Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 5 No. 1 Februari 2023 STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG DI KECAMATAN GUNUNG MALIGAS KABUPATEN SIMALUNGUN Ledy Lurini Manik1. Marihot Manullang2. Jhonson A Marbun3. Ringkop Situmeang4 Program Studi Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun ABSTRAK Kabupaten Simalungun merupakan sentra pertanaman jagung di Provinsi Sumatera Utara dimana salah satu Kecamatan yaitu Kecamatan Gunung Maligas yang merupakan tingkat produktivitasnya diatas rata rata produktivitas Jagung di Kabupaten Simalungun. Jagung mempunyai peran mendukung perekonomian nasional, mengingat fungsinya yang multiguna. Jagung dapat dimanfaatkan untuk pangan, pakan, dan bahan baku industri. Tujuan dari penelitian adalah : untuk menganalisis Strategi Pengembangan Jagung di Kecamatan Gunung Maligas jagung ditinjau dari keadaan finansial di daerah penelitian, menjelaskan informasi strategi pengembangan budidaya jagung, menjelaskan kebijakan yang dilaksanakan guna mendorong pengembangan usaha budidaya jagung. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan jumlah produksi. Metode analisis untuk menjelaskan strategi pengembangan usahatani jagung digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa : usahatani jagung didaerah penelitian layak untuk diusahakan. strategi usahatani jagung yang perlu dilaksanakan petani adalah strategi. Meningkatkan produksi dengan menggunakan atau mengadopsi tehnologi pertanian yang tepat, meningkatkan potensi lahan dan memanfaatkan bantuan pemerintah untuk peningkatan produksi, melakukan kerjasama dengan pihak industri atau pemerintah, melakukan kerjasama atau kemitraan dengan pihak industri atau pemerintah untuk memperoleh pasar dan pengadaan saprodi. Kata Kunci : Strategi Pengembangan. Agribisnis. Jagung ABSTRACT Simalungun Regency is a corn planting center in North Sumatra Province where one of the Districts, namely Gunung Maligas District, has a productivity level above the average corn productivity in Simalungun Regency. Corn has a role to support the national economy, given its multipurpose Corn can be used for food, feed, and industrial raw materials. The aims of the study were: to analyze the Corn Development Strategy in the Gunung Maligas District of Corn in terms of the financial situation in the research area, to explain information on corn cultivation development strategies, to explain the policies implemented to encourage the development of corn cultivation The research area is determined deliberately by considering the amount of production. The analytical method to explain the corn farming development strategy used SWOT analysis. The results of the study concluded that: corn farming in the research area is feasible. Corn farming strategies that need to be implemented by farmers are strategies, increasing production by using or adopting appropriate agricultural technology, increasing land potential and utilizing government assistance to increase production, collaborating with industry or government, collaborating or partnering with industry or government to obtaining markets and procuring inputs. Keywords: Development Strategy. Agribusiness. Corn This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 5 No. 1 Februari 2023 PENDAHULUAN Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman palawija utama di Indonesia yang kegunaannya relatif luas, terutama untuk konsumsi manusia dan kebutuhan bahan pakan Jagung juga merupakan komoditas yang diminta di pasar dunia. Namun demikian, jagung di Indonesia sebagaimana umumnya komoditas pangan lainnya merupakan hasil produksi petani petani skala kecil. Instrumen kebijakan strategis diperlukan untuk meningkatkan pendapatan petani dan produksi jagung, karena dengan kebijakan business as usual, laju peningkatan produksi tidak akan dapat mengimbangi laju peningkatan permintaan (Kasryno et al. , 2. Kebutuhan Jagung di Indonesia