Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 040 - 050 DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN UNTUK MENCEGAH KEJADIAN STUNTING PADA ANAK Rifka Putri Andayani1. Lenni Sastra2. Putri Nelly Syofiah3. Refki Riyantori4. Dika Dwi Muharamsyah5. Susi Lidiyawati6. Rosiana Wulandari7. Aulia Wulandari8. Putri Mayanda Sutami9. Mahkfira Putria Roza10 1Prodi D-i Keperawatan/STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 2,4Prodi S-I Keperawatan/STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 3Prodi S-I Kebidanan/STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 5Tendik/STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 6,7Mahasiswa Prodi D-i Keperawatan/STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 8Mahasiswa Prodi S-I Keperawatan/STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 9,10Mahasiswa Prodi S-I Kebidanan/STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang E-mail korespondensi: rifkaputriandayani@gmail. Article History: Abstrak: Received: 10 Juni 2023 Revised: 19 Juni 2023 Accepted: 28 Juni 2023 Latar Belakang: Hasil pencarian masyarakat sebagai nelayan di Kampung Nelayan Bestari yaitu ikan hasil tangkapan seperti ikan tuna, ikan tongkol dan ikan cakalang. Ikan ini merupakan hasil tangkapan oleh nelayan dengan menggunakan bagan. Masyarakat belum sepenuhnya menyadari manfaat dari mengkonsumsi ikan. Hasil olahan ikan dapat dijadikan sumber protein bagi ibu hamil dan dapat mencegah stunting pada anak. Ibu hamil dapat mengkonsumsi ikan sehingga mulai mempersiapkan 1. hari pertama kehidupan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan tahap pengumpulan data kepada mitra dan hasil observasi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan dengan melakukan pelatihan dan transfer ilmu serta diakhiri dengan melakukan monitoring dan evaluasi. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan transfer ilmu terkait diversifikasi produk olahan ikan dalam bentuk jajanan makanan sehat pada anak usia sekolah untuk mencegah kejadian stunting pada anak serta memberikan pelatihan berwirausaha dan pemasaran produk secara online berbasiskan teknologi yang dilakukan dirumah sendiri. Hasil: Bahan dasar ikan sangat mudah didapatkan oleh masyarakat setempat. Hasil diversifikasi olahan ikan menjadi jajanan sehat ini mampu diproduksi oleh mitra dan mitra dapat menyebarluarskan hasil olahan ikan yang dilakukan melalui penjualan media online. Kata Kunci: Diversifikasi. makanan sehat. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 040 - 050 Abstract: Keywords: Diversification. healthy food. Background: The results of the community's livelihood as fishermen in the Bestari Fisherman's Village are caught fish such as tuna, tuna and skipjack. This fish is caught by fishermen using a chart. People are not fully aware of the benefits of consuming fish. Processed fish products can be used as a source of protein for pregnant women and can prevent stunting in children. Pregnant women can consume fish so start preparing for the first 1,000 days of life. Method: This community service activity begins with the data collection stage for partners and the results of observations, the preparation stage, the activity implementation stage by conducting training and knowledge transfer and ending with monitoring and evaluation. The method used in this community service is to provide knowledge transfer related to the diversification of processed fish products in the form of healthy snacks for school-age children to prevent stunting in children as well as provide entrepreneurship training and technology-based online product marketing done at home. Result: The basic ingredients of fish are very easy to obtain by the local community. The results of diversification of processed fish into healthy snacks can be produced by partners and partners can disseminate processed fish products through online media sales. Pendahuluan SD Negeri 31 Pasir Kandang terletak di Kampung Nelayan Bestari yang berada di Kelurahan Pasie Nan Tigo berada di Kecamatan Koto Tangah. Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Luas kelurahan ini yaitu 593,08 Ha, 35 Ha daerah ini adalah laut yang terdiri dari 14 RW dan 52 RT dengan jumlah penduduk 9. 444 jiwa. Kelurahan Pasie Nan Tigo berada 1 meter di atas permukaan laut dengan keadaan suhu rata-rata 450. Batas wilayah Pasie Nan Tigo terdiri dari sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Lubuk Buaya, sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Bungo Pasang, sebelah barat berbatasan dengan Samudera Indonesia dan sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Batu Ganting. Masyarakat di Kelurahan Pasie Nan Tigo sebagian besar bermata pencarian sebagai nelayan yaitu 915 orang dengan jumlah armada tangkap kapal bagan sebanyak 37 unit. Hal ini karena di Kelurahan Pasie Nan Tigo berada di daerah sekitar pantai. Selain sebagai nelayan, mata pencarian masyarakat di Kelurahan ini yaitu sebagai pedagang, pegawai swasta, polisi. TNI, perawat dan wiraswasta. Pasie Nan Tigo berdasarkan sebaran jumlah rumah tangga nelayan miskin di Kota Padang merupakan yang terbanyak di Kecamatan Koto Tangah yaitu 180 kepala keluarga. Ratarata produksi dari hasil penagkapan ikan yaitu sebanyak 5. 569 TON setiap tahunnya. Hasil utama tangkapan ikan di Kampung Nelayan Bestari yaitu ikan tuna, ikan tongkol dan ikan cakalang (Data Kelurahan Pasie Nan Tigo, 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh Wali Kota Padang dalam percepatan pengembangan wilayah melalui pembangunan kampung tematik di Kota ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 040 - 050 Padang, salah satunya adalah Pengembangan Kampung Nelayan Bestari di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang didapatkan data bahwa belum maksimalnya pemberdayaan masyarakat di sekitar kelurahan dan belum adanya tanda pengenal yang menjadi ciri khas wilayah kampung tematik di Pasie Nan Tigo ini. Disepanjang pasir pantai yang indah belum terdapat tempat sampah yang terpilah, fasilitas umum yang belum memadai disepanjang pasir seperti mushola dan MCK yang membuat kesulitan wisatawan yang ingin mengunjungi daerah Kampung Nelayan Bestari ini. Gambar 1. Pondok-Pondok di Sepanjang Pesisir Pantai Gambar 2. Kondisi Toilet Umum di Kampung Nelayan Bestari Lokasi Kampung Nelayan Bestari ini lebih kurang 13 km dari Kantor Walikota Padang dan 12 km dari perguruan tinggi pengabdi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pengabdi dengan pihak Kelurahan dan masyarakat Kampung Nelayan Bestari, permasalahan mitra yang terdapat disana adalah: Kesehatan Hasil pencaharian masyarakat sebagai nelayan di Kampung Nelayan Bestari yaitu ikan hasil tangkapan seperti ikan tuna, ikan tongkol dan ikan cakalang. Ikan ini ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 040 - 050 merupakan hasil tangkapan oleh nelayan dengan menggunakan bagan sebanyak 37 bagan. Masyarakat setempat belum sepenuhnya menyadari manfaat dari mengkonsumsi ikan. Hasil olahan ikan dapat dijadikan sumber protein bagi ibu hamil dan dapat mencegah stunting pada anak. Ibu hamil dapat mengkonsumsi ikan sehingga mulai mempersiapkan 1. 000 hari pertama kehidupan. Nelayan melakukan penangkapan ikan setiap hari kecuali saat cuaca pasang. Saat air laut pasang, maka nelayan tidak pergi untuk menangkap ikan. Proses Produksi dan Distribusi Hasil tangkapan ikan dari nelayan akan dikumpulkan dan dijual oleh pedagang Selain sebagai nelayan, mata pencarian penduduk sekitar juga sebagai Proses pendistribusian hasil olahan ikan dijual pada warung-warung disepanjang daerah pasir pantai dan diolah dalam bentuk olahan ikan gulai atau gulai ikan pukek. Manajemen Manajemen yang dilakukan oleh mitra di Kampung Nelayan Bestari ini masih menggunakan manajemen usaha mandiri. Nelayan masih menggunakan tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Nelayan menjual hasil tangkapan ikan dan belum memiliki sistem manajemen administrasi yang lebih bagus. Nelayan hanya berfikir kerja sekarang dan dapat uang lalu dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan pokok hari itu juga (Dapek pagi, habih patan. Nelayan belum memikirkan tentang ide-ide kreatif yang dapat dijadikan sebagai modifikasi hasil tangkapan ikan yang dapat dipasarkan dalam bentuk yang lebih menarik. Pengunjung yang datang ke Kampung Nelayan Bestari juga tidak ada sistem Pengunjung dapat keluar masuk ke lokasi tanpa dikenai biaya karcis atau biaya parkir kendaraan. Masyarakat terkendala dengan sumber daya manusia yang terampil dan mampu untuk mengelola lokasi jika dijadikan sebagai objek wisata. Pemasaran Berdasarkan survey yang dilakukan oleh tim pengabdi ke lokasi Kampung Nelayan Bestari ini terlihat bahwa banyaknya pengunjung yang datang dan berbelanja ikan segar. Selain itu, juga terdapat pengunjung yang datang untuk berwisata di Kampung Nelayan Bestari ini. Sepanjang pantai terdapat pondokpondok untuk bersantai dan terdapat ayunan untuk bersantai bagi anak-anak maupun orang dewasa. Setiap pengunjung hanya dikenai biaya pondok sebesar Rp. Selain itu, di Kampung Nelayan Bestari juga terdapat Konservasi Penyu (Jambak Sea Turtle Cam. dan hutan mangrove. Hal ini membuat tim yakin bahwa Kampung Nelayan Bestari ini memiliki potensi dan dapat dikembangkan dalam pengelolaan dan proses produksi dari diversifikasi produk olahan ikan. Sarana Di Kampung Nelayan Bestari terdapat Sentra Pengelolaan Hasil Perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan dari Pemerintah Kota Padang. Di Kampung Nelayan Bestari belum terdapat tagline dan gapura yang menjadikan daerah ini ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 040 - 050 sebagai salah satu objek wisata di Kota Padang. Selain itu belum ada sarana pusat kesehatan dan pusat souvenir. Perencanaan kedepannya akan dikembangakan suatu tempat atau ruangan yang dapat dijadikan sebagai pusat kesehatan dan aneka pusat souvenir. Permasalahan Mitra Berdasarkan analisis situasi di Kampung Nelayan Bestari, terdapat beberapa permasalahan dalam pengembangan Kampung ini, antara lain: Kesehatan Belum terdapat pusat kesehatan, sehingga jika terjadi permasalahan kesehatan di daerah sekitar maka warga membawa ke fasilitas kesehatan dengan jarak 2,7 km dari lokasi ke Puskesmas terdekat. Belum terdapat kader kesehatan yang mampu melakukan pertolongan pertama jika terjadi masalah kesehatan di lokasi Kampung Nelayan Bestari dan belum ada kader kesehatan yang mampu melakukan pendeteksian secara dini agar tidak terjadi stunting pada anak di sekitar Kampung Nelayan Bestari. Terkait kesehatan lingkungannya, disepanjang daerah pesisir belum terdapat tempat sampah yang terpilah dan perlu mengomtimalkan kelompok bank sampah. Gambar 3. Kondisi Sampah di Kampung Nelayan Bestari Kelompok Nelayan di Kampung Nelayan Bestari Kurangnya tenaga terampil dalam mewujudkan hasil tangkapan ikan sehingga pengembangan kreativitas dikalangan nelayan sulit untuk terpenuhi. Nelayan masih terpaku pada tradisi melaut dan menjual hasil tangkapan lalu memperoleh uang dari hasil penjualan ikan. Belum terdapat kelompok yang akan mengolah hasil tangkapan ikan untuk dikemas dlaam kemasan dan olahan yang lebih menarik. Masyarakat setempat hanya mengelola makanan dari bahan ikan laut dengan cara di goreng dan digulai. Bahan Baku dan Alat Nelayan hanya mengandalkan mata pencahariannya sebagai nelayan dengan menghasilkan ikan dari laut, jika air laut pasang maka nelayan tidak dapat melaut sehingga bermasalah dengan ekonomi keluarga. Hal ini sesuai dengan data dari Pemerintahan Kota Padang bahwa jumlah keluarga nelayan miskin paling tinggi di Kampung Nelayan Bestari Kelurahan Pasie Nan Tigo. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 040 - 050 Nelayan terbatas dengan alat-alat yang akan dijadikan untuk pengembangan Karena kondisi ekonomi keluarga hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Bagan yang dimiliki oleh kelompok nelayan ini masih terbatas yaitu terdapat 37 bagan dengan total jumlah nelayan 915 orang. Pemasaran Hasil Tangkapan Ikan Nelayan di Kampung Nelayan Bestari melakukan pemasaran hasil tangkapan ikan dengan menjual ikan segar secara langsung saat sesudah melaut. Belum terdapat kerjasama atau akses permodalan dengan berbagai pihak oleh pengusaha sehingga pemasaran menjadi terbatas hanya pada permintaan Pusat Pariwisata Wisata air disepanjang pesisir Kampung Nelayan Bestari belum dilestarikan. Tidak ada penetapan biaya bagi wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini. Saat nelayan melakukan pengambilan ikan pukek, hal itu dapat dijadikan sebagai sarana objek wisata di Kampung Nelayan Bestari. Belum terdapat spot-spot menarik yang dapat mencirikan dari Kampung Nelayan Bestari. Belum terdapat penertiban kawasan kuliner disepanjang pantai Kampung Nelayan Bestari. Belum terdapat Tagline dan Gapura di Kampung Nelayan Bestari. Sudah terdapat Pokdarwis dan Masata tetapi belum maksimal. Belum terdapat toko souvenir yang menjadi ciri khas di Kampung Nelayan Bestari. Pemerintah Setempat Masyarakat di Kelurahan Pasie Nan Tigo ini masih kental dengan budaya yang ada dan sudah turun temurun dalam melaut. Sehingga apa yang dilakukan oleh pemerintah terasa sangat sulit karena masyarakat setempat sulit menerima masukan apalagi jika terkait perubahan perilaku. Program pemerintah sudah cukup banyak yang diberikan pada Kelurahan Pasie Nan Tigo ini. Salah satunya disedikan sarana berupa Sentra Pengelolaan Hasil Perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan dari Pemerintah Kota Padang, namun tidak dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal. Pemerintah mengalami kendala dalam memajukan kelompok nelayan karena kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat serta tidak banyak pengusaha dari luar yang berpartisipasi untuk memajukan kelompok nelayan. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di SD N 31 Pasir Kandang Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang dengan metode pelaksanaan sebagai berikut: Pengumpulan data berupa wawancara dengan kepala sekolah yang juga merupakan mitra dari tim pengabdi, observasi lapangan, penghasilan serta aktivitas warga ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 040 - 050 masyarakat setempat, pemasaran dan data lainnya. Gambar 4. Survey awal Tim Pengabdi dengan Kepala Sekolah . Persiapan Pada tahapan ini tim mempersiapkan diri yang terdiri dari 5 orang tim ditambah dengan 5 orang mahasiswa dari STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang. Pelaksanaan kegiatan . Kegiatan dimulai dengan tahap perkenalan, pelatihan, bimbingan dan sosialisasi kepada wali murid kelas 1. Mencarikan pasar produksi panen ikan dengan membina hubungan kerjasama ke beberapa konsumen pasar seperti rumah makan. Mengarahkan mitra untuk melakukan diversifikasi ikan dengan mengolah ikan menjadi olahan makanan yang lebih kreatif dengan membuat ikan goreng crispy, nugget ikan, ungkap ikan, pepes ikan dengan kemasan . yang lebih menarik. Membuat jejering kerjasama dengan pemasaran berbasis teknologi. Evaluasi diharapkan mitra mampu mengimplementasikan ilmu yang sudah diperoleh dan pihak akademisi tetap melakukan monitoring dan evaluasi terhadap usaha lmitra sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Lokasi Pengabdian Masyarakat: ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 040 - 050 Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dari tahap persiapan. Persiapan dilakukan mulai dari permohonan surat izin melakukan pengabdian pada tanggal 23 November 2022 dan tim melakukan persiapan mulai dari bahan-bahan yang dibutuhkan terkait pengabdian dan tahap pelaksanaan dilakukan. Tahap Persiapan. Tahap persiapan dimulai dengan tim mengajukan surat ke LPPM untuk mengeluarkan surat permohonan izin melakukan pengabdian kepada masyarakat, selanjutnya tim melakukan koordinasi dengan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Padang untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat pada tanggal 1 Desember 2022 dengan melakukan persiapan pembuatan proposal, narasumber dan media dan alat yang dibutuhkan selama kegiatan pengabdian masyarakat. Selain itu, tim melakukan melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah SD N 31 Pasir Kandang, perangkat RW dan RT setempat. Tahap Pelaksanaan. Kegiatan dimulai dengan tahap perkenalan, pelatihan, bimbingan dan sosialisasi kepada mitra yaitu SD N 31 Pasir Kandang di Kampung Nelayan Bestari dengan menghadirkan orang tua dari murid kelas 1 SD. Materi yang dibagikan kepada mitra yaitu pelatihan diversivikasi serta inovasi olahan makanan berbahan dasar ikan. Hal ini sejalan dengan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim sebelumnya tentang diversivikasi produk olahan ikan dengan bahan dasar ikan Pemberian pelatihan terhadap mitra dapat meningkatkan penghasilan dan daya Tarik bagi anak-anak dalam meningkatkan minat untuk mengkonsumsi ikan sehingga dapat mencegah terhadap kejadian stunting (Andayani & Ausrianti, 2. Mencarikan pasar produksi panen dengan membina hubungan kerjasama ke beberapa konsumen pasar seperti rumah makan dan warung-warung, mengarahkan mitra untuk melakukan diversifikasi ikan dengan mengolah ikan menjadi olahan makanan yang lebih kreatif dengan membuat ikan goreng crispy, nugget ikan, bakso ikan dengan kemasan . yang lebih menarik dan membuat jejering kerjasama dengan pemasaran berbasis teknologi. Gambar 5. Hasil Diversivikasi Olahan Ikan Menjadi Bakso dan Nugget Ikan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2023, pp. 040 - 050 Tahap Evaluasi. Evaluasi yang dilakukan terhadap mitra yaitu: Evaluasi : - Waktu pelaksanaan pelatihan diversifikasi produk Struktur: olahan ikan dilaksanakan selama 1 hari - Setting tempat berubah dari yang awalnya dirumah warga menjadi di SD N 31 Pasir Kandang - Setting alat sesuai dengan yang direncanakan - Pengorganisasian sesuai dengan perencanaan Evaluasi Proses : - Audiens berperan aktif selama kegiatan pelatihan, mendemonstrasikan cara membuat produk olahan Evaluasi Hasil : - 80% ibu mampu menyebutkan tetang manfaat ikan - 80% ibu mampu melakukan diversifikasi produk olahan ikan Diskusi