PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA PROSES PRODUKSI U-NEULHEU KELOMPOK MASYARAKAT ACEH BESAR IMPLEMENTATION OF APPROPRIATE TECHNOLOGY IN U-NEULHEU PRODUCTION BY COMMUNITY GROUP OF ACEH BESAR Novi Safriani 1*. Ryan Moulana1. Elvira Iskandar2. Sri Haryani1. Yuliani Aisyah1 1 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia 2 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia *Penulis korespondensi: novisafriani@usk. Abstrak U-Neulheu, bumbu masakan khas Aceh yang terbuat dari kelapa parut sangrai, diproduksi secara tradisional dengan peralatan sederhana, yang seringkali tidak efisien dan menghasilkan produk dengan kualitas serta kuantitas yang belum optimal. Oleh karena itu, penerapan teknologi dalam proses produksi menjadi sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas U-Neulheu melalui penerapan Teknologi Tepat Guna, yaitu penggunaan alat penggiling kelapa sangrai dan rak pengering sehingga meningkatkan pendapatan dan taraf hidup mitra. Mitra kegiatan ini adalah sekelompok masyarakat yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga produsen U-Neulheu di Gampong Cot Preh. Kecamatan Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi metode penyuluhan, penerapan teknologi berupa alat penggiling kelapa sangrai dan rak pengering, serta bimbingan Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra sangat terbantu dengan adanya penerapan Teknologi Tepat Guna ini. Penggunaan alat penggiling kelapa sangrai dan rak pengering pada proses produksi U-Neulheu yang dilakukan oleh mitra membuat proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien baik dari segi waktu, biaya, dan Peningkatan kuantitas dapat diukur dari peningkatan jumlah produk yang dihasilkan . ekitar 50%), sedangkan peningkatan kualitas dapat dilihat dari ukuran produk yang menjadi lebih halus dan seragam serta higienitas produk menjadi lebih baik. Kata kunci: alat penggiling kelapa sangrai. bumbu khas Aceh. rak pengering. teknologi tepat guna. U-Neulheu. Abstract U-Neulheu, a traditional Acehnese cooking spice made from roasted grated coconut, is typically produced using simple and limited equipment, leading to an inefficient production process. As a result, both the quality and quantity of the final product are often suboptimal. The integration of technology into the production process remains far from ideal. The aim of this community service activity aims to enhance the quantity and quality of U-Neulheu produced by local partners through the implementation of Appropriate Technology, such as a roasted coconut grinder and dryer. These improvements are expected to increase the partner's income level and living standards. The partners involved in this activity are a group of housewives who produce U-Neulheu in Cot Preh Village. Kuta Baro Sub-District. Aceh Besar District. The methods of this community service activity include counseling, the implementation of technology in the form of a roasted coconut grinder and dryer, as well as technical guidance. The results of the activity show that the partners greatly benefited from the application of this Appropriate Technology. The use of the roasted coconut grinder and dryer in the U-Neulheu production process made it more effective and efficient in terms of both time and cost. In addition, the quantity and quality of U-Neulheu products have also The quantity increase is measurable by the higher number of products produced . %), while the quality improvement is evident in the smoother and more hygienic products. Keywords: a roasted coconut grinder. Aceh's traditional cooking spices. appropriate technology. U-Neulheu Article ID 41272 | Submitted 16-09-2024 | Revision 24-09-2024 | Accepted 29-09-2024 Copyright . 2024 Bull. Community. Serv. :128-133 https://doi. org/10. 