masih banyak mengalami kekurangan, sehingga untuk memenuhi pasokan dalam negeri banyak mendatangkan dari luar negeri . Data impor jagung terus meningkat merupakan indikator peluang yang cukup besar untuk mengembangkan komoditas tersebut bagi wilayah yang potensial seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat dan kawasan Indonesia timur. Tahun 2020 Indonesia akan menghadapi permintaan jagung yang cukup besar untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya konsumsi industri pakan ternak yang terus meningkat. Permintaan jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak diperkirakan sebesar 11,09 juta ton dengan perincian jagung untuk pakan ayam broiler 5,28 juta ton, untuk pakan ayam petelur diperkirakan sebesar 4,48 juta ton, jagung untuk pakan babi 0,22 juta ton dan untuk pakan ternak lainnya sebesar 1,11 juta ton (Budi et al. , 2. Jagung merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki peranan strategis dalam pembangunan nasional. Permintaan jagung terus mengalami peningkatan berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk sebagai dampak dari peningkatan kebutuhan pangan, konsumsi protein hewani dan energi. Menyadari fungsi dan peran penting jagung tersebut, maka pemerintah berupaya untuk mewujudkan swasembada jagung melalui peningkatan produksi jagung secara berkelanjutan. (Direktur Jenderal Tanaman Pangan, 2. Permasalahan dalam upaya peningkatan produksi jagung yang dirangkum dari (Suryana & Sudaryanto, 1. dan (Hadijah, 2. antara lain: . Berkurangnya areal sawah irigasi teknis dan lahan pertanian lainnya, terutama di Pulau Jawa, . Persaingan yang makin ketat dalam penggunaan air antara sektor pertanian dengan sektor - sektor lainnya yang menyebabkan ketersediaan air irigasi berkurang, . Makin mahalnya harga bibit bermutu tinggi, pupuk dan pestisida, dan . Makin langkanya tenaga kerja produktif sektor pertanian karena kesempatan kerja di sektor non pertanian dengan upah yang lebih tinggi, sehingga upah di pedesaan meningkat. Secara umum permasalahan dalam pembangunan agribisnis jagung adalah produktivitas lahan, keterbatasan modal, kualitas SDM petani. Sumber Daya Air dan irigasi yang terbatas, dan petani tersebut berharap besar adanya bantuan dari pemerintah. Pengembangan komoditas jagung di Indonesia masih mengalami beberapa kendala antara lain masih sedikitnya penggunaan benih hibrida, kelangkaan pupuk, kelembagaan belum berkembang, teknologi pasca panen dan panen belum memadai, dan lahan garapan sempit (Deptan, 2. Faktor - faktor yang dapat mempengaruhi produksi tanaman jagung dapat dari berbagai hal, salah satu contohnya yaitu faktor iklim. Iklim merupakan keadaan dimana yang This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 5 No. 1 Februari 2023 sangat menentukan sehingga tidak semua tanaman dapat tumbuh pada setiap iklim. Selain iklim dapat menentukan produktivitas tanaman jagung tetapi dapat juga menentukan dalam hal kandungan gizi yang dihasilkan tanaman tetapi masyarakat tidak mementingkan gizi yang terkandung dalam tanaman jagung tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki iklim tropis yang hanya memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan kemarau. Untuk daerah iklim tropis kandungan gizi dalam tanaman hanya banyak mengandung karbohidrat yang tinggi tetapi rendah kandungan protein pada setiap tanaman yang dihasilkan (Kartasapoetra, 1. Peningkatan produktivitas tanaman jagung merupakan hal yang penting dalam memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia. Dalam hal peningkatan produksi tanaman jagung ini perlu memperhatikan berbagai faktor seperti iklim, esensial, hama dan penyakit danvarietas tanaman yang akan ditanam. Salah satu faktok iklim yang berpengaruh dalam meningkatkan produksi tanaman adalah cahaya. Cahaya merupakan hasil dari gabungan antara berbagai warna yang ditimbulkan oleh sinar matahari atau benda lain yang dapat menghasilkan cahaya. Bagi