CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 - 66 ISSN : 2614-8900 E-ISSN : 2622-6545 AProgram Pascasarjana Universitas Papua, https://pasca. Identifikasi jenis-jenis pisang (Musa s. di Distrik Kepulauan Aruri Kabupaten Supiori Provinsi Papua The identification of banana (Musa s. types in Aruri Iland Dsitrict of Supiori Region of Papua Province Yusthinus Rumbekwan1. Ratna Ningsi1*. Imam Widodo1. Nouke L. Mawikere1. Purbokurniawan1. Liz Yanti Andriyani2. Amin Mbusango3 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Papua Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Jambi. Jl. Raya Jambi-Ma. Bulian KM 15 Mendalo Indah. Jambi. Program Studi IlmuTahan. Fakultas Pertanian. Universitas Papua. Jl. Gunung Salju Amban. Manokwari. Papua Barat Email. ningsi@unipa. Disubmit: 14 Januari 2026, direvisi: 23 Januari 2026, diterima: 31 Januari 2026 Doi : 10. 30862/casowary. ABSTRACT: This study aims to identify the types of bananas found on Auri Island. Supiori Regency. This research was conducted in Mburwandi. Manggonswan. Insumbrei. Sawendi. Aruri. Imbirsb ari, and Ineki villages. The data collected consisted of qualitative and quantitative banana plant characters observed directly in the field. The similarity among banana types was analyzed using cluster analysis and the results were presented in the form of dendrograms and descriptive tables. The findings indicate that there are 11 types of bananas distributed across the seven villages in the Auri Island District. Cluster analysis revealed seven similarity groups. Cluster 1 consisted of Pisang Nona, while Cluster 2 comprised Pisang Mas and Pisang Raja, which formed a closely related group based on shared characteristics, particularly the presence of speckles on the leaf petiole, leaf color, the color of the upper leaf surface, the color of the lower leaf surface, and fruit shape. Cluster 3 included Pisang Insarek, whereas Cluster 4 consisted of Pisang Kidang and Pisang Seribu, which exhibited similarities in leaf posture, waxy layer, lower leaf surface color, and fruit shape. Cluster 5 comprised Pisang Ambon. Cluster 6 included Pisang Kepok, characterized by a waxy surface and tapering fruit shape, and Cluster 7 consisted of Pisang Jarum. This variation among clusters indicates the substantial potential of banana genetic resources, which is essential for conservation efforts and banana breeding programs. Keywords: Banana. Auri District. Papua, identification, caracterisation PENDAHULUAN Pisang (Musa s. merupakan tanaman hortikultura yang dikelompokkan dalam kelompok buah-buahan. Buah pisang menempati urutan pertama dalam produksi buahbuahan penting di Indonesia dengan nilai produksi tahun 2022 sebesar 9. 25 juta ton diikuti mangga . 31juta to. , nanas . ribu to. , jeruk . 68 juta to. dan durian . juta to. Buah pisang juga menempati urutan pertama dalam konsumsi nasional. Tercatat konsumsi buah pisang tahun 2022 sebesar CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 -66 42 juta ton paling tinggi dibandingkan dengan jeruk, . ,33 juta to. , pepaya . ,3 juta to. , salak . , rambutan . , durian . ,51 ribu to. , dan mangga . ,67 ribu to. (Statistik Hortikultura, 2. Menurut De Langhe et al. , . dalam tulisannya yang berjudul an introduction to the history of banana domestication, kawasan Indo-Malaysia merupakan pusat asal dan pusat keragaman pisang liar hingga kultivar. Pisang liar berbiji sehingga buahnya tidak dimanfaatkan secara ekonomi, sebaliknya pisang budidaya atau kultivar memegang peranan penting dalam aspek ekonomi sosial dan budaya masyarakat Indo-Malaysia. Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan adaptasi pisang di masa mendatang maka seluruh sumber daya genetik pisang perlu dikonservasi agar tetap tersedia bagi upaya Serangkaian kegiatan penelitian dasar untuk mendukung program pemuliaan pisang perlu dilakukan meliputi inventarisasi, identifikasi, karakterisasi dan evaluasi potensi termasuk studi yang mendalam tentang keragaman, kekerabatan dan evolusi pada sumber plasma nutfah Genus Musa dan kerabatnya (Lia, 2. Keberagaman populasi pisang yang sangat tinggi di Indonesia merupakan kekayaan genetik yang menjadi peluang dan tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Sebagai peluang, pisang sangat berpotensi untuk meningikatkan kesejahteraan masyarakat karena pisang tidak hanya menempati urutan pertama buah terfavorit di Indonesia, tetapi juga menempati urutan ke tiga buah terfavorit di dunia setelah tomat dan apel. Sebagai ancaman, sumber daya genetik pisang bisa berkurang bahkan hilang akibat kerusakan habitat dan perubahan iklim, padahal pisang lokal/liar merupakan sumber gen ketahanan penyakit, serangga, gulma dan ketahanan terhadap cekaman abiotik seperti kekeringan, kadar garam dan genangan (Hariyanto, 2. Pulau Papua memiliki hutan alam yang luas dan belum banyak dijangkau oleh masyrakat. Hal ini karena topografi pulau Papua yang sulit untuk dijelajahi. Oleh karena itu, diyakini masih banyak sumber-sumber daya genetik yang masih tersimpan dan belum Distrik Kepulauan Aruri meru56 pakan salah satu distrik yang terletak di Kabupaten Supiori Provinsi Papua yang terdiri dari 9 kampung. Distrik Kepulauan Aruri merupakan distrik terluas di Kabupaten Supiori dengan luas wilayah 119,25 km2 (BPS Kabupaten Supiori, 2. Masyarakat Distrik Kepulauan Aruri membudidayakan dan memanfaatkan pisang untuk memenuhi kebutuhan pangan dan menambah pendapatan Berdasarkan survey awal pada Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Supiori dan masyarakat di Distrik Kepulauan Aruri, bahwa belum ada informasi resmi mengenai jenis-jenis pisang yang ada di Distrik Kepulauan Aruri. Berdasarkan informasi tersebut maka dipandang perlu untuk melakukan identifikasi jenis-jenis pisang yang ada di Distrik Kepulauan Aruri sehingga menambah informasi mengenai keragaman genetik pisang di Indonesia khususnya di Papua. MATERI DAN METODE Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, yaitu bulan Agustus 2023 - November 2023. Lokasi penelitian dilaksanakan pada 7 kampung di distrik Kepulauan Aruri, yaitu kampung Mburwandi. Manggonswan. Insumbrei. Wongkeina/Sawendi. Aruri/Aiborambondi. Imbirsbari/Porisa, dan kampung Ineki. Bahan yang digunakan yaitu jenis-jenis pisang yang ada di 7 kampung tersebut. Alat yang digunakan meliputi panduan Descriptor for Banana dari IPGRI (International Plant Genetic Resources Institut. , alat tulis, pisau, parang, alat ukur/penggaris, dan kamera digital. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kombinasi antara metode survey ekploratif dan metode historis. Metode survey digunakan untuk memperoleh data primer dengan cara mengidentifikasi secara langsung lokasi penelitian dan jenis tanaman pisang yang ada di lokasi penelitian. Metode historis digunakan untuk memperoleh data sekunder melalui studi literatur pada hasil karya ilmiah, data BPS, serta wawancara pada Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Supiori dan masyarakat di lokasi penelitian. Penentuan lokasi berdasarkan survey Sampel diambil dari kebun dan CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 - 66 pekarangan di setiap kampung, juga dari hasil eksplorasi genotipe lokal yang tidak dibudidayakan . ipe lia. Jumlah minimal sampel adalah 1 tanaman untuk tiap genotipe. Hal ini karena aksesi lokal yang mungkin baru ditemui berada dalam jumlah yang terbatas. Teknik pengambilan sampel dimulai dengan wawancara, identifikasi jenis pisang, dan pencatatan karakteristik berdasarkan panduan Descriptor for Banana. Karakteristik responden ditentukan secara purposive, yaitu sesepuh di tiap kampung dan warga pemilik kebun yang sudah menetap cukup lama di kampung tersebut dan memiliki pengetahuan lokal mengenai pisang dan pemanfaatannya. Jumlah minimal responden adalah 1 responden di tiap kampung. Informasi mengenai asal usul dan penyebaran pisang diharapkan lebih banyak diperoleh dari hasil wawawancara sesepuh kampung, sedangkan informasi pemanfaatan pisang diharapkan diperoleh dari warga pemilik kebun. Karakterisasi jenis pisang menggunakan panduan Descriptor for Banana dari International Plant Genetic Resources Institute (IPGRI). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis cluster hirarki dengan metode penentuan jarak avarage linkage. HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi Penelitian Distrik Kepulauan Aruri BIAK Sumber: googlemaps, 2024. Gambar 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada pada Distrik Kepulauan Aruri, yaitu salah satu dari 5 distrik yang berada pada kabupaten Supiori Provinsi Papua. Lokasi penelitian di 7 kampung yang ditentukan berdasarkan kemudahan akses mencapai lokasi. Kondisi tanah pada lokasi berada pada kondisi koral dengan lapisan tanah yang tipis karena merupakan daerah pesisir dan pulau kecil (Gambar . Kondisi ini membuat penampilan tanaman pisang sedikit berbeda dengan tanaman pisang yang tumbuh pada lokasi yang ideal. Perbedaan tersebut dapat muncul pada karakterkarakter yang dikendalikan oleh pengaruh lingkungan seperti karakter tinggi tanaman, jumlah daun, juga diameter batang. Sebaran Pisang di Kepulauan Aruri Terdapat 11 jenis pisang yang tersebar di 7 kampung di distrik Kepulauan Aruri (Tabel Pisang di distrik Kepulauan Aruri memiliki nama lokal untuk beberapa jenis pisang seperti pisang Awer. Kauyan. Insarek. Varus dan Idameser, sedangkan beberapa yang lain memiliki nama lokal yang sama seperti daerah lain yaitu pisang Nona. Ambon. Seribu. Mas dan pisang Raja. Budidaya dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan lahan pekarangan atau kebun campur. Berdasarkan pengamatan di lokasi penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pisang oleh masyakarat distrik Kepulauan Aruri meliputi semua bagian pisang yaitu, buah, jantung, daun dan batang pisang. Buah pisang dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga. Sebagai sumber pangan, pisang dikonsumsi dalam bentuk segar dan olahan. Olahan pisang masih sangat sederhana dan terbatas pada pisang rebus, pisang bakar, pisang Sebagai sumber pendapatan, buah pisang dijual dalam bentuk segar dan olahan pisang goreng. Daun pisang dimanfaatkan untuk membungkus sagu dan mengalas kue. Jantung pisang diolah menjadi sayur untuk konsumsi keluarga dan dijual segar untuk menambah pendapatan keluarga. Batang pisang dimanfaatkan sebagai tungku dan untuk Pisang yang paling banyak ditemui di tiap kampung adalah pisang Kepok, sedangkan pisang merah dan pisang seribu hanya ditemukan pada satu kampung, yaitu kampung Imbrisbari. Menurut masyakarat setempat, pisang di kepualaun Aruri berasal dari satu kampung ke kampung lainnya. Pisang di lokasi penelitian tumbuh cukup baik walaupun kondisi tanah yang ideal untuk pertumbuhan pisang adalah tanah bertekstur liat atau tanah aluvial, mengandung kapur dan kaya