n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1105-1120 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan PENDIDIKAN PEMBEBASAN MENURUT PAULO FREIRE DAN IMPLIKASINYA DALAM PAK MASA KINI DI SMAK LOLI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Misael Boineno1. Nofriana Baun2*. Norianti Pai Tiba3. Aldi E. Rohi4 1,2,3,4 Pendidikan Agama Kristen. Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Nusa Tenggara Timur. Indonesia *Email korespondensi : novibaun23@gmail. Diterima Januari 2025. Disetujui Juni 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: The problem in this study is that the learning carried out by Christian Religious Education teachers so far has been more oriented towards increasing knowledge. While in the assessment there are three aspects that need to be done, namely Cognitive, affective and psychomotor or skills. Christian Religious Education teachers need to combine knowledge with various skills needed by the world of work. Therefore, student maturity needs to be equipped with skills that lead to this area. Based on the background of the problem above, the formulation is How is the implementation of Christian Religious Education in schools as a place of liberation for students in facing the challenges of the industrial revolution 4. 0 era? The objectives to be achieved in this study are to examine the implementation of Christian Religious Education in schools as a place of liberation for students in facing the challenges of the industrial revolution 4. 0 era. The research method used in this study is a descriptive qualitative research method. The subjects in this study are related elements, namely 1 Christian Religious Education Teacher and 20 grade XI students. Data were collected using interview techniques, observation, documentation to obtain accurate data regarding the problems The collected data were processed and analyzed descriptively. Based on the results of the data analysis, it was found that: the implementation of Christian Religious Education at SMAK Loli is based on the contents of the 2013 curriculum. The contents of the Christian Religious Education learning material are adjusted to the contents of the existing curriculum. Christian Religious Education learning activities in class begin with preparation by the Christian Religious Education Subject teacher. The development of learning materials always leads to improving cognitive and affective aspects. While the psychomotor aspect which contains skills is still oriented towards mastering how to pray and lead worship. While the skills needed by students to be able to face the era of the industrial revolution 4. 0 have received less attention. Therefore, for the research team. Paulo Freire's thoughts on liberation education have received less attention from Christian Religious Education teachers. Paulo Freire's thoughts need to be implied in contemporary Christian Religious Education so that they prepare students maturely to enter the era of industry 4. Keywords : Liberation education, contemporary Christian Religious Education . Abstrak:. Masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Agama Kristen selama ini lebih berorientasi pada peningkatan pengetahuan. Sementara dalam penialaian ada tiga aspek yang perlu dilakukan yakni Kognitif, afektif dan psikomotorik atau keterampilan. Guru Pendidikan Agama Kristen perlu mengkombinasikan pengetahuan dengan beragam keterampilan yang dibutuhkan dunia Oleh karena itu kematangan siswa perlu dibekali dengan keterampilan yang mengarah ke area ini. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka yang menjadi rumusan adalah Bagaimana pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di sekolah sebagai wadah pembebasan bagi siswa dalam menghadapi tantangan era revolusi industri 4. 0? Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di sekolah sebagai wadah pembebasan bagi siswa dalam menghadapi tantangan era revolusi industri 4. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif Subjek dalam penelitian ini adalah unsur yang terkait yakni Guru Pendidikan Agama Kristen 1 Pendidikan Pembebasan Menurut Paulo Freire. (Boineno. Baun. Tiba, & Rohi, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1105-1120 http://jurnal. id/index. php/dedikasi orang dan siswa kelas XI 20 orang. Data dikumpulkan dengan memakai teknik wawancara. Observasi, dokumentasi untuk mendapatkan data yang akurat mengenai masalah yang diteliti. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di SMAK Loli berdasarkan isi kurikulum tahun 2013. Isi materi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen disesuaikan dengan isi kurikulum yang ada. Kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di kelas di awali dengan persiapan oleh guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Pengembangan materi pembelajaran selalu mengarah pada peningkatan aspek kognitif dan aspek afektif. Sementara aspek psikomotorik yang berisi keterampilan masih berorientasi pada penguasaan cara berdoa dan memimpin ibadahbadah. Sedangkan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan oleh siswa untuk dapat menghadapi era revolusi industry 4. 0 kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu bagi tim peneliti pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan pembebasan kurang mendapat perhatian dari para pengajar Pendidikan Agama Kristen. Pemikiran Paulo Freire perlu diimplikasikan dalam Pendidikan Agama Kristen masa kini sehingga mempersiapkan siswa secara matang untuk memasuki era industry 4. Kata kunci : Pendidikan pembebebasan. Pendidikan Agama Kristen masa kini PENDAHULUAN Manusia merupakan makluk Ciptaan Tuhan yang paling mulia. Namun karena kejatuhan manusia kedalam dosa maka kemuliaan yang diberikan oleh Tuhan hilang. Dengan demikian, maka salah satu jalan yang ditempuh untuk menata hidup atau mengembangkan potensi diri adalah melalui pendidikan. Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 menjelaskan bahwa Pendidikan merupakan tindakan sadar dan direncanakan guna mencapai situasi belajar dan aktivitas pembelajaran sehingga siswa terlibat secara serius mengembangkan potensi yang dimiliki agar mematangkan aspek hubungan dengan Tuhan . piritual keagamaa. , mampu mengendalikan diri, membentuk dirinya, membentuk kepintarannya, membentuk akhlak mulia, serta kemampuan motoriknya yang dibutuhkan dalam hidupnya, maupun orang lain dalam lingkungan yang lebih luas yaitu masyarakat, bangsa dan negara. Melalui pendidikan, terjadilah proses pemanusiaan manusia. Artinya melalui ranah pendidikan manusia dapat memanusiakan dirinya yakni segala potensi yang dimiliki dapat dikembangkan. Pendidikan pembebasan yang dikemukakan oleh Paulo Freire yang disadur dan diadaptasikan oleh (Umiarso dan Zamroni 2. bahwa pendidikan pembebasan dimaknai sebagai proses memanusiakan manusia dengan sebuah tindakan yang sadar guna menjauhkan diri dari beragam bentuk penindasan yang beraneka bentuk dan dominatif yang semuanya dapat menghambat bagi tegaknya beragam pilar pembebasan. Ide yang ditampilkan oleh (Friere ,2. dalam bukunya AuPendidikan Yang Membebaska. diambil dari pengalaman hidupnya. Freire menanggapi situasi hiruk pikuk di Brasil negara kelahirannya. Pengalaman empiris yang dijumpai oleh Paulo Freire saat mengamati pendidikan di Brasil ia temukan bahwa isi kurikulum tradisional pendidikan di Brasil berorientasi pada kata-kata kosong tanpa menunjukkan realitas dengan aktivitas konkrit sebagai tujuan utamanya. Pendidikan tidak mengarah pada pengembangan keterampilan hidup. Dampak dari pendidikan semacam ini. Freire memberikan simpulan bahwa siswa yang dihasilkan sebagai out put dari pendidikan akan bersikap pasif, cemas dan nayf. Oleh sebab itu Freire ingin menawarkan pola pendidikan pembebasan. Maksud dari pendidikan pembebasan Paulo Friere ialah desain isi kurikulum yang tidak ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1105-1120 saja berisi teori tetapi juga berorientasi pada peningkatan keterampilan hidup dengan belajar tanpa tekanan. Ilmu yang dilengkapi dengan keterampilan diyakininya sebagai modal bagi siswa atau pelajar untuk bersaing di masa yang akan datang setalah tamat belajar. Menjejaki pikiran Friere sebagaimana diuraikan di atas, jika pendidikan pembebasan diimplikasikan dalam Pendidikan Agama Kristen siswa akan belajar tanpa tekanan dan diskriminasi sehingga dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Pendidikan Agama Kristen masa kini yang diberikan kepada siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK) sudah baik namun perlu ditingkatkan. System pembelajaran jangan menggunakan gaya Bank yakni untuk memberikan dan menabung sejumlah materi pembelajaran berdasarkan isi kurikulum. Siswa perlu diberi kesempatan seluasnya untuk mengembangkan aktivitas belajarnya secara bebas. Pengetahuan, sikap dan keterampilan hidup perlu dikembangkan secara bermartabat. Guru Pendidikan Agama Kristen tidak saja mengajar siswa dengan materi atau teori belaka, melainkan perlu dilengkapi dengan berbagai keterampilan yang dapat menunjang pengetahuannya. Disadari bahwa selama ini memang telah dilakukan proses pembelajaran namun kita mau jujur pada realitas yang dipertontonkan dalam pembelajaran adalah lebih banyak pada aspek kognitif dan afektif. Sementara aspek keterampilan atau skill yang nanti dapat menunjang atau menopang pengetahuan anak untuk bersaing di dunia kerja kurang mendapat perhatian. Apa yang perlu dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Kristen untuk mempersiapkan siswanya untuk menghadapi era revolusi industri 4. 0? Untuk menghadapi era baru ini, siswa tidak hanya dibekali dengan pengetahun semata-mata. Guru PAK perlu mengkombinasikan dengan beragam keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja. Siswa tidak boleh diintimidasi oleh guru. Kebebasan atau kemerdekaan belajar untuk memadukan ilmu dan keterampilan di era perkembangan Oleh karena itu kematangan siswa perlu dibekali dengan keterampilan yang mengarah ke area ini. Sekolah Menengah Aagama Kristen (SMAK) Loli merupakan salah satu Sekolah Menengah Agama Kristen di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang berlokasi di Desa Loli Kecamatan Polen. Didirikannya sekolah ini sebagai wujud partisipasi masyarakat yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia khusunya di Desa Loli. Masyarakat dapat menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan tersebut dengan impian bahwa setelah tamat anak-anak memperoleh ilmu dan beragam keterampilan yang dapat digunakan untuk masuk dunia kerja di era Industri 4. Siswa secara keseluruhan di SMAK Loli mulai dari kelas sepuluh (X) sampai Kelas XII menerima pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Guru PAK perlu mengimplementasikan konsep pendidikan pembebasan bagi siswa melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah sikap dan tindakan guru Pendidikan Agama Kristen dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran PAK di sekolah mengimplementasikan Pendidikan Pembebasan dalam ranah apa. Sehingga para siswa yang tamat dari SMAK Loli dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di Era Revolusi Industri 4. Hal inilah yang menjadi persoalan serius bagi tim peneliti untuk mengkajinya melalui penelitian ilmiah. Pendidikan Pembebasan Menurut Paulo Freire. (Boineno. Baun. Tiba, & Rohi, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1105-1120 http://jurnal. id/index. php/dedikasi KAJIAN PUSTAKA Pendidikan Pembebasan menurut Paulo Freire Gagasan utama Paulo Freire tentang Pendidkan pembebasan adalah Freire ingin mengembalikan manusia . sebagai aktor utama dalam kenyataan hidup dengan potensi kesadarannya yang melekat untuk mendesain dirinya menjadi pribadi potensial, (Freire dalam Umiarso dan Zamroni 2011:. Landasasn Spiritual bagi Freire adalah kebebasan siswa berelasi dengan Sang Pencipta (Tuha. untuk mendukung semua aktivitas hidupnya. Sementara itu Pendidikan Agama Kristen mempunyai landasan Teologis