AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 1 Februari 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE REWARD AND PUNISHMENT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DI MTS NASYIATUL ULUM BAJUR WARU PAMEKASAN TAHUN PELAJARAN 2022-2023 Ach. Kiromuddin achkiromuddin@gmail. Madrasah Tsanawiyah Nasyiatul Ulum Bajur waru Pamekasan. Indonesia ABSTRAK Metode reward and punishment sebagai metode guru dalam memotivasi belajar siswa. Penelitian difokuskan kepada efektivitas penggunaan metode reward and punishment dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlaq. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan subjek penelitian kepala sokalah, guru mapel, dan sebagian siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan Hasil penelitian menunjukan bahwa: . Penggunaan metode reward and punishment dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlaq terbukti efeketif. Faktor pendukung penggunaan metode reward and punishment dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah: adanya dukungan dari sekolah dan orang tua, kewenangan mengelola reward, kesadaran peserta didik, dan motivasi peserta didik. Sedangkan faktor penghambat digunakannya metode reward and punishment tersebut yaitu: tingkat kemampuan peserta didik yang berbeda, biaya, lingkungan, kurangnya perhatian dari orang tua, dan adanya HAM. Sejauh ini penggunaan metode reward and punishment memberikan perubahan motivasi pada siswa berupa perubahan sikap, aktif, dan lebih menghargai guru dan sesama siswa. Implikasi penelitian ini adalah: . Peran Sistem Reward and Punishment, . Pemberian Umpan Balik yang Efektif, . Pembentukan Disiplin dan Etika Belajar, . Perluasan Repertoar Pendidikan, . Pentingnya Konsistensi dan Transparansi. Kata kunci: Metode reward and punishment, motivasi belajar, aqidah akhlaq. ABSTRACT The reward and punishment method as a teacher's method of motivating student learning. The research focused on the effectiveness of using the reward and punishment method in increasing students' learning motivation in aqidah and akhlaq subjects. The research method used in this research is qualitative with research subjects being the head of the school, subject teachers, and some students. Data collection was carried out using observation, interviews and documentation The results of the research show that: . The use of the reward and punishment method in increasing students' learning motivation in the aqidah akhlaq subject has proven to be effective. Supporting factors for using the reward and punishment method in increasing student learning motivation in the Aqidah Akhlaq subject are: support from the school and parents, authority to manage rewards, student awareness, and student motivation. Meanwhile, the inhibiting factors for using the reward and punishment method are: different levels of student ability, cost, environment, lack of attention from parents, and the existence of human rights. So far, the use of the reward and punishment method has provided changes in students' motivation in the form of changes in attitude, being active, and showing more respect for teachers and fellow students. The implications of this research are: . The role of the Reward and Punishment System, . Providing Effective Feedback, . Formation of Learning Discipline and Ethics, . the Expansion of the Educational Repertoire, . The Importance of Consistency and Transparency. Keywords: Reward and punishment methods, learning motivation, aqidah and morals. Ach. Kiromuddin PENDAHULUAN sangat mendasar untuk dipahami guru adalah Pendidikan adalah suatu pembentukan dengan bermacam cara yang kita pilih, supaya sebagai salah satu komponen bagi keberhasilan bagus pertumbuhan jasmani dan rohaninya, kegiatan belajar-mengajar sama pentingnya sehat otaknya dan baik budi pekertinya, sehingga dapat mencapai cita Ae cita dan bahagia keseluruhan komponen pendidikan. Makin tepat lahir dan batinnya. Pendidikan sebenarnya metode yang digunakan oleh guru dalam merupakan suatu peristiwa