tanaman cahaya sangat penting karena menyangkut berbagai hal dalam melakukan fotosintesis yang dibutuhkan oleh tanaman untuk melangsungkan hidupnya. Bukan hanya dalam hal fotosintesis cahaya yang diperlukan oleh tanaman tetapi proses pekembangan seperti perkecambahan, perpanjangan batang, membukanya hipocotyl, perluasan daun, sintesa klorofil, gerakan batang dan daun, pembukaan bunga dan dormansi tunas (Fitter & Hay. Kabupaten Simalungun adalah salah satu Kabupaten penghasil produksi jagung terbesar di Provinsi Sumatera Utara yang keberadaannya harus dipertahankan karena hal ini merupakan sektor dominan yang berperan dalam mendorong peningkatan ekonomi, hal ini terlihat dari 31 Kecamatan yang ada Di Kabupaten Simalungun hanya satu Kecamatan yang tidak menghasilkan produksi jagung yaitu Kecamatan Silou Kahean seperti terlihat pada tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Luas Tanaman Jagung di Kabupaten Simalungun Tahun 2016 Kecamatan Kab. Simalungun Silimakuta Pamatang Silimahuta Purba Haranggaol Horison Dolok Pardamean Sidamanik Pamatang Sidamanik Girsang Sipangan Bolon Tanah Jawa Hatonduhan Dolok Panribuan Jorlang Hataran Panei Panombeian Panei Raya Dolok Silou Panen ( Ha ) TAHUN 2016 Produksi ( Ton ) Produktivitas (Ton/H. 6,056 5,941 5,954 6,093 6,066 6,317 6,032 6,065 5,945 6,087 6,074 5,713 5,713 6,074 6,056 6,033 6,065 This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 5 No. 1 Februari 2023 Kecamatan TAHUN 2016 Panen ( Ha ) Produksi ( Ton ) Produktivitas (Ton/H. Silou Kahean Raya Kahean 5,830 Tapian Dolok 5,488 Dolok Batu Nanggar 6,009 Siantar 6,039 Gunung Malela 6,094 Gunung Maligas 6,100 Hutabayu Raja 6,096 Jawa Maraja Bah Jambi 6,009 Pamatang Bandar 6,064 Bandar Huluan 6,055 Bandar 6,194 Bandar Masilam 6,049 Bosar Maligas 6,092 Ujung Padang 5,496 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun 2016 Pada tabel 1 dapat dilihat luas panen komoditi tanaman jagung, sesuai kecamatan di Kabupaten Simalungun pada tahun 2016 Kecamatan Gunung Maligas merupakan peringkat ketiga dari seluruh Kecamatan yang tingkat produksi rata ratanya lebih tinggi dari Kecamatan lainnya . engan urutan Kecamatan Dolok Pardamean. Kecamatan Bandar. Kecamatan Gunung Maligas, ds. yaitu dari luas panen 698,90 Ha, produksi sebesar 4. 263 ton dan produktivitas sebesar 61,00 kw/ha, disamping itu juga banyaknya terdapat ternak ayam potong di kecamatan tersebut dan adanya dan PT. Era Gemilang Gizi (EGG) Farm yang membutuhkan ketersediaan pakan jagung. Tingkat produktivitas yang tinggi diduga adanya beberapa strategi pengembangan agribisnis yang dilakukan oleh petani jagung di Kecamatan Gunung Maligas, guna meningkatkan permintaan pasar dan menarik minat konsumen. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diaatas maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam bagaimana strategi Pengembangan Agribisnis Jagung di Kecamatan Gunung Maligas di Kabupaten Simalungun. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Seperti yang dijelaskan oleh (Creswell, 2. bahwa penelitian kuantitatif merupakan pendekatan untuk menguji teori objektif dengan menguji hubungan antar variabel. Variabel ini, pada gilirannya, dapat diukur dengan menggunakan instrumen, sehingga data jumlah dapat dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah: . observasi, . wawancara, . quesioner / angket dan . Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan . analisis deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Potensi Produksi dan Produktivitas Dari data ATAP . ngka tetap Dinas Pertanian Kabupaten Simalungu. bahwa tanam, panen, produksi dan produktivitas jagung di Kecamatan Gunung Maligas dari tahun 2012 This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 5 No. 1 Februari 2023 sampai dengan tahun 2016 bahwa potensi produksi naik dan bahkan diatas rata-rata produksi di Kabupaten Simalungun. Tabel 2. Produktivitas jagung di Kecamatan Gunung Maligas Tahun Tanam Sumber : Dinas Pertanian Simalungun, 2016 Panen Produksi (To. Provitas (Ku/H. 58,69 59,69 60,83 61,15 61,00 Hal inilah juga yang menjadi salah satu alasan mengapa peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana Strategi Pengembangan agribisnis di Kecamatan Gunung Maligas melalui sistem agribisnis mulai dari hulu onfarm dan hilir pelaksanaan kegiatan pengembangan jagung dan Panca usaha tani yang dilaksanakan di Kecamatan tersebut. Sehingga dapat dilihat layak atau tidaknya untuk dilaksanakan pengembangan agribisnis jagung di Kecamatan Gunung Maligas. Potensi lahan, pengalaman petani, kelompok tani. Tenaga Kerja, ketersediaan benih. Ketersediaan pupuk. Perkreditan rakyat, pendapatan petani, keterbatasan modal, kualitas sumber daya manusia, ketersediaan alsintan, permintaan pasar, adanya PPL, penetapan harga tengkulak, hama dan penyakit tanaman, kemitraan swasta, dukungan pemerintah, perkembangan tehnologi dan kesulitan dalam akses modal, seluruh rangkaian inilah yang akan menjadi salah satu tolok ukur penilaian dari Kecamatan Gunung Maligas untuk melihat strategi pengembangan agribisnis di Kecamatan Gunung Maligas hal ini sesuai dengan literatur dari Soekartawi. Menurut (Soekartawi, 1. dan (Mubyarto, 1. , bahwa prinsip prinsip dasar yang perlu diketahui dalam pengembangan dan pembangunan pertanian adalah sebagai berikut : . peran sumberdaya alam . anah, ai. , modal, tenaga kerja dan manajemen, . peran kelembagaan dalam pertanian . peran sektor penunjang lainnya. Dan demikian juga menurut Saragih, 1997 bahwa adapun salah satu cara dalam pengembangan agribisnis ada 5 mata rantai atau sub sistem yang harus diperhatikan yaitu: . Sub sistem Penyediaan Sarana Produksi yaitu kegiatan yang mencakupi Perencanaan, pengelolaan dari sarana produksi, teknologi dan sumberdaya agar penyediaan sarana produksi atau input usahatani memenuhi kriteria tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu dan tepat produk. Subsistem Usahatani atau proses produksi Termasuk kedalam kegiatan ini adalah perencanaan pemilihan lokasi, komoditas, teknologi, dan pola usahatani dalam rangka meningkatkan produksi primer. Disini ditekankan pada usahatani yang intensif dan sustainable . , artinya meningkatkan produktivitas lahan semaksimal mungkin dengan cara intensifikasi tanpa meninggalkan kaidah - kaidah pelestarian sumber daya alam yaitu tanah dan air. Subsistem Agroindustri / pengolahan hasil. Lingkup kegiatan ini tidak hanya aktivitas pengolahan sederhana di tingkat petani, tetapi menyangkut keseluruhan kegiatan mulai dari penanganan pasca panen produk pertanian sampai pada tingkat pengolahan lanjutan dengan maksud untuk menambah value added . ilai tamba. dari produksi primer tersebut. Sub sistem Pemasaran Sub sistem pemasaran mencakup pemasaran hasil - hasil usahatani dan agroindustri baik untuk pasar domestik maupun ekspor. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 5 No. 1 Februari 2023 Kegiatan utama subsistem ini adalah pemantauan dan pengembangan informasi pasar. Sub sistem Penunjang subsistem ini merupakan penunjang kegiatan pra panen dan pasca panen yang meliputi : Sarana Tataniaga. Perbankan / perkreditan. Penyuluhan Agribisnis. Kelompok tani. Infrastruktur agribisnis. Koperasi Agribisnis. BUMN. Swasta. Penelitian dan Pengembangan. Pendidikan dan Pelatihan. Transportasi. Kebijakan Pemerintah PEMBAHASAN Analisis SWOT Matriks SWOT dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi suatu usaha dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang Matriks ini dapat menghasilkan empat kemungkinan alternatif strategi, yaitu strategi S - O (Strength - Opportunie. , strategi W-O (Weakness - Opportunie. , strategi W T (Weakness - Threat. , dan strategi S - T (Strength - Threat. Strategi Kekuatan dan Peluang ( Strength - Oppurtunities = SO ) Stategi yang dapat dilaksanakan dalam mengahadi ancaman dan menekan kelemahan yaitu dengan memadukan kekuatan dan peluang melalui cara sebagai berikut : Meningkatkan produksi dengan menggunakan atau mengadopsi teknologi pertanian yang Meningkatkan potensi lahan dan memanfaatkan bantuan pemerintah untuk peningkatan Melakukan Kerjasama/ kemitraan dengan pihak industri atau pemerintah untuk memperoleh pasar dan pengadaan saprodi Peningkatan produksi dengan mengadopsi tehnologi budidaya jagung dengan metode SLPTT . ekolah lapang pengelolaan tanaman terpad. maksudnya adalah memberikan pembelajaran dalam bentuk pertemuan kelompok, dalam pertemuan tersebut mendiskusikan seluruh permasalahan yang ada dilahan masing masingkelompok. Sama halnya dengan di tahun 2012 bahwa di Kecamatan Gunung Maligas dilaksanakannya SLPTT Jagung, dari pelaksanaan kegiatan tersebut berdampak baik terhadap peningkatan produksi jagung di Kecamatan Gunung Maligas. Peningkatan produksi dan produktivitas mutu kualitas hasil pertanian, strategi yang dapat dilakukan antara lain dengan memanfaatkan potensi lahan untuk bertanam jagung dengan mengatur pola tanam jagung dan perluasa areal tanam, pemanfaatan lahan yang masih dimanfaatkan seperti lahan perkebunan yang masih diremajakan. Dengan melaksanakan kerjasama dengan pihak industri dengan petani diharapkan mampu memasarkan hasil produksinya dengan ketentuan yang dikesepakati bersama. Strategi Kekuatan dan Ancaman ( Strength - Threats = ST ) Strategi Pengembangan Agribisnis Jagung dapat dicapai dengan memanfaatkan kekuatan untuk melawan ancaman yang ada yaitu dengan : Menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah dan swasta produsen obat-obatan untuk memberikan pelatihan pengendalian hama penyakit Mengupayakan adanya kerjasama petani dengan pihak swasta Meningkatkan peran poktan sebagai unit usaha dan melibatkan tenaga kerja Dukungan pemerintah dalam mensejahterakan kelompok tani dilalui juga dengan This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 5 No. 1 Februari 2023 memberikan obat obatan untuk pengendalian hama dan penyakit dilapangan, dan menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk membantu situasi dilapangan diharapkan mampu Strategi Kelemahan dan Peluang (Weakness Ae Opportunities = WO) Strategi kelemahan dan peluang merupakan merupakan strategi dimana petani mampu mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang ada. Strategi Pengembangan Agribisnis Jagung dapat dicapai dengan memanfaatkan peluang yang ada menekan ancaman yang ada yaitu dengan: Mengupayakan akses dan sumber pembiayaan usahatani yang mudah Perbaikan teknologi budidaya tanaman jagung Memanfaatkan programPengembangan Jasa Asuransi Pertanian Dari Pemerintah Strategi Kelemahan dan Ancaman (Weakness Ae Threats = WT) Strategi ini didasarkan pada bagaimana meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman yang datang. Strategi yang dapat dilakukan yaitu Meningkatkan peran serta petani dalam penyuluhan dan pelatihan menyangkut masalah pengendalian hama penyakit Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani Membangun dan membina kerjasama dengan mitra yang menjadi target pasar Merumuskan strategi yang efektif dengan cara memaksimalkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk mencapai tujuan, dalam pengembangan agribisnis jagung di Kecamatan Gunung Maligas dapat dilakukan dengan alternatif strategi Meningkatkan produksi dengan menggunakan atau mengadopsi teknologi pertanian yang Kegiatan yang dilakukan yaitu : Pelatihan atau sekolah lapang pengelolaan teknologi budidaya jagung dengan konsep pengelolaan tanaman terpadu. Magang atau studi banding ke daerah sentra pengembangan tanaman jagung yang telah berkembang dan telah menggunakan teknologi budidaya jagung yang sesuai. Meningkatkan potensi lahan dan memanfaatkan bantuan pemerintah untuk peningkatan Kegiatan yang dilakukan yaitu: Perluasan areal tanam jagung baik pada lahan yang pernah diolah . ahan tidu. dan lahan yang baru dibuka. Perbaikan infrastrukur seperti pembangunan jaringan jalan usahatani. Melakukan kerjasama atau kemitraan dengan pihak industri atau pemerintah untuk memperoleh pasar dan pengadaan saprodi Memberikan bantuan peralatan pertanian (Alsinta. dan sarana prasarana produksi Membantu mempertemukan petani dengan pihak industri dan perbankan untuk mendapatkan bantuan modal usaha Membangun jaringan pemasaran dan menjalin kerjasama perdagangan dan pemasaran dengan pasar nasional maupun pihak swasta. Pengembangan Wilayah Jagung di Kecamatan Gunung Maligas berdasarkan dengan alternatif strategi berdasarkan 4 . faktor yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada di Kabupaten Simalungun. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 5 No. 1 Februari 2023 Tabel 3 Matriks Hasil Analisis SWOT dalam Perumusan Asumsi Strategi Pengembangan Agribisnis Jagung di Kecamatan Gunung Maligas IFAS EFAS Kekuatan (S) Kelemahan (W) Potensi lahan Pengalaman petani Adanya kelompok tani (Pokta. Ketersediaan tenaga kerja Pendapatan petani rendah Keterbatasan modal Kualitas sumber daya manusia rendah Ketersediaan alsintan rendah Peluang (O) . Adanya Dukungan Pemerintah . Perkembangan teknologi . Permintaan pasar Adanya penyuluh pertanian lapangan Strategi SO Strategi WO Meningkatkan produksi dengan . Mengupayakan akses dan menggunakan atau mengadopsi sumber pembiayaan usahatani teknologi pertanian yang tepat yang mudah . Meningkatkan potensi lahan dan . Perbaikan teknologi budidaya memanfaatkan bantuan pemerintah tanaman jagung untuk peningkatan produksi Memanfaatkan program Melakukan Kerjasama/ kemitraan Pengembangan Jasa Asuransi dengan pihak industri atau Pertanian Dari Pemerintah pemerintah untuk memperoleh pasar dan pengadaan saprodi Ancaman (T) Strategi (ST) Strategi (WT) . Penetapan harga dari . Menjalin kerjasama dengan pihak . Meningkatkan peran serta pemerintah dan Swasta produsen petani dalam penyuluhan dan . Hama dan penyakit Obat obatan untuk memberikan pelatihan menyangkut . Kemitraan dengan swasta masalah pengendalian hama belum terbangun . Sulit mengakses modal Mengupayakan adanya kerjasama . Meningkatkan pengetahuan petani dengan pihak swasta dan ketrampilan petani . Meningkatkan poktan . Membangun dan membina sebagai unit usaha dan melibatkan kerjasama dengan mitra yang tenaga kerja menjadi target pasar Sumber : Data primer setelah diolah, 2018 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi pengembangan agribisnis jagung di Kecamatan Gunung Maligas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Meningkatkan produksi dengan menggunakan atau mengadopsi teknologi pertanian yang Kegiatan yang dilakukan yaitu : Pelatihan atau sekolah lapang pengelolaan teknologi budidaya jagung dengan konsep pengelolaan tanaman terpadu. Magang atau studi banding ke daerah sentra pengembangan tanaman jagung yang telah berkembang dan telah menggunakan teknologi budidaya jagung yang sesuai. Meningkatkan potensi lahan dan memanfaatkan bantuan pemerintah untuk peningkatan Kegiatan yang dilakukan yaitu: Perluasan areal tanam jagung baik pada lahan yang pernah diolah . ahan tidu. dan lahan yang baru dibuka. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 5 No. 1 Februari 2023 Perbaikan infrastrukur seperti pembangunan jaringan jalan usahatani. Melakukan kerjasama atau kemitraan dengan pihak industri atau pemerintah untuk memperoleh pasar dan pengadaan saprodi Memberikan bantuan peralatan pertanian (Alsinta. dan sarana prasarana produksi Membantu mempertemukan petani dengan pihak industri dan perbankan untuk mendapatkan bantuan modal usaha Membangun jaringan pemasaran dan menjalin kerjasama perdagangan dan pemasaran dengan pasar nasional maupun pihak swasta. Dimana secara keseluruhan apabilan strategi tersebut dicapai maka secara otomatis mampu mendukung Program Pemerintah untuk Upaya Penanganan Khusus Jagung guna peningkatan produksi dan produktivitas secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA