JIMP Vol 2 . (Maret 2. hal: 20 Ae 31 e - ISSN 2776-1835 p - ISSN 2774-9517 e-jurnal : http://journal. id/index. php/JIMP/ PENGARUH SISTEM PENGELOLAAN DAN PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS DI PASAR CITAYAM) Siti Masyitoh1. Derriawan2. Tia Ichwani3 1,2,3 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Pancasila Email: tiaichwani@univpancasila. Diterima 10 Januari 2022. Disetujui 11 Januari 2022 Abstrak Kajian utama dalam penelitian ini adalah sistem pengelolaan dan pelayanan terhadap kepuasan pedagang di Pasar Citayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan dan pelayanan terhadap kepuasan pedagang di Pasar Citayam. Jenis penelitian ini adalah deskriptifkuantitatif, subyek penelitian ini adalah pedagang yang tercatat sebanyak 570 pedagang dan sebagai populasi teknik pengambilan sample yang digunakan adalah simple random sampling dengan menggunakan pendapat slovin, dengan jumlah 85 responden. Teknis analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 26. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan variabel sistem pengelolaan tidak mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pedagang hal ini disebabkan belum optimalnya pengelolaan sampah, pembentukan tim dan pengarahan terhadap petugas kebersihan pasar. Variabel pelayanan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan pedagang, hanya pelayanan kebersihan yang kurang optimal karna keterbatasan sumber daya manusia dan sumber daya pendukung lainnya. Kata kunci: Sistem Pengelolaan. Pelayanaan, dan Kepuasan Pedagang Abstract Main study in this research is the management system and service to the satisfaction of traders in Citayam market. This study aims to examine the influence of managemen system and service on the satisfaction of traders in Citayam market. The type of research used is descriptive quantitative, the subjects of this study are traders, registered as many as 570 traders and as a population. The sample technique use was sample random sampling using the opinion of slovin, with a total of 85 respondents. The analysis technique used is multiple linear regression with the help of SPSS version 26 software. The results of this study indicate that the management system variable has no significant effect on the satisfaction of traders, this is because of the lack of optimizing waste management, team formation, and the briefing of market janitors. Service variable affects significantly on the satisfaction of traders, only hygiene services are less optimal cause of the limitations of human resources and other supporting Key Words: Managemen System. Service. Satisfaction of Traders JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 20 Ae 31 PENDAHULUAN Sektor perdagangan merupakan sektor yang berperan bagi perekonomian Indonesia setelah sektor Menurut data dari BPS tahun 2020 sektor perdagangan menjadi salah satu sektor yang mampu menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi sebesar 19,23%, mencakup perdagangan besar dan eceran. Salah satu sektor perdagangan yang berpengaruh besar adalah pasar. Keberadaan pasar tradisional sangat membantu menggerakan pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya perekonomian daerah sekitar pasar. Berdasarkan data dari BPS tahun 2020 jumlah pasar tradisional di Indonesia berjumlah 16. 235 dan pasar modern berjumlah 2. Dari data tersebut terlihat bahwa pasar tradisional masih mendominasi secara fisik dibandingkan pasar modern, namun eksistensi pasar tradisional kini semakin terpinggirkan Menurut Peraturan Mentri Perdagangan nomor 21 tahun 2021 untuk memperlancar distribusi arus barang serta meningkatkan daya saing pasar dalam negeri perlu pengembangkan sarana perdagangan berupa revitalisasi, terdapat empat prinsip revitalisasi yaitu revitalisasi fisik, revitalisasi, revitalisasi sosial budaya dan revitalisasi ekonomi, namun yang terjadi dilapangan, kegiatan revitalisasi tidak berjalan dengan baik khususnya di revitalisasi manajemen sosial budaya yang mengakibatkan revitalisasi ekonomi. menjadi tidak berjalan dengan baik. Konsistensi