J- Reb : Journal Ae Research of Economic and Bussiness Volume 2. Issue 2. July 2023 E-ISSN : 2828-3716 . P-ISSN : 2828-3708 J-Reb : Journal- Research of Economic dan Bussiness journal homepage: https://journal. id/index. php/j-reb Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus Pada Perusahaan Goods Consumer yang Terdaftar di BEI) Aditya Gede1. Yenni Samri2. Nurwani3 aditya7gede@gmail. com, yenni. samri@uinsu. id, nurwani@uinsu. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara *Correspondence: aditya7gede@gmail. com* https:journal. id/j-reb | Submission Received : 06-07-2023. Revised : 16-07-2023. Accepted : 17-07-2023. Published : 31-07-2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen laba terhadap nilai perusahaan dengan corporate governance sebagai variable moderating . tudi kasus pada perusahaan Goods Consumer yang terdaftar di BEI Periode 2018-2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan data populasi 61 perusahan yang kemudian menjadi sampel sebanyak 14 perusahaan periode 2018-2020. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana, regresi moderasi, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, tata kelola perusahaan yang baik dapat memoderasi hubungan antara manajemen laba dengan nilai Kata Kunci : Manajemen laba. Nilai Perusahaan. Corporate Governance Abstract This study aims to determine the effect of profit management on firm value with corporate governance as a moderating variable . case study of consumer goods companies listed on the IDX for the 2018-2020 perio. This study uses a quantitative method and an associative approach. The sample presentation technique uses purposive sampling with a data population of 61 companies which then becomes the sample of 14 companies for the 201821 A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). 2020 period. data collection techniques use documentation. Data analysis techniques using simple linear regression, moderation regression and hypothesis testing. The results of this study indicate that earnings management has an insignificant effect on firm value. Meanwhile, good corporate governance can to moderate the relationship between earnings management and firm value. Keywords: Profit Management. Firm Value. Corporate Governance PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi saat ini melaju dengan cepat. Sektor ekonomi adalah salah satu media yang digunakan oleh negara-negara di dunia untuk saling bersaing negara maju maupun negara berkembang saat ini sedang mengasah kemampuannya untuk memajukan sektor perekonimiannya masing-masing. Setiap negara didunia harus mampu bersaing satu sama lain dan menciptakan keunggulan masing-masing dalam bidang usaha yang dapat mendukung peningkatan perekonomian negara mereka. Peningkatan perekonomian nasional adalah poin penting yang harus diusahakan negara. Ketika ekonomi nasional meningkat maka taraf hidup masyarakat indonesia akan meningkat pula. Hal ini bisa dicapai jika penerintah sekaligus kita semua sebagai warga nya mampu berperan aktif melakukan cara-cara yang efektif, salah satunya adalah dengan Investasi di pasar modal. Minat masyarakat pada investasi di pasar modal semakin meningkat. Hal ini diketahui berdasarkan pernyataan dari direktur pengembangan PT. Bursa Efek Indonesia (BEI). Meningkatkan kapitalisasi pasar tidak lepas dari minat masyarakat untuk berinvesatasi, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang positif1. Salah satu alasan seorang investor menanamkan investasi untuk memperoleh laba karena informasi tersebut merupakan aspek penting dalampengambilan keputusan untuk penanaman modal di pasar modal. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator pasar saham, sangat dipengaruhi oleh peluang-peluang investasi. Maka dari itu pihak manajemen harus bisa menjaga nilai perusahaan dengan cara memaksimalkan keuntungan dan menjaga nilai saham serta integritas perusahaan agar para investor tidak meragukan perusahaan yang akan di investasikanya. Karena apabila nilai suatu perusahaan rusak atau turun pihak investor tidak akan menginvestasikan dananya lagi dan bahkan mengakibatkan perusahaan tersebut sampai bangkrut. Ada beberapa kasus tentang manejemen yang merusak nilai perusahaan, yaitu Kasus manajemen laba yang terjadi di Indonesia yaitu, pada PT Kimia Farma tbk yang melakukan mark up laba bersih dalam laporan keuangan tahun 2010 dan berhasil memperoleh laba sebesar Rp. 132 miliar. Laba yang dilaporkan pada kenyataannya berbeda dari yang sebenarnya dan faktanya laba tersebut hanya memperoleh laba sebesar Rp. 99 miliar. 1kasus terbaru mengenai manipulasi keuangan yaitu pada kasus Toshiba corp. CEO Thoshibacorp yaitu Tanaka dan para pejabat senior lainnya mengundurkan diri karna terlibat dalam skandal terbesar akutansi di Jepang. Hasil penyidikan menunjukkan bahwa Tanaka terbukti mengetahui manipulasi laporan keuangan yang dilakukan perusahaannya dalam beberapa tahun terakhir dengan keuntngan mencapai 1,2 miliar USD. adapula kasus lain yaitu PT Bank Lipo tbk pada tanggal 30 September 2002 terungkap kejanggalan dari perbedaan laporan keuangan. Yang dilaporkan ke BEJ dan kepublik. Tercatat total aktiva perseroan Rp. 24 triliun dan laba bersih sebesar Rp 98 miliar. Namun dalam laporannya ke BEJ manajemen melaporkan total aktiva hanya Rp 22,8 triliun dan perusahaan tersebut A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). menderita kerugian bersih sebesar Rp 1,3 triliun. Padahal dalam kedua laporan keuangan itu diakui telah di audit. Dari kasus-kasus diatas dapat dikatakan bahwa meskipun perusahaan sudah go publik tidak ada jaminan jika laba yang tinggi memiliki kualitas yang tinggi pula. Manajemen laba merupakan manipulasi yang paling aman karena kegiatan manajemen laba berupa hal yang legal dan tidak melanggar prinsip akuntansi. Manajemen laba walaupun dinyatakan legal dan terlihat aman, tetapi manajemen laba memiliki dampak yang merugikan bagi perusahan bila perusahaan ketahuan melakukan kegiatan tersebut. Dalam hal ini, ketika manipulasi dilakukan oleh manajer terdeteksi. Maka konsekuensi dari tindakan manipulasi laba tersebut adalah perusahaan akan kehilangan dukungan dari para stakeholder. Berikut di sajikan data perkembangan Nilai Perusahaan dan Manajemen Laba Pada Goods Consumer Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2020 200,00 100,00 0,00 Nilai Perusahaan Manajemen Laba Sumber: Idx . ata diolah peneliti, 2. Gambar 1. Perkembangan Nilai Perusahaan Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Goods Consumer Yang Terdaftar Di BEI Pada Tahun 2018-2020 Berdasarkan grafik tersebut nilai perusahaan pada tahun 2018 menunjukkan angka 20,80 mengalami penurunan di tahun 2019 menjadi angka 15,70 dan turun kembali pada tahun 2020 dengan angka 8,80. Sedangkan manajemen laba mengalami fluktuasi pada tahun 2018 menunjukkan angka 1,2 atau 120%, kemudian di tahun 2019 mengalami penurunan menunjukkan angka 0,54 atau 54%, dan pada tahun 2020 manajemen laba meningkat sebesar 1,55 atau 155%. Sejalan dengan Teori dikemukakan oleh Gordon dan Lintner yang dikutip dalam Brigham dan Houston . menjelaskan pada bird in hand theory bahwa ekuitas atau nilai perusahaan akan turun jika rasio pembayaran dividen dinaikkan, karena para investor kurang yakin terhadap penerimaan keuntungan modal . apital gain. yang dihasilkan dari laba yang ditahan dibandingkan para investor menerima dividen. Jadi dapat di simpulkan dengan teori umum bahwa semakin tinggi manajemen laba yg di lakukan perusahaan maka semakin tinggi nilai perusahaan yang kemudian akan turun. Dapat disimpulkan bahwa manajemen laba yang dilakukan oleh manajer berpengaruh negative terhadap nilai perusahaan. Dimana tindakan ini dapat menguntungkan manajer ataupun perusahaan untuk jangka pendek, namun dapat menurunkan nilai perusahaan untuk jangka panjang. Serta penelitian (Indriani et al. , 2. yang menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh manajemen laba terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Goods Consumer yang terdaftar di BEI dan mengetahui corporate governance dapat memoderasi hubungan manajemen laba dengan nilai perusahaan pada perusahaan Goods Consumer yang terdaftar di BEI. A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). KAJIAN LITERATUR Nilai Perusahaan Nilai merupakan sesuatu yang diinginkan apabila nilai bersifat positif dalam arti menguntungkan atau menyenangkan dan memudahkan pihak yang memperolehnya untuk memenuhi kepentingan-kepentingannya yang berkaitan dengan nilai tersebut. Sebaliknya, nilai merupakan sesuatu yang tidak diinginkan apabila nilai tersebut bersifat negatif dalam arti merugikan atau menyulitkan pihak yang memperolehnya untuk mempengaruhi kepentingan pihak tersebut sehingga nilai tersebut dijauhi. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham. Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator pasar saham, sangat dipengaruhi oleh peluang-peluang investasi. Pengeluaran investasi memberikan sinyal positif dari investasi kepada manajer tentang pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang, sehingga meningkatkan harga saham sebagai indikator nilai perusahaan. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. 2 Didefinisikan sebagai nilai pasar karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. Berbagai kebijakan yang diambil oleh manajemen dalam upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemilik dan para pemegang saham yang tercermin pada harga saham. Manajemen Laba Manajemen laba adalah pemilihan kebijakan akuntansi tertentu oleh manajer untuk mencapai tujuan tertentu. Konsep manajemen laba ini sesuai dengan pendapat Davidson. Stickney, dan Weil dalam Sulistyanto yang menyatakan manajemen laba merupakan suatu proses pengambil langkah tertentu yang disengaja dalam batas prinsip akuntansi berterima umum untuk menghasilkan tingkat yang diinginkan dari laba yang dilaporkan. Definisi tersebut menunjukan manajemen laba sebagai aktivitas yang biasa dilakukan manajer dalam menyusun laporan keuangan adalah proses akhir dari siklus akuntasi. Upaya rekayasa manajerial ini dianggap lumrah dan bukan merupakan suatu pelanggaran atu kecurangankarena dilakukan dalam ruang lingkup prinsip akuntansi. Corporate Governance Istilah corporate governance pertama kali dikemukakan oleh Cadbury Committee pada tahun 1992 dalam laporan Cadbury Report. Cadbury Committee mengartikan corporate governance atau tata kelola perusahaan sebagai seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus . perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitandengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan. Kerangka Konseptual Adapun kerangka konseptual sebagai berikut: A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Corporate Governance (Z) Manajemen Laba (X) Nilai Perusahaan (Y) Gambar 2. Kerangka Teoritis METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 61 Perusahaan Goods Consumer Sektor yang Terdaftar di BEI. Sampel penelitian berjumlah 42 data pengamatan dengan teknik pengambilan menggunakan purposive sampling. Jenis data yang digunakan di dalam penelitian ini ialah jenis data kuantitatif, dimana jenis data kuantitatif ini merupakan data yang menggunakan angka. Sumber data yang digunakan di dalam penelitian ini ialah data Teknik analisis data terdiri dari uji asumsi klasik, uji hipotesis, uji determinasi dan hasil uji moderasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Statistik Deskriptif Adapun hasil analisis statistic deskriptif sebagai berikut Tabel 1. Hasil Uji Analisis Deskriptif Descriptive Statistics Maximum Std. Minimum Mean Deviation ,002 ,740 ,23043 ,257239 ,30 ,66 ,4629 ,10685 Nilai Perusahaan ,15 ,41 ,2814 ,06993 Manajemen Laba Sumber : Data diolah . Corporate Governance Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa variabel manajemen laba . memiliki nilai minimum 0,002 dan nilai maksimum 0,740 nilai rata-rata sebesar 0,230 dengan simpangan baku atau penyebaran rata-ratasebesar 0,257. Variabel corporate governance . memiliki nilai minimum 0,30 dan nilai maksimum 0,66, nilai rata-rata sebesar 0,463 dengansimpangan baku atau penyebaran rata-rata sebesar 0,106. Variabel Nilai Perusahaan (Y) memiliki nilai minimum 0,15 dan nilai maksimum 0,41, nilai rata-rata sebesar 0,281 dengan simpangan baku atau penyebaran rata-ratasebesar 0,069. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Adapun uji normalitas sebagai berikut: A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Tabel 2. Hasil Uji Normalitas dengan Kolmogrov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 0E-7 ,06755501 ,137 ,102 -,137 ,889 ,408 Mean Normal Parametersa,b Std. Deviation Absolute Most Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov ZAsymp. Sig. -taile. Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan hasil uji normalitas seluruh variabel menggunakan perhitungan Kolmogrov-Smirnov nilai asymp. -taile. nilainya sebesar 0,408 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data variabel telah berdistribusi normal. Analisis Regresi Linear Sederhana Hasil uji regresi linear sederhana sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error (Constan. ,265 ,014 Manajemen Laba ,070 ,042 Sig. Beta ,259 18,619 ,000 2,693 ,098 Dependent Variable: Nilai Perusahaan Colline Statisti Tolerance Sumber : Data diolah . Dari nilai-nilai koefisien di atas, dapat disusun persamaan regresi sederhana sebagai Y = 0,265 0,070X e Dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa : Nilai constant . = artinya apabila skor variabel manajemen laba sama dengan nol, maka nilai perusahaan meningkat sebesar 0,265. A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Ketika variabel Manajemen Laba (X. ditingkatkan sebesar 1%, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,070 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan atau tidak mengalami perubahan. Berdasarkan hasil persamaan regresi moderasi tersebut, dapat diketahui, bahwa hubungan yang terjadi antara Manajemen Laba dengan Nilai Perusahaan adalah hubungan yang positif dimana ketika Manajemen Laba ditingkatkan, maka akan berdampak pada kenaikan Nilai Perusahaan. Uji Hipotesis Uji t (Uji Parsia. Berikut hasil uji-t: Tabel 4. Hasil Uji t (Uji Parsia. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. ManajemenLaba Standardized Coefficients Std. Error ,265 ,014 ,070 ,042 Sig. Beta ,259 18,619 ,000 2,693 ,098 Collinearity Statistics Tolerance VIF 1,000 1,000 Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel di atas maka nilai t-tabel untuk diuji pada taraf signifikan = 0,05, tabel distribusi t dicari pada 0,05 : 2 = 0,025 . ji dua sis. dengan derajat kebebasan . n-k-1 atau 42-1-1 = 40 . adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independe. Dengan pengujian dua sisi . ignifikansi = 0,. hasil yang diperoleh untuk ttabel sebesar 2,021. Variabel manajemen laba dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 2,693 dengan signifikansi sebesar 5%. Karena thitung untuk variabel X1. lebih besar dari ttabel . dengan nilai signifikansi sebesar 0,098 > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa manajemen laba secara parsial berpengaruh dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan sehingga membuktikan bahwa H01 diterima dan Ha1 ditolak. Uji Koefisien Determinasi Berikut hasil uji koefisien determinasi: Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model ,259a R Square ,367 Adjusted R Square ,344 Std. Error ofthe Estimate ,06839 DurbinWatson 1,650 A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Predictors: (Constan. Manajemen Laba Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Data diolah, 2022 Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,367. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu manajemen laba mampu menerangkan variabel terikat yaitu nilai perusahaan sebesar 36,7% sedangkan sisanya sebesar 63,3% dijelaskan oleh variabel lainnya di luar model regresi. Uji Analisis Regresi Linear Sedrhana Berikut hasil uji analisis regresi linear sederhana: Tabel 6. Hasil Uji Analisis Regresi Moderasi Model Unstandardize d Standardized Coefficients Coefficients Sig. Beta Std. Error Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. ,058 ,050 1,172 ,249 Manajemen Laba ,093 ,178 ,343 3,524 ,003 ,032 31,219 Corporate Governance ,425 ,104 ,650 4,084 ,001 ,541 1,850 Manajemen Laba * ,047 Corporate Governance ,417 ,072 3,114 ,000 ,034 29,631 Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Data diolah . Dari nilai-nilai koefisien di atas, dapat disusun persamaan regresi moderasi sebagai berikut : Y = 0,058 0,093X 0,425Z 0,425X*Z Dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa : Nilai constant . = artinya apabila skor variabel manajemen laba dan corporate governance sama dengan nol, maka nilai perusahaan meningkat sebesar 0,058. Ketika variabel Manajemen Laba (X) ditingkatkan sebesar 1%, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,093 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan atau tidak mengalami perubahan. Ketika variabel corporate governance (Z) ditingkatkan sebesar 1%, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,425 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan atau tidak mengalami perubahan Ketika variabel Manajemen Laba (X) dan penambahan moderasi yaitu variabel Corporate Governance (Z) ditingkatkan sebesar 1%, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,047 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan atau tidak mengalami perubahan. A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Berdasarkan hasil persamaan regresi moderasi tersebut, dapat diketahui, bahwa hubungan yang terjadi antara Manajemen Laba dan Corporate Governance dengan Nilai Perusahaan adalah hubungan yang positif dimana ketika Manajemen Laba dan Corporate Governance ditingkatkan, maka akan berdampak pada kenaikan Nilai Perusahaan. Hal ini membuktikan dengan adanya variabel moderasi akan memperkuat pengaruh Manajemen laba terhadap Nilai Perusahaan. Pembahasan Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan pengujian yang dilakukan, tabel pada uji t di atas menunjukkan nilai thitung sebesar 2,693 dengan signifikansi sebesar 5% nilai t-tabel untuk jumlah data sebesar 42 . dan variabel bebas . sebanyak 1 dengan taraf signifikan 5% maka diperoleh nilai ttabel sebesar 2,021. Kemudian kita membandingkan jika t-hitung > daripada t-tabel maka variabel tersebut dinyatakan berpengaruh. dan apabila nilai Sig. < 0,05 maka dinyatakan Nilai t-hitung untuk variabel X . lebih besar dari t-tabel . dan diperoleh nilai signifikansi 0,098 > 0,05 maka keputusannya Ho diterima akan tetapi tidak Maka, variabel manajemen laba (X) berpengaruh dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan (Y). Hasil penelitian ini sejalan Ustman et al. , . yang membuktikan bahwa manajemen laba tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Fauzan Kamil . dengan judul penelitian Pengaruh Manajemen Laba terhadap nilai perusahaan dengan mekanisme Corporate Governance sebagai variabel pemoderasi, menunjukkan bahwa manejemen laba berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan mekanisme Corporate Governance dapat memoderasi manajemen laba terhadap nilai perusahaan. Penelitian harumanum . mengatakan bahwa nilai perusahaan yang tinggi menyebabkan harga saham mereka naik dan dapat meningkatkan laba yang besar. Sejalan juga dengan penelitian makaryanawato . yang menemukan bukti bahwa praktik manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusuhaan. Hasil penelitian lainnya mengindikasikan bahwa pasar modal di Indonesia membayar premium atau memberi prefensi terhadap perusahaan yang melakukan manajemen laba siallagan dan mahfuoedz . Namun berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Apsari & Setiawan, . dimana kesimpulan hasil penelitiannya adalah manajemen laba tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, meningkatnya manajemen laba maka tidak akan diikuti dengan kenaikan nilai suatu perusahaan. Dan good Coporate Governance tidak dapat memoderasi manajemen laba terhadap nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan Utsman imam suberkti . menunjukan hasil yang membuktikan bahwa manajemen laba tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan sebelum dan saat implementasi IFRS karena manajemen laba bukan strategi perusahaan untuk menikatkan nilai perusahaan. Hasil ini juga sejalan dengan penetitian herawaty . bahwa dia menemukan pengaruh negative manajemen laba akrual pada nilai perusahaan. Kemudian penelitian yang dilakukan feridawaty . yang menemukan bahwa investor tidak dapat di bodohi dengan mudah dengan angka laba yang disajikan begitu besar. Kemudian jika perusahaan melakukan manajemen laba pada waktu yang di tentukan maka nilai perusahaan akan naik saat itu juga, akan tetapi nilai perusahaan dapat turun di masa yang akan datang Halim . A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Nilai Perusahaan Dengan di Moderasi Oleh Corporate Governance Tata kelola yang baik atau corporate governance dalam sebuah perusahaan bukan hanya untuk menjadikan perusahaan berjalan sesuai dengan SOP saja tetapi juga perusahaan yang tata kelolanya baik akan di pandang oleh publik dan juga para calon investor yang akan menanamkan modalnya pada perusahaan (Emirzon, 2. Hasil pengujian Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa corporate governance yang memoderasi hubungan antara Manajemen Laba dengan Nilai Perusahaan hasilnnya yaitu variabel corporate governance berhasil sebagai pemoderasi melakukan pengawasan terhadap manajer untuk melakukan manajemen laba yang sesuai aturan dan dapat mengakibatkanmeningkatnya nilai perusahaan. Serta dapat mengundang para investor untuk berinvestasi diperusahaan tersebut. Hasil ini konsisten dengan penelitian putri . mengungkapkan hubungan mekanisme corporate governance sebagai variabel yang dapat memoderasi variabel manajemen laba dan nilai perusahaan. Penelitian Niyanti dan Mutmainnah . juga mengatakan bahwa variabel manajemen laba berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dan corporate governance dapat memodersi terhadap manajemen laba dengan nilai perusahaan. Penelitian Helmayunita dan Sari . menyimpulkan bahwa pengaruh manajemen laba yang di lakukan perusahaan dengan menggunakan metode perhitungan manajemen laba riil di industri manufaktur pada BEI. Berdasarkan penelitian ini hasilnya positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan yang proksikan dengan rasio PBV. Kemudian peneliti selanjutnya Soekadjo . dan juga peneltian Rahmah . yang mengatakan bahwa corporate governance sebagai pengawas komisaris independen perusahaan dapat dan mampu memperkuat hubungan manajemen laba dan nilai perusahaan karena bisa mengawasi sistem kerja manajer. Namun berbeda dengan hasil Penelitian Nanik Lestari . menyimpulkan variabel moderasi kualitas audit tidak mempengaruhi hubungan manajemen laba dan nilai perusahaan. Penelitian partami . mengatakan bahwa corporate governance tidak memoderasi pengaruh manajemen laba riil terhadap nilai perusahaan. Peneltian darwis . variabel moderating kepemilikan manajerial (Good Corporate Governanc. tidak berpengaruh terhadap hubungan antara manajemen laba dengan nilai perusahaan. Penelitian tarjo dan sulistiawati . mengatakan bahwa corporate governance berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan dan manajemen laba laporan keuangan dari hasil rekayasa angka laba. Dewi . juga memiliki pendapat yang sama mekanisme corporate governance tidak mampu mengawasi sistem kerja manager yang dapat memanipulasi laba untuk meningkatkan nilai Dalam penelitian ini peneliti menguji pengaruh Manajemen Laba terhadap Nilai Perusahaan dengan Corporate Governance (CG) sebagai variabel moderasi. Sebagaimana yang sudah di paparkan diatas bisa kita lihat, terdapat dua pengujian hipotesis dalam penlitian Hipotesis yang pertama menguji pengaruh Manajemen Laba terhadap Nilai Perusahaan diterima, sedangkan satu hipotesis lainnya juga diterima. Corporate Governance ketika kita liat dari hasil ternyata mampu memperkuat pengaruh Manajemen Laba terhadap Nilai Perusahaan. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Nilai Perusahaan dengan Corporate Governance sebagai variabel moderasi pada Perusahaan Consumer Yang Terdaftar di BEI. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pembahasan sebelumnya, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : A 2023 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Variabel Manajemen Laba (X) berpengaruh tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil uji moderasi menunjukkan bahwa variabel Corporate Governance mampu memoderasi hubugan antara manajemen dan nilai perusahaan. DAFTAR PUSTAKA