Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 12. Nomor 1, 2025 pp. P-ISSN: 2355-6633 E-ISSN : 2548-5490 Open Access: https://jurnal. id/index. php/Deiksis/index Critical Analysis of the News Article AuPublic Losses Due to Adulterated PertamaxAy Published by Tempo. Com Norman FaircloughAos Perspective 1 IsroAoatul Choliliyah, 2 Hanik Mahliatussikah 1-2Magister Keguruan Bahasa Arab. Universitas Negeri Malang. Indonesia Corresponding authorAos email: isroatul13@gmail. ARTIKEL INFO Article history: Received 20 Oktober 2024 Accepted 15 November 2024 Published 28 Januari 2025 Keyword: Analysis. Tempo. com News. Norman Fairclough DOI: 10. 33603/deiksis. A B S T R A CT This study aims to reveal the construction of discourse on corruption at Pertamina in a Tempo. com news article entitled AuCorruption at Pertamina: Public Losses Due to Adulterated Pertamax Estimated at Rp 17. 4 Trillion per YearAy (February 28, 2. by applying Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) model. The primary data consists of the full text of the news The analysis was conducted across three dimensions: the textual dimension, the discursive-practical dimension, and the social-practical dimension. The results indicate that the news text not only presents facts but also reinforces the credibility of the news by presenting qualitative data, promoting social control, and mobilizing public opinion. Thus, this discourse functions as an arena for ideological resistance and social change, affirming the role of digital media in demanding transparency and institutional PENDAHULUAN Korupsi Pertamina yang mengoplos BBM jenis Pertamax dengan menggunakan Pertalite menjadi bagian dari korupsi struktural yang berdampak luas pada aspek ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia. Dampak dari korupsi ini kepercayaan Masyarakat terhadap kualitas BBM Pertamina menurun dengan fakta BBM Shell jadi rebutan warga untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka (Pitaloka. Putri, & Nurani, 2. Sebelum kasus korupsi Pertamina ini muncul ke publik, rakyat Indonesia digemparkan dengan kasus korupsi PT Timah yang merugikan negara hingga 271 Triliun (Wiraguna, 2. Kemudian, disusul berita korupsi Pertamina yang merugikan negara hingga mencapai 1 Kuadriliun (Rosa, 2. Dengan angka kerugian yang fantastis ini mendorong kebutuhan analisis mendalam terhadap wacana berita korupsi Pertamina atas implikasinya terhadap publik. Berita sebagai bagian dari media massa memiliki peran dalam membentuk opini Media berkontribusi dalam mengedukasi mmaasyarakat terkait isu-isu penting serta p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah, 2 Hanik Mahliatussikah . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. kebijakan publik. juga sebagai wadah dalam menyuarakan aspirasi/kritik masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. serta menjadi watchdog yang mengawasi jalannya pemerintahan dan penegakan hukum, sehingga mendorong transparansi dan akuntabilitas (Syauket. Indriasari. Prayitno. Mendrofa, & Cabui, 2. Selain peran tersebut, media berita juga mampu menggiring publik untuk fokus terhadap suatu isu, membentuk citra tokoh atau kebijakan sesuai dengan kepentingan, dan ideologi tertentu yang diusung oleh redaksi atau pemilik media (Fitria & Candrasari, 2023. Julianto, 2. Melihat peran sentral media massa tersebut, berita terbitan Tempo. dengan judul AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy yang dirilis pada tanggal 28 Februari 2025 pukul 19. 