24815/bulpen. Safriani et al. Pendahuluan Kelapa sangrai giling (U-Neulhe. merupakan salah satu bumbu masakan khas Aceh berbasis Pembuatan U-Neulheu dimulai dengan pemarutan daging kelapa tua, dijemur, disangrai, dan digiling sampai halus dan berminyak (Lubis dan Fathir 2. Kadar lemak pada U-Neulheu yang terbuat dari kelapa tua adalah sekitar 6772% dengan kadar air 1-2,9% (Arpi 2. Citarasa dan aroma khas dari U-Neulheu dihasilkan dari perubahan fisika dan kimiawi yang terjadi pada bahan selama proses penyangraian (Edvan et al. Aroma yang diharapkan adalah tidak berbau tengik (Nazaruddin dan Junaidi 2. Penggunaan UNeulheu dalam masakan selain dapat memberikan citarasa dan aroma khas, juga dapat menambah kekentalan dari masakan khas Aceh (Maharani et al. Wahyuni 2. Banyak kelompok usaha masyarakat di Aceh bermunculan yang bergerak dibidang produksi U-Neulheu, salah satunya adalah mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) ini yaitu . beranggotakan ibu-ibu rumah tangga produsen U-Neulheu di Gampong Cot Preh. Kecamatan Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah keterbatasan teknologi dalam proses produksi sehingga menyebabkan proses produksi berjalan kurang efektif dan efisien, produk yang dihasilkan juga tidak optimal baik dari segi kualitas maupun Mitra belum memiliki alat untuk menggiling kelapa sangrai. Selama ini mitra melakukan proses penggilingan kelapa sangrai menggunakan alat giling di pasar sehingga kurang efektif dan efisien baik dari segi waktu maupun biaya. Selain itu, proses pengeringan kelapa dilakukan secara tradisional dengan cara menghamparkan produk di atas plastik yang langsung bersentuhan dengan tanah dan menjemurnya di bawah matahari. Selain itu pengeringan yang dilakukan juga memerlukan waktu yang relatif lama dan pengawasan sepanjang waktu dikarenakan sangat tergantung dengan cuaca. Hal ini menunjukkan bahwa sangat diperlukan adanya sentuhan teknologi dalam proses produksi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk U- Bull. Community. Serv. :128-133 Neulheu yang dihasilkan mitra melalui penerapan Teknologi Tepat Guna berupa alat penggiling kelapa sangrai dan rak pengering pendapatan dan taraf hidup mitra. Metode Kegiatan PKMBP-TTG ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2024 di tempat usaha mitra yang berada di Gampong Cot Preh. Kecamatan Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar. Mitra merupakan kelompok masyarakat . yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga produsen U-Neulheu. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu: Kegiatan PKMBP-TTG ini diawali dengan kegiatan survey yang dilakukan oleh tim pengabdi ke lokasi mitra untuk mengetahui kondisi, permasalahan yang dihadapi serta Selanjutnya tim pengabdi melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada mitra tentang teknologi yang diterapkan. Tim pengabdi melakukan negosiasi tentang proses produksi yang akan dilakukan menggunakan peralatan teknologi yang Tim pengabdi melakukan presentasi, demonstrasi dan pelatihan penggunaan serta perawatan teknologi yang diterapkan. Mitra berperan aktif selama kegiatan pelatihan dengan praktek langsung pembuatan produk menggunakan peralatan yang diserahkan. Tim pengabdi melakukan pendampingan selama proses produksi yang dilakukan oleh Hasil dan Pembahasan Kegiatan PKMBP-TTG pada kelompok masyarakat produsen U-Neulheu di Gampong Cot Preh Kecamatan Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar oleh tim pengabdi dari Universitas Syiah Kuala telah berjalan dengan baik. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan teknologi dan bimbingan teknik. Penyuluhan telah dilakukan pada mitra dengan memberikan pemahaman tentang teknologi yang akan digunakan (Gambar . Page 129 Safriani et al. Bull. Community. Serv. :128-133 Gambar 1. Penyuluhan kepada mitra pengabdian Penerapan teknologi telah dilakukan dengan mengimplementasikan teknologi berupa rak pengering dan alat penggiling kelapa sangrai untuk produksi U-Neulheu mitra. Rak pengering tipe solar tunnel dryer Hohenheim (Gambar . telah diberikan untuk membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk U-Neulheu mitra. Alat pengering tipe Hohenheim adalah alat pengering tipe terowongan yang menggunakan energi matahari. Alat ini terdiri dari beberapa bagian yaitu kolektor, ruang pengering, sebuah panel surya, dan kipas (Khathir et al. Adapun spesifikasi alat pengeringnya: bahan rangka terbuat dari besi pipa anti karat dan besi hollow, dengan ukuran 0. 8x3 m, bahan atap polycarbonate 6 mm, terdapat rak pengering . sebanyak 4 buah, bahan tray plat almunium berlubang, terdapat solar cell 1 buah, daya minimal 20 watt, terdapat kipas exhaust 8 buah digerakkan dari solar cell. Rak pengering yang diberikan kepada mitra memiliki banyak manfaat, di antaranya ruangan rak pengering yang tertutup sehingga produk yang dihasilkan lebih bersih dan higienis, serta terhindar dari Suhu ruangan yang panas membantu bahan lebih cepat kering. Selain itu, apabila hujan turun, produk yang dikeringkan tidak perlu dipindahkan atau diangkat. Modifikasi alat pengering ini telah diaplikasikan untuk pengeringan berbagai produk yang dihasilkan oleh masyarakat, diantaranya untuk pengeringan produk pliek U (Hikmah et al. Khathir et al. , kopi (Hardi dan Khathir 2. , kerupuk tiram (Khathir et al. , jahe merah (Mentari et al. , jahe gajah (Khathir et al. Gambar 2. Rak pengering yang diberikan kepada mitra. Alat penggiling kelapa sangrai (Gambar . telah diserahkan kepada mitra untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi U-Neulheu Dengan adanya alat penggiling kelapa sangrai maka mitra dapat langsung melakukan proses penggilingan kelapa sangrai di tempat produksinya, tanpa perlu bolak balik ke pasar sehingga proses produksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien baik dari segi waktu maupun Penerapan TTG pada proses produksi telah dilaporkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi di berbagai UMKM (Emzain et al. Hartuti et al. Safriani et al. Page 130 Safriani et al. Bull. Community. Serv. :128-133 Gambar 3. Alat penggiling kelapa sangrai yang diberikan kepada mitra Pada kegiatan pengabdian ini juga dilakukan pengetahuan teknik cara penggunaan dan Demonstrasi dan pelatihan penggunaan peralatan yang diserahkan kepada mitra juga telah dilakukan (Gambar . Gambar 4. Demonstrasi dan pelatihan penggunaan peralatan yang diserahkan kepada mitra Kegiatan PKMBP-TTG ini memberikan dampak yang signifikan terhadap proses perbaikan kuantitas dan kualitas produk UNeulheu yang dihasilkan mitra. Penggunaan alat penggiling kelapa sangrai dan rak pengering pada proses produksi U-Neulheu yang dilakukan oleh mitra membuat proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien baik dari segi waktu maupun biaya. Selain itu, kualitas dan kuantitas produk U-Neulheu yang dihasilkan juga Peningkatan kualitas dapat dilihat pada tampilan produk menjadi lebih halus, warna lebih cerah dan lebih higienis. Peningkatan kuantitas dapat diukur dari peningkatan jumlah produk yang dihasilkan. Biasanya mitra dapat memproduksi 20 kg UNeulheu per produksi, namun setelah penerapan TTG ini jumlah produksi U-Neulheu mitra meningkat hingga 30 kg U-Neulheu per produksi. Dengan adanya peningkatan efisiensi dan volume produksi, mitra dapat menghemat waktu dan mengurangi biaya operasional, yang secara langsung meningkatkan pendapatan mitra. Hal ini akan berpengaruh positif terhadap kualitas hidup mereka, memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih baik, serta berinvestasi pada aspek-aspek lain dalam usaha atau kehidupan pribadi. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Monitoring Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan agar sesuai dengan Page 130 Safriani et al. tujuan awal kegiatan. Indikator kegiatan telah sesuai dengan rencana pengabdian ini adalah: Alat yang diberikan yaitu alat penggiling kelapa sangrai dan rak pengering berfungsi sesuai dengan rencana awal. Adanya peningkatan kuantitas dan kualitas produk U-Neulheu yang dihasilkan oleh mitra melalui penerapan Teknologi Tepat Guna. Hal ini dapat dilihat dari kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, terutama organoleptik warna dan tekstur produk. Sedangkan peningkatan kuantitas dapat diukur dari peningkatan jumlah produk yang dihasilkan yaitu sekitar 50%. Peralatan-peralatan yang diberikan dirawat sehingga umur ekonomisnya terjaga dan dimanfaatkan lebih lama oleh Kesimpulan Kegiatan PKMBP-TTG ini telah berjalan dengan baik. Penerapan teknologi pada kegiatan pengabdian telah dilaksanakan oleh tim pengabdi yaitu dengan diserahkannya alat penggiling kelapa sangrai dan rak pengering kepada mitra. Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi mitra. Penggunaan alat penggiling kelapa sangrai dan rak pengering pada proses produksi U-Neulheu yang dilakukan oleh mitra membuat proses produksi U-Neulheu menjadi lebih efektif dan efisien baik dari segi waktu maupun biaya. Selain itu, kuantitas dan kualitas produk U-Neulheu yang dihasilkan juga Produk U-Neulheu yang dihasilkan mitra tersebut dapat dimanfaatkan oleh Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada Universitas Syiah Kuala yang telah mendanai kegiatan pengabdian ini melalui Skim Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBPTTG) tahun 2024. Daftar Pustaka