pemangku kepentingan pada pelayanan pengelola seperti respon serta tindakan petugas pasar dalam masalah yang dihadapi, memonitoring serta manajemen pengelolaan yang harus di evaluasi program-programnya. Jika hal tersebut dapat berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan pasar tradisional akan dapat diminati oleh masyarakat sebagai tempat pemenuhan barang pokoknya, karna pada dasarnya salah satu permasalahan terbesar pasar tradisional adalah pada sistem pelayanan dan juga manajemen pengelolaan yang kurang prima yang membuat permasalahan pasar tidak kunjung terselesaikan. KAJIAN TEORI Pengelolaan Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan organisasi (Wardoyo dalam Haq 2017:. Menurut Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISDAGPERIN) bidang pengelolaan pasar menyatakan bidang pengelolaan pasar mempunyai tugas memimpin, merencanakan, menyusunan, melaksanakan, mengkoordinir, mengevaluasi, dan mengendalikan tugas-tugas dibidang pengelolaan pasar. Pelayanan Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) AuPelayanan adalah usaha melayani kebutuhan orang lain dengan memperoleh imbalanAy. Menurut Saputri . 6:20-. baik tidaknya kualitas pelayanan tergantung pada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan pelanggannya secara konsisten. untuk mempermudah penilaian dan pengukuran kualitas pelayanan dikembangkan suatu alat ukur kualitas layanan yang disebut dengan Servqual . ervice qualit. , servqual ini Siti dkk. Pengaruh Sistem Pengelolaan Dan Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Pedagang Pasar Tradisional merupakan skala multi item yang dapat digunakan untuk mengukur persepsi pelanggan atas kualitas layanan yang meliputi 5 dimensi yaitu: Tangibles . ukti langsun. Reliability . Responsivness . aya tangga. Assurance . Empathy . Kepuasan Pedagang Menurut Hardiyanti . 9:22-. AuKepuasan pedagang adalah tingkat perasaan pedagang setelah membandingkan kinerja . yang pedagang rasakan dengan harapan yang diinginkannya. Menurut Philip Kotler dalam Septiani . 8:47-. , terdapat beberapa metode yang bisa digunakan perusahaan untuk mengukur kepuasan: Kelihan dan sarana Ghost Shopping Lost Customer Analysis Survey Kepuasan Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran berdasarkan oenjelasan yang sudah dijabarkan sebelumnya, adalah sebagai Gambar 1. Kerangka Pemikiran Hipotesis Hipotesis adalah dugaan sementara atau jawaban sementara atas permasalahan penelitian yang akan diuji. : Pengelolaan berpengaruh terhadap kepuasan pedagang : Pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pedagang METODE Kategori Penelitian Dalam penelitian mengenai AuPengaruh Sistem Pengelolaan dan Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Pedagang Pasar TradisionalAy, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Dalam pendekatan kualitatif deskriptif ini peneliti bertujuan menjelaskan suatu kondisi dan JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 20 Ae 31 situasi tertentu dengan pendekatan ilmiah serta mengamati suatu obyek penelitian dan kemudian peneliti menjelaskan apa saja yang diamati dalam bentuk deskripsi. Populasi dan Sampel Populasi pedagang aktif di pasar Citayam per 8 april 2021 adalah sebesar 570 pedagang. Dengan demikian jumlah sample yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 85 responden. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah sample random sampling karna keterbatasan waktu dan dengan menggunakan rumus slovin. Operasionalisasi Variabel Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis yang ada, maka variabel-variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut. Dalam pendekatan kualitatif deskriptif ini peneliti bertujuan menjelaskan suatu kondisi dan situasi tertentu dengan pendekatan ilmiah serta mengamati suatu obyek penelitian dan kemudian peneliti menjelaskan apa saja yang diamati dalam bentuk deskripsi Variabel Independen Variabel yang independen yang digunakan adalah . Pengelolaan sebagai (X. , menurut Safruddin . AuPengelolaan dapat disamakan dengan manajemen, yang berarti pengaturan atau pengurusan. adapun kebijakan fungsi dari pengelolaan . meliputi berbagai tahap-tahap dalam melakukan pengelolaan meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasanAy. Pelayanan sebagai (X. , menurut Rahmadana dkk . AuPelayanan adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan pelayanan administrative yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publikAy . Variabel Dependen Variabel yang akan digunakan adalah kepuasan pedagang (Y). Kepuasan pedagang adalah tingkat perasaan pedagang setelah membandingkan kinerja . yang pedagang rasakan dengan harapan yang diinginkannya. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil responden Profil Jenis Kelamin Usia Lama Berdagang Tabel 2. Profil Responden Kategori Jumlah Pria 68 responden Wanita 17 responden < 30 tahun 21 responden >30 tahun 64 responden 1-4 tahun 17 responden 4-7 tahun 16 responden Persentase 18,8% Siti dkk. Pengaruh Sistem Pengelolaan Dan Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Pedagang Pasar Tradisional 7-10 tahun > 10 tahun 19 responden 33 responden 22,4% 38,8% Sumber : Olah data Berdasarkan Tabel 2, responden atau pedagang yang telah menempati pasar Citayam selama kurang lebih 1-4 tahun sebanyak 17 responden dengan persentase 20%, pedagang yang telah menempati pasar Citayam selama kurang lebih 4-7 tahun sebanyak 16 responden dengan persentase 18,8%, pedagang yang telah menempati pasar Citayam selama kurang lebih 7-10 tahun sebanyak 19 responden dengan persentase 22,4%, dan pedagang yang lama berdagangnya lebih dari 10 tahun menempati pasar Citayam sebanyak 33 responden dengan persentase 38,8%. Deskripsi Variabel Tabel 3. Deskripsi Variabel Pengelolaan Indikator Mean penataan tempat berjualan 2,82 Kebijakan Pengelolaan sampah pasar Promosi yang dilakukan pengelola pasar Tim Kebersihan yang baik Tim Keamanan yang baik Pengarahan petugas keamanan agar tercipta pasar citayam yang tertib Pengarahan petugas kebersihan, sehingga tercipta pasar Citayam yang bersih Pngarahan staff kantor pasar citayem Pengelola telah mampu mengendalikan kinerjanya secara baik Total Keterangan Netral 2,27 2,67 3,15 2,88 Tidak Setuju Netral Tidak Setuju Netral Netral 2,47 Tidak Setuju 2,96 2,88 Netral Netral 2,74 Netral Sumber : Olah data Dari tabel diatas terlihat ada tiga indikator yang responden menilai rendah yaitu pada indikator pengelolaan sampah, tim kebersihan, pengarahan petugas kebersihan terhadap pekerjaan yang Dapat disimpulkan bahwa responden tidak puas atas sistem pengelolaan petugas pasar Citayam dalam aspek kebersihan. Tabel 4. Deskripsi Variabel Pelayanan Indikator Kinerja yang baik untuk membangun sarana Kinerja yang baik dalam kebersihan pasar Kejelasan prosedur dengan baik Kemudahan prosedur yang ada di pasar Respon terhadap keluhan Cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang ada di pasar Citayam Jaminan keamanan Kejujuran informasi kepada pedagang pasar Kesopanan dalam memberikan pelayanan Mean 2,83 Keterangan Netral 2,42 3,05 3,25 2,93 Tidak Setuju Netral Netral Netral Netral 3,24 3,06 3,25 Netral Netral Netral JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 20 Ae 31 Indikator Pembinaan kepada pedagang Total Mean 3,05 2,99 Keterangan Netral Netral Sumber : Olah data Dari tabel diatas terlihat responden menilai rendah pada indikator Kinerja petugas kebersihan pasar Dapat disimpulkan bahwa responden tidak puas atas pelayanan petugas kebersihan pasar Citayam. Tabel 5. Deskripsi Variabel kepuasan pedagang Indikator Mean Keterangan Kepuasan pengelolaan pasar Citayam Netral Kepuasan Pelayanan yang diberikan pasar 3,08 Netral Citayam Puas dan bersedia menjadi pedagang tetap di pasar 3,21 Netral Citayam 3,03 Netral Total Sumber : Olah data Dari 3 indikator pernyataan pada variabel Kepuasan Pedagang peneliti memperoleh mean nilai 3,03 yang artinya responden secara umum merespon sedang pada kepuasan pedagang dalam pengelolaan dan pelayanan yang dilakukan pihak pasar Citayam. Uji Validitas Variabel Pengelolaan (X. Pelayanan (X. Kepuasan Pedagang (Y) Tabel 6. Hasil Uji Validitas Item R hitung R tabel X1. 0,730 0,2133 X1. 0,711 0,2133 X1. 0,692 0,2133 X1. 0,717 0,2133 X1. 0,794 0,2133 X1. 0,782 0,2133 X1. 0,762 0,2133 X1. 0,771 0,2133 X1. 0,781 0,2133 X1. 0,824 0,2133 X1. 0,524 0,2133 X1. 0,770 0,2133 X1. 0,843 0,2133 X1. 0,816 0,2133 X1. 0,809 0,2133 X1. 0,812 0,2133 X1. 0,871 0,2133 X1. 0,786 0,2133 X1. 0,793 0,2133 Y1. 0,920 0,2133 Y1. 0,908 0,2133 Y1. 0,856 0,2133 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Siti dkk. Pengaruh Sistem Pengelolaan Dan Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Pedagang Pasar Tradisional Sumber : Olah data Dari tabel diatas diperoleh r-tabel sebesar 0,2133 sehingga dapat disimpulkan keseluruhan indikator pernyataan penelitian dinyatakan valid. Uji Reabilitas Tabel 7. Hasil Uji Reabilitas Variabel CronbachAos Alpha Keterangan Pengelolaan (X. 0,901 Reliabel Pelayanan (X. 0,929 Reliabel Kepuasan Pedagang (Y) 0,873 Reliabel Sumber : Olah data Dari tabel diatas terlihat bahwa semua variabel bisa dikatakan reliabel karena koefisien cronbachAos Alpha > 0,60. Dari hasil uji validitas dan reabilitas maka penelitian ini layak untuk dianalisis lebih lanjut. Teknik Analisis Data Pengelolaan Pelayanan Kepuasan Pedagang Valid N . Tabel 8. Metode Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber : Olah data Dari 85 data sampel Pengelolaan (X. , nilai minimum sebesar 15, nilai maksimum sebesar 45 dan nilai mean 24,72 Artinya nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasi sehingga penyimpangan data sangat rendah, maka penyebaran nilainya merata. Pelayanan (X. dari 85 sample diketahui bahwa nilai minimum 16, nilai maksimum sebesar 50 dan nilai mean 29,87 dengan niai standar deviasi sebesar 7,416. Artinya nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasai sehingga penyimpangan data yang terjadi sangat rendah, maka penyebarannya merata. Kepuasan pedagang (Y) dari 85 sample diketahui bahwa nilai minimum sebesar 5, nilai maksimum 15 dan nilai mean 9,09 dengan satandar deviasi sebesar 2. artinya nilai mean lebih besar dari standar deviasai sehingga penyimpangan data yang terjadi sangat rendah, mka penyebaran nilainya Uji Normalitas Tabel 9. Uji Kolmogorov-Smirnov Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute Unstandardized Residual JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 20 Ae 31 Most Extreme Positive Differences Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber : Olah data Dari hasil uji normalitas di atas diperoleh nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,06, karna 0,06 > 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa data-data telah memenuhi distribusi normal. Uji Multikolonieritas Model Pengelolaan Pelayanan Tabel 10. Hasil Uji Multikolonieritas Collinearity Statistic Keterangan Tolerance VIF 0,279 3,588 Tidak Terjadi Multikolinieritas 0,279 3,588 Tidak Terjadi Multikolinieritas Sumber : Olah data Dari tabel dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan tidak terdapat multikolinieritas pada variabel independennya. Uji Heteroskedastisitas Tabel 11. Hasil Uji Heteroskedastisitas (Constan. Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. Pengelolaan Pelayanan Model Sumber : Olah data Dari tabel uji heterokdastisitas, nilai signifikan dari hasil perhitungan variabel pengelolaan sebesar 0,536 > 0,05 dan nilai pelayanan sebesar 0,343 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokdastisitas. Regresi Berganda Tabel 12. Regresi Berganda Model (Constan. Pengelolaan Pelayanan Sumber : Olah data Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Y= 1,224 0,080 X1 0,197 X2 Dilihat dari persamaan diatas maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Sig. Siti dkk. Pengaruh Sistem Pengelolaan Dan Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Pedagang Pasar Tradisional . Berdasarkan persamaan regresi linier berganda diatas diketahui bahwa nilai konstana sebesar 1. artinya jika kedua variabel independen pengelolaan (X. dan pelayanan (X. nilainya 0, maka variabel dependen kepuasan pedagang (Y) adalah 1,224. Koefisien regresi variabel Pengelolaan (X. sebesar 0,080 artinya jika pengelolaan mengalami kenaikan 1% atau 1 skor maka kepuasan pedagang akan meningkat 0,080 dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Koefisien regresi variabel pelayanan (X. sebesar 0,197 artinya jika pelayanan mengalami kenaikan 1% atau 1 skor, maka kepuasan pedagang akan meningkat sebesar 0,197 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya nilainya tetap. Uji T (Pasia. Model (Constan. Pengelolaan Pelayanan Tabel 13. Uji T (Parsia. 1,962 1,973 5,146 Sig 0,053 0,052 0,000 Sumber : Olah data Pengaruh pengelolaan terhadap kepuasan pedagang Berdasarkan tabel di atas dapat diperoleh nilai t-hitung sebesar 1,973 dengan nilai signifikansi 0,052. Hal ini menunjukan bahwa nilai t-hitung < t-tabel 1,989 dan nilai signifikansi > 0,05. Dengan demikian variabel pengelolaan tidak mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pedagang. Pengaruh pelayanan terhadap kepuasan pedagang Berdasarkan tabel diatas dapat diperoleh nilai t-hitung sebesar 5,146 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukan bahwa nilai t-hitung > t-tabel 1,989 dengan nilai signifikansi < 0,05. Dengan demikian variabel pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pedagang. Uji F (Simulta. Tabel 14. Hasil Uji F Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Sumber : Olah data Dari hasil output tabel di atas nilai F hitung sebesar 85. 408 lebih dari F tabel 3,11 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka dapat diambil kesimpulan variabel pengelolaan dan pelayanan mempunyai pengaruh secara simultan terhadap kepuasan pedagang. Koefisien Determinasi Tabel 15. Hasil Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 20 Ae 31 Sumber : Olah data Dari hasil uji R2, diperoleh nilai sebesar 0,676 atau 67,6%. Hal ini menunjukan bahwa kepuasan pedagang dapat dijelaskan sebesar 67,6% oleh variabel independen yaitu pengelolaan dan pelayanan. Sedangkan 32,4% variasi kepuasan pedagang dijelaskan oleh variabel-variabel diluar variabel independen penelitian ini. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis di atas, selanjutnya peneliti akan lakukan pembahasan terhadap masingmasing hipotesis sebagai berikut: Pengaruh pengelolaan terhadap kepuasan pedagang Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner menunjukan hasil bahwa sebagian besar responden yaitu pedagang memberikan tanggapan yang netral terhadap pernyataan yang diajukan yang berkaitan dengan pengelolaan pasar Citayam. Untuk hasil pengujian hipotesis variabel Pengelolaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepusan pedagang. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung 1,973 < 1,989. Sesuai dengan persyaratan hipotesis, maka H1 ditolak, yaitu varibel pengelolaan tidak mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap variabel kepuasan pedagang. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh adam latif dan syamsul . yang menyatakan variabel pengelolaan pasar yang diteliti, menunjukan hasil penelitian yang kurang baik, terbukti melalui indikator pengelolaan yang diajukan. Arti dari indikator yang kurang baik menunjukan tidak adanya pengaruh pengelolaan terhadap kepuasan pedagang. Pengaruh pelayanan terhadap kepuasan pedagang Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner menunjukan hasil bahwa sebagian besar responden yaitu pedagang memberikan tanggapan netral terhadap pernyataan yang diajukan yang berkaitan dengan pelayanan pasar Citayam. Untuk hasil hipotesis variabel pelayanan menunjukan bahwa pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pedagang. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung 5,146 > 1,989. Sesuai dengan persyaratan hipotesis, maka H2 diterima, yang artinya pelayanan (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kepuasan pedagang (Y). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rosa Sasrayani . , bahwa variabel pengelolaan yang diteliti terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pengelolaan pasar Citayam terhadap kepuasan pedagang dari hasil penelitian dapat disimpulkan pengelolaan pasar dinilai cukup oleh pedagang dari penataan tempat berjualan, promosi yang dilakukan, pembentukan tim keamanan, pengarahan Keamanan dan staff kantor serta pengendalian Penilaian kurang baik menurut responden terhadap pengelolaan Pasar Citayam adalah Siti dkk. Pengaruh Sistem Pengelolaan Dan Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Pedagang Pasar Tradisional pengelolaan sampah, pembentukan tim kebersihan dan kepala pasar dianggap belum berhasil mengarahkan petugas kebersihan terhadap tanggung jawab kebersihan pasar. Hasil penelitian mengenai variabel pelayanan yang diberikan oleh pengelola pasar Citayam terhadap kepuasan pedagang dapat disimpulkan bahwa variabel pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pedagang. Hanya indikator pelayanan kebersihan yang dianggap masih kurang memuasakan bagi kepuasan pedagang. Dan selebihnya dapat disimpulkan bahwa pelayanan pasar dinilai cukup oleh pedagang dari pembangunan sarana pasar, kejelasan dan kemudahana prosedur, respond dan daya tanggap terhadap masalah yang terjadi, jaminan keamanan, kejujuran informasi, kesopanan petugas dan pembinaan pedagang secara baik. Namun masih ada yang kurang baik, yaitu pelayanan mengenai kebersihan. Saran Bagi Pedagang Pasar Citayam Menurut pedagang perlu adanya perhatian khusus terhadap pengelolaan sampah, yang mana dari hasil wawancara peneliti dengan pihak pengelola bahwa pengambilan sampah dari pasar Citayam menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dilakukan hanya 6 . hari dalam seminggu, dimana sampah yang dihasilkan dari aktivitas berdagang di Pasar Citayam terus ada setiap harinya, artinya terjadi penimbunan sampah yang terjadi setiap minggunya. Hal ini yang menyebabkan pedagang memiliki nilai kurang baik terhadap pengelolaan sampah di dipasar Citayam. Dengan letak penampungan sampah yang berada di pintu masuk utama pasar citayam maka penumpukan sampah akan menjadi masalah bagi pedagang, dimana akses masuk pembeli ke pasar Citayam menjadi terganggu dengan adanya penumpukan sampah juga bau yang ditimbulkan dari sampah tersebut. Menurut pedagang perlu adanya pengaturan jam operasional pengangkutan sampah di pasar Citayam menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar tidak mengganggu aktivitas jual beli di pasar Citayam, karna pengambilan sampah yang dilakukan pada jam 7 . atau 9 . pagi, menurutut pedagang dapat mengganggu akses masuk pembeli ke pasar Citayam. Artinya terdapat masalah bagi pedagang, karena pemarkiran truk pengangkut sampah yang memakan jalan masuk menuju pasar dan juga bau dari pengangkutan sampah yang dilakukan membuat aktivitas berdagang menjadi terganggu. Menurut pedagang pelayanan yang dilakukan petugas kebersihan dianggap kurang baik. Sebagain pedagang mengeluhkan sampah yang berada di kiosnya tidak terangkat dan ada yang mengeluhkan bahwa kiosnya menjadi bau karna ada penumpukan sampah yang berada di tangga belakang yang tidak diangkut. Ketidak puasan ini terjadi karena jumlah tim kebersihan sampah yang berjumlah 6 . personil, jumlah tersebut tidak sesuai untuk memberikan pelayanan yang baik dengan luas pasar citayam 5. 500 m2. Ditambah dengan jumlah gerobak sampah untuk menunjang pelayanan kebersihan hanya berjumlah 1 unit. Hal ini tentunya menjadi nilai buruk JIMP Vol 2 . (Maret 2. : 20 Ae 31 bagi pelayanan kebersihan pasar citayam, perlu adanya tambahan personil kebersihan dan juga beberapa unit armada gerobak untuk menunjang pelayanan kebersihan yang lebih baik lagi. Menurut pedagang perlu adanya pengarahan dan pelatihan tim kebersihan dengan baik dan terarah, sehingga tim kebersihan mengerti dan paham dengan tugas yang diembannya yaitu membuat pasar Citayam bersih. Bagi peneliti Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik melakukan penelitian sejenis, diharapkan untuk meggunakan variabel lainnya yang dapat mengukur kepusan pedagang. Serta didukung dengan metedologi-metodologi yang berbeda dan sumber data yang lainnya. Sehingga penulis peneliti selanjutnya dapat memperoleh hasil penelitian yang berbeda dan selanjutnya mampu dikembangkan oleh peneliti-peneliti setelahnya. DAFTAR PUSTAKA