TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 DOI : 10. 34010/telekontran. TELEKONTRAN, VOL. NO. APRIL 2023 p-ISSN : 2303 Ae 2901 e-ISSN : 2654 Ae 7384 Analisis Quality of Services Jaringan 5G Provider X dan Y untuk Aplikasi Vidio Streaming Resolusi 4K (Studi Kasus di Kota Pekanbar. Network Quality of Services Analysis of 5G Provider X and Y for 4K Video Streaming Application . Case Study in Pekanbaru Cit. Arif Maulana. Hafidh Tiftazani. Muhamad Nur Mahmudi. Rudi Septiawan. A Rizka Qori Yuliani Putri Department of Electrical Engineering. Faculty of Engineering. Riau University Email: muhamad. nur0636@student. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan jaringan 5G dari Provider X dan Y dalam konteks aplikasi video streaming resolusi 4K di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran dengan menggunakan perangkat lunak Wireshark untuk mengumpulkan data throughput, packet loss, delay, dan jitter. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk membandingkan kualitas jaringan 5G antara Provider X dan Y. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Provider X memiliki throughput sebesar 1410 Kbps, sedangkan Provider Y memiliki throughput sebesar 4527 Kbps. Tingkat packet loss pada Provider X sebesar 0,0245%, sedangkan pada Provider Y sebesar 0,0027%. Delay yang terukur pada Provider X adalah 5,8670 ms, sedangkan pada Provider Y adalah 1,9694 ms. Jitter yang terukur pada Provider X adalah 5,8672 ms, sedangkan pada Provider Y adalah 1,9691 ms. Berdasarkan hasil pengukuran dan standarisasi yang diberikan oleh ITU-T, dapat disimpulkan bahwa Provider Y memiliki performa yang lebih baik dalam hal throughput, packet loss, delay, dan jitter dibandingkan dengan Provider X. Hasil ini dapat menjadi landasan bagi penyedia layanan telekomunikasi untuk meningkatkan kualitas jaringan 5G mereka dan membantu pengguna dalam memilih Provider yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kata kunci : QoS. Throughput. Packet loss. Delay. Jitter. Abstract - This study aims to analyze the quality of 5G network services from Providers X and Y in the context of 4K video streaming applications in Pekanbaru City. This research uses measurement methods using Wireshark software to collect data on throughput, packet loss, delay, and jitter. The collected data is then analyzed to compare the 5G network quality between Providers X and Y. The measurement results show that Provider X has a throughput of 1410 Kbps, while Provider Y has a throughput of 4527Kbps. The packet loss rate on Provider X is 0,0245%, while on Provider Y it is 0. The measured delay on Provider X is 5. ms, while on Provider Y it is 1. 9694 ms. The measured jitter on Provider X is 5. 8672 ms, while on Provider Y it is 1. 9691 ms. Based on the measurement results and the standardization provided by ITU-T, it can be concluded that Provider Y performs better in terms of throughput, packet loss, delay, and jitter compared to Provider X. These findings can serve as a basis for telecommunications service Providers to improve their 5G network quality and assist users in choosing a Provider that meets their needs. Keywords : QoS. Throughput. Packet loss. Delay. Jitter,. PENDAHULUAN Pada era digital yang terus berkembang, konektivitas yang handal dan kualitas jaringan yang baik sangat penting untuk memastikan pengalaman pengguna yang optimal dalam menggunakan layanan telekomunikasi. Munculnya teknologi 5G telah membawa janji akan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan kapasitas yang besar untuk melayani kebutuhan yang semakin Dalam konteks ini, analisis kualitas jaringan 5G menjadi perhatian utama para penyedia layanan telekomunikasi. Quality of Service (QoS) adalah metode pengukuran yang menentukan seberapa baik kualitas jaringan, serta merupakan upaya untuk mendefinisikan karakteristik dari suatu layanan. QoS merujuk pada kemampuan jaringan dalam menyediakan layanan yang lebih baik kepada TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 pengguna, sehingga aplikasi-aplikasi berbasis jaringan dapat berjalan dengan performa yang QoS juga dirancang untuk membantu pengguna akhir agar lebih produktif. Dalam protokol Internet (IP). IP QoS mengacu pada performa paket IP yang melintasi satu atau lebih Quality of Service QoS) memiliki beberapa tujuan utama yang detail dalam konteks jaringan Pertama, tujuan QoS adalah memberikan kinerja yang dijamin kepada Ini mencakup waktu respons yang cepat, throughput yang memadai, dan kecepatan transfer data yang konsisten. Dengan demikian, pengguna dapat mengandalkan jaringan untuk memberikan pengalaman yang lancar dan responsif. Kedua. QoS bertujuan untuk mengatur dan mengelola alokasi sumber daya jaringan dengan Hal ini melibatkan pemrioritasan dan pengelolaan sumber daya seperti bandwidth, kapasitas, dan penggunaan CPU. Dengan mengalokasikan sumber daya yang tepat. QoS dapat memastikan bahwa aplikasi dan layanan yang kritis mendapatkan prioritas yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan kualitas pengalaman Selanjutnya. QoS berupaya menjaga keandalan Ini pengendalian dan penanganan gangguan jaringan serta pemulihan yang cepat dalam situasi Dengan memastikan jaringan tetap stabil dan dapat diandalkan. QoS membantu mencegah gangguan dalam layanan komunikasi dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Keempat. QoS melibatkan pengaturan dan manajemen lalu lintas jaringan. Hal ini bertujuan untuk mengatur lalu lintas secara efisien dan adil agar penggunaan sumber daya jaringan dapat QoS mengklasifikasikan, dan mengelompokkan lalu lintas berdasarkan prioritasnya, sehingga mampu mengelola antrian dan mengatur aliran lalu lintas secara efektif. Selain itu. QoS juga berfokus pada pengendalian delay . dan jitter . dalam komunikasi jaringan. Ini menjadi penting dalam aplikasi waktu nyata seperti panggilan suara dan video yang memerlukan pengiriman data yang konsisten dan tepat waktu. Dengan mengendalikan delay dan jitter. QoS memastikan pengalaman komunikasi yang lancar dan berkualitas tinggi. Terakhir. QoS bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya jaringan. Dengan mengoptimalkan penggunaan bandwidth, kapasitas, dan sumber daya lainnya. QoS dapat memaksimalkan kapasitas jaringan untuk melayani lebih banyak pengguna atau layanan. Hal ini membantu menghindari kemacetan jaringan dan memastikan penggunaan sumber daya yang lebih efisien secara keseluruhan. Dengan mencapai tujuan-tujuan ini. QoS memainkan peran krusial dalam memberikan pengalaman pengguna yang baik, mendukung aplikasi dan layanan yang beragam, serta menyediakan jaringan komunikasi yang andal dan berkualitas tinggi . Penelitian mengenai Quality of Service (QoS) Layanan 5G Telkomsel di Wilayah residensial Kota Tangerang Selatan memiliki Salah satu kelemahannya adalah penelitian ini terbatas pada satu operator, yaitu Telkomsel, sehingga tidak memberikan gambaran keseluruhan tentang performa jaringan 5G di wilayah tersebut. Selain itu, penelitian ini juga terbatas pada wilayah residensial Kota Tangerang Selatan, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi jaringan 5G Telkomsel di wilayah lain atau di lokasi komersial atau perkantoran. Namun, penelitian ini memiliki beberapa Pertama, fokus pada pengalaman pengguna memberikan wawasan yang berharga tentang kualitas layanan yang dirasakan oleh pengguna sehari-hari. Penelitian ini juga melibatkan evaluasi multi-aspek QoS, termasuk kecepatan unduh dan unggah, latensi, kestabilan, dan ketersediaan layanan. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang performa jaringan 5G Telkomsel dalam berbagai konteks. Selain itu, penelitian ini memiliki relevansi yang tinggi dengan wilayah residensial Kota Tangerang Selatan. Hal ini penting karena hasil penelitian dapat memberikan informasi yang relevan bagi pengguna di wilayah tersebut untuk membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan pemilihan layanan 5G. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi pada pemahaman umum tentang performa jaringan 5G Telkomsel di wilayah residensial. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh operator dan penyedia layanan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan pada infrastruktur jaringan mereka . Penelitian mengenai Quality of Service (QoS) Layanan 5G Telkomsel di Wilayah residensial Kota Tangerang Selatan memiliki Salah satu kelemahannya adalah TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 penelitian ini terbatas pada satu operator, yaitu Telkomsel, sehingga tidak memberikan gambaran keseluruhan tentang performa jaringan 5G di wilayah tersebut. Selain itu, penelitian ini juga terbatas pada wilayah residensial Kota Tangerang Selatan, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi jaringan 5G Telkomsel di wilayah lain atau di lokasi komersial atau perkantoran. Namun, penelitian ini memiliki beberapa Pertama, fokus pada pengalaman pengguna memberikan wawasan yang berharga tentang kualitas layanan yang dirasakan oleh pengguna sehari-hari. Penelitian ini juga melibatkan evaluasi multi-aspek QoS, termasuk kecepatan unduh dan unggah, latensi, kestabilan, dan ketersediaan layanan. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang performa jaringan 5G Telkomsel dalam berbagai konteks. Penelitian ini akan melibatkan pengumpulan data kualitas jaringan 5G dari X dan Y di Kota Pekanbaru. Data tersebut dapat mencakup throughput, packet loss, delay, dan jitter. Pengumpulan data akan dilakukan melalui pengujian lapangan dengan menggunakan perangkat pengukuran yang sesuai dan mengikuti metodologi yang terstandarisasi. Setelah data terkumpul, analisis akan dilakukan untuk membandingkan kualitas jaringan 5G antara X dan Y. Hasil analisis akan memberikan gambaran tentang keunggulan masing-masing Provider dalam hal kecepatan, latensi, dan kapasitas jaringan. Penelitian ini juga dapat mengidentifikasi area di Kota Pekanbaru di mana kualitas jaringan 5G perlu ditingkatkan oleh masing-masing Provider . Dalam penelitian ini. Wireshark digunakan sebagai alat pengukuran untuk parameter QoS. Wireshark adalah program yang digunakan untuk memeriksa paket data jaringan. Analisis paket jaringan, yang sering disebut sebagai Wireshark, menangkap paket jaringan dan berusaha menampilkan sebanyak mungkin data yang terkandung dalam paket tersebut. Terdapat beberapa parameter yang akan di gunakan pada penelitian ini yaitu throughput, packet loss, delay, dan jitter sesuai dengan standar ITU-T. ITU-T adalah singkatan dari International Telecommunication Union - Telecommunication Standardization Sector. ITU-T adalah sebuah sektor dari International Telecommunication Union (ITU) yang fokus pada standardisasi dalam bidang telekomunikasi. ITU-T mengembangkan standar internasional untuk berbagai teknologi dan layanan telekomunikasi, termasuk jaringan telepon, jaringan data, komunikasi multimedia, komunikasi optik, keamanan jaringan, dan banyak Standar yang dikembangkan oleh ITU-T sangat penting untuk memastikan interoperabilitas dan kompatibilitas antara peralatan telekomunikasi yang digunakan di seluruh dunia. Pada akhirnya, diharapkan bahwa hasil dari penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih baik tentang kualitas jaringan 5G yang disediakan oleh X dan Y di Kota Pekanbaru. Hasil ini dapat menjadi landasan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, membantu penyedia layanan telekomunikasi dalam perbaikan jaringan, dan mendukung pengambilan keputusan yang informasional bagi pengguna dalam memilih Provider yang paling sesuai dengan kebutuhan II. METODOLOGI Tahapan dalam menyelesaikan penelitian ini sebagai berikut. Persiapan Pengukuran: penulis menginstal Wireshark pada sistem yang akan digunakan untuk mengukur jaringan. Memastikan perangkat keras yang digunakan memiliki kemampuan untuk menangkap lalu lintas jaringan 5G. menentukan target pengukuran, dalam hal ini. Provider X dan Y untuk aplikasi video streaming resolusi 4K di Kota Pekanbaru. Perangkat yang digunakan dipastikan terhubung ke jaringan 5G yang ingin diuji. Pengukuran throughput: penulis memulai pengukuran menggunakan perangkat lunak Wireshark untuk merekam lalu lintas jaringan. Gunakan fitur Wireshark untuk menghitung jumlah byte yang diunduh selama periode Hitung throughput dengan rumus . yaycycoycoycaEa yaAycycyceyc ycNEaycycuycyciEaycyycyc = A. ycNycnycoyce ycIycyycaycu Pengukuran paket loss: kemudian penulis menganalisis lalu lintas yang direkam Wireshark mengidentifikasi jumlah paket yang dikirim dan diterima. Hitung jumlah paket yang hilang dengan rumus . cEycaycoyceyc yaycnycoycnycycnycoOeycEycaycoyceyc yaycnycyceycycnycoyc. ycEycaycoyceyc ycoycuycyc = ( ycu100 . cEycaycoyceyc yaycnycoycnycycnyc. Pengukuran delay: Analisis lalu lintas yang direkam menggunakan Wireshark untuk mengidentifikasi waktu yang diperlukan oleh paket untuk mencapai tujuan. Hitung total TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 delay dengan menjumlahkan delay dari setiap paket yang diukur. Hitung rata-rata delay dengan rumus . ycIycaycyca Oe ycycaycyca yccyceycoycayc = ycIycaycyca Oe ycycaycyca yccyceycoycayc ycu 1000 . alam milideti. Pengukuran jitter: Analisis lalu lintas yang direkam menggunakan Wireshark untuk mengidentifikasi variasi waktu antara kedatangan paket-paket berurutan. Hitung total jitter dengan menjumlahkan jitter dari setiap pasangan paket yang diukur. Hitung rata-rata jitter dengan rumus . ycIycaycyca Oe ycycaycyca yaycnycycyceyc = ycIycaycyca Oe ycycaycyca yaycnycyceyc ycu 1000 . alam milideti. Hasil analisis akan diinterpretasikan secara rinci dan detail. Diskusi akan dilakukan untuk membandingkan parameter-parameter seperti throughput, packet loss, jitter, dan delay antara kedua Provider pada setiap titik lokasi Hasil ini akan digunakan untuk mengidentifikasi Provider yang menunjukkan kualitas jaringan 5G yang lebih baik berdasarkan analisis data yang dihasilkan. Terdapat beberapa tambahan mengenai parameter yang akan digunakan dalam penelitian ini . Provider dan Software Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode pengukuran dengan memanfaatkan perangkat lunak Wireshark untuk menganalisis kinerja jaringan Provider X dan Y. Internet service Provider (ISP) adalah perusahaan atau organisasi yang menyediakan akses ke internet bagi ISP bertanggung jawab untuk menghubungkan pengguna dengan jaringan internet melalui berbagai teknologi, seperti koneksi kabel, serat optik. DSL (Digital Subscriber Lin. , jaringan nirkabel, dan lain-lain. Perusahaan ISP biasanya memiliki infrastruktur yang kompleks, termasuk server, perutean jaringan, dan perangkat keras lainnya yang diperlukan untuk mengirimkan data melalui Mereka juga dapat menyediakan layanan tambahan seperti email, hosting web, penyimpanan data online, dan layanan komunikasi lainnya . Kami melakukan pengukuran pada dua penyedia layanan seluler yang berbeda serta lokasi yang berbeda