yang kompleks, mengajar maka akan semakin efektif pula yaitu peristiwa terjadinya rangkaian kegiatan kegiatan pembelajaran. Penafian peran metode komunikasi antara manusia sehingga manusia secara sadar dalam proses pendidikan dan tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang pengajaran akan menghambat aktivitas pendidikan. komponen-komponen Pendidikan dapat juga diartikan sebagai Metode bisa juga disebut sebagai taktik usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf pelajaran yang diaplikasikan oleh guru sebagai hidup atau untuk kemajuan yang lebih baik. media untuk menempuh tujuan pelajaran yang Pendidikan dapat mengembangkan karakter melalui berbagai macam kegiatan, seperti mengajar, daya serap peserta didik tentu saja penanaman nilai, pengembangan budi pekerti, tidak sama. Dalam mengahadapi perbedaan nilai agama, pembelajaran dan pelatihan nilai- tersebut, metode pembelajaran yang tepat sangat nilal moral, dan lain sebagainya. Metode pembelajaran tersebut ialah Dalam Metode, didefinisikan sebagai cara-cara salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh menyajikan bahan pelajaran pada peserta didik guru untuk menghadapi masalah sehingga untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. pencapaian tujuan pengajaran dapat tercapai Metode pendidikan harus mempertimbangkan dengan baik. Dengan pemanfaatan metode yang kebutuhan, ketertarikan, sifat dan kesungguhan tepat, efektif dan efesien, guru akan mampu serta juga harus memberikan kesempatan pada mencapai tujuan pembelajaran. mengembangkan dan Motivasi Pendidik dalam memberikan pelajaran harus menyangkut minat perhatian aktivitas dan bisa memberi keleluasaan sehingga para peserta partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. didik dapat berperan aktif dalam proses belajar Siswa yang memiliki motivasi dalam belajar Oleh karena itu, salah satu hal yang akan menampakkan minat yang besar dan Cholil Umam. Ilmu Pendidikan Islam, (Surabaya: Duta Aksara 1. , 17. Moh User Usman. Menjadi Guru Profesional, (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2. , 5. Ach. Kiromuddin perhatian penuh dalam proses belajar. Begitu motivasi yang rendah dalam belajar akan menampakkan kemalasan, keengganan cepat bosan dan berusaha menghindar dari kegiatan a a e e a a a a Aaea a ac a A a aOE EA a AO e aA E aIA a AE I a aA A AaE a AOON acEaOI IIO ua CA a a a a a e a a a a a aAIaO AA a a AaOEA AO aOA aa acEE EEIn auaO CA a aAIaO Oa AA e aa a Aa A a aa a e a a Aa a A AA no acEE acEaOI aIIO IaIEI OacEaOI OO EaEI A a a aa a a a A AOA a AOacEE aI IEOIA Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu AuBerilah kelapangan di dalam majelis-majelis,Ay lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan Apabila dikatakan. AuBerdirilah,Ay . Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. QS. Al-Mujadilah: Ayat 11. seharusnya peserta didik itu belajar melalui Pemberian reward . disesuaikan Motivasi menggunakan indikator perhatian . , relevansi, keterkaitan . , kepercayaan diri . dan kepuasan . Strategi guru dalam meningkatkan motivasi atau prestasi peserta didik disini dengan mencari penggunaan metode yang menarik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa, dengan situasi dan kondisi peserta didik, yakni dalam hal keaktifan maupun hasil tes yang memuaskan sehingga pihak guru tergerak meningkat secara terus menerus mencapai hasil untuk memberikan penghargaan bagi siswa belajar yang optimal. yang berprestasi. Pemberian hadiah berarti Untuk itu guru berusaha memotivasi siswa penghargaan atas perilaku baik yang dilakukan agar mereka lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran, salah satunya dengan cara hubungannya dengan minat dan penerapan memberikan reward . dan punishment Hadiah atau seringkali disebut dengan . yang bersifat mendidik dalam hal AuganjaranAy dalam bahasa arab diistilahkan pendidikan yang AutsawabAy. Kata AutsawabAy bisa juga berarti pendidikan keislaman sesuai dengan perintah pahala, upah dan balasan. Kata AutsawabAy Allah kepada nabi Muhammad saw. Yang banyak ditemukan dalam Al- QurAan, dan selalu tertuang dalam ayat berikut: diterjemahkan kepada balasan yang baik. Sebagaimana salah satu diantaranya dapat dilihat dalam firman Allah swt surat Ali Imran ayat 148: Mulyasa. Standar Komptensi Dan Sertifikasi Guru, (Bandung: Remaja Dosdakarya, 2. , 58. Anis Nur Alifi. Upaya Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Biologi Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model TAI Pada Siswa Kelas Vi. SMP Negei 1 Gedeg Mojokerto Skripsi (Malang: Universitas Negeri Malang 2. , 19-20. Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-Qur`an Dan Terjemahan. (Cet. 1 Bandung 2. , 911. Ach. Kiromuddin ca AA a AE IOa aO a aI a aO eE aa aO A a AacEE a aOA a aiiaaO a aN aI A Pemberian hadiah dan hukuman juga AacEEA a ca A aaOAdilakukan di MTs Nasyiatul Ulum. Pemberian a AIA AaIOA a Aa E aIA AuKarena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat, dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. Ay (QS. Ali Imran: . Punishment . dalam bahasa arab hadiah dan hukuman ini dilakukan untuk membuat siswa terdorong untuk melakukan kegiatan belajar dan takut mendapat hukuman Pemberian hadiah dan hukuman merupakan diistilahkan dengan Auiqab, jazaA dan AuqabahAy. Kata AuiqabAy bisa juga berarti balasan. Al- menguatkan motivasi belajar siswa di MTs QurAan memakai kata AuiqabAy sebanyak 20 kali. Nasyiatul Ulum. Dengan pemberian hadiah dan Salah satunya terdapat pada ayat berikut ini: e a a A a A a a a A a AaE aA Aii aaOaaIaA a A aE A aOI OacEaOI IaI CEaNaIo EOA a a a a a a a a a aa a A AA AaCA a AANI acEE aIO a aNI OacEE aO EA Au(Keadaan merek. adalah sebagai keadaan kaum firAaun dan orangorang yang sebelumnya, mereka mendustakan ayat-ayat kami, karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka dan Allah sangat keras siksanya. Ay (QS. AlImran:. Seorang guru memiliki peran penting Kembali hukuman diharapkan agar siswa termotivasi dalam belajar baik itu di rumah maupun saat proses pembelajaran di sekolah berlangsung. Diharapkan pula dapat menjadi pembiasaan berkelanjutan untuk peserta didik. Dalam mempunyai kedudukan yang sangat penting Bahkan merupakan sebuah seni dalam mentransfer ilmu pengetahuan atau materi pelajaran kepada belajar siswa dan menertibkan siswa, pemberian dibanding dengan materi sendiri. Bila mana rangsangan yang diberikan oleh guru dapat meningkatkan minat belajar siswa. Dengan menyampaikan bahan pelajaran itu tepat maka adanya alat pembelajaran berupa reward disini dapat diraih tujuan yang telah diprogramkan. diharapkan bisa menimbulkan energi dalam Adapun belajar dan dapat menciptakan suasana belajar penyampaiannya kurang tepat dan tidak sesuai yang menyenangkan dan dengan diberikan pembelajaran, maka hasilnya mustahil dapat siswa dalam proses belajar juga menjadikan perbaikan terhadap kesalahan siswa. terwujud meski baik dan bagusnya tujuan yang telah Tidak ada metode yang berdiri sendiri kecuali di gabungkan dengan metode yang lain. Ibid, 100. Ibid, 76. Tiap-tiap masing-masing Ach. Kiromuddin kelebihan dan kekurangan. Ada metode yang penggunaan efektivitas penggunaan metode tepat digunakan kepada peserta didik dalam reward and punishment dengan mengambil jumlah yang besar, ada pula metode yang tepat MTs Nasyiatul Ulum Bajur Waru Pamekasan digunakan kepada peserta didik dalam jumlah sebagai loaksi penelitian. Dengan demikian Ada yang tepat digunakan di dalam kelas maka judul penelitian ini adalah: AuEfektivitas dan ada pula yang tepat digunakan di luar kelas. Penggunaan Metode Reward And Punishment Proses Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa suatu proses mengisi otak dengan pengetahuan. Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq di MTs sejalan dengan pandangan tersebut. Nasyiatul Ulum Bajur Waru Pamekasan Tahun yang digunakan pendidik banyak berpusat Pelajaran 2022-2023. Ay kepada metode ceramah, bagaimana pun sifat dan bahan ajar serta situasi yang dihadapinya. METODE PENELITIAN lahirlah teori-teori baru yang menjelaskan Metode penelitian yang digunakan dalam karakteristik belajar mengajar dan salah satu kegiatan penelitian ini adalah menggunakan metode tersebut adalah metode reward dan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian punishment . adiah dan hukuma. kepala sokalah, guru mata pelajaran Pendidikan Reward . emberian agama Islam, dan sebagian siswa yang peneliti ganjaran dan hukuma. dalam ilmu pedagogi anggap memahami persoalan yang sedang peneliti teliti saat ini. Sedangkan Teknik Pemberian hukuman bertujuan agar pengumpulan data dilakukan dalam kegiatan memberikan efek jera, mencegah berlanjutnya penelitian ini adalah dengan cara perilaku negatif dan ganjaran berguna untuk wawancara kepada para informan, kemudian penguatan atas perilaku positif. Reward dan peneliti perkuat dengan melakukan observasi punishment juga dikenal dalam ajaran agama Dalam Islam diajarkan tentang adanya dokumentasi yang penliti dapatkan di lapangan. surga dan neraka. Siapa saja yang melakukan Data yang sudah peneliti dapatkan tersebut amal buruk . atau mengingkari ajaran kepmuai peneliti reduksi dan dilakukan diplay Allah SWT. adalah dosa dan diberi azab data untuk penarikan sebuah kesimpulan yang . dan siapa saja yang melakukan kemudian peneliti jadikan sebuah temuan amal baik . , mematuhi perintah serta meninggalkan larangannya, maka akan diberi pahala . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan uraian di atas, maka penulis Pembahasan dalam hal ini merupakan tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang rangkuman dari uraian yang telah peneliti Ach. Kiromuddin yang memiliki gagasan menerapkan metode didukung oleh wawancara dengan guru akidah hadiah dan hukuman di sekolah tersebut. Cara akhlak sebagai pembuktian bahwa guru akidah Bapak Ahmad Hanif yang termasuk mengikuti akhlak dalam proses pembelajaran berusaha perkembangan metode belajar dianggap sangat agar memberikan hadiah ketika itu sebagai menarik karena diterapkan pada sekolah yang motivasi dan semangat belajar peserta didik. Dan sebaliknya memberikan hukuman ketika Penerapan metode hadiah dan hukuman juga bagi semua peserta didik, bukan peserta didik kesalahan sebagai usaha untuk menyadarkan yang terpilih karena tujuan utama justru dan tidak mengulangi lagi kesalahan. mendongkrak semangat belajar peserta didik Motivasi belajar merupakan salah satu yang memiliki prestasi kurang baik. Dengan faktor yang mempengaruhi keberhasilan peserta hadiah dan hukuman tersebut dapat membawa didik untuk meningkatkan prestasi belajar di nilai positif bagi perkembangan peserta didik sekolah dan dorongan bagi peserta didik agar dalam menuntuk ilmu. Akibat dari hukuman bersemangat untuk mendapatkan hasil yang adalah dapat memberi dorongan kepada peserta Berdasarkan penilaian di MTs Nasyiatul didik agar mau merubah sifat dan sikapkanya Ulum untuk hasil atau prestasi yang diperoleh. berupaya meningkatkan prestasi peserta didik Walaupun hadiah itu berbentuk pahala yaitu walaupun letaknya berada jauh dari perkotaan. suatu hadiah yang tidak tampak, akan tetapi Dalam rangka meningkatkan motivasi dapat membawa kepuasan tersendiri bagi si belajar peserta didik maka guru kelas secara penerima hadiah tersebut dan yang lebih hukuman dalam kegiatan belajar mengajar baik termotivasi untuk belajar. akademik maupun non akademik. Hadiah juga Dengan demikian, dapatlah diambil suatu dapat diartikan penghargaan untuk prestasi pemahaman bahwa hadiah dan hukuman akan peserta didik. Hukuman diartikan sebagai memotivasi peserta didik untuk menjadi lebih hukuman bagi peserta didik yang melanggar tata baik yang pada akhirnya berpengaruh positif Penerapkan metode hadiah dan hukuman oleh guru akidah akhlak merupakan cara membentuk keperibadian yang baik. Pemberian hadiah di MTs Nasyiatul Ulum sederhana agar peserta didik terdorong untuk Pemberian hadiah yang diterapkan mau belajar. Penelitian ini dikhususkan pada guru akidah akhlak dalam kegiatan belajar peserta didik MTs Nasyiatul Ulum dikarenakan mengajar dengan beberapa cara sebagai guru akidah akhlak yaitu . Bapak Ahmad Hanif Ach. Kiromuddin Pujian Metode hadiah ini diterapkan oleh Bapak Dalam usaha memotivasi peserta Ahmad Hanif didik Bapak Ahmad Hanif guru akidah merupakan cara yang paling sederhana, murah dan mudah. Hadiah jenis ini di memberikan pujian kepada peserta didik peruntukkan bagi seluruh peserta didik yang melakukan hal-hal yang benar dan MTs Nasyiatul Ulum. Mengenai waktu baik dalam hal mata pelajaran ataupun pelaksanaan metode ini tidak terjadwal diluar mata pelajaran akidah akhlak. karena metode ini dilaksanakan kapanpun Peserta didik merasa senang jika dipuji bahkan ketika peserta didik memungut oleh guru atas suatu pekerjaan yang telah sampah lalu membuangnya ke tempat selesai dikerjakan dengan baik. Pujian yang dipakai oleh Bapak Ahmad Hanif memberikan hadiah berupa senyuman antara lain berupa kata baik, bagus, bagus kepada peserta didik beserta acungan sekali, pintar dan sebagainya. Berdasarkan Begitupula mengenai tempat, hasil observasi yang dilakukan oleh metode ini juga di laksanakan dimanapun peneliti saat proses pembelajaran akidah oleh Bapak Ahmad Hanif, di lingkungan akhlak terlihat Bapak Ahmad Hanif sekolah maupun di luar sekolah. Hadiah memberikan pijian berupa kata pujian saat yang dilaksanakan dilingkungan sekolah bersifat akademis seperti memberikan pujian saat peserta didik berani menjawab soal ataupun mengerjakan soal akidah MTs Nasyiatul Ulum Bapak gaduh di dalam kelas dan ketika peserta dilingkungan luar sekolah Bapak Ahmad didik mematuhi peraturan. Bapak Ahmad Hanif Hanif juga memberikan hadiah dengan senyuman, tepuk tangan dan acungan memberikan pujian dengan ucapan AuPintar jawaban sudah benar besok berarti waktu memberi salam dan bersalaman dengan ulangan bisa mendapat nilai bagus bahkan bapak atau ibu guru. Pelaksanaan metode Kalimat ya!Ay. Hanif mengikuti pelajaran dengan baik, tidak Ahmad hadiah dengan gerakan tubuh ini tidak tersebut merupakan hadiah yang juga memerlukan persiapan karena mengingat terdapat motivasi di dalamnya. metode ini sangat mudah dan dapat Gerakan Tubuh diterapkan dimana dan kapan saja. Hadiah Hadiah berupa senyuman, pujian dilaksanakan secara sederhana dan mudah atau acungan jempol, bahkantepuk tangan. yaitu anggukan sebagai tanda benar Ach. Kiromuddin disertai dengan senyuman memberikan terlihat bahwa peserta didik yang berhasil acungan jempol sebagai tanda bagus atau menyelesaikan soal yang sulit. Disuruh benar pada tugas yang dikerjakan oleh maju kedepan untuk mengerjakan di peserta didik. Seperti Bapak Ahmad Hanif papan tulis untuk dicontoh oleh teman- bertanya siapa yang sudah mengerjakan PR dan semua peserta didik tunjuk tangan. Tanda Penghargaan Maka secara langsung Bapak Ahmad Metode hadiah selanjutnya yang Hanif memberikan acungan jempol sambil diterapkan oleh guru akidah akhlak yaitu terenyum yang menandakan kepuasan memberikan hadiah berupa piala atau melakukan hal yang baik. Penerapan dorongan agar peserta didik memiliki Hal tersebut dapat dikatakan hadiah, hadiah juga menjadi sebuah dorongan bagi semangat dalam berprestasi. Makanan ringan atau permen dapat pesert didik. Senyuman, pujian bahkan acungan jempol yang merupakan cara metode ini dilakukan secara berkala yaitu saat kegiatan belajar mengajar dikelas, dilakukan semua guru, namun memiliki setelah ujian semester dan kenaikan kelas. Metode ini hanya diterapkan di kelas dan Pelaksanaan lingkungan sekolah. Penerapan Penerapan observasi yang guru memberikan pujian minimal satu bulan dua kali pada mata pada peserta didik yang menjawab soal pelajaran yang tidak ditentukan. Namun saat mata pelajaran akidah akhlak. yang sering pada mata pelajaran akidah Penghormatan Selain akhlak dan sejarah kebudayaan islam, mengingat kurangnya minat peserta didik berbentuk pujian guru akidah akhlak juga mengikuti kegiatan tesebut. penerapan yang lain adalah setelah ujian smester dan kenaikan kelas, hadiah ini peserta didik yang melakukan pekerjaan ataupun tugas dengan baik mendapatkan Pada proses pembelajaran Bapak penghormatan diumumkan dan dipanggil Ahmad Hanif menerapkan metode ini kedepan teman-temannya di depan kelas. dengan memberikan beberapa pertanyaan Hasil observasi yang dilakukan peneliti atau soal untuk beberapa mata pelajaran Ach. Kiromuddin Persiapan yang dilakukan adalah dorongan agar peserta didik disiplin mempersiapkan hadiah yaitu berupa alat terhadap peraturan yang berlaku. Metode tulis, snack ringan seperti wafer atau roti Hukuman yang diterapkan Bapak Ahmad Hanif Peserta mengetahui jadwal pelaksanaan metode akidah akhlak seperti Peserta upacara Hal tersebut agar peserta didik selalu sidang demikian peserta didik dapat siap setiap saat. Hadiah yang diberikan belajar dengan baik. Untuk membentuk juga bukan benda yang mahal. peserta didik lupa mengerjakan PR maka memberi makna yang baik sehingga akan diberi hukuman berupa menulis peserta didik termotivasi untuk belajar. kalimat yang ditentukan sebanyak lima Hal tersebut dibuktikan dengan hasil halaman agar tidak lupa kembali. Bahkan observasi peneliti yaitu pemberian hadiah bisa saja disuruh membersihkan kelas bagi lima peserta didik yang dapat Hal tersebut bertujuan agar menjawab dapat menjawab pertanyaan peserta didik terus mengingat bahwa saat proses pembelajaran akidah akhlak disiplin dalam mengerjakan tugas juga pada hari Kamis, 18 Mei 2023. Kelima Tanpa menggunakan kekerasan peserta didik yang mendapatkan hadiah juga dapat memberikan hukuman kepada berupa uang Rp. 000 yaitu Mohammad peserta didik. Rosi. Muhammad Thollib. Rudi Pranata. Peserta Shofiana. Hasanah hukuman apabila membuat ribut atau sedangkan setelah ujian semester atau gaduh di dalam kelas, bisanya hukuman kenaikan kelas peserta didik mendapatkan untuk peserta didik yang gaduh atau ribut hadiah bagi yang mendapatkan nilai diberi peringatan kalau tetap ribut baru terbaik atau mendapatkan juara kelas disuruh keluar kelas. Dari berbagai jenis pelanggaran biasanya peserta didik baru Mamluatul dipersiapkan oleh sekolah. melanggar sekali maka akan diberitahu. Pemberian Hukuman di MTs Nasyiatul jika terulang kedua kali maka peserta Ulum didik akan diberi teguran dan apabila Hukuman berprilaku kurang baik dan tidak sesuai Jadi dengan hadiah dan hukuman, dengan peraturan yang berlaku. Hukuman peserta didik diharapkan: yang diberikan merupakan hukuman yang agar tumbuh pada diri anak rasa membuat jera, edukatif dan memberikan menghormati dirinya dan orang lain Ach. Kiromuddin Agar termotivasi kearah pribadi yang yang tidak tampak, akan tetapi dapat normative, disiplin dan tanggung jawab membawa kepuasan tersendiri bagi si terhadap hak dan kewajibannya. penerima hadiah tersebut dan yang lebih Untuk sehat diantara teman- terpenting adalah peserta didik selalu termotivasi untuk belajar teman yang lain, dan rasa malas yang selalu ada pada diri anak. Dengan demikian, dapat diambil suatu pemahaman bahwa hadiah dan Untuk merangsang peserta didik haus hukuman adalah penggunaan metode terhadap ilmu, sehingga timbul rasa yang efektif, dan akan memotivasi cinta ilmu dan berusaha untuk belajar peserta didik untuk menjadi lebih baik dengan tekun dan rajin. yang pada akhirnya berpengaruh positif Untuk menanamkan rasa kasih sayang pada dirinya sendiri dan orang lain. terhadap tingkah lakunya sehingga dapat membentuk keperibadian yang baik. Agar dengan hadiah dan hukuman Dari serangkaian wawancara diatas terketuk hatinya untuk belajar secara dapat dikatakan bahwasanya, keadaan Tujuan pedagogis dari hukuman yang MTs diharapkan yaitu memperbaiki watak Nasyiatul Ulum dan kepribadian peserta didik, untuk penerapan metode hadiah dan hukuman. mendidik anak kearah kebaikan akan Kemudian penggunaan metode hadiah Pendidikan akhlak di sekolah sekarang tak mungkin hanya dapat diberikan saja pada anak-anak, dan MTs dituntut dari mereka supaya menerima Nasyiatul Ulum terbukti efektif. apa saja yang diajarkan. Implikasi penelitian tentang efektivitas Dengan hadiah dan hukuman penggunaan metode Reward and Punishment tersebut dapat membawa nilai positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa bagi perkembangan peserta didik dalam pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di MTS menuntut ilmu. Akibat dari hukuman Nasyiatul Ulum Bajur Waru Pamekasan pada adalah dapat memberi dorongan kepada tahun pelajaran 2022-2023 dapat mencakup peserta didik agar mau merubah sifat dan beberapa aspek berikut: sikapkanya untuk hasil atau prestasi Peran Sistem Reward and Punishment: yang diperoleh, walaupun hadiah itu Penelitian ini menyoroti peran sistem Reward berbentuk pahala yaitu suatu hadiah and Punishment dalam meningkatkan motivasi Ach. Kiromuddin belajar siswa. Implikasinya adalah penting bagi reward seperti pujian, pengakuan, atau hadiah MTS Nasyiatul Ulum Bajur Waru Pamekasan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem penugasan tambahan, atau konsekuensi yang yang jelas dan konsisten dalam memberikan sesuai dengan pelanggaran. bagi pencapaian positif Pentingnya Konsistensi dan Transparansi: siswa dan punishment . atas perilaku Implikasi lainnya adalah pentingnya konsistensi yang tidak diinginkan. dan transparansi dalam penerapan metode Pemberian Umpan Balik yang Efektif: Metode Reward Punishment Reward Punishment. Siswa memahami dengan jelas kriteria yang digunakan digunakan sebagai alat untuk memberikan dalam memberikan reward dan punishment, umpan balik yang efektif kepada siswa tentang serta konsekuensi dari tindakan mereka. Hal ini kinerja mereka dalam pembelajaran Aqidah akan membantu membangun kepercayaan siswa Akhlak. Implikasinya adalah guru-guru perlu terhadap proses pembelajaran. memberikan reward yang tepat waktu dan sesuai Dengan menerapkan implikasi-implikasi dengan pencapaian siswa, serta hukuman yang ini, diharapkan MTS Nasyiatul Ulum Bajur Waru Pamekasan dapat menciptakan lingkungan pelanggaran aturan. pembelajaran yang mendukung dan memotivasi Pembentukan Disiplin dan Etika Belajar: siswa dalam belajar Aqidah Akhlak, sementara Penggunaan metode Reward and Punishment juga memperkuat disiplin, etika belajar, dan dapat membantu membentuk disiplin dan etika kemandirian siswa dalam mencapai prestasi belajar yang baik pada siswa. Implikasinya akademik yang lebih baik. adalah MTS Nasyiatul Ulum Bajur Waru Pamekasan perlu mengintegrasikan nilai-nilai KESIMPULAN seperti kesungguhan, tanggung jawab, dan kerja Berdasarkan pembahasan dan uraian pada keras dalam sistem reward dan punishment bab-bab terdahulu dapat diambil kesimpulan pembelajar yang lebih mandiri dan bertanggung Penggunaan metode reward and punishment dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Perluasan Repertoar Pendidikan: Guru- pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq di MTs Nasyiatul Ulum terbukti efektif. Hal ini dapat repertoar metode dibuktikan dengan hasil wawancara yang elemen-elemen Reward and Punishment ke peneliti lakukan kepada kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan sebagian siswa. Dan juga Implikasinya adalah guru dapat menggunakan dapat dibuktikan dengan hasil dokumentasi Ach. Kiromuddin rekapitulasi ledger . umpulan nilai rapor. semester ganjil dan genap. Faktor reward and punishment dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq di MTs Nasyiatul Ulum yaitu: adanya dukungan dari sekolah dan tua/wali, reward, kesadaran peserta didik, dan motivasi peserta didik. Sedangkan faktor penghambat kemampuan peserta didik yang berbeda, biaya, lingkungan, kurangnya perhatian dari orang tua, dan adanya HAM. Implikasi penelitian ini adalah: Peran Sistem Reward and Punishment. Pemberian Umpan Balik yang Efektif. Pembentukan Disiplin dan Etika Belajar. Perluasan Repertoar Pendidikan. Pentingnya Konsistensi dan Transparansi. Dengan menerapkan implikasi-implikasi ini, diharapkan MTS Nasyiatul Ulum Bajur Waru Pamekasan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung dan memotivasi siswa dalam belajar Aqidah Akhlak, sementara juga memperkuat disiplin, etika belajar, dan kemandirian siswa dalam mencapai prestasi akademik yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA