MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI DESA AMBEUA RAYA KECAMATAN KALEDUPA KABUPATEN WAKATOBI Factors related to arrival disease events in Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Village Wakatobi District Wa Ode Nur Agusriyani1. Titi Saparina L2. Mushaddiq Aliah3 Program Studi kesehatan Masyarakat Stikes Mandala Maluya Kendari . aodenur95@yahoo. No Hp : 082293791. ABSTRAK Desa Ambeua Raya masuk kedalam wilayah kerja Puskesmas Ambeua. Menurut data dari Puskesmas. Ambeua Raya merupakan daerah endemis ISPA. Dimana faktor penyebabnya adalah lingkungan/sanitasi rumah yang kurang sehat. Hasil survei pendahuluan didapat bahwa jumlah penduduk 386 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 112 KK dengan keadaan pemukiman yang padat, rumah yang bentuk panggung, terbuat dari papan dengan kebersihan kurang diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Penyakit ISPA di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua kepala rumah tangga di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Tahun 2017 sebanyak 112 KK, dengan sampel diambil sebanyak 87 KK, data diolah dengan menggunakan uji chi-square dan dilanjutkan dengan uji koefisien phi. Berdasarkan hasil analisis uji statistik diketahui adanya hubungan kuat antara ventilasi dengan kejadian ISPA, adanya hubungan sedang antara pencahayaan dengan kejadian ISPA, adanya hubungan antara sedang pengetahuan dengan kejadian ISPA, adanya hubungan antara sedang kepadatan hunian dengan kejadian ISPA. Dari hasil penelitian. Saran yang diajukan adalah diharapkan kepada pihak Puskesmas agar melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit ISPA Kata Kunci : Ventilasi. Pencahayaan. Pengetahuan. Kepadatan hunian dan Kejadian ISPA ABSTRACT Ambeua Raya Village is included in the Ambeua Health Center work area. According to data from the PHC. Ambeua Raya is an endemic area of ARI. Where the cause is the environment / sanitation of homes that are less healthy. The results of the preliminary survey found that the population of 386 people with the number of heads of families of 112 families with a dense settlement situation, so cleanliness is not considered. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of ARI in Ambeua Raya Village. Kaledupa District. Wakatobi Regency. This type of research is an analytical survey with a Cross-Sectional approach. The population in this study were all household heads in Ambeua Raya Village. Kaledupa Subdistrict. Wakatobi Regency in 2017 as many as 112 households, with a sample taken as many as 87 respondents, the data was processed using the chi-square test and continued with the phi coefficient test. Based on the results of the statistical test analysis, it is known that there is a strong relationship of ventilation with ARI events, the existence of a moderate relationship with the ARI incident, the existence of a moderate relationship of knowledge with ARI events, the existence of a moderate relationship with occupancy density and ARI events. From the results of the study. The suggestion proposed is that it is expected that the PHC will conduct counseling to the community regarding prevention of ARI. Keywords: Ventilation. Lighting. Knowledge. Occupancy density and ARI Events MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan PENDAHULUAN Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berlangsung kurang dari 14 hari disebabkan oleh mikroorganisme disaluran pernapasan mulai dari hidung, telinga, laring, trachea. Akut (ISPA) erat kaitannya dengan kondisi hygiene bangunan perumahan. 3 Pada tahun 2010 persentase rumah tangga secara nasional yang mempunyai rumah sehat di Indonesia masih rendah yaitu sebesar 24,9%. Rumah merupakan salah satu kebutuhan bronchus, bronchiolus sampai dengan paruparu. ISPA morbiditas dan mortalitas penyakit menular di Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, 98%-nya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Bakteri Streptococcus pneumoniae di banyak negara merupakan penyebab paling umum pneumonia yang didapat dari luar rumah sakit yang disebabkan Kabupaten Wakatobi berdasarkan profil Tahun sehingga rumah harus sehat agar penghuninya dapat bekerja secara produktif. Konstruksi rumah dan lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko sebagai sumber penularan berbagai penyakit, khususnya penyakit yang berbasis Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang dilaksanakan tahun 2010 penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut oleh bakteri. pokok manusia selain sandang dan pangan. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menduduki peringkat pertama di tingkat Puskesmas yaitu sebesar 21,493 Kasus. Berdasarkan hasil laporan Puskesmas Kaledupa Kabupaten Wakatobi Kejadian ISPA pada tahun 2015 sebanyak 328 kasus per 6. 070 penduduk, tahun 2016 Sebanyak 609 kasus per 5. 999 penduduk dan tahun 2017 Sebanyak 623 kasus per 6. Menurut laporan tahunan Puskesmas Kaledupa, penyakit ISPA selalu menduduki urutan pertama data 10 besar penyakit di 3 tahun terakhir setelah nyeri dermatitis kontak. Sedangkan kelurahan yang paling banyak terdapat kejadian ISPA adalah Desa Ambeua Raya yaitu sebanyak 80 kasus. (ISPA) kematian terbanyak kedua erat kaitannya dengan kondisi sanitasi perumahan yang tidak Data Perumahan di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu pada tahun 2013 berjumlah Rumah yang diperiksa Rumah yang memenuhi syarat sebanyak 878. Rumah yang tidak memenui syarat sebanyak 1. Tahun 2013 sebanyak 3. 000, diperiksa sebanyak 000 rumah. Memenuhi syarat sebanyak 600 rumah. Kecamatan Kaledupa merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Wakatobi dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi diantara kecamatan lainnya yaitu 5999 penduduk. Desa MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Ambeua Raya adalah salah satu kelurahan yang bahwa terdapat hubungan pencahayaan alami, ada di Kecamatan Kaledupa, dan masuk kepadatan hunian dengan kejadian ISPA. kedalam wilayah kerja Puskesmas Ambeua. Pengetahuan ibu tentang ispa berhubungan Menurut data dari Puskesmas. Ambeua Raya dengan kemampuan ibu merawat Balita ISPA merupakan daerah endemis ISPA. Dimana Pada Balita Di Puskesmas Bahu Kota Manado. faktor penyebabnya adalah lingkungan/sanitasi Manado. Hasil Survei awal pada perumahan di Desa pendahuluan didapat bahwa jumlah penduduk Ambeua 386 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 112 menunjukkan kondisi lingkungan rumah yang KK dengan keadaan pemukiman yang padat. pencahayaan alami dan merupakan komplek Terdapat pula pengalihan fungsi bangunan pemukiman yang padat penduduk dengan rumah sebagai tempat usaha pengumpulan barang bekas, hasil tangkapan laut serta rumah kepala keluarga 112 KK pada tahun 2016. yang bentuk panggung, terbuat dari papan dan Raya Kecamatan Kaledupa penduduk 386 jiwa dengan jumlah Berdasarkan latar belakang diatas maka beberapa tidak terdapat ruang tempat tidur, penulis ingin melakukan sehingga kebersihan kurang diperhatikan. berjudul AuFaktor Ae Faktor yang Berhubungan Data dari Puskesmas Kaledupa Pada dengan Kejadian Penyakit ISPA di Desa Tahun 2015 jumlah rumah sehat di Kecamatan Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Kaledupa yang diperiksa sebanyak 385 rumah. WakatobiAy. jumlah rumah sehat sebanyak 208, terdiri dari Penelitian 345 buah rumah semi permanen, 156 rumah Mengetahui hubungan kondisi Sanitasi rumah darurat dan 773 rumah permanen. Sedangkan dengan Penyakit ISPA di Desa Ambeua Raya pada tahun 2016 jumlah rumah 1. 311 rumah. Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. yang diperiksa sebanyak 1. 105 rumah, terdiri dari rumah sehat sebanyak 228 rumah, rumah semi permanen dan darurat 695 rumah dan 182 rumah permanen. Supriatin E, 2014 dengan judul Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan crossectional study. Hasil penelitian Oktaviani I. Hayati S. METODE PENELITIAN ISPA. Penelitian Yusuf Milawati, 2016 dengan judul hubungan lingkungan rumah dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) Pada variabel-variabel melalui pengujian hipotesa. Populasi adalah 112 kepala keluarga dan ditarik sampel sebanyak 87 kepala keluarga dengan cara purposive random sampling. 12 Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui pengisian kuesioner dan data skunder adalah data yang diperoleh secara tidak Masyarakat Pesisir Kelurahan Lapulu diketahui MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 berhubungan dengan penelitian meliputi Dinas umur 30 - 40 tahun sebanyak 54 responden Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk . ,1%) dan terendah yaitu umur > 40 tahun mengetahui kejadian ISPA. Profil Kesehatan Kabupaten Wakatobi . ,0%). Tabel menunjukkan bahwa pendidikan terbanyak wilayah kejadian ISPA, dan data dari adalah SLTP yaitu sebanyak 29 responden Puskesmas Kaledupa untuk mengetahui secara . ,3%) dan terendah yaitu Sarjana dengan ISPA . ,1%). Tabel Puskesmas Kaledupa . HASIL PENELITIAN adalah IRT yaitu sebanyak 66 responden Tabel 1 menunjukkan bahwa responden berdasarkan kelompok umur terbanyak yaitu . ,9%) dan terendah yaitu PNS dengan jumlah 5 responden . ,7%). Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur. Pendidikan, dan Pekerjaan di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Tahun 2018 Distribusi Responden <30 Umur . >40 Jumlah SLTP SLTA Pendidikan Sarjana Jumlah IRT Pekerjaan PNS Jumlah Sumber : Data primer, 2018 Tabel 2 menunjukkan bahwa responden tidak cukup sebanyak 29 responden . ,3%). yang tidak menderita ISPA yaitu sebanyak 63 Tabel menunjukkan bahwa kejadian ISPA responden . ,4%). Sedangkan yang menderita berdasarkan status pengetahuan lebih banyak ispa sebanyak 24 responden . ,6%). Tabel responden yang cukup sebanyak 68 responden ISPA ,2%). Sedangkan kurang sebanyak 19 berdasarkan ventilasi diketahui lebih banyak responden . ,8%). Tabel menunjukkan bahwa responden yang cukup sebanyak 66 responden kejadian ISPA berdasarkan kepadatan hunian . ,9%). Sedangkan kurang sebanyak 21 responden . ,1%). Tabel menunjukkan bahwa memenuhi syarat sebanyak 66 responden . ,9%). Sedangkan tidak memenuhi syarat ISPA diketahui lebih banyak responden yang cukup sebanyak 21 responden . ,1%). sebanyak 58 responden . ,7%). Sedangkan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Tabel 2. Distribusi Kejadian Ispa. Ventilasi. Pencahayaan. Pengetahuan dan Kepadatan Hunian di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Tahun 2018 Variabel Tidak Menderita Menderita Kejadian Ispa Jumlah Cukup Kurang Jumlah Cukup Kurang Jumlah Cukup Kurang Jumlah Memenuhi Syarat Tidakmemenuhi Syarat Jumlah Ventilasi Pencahayaan Pengetahuan Kepadatan Hunian Sumber : Data Prime, 2018 Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 66 menunjukkan bahwa dari 58 responden dengan responden dengan Ventilasi cukup, terdapat 58 pencahayaan cukup, terdapat 52 responden responden . ,9%) yang tidak menderita ISPA . ,7%) yang tidak menderita ISPA dan 6 dan 8 responden . ,1%) yang menderita ISPA. ,3%) yang menderita ISPA. Sedangkan dari 21 responden dengan Ventilasi Sedangkan kurang, terdapat 5 responden . ,8%) yang pencahayaan cukup, terdapat 11 responden tidak menderita ISPA dan 16 responden . ,96%) yang tidak menderita ISPA dan 18 . ,2%) yang menderita ISPA. Berdasarkan responden . ,1%) yang menderita ISPA. hasil uji statistik dengan uji Chi square. Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji diperoleh nilai X2 hitung = 29,608 > X2 = Chi square, diperoleh nilai X2 hitung = 23,368 3,841 tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak > X2 = 3,841 tabel maka Ha diterima dan Ho (Ada hubungan ventilasi Dengan Kejadian ditolak penelitian (Ada hubungan pencahayaan ISPA di Desa Ambeua Raya Kecamatan Dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya Kaledupa Untuk Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatob. mengetahui besarnya hubungan antara variabel Untuk mengetahui besarnya hubungan antara yang telah diuji Chi square, dilakukan Uji variabel yang telah diuji Chi square, dilakukan Koefisien Phi Uji Koefisien Phi = 0,54 yang berarti adanya Kabupaten Wakatob. = 0,61 yang berarti adanya hubungan kategori kuat ventilasi Dengan Pencahayaan Kejadian ISPA Desa Ambeua Raya Kecamatan Dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya Kaledupa Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Kabupaten Wakatobi. Tabel MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Tabel 3. Hubungan Antara Ventilasi Dengan Kejadian ISPA. Pencahayaan Dengan Kejadian ISPA. Pengetahuan Dengan Kejadian ISPA dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Tahun 2018 Kejadian ISPA Tidak Uji Statistik Variabel Penelitian Menderita Total Menderita Cukup 66 100 X2 hitung = 29,608 Kurang X2 Tabel = 3,841 Total Uji Phi 0,61 Cukup 100 X2 hitung = 23,368 Kurang X2 tabel = 3,841 Total Cukup Uji Phi 0,54 X2Hitung = 17,760 Kurang X2 Tabel = 3,841 Total Uji Phi 0,48 Memenuhi X2 hitung 14,135 Tidak X2 tabel =3,841 Total Uji Phi 0,43 Ventilasi Pencahayaan Pengetahuan Kepadatan Hunian Sumber : Data Primer, 2018 Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 68 variabel yang telah diuji Chi square, dilakukan terdapat 57 responden . ,8%) yang tidak Uji Koefisien Phi = 0,48 yang berarti adanya menderita ISPA dan 11 responden . ,2%) yang menderita ISPA. Sedangkan dari 19 dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. terdapat 6 responden . ,6%) yang tidak Tabel menunjukkan bahwa dari 66 responden menderita ISPA dan 13 responden . ,4%) dengan kepadatan hunian memenuhi syarat, yang menderita ISPA. terdapat 55 responden . ,7%) yang tidak Untuk mengetahui besarnya hubungan antara Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji menderita ISPA dan11 responden . ,7%) Chi square, diperoleh nilai X2 hitung = yang menderita ISPA. Sedangkan dari 21 17,760> X2 = 3,841 tabel maka Ha diterima responden dengan kepadatan hunian tidak dan Ho ditolak . da hubungan pengetahuan dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya . ,1%) yang tidak menderita ISPA dan 13 Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatob. ,9%) yang menderita ISPA. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji Chi e- ISSN: 2622-7762 rumahnya tidak memenuhi 10 % dari luas = 3,841 tabel maka Ha diterima dan Ho lantai, terdapat 5 responden . ,8%) yang ditolak penelitian (Ada hubungan kepadatan tidak menderita ISPA hal ini dapat disebabkan hunian Dengan Kejadian ISPA di Desa oleh karena responden selalu memakai masker Ambeua Raya saat keluar rumah. Kabupaten Wakatob. square, diperoleh nilai X hitung = 14,135 > Kecamatan Kaledupa Untuk Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji besarnya hubungan antara variabel yang telah Chi square, ada hubungan ventilasi Dengan diuji Chi square, dilakukan Uji Koefisien Phi Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya = 0,43 yang berarti adanya hubungan kategori Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi, sedang Kepadatan Hunian Dengan Kejadian dan Untuk mengetahui besarnya hubungan ISPA di Desa Ambeua Raya Kecamatan antara variabel yang telah diuji Chi square. Kaledupa Kabupaten Wakatobi. dilakukan Uji Koefisien Phi = 0,61 yang PEMBAHASAN Rumah yang luas ventilasinya tidak mempengaruhi kesehatan penghuni rumah, hal ini disebabkan karena proses pertukaran aliran udara dari luar ke dalam rumah tidak lancar, sehingga bakteri penyebab penyakit ISPA yang ada di dalam rumah tidak dapat keluar. Ventilasi kelembaban ruangan karena terjadinya proses penguapan cairan dari kulit, oleh karena itu kelembaban ruangan yang tinggi akan menjadi media yang baik untuk perkembangbiakan bakteri penyebab penyakit ISPA. responden dengan ventilasi cukup dimana setiap ruangan memiliki ventilasi yag mejadi tempat sirkulasi udara dan masukknya cahaya matahari namun masih terdapat 8 responden . ,1%) yang menderita ISPA. Hal ini dapat Dengan Kejadian ISPA Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kiki. R dengan judul faktor risiko kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo tahun 2015, diketahui bahwa Ventilasi rumah merupakan faktor risiko kejadian ISPA. Ventilasi mengalirkan udara di dalam ruangan yang terjadi secara alamiah melalui jendela, pintu dan lubang angin. Selain itu ventilasi alamiah dapat juga menggerakan udara sebagai hasil Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 66 pancaroba sehingga seseorang sangat mudah terkena ISPA Sedangkan dari 21 responden sifat porous dinding ruangan, atap dan lantai. Rumah yang luas ventilasinya tidak mempengaruhi kesehatan penghuni rumah, hal ini disebabkan karena proses pertukaran aliran udara dari luar ke dalam rumah tidak lancar, sehingga bakteri penyebab penyakit ISPA yang ada di dalam rumah tidak dapat keluar. Ventilasi MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 kelembaban ruangan karena terjadinya proses dimana hal ini didukung dengan asupan nutrisi penguapan cairan dari kulit, oleh karena itu yang baik. kelembaban ruangan yang tinggi akan menjadi Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji media yang baik untuk perkembangbiakan Chi bakteri penyebab penyakit ISPA. Dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya Hasil analisi dan pembahasan maka Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. penulis menarik kesimpulan bahwa ventilasi Untuk mengetahui besarnya hubungan antara rumah dapat membuat seseorang ISPA dimana variabel yang telah diuji Chi square, dilakukan sirkulasi udara menjadi tidak sehat untuk itu Uji Koefisien Phi = 0,54 yang berarti adanya penulis sarankan kepada masyarakat yang ventilasinya masih kurang agar membuat Dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya ventilasi rumah yang dapat menjadi tempat Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. masuknya udara segar kedalam rumah. Pencahayaan Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil Cahaya matahari sangat penting, karena penelitian yang dilakukan oleh Sulaiman dapat membunuh bakteribakteri patogen di dengan judul faktor-faktor yang berhubungan dalam rumah, misalnya bakteri penyebab dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah penyakit ISPA. Oleh karena itu, rumah yang kerja Puskesmas Abeli tahun 2011, diketahui sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup. Jalan masuk cahaya . Pencahayaan dengan kejadian ISPA. luasnya sekurang-kurangnya 15% sampai 20% Pencahayaan alami dianggap baik jika dari luas lantai yang terdapat di dalam ruangan besarnya antara 60-120 lux dan buruk jika kurang dari 60 lux atau lebih dari 120 lux. Hal Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 58 yang perlu diperhatikan dalam membuat responden dengan pencahayaan cukup dimana jendela, perlu diusahakan agar sinar matahari cahaya matahari dipagi hari dapat langsung dapat langsung masuk ke dalam ruangan, dan masuk ke tiap-tiap ruangan dalam rumah tidak terhalang oleh bangunan lain. Fungsi namun masih terdapat 6 responden . ,3%) jendela di sini, di samping sebagai ventilasi yang menderita ISPA hal ini dapat disebabkan juga sebagai jalan masuk cahaya. Lokasi oleh karena debu yang dijalanan sementara penempatan jendela pun harus diperhatikan masyarakat di Desa Ambeua Raya merupakan dan diusahakan agar sinar matahari lebih lama pedagang sehingga mereka rentan terkena menyinari lantai . ukan menyinari dindin. ISPA. Sedangkan dari 29 responden dengan maka sebaiknya jendela itu harus di tengah- pencahayaan cukup, terdapat 11 responden tengah tinggi dinding . ,96%) yang tidak menderita ISPA hal ini Hasil analisis dan pembahasan maka dapat disebabkan oleh karena responden sering menggunakan masker saat keluar rumah selain Pencahayaan itu daya tahan tubh responden yang baik membuat seseorang ISPA dimana cahaya rumah yang kurang dapat MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 matahari langsung tidak dapat masuk sehingga Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil mikrobakteri penyebab penyakit dapat tinggal penelitian yang dilakukan oleh Arni dengan dan berkembang biak di dalam rumah untuk judul faktor-faktor yang berhubungan dengan itu penulis sarankan kepada masyarakat yang kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas pencahayaan rumahnya masih kurang agar Pohara membuat ventilasi rumah yang dapat menjadi tempat masuknya cahaya matahari. dengan kejadian ISPA. Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 68 Hasil analisis dan pembahasan maka responden dengan pengetahuan cukup dimana mereka mengetahui gejala serta penyebab dan dapat membuat seseorang untuk berperilaku juga pencegahann penyakit ISPA, namun terutama dalam menjaga kesehatan untuk itu masih terdapat 11 responden . ,2%) yang penulis sarankan kepada masyarakat yang menderita ISPA hal ini dapat disebabkan oleh pengetahuannya telah cukup terlebih lagi karena Faktor cuaca dan juga faktor volusi udara dimana sedang dalam pembangunan pengetahuannya senantiasa ditingkatkan lagi sehingga banyak debu dijalanan. Sedangkan dengan banyak membaca artikel kesehatan dari 19 responden dengan pengetahuan kurang serta mengikuti penyuluhan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas sehingga mencegah ISPA namun terdapat 6 responden dapat mengetahui cara mencegah terjadinya . ,6%) yang tidak menderita ISPA hal ini penyakit ISPA. dapat disebabkan oleh karena baiknya daya Sanitasi rumah dan pengetahuan erat tahan tubuh responden sehingga tidak mudah kaitannya dengan angka kejadian penyakit terkena penyakit dimana hal ini berkaitan menular, terutama ISPA. Beberapa hal yang dengan pola konsumsi masyarakat yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit ISPA mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti pada balita adalah kondisi fisik rumah, kebersihan rumah, kepadatan penghuni dan Berdasarkan hasil uji statistik dengan pencemaran udara dalam rumah. Selain itu uji Chi square, ada hubungan pengetahuan juga faktor kepadatan penghuni, ventilasi. Dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya suhu dan pencahayaan. Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 66 Untuk mengetahui besarnya hubungan antara variabel yang telah diuji Chi square, dilakukan memenuhi syarat dimana dalam satu rumah Uji Koefisien Phi = 0,48 yang berarti adanya tidak dihuni oleh beberapa kepala keluarga, namun masih terdapat 11 responden . ,7%) dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya yang menderita ISPAhal ini dapat disebabkan Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. sehingga masyarakat mudah terkena ISPA. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 Sedangkan e- ISSN: 2622-7762 kejadian ISPA, pengetahuan dengan kejadian kepadatan hunian tidak memenuhi syarat ISPA dan kepadatan hunian dengan kejadian dimana mereka tinggal dalam rumah yang ISPA di Desa Ambeua Raya Kecamatan sempit dengan banyak anggota keluarga. Kaledupa Kabupaten Wakatobi. terdapat 8 responden . ,1%) yang tidak Berdasarkan kesimpulan yang telah menderita ISPA hal ini dapt disebabkan oleh diuraian diatas, maka saran yang Puskesmas adalah Diharapkan kepada pihak kesehatannya sehingga tidak mudah terkena penyakit ISPA. meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji ISPA, penyebab, cara penularan dan cara Chi square, ada hubungan kepadatan hunian Diharapkan Dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. terkait kejadian ISPA dengan mengangkat Untuk mengetahui besarnya hubungan antara variabel lainnya karna melihat banyaknya variabel yang telah diuji Chi square, dilakukan variabel yang dapat berkaitan. Uji Koefisien Phi = 0,43 yang berarti adanya hubungan kategori sedang Kepadatan Hunian Dengan Kejadian ISPA di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 menyebutkan bahwa kepadatan hunian harus minimal 8m2 dan tidak dianjurkan digunakan UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya Ibu Titi Saparina L. SKM. Kes selaku Pembimbing I dan kepada Bapak. Mushaddiq Aliah SKM. MKM Pembimbing II atas semua waktu, tenaga dan membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyusun hasil penelitian ini. lebih dari 2 orang dalam satu ruang tidur. Kepadatan hunian dalam rumah perlu di DAFTAR PUSTAKA