akan bahan organik CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 -66 (Direktorat Buah dan Florikultura Dirjen Hortikultura, 2. Tabel 1. Jenis pisang yang terdapat di Distrik Kepulauan Auri Jenis Pisang Pisang Nona (Musa paradisiac. Pisang Raja (Musa AAB (Pisang Raja Subgrup AoPisang RajaA. ) Pisang Seribu (Musa chiliocarpa Backe. Pisang Kidang (Musa acuminta Red Dac. Pisang Ambon (Musa acuminata a grup (Ambon Subgrou. ) Pisang Kepok (Musa ABB) Pisang Merah (Musa acuminate Red Dacc. Pisang Jarum (Musa acuminata Colla geno. Pisang Mas (Musa AA (Sucrier subgrou. ) Pisang Idameser (Musa AA) Pisang Lilin (Musa acuminata Colla geno. Karakteristik Batang Pisang Tinggi tanaman pisang di lokasi penelitian berkisar dari 176-395 cm. Pisang mas memiliki tinggi batang semua paling rendah yaitu 176 cm. Tinggi pisang Mas koleksi LIPI Bogor yaitu 164, hingga 245 cm. Tinggi batang semu pisang paling tinggi ditunjukkan oleh pisang Kepok yaitu 395 cm. Pisang Kepok koleksi LIPI memiliki tinggi batang semu 348 hingga 465 cm (Poerba et al. Hal yang berbeda pada tinggi pisang Nama Lokal Nona Raja Seribu Awer Ambon Kauyan Insarek Varus Mas Idameser Lilin Mas yang tumbuh di kabupaten Lumajang dan Kediri berkisar dari 2,1 hingga lebih dari 3 meter (Simangunsong et al, 2. Pisang Mas dan Kepok yang tumbuh di kepulauan Aruri dan di LIPI Bogor menunjukkan konsistensi perbedan tinggi tanaman yang kontras antar 2 tipe pisang pada dua lokasi berbeda menunjukkan adanya komponen genetik yang kuat pada karakter tinggi tanaman, meskipun ekspresi fenotipiknya dipengaruhi lingkungan (Poerba et al. , 2. Tabel 2. Karakter morfologi batang semu 11 jenis pisang asal Distrik Kepulauan Aruri. GENOTIPE TBS (C. DB (C. WBS BPTD Nona Kepok Merah keunguan Hitam Kecil Hitam kemerahan Hijau kekuningan Hitam Kecil Hitam kecoklatan Hitam Kecil Hitam Hitam Hitam kecokelatan Hitam kecokelatan Hitam kecokelatan Hitam Hitam Hitam Hitam kecokelatan Jarang Jarang Jarang Kecil Besar Kecil Kecil Jarang Hitam kecokelatan Hitam kecokelatan Hitam kemerahan Hitam kecokelatan Hitam kemerahan Hitam kecokelatan Hitam Hitam kecokelatan Jarum Raja Lilin Mas Insarek Idameser Kidang Seribu Ambon Hijau kekuningan Putih pudar Hitam keunguan Ungu Putih pudar Ungu Ungu Hijau keunguan Ungu Keterangan: Tinggi batang semu (TBS), diameter batang (DB), warna batang semu (WBS), pigmentasi batang (PB), bercak pada tangkai daun (BPTD), warna bercak (WB). Diameter batang pisang berkisar dari yang paling kecil yaitu 8. 9 cm . isang Ma. hingga yang paling besar yaitu 20 cm . isang Ambo. Warna batang semu terdiri dari warna merah keunguan . isang Non. , warna dasar hijau dengan pigmentasi merah keunguan . isang Jaru. , hijau kekuningan (Kepo. , putih pudar (Raja dan Insare. , hijau keunguan (Lilin dan Serib. , merah kecokelatan (Ma. dan ungu (Idameser. Kidang CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 - 66 dan Ambo. Rabiatul et al. , . menemukan pisang Ambon yang tumbuh di tepian sungai Barito memiliki warna batang semu hijau kemerahan, sedangkan Prahardin et al. , . menemukan warna batang pisang mas Kirana cokelat kehitaman. Terdapat dua warna pada pigmentasi batang yaitu hitam dan hitam kecokelatan. Selain pigmentasi pada batang, bercak pada tangkai daun juga berbeda antar jenis pisang. Pisang Nona. Kepok. Jarum. Insarek. Kidang dan seribu memiliki bercak kecil, sedangkan pisang Idameser memiliki bercak besar. Gambar 2 menunjukkan variasi warna batang semu bagian dalam setelah dilepaskan lapisan pelepah luarnya. Terlihat bahwa warna batang semu terdiri dari warna merah dan Jaru. , putih pudar (Raja dan Insare. , hitam keunguan (Lili. , ungu (Idameser. Ambon dan Kidan. dan hijau keunguan (Serib. Pisang Seribu memiliki warna batang semu yang unik dengan kombinasi warna dasar hijau dengan guratan merah yang membentuk dua sisi vertikal dengan warna lebih gelap. Rahmawati dan Hayati . mengidentifikasi warna batang semu pisang Kepok adalah hijau pucat, hampir sama dengan yang diteliti pada lokasi penelitian ini. Gambar 2. Karakter Warna Batang Semu 11 Jenis Pisang. Pisang Nona . Pisang Kepok . Pisang Raja . Pisang Lilin . Pisang Kidang . Pisang Seribu . Pisang Jarum . Pisang Mas . Pisang Insarek . Pisang Idameser . Pisang Ambon . Karakteristik Daun Pisang Karakteristik daun pisang yang diamati sebanyak 11 karakter disajikan pada Tabel 3. Gambar 2-3 untuk menunjukan karakter warna daun dan tulang daun. Bentuk ketegakan daun berkisar dari tegak hingga Jumlah daun paling banyak pada pisang Nona dan paling sedikit pada pisang Idameser dan Ambon. Elvany et al. , . mengidentifikasi jumlah daun pisang Nona adalah 12 helai, sedikit berbeda dengan yang diamati di lokasi penelitian. Jumlah daun merupakan karakter yang dikendalikan oleh banyak gen sehingga sangat pengaruhi lingkungan tumbuhnya. Panjang daun terpanjang terdapat pada Pisang Lilin, yaitu 280 cm dan panjang daun paling kecil terdapat pada Pisang Mas dan Pisang Raja, yaitu 150 dan 160 Lebar daun paling besar yaitu 61 cm ditemukan pada pisang Kepok, sedangkan Pisang Raja dan Pisang Mas memiliki lebar daun terkecil. Hasil penelitian Kristina . menunjukkan bahwa pisang Kepok yang tumbuh pada lahan kering di Malang memiliki 2 tipe lebar daun yaitu, lebar daun 71-80 cm dan <70 cm. Pisang Kepok yang tumbuh di Aceh besar memiliki lebar daun 60 cm (Rahmati dan hayati, 2. Pisang kepok yang tumbuh di Kendari memiliki lebar daun 83 cm. yang berukuran lebih lebar mampu meningkatkan efisiensi fotosintesis sehingga menghasilkan energi yang lebih banyak untuk pembentukan tandan dan pengisian buah pisang. Sanjaya . melaporkan bahwa luas daun yang besar pada pisang berpengaruh langsung terhadap berat tandan buah. Daun yang lebar atau luas sangat penting untuk pengisian buah dan berat tandan. CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 -66 Panjang daun terpanjang ditemukan pada pisang Kepok . Idameser . Seribu . dan Lilin . Panjang tangkai daun terkecil diidentifikasi pada pisang Raja. Hasil penelitian Rahmati dan hayati . menunjukkan bahwa pisang Kepok memiliki panjang tangkai daun 50 cm. Karakter panjang tangkai daun terpanjang terdapat pada jenis Pisang Kepok yaitu 55 cm dan Pisang Idameser 54 cm, sedangkan Pisang Raja memiliki panjang tangkai daun paling rendah yaitu 32 cm. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan tumbuh mempengaruhi perbedaan pertumbuhan pisang-pisang sejenis yang tumbuh di lokasi Warna helai daun pisang yang diamati dominan hijau hingga hijau tua, namun yang unik terdapat pada daun pisang Insarek yang berwarna hijau kemerahan (Gambar . Warna permukaan tulang daun pisang terdiri dari warna hijau muda (Nona. Kepok. Seribu dan Ambo. , hijau (Jarum dan Ma. , hijau keputihan (Raja dan Idamese. , hijau kekuningan (Lili. , hijau muda kemerahan (Insare. , dan ungu (Kidan. (Gambar . Bentuk pangkal helai daun meliputi helai daun membundar pada satu bagian helai dan melancip pada helai yang lain, membundar pada kedua helai daun, melancip pada kedua helai daun. Warna pada bagian atas dan bawah helai daun didominasi dengan warna hijau . ijau muda-hijau tu. dan hanya 1 jenis memiliki warna helai daun bagian bawah hijau kemerahan yaitu pisang Insarek. Karakteristik Jantung Pisang Karakter jantung pisang diamati sebanyak 8 karakter (Tabel 4 dan Gambar . Semua jenis yang diamati memiliki jantung pisang dengan warna dan bentuk yang bervariasi. Warna bagian luar kelopak terdiri dari warna merah keunguan . isang Nona. Kepok dan Jaru. , ungu kehitaman . isang Lilin dan Insare. , merah kehitaman . isang Raj. , dan warna ungu . isang Mas. Idameser dan Serib. Warna bagian dalam kelopak terdiri dari warna merah keunguan . isang Raja, dan Insare. , warna merah kekuningan . isang Non. , hijau keputihan . isang Kepo. , hijau kekuningan (Lili. , merah (Jarum. Mas. Idameser Serib. Tabel 3. Karakter morfologi daun 11 jenis pisang Genotipe . BKD Nona Kepok Jarum Raja Lilin Mas Insarek Idameser Kidang Seribu Ambon PTD WPTD BPHD WPAD WPBD Hijau Tegak Hijau muda Sedikit Agak Tegak Hijau muda Berlilin Membundar dan Dua sisi membundar Hijau Hijau Hijau Sedikit Dua sisi melancip Merunduk Berlilin Dua sisi melancip Tegak Hijau muda Tidak Tidak Berlilin Dua sisi melancip Agak Agak Hijau Hijau Hijau Membundar dan Dua sisi membundar Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Agak Agak Agak Agak Sedikit Dua sisi membundar Hijau Hijau tua Hijau Ungu Hijau Berlilin Dua sisi membundar Hijau Hijau tua Hijau Hijau Hijau muda Berlilin Hijau muda Berlilin Hijau Hijau Hijau tua Satu sis membundar dan melancip Kedua sisi melancip Hijau Hijau Hijau Hijau Hijau Keterangan: JD = Jumlah Daun. PD = Panjang Daun. WD = Warna Daun. BKD = Bentuk Ketegakan Daun. PTD = Panjang Tangkai Daun (PTD). WPTD = Warna Permukaan Tulang Daun (WPTD). LL = Lapisan Lilin. BPHD = Bentuk Pangkal Helai Daun,WPAD = Warna Permukaan Atas Daun. WPBD = Warna Permukaan Bawah Daun. CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 - 66 Gambar 3. Karakter Warna Tulang Daun. Pisang Nona . Pisang Jarum . Pisang Raja . Pisang Lilin . Pisang Insarek . Pisang Kidang . Pisang Ambon . Pisang Seribu . Pisang Idameser . Pisang Mas . Pisang Kepok . Bentuk kelopak jantung bervariasi dari, agak melancip (Kepok. Insarek. Serib. , melancip (Nona. Jarum dan Ma. dan antara menlancip dan tumpul (Raja. Lilin dan Idamese. (Tabel . Bentuk jantung bervariasi di antaranya bentuk jantung pisang membulat telur (Pisang Kepo. , antara melanset dan membulat telur (Idameser dan Lili. , dan melanset berdasarkan (Nona. Jarum. Mas. Insarek, dan Serib. Pisang Jarum memiliki panjang tangkai tandan yang paling panjang . , dan pisang Mas memiliki tangkai tandan paling pendek . Diameter jantung pisang paling besar terdapat pada pisang Lilin . 5 c. dan paling kecil terdapat pada Pisang Raja . 8 c. Jantung pisang paling panjany yaitu 27 cm terdapat pada Pisang Jarum dan paling pendek, yaitu 11 cm terdapat pada Pisang Mas. Gambar 4. Bentuk Pangkal Helai Daun. Pisang Mas . Pisang Kepok . Pisang Raja . Pisang Nona . Pisang Jarum . Pisang Lilin . Pisang Insarek . Pisang Idameser . Pisang Kidang . Pisang Seribu . Pisang Ambon . Karakteristik Buah Pisang Karakter buah pisang yang diamati sebanayak 4 karakter. Jumlah sisir per tandan paling banyak 8 sisir terdapat pada pisang Jarum dan yang paling sedikit terdapat pada pisang Kidang. Jumlah buah per sisir terbanyak terdapat pada Pisang Idameser yaitu 18 buah, dan yang paling sedikit terdapat pada pisang Raja, yaitu 7 buah. Ukuran panjang buah paling panjang terdapat pada pisang lilin, yaitu 25 cm kemudian diikuti pisang Jarum. Ambon dan Kepok. Panjang buah paling kecil terdapat pada pisang Seribu dan Pisang Mas 8 cm. panjang buah pisang Raja di lokasi penelitian adalah 8 cm, sama dengan pisang raja yang tumbuh di kabupaten Agam (Radiya, 2. Bentuk buah pisang bervariasi dari lurus (Nona dan Kepo. , lurus pada bagian distal (Idamese. , melengkung (Jarum. Raja. Mas. Insarek. Seribu. Kidang. Ambo. dan berbentuk (Lili. CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 -66 Tabel 4. Karakter morfologi jantung pisang pada 9 jenis pisang Genotipe Nona Kepok Jarum Raja Lilin Mas Insarek m A/TJ WLKJ WDKJ Ada Ada Ada Ada Merah Merah Merah Merah kehitaman Merah Melancip Melanset Hijau keputihan Agak melancip Membulat Merah Melancip Melanset Merah Antara Melancip dan tumpul Melanset Ada Ungu kehitaman Hijau Antara Melancip dan tumpul Melanset dan Ungu Merah Melancip Melanset Ungu kehitaman Merah Agak melancip Melanset Ada Ada BKJ . m Idameser Ada Ungu Merah Antara melancip dan tumpul Melanset dan Seribu Ada Ungu Merah Agak melancip Melanset Keterangan: ATJ = Ada atau Tidaknya Jantung. WLJK = Warna Bagian Luar Kelopak Jantung. WDKJ = Warna Dalam Kelopak Jantung. BKJ = Bentuk Kelopak Jantung. PTT = Panjang Tangkai Tandan. BJ = Bentuk Jantung. DJ = Diameter Jantung. PJ = Panjang Jantung. Gambar 4. Bentuk Jantung Pisang. Pisang Nona . Pisang Kepok . Pisang Lilin . Pisang Seribu . Pisang Idameser . Pisang Insarek . Pisang Mas . Pisang Jarum . Analisis Kemiripan Karakter 11 Jenis Pisang Koefisien kemiripan jenis pisang berbeda antara 0,00 sampai 0,45. Koefisien kemiripan paling rendah terdapat pada pisang RajaKepok. Ambon-Nona. Ambon-Kepok. Idameser-Nona dan Kidang-Kepok dengan jarak Hal yang berbeda ditunjukkan oleh Riandini dan Astuti . , yang menunjukkan bahwa pisang Raja dan Kepok mem- iliki koefisien kemiripan 0. 63, dengan karakteristik warna batang hijau kemerahan. Astuti et al. , . juga menunjukkan bahwa Kepok dan Raja uli memiliki koefisien kemiripan 67%, sedangkan pada penelitian ini koefisien kemiripan Kepok-Raja adalah 0. %). Adanya variasi pisang Raja, merupakan sumber genetik potensial baik untuk konservasi, maupun program pemuliaan pisang. CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 - 66 Tabel 5. Karakter morfologi buah, 11 jenis pisang Genotipe JSPT JBPS Nona Kepok Jarum Raja Lilin Mas Insarek Idameser Kidang Seribu Ambon Lurus Lurus Melengkung Melengkung Bentuk (S) Melengkung Melengkung Lurus pada bagian Melengkung Melengkung Melengkung PB . Keterangan : JSPT = Jumlah sisir pertandan. JBPS = Jumlah Buah Persisir. BB = Bentuk Buah. PB = Panjang Buah. Gambar 5. Bentuk Buah Pisang. Pisang Kepok . Jarum . Lilin . Pisang Idameser . Pisang Raja . Pisang Insarek . Pisang Kidang . Pisang Seribu . Pisang Mas . Pisang Nona . Pisang Ambon . Koefisien kemiripan tinggi yaitu pisang Kepok-Lilin dengan koefisien 0. 45 atau tingkat kemiripan genetik 45%. Hal ini disebabkan adanya persamaan pada karakter morfologi yaitu pigmentasi batang dengan warna bercak pada batang semu, jumlah daun, warna daun, warna permukaan bagian atas daun dan permukaan bagian bawah daun. kemiripan tinggi juga terdapat pada pisang Seribu-Idameser dengan koefisian kemiripan 41 atau 41% mirip. Koefisien kemiripan sedang yaitu Idameser-Kepok dengan koefisien kemiripan 0. % miri. RajaJarum . %), dan Insarek-Raja . %). Pasangan aksesi Raja dan Sepatu/Kepok. Ambon dan Nona. Ambon dan Kepok. Idameser dan Nona. Kidang dan Nona menunjukkan tingkat kemiripan yang sangat rendah . , yang berarti dari semua karakter yang diamati antar pasangan aksesi tersebut tidak ada yg mirip (Tabel . Hal ini mengindikasikan jarak genetik yang jauh dan berpotensi digunakan sebagai tetua persilangan untuk memperluas variabilitas genetik. Crowder . menunjukkan bahwa makin banyak pasangan alel berbeda, maka jumlah kelas fenotipe dan genotipe pada F2 hasil persilangan juga meningkat mengikuti rumus jumlah kelas genotipe 3n dan kelas fenotipe 2n. CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 -66 Tabel 6. Matrik kemiripan karakter 11 tanaman pisang berdasarkan karakter morfologi. Nona Kepok Lilin Varus Mas Raja Ambon Insar Idameser Kidang Seribu Nona 1. Sepatu 0. Lilin Varus 0. Mas Raja Ambon 0. Insarek 0. Idameser 0. Kidang 0. Seribu 0. Misalnya pada 11 karakter daun pisang yang diamati didapatkan 10 karakter berbeda antara dua jenis pisang, maka ketika kedua jenis pisang disilangkan akan memberikan 310 = 59. 049 genotipe baru hasil rekombinasi, dibandingkan jika menyilangkan dua jenis pisang yang hanya memiliki 2 karakter berbeda maka rekombinasi baru yang terbentuk hanya sebanyak 32= 9 genotipe. Misalnya menyilangkan pisang Nona yang sama genotipenya maka keturunannya akan mirip persis dengan induknya, dalam hal ini tidak terdapat kombinasi genetik baru yang menandai bertambahnya keragaman genetik. Berbeda halnya ketika pisang Nona disilangkan dengan pisang Ambon (Gambar . yang berbeda kelompok, dengan tingkat kemiripan 0. Adanya aksesi yang terpisah jauh dari klaster lain mengindikasikan keragaman morfologi yang tinggi antara ke 11 jenis pisang yang tersebar di distrik Kepulaun Aruri. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat setempat, keragaman pisang yang tinggi diduga karena seleksi lokal masyarakat untuk mempertahankan jenis pisang yang disukai, kemudian diikuti dengan kegiatan introduksi pisang oleh masyarakat berdasarkan kegunaan dan selera masyarakat setempat, serta adanya adaptasi lokal terhadap lingkungan kepulauan. Indonesia memiliki lebih dari 300 kultivar lokal yang tersebar di berbagai pulau dan wilayah, termasuk Papua. Keragaman ini di- pengaruhi oleh hasil persilangan dua spesies utama pembentuk genotipe pisang, yaitu Musa balbisiana dan Musa acuminata, serta kondisi agroklimat yang bervariasi (Sutriana. Seperti halnya kondisi agroklimat Kepulauan Aruri yang berupa daerah pesisir dan pulau-pulau kecil akan secara alami menyeleksi jenis jenis vegetasi termasuk pisang yang tumbuh di atasnya. Jenis pisang pada tingkat kemirirpan 0. 45 membentuk 7 kelompok. Masing-masing kelompok pada dendogram memiliki ciri-ciri morfologi yang berbeda sehingga aksesi yang berada dalam kelompok yang sama akan memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan kelompok yang lain. Kelompok 1 Pisang Nona, kelompok 2 yaitu Pisang Mas dengan Pisang Raja yang membentuk satu kelompok kekerabatan, dengan persamaan pada karakter bercak pada tangkai daun, warna bercak, warna daun, warna permukaan atas daun maupun bagian bawah daun dan bentuk buah. Kelompok 3 yaitu pisang Insarek, kelompok 4 pisang Kidang/Awer dan seribu dengan kemiripan karakter pada bentuk ketegakan daun, lapisan lilin, warna bagian bawah daun dan bentuk buah. Kelompok 5 yaitu pisang Ambon, kelompok 6 yaitu pisang sepatu, lilin dan idameser dan kelompok 7 terdapat pisang Jarum/Varus. Variasi ini menunjukkan potensi sumber daya genetik yang penting untuk konservasi dan program pemuliaan pisang CASSOWARY volume 9. : Januari 2026: 55 - 66 KESIMPULAN Terdapat 11 jenis pisang yang tersebar di 7 kampung di distrik Kepulauan Aruri yaitu pisang Kepok. Raja. Mas. Nona. Ambon. Kidang. Jarum. Lilin. Idameser. Seribu dan Insarek. Koefisien kemiripan tinggi yaitu pisang Kepok-Lilin dengan koefisien kemiripan 45%, diikuti Seribu-Idameser . %). Kemiripan paling rendah ditemukan pada pasangan aksesi Raja-Kepok. Ambon-Nona. AmbonKepok. Idameser-Nona dan Kidang-Kepok dengan koefisien kemiripan 0. 00 atau 0% DAFTAR PUSTAKA