dalam Alkitab. Pendidikan Agama Kristen menolong siswa untuk memahami eksistensinya sebagai ciptaan potensial sebagaimana ia diciptkan serupa dan segambar dengan Allah (Imago De. Konsep Pendidikan Pembebasan Paulo Freire memposisikan keberadaan manusia sebagai dasar bagi Tujuannya adalah agar siswa dibebaskan dari dominasi structural dan kultur, serta berbagai usaha penyadaran manusia agar memiliki kesadaran kritis supaya mengetahui diri danlingkungannya. Arah dan Tujuan Pendidikan Pembebasan Gagasan mengenai pendidikan pembebasan atau membebaskan sudah digagas dalam teologi pembebasan di wilayah Amerika Latin yang dimotori oleh Paulo Freire dengan konsep pendidikan pembebasan. Gagasan Teologi pembebasan dirilis dan dilakukan sejak tahun 1968 di Amerika Latin yang gerakan oleh berbagai teolog Katolik Amerika Latin. Ide yang memotivasi teologi pembebasan adalah beragam tindakan pembaruan di bidang social kemasyarakatan, bidang ekonomi, dan budaya. Tujuan dari Auliberation educationAy . endidikan pembebasa. adalah memperjuangkan pembebasan. Upaya transformasi pendidikan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi manusia di masa yang akan datang. Berbagai kekerasan dan sistem pembelajaran yang lebih berarah pada penanaman konsep dikurangi. Artinya pendidikan benar-benar diarahkan untuk keseimbangan pengetahuan dan keterampilan dalam menguasai teknologi perlu dipadukan. Pendidikan yang membebaskan yang menjadi ide sentral dari Paulo Freire, sebagai pendidikan yang dilakukan dengan dasar kesadaran kritis serta cara berdialog. Freire mengkonsepkan pendidikan sebagai jalan transformasi masyarakat yang menghendaki terjadinya perubahan. Freire berupaya dengan caranya untuk melenyapkan berbagai keadaan yang penekanannya adalah setiap insan manusia mempuyai kesadaran kritis. Kesadaran kritiss inilah yang berperan menggerakkan subjek dalam berbagai kondisi sosial dan memahami apa yang diburuhkan untuk berubah. Sikap transformative akan dilakukan apabila adanya kesadaran kritis dari setiap Pendidikan pembebasan yang dianjurkan oleh Freire belajar melalui berbagai pengalaman berdasarkan kenyataan di masyarakat yang bersifat nyata dan kemudian melakukan pemetaan masalah. Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di sekolah merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 1 ayat 1 dari undang undang di atas sebagaimana diuraikan dalam latar belakang tulisan ini secara konkrit menjelaskan mengenai ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1105-1120 pendidikan dimana merupakan seluruh potensi yang ada dalam diri manusia. Potens-potensi dalam diri manusia dikembangkan melalui beberapa aspek seperti spiritual, penguasaanatau kendali diri, identitas diri, kepintaran, moralitas dan trampil untuk bekerja. Beragam aspek ini dari setiap mata pelajaran yang akan dipelarai sudah diintegrasikan dalam isi materi pelajarannya. Tanggung jawab guru dalam mengajarakan materi pelajaran adalah membentuk siswa untuk mencapai pengembangan potensi diri sesuai dengan aspek-aspek di atas. Arti Pendidikan Agama Kristen Menurut (Homrighausen dan Enklaar 1. Pendidikan Agama Kristen adalah usaha yang dilaksanakan oleh manusia dewasa mengajar dan membimbing orang yang belum dewasa menerima, memasuki persekutuan iman yang hidup dengan Tuhan, dan oleh dorongan kepada Tuhan insane manusia bersekutu bersama dalam komunitas persekutuan umat-Nya untuk memuliakan Tuhan setiap saat di mana saja ia berada. Sementara pendapat lain menurut (Groome, 2. Pendidikan Agama Kristen dipahami sebagai kegiatan politis bersama para peziarahdalam waktu secara sengaja bersama mereka member perhatian pada kegiatan Allah di masa kini bagi kita dalam cerita komunitas orang Kristen dan visi kerajaan Allah benih-benih yang telah hadir di antara kita. Sedangkan (Pairikas, dkk 2023:. menjelaskan Pendidikan Agama Kristen sebagai wadah pembentukan iman dan pengetahuan serta penanaman berbagai keterampilan yang menopang seseorang untuk beraktivitas secara baik berdasarkan nilai-nilai kristiani. Definisi ini mengandung makna bahwa Pendidikan Agama Kristen adalah mengarahkan siswa yang belajar untuk beraktivitas dalam berdasarkan nilai-nilai kristiani. Ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai menjadi sarana untuk mempersiapan seseorang memasuki duni Di era revolusi Industri 4. 0 membutuhkan manusia yang berilmu tingi yang didukung oleh beragam keterampilan agar mampu menjalankan pekerjaannya secara bertanggung jawab. Isi Materi Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas XI berdasarkan Kurikulum 2013 Berdasarkan isi kurikulum 2013 bahwa materi-materi pokok dari mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas XI terdapat 5 tema menarik yakni: . Peran Allah dalam kehidupan keluarga. pentingnya nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga dan pernikahan. Nilai-nilai Kristiani dalam menghadapi gaya hidup masa kini. Peran keluarga dan sekolah sebagai lembaga pendidikan utama dalam kehidupan masa kini dan. Perkembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, seni, dan tekonologi dengan mengacu pada Alkitab. Selanjutnya untuk memperkaya isi materi pembelajaran PAK Kelas XI, maka dikembangkanlah materimateri tersebut dalam buku pegangan guru yang diterbitkan oleh kementerian Agama Republik Indonesia yang berisi 14 . mpat bela. pokok yakni: Bab I Bertumbuh dan Semakin Berhikmat. Bab II Bertumbuh menuju kedewasaan yang benar. Bab i Menjadi Manusia yang bertanggung jawab dalam masyarakat. Bab IV Mengasihi dan menghasilkan perubahan. Bab V Hidup dalam kesetiaan. Bab VI Roh Kudus Membaharui Gereja. Bab VII Hidup yang dipimpin oleh Roh. Bab Vi Karya Allah dalam kepelbagaian. Bab IX Anak SMA Boleh Pacaran. Bab X Batas-batas dalam berpacaran. Bab XI Ras. Etnis dan Gender. Bab XII Allah Pembaharu Kehidupan. Bab Xi Karya Allah dalam membaharui kehidupan. Bab XIV Remaja Kristen sebagai Kelompok Pendidikan Pembebasan Menurut Paulo Freire. (Boineno. Baun. Tiba, & Rohi, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1105-1120 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Pembaharu. Jika isi materi Pendidikan Agama Kristen berdasarkan Kurikulum 2013 diringkas maka isi materi pelajaran Pendidikan Agama Kristen berorientasi pada empat tema besar yakni: . Kajian mengenai Allah Berkarya. Manusia dan Nilai-Nilai Kristiani. Gereja dan Masyarakat Majemuk dan. Alam dan lingkungan hidup. Empat tema utama inilah yang menjadi dasar acuan pelaksanaan pembelajaran kepada siswa. Empat tema besar ini sudah diuraikan secara terperinci dalam buku pegangan guru sebagai jebaran isi materi pembelajaran. Pendidikan Agama Kristen harus dipahami sebagai mata pelajaran yang memiliki sybstansi kajian yang lengkap. Semua isi materi ini jika dipelajari secara lengkap oleh siswa, akan mampu meningkatkan potensi peserta didik ke arah yang lebih produktif. Berbagai gagasan guna kemajuan Pendidikan Agama Kristen perlu dilakukan. Pendidikan Agama Kristen sekarang yang masih cenderung indoktrinatif perlu dirubah ke ranah yang lebih efektif. Jika isi kurikulum Pendidikan Agama Kristen masih bersifat indoktrinasi maka sulit untuk berkembang. Dampak lanjutannya adalah peserta didik yang belajar PAK yang berorientasi pada doktrin kurang mampu untuk bersaing di era Revolusi industry 4. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian Sianipar (Sianipar D, 2017:. yang dipublikasikan melalui Jurnal Pendidikan Agama Kristen Shanan bahwa ada sejumalah kelemahan dalam Pendidikan Agama Kristen, antara lain: . belum ada landasan visi dan misi yang konkrit untk pelaksanaan PAK baik dalam kalangan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan gereja maupun masyarakat umum. masih minimnya pemahaman sempurna tentang konsep Pendidikan Agama Kristen. Para tokoh atau pakar desain kurikulum di bidang PAK masih memiliki pengetahuan yang kurang cukup tentang kurikulum PAK. Masih sedikit guru atau pendidik Pendidikan Agama Kristen yang berkualitas. Sisi biaya yang masih rendah untuk penyelenggaraan PAK di semua daerah pelaksanaan PAK. fasilitas pendukung kurikulum Pendidikan Agama Kristen masih kurang. minimnya Pengelola Pendidikan Agama Kristen yang terampil serta berkompeten guna mengembangkan PAK berbagai lembaga penyelenggaraan PAK. Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen banyak dilasanakan menggunakan pendekatan indoktrinasi. Keseluruhan hasil temuan sebagaimana dipaparkan oleh Sianipar perlu dikembangkan secara menyeluruh, jika ingin PAK berkualitas. Tujuan Pendidikan Agama Kristen Homrighausen dalam (Tanduklangi, 2. bahwa tujuan dari Pendidikan Agama Kristen adalah untuk menuntun siswa setapak demi setapak menuju pengenalan berbagai fenomena yang ada di dalam Kitab Suci dan berbagai ajaran yang disampaikan oleh Tuhan, untuk menuntun siswa dalam cara memakai berbagai kebenaran hakiki dalam Alkitab. Kebenaran hakiki dalam Alkitab menuntun manusia mencapai keselamatan seutuh hidupnya dan memotivasi dirinya mengaktualisasikan berbagai azas dari Alkitab. Selanjutnya agar menuntun batin manusia . mat Kriste. yang kuat serta menyakinkan manusia agar mempercayai berbagai kebenaran berdasarkan imannya. Kebenaran dalam Alkitab dapat menunjukkan jalan menyelesaikan berbagai masalah, kesusilaan, sosial dan politik di dunia ini. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1105-1120 Groome . merekomendasikan suatu gagasan tentang tujuan utama Pendidikan Agama Kristen yakni untuk membimbing semua orang percaya keluar menuju Kerajaan Allah di melalui Yesus Kristus. gagasan ini merekomendasikan alternative baru bahwa tujuan Pendidikan Agama Kristen bukan saja mempelajari Isi Alkitab sebagai inti pembelajaran. Namun lebih dari itu siswa perlu diajarkan tentang nilai tanggung jawab untuk beraktivitas sebagai makluk ciptaan mulia yang mampu membebaskan diri dari berbagai belenggu. Konsep pembebasan bagi manusia khusunya siswa ditawarkan di sini. Gagasan Bloom sebenarnya ini merupakan pilar bagi Pendidikan pembebasan. Namun selama ini yang terjadi adalah Pendidikan Agama Kristen di kurung dalam pemikiran yang sempit sehingga orentasinya pada penghafalan ayat. ayat kitab suci. Tidak salah menghafalkan ayat-ayat Kitab Suci kepada anak-anak sebagai landasang pengetahuan dalam pembentukan imannya. Tetapi lebih jauh dari itu adalah mengajarkan konsep Allah sebagai Sang Kreator dalam penciptaan alam semesta. Allah menghendaki manusia sebagai wakil-Nya di bumi berkarya secara bebas dan bertanggung jawab. Manusia harus bebas untuk berkarya demi mewujudkan dirinya sebagai penguasa atas dunia dan segala isinya. Groome dalam (Pairikas, dkk 2. menjelaskan bahwa tujuan pendidikan Agama Kristen mengarah pada ranah pengembangan potensi siswa sebagai ciptaan Allah untuk berkarya demi menjalankan amanat dan misi Allah yang dipercayakan kepada manusia. Manusia sebagai ciptaan yang paling mulia, kepadanya diberikan kuasa untuk menjaga, memelihara dan memanfaatkan alam ciptaan Tuhan demi kesejahteraan hidupnya. Dalam pengelolaan alam inilah manusia membutuhkan ilmu pengetahuan dan kecakapan serta trampil untuk berkarya. Pendidikan Agama Kristen seharusnya menjadi jembatan untuk menghantar manusia sebagai insane produktif secara professional sehingga dapat berkarya dalam dunia demi membebaskan diri dari kemiskinan dan berbagai hal yang merusak citra dirinya sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia. Tanggung Jawab Guru Pendidikan Agama Kristen Berbagai tanggung jawab guru Pendidikan Agama Kristen dalam melaksanakan tugas pengajaran kepada siswa yakni: Guru menyerahkan pribadinya secara utuh kepada murid. Guru Pendidikan Agama Kristen merupakan unsur yang menentukan suksesnya kegiatan belajar mengajar. Guru Pendidikan Agama Kristen secara total memberikan tenaga, ruang dan waktunya tanpa pamrih bagi seluruh siswa setiap hari. Semua itu dilakukan oleh guru dalam interaksi mengajarnya dengan siswa. Tugas ini terintegrasi dalam amanat kitab suci yang berbunyi AuGembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri (I Petrus 5:. Ay. Tanggung jawab guru dalam memberikan teladan untuk semua siswa. Sebagaimana pernyataan yang diungkapkan Timotius kepada anak rohaninya bahwa AuJangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu . Timotius 4:. Ay. Pernyataan ini menjadi kekuatan dan dasar bagi guru Pendidikan Agama Kristen bahwa keteladanan dalam aktivitas pembelajaran merupakan tugas yang tidak dapat disahkan dari dirinya. Pendidikan Pembebasan Menurut Paulo Freire. (Boineno. Baun. Tiba, & Rohi, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1105-1120 http://jurnal. id/index. php/dedikasi . Guru Pendidikan Agama Kristen menuntun siswa untuk bertemu dengan Kristus agar dapat menemukan dirinya kepada Kristus. Seorang guru PAK harus mengenal dan memahami lebih awal beberapa hal yaitu: . pengenalan akan Yesus sebagai Juruselamat (Lihat Roma 3:23. Yohanes 3:. Hidup baru sebagai hasil pertobatan. Ymemahami Kristus sebagai satu-satunya sumber kehidupan Kristen. Menjaga hubungan yang kuat dengan Tuhan Allah. Guru Pendidikan Agama Kristen harus bias menuntun siswa menuju Perubahan Hidup. Filosofis Pendidikan Agama Kristen mengingatkan kita kepada pembelajaran yang mengutamakan visi dan misi, sebagaimana Kristus datang ke dunia dengan memakai visi dan misi yang pasti yakni menemukan yang terhilang, menemukan orang berdosa agar diselamatkan-Nya. Tantangan PAK di era Revolusi Industri 4. Pendidikan di era revolusi industri 4. 0 turut serta member warna bagi keberlanjutannya. Era revolusi 0 telah merombak metode berpikir mengenai pendidikan. Beragam perubahan yang dilakukan tidak saja tentang cara mengajar, namun yang lebih utama yaitu perubahan dalam sudut pandang idea tau gagasan tentang pendidikan itu sendiri. Pengembangan soft skill dan transversal skill, serta beragam keterampilan memiliki manfaat dalam berbagai keadaan bekerja seperti keterampilan interpersonal, hidup dalam kebersamaan di suatu komunitas, kompetensi sebagai warga negara yang memiliki gagasan global, dan kemampuan membaca beragam media dan informasi. Pengembangan kurikulum pun perlu dikembangkan pemangku kepentingan dan diterapkan oleh sekolah dengan tujuan untuk mampu mengarahkan dan membentuk siswa agar suatu saat setelah menyelesaikan studi pada jenjang pendidikan ysng diikutinya siap menjalani era revolusi industri 4. Era Revolusi Industri 4. mengisyaratkan bahwa setiap orang akan dituntut menguasai Science. Technology. Engineering, dan Mathematics (STEM) yang diserta dengan pemilikan identitas yang berkarakter. Siswa sebagai warga masyarakat perlu belajar isi Alkitab disamping itu ia harus dilengkapi dengan beragan pengetahuan lain dan keterampilan yang dibutuhkan di era revolusi industri 4. Pertanyaan yang menjadi refleksi bagi siswa adalah apakah isi pelajaran Pendidikan Agama Kristen saat ini dapat mempersiapkan dirinya untuk memasuki era revolusi industri 4. 0? ini merupakan pertanyaan singkat yang menjadi tanggung jawab bersama baik siswa, guru maupun para pakar kurikulum Pendidikan Agama Kristen. Untuk itu para desainer kurikulum PAK. Guru, siswa dan juga gereja perlu berkolaborasi untuk membentuk dan mempersiapkan siswa melalui PAK memasuki era Revolusi Industri 4. Selain mengajarkan kebenaran Alkitab kepada siswa, juga disertai dengan beragam keterampilan yang menjadi tuntutan saat ini. Jika ini dilalaikan, siswa Kristen tidak akan mampu bersaing setelah tamat dari sekolah. Upaya Pendidikan pembebasan bagi siswa melalui PAK di sekolah Paulo Freire memahami pendidikan sebagai bagian dari transformasi masyarakat yang revolusioner, yang dimotivasi oleh konteks atau realitas saat itu dan tantangan masa depan. Pendidikan Agama Kristen yang disuguhkan melalui kurikulum sekolah seharusnya menjadi bagian yang ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1105-1120 tidak saja mengajarkan doktrin Agama Kristen melainkan lebih dari itu mengarah pada peningkatan mutu yang mampu bersaing di waktu yang akan datang. Jika lembaga pendidikan atau sekolah menyelenggarakan pendidikan dengan mengkolaborasikan pemikiran Paulo Freire yakni fungsi pendidikan yang membebaskan yakni pendidikan yang dilaksanakan sesuai teori kesadaran kritis dan metode dialog. Pendidikan Agama Kristen perlu membangkitkan kesadaran kritis siswa untuk dapat memainkan perannya dalam pembelajaran sebagai jalan untuk mentransformasi dirinya. Siswa harus mampu membuat perubahan hidup secara menyeluruh sepertia yang dicita-citakan oleh Freire. Ide ini menarik. Pendidikan Agama Kristen perlu mendesain program pembelajaran yang terarah demi pengembangan potensi siswa. Manullung . menjelaskan bahwa melalui Pendidikan Agama Kristen tidak hanya mendidik siswa untuk membentuk kesadaran kritis melainkan mengarah pada usaha pembebasan yang membimbing siswa pada kemajuannya yang bersifat nyata guna merubah kondisi yang selama ini menekan. Perjuangan melalui belajar Pendidikan Agama Kristen sebagai jalur perjuangan yang akan ditempuh guna memperoleh kebebasan agar menegakan harkat kemanusiaan secara keseluruhan. Sehingga, pendidikan Agama Kristen berperan central sebagai wadah pembentukan manusia yang produktif Pendidikan Agama Kristen dipandang sebagai pendidikan yang dilaksanakan guna membenahi cara pikir dan etika manusia yang didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan. Tujuannya adalah agar siswa sebagai manusia yang belajar memperoleh pembaharuan yang berdasarkan visi Tuhanbukan cita-cita manusia. Daniel, dkk . Pendidikan agama Kristen perlu dijadikan sebagai suatu tempat pelayanan dalam area pendidikan yang menyodorkan landasan ajaran iman Kristen bagi siswa di lingkungan keluarga, gereja, dan sekolah. Robet W. Pendidikan Kristen (Christian Educatio. sebagai tindakan bersahaja dan sistematis, didukung oleh usaha membentuk kerohanian manusia agar mentransmisikan ilmu yang diketahuinya, berbagai nilai, seluruh sikap serta keterampilan yang menjadi penopang hidup. METODE PENELITIAN Masalah yang diangkat dalam penelitian ini dikaji dengan menggunakan metode peneitian kualitatif. Pemilihan dan penggunaan metode penelitian kualitatif karena melakukan telah secara mendalam mengenai setiap fenomena yang terjadi di lokasi penelitian. Sugiyono, . menjelaskan metode penelitian kualitatif sebagai metode yang berupaya menjelaskan berbagai keistimewaan yang dimiliki pribadi, komunitas, masyarakat dan organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara keseluruhan, rinci, mendalam dan dapat dipertanggujawabkan secara ilmiah. Pendekatan kualitatif hendaknya dapat mengarahkan peneliti untuk melakukan berbagai kajian atau telaah yang mendalam tentang pernyataan, tulisan, atau perilaku yang dapat dilihat dari pribadi, komunitas, masyarakat dan suatu organisasi tertentu kemudaian dianalisis berdasarkan cara pandang yang menyeluruh. HASIL DAN PEMBAHASAN Desain kesadaran kritis melalui pengembangan pengetahun Analisis tim peneliti terhadap jawaban yang disampaikan oleh guru PAK di SMAK Loli bahwa sebagai Pendidikan Pembebasan Menurut Paulo Freire. (Boineno. Baun. Tiba, & Rohi, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1105-1120 http://jurnal. id/index. php/dedikasi guru PAK dalam mendesain kegiatan pembelajaran bagi siswa sudah mengacu pada isi kurikulum yang dikeluarkan oleh pemerintah. Hal ini memang benar bahwa guru wajib mengembangkan kegiatan pembelajaran berdasarkan isi kurikulum yang berlaku secara nasional. SMAK Loli dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tahun 2024, merupakan realisasi dari tuntutan kurikulum 2013 yang diberlakukan di sekolah. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk semua mata pelajaran selalu melihat isi kurikulum yakni tema-tema pembelajaran yang ada. Pelaksanaan pembelajaran di kelas XI khususnya untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen sudah didasarkan pada isi kurikulum 2013. Kegiatan pembelajaran diawali dengan persiapan oleh guru PAK. Secara teoritik dikatakan oleh Larlen dalam Juranal Pena Vol. 3 No. 1 Juli 2013: 81-91 dengan judul Persiapan Guru Bagi Proses Belajar Mengajar bahwa sebagai guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas guru harus membuat persiapan pembelajaran yang baik. Persiapan guru yang dimaksudkan berupa persiapan perangkat pembelajaran seperti silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku teks, modul ajar serta nmedia pembelajaran. Tujuannya adalah untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa dengan menarik, kreatif, inovatif, menyenangkan dan disertai dengan metode pelajaran yang bervariasi. Agar mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Persiapan lainnya seperti media . ideo dan gamba. sehingga dapat membantu pelaksanaan pembelajaran yang menarik. Jika dihubngkan hasil penelitian dengan teori yang diuraikan di atas, guru PAK di SMAK Loli sudah melaksanakan persiapan-persiapan sebelum melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Setelah persiapan perangkat pembelajaran, baru ditindak lanjuti dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Persiapan yang dilakukan oleh guru PAK adalah pengembangan silabus, pembuatan RPP dan pembuatan media pembelajaran. Desain media pembelajaran yang dilakukan adalah berupa media gambar. Sementara desain media video pembelajaran kurang mendapatkan perhatian dari guru PAK. Sebagai guru di era perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak saja bertahan dengan pembelajaran-pembelajaran konvensional dengan media apa adanya, tetapi perlu memotivasi diri dan mengembangkan potensi yang dimiliki agar mampu mendesain kegiatan pembelajaran sesuai dengan tuntutan masa kini. Sebagai peneliti kami tidak mengklaim bahwa pembelajaran PAK yang selama ini dilakukan di SMAK Loli kurang baik. Namun alangkah lebih baiknya guru perlu mengikuti perkembangan teknologi masa kini. Tujuannya adalah agar siswa sebagai subjek yang belajar dapat dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di era industry 4. Analisis selanjutnya yang dilakukan para peneliti yakni kajian terhadap pernyataan subjek yang diteliti mengenai aspek pengembangan materi pembelajaran. Pengembangan materi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru PAK di SMAK Loli yaitu guru Pendidikan Agama Kristen mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan tema yang tercantum dalam kurikulum. Pengembangan materi sebagaimana yang dilakukan oleh guru PAK jika dikaitkan dengan pemikiran Paulo Freire perlu adanya keseimbangan antara pengembangan pengetahuan dan juga keterampilan. Penjelasan yang disampaikan oleh guru PAK bahwa pengembangan materi itu menyangkut peningkatan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Namun bagi tim peneliti pengembangan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1105-1120 aspek keterampilan yang didesain dalam kegiatan pembelajaran PAK lebih banyak mengarah pada keterampilan berdoa dan memimpin ibadah. Sementara dalam tuntutan dunia kerja di era industry 4. 0 lebih mengarah pada kemampuan manusia dalam memanfaatkan teknologi. Antara keterampilan berdoa, memimpin ibadah dan penguasaan teknologi maupun keterampilan-keterampilan lainnya harus dikembangkan guru PAK secara Jika itu dilakukan guru. Guru PAK sebagai tenaga pendidik yang bertanggung jawab juga dalam mempersiapkan siswa sehingga jika siswa tamat dan memasuki dunia kerja dapat bersaing. Oleh sebab itu desain materi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen harus mengarah juga pada proyeksi masa depan yang lebih baik. Misalnya dalam pokok materi kelas XI SMA tentang Perkembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, seni, dan tekonologi dengan mengacu pada Alkitab. Pokok materi ini jika guru PAK mengembangkannya secara maksimal akan sangat baik. Kontribusi pemikiran Paulo Freire jika tema pelajaran di atas didesain teori dan keterampilan secara seimbang, maka akan menjadi materi pembelajaran yang tidak hanya mematangkan pengetahuan namun keterampilan penguasaan teknologipun dapat dilakukan. Menghampiri pemikiran Paulo Freire dalam pembelajaran PAK membutuhkan kreatifitas, keberanian serta alat penunjang pembelajaran yang memadai. Ini merupakan syarat mutlak bagi terciptanya kualitas pembelajaran secara umum dan lebih khusus dalam pelaksanaan pembelajaran PAK. Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan, perlu mempersiapkan berbagai fasilitas yang dapat menunjang kegiatan pembelaaran. Jika sekolah mengabaikan hal ini, sebaik dan sejenius apapun guru tidak mungkin melaksanakan kegiatan pembelajaran secara optimal. Semua komponen di sekolah perlu dipadukan. Penjelasan guru PAK mengenai pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan keterampilan seperti keterampilan-keterampilan umum yang dibutuhkan di dunia kerja, guru PAK selalu melakukan tindakan kolaborasi dengan guru mata pelajaran lainnya seperti keloaborasi dengan guru mata pelajaran Muatan Lokal. Melalui mata pelajaran Muatan Lokal, ada keterampilan yang diajarka kepada siswa seperti menenun, membuat peralatan rumah tangga seperti sendok, mangkuk, pot bunga , taplak meja dan lain-lain. Memang jika dilihat dari tindakan kolaborasi yang dilakukan oleh para guru di SMAK Loli sudah baik. Tetapi bagi para peneliti ini belum Kalau kita ingin untuk siswa kita berkualitas dari sisi pengetahuan dan keterampilan, perlu setiap guru mata pelajaran kreatif dalam mendesain pengetahuan dan keterampilan secara kreatif sehingga membekali siswanya secara baik. Itulah tuntutan pendidikan yang seharusnya dilakukan. Jika guru ingin untuk siswanya mengalami pembebasan dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang, tindakan sebagaimana yang diuraikan di atas seharusnya menjadi bagian yang tidak dapat dihindari dalam desain kegiatan pembelajaran. Semua mata pelajaran di sekolah perlu didesain secara baik sesuai dengan tuntutan global yang lebih menantang. Sebagai peneliti kami ingin memotivasi para guru di SMAK Loli khusunya Guru PAK agar meningkatkan performa pembelajaran PAK yang lebih berkualitas. Kreativitas dalam mendesain isi pembelajaran PAK di era global saat ini perlu mengarah pada tuntutan dunia kerja dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Kristiani. Hal ini diperlukan karena tuntutan-tuntutan lapangan kerja saat ini dengan tuntutan perkembangan teknologi semakin Pertanyaannya apakah sebagai guru PAK hanya pasrah dengan situasi kita saat ini yankni siswa kita hanya mempelajari teori-teori rohani saja. Ataukah sebagai generasi milenial di era industry 4. 0 perlu memiliki berbagai Pendidikan Pembebasan Menurut Paulo Freire. (Boineno. Baun. Tiba, & Rohi, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1105-1120 http://jurnal. id/index. php/dedikasi keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja saat ini? Pertanyaan-pertanyaan mendasar yang disampaikan para peneliti tersebut sebagai penggugah bagi guru Pendidikan Agama Kristen untuk dapat meningkatkan kualitas peserta didiknya. Jangan guru berharap bahwa siswa yang tamat SMA akan meningkatkan pendidikannya di level yang lebih tinggi yaitu di Perguruan Tinggi. Jika prinsip ini yang menjadi dasar pemikiran para guru di SMA, boleh saja dibenarkan. Tetapi bagi para peneliti baik jika siswa yang tamat dari level SMA melanjutkan pendidikannya ke tingkat Perguruan Tinggi. Jika tidak, apakah kita turut memberi sumbangan bagi deretan pengangguran setelah siswa/siswi tamat dari SMA. Pertanyaan reflektif seperti ini sebenarnya menggugah guru sebagai orang yang bertanggung jawab dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa secara seimbang sehingga dapat bersaing di era global setelah tamat belajar. Upaya mentransformasi diri melalui keterampilan. Memahami makna keterampilan sebagai salah satu jalan untuk dapat mentransformasi diri dalam menghadapi persaingan dunia kerja di era industry 4. 0, dalam pembelajaran PAK keterampilan-keterampilan perlu mendapatkan perhatian serius dari uru. Keterampilan perlu dipahami secara baik sebagai modal dasar siswa setelah tamat belajar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) keterampilan berasal dari kata AuterampilAy yang berarti cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu dan cekatan. Sedangkan menurut Zahri . mendefinisikan keterampilan sebagai kepandaian melakukan suatu pekerjaan dengan cepat dan benar, dalam hal ini ruang lingkup keterampilan sangat luas yang melingkupi berbagai kegiatan antara lain, perbuatan, berpikir, berbicara, melihat, mendengar, dan lain sebagainya. Berdasarkan kedua definisi di atas, keterampilan dimaknai sebagai kecakapan yang terintegrasi dalam diri setiap insane sebagai pendamping pengetahuan sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas secara baik. Kedua definisi di atas sebagai jembatan untuk menghubungkan ide atau gagasan para peneliti dengan pemikiran sang tokoh Paulo Freire. Sebagai guru PAK perlu mendesain keterampilan dalam tema-tema pembelajaran PAK agar pengetahuan yang dimiliki siswa dilengkapi dengan keterampilan untuk mampu berkarya di masyarakat. Sebagaimana dikemukakan oleh subjek yang diteli yakni guru PAK bahwa orientasi keterampilan hanya fokus pada keterampilan yang berkaitan dengan isi mata pelajaran yang saya ajarkan. Keterampilan yang didesain untuk diajarkan kepada siswa adalah keterampilan berdoa, keterampilan pimpin ibadah dan menyanyi. Sedangkan keterampilan yang berhubungan dengan kemampuan dalam menghadapi dunia kerja itu menjadi tanggung jawab mata pelajaran lain serta belajar di lingkungan masyarakat sehingga kurang mendapat perhatian. Jika ini menjadi alasan bagi guru Pendidikan Agama Kristen, ada sisi positif dan ada sisi negatifnya. Sisi positifnya adalah sebagai guru dari setiap mata pelajaran di beri tanggung jawab yang Sementara sisi negatifnya adalah jika saling mengharapkan dan harapan itu tidak dipenuhi oleh guru yang lain bagaimana kualitas keterampilan siswa/siswi nanti. Pemikiran semacam ini perlu dihindari oleh masingmasing guru. Desain pembelajaran tiap guru mata pelajaran perlu memadukan aspek kognitif, afektif dan Keterampilan-keterampilan perlu dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran untuk semua mata Sebagai guru PAK perlu mengembangkan keterampilan-keterampilan dalam setiap pokok materi yang ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1105-1120 diajarkan kepada siswa. Jika hal itu dilakukan secara mandiri oleh Guru PAK, para peneliti yakin saat siswa akan memiliki keterampilan yang memadai untuk memasuki dunia kerja dan mampu bersaing di era industry 4. Berdasarkan hasil temuan penelitian yang dilakukan di SMAK loli khusunya untuk pertanyaan tentang untuk meningkatkan keterampilan siswa dilakukan secara mandiri oleh guru PAK atau ada kerja sama dengan mitra sekolah. Berdasarkan jawaban subjek yang diteliti yakni guru PAK melakukan kerja sama dengan temantaman guru mata pelajaran lain serta lembaga mitra sekolah. Bagi tim peneliti hal yang dilakukan guru PAK sudah baik. Namun, akan menjadi lebih baik jika guru PAK secara mandiri mendesain keterampilanketerampilan dalam konsep pembelajaran PAK sebagai dasar yang kokoh sehingga keterampilan lain dari mata pelajaran lain dan yang diperoleh siswa di masyarakat hanya sebagai pelengkap. Orientasi sebagaimana ditawarkan oleh para peneliti ini jika dilakukan secara mandiri dan serius oleh guru PAK sangat bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran PAK dan membawa siswa untuk siap bersaing di era industry 4. Menurut Lase . , guru perlu menyiapkan diri dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi tanpa mengabaikan bidang lainnya . untuk menghadapi tantangan industry 4. Guru yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan lebih siap menghadapi perubahan ini karena dengan kepercayaan diri itu mereka memiliki motivasi yang kuat untuk mencoba berbagai strategi pengajaran, menghasilkan kreativitas, proaktif, kompetitif, dan mampu mengikuti tren saat ini. Tujuannya adalah melaksanakan pembelajaran yang berkualitas kepada siswa. Isi pembelajarannya tidak saja para ranah pengetahuan, namun keterampilan perlu mendapat perhatian yang baik. Mencermati pendapat sebagaimana diuraikan Lase, sebagai guru PAK ini menjadi spirit. Spirit positif untuk mendesain pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan siswa. Sehingga konsep Paulo Freire mengenai pendidikan yang membebaskan dapat terwujud, bagi para peneliti Freire menghendaki suatu kualitas pendidikan yang mengarah pada pembebasan manusia. Pembebasan yang dimaksudkan Freire bukan hanya pada pembebasan cara berpikir, namun lebih dari itu adalah pembebasan tentang cara berttindak atau bekerja. Freire bagi tim peneliti merupakan pemikir kontemporer yang ingin membawa perubahan dalam pendidikan . Pengetahuan dan keterampilan menjadi orientasi untuk memerdekakan manusia sehingga dapat keluar dari kemiskinan. Pemikiran semacam ini perlu ditanggapi secara serius oleh para guru PAK masa kini. Para guru PAK harus menjadi inisiator bagi pendidikan yang Hubungan antara pengetahuan dan keterampilan sangat erat sehingga sangat dibutuhkan oleh manusia. Menueut Sutrisno dalam Anwar . , kemampuan sumber daya manusia berkaitan dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku dasar yang dimiliki masing-masing individu sangat diperlukan. Kemampuan menjadi bekal dan modal bagi seseorang untuk bekerja secara professional. Berdasarkan pendapat di atas, jika dikerelasikan dengan penelitian ini, antara pengetahuan dan keterampilan sangat dibutuhkan oleh Manfaat pengetahuan dan keterampilan bagi siswa adalah agar siswa dibekali dengan dua aspek tersebut sehingga pada saat tamat belajar di SMA mereka dapat bekerja secara professional di dunia kerja. Pendidikan Pembebasan Menurut Paulo Freire. (Boineno. Baun. Tiba, & Rohi, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1105-1120 http://jurnal. id/index. php/dedikasi KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisis pada bagian pembahasan, disimpulkan bahwa pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di SMAK Loli berdasarkan isi kurikulum tahun 2013. Isi materi pembelajaran PAK disesuaikan dengan isi kurikulum yang ada. Kegiatan pembelajaran PAK di kelas di awali dengan persiapan oleh guru Mata Pelajaran PAK. Pengembangan materi pembelajaran selalu mengarah pada peningkatan aspek kognitif dan aspek afektif. Sementara aspek psikomotorik yang berisi keterampilan masih berorientasi pada penguasaan cara berdoa dan memimpin ibadah-badah. Sedangkan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan oleh siswa untuk dapat menghadapi era revolusi industry 4. 0 kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu bagi tim peneliti pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan pembebasan kurang mendapat perhatian dari para pengajar PAK. Pemikiran Paulo Freire perlu diimplikasikan dalam Pendidikan Agama Kristen masa kini sehingga mempersiapkan siswa secara matang untuk memasuki era industry 4. Saran Berdasarkan simpulan hasil analisa data sebagai temuan dalam penelitian, berikut saran atau rekomendasi pemikiran yang dapat diberikan sebagai berikut: Kepada pihak sekolah agar terus melakukan pembenahan dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakanmateri pembelajaran yang mengarah pada peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk menjawab tantangan perkembangan era industry 4. Untuk guru Pendidikan Agama Kristen, agar dapat memahami dan mengimplikasikan konsep Pendidikan Pembebasan menurut pemikiran Paulo Freire sehingga ketika mendesain materi pembelajaran, perlu menekankan aspek keterampilan yang mengarah pada keterampilan-keterampilan hidup yang nantinya siswa menjadikan penegetahuan dan keterampilan sebagai modal dasar untuk menghadapi era industry 4. Kepada peneliti lanjutan agar melihat masalah lain yang berkaitan dengan topik in, tetapi pada aspek lain yang belum peneliti kaji sehingga dapat diteliti. Kepada semua pihak pembaca agar dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk mengembangkan ilmu DAFTAR PUSTAKA