38 menarik Di saat banyaknya berita korupsi Pertamina yang berseliweran di media hanya fokus terhadap kerugian negara, platform media berita daring Tempo menghadirkan wacana tentang AoKerugian Masyarakat Akibat Pertamax OplosanAo. Berita ini tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga membentuk kerangka makna tertentu melalui pilihan kata, struktur kalimat, dan framing isu. Berita tersebut menjadi refleksi bagi rakyat Indonesia untuk sadar bahwa korupsi Pertamina tidak hanya merugikan negara, melainkan mereka sebagai konsumen BBM juga mengalami kerugian yang fatal. Berita ini juga mendorong masyarakat lebih peduli serta kritis terhadap problematika Pemerintahan Indonesia. Oleh sebab itu, tujuan analisis berita tersebut adalah untuk mengungkap bagaimana bahasa dalam berita tidak hanya sebagai penyampai informasi, melainkan juga berperan dalam merefleksikan ketidaksetaraan sosial, ideologi, serta kekuasaan. Dalam menganalisis berita yang dirilis Tempo. com tersebut, penulis menggunakan pendekatan Norman Fairclough yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial (Sri W R Situmorang. Elly Prihasti Wuriyani, & Malan Lubis. Pada dimensi teks, akan mendeskripsikan struktural teks, pilihan kata yang digunakan, serta hubungan antar unsur dalam wacana. sedangkan dimensi praktik diskursif akan menelaah proses produksi, distribusi, dan konsumsi wacana. serta analisis praktik sosial untuk menelaah konteks sosiopolitik, ideologi, dan dampak sosial atas berita tersebut (Ananda Dwi Asri & Nurhayati, 2024. Andheska. Sari, & Ermayenti, 2018. DURMAZ & YOUN, 2. p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah 1. Hanik Mahliatussikah 2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. xx-xx Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini yang menggunakan metode analisis wacana kritis model Norman Fairclough yaitu oleh Aminudin . , mengkaji wacana penundaan Pemilu 2024 yang tersebar dalam platform media sosial khususnya twiter. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa wacana penundaan Pemilu 2024 di Twitter disajikan lewat teks argumentatif-deskriptif yang menyorot kekhawatiran perpanjangan isu kontroversial diangkat secara bias politik untuk mengutamakan kepentingan pembuat konten. dan pemerintah Jokowi dicitrakan negatif, memperkuat kritik publik (Aminudin, 2. Penelitian lainnya oleh Sasmitha . yang mengkaji Stand-Up Comedy Mamat Alkatiri pada Program AuSomasiAy dengan perspektif Norman Fairclogh. Hasil penelitiannya disimpulkan bahwa stand-up Mamat Alkatiri di Somasi (Close the Doo. mengungkap kekecewaan terhadap tumpang-tindih jabatan, sikap pejabat antikritik, dan sistem pengambilan keputusan yang kontroversial. wacana itu dipengaruhi praktik media, karakter audiens, kondisi sosiokultural . ermasuk fenomena somasi, birokrasi represif, dan pembatasan kebebasan berekspres. , serta semangat budaya politik digital, dan sekaligus menyerukan refleksi atas eksistensi ruang publik demokratis saat ini. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada tujuan penelitian ini yakni untuk menerapkan model Fairclough dalam menganalisis wacana berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy yang dirilis Tempo. com pada tanggal 28 Februari 2025 pukul 19. 38 WIB. Analisis akan difokuskan pada struktur teks, mekanisme produksi, distribusi dan konsumsi wacana yang membentuk persepsi publik, dan implikasi sosial-ideologis dari wacana tersebut. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada kajian kritis media digital dan meningkatkan kesadaran kritis pembaca terhadap praktik representasi korupsi dalam berita online. METODE Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan mengungkap makna dan implikasi dari wacana berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy terbitan Tempo. com yang dirilis pada 28 Februari 2025 . Pendekatan analisis wacana kritis yang digunakan adalah kerangka Critical Discourse Analysis (CDA) model Norman Fairclough yang meliputi tiga dimensi, yaitu: . analisis tekstual, untuk menelaah pilihan p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah, 2 Hanik Mahliatussikah . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. kata, struktur kalimat, kohesi dan koherensi, serta struktur tema. analisis praktik diskursif, untuk menelaah proses produksi, distribusi, dan konsumsi wacana. analisis praktik sosial, untuk menelaah konteks sosiopolitik, ideologi, dan dampak sosial atas berita tersebut. Data dalam penelitian ini berupa teks lengkap artikel berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy yang dipublikasikan oleh Tempo. com pada 28 Februari 2025 pukul 19. Teknis pengumpulan data melalui tahapan dokumentasi online teks berita yang dikaji, pencatatan metadata seperti penulis, tanggal, kategori, dan tag, serta penyimpanan digital terorganisir berdasarkan Untuk analisis, peneliti menerapkan thematic coding dengan open coding pada kalimat per kalimat untuk mengidentifikasi elemen tekstual, diikuti interpretative analysis pada masing-masing dimensi Fairclough. Hasil analisis diorganisir sesuai tahapannya, mulai dari deskripsi tekstual, interpretasi praktik diskursif, hingga eksplanasi praktik sosial, agar dapat memberikan gambaran holistik tentang konstruksi dan fungsi wacana kerugian masyarakat akibat Pertamax oplosan dalam media digital. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan teori Norman Fairclough, sebuah wacana dianalisis dengan tiga dimensi. Pertama, dimensi teks. Kedua, dimensi praktik diskursif. Ketiga, praktik sosial. Masingmasing dimensi akan dijabarkan sebagai berikut. Dimensi Teks Pada dimensi teks, penulis akan menyajikan dalam 4 sub-subsection yang terdiri atas pilihan leksikal, analisis tata kalimat, kohesi dan koherensi, dan struktur tema. Penjabarannya akan diuraikan sebagai berikut. Pilihan Kata Berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy memiliki jumlah kata sebanyak 992 kata. Di antara 992 kata tersebut. Tempo menggunakan kata AokorupsiAo yang secara langsung menegaskan aksi illegal atau penyalahgunaan kekuasaan oleh PT Pertamina, dan kata tersebut tertulis dalam judul berita sebagai headline semakin meyakinkan citra buruk Pertamina di awal pembaca membaca berita tersebut. Selain itu, pemilihan kata AooplosanAo yang digunakan dalam berita memunculkan konotasi kejanggalan dan penipuan mutu, sehingga pembaca terdorong melihat skala keseriusan kasus korupsi Pertamina. Kemudian, ditemukan penekanan pada AokerugianAo p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah 1. Hanik Mahliatussikah 2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. xx-xx dalam berita ini. Pertama, frasa Aukerugian masyarakatAy dan angka AuRp 47 miliar per hariAy serta AuRp 17,4 triliun per tahunAy menegaskan dampak ekonomi secara kuantitatif untuk memperkuat legitimasi narasi berita. Penekanan pada AokerugianAo juga ditemukan dalam kalimat AuMenghilangkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 13,4 triliunAy. Hal ini meninggalkan kesan kepada pembaca bahwa kerugian akibat korupsi Pertamina Ae Pertamax oplosan bukan sekedar kas, melainkan berdampak secara makroekonomi. Adapun penyebutan lembaga (AuCeliosAy. AuLBH JakartaAy. AuKejagungA. , dan nama pejabat (AuNailul HudaAy. AuFadhil AlfathanAy. AuMars Ega Legowo PutraA. yang disajikan secara formal, memberi bobot kredibilitas pada informasi yang disajikan dalam berita. Analisis Tata Kalimat Dalam berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy mayoritas menggunakan kalimat aktif, seperti AuHuda menilaiAAy. AuLBH Jakarta dan CELIOS telah membuka pos pengaduanAAy. Hal tersebut membuat teks terasa lebih dinamis dan bertanggung jawab. Kemudian, penggunaan AumenilaiAy. AumendugaAy dalam struktur kalimat berita menunjukkan sikap hati-hati penulis, sekaligus memberikan ruang bagi teks agar tidak terkesan menghakimi tanpa