pula, dengan fokus pada parameter throughput, packet loss, jitter, dan delay. Data yang diambil melalui Wireshark memberikan wawasan yang mendalam mengenai performa jaringan dan memungkinkan pembandingan kualitas layanan antara kedua penyedia tersebut. Parameter Throughput mengacu pada jumlah data yang dapat ditransmisikan melalui jaringan dalam suatu periode waktu tertentu. Biasanya diukur dalam bit per detik (Kbp. atau kilobit per detik (Kbp. Semakin tinggi throughput, semakin cepat data dapat dikirimkan melalui jaringan 5G. Standar penilaian biasanya melibatkan pengukuran throughput maksimum yang dapat dicapai dalam kondisi yang ideal . Nilai parameter acuan untuk standarisasi throughout dapat dilihat pada Tabel I. Tabel I. Standarisasi Throughout Kategori Sangat Baik Baik Sedang Buruk Throughput Parameter (Kbp. 76% - 100% 51% - 75% 25% - 50% < 25 Packet loss mengacu pada persentase paket data yang hilang selama transmisi melalui jaringan. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti gangguan sinyal atau kelebihan beban pada Untuk jaringan 5G, standar penilaian mengharapkan tingkat paket loss yang rendah, biasanya di bawah 1% atau bahkan lebih rendah . Standarisasi packet loss di tunjukan pada Tabel II. Tabel II. Standarisasi Packet loss Kategori Sangat Baik Baik Sedang Buruk Packet loss Parameter (%) Delay, juga dikenal sebagai latensi atau waktu tunda, adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan paket data dari sumber ke tujuan melalui jaringan. Biasanya diukur dalam milidetik . Pada jaringan 5G, standar penilaian menetapkan batasan maksimum delay yang dapat diterima untuk berbagai jenis aplikasi. Misalnya, aplikasi real-time seperti video streaming atau game online membutuhkan delay yang rendah untuk memberikan pengalaman yang lancar. Untuk standarisasi delay yang menjadi acuan terdapat pada Tabel i berikut ini. TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 Tabel i. Standarisasi delay [ITU-T G. Kategori Baik Sedang Buruk Delay Parameter (Kbp. 0 Ae 150 150 Ae 400 > 400 Jitter mengacu pada variasi waktu tunda yang tidak teratur atau fluktuasi dalam pengiriman paket Jika jaringan mengalami jitter yang tinggi, paket-paket data mungkin mengalami waktu tunda yang tidak konsisten saat melintasi jaringan. Standar penilaian jaringan 5G biasanya menetapkan batasan maksimum untuk jitter, dengan tujuan untuk menjaga konsistensi dan prediktabilitas pengiriman data . Untuk standarisasi jitter terdapat pada Tabel IV Tabel IV. Standarisasi jitter [ITU-T G. Kategori Baik Sedang Buruk i. Jitter Parameter (Kbp. 0 Ae 20 20 Ae 50 > 50 Perhitungan Parameter QoS 5G Y Throughput ycNEaycycuycyciEaycyycyc = ycu8 513,8710 = 4527 yayca/yc . Paket loss ycEycaycoyceyc ycoycuycyc = . Delay ycNycuycycayco yccyceycoycayc = 513,8708 Rata-rata delay ycIycaycyca Oe ycycaycyca yccyceycoycayc = 1,9694 ycoyc . Jitter ycIycaycyca Oe ycycaycyca ycycnycycyceyc = 0,0019ycu1000 = 1,9691 ycoyc Pada Tabel V dinyatakan bahwa hasil pengukuran througput 5G untuk Provider X dan Y, dan hasil grafik dapat dilihat pada Gambar 1 Tabel V. Hasil Pengukuran througput 5G untuk Provider X dan Y Hasil Pengukuran Parameter 13 Mei 2023 Siang Hari Througput (KKbp. Provider X Provider Y HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengukuran QoS dari dua Provider X dan Y untuk aplikasi streaming youtube dengan kualitas 4K akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil pengukuran akan dianalisis dan ditentukan kualitasnya berdasarkan standar ITU-T . Setelah dilakukan pengukuran menggunakan Wireshark, data yang diperoleh akan dihitung menggunakan persamaan untuk mengetahui nilai dari setiap parameter QoS. Berikut adalah masingmasing perhitungan parameter QoS pada setiap Provider. Perhitungan parameter QoS Provider X Throughput ycNEaycycuycyciEaycyycyc = ycu8 906,9960 = 1410 yayca/yc . Paket loss 154593 Oe 154555 ycEycaycoyceyc ycoycuycyc = ycu100 = 0,0245 % Delay ycNycuycycayco yccyceycoycayc = 906,9962 ycIycaycyca Oe ycycaycyca yccyceycoycayc = 0,0058ycu100 = 5,8669 ycoyc . Jitter ycNycuycycayco ycycnycycyceyc = 906. ycIycaycyca Oe ycycaycyca ycycnycycyceyc = 0,0058ycu1000 = 5,8672 ycoyc 1260927 Oe 260920 = 0,0027% Throughput( KB/S) PROVIDER X PROVIDER Y Gambar 1. Grafik Hasil Pengukuran Througput 5G untuk Provider X dan Y. Pada Gambar 1 dapat kita lihat perbandingan antara Provider X dan Provider Y memiliki throughput Provider X memiliki throughput sebesar 1410 Kbps, yang masuk dalam kategori "Sedang" berdasarkan standarisasi Provider Y memiliki throughput sebesar 4527 Kbps, yang masuk dalam kategori "Sangat Baik" Provider Y menawarkan throughput yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Provider X, sehingga dapat memberikan kecepatan unduh yang lebih tinggi. Pada tabel VI TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 memberikan hasil pengukuran mengenai Packet loss 5G Tabel VI. Hasil Pengukuran Packet loss 5G untuk Provider X dan Y Hasil Pengukuran Parameter 13 Mei 2023 Siang Hari Packet loss (%) Provider X 0,0246 Provider Y 0,0027 Grafik pengukuran Packet loss dapat dilihat pada Gambar 2. Pada Gambar 3 dapat kita perhatikan bahwa delay Provider X memiliki nilai delay sebesar 5,8670 ms, yang masuk dalam kategori "Buruk" berdasarkan standarisasi delay. Provider Y memiliki nilai delay sebesar 1,9694 ms, yang masuk dalam kategori "Baik" berdasarkan standarisasi delay. Provider Y menawarkan waktu respons yang lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan Provider X. Selanjutnya pada hasil pengukuran jitter 5G untuk Provider X dan Y ditampilkan pada Tabel Vi dan grafik ditapilkan pada Gambar 4. Packet Loss (%) 0,0300 Tabel Vi. Hasil Pengukuran Jitter 5G untuk Provider X dan Y 0,0246 Hasil Pengukuran Parameter 13 Mei 2023 Siang Jitter . Hari Provider X 5,8672 Provider Y 1,9691 0,0200 0,0100 0,0027 0,0000 PROVIDER X PROVIDER Y Gambar 2 Grafik Hasil Pengukuran packet loss 5G untuk Provider X dan Y. Pada Gambar 2 dapat kita lihat bahwa perbandingan packet loss pada Provider X dan Provider Y yang memiliki packet loss. Provider X memiliki tingkat packet loss sebesar 0,0246%, yang masuk dalam kategori "Baik" berdasarkan standarisasi packet loss. Provider Y memiliki tingkat packet loss sebesar 0,0027%, yang masuk dalam kategori "Sangat Baik" berdasarkan standarisasi packet loss. Kedua Provider menunjukkan tingkat packet loss yang rendah, tetapi Provider Y memiliki tingkat yang lebih rendah lagi, menunjukkan konektivitas yang lebih Untuk hasil pengukuran delay 5G pada Provider di tampilkan pada Tabel VII dan grafik hasil sesuai dengan Gambar 3 Tabel VII. Hasil Pengukuran delay 5G untuk Provider X dan Y Hasil Pengukuran Parameter 13 Mei 2023 Siang Hari Delay . Provider X 5,8670 Provider Y 1,9694 Delay . 8,0000 6,0000 4,0000 2,0000 0,0000 5,8670 1,9694 PROVIDER X PROVIDER Y Gambar 3 Grafik Hasil Pengukuran Delay 5G untuk Provider X dan Jitter . 5,8672 1,9691 PROVIDER X PROVIDER Y Gambar 4 Grafik Hasil Pengukuran delay. Pada Gambar 4 bisa kita liaht perbandingan jitter Provider X memiliki nilai jitter sebesar 8672 ms, yang masuk dalam kategori "Sedang" berdasarkan standarisasi jitter. Provider Y memiliki nilai jitter sebesar 1,9691 ms, yang masuk dalam kategori "Baik" berdasarkan standarisasi jitter. Provider Y menunjukkan performa yang lebih baik dalam mengurangi fluktuasi waktu tunda dan menjaga konsistensi pengiriman data. Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat disimpulkan bahwa Provider Y menawarkan kualitas layanan yang lebih baik dibandingkan dengan Provider X dalam hal throughput yang lebih tinggi, tingkat packet loss yang lebih rendah, delay yang lebih rendah, dan jitter yang lebih baik. Provider Y dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dalam hal koneksi yang stabil, waktu respons yang lebih cepat, dan kualitas layanan yang lebih baik secara keseluruhan. Data perbandingan hasil analisa Provider X dengan dengan jurnal terkait dari parameter yang terlah TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 diukur pada Tabel I sampai dengan Tabel Vi dapat dilihat pada Tabel IX berikut ini. Tabel IX. Perbandingan Hasil Analisa Provider X dengan Jurnal Terkait. Jurnal Jurnal peneliti (Provider X) Jurnal Throughput (Kbp. 410,0000 Packet Delay Jitter loss . (%) 0,0246 5,8670 5,8672 715,3500 0,0020 3,4290 3,6390 Pada Tabel IX diatas dapat di lihat bahwa nilai throughtput Provider X memiliki niali lebih rendah dari junal penelitian sebelumnya dan nilai packet loss Provider X lebih besar dari junal penelitian Untuk nilai delay Provider X lebih besar dari junal penelitian sebelumnya dan nilai jitter Provider X lebih besar dari junal penelitian Untuk data perbandingan hasil analisa Provider Y dengan dengan jurnal terkait dari parameter yang terlah diukur pada tabel I sampai dengan Vi dapat dilihat pada Tabel X berikut ini. Tabel X. Perbandingan Hasil Analisa Provider Y Dengan Jurnal Terkait. Jurnal Jurnal peneliti (Provider Y) Jurnal Throughput Packet Delay Jitter (Kbp. (%) 527,0000 0,0027 1,9694 1,9691 715,3500 0,0020 3,4290 3,6390 Pada Tabel X diatas dapat di lihat bahwa nilai throughtput Provider Y memiliki niali lebih tinggi dari junal penelitian sebelumnya dan nilai packet loss Provider Y lebih besar dari junal penelitian sebelumnya. Sementara itu untuk nilai delay Provider Y lebih rendah dari junal penelitian sebelumnya dan nilai jitter Provider Y juga lebih rendah dari junal penelitian sebelumnya. Pada Tabel IX diatas dapat di lihat bahwa nilai throughtput Provider X memiliki niali lebih rendah dari junal penelitian sebelumnya dan nilai packet loss Provider X lebih besar dari junal penelitian Untuk nilai delay Provider X lebih besar dari junal penelitian sebelumnya dan nilai jitter Provider X lebih besar dari junal penelitian Pada Tabel IX diatas dapat di lihat bahwa nilai throughtput Provider X memiliki niali lebih rendah dari junal penelitian sebelumnya dan nilai packet loss Provider X lebih besar dari junal penelitian sebelumnya. Untuk nilai delay Provider X lebih besar dari junal penelitian sebelumnya dan nilai jitter Provider X lebih besar dari junal penelitian sebelumnya. IV. KESIMPULAN Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Provider X memiliki throughput sebesar 1410 Kbps, sedangkan Provider Y memiliki throughput sebesar 4527 Kbps. Tingkat packet loss pada Provider X sebesar 0,0246%, sedangkan pada Provider Y sebesar 0,0027%. delay yang terukur pada Provider X adalah 5,8670 ms, sedangkan pada Provider Y adalah 1,9694 ms. Jitter yang terukur pada Provider X adalah 5,8672 ms, sedangkan pada Provider Y adalah 1,9691 ms. Berdasarkan hasil pengukuran dan standarisasi yang diberikan oleh ITU-T, dapat disimpulkan bahwa Provider Y memiliki performa yang lebih baik dalam hal throughput, packet loss, delay, dan jitter dibandingkan dengan Provider X. Hasil ini dapat menjadi landasan bagi penyedia layanan telekomunikasi untuk meningkatkan kualitas jaringan 5G mereka dan membantu pengguna dalam memilih Provider yang sesuai dengan kebutuhan mereka. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini. Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dan masukan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA