Volume 36 No. Maret 2026 Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah1. Miftahul Falah2. Meutya Salasabila Putri3,Najwa Ainayah4. Zopan Suarmo5. Agum Gumelar6. Novanda Wahyu Pratama7 1,2Universitas Sriwijaya. Palembang 3Program Studi S1 Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Palembang Jl. Raya Palembang-Prabumulih KM 32. Indralaya. Kabupaten Ogan Ilir. Indonesia e-mail: 1rizkyakbar141106@gmail. com , 2miftahulfalah@unsri. id, 3meutyaputri7@gmail. 4najwaainayahs@gmail. 5zopansa20@gmail. 6pykergo@gmail. com, 7novanovan7707@gmail. Abstrak Pada banyak usaha kuliner, terutama kedai yang memiliki banyak pengunjung, penggunaan sistem pemesanan dan pencatatan transaksi yang masih dilakukan secara manual sering menjadi penyebab kegiatan operasional tidak berjalan dengan maksimal. Situasi yang sama juga dialami oleh Kedai H562. Proses pemesanan yang masih menggunakan cara lama membuat pegawai sering lupa pesanan pelanggan, catatan pemasukan menjadi tidak akurat, dan pelayanan secara keseluruhan menjadi kurang optimal. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah sistem digital yang dapat membantu proses pemesanan, pembayaran, dan pencatatan keuangan agar lebih cepat, praktis, dan terintegrasi. Perancangan sistem dilakukan melalui tahapan penyusunan Software Requirement Specification (SRS), pembuatan Fishbone Diagram. Use-Case, dan pembuatan prototype Selain itu, pendekatan Kanban diterapkan untuk mengatur alur kerja selama proses Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi langsung di kedai, wawancara dengan pemilik usaha, analisis kebutuhan, serta perancangan antarmuka menggunakan berbagai tools desain digital. Penelitian ini menghasilkan prototype sistem berbasis web yang memungkinkan pemesanan dan pembayaran dilakukan secara digital, serta menyediakan dashboard untuk melihat laporan penjualan dan pengelolaan keuangan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, seluruh fitur dalam prototype dapat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan efektivitas operasional kedai. Kata kunci: Sistem Digital. Pemesanan. Prototype. Keuangan. Kedai H562 Abstract In many culinary businesses, especially shops with many customers, the use of manual ordering and transaction recording systems often becomes the cause of operational activities not running optimally. The same situation is experienced by Kedai H562, where the ordering process that still uses conventional methods makes staff often forget customer orders, results in inaccurate income records, and causes overall service to be less optimal. Based on these conditions, this study aims to design and develop a digital system that can support ordering, payment, and financial recording processes to be faster, more practical, and The system design was carried out through the preparation of a Software Requirement Specification (SRS), creation of a Fishbone Diagram. Use-Case modeling, and interface prototyping. addition, the Kanban approach was applied to manage the workflow during development. The research methods used included direct observation at the shop, interviews with the owner, needs analysis, and interface design using various digital design tools. This study produced a web-based system prototype that allows digital ordering and payment, as well as providing a dashboard for viewing sales reports and financial management. Based on the testing conducted, all features in the prototype work properly and are able to improve the operational effectiveness of the shop. Keywords: Digital System. Ordering. Prototype. Finance. Kedai H562 Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : https://10. 37277/stch. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital di Indonesia semakin pesat dan memberikan pengaruh besar terhadap pengelolaan usaha, termasuk Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Kedai H562 sebagai salah satu kedai kuliner yang menjadi langganan mahasiswa menghadapi tantangan dalam mengelola aktivitas operasionalnya, terutama pada proses pemesanan dan pencatatan keuangan. Sistem manual yang digunakan selama ini sering menimbulkan kendala seperti pesanan yang terlupa, transaksi yang tidak tercatat, dan tidak optimalnya alur layanan kepada Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi kerja dan akurasi data (Putri et al. , 2. Meskipun banyak UMKM mulai mengadopsi pembayaran digital seperti QRIS dan e-wallet, sebagian masih menghadapi hambatan seperti rendahnya literasi digital pemilik usaha serta infrastruktur internet yang belum merata. Pada kasus Kedai H562, proses pemesanan dan pencatatan transaksi pendapatan dan pengeluaran, serta tingginya risiko human error ketika pegawai melayani banyak pelanggan dalam waktu yang Oleh karena itu, implementasi sistem pemesanan dan pencatatan digital meningkatkan kualitas operasional kedai (Putri et al. , 2. (Sirajuddin Vidianto & Hari Haji, 2. Untuk merancang solusi teknologi pengembangan sistem yang fleksibel dan dapat merespons kebutuhan pengguna secara cepat. Metode Kanban menjadi pilihan yang relevan karena berfokus pada visualisasi alur kerja, pembatasan pekerjaan yang sedang berlangsung, serta peningkatan efisiensi proses pengembangan. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa Kanban efektif dalam mempermudah tim mengelola tugas, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi hambatan dalam proses pengembangan sistem informasi (Putri et al. (Hartono & Ramadhan, 2. Fleksibilitas yang ditawarkan Kanban sangat cocok untuk proyek pengembangan sistem sederhana seperti prototipe aplikasi Kedai H562. Selain metode pengembangan, analisis kebutuhan juga menjadi tahap penting untuk memastikan solusi yang dirancang benarbenar sesuai dengan kondisi kedai. Dalam laporan penelitian Kedai H562, metode seperti Software Requirement Specification (SRS). Fishbone Diagram, dan Use-Case Diagram digunakan untuk memetakan akar masalah, mendeskripsikan kebutuhan sistem, serta menggambarkan interaksi antara pengguna dan aplikasi. Pendekatan analitis ini mendukung kejelasan desain sistem dan memastikan bahwa setiap fitur aplikasi mampu menjawab permasalahan yang ada di lapangan (Sirajuddin Vidianto & Hari Haji. Berdasarkan keseluruhan analisis tersebut, mengembangkan sistem pemesanan dan pembayaran digital berbasis website untuk Kedai H562 dengan menggunakan metode Kanban. Sistem yang dirancang diharapkan dapat mencatat pesanan secara otomatis, memberikan transparansi kepada pelanggan, memudahkan pegawai dalam mengelola penjualan yang lebih akurat. Selain memberikan manfaat langsung bagi Kedai H562, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi model implementasi sistem digital yang dapat diterapkan oleh UMKM kuliner lainnya (Hartono & Ramadhan, 2. (Sirajuddin Vidianto & Hari Haji, 2. Metode Penelitian 1 Metode Pengumpulan Data 1 Observasi Melakukan pengamatan langsung di lokasi Kedai H562 untuk mendokumentasikan proses interaksi antara pelanggan dan titik-titik kesalahan, dan memverifikasi kondisi lingkungan kerja. 2 Wawancacra Penulis melakukan wawancara langsung dengan pemilik Kedai H562 dengan cara melakukan kegiatan tanya jawab yang Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : bertujuan untuk mengumpulkan data agar sesuai dengan hasil observasi yang telah penulis lakukan guna menambah wawasan untuk penulis agar dapat membuat sistem penjualan makanan dan minuman berbasis website pada Kedai H562. Dokumentasi wawancara dapat dilihat disini. 3 Studi Literatur Mengkaji berbagai referensi akademik dan praktis terkait rekayasa perangkat lunak, metode analisis sistem (SRS. Fishbone Diagram. Use-Cas. , dan strategi adopsi teknologi digital oleh UMKM. 2 Metode Pengembangan sistem Kanban Board Kerangka kerja utama yang digunakan untuk mengelola dan memvisualisasikan seluruh alur kerja perancangan sistem adalah Kanban. Kanban dipilih sebagai kerangka kerja Agile karena keunggulannya dalam menjamin fokus dan kelancaran aliran kerja (Manage Flo. dengan membatasi pekerjaan yang sedang berjalan (Limit WIP). Secara Kanban penjadwalan kerja dengan memaksimalkan produktivitas tim dengan mengurangi waktu Kanban juga memiliki beberapa arti lain, salah satunya yaitu kartu atau papan nama untuk menvisualisasikan pekerjaan, membuat alur kerja yang terstruktur, dan mengurangi pekerjaan yang terbuang percuma serta memaksimalkan keefektifan pengembangan (A Sumarudin et al. , 2. Prinsip Visualisasi Pekerjaan. Membatasi WIP, dan Mengelola Aliran, diterapkan secara ketat melalui Papan Kanban, yang secara visual membagi proses menjadi kolom To Do. In Progress, dan Done. Konsep visualisasi Papan Kanban yang diterapkan dalam proyek ini dapat dilihat pada Gambar berikut : Gambar 1. Kanban Board Implementasi diintegrasikan secara langsung ke dalam alur kerja Kanban yang terbagi menjadi tiga fase Tahap Analisis Kebutuhan (Kolom To D. : Fase ini berfokus pada pemetaan masalah dan perumusan kebutuhan. Fishbone Diagram digunakan untuk didokumentasikan dalam Software Requirement Specification (SRS), yang berfungsi sebagai daftar fitur fungsional yang akan dikerjakan. Tahap Perancangan Sistem (Kolom In Progres. : Fase ini mencakup transformasi kebutuhan dari SRS menjadi model dan desain sistem. Use-Case Diagram dibuat untuk memodelkan interaksi pengguna (Pelanggan. Staf Dapur. Kasir. Admi. , diterjemahkan ke dalam Prototype UI/UX . enggunakan Figm. Tahap Finalisasi dan Dokumentasi (Kolom Don. : Fase akhir adalah Setelah prototype tervalidasi, tahap ini menghasilkan kesimpulan akhir dan rekomendasi mengenai potensi peningkatan efisiensi operasional Kedai H562. Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : https://10. 37277/stch. Software Requirements Specifications (SRS) SRS (Software Requirements Specification. Adalah sebuah dokumen mendeskripsikan secara rinci seluruh kebutuhan yang harus dipenuhi oleh suatu pengembangannya dimulai. Dalam konteks dokumen yang diberikan. SRS disusun untuk merancang Sistem Informasi Marketing pada perusahaan jasa percetakan dan iklan, yang bertujuan memperbaiki proses bisnis, mengurangi penggunaan metode manual, serta meningkatkan efektivitas operasi (Sachroni & Ali, 2. Use-Case Diagram SRS (Software Requirements Specification. Adalah sebuah dokumen formal yang berfungsi untuk mendeskripsikan secara rinci seluruh kebutuhan yang harus dipenuhi oleh suatu perangkat lunak sebelum proses pengembangannya dimulai. Dalam konteks dokumen yang diberikan. SRS disusun untuk merancang Sistem Informasi Marketing pada perusahaan jasa percetakan dan iklan, yang mengurangi penggunaan metode manual, serta meningkatkan efektivitas operasi perusahaan. Use case diagram Kedai H552: Cause Effect Diagram (Fishbon. Fishbone Diagram atau Ishikawa Diagram merupakan alat Root Cause Analysis yang digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab suatu masalah melalui visualisasi berbentuk tulang ikan. Dalam penelitian (Puspitasari et al. , 2. Fishbone digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam Diagram ini memetakan penyebab masalah ke dalam kategori 5M 1E Man. Method. Machine. Material. Measurement, dan Environment sehingga proses identifikasi faktor penyebab menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami. Gambar 3. Use Case Diagram Perancangan Sistem Gambar 2. Fish bone Perancangan sistem merupakan tahap yang dilakukan setelah proses analisis kebutuhan pengguna selesai. Tahap ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana sistem akan bekerja dan berinteraksi melalui Perancangan dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan fungsional maupun non-fungsional secara optimal. Perancangan sistem pada aplikasi meliputi beberapa bagian berikut: Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : Perancangan Alur Sistem Perancangan menggunakan Use Case Diagram. Flowchart, atau Activity Diagram untuk menggambarkan proses yang terjadi dalam sistem, serta interaksi antara pengguna dan sistem. Owner Gambar 5. Kasir Pelanggan Gambar 4. Owner Kasir Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : https://10. 37277/stch. tugas kemudian dikelola secara otomatis melalui antarmuka aplikasi, dengan modulmodul yang telah dirancang sistematis dan basis data Firebase yang mendukung penyimpanan, pemrosesan, dan akses kapan Hasilnya, pengelolaan tugas dan laporan menjadi lebih efisien, rapi, dan minim kesalahan dibanding metode manual. Halaman Login Halaman untuk autentikasi pengguna seperti kasir atau admin sebelum mengakses Halaman Pelanggan A Gambar 6. Pelanggan HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Implementasi Sistem Pada tahap ini, sistem manajemen tugas Kanban diimplementasikan menggunakan Firebase sebagai basis data dan autentikasi, pendaftaran, masuk, serta mengelola tugas sesuai tahapan pengerjaan. Data laporan dan Beranda Halaman tampilan utama yang pertama kali dilihat oleh pengguna saat mengakses Halaman ini berfungsi sebagai pengenalan singkat mengenai kedai, serta memberikan navigasi menuju halaman lain seperti menu, about us, dan feedback. Halaman ini bertujuan memberi kesan pertama yang menarik dan memudahkan pengguna untuk langsung melakukan Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : Menu Halaman Menu merupakan bagian menyediakan daftar makanan dan minuman yang dapat dipesan oleh Pada ditampilkan informasi seperti nama menu dan harga. Pengguna dapat memilih menu sesuai kebutuhan dan menambahkannya ke daftar pesanan. Halaman ini mendukung proses pemesanan secara mandiri sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk melakukan transaksi. Gambar 8. Beranda About Halaman About berisi informasi yang menjelaskan profil kedai, seperti latar belakang usaha, visi dan misi, serta Tujuan dari halaman ini mengenai identitas kedai sehingga dapat membangun kepercayaan terhadap layanan yang diberikan. Gambar 10. Menu Masukan Gambar 11. Masukan Halaman Kasir Gambar 9. About Dashboard Halaman Dashboard Kasir merupakan halaman utama yang menampilkan daftar pesanan yang Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : https://10. 37277/stch. masuk dari pelanggan secara Pada halaman ini kasir dapat melihat informasi pesanan yang masih perlu diproses, termasuk nama menu, jumlah pesanan, dan total pembayaran. Kasir juga dapat pesanan, seperti pesanan sedang diproses hingga pesanan selesai. Halaman ini mempermudah kasir dalam memantau dan mengatur alur pelayanan dengan lebih cepat dan pelanggan dapat dilayani dengan Halaman Owner Dashboard Halaman dashboard pada sistem owner berfungsi sebagai pusat informasi utama yang menampilkan ringkasan kinerja usaha secara realtime. Dalam halaman ini, owner dapat melihat data penting seperti jumlah penjualan dalam periode tertentu. Dashboard gambaran cepat mengenai kondisi operasional kedai tanpa harus membuka halaman lain secara Gambar 12. Dashboard Rekap Pesanan Gambar 14. Dashboard Gambar 13. Rekap Pesanan Halaman Rekap Pesanan menyediakan informasi mengenai riwayat seluruh pesanan yang telah selesai diproses. Data yang ditampilkan meliputi nomor pemesanan, daftar menu yang dipesan, waktu transaksi, serta total pembayaran. Halaman ini pencatatan internal kedai untuk mengetahui jumlah transaksi yang telah terjadi. Adanya halaman ini membantu pihak kedai dalam melakukan evaluasi operasional dan pengecekan ulang apabila diperlukan. Laporan Penjualan Halaman digunakan untuk menampilkan data transaksi yang telah terjadi pada sistem. Owner dapat memfilter laporan berdasarkan tanggal, nama menu, atau periode tertentu sehingga memudahkan proses 24 analisis pendapatan Seluruh terkait jumlah pesanan, total omset, hingga detail pesanan pengambilan keputusan bisnis promosi dan pengelolaan stok Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : mengetahui perkembangan usaha secara finansial dan melakukan analisis terhadap kondisi keuntungan maupun Halaman berperan penting dalam bisnis kedepannya agar usaha dapat terus berkembang dan berjalan dengan baik. Gambar 15. Laporan Penjualan A Cek feedback Pada halaman cek feedback, owner dapat melihat seluruh masukan dan ulasan yang diberikan oleh pelanggan melalui sistem. Informasi tersebut membantu owner dalam mengevaluasi kualitas Setiap feedback disimpan dalam daftar yang monitoring terhadap kritik maupun saran yang diterima. Gambar 17. Laba Gambar 16. Cek Feedback Laba Halaman Laba Rugi perhitungan keuntungan yang diperoleh dalam periode Informasi yang pemasukan dari penjualan serta biaya pengeluaran yang terkait dengan operasional Melalui halaman ini. Input Pengeluaran Fitur Input Pengeluaran di sistem Kedai H562 digunakan untuk mencatat semua biaya yang dikeluarkan dengan deskripsi singkat. Data yang tersimpan akan otomatis muncul di daftar pengeluaran dan direkap berdasarkan periode . ari, minggu, bulan. Ini membantu Owner memantau dan mengelola pengeluaran kedai dengan lebih teratur dan akurat. Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : https://10. 37277/stch. Gambar 18. Input Pengeluaran A Gambar 19. Kelola Password Kelola Pasword Halaman kelola password memberikan akses kepada owner untuk melakukan pengaturan dan pengendalian keamanan akun di dalam Owner mengubah password miliknya dan juga memiliki kendali untuk melakukan reset atau perubahan password pada lainnya seperti kasir dan admin sistem. Fitur ini memastikan keamanan akses tetap terjaga serta mencegah penyalahgunaan akun oleh pihak yang tidak bertanggung 2 Hasil Pengujian Pengujian memastikan bahwa setiap fitur berfungsi sesuai kebutuhan. Metode testing yang digunakan yaitu Black Box Testing, dengan fokus pada fungsi sistem tanpa melihat kode program di Berikut merupakan hasil pengujian Berdasarkan tersebut, seluruh fitur utama dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Tidak ditemukan bug yang kritikal pada proses pengujian ini. Namun, masih terdapat beberapa minor issue seperti loading yang sedikit lambat pada bagian pesanan yang harus di refresh terlebih dahulu agar dapat terbaca di sistem kasir. Pengujian Sistem Owner Adalah pengujian sistem owner yang dimulai dari proses login hingga bagian kelola password. Sistem Owner Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : Data Yang Dimasu Pengama Proses Yang Diharap Hasil Login Masuk Ae Berh oa Gaga Dashbo Data Lapora Penjual Login dan akan lanjut ke Menampi Menampi Ae Berh oa Gaga Ae Berh oa Gaga Laba Input Pengel Data n barang Owner Sistem membuk menam perhitun transaks keuntung pengelu an usaha. Owner Data pengelua berhasil ran dan tersimp menyimp an dan annya ke dapat Lapora n Cek Feedba Kelola Passwo Owner Feedbac membuk k yang dan bis a feedback tanpa Owner Passwor password berhasil password rui atau baru, lalu muncul menyimp error perubaha input Ae Berh oa Gaga Ae Berh oa Gaga Pengujian Sistem Kasir Adalah pengujian sistem kasir yang dimulai dari proses login hingga kasir dapat melihat pesanan yang sedang dalam proses. Ae Berh oa Gaga Ae Berh oa Gaga Sistem Kasir Data Yang Dimasu Pengama Proses Yang Diharap Hasil Login Masuk Ae Berh oa Gagal Dashbo Data Ae Berh oa Gagal Rekap Pesanan Login dan akan lanjut ke Menamp n data Menamp Daftar n dapat Ae Berh oa Gagal Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : https://10. 37277/stch. Status Pesana Invoice Masuka Pengujian Sistem Pelanggan Adalah pengujian sistem pelanggan yang dimulai dari halaman beranda hingga pelanggan dapat memasukkan feedback. Sistem Pelanggan Data Yang Dimasu Berand About Menu Ringkas Pembay Pengam Proses Yang Diharap Hasil Menamp Menamp i toko Halaman telah di- Ae Berh oa Gaga Informa si tampil Menamp Menu kategori sesuai makana kategori dan yang minuma dipilih Pelangg Sistem membuk ilkan halaman pesanan ringkasa dan total pembay aran Ae Berh oa Gaga Ae Berh oa Gaga Ae Berh oa Gaga dan total Pelangg Pelangg Menamp Status saat ini. Ae Berh oa Gaga Invoice Ae Berh oa Gaga Formulir Ae Berh oa Gaga 3 Pembahasan Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian yang telah dilakukan, sistem dapat dinyatakan berhasil dalam memenuhi tujuan penelitian yaitu mempermudah pengguna dalam mengelola tugas menggunakan metode Kanban. Analisis keberhasilan sistem: Seluruh manajemen pesanan dan autentikasi pengguna telah berfungsi dengan baik. Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban. Author: Muhamad Rizki Akbar Nopriansyah. Miftahul Falah. Meutya Salasabila Putri,Najwa Ainayah. Zopan Suarmo. Agum Gumelar. Novanda Wahyu PratamaAe Sainstech. Vol. No. : 18-31 DOI : Sistem dapat membantu owner memantau progres pesanan dan feedback yang masuk secara lebih jelas dan terstruktur. Pemanfaatan Firebase memungkinkan proses penyimpanan data secara real- sehingga perubahan status pesanan langsung terlihat. owner bisa melihat perkembangan toko dari segi laba rugi dan untung Meski keterbatasan sistem pada tahap ini, antara A A A Sistem beberapa pengerjaan manual, seperti pesanan yang masuk harus di refresh terlebih dahulu agar dapat terlihat di dashboard kasir. Fitur QR Code masih belum terimplementasi dengan baik. keterbatasan dalam database untuk menampung pengelolaan password yang ada di sistem Owner Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem ini telah berhasil dibangun sesuai kebutuhan dasar, namun masih memiliki ruang untuk pengembangan lebih lanjut agar dapat digunakan secara lebih luas dan KESIMPULAN Penelitian ini berhasil merancang dan mengembangkan prototipe sistem informasi terintegrasi berbasis digital untuk Kedai H562 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan metodologi Kanban. Sistem ini dirancang untuk mengatasi masalah utama berupa pencatatan transaksi manual yang rawan error, pembayaran, serta kurangnya laporan keuangan yang akurat dan real- time. Melalui Software Requirements Specifications (SRS), identifikasi akar masalah menggunakan Fishbone Diagram, dan pemodelan interaksi melalui Use-Case Diagram, sistem ini berhasil pengguna utama yaitu Pelanggan. Kasir. Dapur, dan Owner. Penggunaan metode Kanban terbukti efektif dalam mengelola proyek secara fleksibel, transparan, dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan selama proses Prototipe yang dihasilkan telah mencakup fungsi inti seperti pemesanan digital, pembayaran via QRIS/ewallet, manajemen pesanan, laporan penjualan, dan sistem feedback pelanggan. Hasil pengujian Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai harapan, meskipun terdapat beberapa keterbatasan teknis seperti kecepatan loading pada beberapa halaman. Daftar Pustaka