Veny Mirani1. Suroto2. Fanni Rahmawati3. Widya Hestiningtyas4 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH KEMUDAHAN TRANSAKSI. EFEKTIVITAS. KECEPATAN BERTRANSAKSI. TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN QRIS MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI Veny Mirani1. Suroto2. Fanni Rahmawati3. Widya Hestiningtyas4 Universitas Lampung1. Universitas Lampung2. Universitas Lampung3. Universitas Lampung4 pos-el: venymirani4@gmail. com1, suroto. 1993@fkip. id2, fanni. rahmawati93@fkip. hestiningyas@fkip. ABSTRAK QRIS sebagai standar nasional kode QR dari hasil pengembangan Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), upaya integrasi berbagai kode QR dari penyedia layanan sistem pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kemudahan transaksi, efektivitas, dan kecepatan bertransaksi terhadap minat mahasiswa menggunakan sistem pembayaran QRIS. Penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif ini melibatkan 156 responden mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung angkatan 2022, 2023, 2024 yang dipilih melalui probability sampling dengan teknik simpel random sampling, sedangkan data diperoleh dari kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket/kuesioner. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji analisis regresi . dan uji analisis regresi simultan . ji F) dan di olah menggunakan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan uji regresi parsial diperoleh hasil variabel kemudahan transaksi, efektivitas, kecepatan bertransaksi, berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap terhadap minat menggunakan qris. Berdasarkan hasil uji regresi secara simultan, secara keseluruhan kemudahan transaksi, efektivitas, kecepatan bertransaksi, minat menggunakan qris berpengaruh pada mahasiswa Pendidikan ekonomi univeristas lampung. berdasarkan hasil uji hipotesis dengan uji F diperoleh nilai Fhitung > Ftabel atau Fhitung atau 29,157 > 2,152 dan nilai R squre sebesar 0,365 atau 36,5% yang artinya seluruh variabel bebas memiliki pengaruh terhadap minat menggunakan qris pada mahasiswa Pendidikan ekonomi universitas lampung dan 63,5% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini. Analisis regresi linear berganda membuktikan bahwa kemudahan transaksi, efektivitas, dan kecepatan transaksi berdampak positif signifikan, baik secara terpisah maupun secara keseluruhan pada minat menggunakan QRIS. Temuan ini menegaskan pentingnya persepsi mahasiswa terhadap kualitas layanan digital dalam meningkatkan adopsi pembayaran non-tunai berbasis QR code. Kata kunci : qris, kemudahan transaksi, efektivitas, kecepatan bertransaksi ABSTRACT QRIS as the national standard for QR codes is the result of development by Bank Indonesia in collaboration with the Indonesian Payment System Association (ASPI), aiming to integrate various QR codes from different payment system providers. This study aims to analyze the impact of transaction convenience, effectiveness, and transaction speed on the interest of students in using the QRIS payment system. This quantitative research with a descriptiveverificative method involved 156 respondents from the Economics Education students at the University of Lampung from the 2022, 2023, and 2024 cohorts, selected through probability sampling using simple random sampling technique. Data were obtained from questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data collection was conducted using questionnaires. Hypothesis testing was performed using regression analysis tests . -tes. and simultaneous regression analysis tests (F-tes. processed with the SPSS application. Based on the results of partial regression tests, the variables of transaction convenience, effectiveness, and transaction speed have a positive and significant effect on the interest in using QRIS. Based on simultaneous Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Veny Mirani1. Suroto2. Fanni Rahmawati3. Widya Hestiningtyas4 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan regression tests, overall transaction convenience, effectiveness, and transaction speed have an influence on the interest in using QRIS among Economics Education students at the University of Lampung. The F-test results showed that the calculated F value (Fhitun. > the table F value (Ftabe. , or 29. 157 > 2. 152, and the R square value was 0. 5%), which means all the independent variables have an effect on the interest in using QRIS, while the remaining 63. 5% is influenced by other factors outside this study. Multiple linear regression analysis proves that transaction convenience, effectiveness, and transaction speed have a positive and significant impact both individually and collectively on the interest in using QRIS. These findings emphasize the importance of studentsAo perception of digital service quality in increasing the adoption of QR code-based cashless payments. Keywords: qris, ease of transactions, effectiveness, speed of transactions PENDAHULUAN Kemajuan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sistem pembayaran dan industri keuangan. Salah satu inovasi penting adalah implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019 (Pramesti & Susanta Nugraha, 2. QRIS memfasilitasi transaksi non-tunai secara cepat, aman, dan efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan oleh berbagai aplikasi pembayaran. Sistem ini juga berperan strategis dalam mendukung inklusi keuangan dan cashless society (Rahmadi dkk. , 2. Fenomena ini menunjukkan adanya transformasi dalam kebiasaan bertransaksi, di mana masyarakat, terbiasa menggunakan ponsel pintar dalam aktivitas sehari-hari, termasuk untuk melakukan pembayaran. Data Bank Indonesia . mencatat bahwa jumlah merchant QRIS hingga pertengahan 2024 telah menembus 30 juta, didominasi oleh sektor UMKM. Nilai transaksi QRIS sepanjang 2023 juga meningkat signifikan, mencapai lebih dari Rp229 triliun, menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital berbasis QR telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat modern. Namun, tingkat adopsi QRIS di sepenuhnya optimal. Masih banyak mahasiswa yang memilih transaksi tunai karena kebiasaan, keterbatasan fasilitas, atau kurangnya pemahaman terkait manfaat QRIS. Hasil prapenelitian menunjukkan bahwa minat mahasiswa Pendidikan Ekonomi dalam menggunakan QRIS masih rendah, meskipun sistem ini menawarkan kemudahan, efektivitas, dan kecepatan Kemudahan Transaksi menjadi faktor utama dalam adopsi teknologi. Davis . menyatakan bahwa perceived ease of use berpengaruh Dalam konteks QRIS, kemudahan transaksi QR, kompatibilitas dengan berbagai aplikasi Efektivitas penggunaan QRIS diukur dari sejauh mana sistem memberikan manfaat nyata bagi pengguna, seperti efisiensi waktu, keamanan transaksi, dan pencatatan digital yang teratur (Jogiyanto, 2. Bagi mahasiswa, efektivitas ini juga membantu pengelolaan keuangan kehilangan uang tunai. Kecepatan Bertransaksi kenyamanan pengguna, terutama bagi mahasiswa dengan aktivitas padat. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Veny Mirani1. Suroto2. Fanni Rahmawati3. Widya Hestiningtyas4 Kotler & Keller . menyatakan memengaruhi kepuasan dan minat QRIS dirancang untuk memproses pembayaran secara instan, sehingga meningkatkan efisiensi waktu dan kenyamanan pengguna. Minat Menggunakan QRIS adalah kecenderungan psikologis mahasiswa untuk memilih QRIS sebagai metode pembayaran utama. Ajzen . melalui Theory of Planned Behavior menegaskan bahwa minat merupakan prediktor utama perilaku aktual. Dengan demikian, kemudahan transaksi, efektivitas, dan kecepatan bertransaksi diharapkan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan QRIS. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian teori dan latar belakang di atas, hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: H1: Kemudahan transaksi berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa menggunakan QRIS. H2: Efektivitas penggunaan QRIS berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa menggunakan QRIS. H3: Kecepatan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa menggunakan QRIS. Penelitian ini bertujuan untuk: Menganalisis pengaruh kemudahan transaksi terhadap minat mahasiswa menggunakan QRIS. Menganalisis pengaruh efektivitas penggunaan QRIS Menganalisis pengaruh kecepatan bertransaksi terhadap minat mahasiswa menggunakan QRIS. Memberikan rekomendasi strategis kepada pihak terkait untuk meningkatkan adopsi QRIS di kalangan mahasiswa. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu hasil penelitian (Nasution, 2. Metode deskriptif merupakan suatu pendekatan penelitian yang bertujuan menganalisis fenomena atau fakta-fakta secara sistematis, objektif, dan akurat. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang objek karakteristik, pola, atau hubungan antar Kemudahan Transaksi (X. Efektivitas (X. Kecepatan Bertransaksi (X. dan juga Minat Menggunakan Qris (Y). Metode verifikatif merupakan pendekatan yang dipakai untuk penjelasan dengan cara menguji suatu metode, baik dengan melakukan perbaikan maupun tanpa perbaikan, yang telah diterapkan di lokasi lain dalam menyelesaikan masalah yang sejenis dalam kehidupan (Pranawukir & Hamboer, 2. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini mencakup semua mahasiswa aktif di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung pada tahun akademik berjalan yang sudah pernah menggunakan QRIS yaitu sebanyak 281-24 = 257 . arena sebanyak 24 QRIS). Pemilihan populasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan mahasiswa, termasuk sistem pembayaran digital seperti QRIS, yang relevan dengan konteks penelitian (Erlita Agustina & Sri Musmini, 2. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto dan survei. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data Instrumen digunakan berupa angket dengan skala Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Veny Mirani1. Suroto2. Fanni Rahmawati3. Widya Hestiningtyas4 interval, yang memuat variabel kemudahan transaksi (X. , efektivitas (X. , kecepatan transaksi (X. , serta minat dalam penggunaan QRIS (Y). Instrumen tersebut telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas untuk menjamin ketepatan serta konsistensi Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang diterapkan meliputi penyebaran angket . dan teknik dokumentasi. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linier pengaruh masing-masing variabel independen maupun secara bersamasama terhadap variabel dependen. Sebelum regresi dijalankan, data terlebih dahulu diuji dengan asumsi klasik, yang meliputi pengujian multikolinearitas, autokorelasi, serta Seluruh proses pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak statistik dengan menggunakan SPSS versi 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berikut ini hasil uji persyaratan analisis data dengan menggunakan uji asumsi klasik dengan sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Linearitas Variabel Kemudahan Transaksi (X. Efektivitas (X. Kecepatan Bertransaksi (X. Sig 0,291 Kondisi H0 diterima Kesimpulan Linier 0,126 H0 diterima Linier 0,63 H0 diterima Linier Kesimpulan: Semua variabel independen menunjukkan hubungan linear dengan variabel dependen, sehingga model regresi layak digunakan. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Kemudahan Transaksi (X. Efektivitas (X. Kecepatan Bertransaksi (X. Tolerance 0,767 VIF 1,304 Kesimpulan Tidak terjadi 0,858 1,166 0,759 1,318 Tidak terjadi Tidak terjadi Kesimpulan: Semua variabel independen bebas dari multikolinearitas. Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi Model Durbin-Watson 2,147 Kesimpulan Tidak terjadi autokorelasi Kesimpulan: Nilai DW berada dalam rentang 1,5Ae2,5, sehingga residual bebas dari autokorelasi. Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Kemudahan Transaksi (X. Efektivitas (X. Sig 0,826 Kecepatan Bertransaksi (X. 0,956 Kesimpulan Tidak terjadi Tidak terjadi Tidak terjadi 0,531 Kesimpulan: Tidak terdapat pola sistematis residual, sehingga data bebas dari heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil uji linearitas, heteroskedastisitas, dapat disimpulkan bahwa data memenuhi semua asumsi Dengan demikian, model regresi yang digunakan dalam penelitian ini valid dan layak untuk menganalisis pengaruh kemudahan transaksi, efektivitas, dan kecepatan bertransaksi terhadap minat mahasiswa menggunakan QRIS. Selanjutnya menyajikan hasil penelitian Analisis regresi linier berganda memperlihatkan bahwa variabel bebas menggunakan sistem pembayaran QRIS dapat diuraikan sebagai berikut Tabel 1. Hasil Uji t (Parsia. Variabel Koefisien Regresi () Sig. Keterangan Kemudahan Transaksi (XCA) 0,310 7,114 0,000 Signifikan Veny Mirani1. Suroto2. Fanni Rahmawati3. Widya Hestiningtyas4 Efektivitas (XCC) Kecepatan Transaksi (XCE) 0,248 6,110 0,000 Signifikan 0,139 3,764 0,000 Signifikan Berdasarkan hasil uji parsial (Tabel . , menimbulkan efek yang kuat terhadap QRIS. Variabel kemudahan transaksi (XCA) menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,310 dengan t-hitung 7,114 dengan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,. Temuan ini menandakan bahwa semakin tinggi persepsi kemudahan, maka semakin besar pula kecenderungan mahasiswa untuk memanfaatkan QRIS. Temuan ini sejalan dengan kerangka Technology Acceptance Model (Davis, 1. yang menekankan penggunaan dalam proses penerimaan Selanjutnya, variabel efektivitas (X. juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan, dengan koefisien regresi sebesar 0,248, t-hitung 6,110, serta nilai signifikansi 0,000. Artinya, semakin tinggi anggapan mahasiswa bahwa QRIS efektif dalam aspek kepraktisan, efisiensi waktu, dan kebermanfaatan, semakin tinggi pula minat mereka untuk menggunakannya. Hasil penelitian ini mendukung temuan Pramesti dan Nugraha . yang menyatakan bahwa efektivitas layanan digital berkontribusi dalam meningkatkan niat penggunaan sistem pembayaran nontunai. Sementara itu, variabel kecepatan transaksi (XCE) juga terbukti signifikan dengan koefisien regresi 0,139, t-hitung 3,764, dan signifikansi 0,000. Hal ini berarti semakin cepat proses transaksi QRIS, semakin tinggi pula minat mahasiswa untuk menggunakannya. Temuan ini konsisten dengan studi Putri dan Yulianto . yang menegaskan bahwa kecepatan transaksi merupakan determinan penting dalam adopsi layanan keuangan digital. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Tabel 2. Hasil Uji F (Simulta. F-hitung F-tabel Sig. Keterangan 29,157 2,152 0,000 Signifikan Hasil ditampilkan pada Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai F-hitung sebesar 29,157 lebih tinggi dibandingkan dengan F-tabel sebesar 2,152, dengan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,. Temuan ini menegaskan bahwa variabel kemudahan, efektivitas, serta kecepatan transaksi secara bersamasama memberikan pengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan QRIS. Dengan kata lain, ketiga variabel tersebut tidak hanya berkontribusi secara terpisah, tetapi juga saling melengkapi dalam mendorong peningkatan intensi penggunaan sistem pembayaran berbasis QR code. Tabel 3. Koefisien Determinasi (RA) RA Persentase 0,365 36,5% Berdasarkan hasil uji pada Tabel 3 (Koefisien Determinas. , diperoleh nilai RA sebesar 0,365 atau setara dengan 36,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel kemudahan, efektivitas, dan kecepatan transaksi mampu menjelaskan variasi minat mahasiswa dalam menggunakan QRIS sebesar 36,5%, sedangkan 63,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti aspek keamanan, tingkat kepercayaan, strategi promosi, maupun faktor sosial. Nilai tersebut mencerminkan kontribusi yang cukup berarti, namun sekaligus memberikan peluang bagi penelitian mendatang untuk menambahkan variabel-variabel lain. Secara umum, temuan penelitian ini menegaskan kembali teori serta bukti empiris terdahulu yang menyatakan bahwa kemudahan, efektivitas, dan kecepatan transaksi merupakan faktor utama yang mahasiswa dalam memanfaatkan QRIS. Veny Mirani1. Suroto2. Fanni Rahmawati3. Widya Hestiningtyas4 Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu kemudahan transaksi, efektivitas, dan kecepatan bertransaksi, berpengaruh mahasiswa menggunakan QRIS. Temuan ini konsisten dengan Technology Acceptance Model (TAM) dikemukakan oleh Davis . , yang menekankan bahwa perceived ease of use . emudahan penggunaa. dan perceived usefulness . anfaat yang dirasaka. menjadi faktor utama yang membentuk niat penggunaan teknologi. Kemudahan Transaksi Hasil uji parsial menunjukkan berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa. Artinya, semakin mudah proses transaksi, semakin tinggi kecenderungan mahasiswa untuk menggunakan QRIS. Temuan Nuswantoro dkk. yang menyatakan bahwa antarmuka aplikasi yang mudah dipahami meningkatkan niat penggunaan. lapangan, mahasiswa cenderung memilih QRIS karena prosedurnya cepat dan praktis dibandingkan transaksi tunai yang lebih rumit. Efektivitas Efektivitas QRIS juga terbukti Mahasiswa menilai bahwa QRIS transaksi mereka secara efisien dan tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan konsep efektivitas yang menekankan optimal (Jogiyanto, 2. dan didukung penelitian Azis & Wardhani . yang menunjukkan bahwa efektivitas layanan digital Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan memperkuat loyalitas pengguna. Kondisi lapangan menunjukkan bahwa mahasiswa merasa lebih mudah mengelola keuangan harian, mengurangi risiko kehilangan uang tunai, dan memiliki fleksibilitas dalam melakukan pembayaran di berbagai merchant. Kecepatan Bertransaksi Kecepatan bertransaksi terbukti memiliki pengaruh positif signifikan Mahasiswa menyatakan bahwa kecepatan akses dan pemrosesan pembayaran menjadi faktor penting dalam kepuasan mereka. Temuan ini konsisten dengan Suryadi & Wahyuni . , yang menekankan bahwa layanan digital yang cepat mendorong minat penggunaan Di lapangan, mahasiswa sangat mengapresiasi kemampuan QRIS memproses pembayaran secara instan, yang memudahkan kegiatan sehari-hari yang padat. Secara simultan, ketiga variabel ini berkontribusi signifikan terhadap minat mahasiswa menggunakan QRIS, tercermin dari nilai F-hitung yang jauh lebih besar daripada F-tabel, dengan kontribusi RA sebesar 36,5%. Artinya, kualitas layanan digital yang mencakup kemudahan, efektivitas, dan kecepatan menjadi faktor dominan dalam membentuk minat Sementara itu, sisanya sebesar 63,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini, seperti promosi, keamanan, pengaruh sosial, dan faktor Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor internal sistem pembayaran digital . emudahan, efektivitas, dan kecepata. secara signifikan memengaruhi Veny Mirani1. Suroto2. Fanni Rahmawati3. Widya Hestiningtyas4 minat mahasiswa. Temuan ini tidak hanya mendukung teori TAM dan penelitian sebelumnya, tetapi juga sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, di mana menggunakan QRIS karena proses transaksi yang mudah, cepat, dan efisien. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemudahan transaksi, efektivitas, dan kecepatan bertransaksi berdampak positif menggunakan sistem pembayaran QRIS. Ketiga faktor tersebut, baik secara parsial maupun simultan, menjadi penentu penting yang mendorong mahasiswa untuk mengadopsi layanan pembayaran digital berbasis QR code. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang diajukan dalam latar belakang dapat diterima. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan masukan bagi pengembang layanan keuangan digital dan pihak meningkatkan literasi digital mahasiswa, memperluas sosialisasi QRIS, serta pembayaran digital agar lebih mudah, efektif, dan cepat digunakan. Adapun keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup responden yang hanya melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, sehingga hailnya belum tentu dapat digeneralisasi pada konteks pengguna lain. Oleh karena itu, melibatkan populasi yang lebih luas dengan menambahkan variabel lain, seperti keamanan, promosi, dan faktor sosial, untuk memperkaya pemahaman tentang minat penggunaan QRIS. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup responden, yaitu hanya mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Oleh karena itu, hasil penelitian belum dapat Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan digeneralisasi untuk populasi mahasiswa di program studi atau universitas lain, maupun pengguna QRIS secara umum. Saran untuk penelitian selanjutnya sebagai berikut: Melibatkan populasi yang lebih luas, baik dari berbagai program studi maupun institusi pendidikan lain, agar hasil penelitian lebih representatif. Menambahkan variabel lain yang penggunaan QRIS, seperti keamanan, promosi, faktor sosial, dan pengalaman Menggunakan penelitian campuran . uantitative dan pemahaman yang lebih mendalam tentang motivasi, hambatan, dan preferensi mahasiswa dalam menggunakan QRIS. Menyelidiki pengaruh jangka panjang dari penggunaan QRIS terhadap perilaku keuangan mahasiswa, sehingga dapat pengembangan layanan pembayaran digital yang lebih efektif. DAFTAR PUSTAKA