AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 MANAJEMEN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Abdurochman Institut Agama Islam An-Nur Lampung Emai:armanarochman@96yahoo. Informasi Naskah Diterima: 3 Maret 2021 Revisi: 29 Maret 2021 Terbit: 19 April 2021 Abstrak Bahasa Arab merupakan bahasa kedua setelah bahasa Indonesia, bahasa Arab memiliki karaktesistik dan tingkat kesulitan yang guru harus memperhatikan pendekatan pembelajaran yang strategis dan tepat bagi peserta didik. Terkait dengan ini terdapat beberapa pendekatan bahasa Arab diantaranya pendekatan kemanusian, pendekatan berbasis media, pendekatan mendengar-mengucap, pendekatan analisis dan non analisi, pendekatan berbeda dengan bahasa lainya. Fenomena ini menuntut adanya guru yang memiliki kualifikasi dengan tingkat kematangan yang tinggi berupa kesabaran dan keuletan. Dalam penyajian materi bahan ajar bahasa Arab khususnya Dengan tujuan dapat meningkatkan efektifitas guru dalam melakukan transformasi pengetahuan, keterampilan bahasa dan kebudayaan Arab. Kata Kunci: Pendeketan dan Bahasa Arab PENDAHULUAN Kitaka berbicara proses ataupun pembelajaran secara umum dan pembelajran bahasa Arab secara khusus baik guru maupun peserta didik harus memahami tiga istilah penting yang kesemuanya saling berkesinambungan, yaitu pendekatan, metode dan Pendekatan secara bahasa adalah tempat masuk. 1 Pendekatan secara istilah adalah seperangkat asumsi berkenaan dengan hakekat bahasa, dan belajar-mengajar bahasa. Sifatnya aksiomatik . Metode adalah rencana menyeluruh penyajian bahasa secara sistematis berdasarkan pendekatan yang ditentukan. Sifatnya, procedural. Sedangkan teknik adalah kegiatan spesifik yang diimplementasikan dalam kelas, selaras dengan metode dan pendekatan yang dipilih. 2 Sifatnya, implementatif. Ketiga istilah ini harus ada dalam pembelajaran bahasa Arab, karena pendekatan dijelaskan oleh metode, dan metode dijelaskan oleh teknik. Louis al-MaAoluf, al-Munjid fi al-Lughah wa AAolam, (Beirut: Dar al-Masyriq, 1986, cet, ke-. Ahmad Fuad Efendy. Metodologi Pengjaran Bahasa Arab, (Malang: Misykat Malang 2. , h. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Istilah metode dalam bahasa Arab adalah thariqah . amak tharaAoi. Untuk pendekatan adalah madkhal . amak madakhi. Sedangkan teknik adalah uslub . amaknya Sebagaimana Antony. Richads atau Rodgers juga berbicara tentang konsep trio defenisi atau terminology di atas. Hanya saja istilah yang dipakai mereka berdua Auapproch Ay. AudesignAy, dan AuProcedureAy . Pengertian Pendekatan Pembelajaran Ada beberapa pengertian pendekatan menurut para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut:4 Pendekatan Menut Gulo adalah titik tolak atau sudut pandang kita dalam memandang seluruh masalah yang ada dalam program belajar-mengajar. Sudut pandang tertentu tersebut menggambarkan berfikir dan sikap seorang guru dalam menyelsaikan persoalan yang ia hadapi. Menurut Sanjana, pendekatan diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Burden menyatakan bahwa pendekatan adalah tata cara melibatkan guru dan peserta didik untuk membangun dan mencapai tujuan dengan informasi mereka telah didapat secara efektif, melalui kegiatan dan keikut sertaannya. Pendekatan pembelajaran adalah suatu jalan yang ditempuh oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran ditinjau dari sudut bagaimana materi itu disusun dan disajikan. Pendekatan adalah tatacara pembelajaran yang melibatkan para guru dan peserta didik mereka untuk membangun mencapai tujuan dengan informasi mereka yang telah didapat secara aktif, melalui kegitan dan keikut sertaannya. Pendeketan dalam pembelajaran bahasa Arab adalah sekumpulan asumsi yang satu sama lain saling berhubunggan. Asumsi-asumsi tersebut menghubungkan antara hakekat bahasa dengan hakekat proses belajar mengajar. Pendekatan bisa diartikan suatu hal yang disepakati dan dijadikan dasar oleh penganutnya. Pendekatan diartikan dengan prosedur yang berfungsi menjelaskan hakekat tema pembelajaran bahasa Arab yang akan diajrakan oleh guru. Pendekatan juga merupakan sudut pandang beberapa orang tentang sesuatu yang diyakini tanpa harus membutuhkan alasan dan bukti. Dua aspek yang harus dipenuhi dalam pendekatan bahasa Arab dikemukakan oleh HD. Hidayat sebagai berikut: Aspek karakteristik bahasa. Aspek karakteristik proses pembelajaran. Pendekatan Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Dalam pengajaran bahasa Arab dikenal beberapa macam pendekatan, yaitu: Pendekatan Kemanusiaan (Humanistic Approac. Azhar Arsyad. Bahasa Arab dan metode Pengajaranya ,(Jogjakarta: Pustaka Pelajar. Fathur Rohman. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: Madani Media 2. , h. Muhamad Kamil Al-Naqoh. TaAolim al-Lugha al- Arabiyah li al-Nathiqina bi Lughat Uhra, (Makkah Al-Mukarramah: JamiAoah Umu al-Qura, 1. , h. HD. Hidayat. Mukhtasar Thuruq Tadris al-Lughah al-Arabiyah Li Tullab al-Madaris wa alMaAohid al-Indunisyyah, (Jakarta, 1. , h. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Pendekatan kemanusiaan yang dalam bahasa Arab disebut dengan al madkhal al Pendekatan ini sangat memfokuskan pada peserta didik. Peserta didik dipandang sebagai manusia yang harus diperlakukan secara manusiawi, bukan alat atau benda mati yang menerima rangsangan-rangsangan dan meresponnya. Perskpektif ini menurut sebagian ahli pengajaran bahasa asing merupakan orientasi baru yang biasanya menganggap peserta didik sebagai obyek yang dpat dibentuk semaunya, tanpa melihat minat, dan bakat mereka. Dengan pola pandang ini setidaknya dapat mempercepat interelasi antara pengajar dan siswa dalam hubungannya dengan proses tranfering knowledge, karena kebutuhan psikologis siswa dapat terpenuhi, serta minat dan motivasinya dapat dikembangkan. Tiga teknik yang direkomendasikan beberapa pakar pendekantan kemanusiaan khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab sebagai berikut: Menerangkan, menjelaskan peserta didik bahasa Arab secara intensif dalam kondisi variatif. Role playing dalam melatih peserta didik untuk merespons dalam kondisi variatif di dalamnya nilai peserta didik interaktif dan formatnya . inta, benci, marah, meminta dan berharap dan lain sebaginy. Guru memberikan contoh yang menarik bagi peserta didik. Pendekatan Berbasis Media ( Media Based Approac. Kata media berasal dari kata Latin AumediusAy yang artinya AutengahAy. Secara umum, media adalah semua bentuk perantara untuk menyebar, membawa atau menyampaikan sesuatu pesan . dan gagasan kepada penerima. Adapun istilah media yang gunakan dalam bahasa Arab kurang lebih adalah sebagai berikut: A OEIOI EIO OEAOAUA EOE EoAUAOE uEOA Pendekatan berbasis media yang dalam bahasa Arab disebut al-madkhol al-tiqoni, adalah pendekatan yang mengandalkan kepada teknik penggunaan media pengajaran. Sebagaimana diketahui bahwa sarana atau alat peraga . lat bant. besar peranannya dalam menyampaiakan keahlian dan mengubahnya dari keahlian abstrak kepada keahlian yang Pendekatan ini bertujuan untuk melengkapi konteks yang menjelaskan makna kata-kata, struktur dan istilah-istilah kebudayaan baru melalui gambar, peta, foto, contoh model hidup, kartu dan segala sesuatu yang membantu menjelaskan makna kata asing kepada siswa. Pada zaman cangih alat bantu menjadi lebih bervariatif dan lebih modern Seperti: kaset, radio, slide, dan computer. Pendekatan ini sering menghadapi kendala khususnya berkaitan dengan biaya pengadaan alat peraga serta tidak lengkapnya materi pengajaran yang berkualitas. Kendala yang dihadapi dalam pendakatan berbasis media diantranya tidak terdisainkan materi bahan ajar yang baik. Teknis menyelaskan kata-kata abstrak yang hanya memungkinkan untuk dijelakan melalui proses terjemah langsung (Arab-Ind. Minimnya sumber daya manusia (SDM) yang mampun untuk mengoprasionalkan media Misalnya penggunaan lab bahasa dan computer hal ini tentunya membutuhkan keterampilan khusus. Pendekatan Aural-Oral (Aural-Oral Approac. Pendekatan Aural-Oral yang dalam bahasa Arab disebut al madkhol al-samaAoi al Pendekatan ini memiliki asumsi bahwa bahasa adalah yang didengar dan apan yang diucapkan, sedangkan tulisan hanyalah representasi dari ujaran. Berangkat dari Rusydi Ahmad ThuAoaimah. TaAolim al- Arabiyah Li Ghairi al-Nathiqina biha Manahijuhu wa Asalibuhu, (ISESCO, 1. , h: 115. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 asumsi ini, maka bahasa yang pertama adalah ujaran. Untuk itu pengajaran bahasa harus dimulai dengan memperdengarkan bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk kata atau kalimat secara klasikal kemudian meminya siswa menirukannya. Untuk kemudian dihafalkan, sebelum pembelajaran membaca dan menulis diajarkan. Berkembangnya komunikasi yang mendekatkan jarak antara individu yang lain serta kebutuhan kepada bahasa untuk dipergunakannya dalam komunikasi lisan merupakan motivasi lahirnya pendekatan ini. Asumsi ini diperkuat dengan adanya faktor kebiasaan. Karena suatu prilaku akan menjadi kebiasaan apabila diulang berkali-kali. Begitupula dengan pengajaran bahasa harus dilakukan dengan teknik pengulangan atau repetisi. Keunggulan pendekatan ini mampu memberikan setimulus maupun motivasi bagi peserta didik yang kemampuan berbahasanya pas-pasan. Memberikan ruang seluasluasnya bagi mereka yang memiliki kemampuan berbahasa di atas rata-rata. Pendekatan ini digambarkan seperti seorang bayi yang baru memperoleh bahasa pertama yang dimulai dari mendengar dan berbicara. Tujuan pendekatan ini bisa dicapai dengan baik apabila menggunakan teknik yang paling ideal, yaitu latihan audio-lingual . udio lingual dril. atau latihan pola kalimat, yaitu latihan-latihan mendengarkan berbagai bentuk pola kalimat secara sistematis. Latihan ini bisa dipraktekan di dalam kelas atau laboratorium bahasa. Pendekatan Analisis dan Non Analisis (Analytical and Non Analytical Approac. Pendekatan Analisis dan Non Analisis yang dalam bahasa Arab disebut al-madkhol al-tahlili wa hair al-tahlili, adalah pendekatan yang digagas oleh Stern dalam Kongres tahun 70-an, dan konsep pendekatan ini lebih dipertajam pada kongres terakhir yang diselenggarakan pada bulan Nopember 1980. Pendekatan ini sering disebut dengan pendekatan formal, karena ia memantulkan orientasi lahiranya sastra tentang analisa bentuk-bentuk percakapan, pidato, dan teorikominikasi lisan. Perbedaan antara analisis dan non analisis dalam perspektif ini adalah sebagai berikut: . pendekatan analisis adalah pendekatan yang menjadikan sosio-linguistik sebagai dasar pertimbangan analisis. Diskursus ini memfokuskan diri pada pembahasan semantic, aktifitas bicara, analisis sistem dan pengertian-pengertian fikiran serta menuntut penganalisaan kebutuhan sosio-linguistik, program bahasa baru dan program professional yang didasarkan pada silabus. Sedangkan . pendekatan non analisis adalah pendekatan yang menjadikan pembahasan psyco-linguistik dan ilmu pendidikan sebagai asas pertimbangan analisis yang bersifat global. Integral dan alami. Pendekatan ini menuntut pengajaran bahasa pada situasi-situasi kehidupan yang alami dan difokuskan kepada topik-topik pembicaraan yang berkaitan dengan psykologis siswa. Pendekatan Komunikatif (Coomunicative Approac. Pendekatan Komunikatif yang dalam bahasa Arab disebut al-madkhol al-ittishaali, adalah pendekatan yang memfokuskan kepada kemampuan komunikasi aktif dan praktis. Menurut para pemerhati bahasa, pendekatan ini telah melakukan terobosan baru yang strategis dibidang pembelajaran bahasa kedua, dan dianggap sebagai pendekatan yang integral dan memiliki ciri-ciri yang pasti. Hal ini Karena pendekatan tersebut merupakan perpaduan strategi-strategi yang bertumpu pada satu tujuan tertentu yang pasti. Yaitu melatih siswa enggunakan bahasa secara langsung . dan kreatif. penguasaan tata bahasa. Prinsip-prinsip pendekatan ini mendorong siswa untuk berani menggunakan bahasa Arab. Sedangkan fokusnya adalah menyampaikan makna atau maksud yang tepat sesuai dengan tuntutan dan fungsi komunikasi pada waktu itu. Sedangkan tata bahasa dalam pesrspektif pendekatan ini hanyalah sekedar pengetahuan akan makna kalimat dan jabatan kata-katanya, sehingga peserta didik diharapkan dapat AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 mengungkapkan pikiran, perasaan kemauan dan keyakinan berlandaskan pada kaidah tata bahasa yang tepat. Pendekatan pembelajaran bahasa ini pertamakali diterapkan di Inggris. Pendekatan ini berakar dari tradisi lingustik dan prinsip pengajaran yang berkembang di Eropa, kemudian landasan - landasan teoritisnya diperkuat dengan teori belajar yang berkembang di Amerika Utara. Dua faktor utama lahir dan berkembangnya pendekatan ini, yaitu surutnya popularitas metode lisan dan situasional di Inggris karena kecaman Chomsky dan makin eratnya kerjasama antara negara-negara Eropa dalam bidang kebudayaan dan Tujuan pendekatan ini adalah: Untuk membentuk kemampuan komunikatif sebagai tujuan pengajaran bahasa. Untuk mengembangkan prosedur atau langkah-langkah saling timbal balik antara bahasa dan komunikasi. Larsen Freeman menyatakan pengajaran bahasa komunikatif berdasarkan pada asumsi-asumsi dasar tentang bahasa sebagai alat komunikasi. Beberapa komponen yang harus ada dalam pendekatan komunikatif diantaranya: komponen organisasional, komponen pragmatik, komponen strategis, dan komponen psikomotorik. Istilah komunikatif adalah untuk menyampaikan gagasan baik secara lisan atau tulisan. Pendekatan ini menekankan pada kemampuan berkomunikasi peserta didik. Dalam pengajaran bahasa Arab. Seorang guru berusaha mengembangkan kemampuan berkomunikasi peserta didik. Kemampuan berkomunikasi juga dikenal sebagai kompetensi tata bahasa, kompetensi berbicara, kompetensi teknik dan kompetensi sosio Dasar-dasar yang harus diperhatikan dalam pendekatan komunikatif kitaka proses pembelajaran bahasa Arab, dapat disimplukan sebagai berikut: Menyanyikan teks-teks Arab dari sumber aslinya bukan hasil terjemahan, seperti Koran, majalah, bulletin atau sumber-sumber pendukung lainya. Teksteks ini dijadikan sebagai media komunikasi interaktif antara peserta didik, di samping sebagai proses aktivitas faktual di dalam kelas. Melatih dan membiyasakan peserta didik dalam aneka format dan teknik untuk mengekspresiakan integritas makna. Tujuan komunikatif ini bisa terlaksana dengan memberikan perhatian terhadap penggunaan bahasa dan bukan sekedar kegunaan, kelancaran berbahasa dan bukan sekedar ketepatan, terhadap bahasa dan konteks otentik . , dan terhadap kondisi nyata para peserta didik untuk menerapkan pembelajaran di dalam kelas ke kontek dunia Widdowson sebagaimana dikutib ThuAoaimah membedakan antara kemampuan berbahasa dan kemampuan tentang bahasa. Kemampuan berbahasa adalah kemampuan yang dimiliki baik oleh pembicara maupun pendengar untuk memahami dan memproduksi bahasa-bahasa ucapan. Sebaliknya kemampuan tentang bahasa ialah kemampuan secara umum mempelajari dan mengenal semua ungkapan-ungkapan bahasa yang benar dan baik walapun tidak mampu mengucapkan atau menggunakannya. Richard and Rogers dalam Ahmad Muradi. Pembelajaran Menulis Bahasa Arab Dalam Perspektif Komunikatif, (Jakarta: Prenada Media Group, 2. Richard and Rogers dalam Ag. Bambang Setiadi. Improving Student Languge Skill Though competence Based Curriculum. A Paper Presented at a one day seminar (Bandar Lampung. Sabbaha Fundation and LIA, 2. , h. Rusydi Ahmad ThuAoaimah. TaAolim al- Arabiyah Li Ghairi al-Nathiqina biha Manahijuhu wa Asalibuhu, h. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Diantara fungsi pengajaran bahasa komunikatif adalah sebagai berikut:11 Fungsi instrument bahasa yaitu menggunakan bahasa untuk mendapatkan Fungsi regulasi bahasa yaitu menggunakan bahasa untuk mengontrol prilaku orang lain. Fungsi Interaksi bahasa yaitu menggunakan bahasa untuk membuat interaksi dengan orang lain. Fungsi personal bahasa yaitu menggunakan bahasa untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman pribadi. Fungsi imajinasi bahasa yaitu menggunakan bahasa untuk membuat dunia Fungsi repersentasioanl bahasa yaitu menggunakan bahasa untuk Fungsi heuristic bahasa yaitu menggunakan bahasa untuk belajar menemukan. Pendekan komunikatif memiliki beberapa karakteristik hal ini tentunya membedakan dengan pendekatan lainya. Diantaranya adalah sebagai berikut: Menekankan pada komunikasi bahasa oleh karenanya memainkan peran yang penting dalam pengembangan sosial kemanusian. Pesan yang disajikan dalam pendekatan ini berbentuk fungsi sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung. Digunakan dalam kelas aktif sehingga sangat bermanfaat bagi peserta didik, pendekatan ini dapat menjadikan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan bahasanya hal ini merupakan kegiatan yang paling penting dalam aktifitas sehari-hari mereka. Memungkinkan peserta didik untuk belajar bahasa Arab secara alami, karena suasana pembelajaran dibuat-buat. Materi bahan ajar disesuaikan dengan kemampuan peserta didik atau dengan memperhatikan perbedaan individu peserta didik, sehingga peserta didik bisa belajar bahasa lebih mudah dan efektif. Pendektan ini perpusat pada peserta didik, peserta didik di tuntut untuk belajar mandiri di manapun, di sekolah, kelas, jenjang dan seminar. Lebih menekankan pada cara belajar yang aktif sehingga dapat membuat peserta didik lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan mereka. Peserta harus mengembangkan keterampilan berbahasa mereka. Penggunaan alat bantu visual diperbolehkan. Dengan tujuan untuk memberikan setimulus respon bagi peserta didik untuk berkomunikasi dan membatunya untuk fokus perhatiannya. Bahasa itu tidak setatis, akan tetapi dinamis. Hal ini dapat membatu peserta didik untuk menggunakan bahasa secara alami tentunya disesuiakan dengan kebutuhan dan kondisi. Peserta didik tidak boleh pasif dalam menggunakan kosakata, kosakata yang disajikan dalam bentuk aktif dan kosakata diajrkan dalam bentuk konteks. f Patel dan Praveen M. Jain. English Language Teaching. Methods. Thools. Techniques. (Jaipur: Sunrice, 2. f Patel dan Praveen M. Jain. English Language Teaching. Methods. Thools. Techniques. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Karekteristik tersebut meliputi penggunaan pengetahuan bahasa dan kemampuan penggunannya dalam berbagai konteks atau situasai komunikasi. Karaktersitik tersebut berfungsi sebagi indikator terpenuhinya setandar dalam pendekatan komunikatif. Pendekatan komunikatif tidak hanya memperhatikan tatabahasa, akan tetapi sangat memperhatikan faktor sosial dan budaya. Penekatan Alamiyah Pendekatan alamiyah atau Natural Appoch dalam Pengajaran bahasa diperkenalkan dan dikembangkan oleh Tarrel berdasrkan teori krashen mengenai pembelajaran bahasa kedua. Premis utama yang diajukan Tarrel adalah: bagi siswa mungkin untuk berkomunikasi dalam bahasa kedua baik didalam kelas maupun luar kelas. Ciri-ciri pendekatan alamiyah diantaranya . tujuan bahasa pada tahap awal untuk mencapai kemampuan komunikasi dalam bahasa kedua. Pembelajaran di kelas harus direncanakan untuk membangkitkan dan mengembangkan komunikasi langsung. koreksi kesalahan bahasa tidak diperlukan dalam proses belajar bahasa kedua, hal ini mematikan motivasi dan menimbulkan rasa malu. response-responsi dalam bahasa pertama . ahasa sisw. dan bahasa kedua bahasa sasaran. Proses bahasa dalam tahap awal diisi dengan kegiatan menyimak secara khusus dengan respon dari siswa yang diizinkan dalam bahasa ibu. Prinsip dasar penerapan pendekatan ini menurut Tarrel dirangkum sebagai berikut: Pengajaran bahasa tahap awal adalah bertujuan agar siswa mencari kompetensi komunikatif langsung bukan kemampuan gramatika. Proses pengajaran bahasa diarahkan untuk memodifikasi dan meningkatkan kemampuan aplikasi tatabahasa, bukan membangun kaidah tatabahasa. Siswa diberi kesempatan untuk memperoleh kemahiran bahasa, bukan memaksanya untuk mempelajari tentang bahasa. Pengajaran bahasa beroprasi lebih banyak berdasarkan pada ranah efektif bukan kognitif. Ini berarti pengajaran bahasa asing berupaya membangkitkan minat, semangat dan motivasi serta mencintai bahasa yang diajarkan. Belajar kosakata sebagai kunci pemahaman dan produksi ujaran, siswa mampu memahami bahasa lisan dan berbicara meskipun belum mengetahui tatabahasa. Pendekatan Pembelajaran Aktual Dari perubahan proses pembelajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa melahirkan berbagai pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk membelajarkan siswa. Diantaranya adalah. pendekatan konstruktivisme. Pendekatan kontekstual. Quantum Pembelajaran dan pengajaran, pembelajaran kooperatif, dan PAKEM . embelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangka. atau PAIKEM . embelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan ). Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pendekatan PAKEM adalah sebagai berikut: 16 Memahami sifat yang dimiliki anak. Mengenal anak secara perorangan. Hendry Guntur Tarigan. Pengajaran Pemerolehan Bahasa, (Bandung: Angkasa. , h. Hendry Guntur Tarigan. Pengajaran Pemerolehan Bahasa, h. Aziz Fakhrurrozy. Taeaching English as a Foreign Languange For Teaches in Indonesia, (English Departement-Faculty Of Letters The State University Of Malang. , h. Umi Machmudah dan Abdul Wahab Rosyidi. Active Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. (UIN Malang Press. , h. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Memanfaatkan prilaku anak dan pengorganisasian belajar. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis, kreatif, dan kemampuan memcahkan masalah. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental. Karakteristik PAIKEM dikemukakan Ahmad Fuad Effendy dalam bukunya AuMetodologi Pengajaran Bahasa ArabAy sebagai berikut: 17 Pembelajaran aktif menuntut guru dan siswa. Guru: C Memantau kegiatan belajar siswa. C Memberi umpan balik sesuai kebutuhan. C Mengajukan pertanyaan yang menantang dan membuat siswa berfikir. C Mempertanyakan gagasan siswa dengan menggunakan alasan. Siswa: C Membangun konsep dari apa yang sudah diketahui. C Bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui. C Mengemukakan gagasan sendiri/kelompok. C Mempertanyakan gagasan baru. C Melakukan kegiatan yang ada hubunganya dengan pokok bahasa yang Pembelajran inovatif menuntut guru dan siswa. Guru C Menggunakan bahan/materi yang baru bermanfaat. C Menerapkan metode, model atau strategi pembelajaran mutakhir atau menciptakan pembaruan-pembaruan. C Memodifikasi pendekatan pembelajaran konvensional menjadi pendekatan inovatif yang sesuai dengan keadaan siswa, sekolah dan C Melibatkan perangkat teknologi pendidikan. Siswa: C Mengikuti pembelajaran inovatif sesuai dengan aturan yang berlaku. C Berupaya mengvariasi bahan/materi sendiri dari sumber-sumber yang C Menciptakan strategi belajar baru yang efektif. C Menggunakan perangkat teknologi maju dalam proses belajar. Pembelajaran kreatif menuntut guru dan siswa Guru: C Mengembangkan kegiatan yang menarik dan bervariasi. C Membuat alat bantu belajar disamping alat yang sudah ada. C Memanfaatkan lingkungan untuk dikaitakan dengan bahan ajar/ilmu yang didapat dalam kelas. Siswa: Ahmad Fuad Effendy. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, h. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Merancang/membuat sesuatu secara mandiri atau kelompok. Menulis/mengarang atau melaporkan apa yang dihasilkan sebagai pemeroleh belajar yang dikembangkan. Pembelajaran efektif menuntut guru dan siswa Guru: C Mengusai materi yang diajarkan. C Mengajar dan mengarahkan dengan memberi contoh. C Menghargai siswa dan memotifasi siswa. C Memahami tujuan pembelajaran. C Mengajarakan keterampilan pemecahkan masalah. C Menggunakan metode bervariasi. C Mengembangkan pengetahuan pribadi dengan banyak membaca. C Mengajarkan belajar dengan sesuatu. C Melaksanakan penilaian yang tepat dan benar. Siswa: C Menguasi pengetahuan dan keterampilan atau kompetensi yang C Mendapatkan pengalaman yang baru yang berharga. Pembelajaran yang menyenangkan ditandai dengan ciri-ciri pokok sebagai C Suasana yang rileks, dan lingkungan yang menyenangkan, yang membuat siswa merasa aman, tidak tegang, dan tidak tertekan. C Bahan ajar bervariasi, kontektual otentik, dan sejauh mungkin memunuhi minat siswa. C Metode yang digunakan relevan. C Terlibatnya semua indra dan aktivitas otak kiri dan kanan. C Situasi belajar yang menantang siswa untuk mengksplorasi materi yang sedang dipelajari. C Situasi belajar emosional dalam arti positif yang ditandai dengan kebersamaan, humor, saling menghargai, motivasi dan antusiasme yang tinggi. PENUTUP Demikian alternatife beberapa pendekatan yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran bahasa Arab. Dengan mengetahui beberapa pendekatan tersebut diharapkan seorang guru bisa memastikan langkah berikutnya yaitu dengan memilih metode pempelajaran bahasa Arab. Seorang guru bahasa Arab harus bisa memilah dan memilih pendekatan yang inovatif dalam srtategi pembelajaran bahasa Arab. Hal ini agar peserta didik mampu terlibat secara aktif dan mandiri dalam proses pembelajaran melalui kegiatan pembelajaran yang berorentasi pada proses penemuan dan pencarian. Tentunya kegiatan pembelajraan seperti ini, memiliki dampak yang positif pada hasil yang dihasilkan baik yang bersifat pemahaman, sikap, atau berbagai keterampilan yang mesti dikuasai oleh peserta didik. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 REFERENSI