bukti resmi. Kohesi dan Koherensi Dalam berita terjadi pengulangan topik dengan mengulang kata-kata kunci AuPertamaxAy . ebanyak 16 kal. AuoplosanAy . ebanyak 15 kal. AukerugianAy . ebanyak 8 kal. , membuat fokus wacana pada isu korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM) terjaga. Selain itu, penggunaan referensi Auhal iniAoAo dalam teks berita memudahkan pembaca melacak rujukan, ditemukan dalam kalimat berikut AuHal ini tidak sesuai dengan proses pengadaan produk A. Ay. Selanjutnya, di dalam teks berita ditemukan beberapa konjungsi. Pertama, konjungsi kausal dengan menggunakan kata AokarenaAo pada kalimat AuHuda menyoroti kerugian masyarakat A. karena konsumen harus merogoh kantong lebih dalam untuk membayar BBM AAy konjungsi tersebut menjelaskan sebab kerugian masyarakat dalam konteks korupsi Pertamina yang diduga mengoplos RON 92 (Pertama. dengan RON 90 (Pertalit. Kedua, konjungsi temporal yang terdiri dari dua jenis, konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat. Konjungsi temporal sederajat ditemukan dalam teks dengan penggunaan kata AokemudianAo, dan AosebelumnyaAo pada kalimat-kalimat berikut. p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah, 2 Hanik Mahliatussikah . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. AuUang itu kemudian diberikan kepada A. selaku Komisaris PT Jenggala Maritim. Ay AuTiga tersangka A yang telah diumumkan sebelumnya meliputi AAy Adapun konjungsi temporal tidak sederajat dalam berita dengan menggunakan kata AoapabilaAo. AosaatAo. AosejakAo pada kalimat-kalimat berikut ini. AuAA. memulihkan hak masyarakat apabila terbukti ada A. Ay AuHingga saat ini. Kejaksaan Agung telah menetapkan A. Ay AuAA sejak 26 Februari 2025. LBH Jakarta dan CELIOS telah membuka pos pengaduan A. Ay Selain konjungsi, referensi, dan pengulangan kata, ditemukan juga sinonim dalam teks berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy, yakni sinonim AupengoplosanAy. AuoplosanAy. AumencampurAy yang memperkaya variasi kata dalam wacana namun tetap menjaga koherensi makna. Struktur Tema Pada struktur tema dalam berita Aokerugian masyarakat akibat Pertamax oplosanAo, banyak kalimat ditempatkan dengan tema berupa subjek lembaga atau personal, missal: Tema: AoHudaAo yang Aomenyoroti kerugian AAo Tema: AoPertaminaAo yang Aomembantah adanya Pertamax oplosanAo Pola ini menempatkan aktor sebagai titik fokus informasi. Kemudian, pembukaan paragraf awal dalam berita langsung menampilkan sumber pernyataan (AuDirektur Ekonomi Celios Nailul Huda menilaiAA. , hal ini secara langsung membangun kredibilitas berita di awal pembaca membaca berita tersebut. Setelah itu, berita ditutup dengan paragraf akhir yang mengutip bantahan resmi Pertamina. AuBaik yang dari luar negeri maupun yang dari dalam negeri, itu kita sudah menerima dalam bentuk RON 92. Yang membedakan adalah, meskipun sudah dalam RON 90 maupun RON 92, itu sifatnya masih base fuel, artinya belum ada aditif. Jadi Pertamina Patra Niaga itu mengelola dari terminal sampai ke SPBU,Ay ujar Mars Ega, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI, pada Rabu 26 Februari 2025. Bantahan Pertamina di akhir teks berita tersebut memberi kesan keseimbangan . dalam penyampaian berita. Dalam dimensi teks ini. Tempo memilih kata emotif . orupsi, kerugian, oplosa. untuk menggiring pembaca agar menaruh atensi terhadap pemberitaan korupsi Pertamina khususnya Pertamax oplosan di Indonesia. Penggunaan mayoritas kalimat aktif dalam berita menunjukkan objektivitas. Kohesi dalam wacana terjaga melalui pengulangan kata kunci (Pertamax, oplosan, kerugia. dan koherensi dalam wacana dikuatkan oleh alur kronologis p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah 1. Hanik Mahliatussikah 2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. xx-xx dengan penggunaan berbagai macam konjungsi. Struktur tema dalam berita mengedepankan aktor sebagai tema, sekaligus memposisikan pembaca dalam narasi yang berimbang. Dimensi Praktik Wacana Dimensi ini mencakup bagaimana wacana diproduksi, didistribusi, dan dikonsumsi oleh pembaca . aitannya dengan wacan berita tuli. serta intertekstualitas dan interdiskursivitas dalam wacana. Keempat sub-subsection tersebut akan dijabarkan sebagai Produksi Teks Berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy diproduksi oleh Tempo. com yang dirilis pada tanggal 28 Februari 2025 pukul 19. 38 WIB. Berita ditulis oleh Alfitria Nefi P dengan dibantu oleh Jihan Ristiyanti. Dalam berita tersebut mengutip pernyataan resmi dari berbagai institusi, yaitu: Kutipan resmi dari Celios (Center of Economic and Law Studie. , misal pernyataan Nailul Huda. Direktur Ekonomi Celios, yang menyoroti kerugian masyarakat akibat oplosan . Pernyataan LBH Jakarta Fadhil Alfathan . Keterangan Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Qohar, dan . Bantahan resmi dari pihak Pertamina (Mars Ega Legowo Putr. dalam Rapat Dengar Pendapat DPR Berdasarkan sumber-sumber yang digunakan dalam berita Tempo tersebut, menunjukkan bahwa teks berita dibangun atas rangkaian kutipan from Aufirst-hand sourcesAy . ress release. Rapat Dengar Pendapat DPR, laporan resm. , sehingga memperkuat kredibilitas Redaksi menyusun berita dengan mengombinasikan: . narasi deskriptif . ronologi kasu. , . data kuantitatif . ngka kerugian Rp 17,4 triliun/tahun. Rp 47 miliar/hari. Rp 13,4 triliun PDB) , dan . kutipan langsung . engikuti prinsip jurnalisme balance antara pihak pelapor (Celios. LBH Jakart. dan pihak yang membela (Pertamin. Distribusi Teks Teks ini dipublikasikan sebagai artikel online di Tempo. com, ditempatkan di kategori BERITA/HukumAePerilaku-Kriminal, lengkap dengan foto ANTARA FOTO/Aprillio Akbar untuk menarik perhatian visual pembaca. Di bagian akhir artikel terdapat tag kata kunci: AupertaminaAy. Auron-92Ay. Auron-88Ay. AupertamaxAy. Aupertamax-oplosanAy. AuceliosAy. Aulbh-jakartaAy. Tagging tersebut menunjang SEO (Search Engine Optimizatio. dan memetakan interdiskursif p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah, 2 Hanik Mahliatussikah . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. dengan topik-topik lain di portal Tempo. Artikel berita ini terbit pada tanggal 28 Februari 2025 pukul 19. 38 WIB, yang menandai Aukedekatan waktuAy dengan peristiwa . aporan LBH. Rapat Dengar Pendapat DPR pada tanggal 26Ae27 Februari 2. , sehingga memperkuat kesan Aubreaking newsAy pada berita tersebut. Konsumsi Teks Target pembaca berita ini ialah pembaca digital penduduk kota, pejabat, aktivis antikorupsi, akademisi, serta masyarakat umum yang mengikuti isu BBM dan kebijakannya. Meskipun platform berita digital Tempo tidak menyediakan kolom komentar, namun platform ini memungkinkan pembaca untuk membagikan berita melalui media sosial, yang mana menjadi bagian konsumsi wacana dan memungkinkan pembentukan opini secara kolektif. Terkait strategi persuasi dan legitimasi berita. Tempo memposisikan pembaca untuk percaya pada data angka-angka yang konkret, penjelasan teknis RON, serta kutipan resmi para sehingga mempermudah internalisasi makna Aukerugian publikAy dan urgensi pengaduan atas permasalahan Pertamax oplosan kepada LBH Jakarta dan CELIOS. Intertekstualitas dan Interdiskursivitas Intertekstualitas dalam berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy tampak jelas dengan fakta bahwa berita ini mengimpor informasi dari sumber-sumber lain, seperti: laporan resmi Celios, siaran pers LBH Jakarta, pernyataan Kejagung, risalah DPR, dan keterangan foto ANTARA oleh Aprillio Akbar. Tiap unsur ini membentuk Aujaringan wacanaAy yang saling merujuk, memperkaya konteks dan meningkatkan otoritas pemberitaan. Sementara itu, interdiskursivitas terwujud melalui perpaduan gaya penulisan: gaya jurnalistik straight news dengan pembukaan yang ringkas dan padat (AuDirektur Ekonomi CeliosA menilaiAA. , gaya legal-birokratis dalam kutipan pejabat seperti Qohar dan Mars Ega di ruang DPR, gaya advokasi yang menonjol lewat ungkapan Aukerugian masyarakatAy dan Auposko pengaduanAy untuk menekankan sudut pandang pro-publik, serta gaya statistikekonomi yang muncul dalam penyajian angka-angka kerugian harian, tahunan, dan dampak PDB (Produk Domestik Brut. Perpaduan ini melahirkan wacana yang bersifat multi-genre, dengan menekankan sisi objektivitas. Dimensi ini mengungkap bagaimana berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy dibangun . , disebarkan . , dan diresapi oleh pembaca . , termasuk rangkaian intertekstual yang memberi bobot legitimasi pada berita. Analisis selanjutnya akan p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah 1. Hanik Mahliatussikah 2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. xx-xx menelusuri Dimensi Ketiga: Praktik Sosial, yang menyoroti konteks sosiopolitis di balik wacana ini. Dimensi Praktik Sosial Dalam dimensi praktik sosial terhadap berita Tempo dengan judul AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy, akan menyajikan empat sub-subsection pembahasan sebagai berikut. Konteks Sosiopolitik dan Ekonomi Kasus korupsi Pertamina: Pertamax oplosan ini muncul dalam kerangka AunegaraAe korporasiAy di mana BUMN seperti Pertamina menempati posisi strategis dalam politik energi Dinamika korupsi BBM mencerminkan kepentingan elit politik-ekonomi yang sering terjadi di Indonesia. Memasuki era KPK dan gerakan antikorupsi pasca-Reformasi, publik semakin sensitif terhadap praktik curang di sektor strategis. Pelaporan oleh Celios dan LBH Jakarta menunjukan munculnya warga sipil yang memantau BUMN, yang berupaya menuntut akuntabilitas dan transparansi. Dalam konteks ekonomi. Pertamina yang sebelumnya memegang kendali penuh atas distribusi dan harga BBM, kebijakan pasar terbuka dengan deregulasi RON . enyesuaian kadar okta. membuka Aopeluang gelapAo bagi pihak swasta dan oknum birokrasi yang kurang bertanggung jawab melakukan penyesuaian ilegal . demi selisih harga keuntungan finansial ilegal. Jadi, kebijakan deregulasi harga BBM adalah penyebab struktural yang menyediakan peluang bagi manipulasi mutu BBM. dengan kata lain, faktor ekonomi dan regulasi inilah yang Aumembuka pintuAy bagi oknum melakukan oplosan. Ideologi dan Hegemoni Wacana Aukerugian publikAy sebesar triliunan rupiah membangun narasi bahwa negara . elalui Pertamin. rentan dimanfaatkan oleh kepentingan sempit. Ini menegaskan ideologi yang menuntut kebersihan institusi negara. Kemudian, pernyataan resmi Pertamina di paragraf teakhir dari berita yang telah disebutkan sebelumnya, diposisikan sebagai AupenyeimbangAy agresivitas tuduhan. Hal ini menghidupkan ide bahwa BUMN adalah entitas profesional yang secara rutin terpaksa Aumembela diriAy atas tudingan, sehingga menyiratkan praktik Aomembela diriAo sebagai bagian lumrah dalam birokrasi korporasi publik. Adapun Pertentangan antara Celios dan LBH Jakarta dengan Pertamina & Kejagung, mencerminkan perjuangan wacana Aosiapa yang berhak mendefinisikan kebenaranAo. Publik menjadi arena konsumsi wacana di mana legitimasi diukur dari kemampuan mendukung klaim dengan data . ngka kerugia. dan otoritas institusi. p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah, 2 Hanik Mahliatussikah . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Praktik Sosial dan Dampaknya Dengan mempublikasikan angka kerugian dan mekanisme pengaduan, berita ini memperkuat norma bahwa instansi publik wajib terbuka dan masyarakat berhak menuntut ganti rugi. Selain itu, publikasi berita tersebut di media massa digital menciptakan pengawasan public terhadap setiap pelaku kebijakan BBM. Hal ini mendorong respons cepat dari institusi seperti Kejagung dan DPR, serta mendorong pembentukan posko pengaduan LBH Jakarta. Adapun peran Celios dan LBH Jakarta dalam wacana tidak sekedar melaporkan, tetapi juga memobilisasi opini Aoadanya ketahanan terhadap dominasi kekuasaan korporasinegaraAo. Wacana ini membuka ruang advokasi kebijakan BBM yang lebih adil dan transparan. Hubungan Wacana dan Struktur Sosial Dalam aspek produksi wacana berita AuKorupsi Pertamina. Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax Oplosan Ditaksir Rp 17,4 Triliun per TahunAy yang dilakukan oleh aktor dengan kepentingan politik-ekonomi, memperkuat posisi warga sipil sebagai stakeholder dalam kasus ini. Sedangkan dalam aspek distribusi wacana, media digital (Tempo. berperan sebagai pengendali akses berita sekaligus penyebar berita tersebut. Dengan SEO dan tagging pada media digital Tempo. com mempermudah jejaring berita tersebut terjangkau lebih luas. Adapun aspek konsumen wacana yang disasarkan kepada publik kota, akademisi, aktivis, pejabat, diharapkan dapat menginternalisasi pesan antikorupsi dan memobilisasi Sementara dalam aspek implikasi jangka panjang berita Tempo tersebut, dapat meningkatkan tekanan transparansi terhadap BUMN dan reformasi kebijakan BBM, serta menormalisasi peran media dalam control sosial. Dimensi praktik sosial dalam berita kerugian masyarakat akibat Pertamax oplosan menunjukkan bahwa wacana dalam berita ini bukan sekadar laporan peristiwa, melainkan bagian dari AupermainanAy kekuasaan dan ideologi di tingkat makro. Narasi korupsi Pertamina diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi dalam konteks negaraAekorporasi, budaya antikorupsi, serta evolusi kebijakan BBM. Kekuatan wacana media digital berperan sebagai pendorong kontrol sosial dan agen perubahan, sekaligus arena perebutan definisi legitimasi antara aktor pelapor (Celios. LBH Jakart. dan defender institusional (Pertamin. KESIMPULAN Penelitian ini mengungkap bagaimana berita Tempo. com berjudul AuKorupsi Pertamina: Kerugian Masyarakat Akibat Pertamax OplosanAy tidak sekadar menyajikan laporan faktual, melainkan juga membangun makna ideologis melalui pilihan kata yang p-ISSN : 2579-7158, e-ISSN : 2549-6050 IsroAoatul Choliliyah 1. Hanik Mahliatussikah 2 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. xx-xx emotif . orupsi, kerugian, oplosa. , struktur gramatikal yang menegaskan relasi sebabakibat, serta perpaduan gaya jurnalistik, birokratis, advokasi, dan statistik. Proses produksiAe distribusiAekonsumsi wacana memperlihatkan peran media digital sebagai penyaring dan penyebar informasi yang sekaligus mengaktifkan kontrol publik, sedangkan praktik sosialnya mencerminkan relasi kekuasaan antara warga sipil dan korporasi-negara, di mana deregulasi harga BBM membuka celah manipulasi mutu dan menimbulkan Auperebutan legitimasiAy antara pelapor (Celios. LBH Jakart. dan defender (Pertamin. Dengan demikian, analisis kritis Fairclough menegaskan bahwa wacana korupsi Pertamax oplosan adalah arena perlawanan ideologi dan agen perubahan sosial yang menuntut transparansi serta akuntabilitas institusional. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih yang tulus penulis sampaikan kepada dosen pembimbing kami yang telah berkontribusi dan memberikan bimbingan, sehingga memperkaya kualitas peneliian ini. Selain itu, kami juga menyampaikan penghargaan yang tulus kepada tim editorial jurnal Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atas bantuan dan proses penelaahan yang cermat, yang telah menyempurnakan naskah akhir penelitian ini. Terima kasih atas dukungan dan kontribusinya. REFERENSI