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan pengurusan jenazah. Untuk menyelesaikan persoalan ini, tim ipteks bagi masyarakat Politeknik Negeri Lhokseumawe bersepakat mengadakan kegiatan keislaman dalam bentuk pelatihan pengurusan jenazah bagi warga masyarakat, khususnya terhadap kelompok pengajian ibu-ibu desa Kuala Meuraksa kecamatan Blang Mangat Lhokseumawe. Bertolak dari permasalahan di atas, maka rumusan masalah dari usulan program IbM ini Sejauh manakah kemampuan kelompok pengajian ibu- ibu gampong Kuala pengurusan jenazah? Faktor-faktor apa mempengaruhi kurangnya minat warga masyarakat gampong Kuala dalam menguasai ilmu dan keterampilan pengurusan jenazah? Bagaimana tata pengurusan jenazah yang sesuai dengan ajaran Islam dalam upaya peningkatan Jurnal Vokasi. Vol 1 No. 2 Oktober 2017 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat syariat Islam, khususnya bagi kelompok pengajian ibu- ibu gampong Kuala Meuraksa kecamatan Blang Mangat? kadar kemampuan peserta tentang kaidahkaidah tajhiz Test peserta tentang materi- materi yang sudah disampaikan, dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari kegiatan program penerapan ipteks di sisi lain. Hal-hal yang dievaluasi adalah berkenaan dengan kemampuan teoritis dan keterampilan menyelenggarakan pengurusan Dalam hal ini teknik penilaian yang dilakukan berupa test lisan . Tolak ukur keberhasilan pada kegiatan penerapan ipteks ini Tingginya minat dan partisipasi peserta dalam mengikuti semua kegiatan yang berhubungan dengan penerapan ipteks. Kemampuan peserta dalam menjawab sejumlah soal berkenaan dengan materi Keterampilan peserta dalam menyelenggarakan pengurusan jenazah. Efesien dan efektifnya kegiatan Kuala Meuraksa. tahap finishing, yaitu tahap analisa dan pengolahan data, serta tahap penyusunan dan seminar hasil laporan penerapan ipteks. Dalam serangkaian program di atas, warga mitra memiliki peran yang sangat penting. Warga mitra berperan sebagai partisipan aktif dalam mengikuti semua kegiatan. Dalam hal ini, partisipasi mitra sangat menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan penerapan Kegiatan pelatihan tata cara pengurusan jenazah bagi warga, khususnya kelompok pengajian ibu-ibu desa Kuala Meuraksa kecamatan Blang Mangat sangat perlu dilakukan karena masih banyak di antara menyelenggarakan pengurusan jenazah secara baik dan Kegiatan ini merupakan tanggung jawab setiap muslim termasuk insan kampus PNL dan tim penerapan ipteks, karena gampong Kuala merupakan desa binaan kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe. Instrumen yang digunakan pada program penerapan ipteks ini teoritis dan praktis. Instrumen teoritis dilakukan di dalam ruangan tertutup melalui teknik ceramah, tanya jawab, dan Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka ruang kajian kegiatan ini adalah tentang pelatihan pengurusan jenazah bagi warga gampong, khususnya kelompok ibu-ibu gampong Kuala kecamatan Blang Mangat. METODE PELAKSANAAN Solusi yang ditawarkan Bentuk solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan prioritas di atas adalah melaksanakan pelatihan pengurusan jenazah bagi warga masyarakat, khususnya terhadap kelompok pengajian ibu-ibu desa Kuala Meuraksa kecamatan Blang Mangat kota Lhokseumawe. Rencana dan strategi kegiatan keislaman terhadap warga mitra dilaksanakan dengan 6 langkah strategis, yaitu. penjajakan atau survey Pada tahap ini, tim penerapan ipteks melakukan pengamatan, dan wawancara dalam rangka pengumpulan data awal dari warga mitra. membuat kesepakatan dengan warga mitra berkenaan dengan metode, strategi, dan agendaagenda yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah prioritas yang dihadapi . mengadakan pelatihan tajhiz mayit, . kegiatan pelatihan dipusatkan di Meunasah Desa Kuala Meuraksa yang terletak di pusat gampong yang diadakan selama 4 kali pertemuan, terdiri dari 2 kali materi teoritis, dan 2 kali materi praktis. Setiap kali pertemuan diikuti oleh 30 orang . tahap evaluasi, yaitu kegiatan penilaian terhadap kemampuan mitra setelah mengikuti pelatihan. Evaluasi mengetahui tingkat keberhasilan warga dalam menyerap materi pelatihan dan mengukur apakah program penerapan ipteks berhasil atau tidak. Indikator keberhasilan program penerapan ipteks ini dapat diukur dari keberhasilan peserta pelatihan dalam menyerap materi yang Ada 2 model test yang akan diberikan kepada peserta pelatihan, yaitu. test awal, dan test akhir. Tes awal diadakan pada saat sebelum mengikuti kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk mengetahui Jurnal Vokasi. Vol 1 No. 2 Oktober 2017 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat dialog tentang kaidah-kaidah tajhiz mayit. Seperti halnya metode pengajaran teoritis, bimbingan praktis tajhiz dilaksanakan di meunasah desa Kuala Meuraksa. Meunasah ini berada di persimpangan jalan atau di pusat desa Kuala Meuraksa. Bimbingan praktis dilaksanakan melalui teknik peragaan, dan demonstrasi yang diadakan di halaman Meunasah gampong Kuala. Kegiatan ini dilaksanakan pada siang hari, mulai dari 00 s/d 18. 00 Wib selama 3 hari tatap muka. Kepada setiap peserta pelatihan diberikan modul pelatihan yang berisikan tentang hak dan kewajiban antara sesama muslim, hukum dan kedudukan tajhiz mayit, serta tata cara penyelenggaraan jenazah berdasarkan sunnah Nabawi. Mengadakan . terhadap para warga mitra secara teoritis dan praktis. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penerapan Ipteks Sebelum diadakan pelatihan diberikan test awal kepada semua peserta penerapan ipteks, yaitu terhadap kelompok pengajian ibu-ibu gampong Kuala kemukiman Meuraksa kecamatan Blang Mangat kota Lhokseumawe. Test tersebut berkenaan dengan teori-teori tajhiz mayit yang meliputi hukum tajhiz mayit, dalil-dalil berkenaan tajhiz mayit, kedudukan tajhiz mayit, tata cara bersikap terhadap orang sakit, dan orang yang barusan meninggal, hafaln doa-doa terhadap orang sakit dan meninggal, serta tata cara memandikan, menguburkan jenazah. Berdasarkan hasil test awal tersebut diketahui bahwa warga mitra program penerapan ipteks masih kurang mengenal teori-teori tajhiz mayit, belum menguasai doa-doa, dan belum berkemampuan melaksanakan tajhiz mayit secara baik dan benar berdasarkan sunnah nabi Islam. Artinya dari 25 orang peserta yang mengikuti test awal, hanya 5 orang atau . %) di antaranya yang memperoleh skor 7. Sedangkan selebihnya hanya memperoleh nilai rata-rata 4,4. Adapun soal test awal . re tes. yang diberikan kepada peserta pelatihan adalah sebagai berikut: Jelaskan hukum dan kedudukan tajhiz (Score :. Jelaskan hak dan kewajiban setiap muslim terhadap orang sakit . core: . Jelaskan sikap prilaku muslim terhadap orang meninggal . core: . Jelaskan urutan dan tata cara memandikan jenazah . core: . Jelaskan alat-alat memandikan jenazah (Score: . Tuliskan doaAo-doaAo menyiram air 9 pada jenazah (Score:. Jelaskan tata cara membuat dan mengkafani jenazah . core: . Sebutkan alat-alat dan perlengkapan mengkafani jenazah . core: . Partisipasi Warga Mitra Dalam kegiatan ini, warga mitra memiliki peran dan partisipasi yang cukup Warga mitra dalam hal ini kepala desa dan Imeum Chiek Kuala Meuraksa kecamatan Blang Mangat memberikan dukungan dan bantuan secara moril dan administratif agar kegiatan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Warga mitra membantu tim program IbM dalam hal memfasilitasi kegiatan, membantu jalan mengeluarkan surat-surat administrasi yang Urutan kegiatan pelatihan tajhiz mayit ini adalah sebagai berikut: Identifikasi masalah kemampuan dan penguasaan peserta berkenaan dengan teori dan praktik pengurusan jenazah. Materi penyajian terdiri dari: Penjelasan Menjelaskan mayit . engertian, dasar hukum. Memperagakan kepada peserta tata cara mempersiapkan kain kafan, tata cara memandikan, dan mengkafani mayit. Mempersilahkan warga mitra memandikan dan mengkafani mayit dengan bimbingan para tim penerapan ipteks. Jurnal Vokasi. Vol 1 No. 2 Oktober 2017 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Jelaskan tata cara mensholatkan jenazah . Tuliskan niat dan doaAo-doaAo sholat jenazah perempuan. (Score : . Namunpun penambahan bentuk soal, yaitu soal lisan, berkenaan dengan kemampuan membaca dan menghafal doa-doa tajhiz mayit. Adapun hasil test akhir bidang tajhiz mayit terhadap warga mitra peserta pelatihan adalah terdapat pada tabel II pada lampiran Berdasarkan hasil test akhir yang terdapat pada tabel II lampiran 2 tersebut diketahui bahwa kelompok pengajian ibu-ibu gampong Kuala sebagai peserta program penerapan ipteks bidang tajhiz mayit memiliki nilai rata-rata 6,96. Artinya, telah terjadi peningkatan kemampuan teoritis para peserta penerapan ipteks berkenaan dengan teori-teori tajhiz mayit. Kalau pada test awal rata-rata nilai yang diperoleh adalah 5,16, maka pada test akhir program penerapan ipteks meningkat menjadi rata-rata 6,96. Di samping test tulisan, yaitu tets diberikan test lisan dan keterampilan, yaitu. kemampuan melakukan pengurusan jenazah serta menghafal doa- doa tajhiz mayit, baik pada saat memandikan jenazah, membuat kain kafan, dan pada saat melaksanakan sholat jenazah. Adapun hasil evaluasi akhir test keterampilan tajhiz mayit dapat dilihat pada tabel i di lampiran 3. Secara umum, kalkulasi hasil nilai pretest . ilai evaluasi tahap awa. peserta pelatihan tajhiz mayit adalah terdapat pada tabel I, pada lampiran 1. Hasil pre-test pemahaman teoritis dan praktis bidang tajhiz mayit peserta program penerapan ipteks tata cara pengurusan jenazah yang terdapat pada tabel I tersebut rata- ratanya adalah 5,16 . dan 4,32 . enguasaan Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan teoritis dan praktis bidang tajhiz mayit para warga gampong Kuala khususnya kelompok ibu-ibu masih di bawah standar yang diharapkan, yaitu 6,1. Berdasarkan hal diadakan kegiatan pelatihan teoris dan berlangsung selama 3 kali pertemuan . asing-masing pertemuan selama 3 X 60 meni. , yang diikuti oleh kelompok ibu-ibu gampong Kuala kemukiman Meuraksa kecamatan Blang Mangat. Materi tajhiz dijelaskan terhadap para peserta program penerapan ipteks adalah meliputi. tajhiz mayit, tata cara memandikan, mengkafani dan mensholatkan jenazah, alat-alat dan perlengkapan memandikan dan mensholatkan jenazah, serta materi hafalan niat dan doa-doa pada saat membuat kain kafan, memandikan dan mensholatkan jenazah. Semua materi disampaikan dengan teknik ceramah menggunakan alat bantu projektor . , kemudian diselingi dengan teknik tanya jawab, peragaan dan pengulangan. Setelah diadakan pelatihan teoritis berkenaan dengan tajhiz mayit maka masing-masing kelompok pengajian ibuibu Gampong Kuala sudah mengenal teori-teori tajhiz mayit secara teoritis dan Di akhir pertemuan, diadakan test akhir . ost tes. dengan tujuan mengetahui tingkat keberhasilan program kegiatan penerapan ipteks bidang tajhiz mayit. Secara umum, materi-materi yang diberikan pada test akhir adalah sama dengan materi test awal. Pembahasan Berdasarkan hasil evaluasi akhir . eoritis dan prakti. kegiatan penerapan ipteks bidang tajhiz mayit bagi kelompok pengajian ibu-ibu gampong Kuala yang dipaparkan pada bagian hasil laporan penerapan iptek, diketahui bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidang tajhiz mayit. Skala peningkatan tersebut mencapai 25 %. Hal ini terlihat pada tabel I yang merupakan hasil evaluasi awal . re-tes. terhadap kemampuan teoritis dan praktis. Pada tabel I terlihat bahwa nilai rata-rata penguasaan teoritis dan praktis warga mitra program penerapan ipteks bidang tajhiz mayit adalah 5,16 . dan 4,32 . ilai Sedangkan ketika diadakan pelatihan secara teoritis dan praktis selama tiga hari tatap muka, maka nilai rata-rata peserta program penerapan ipteks bidang Jurnal Vokasi. Vol 1 No. 2 Oktober 2017 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat tajhiz mayit meningkat menjadi angka 6,96 , . ilai penguasaan prakti. Sedangkan standar nilai kelulusan adalah 6,1 dari skor nilai 10. Artinya, apabila rata-rata peserta hanya 4,32 dinyatakan belum lulus, maka skor 6,1 dinyatakan lulus. Ada banyak faktor penyebab terjadinya peningkatan nilai tersebut, yaitu. internal dan eksternal. Di antara faktor internal tersebut adalah letak geografis sangat strategis, kenyamanan dan kerukunan warga, sarana dan fasilitas yang mendukung, serta Sedangkan faktor eksternal yang dimaksudkan adalah. cuaca dan dukungan dari aparatur gampong . uha peut dan tuha lapa. , dan dukungan moralmateril dari Unit P2M Politeknik Negeri Lhokseumawe. Meskipun demikian dalam proses tahapan kegiatan program penerapan ipteks bidang tajhiz mayit, masih terdapat kendala dan kelemahan yang bersifat moril dan Kendala- kendala tersebut adalah seperti masih kurang memadainya media dan fasilitas kegiatan seperti alat peraga yang sesuai, serta masih lemahnya partisipasi warga dalam hal ini kelompok pengajian ibu-ibu gampong Kuala. Hal ini terbukti, dimana pada saat kegiatan teoritis dan praktis, prosentase kehadiran warga mitra tidak seperti yang diharapkan. Asumsi awal, bahwa rata-rata jumlah peserta pelatihan sekitar 35 orang, namun pada saat hari kegiatan yang hadir hanya 25 orang. Menurut penuturan warga, hal ini karena kegiatan penerapan ipteks ini berbaringan dengan kegiatan Pameran Ekspo Gampong di kota Lhokseumawe. Disamping itu, kendala lainnya adalah sulitnya menyesuaikan waktu kegiatan pengajian antara warga dengan tim, dan terbatasnya pendanaan kegiatan, karena pada kebiasaannya, kalau ada kegiatan serupa, para warga selalu memperoleh uang Selain faktor tersebut di atas, sebagai suatu kendala juga adalah masih rendahnya prosentase peningkatan kemampuan warga mitra . elompok pengajian ibu-ibu desa Kual. dalam hal tatacara pengurusan jenazah baik secara teoritis dan praktis. Seharusnya nilai test awal yang dimiliki rata-rata 6, karena peserta pelatihan pada program penerapan ipteks ini disamping berperan sebagai kelompok pengajian desa juga sebagai Hal ini menunjukkan bahwa walaupun sebagai kelompok pengajian, dan beragama Islam, belum tentu memiliki penguasaan, pengetahuan dan wawasan yang luas tentang disiplin ajaran Islam. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penerapan ipteks bidang tata cara pengurusan tajhiz mayit yang dituliskan pada bagian hasil di atas, penerapan ipteks bidang tajhiz mayit bagi warga gampong . elompok pengajian ibuib. desa Kuala Meuraksa kecamatan Blang Mangat dinyatakan berhasil. Tingkat keberhasilan kegiatan penerapan ipteks bidang tajhiz mayit mencapai 25%, yaitu dari skor rata-rata 5,16 . ilai teoriti. dan 4,32 . ilai keterampila. meningkat menjadi skor rata-rata 6,96 . asil penilaian teoriti. dan 6,4 . ilai keterampila. pada post-test Secara umum, kegiatan program penerapan ipteks bidang tata cara tajhiz mayit terhadap warga mitra . elompok pengajian ibu-ibu desa Kuala Meuraks. berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Faktor-faktor pendukung lancarnya kegiatan penerapan ipteks adalah besarnya dukungan moril dan materil dari warga mitra, serta solidaritas tim penerapan ipteks Politeknik Negeri Lhokseumawe. Kegiatan penerapan ipteks bidang tata cara tajhiz mayit terhadap warga mitra secara subjektif Walaupun demikian, pada tahapan kegiatan ini masih dialami berbagi kendala-kendala, seperti. kurangnya jumlah peserta, dan terbatasnya REFERENSI