Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENGARUH PELVIC FLOOR PHYSICAL THERAPY TERHADAP PERBAIKAN FUNGSI SEKSUAL PADA PEREMPUAN MENOPAUSE Lisda Maria 1A Riani Baharuddin 2 Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang1,2 Email: lisdamaria83@gmail. cacairawan86@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Menopause sering dikaitkan dengan penurunan fungsi seksual akibat perubahan hormonal yang berdampak pada lubrikasi, orgasme, dan kepuasan seksual. Pelvic Floor Physical Therapy (PFPT) menjadi salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu meningkatkan fungsi seksual pada wanita menopause. Tujuan: Mengetahui evaluasi efektivitas PFPT dalam meningkatkan skor Female Sexual Function Index (FSFI). Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi dengan pre-test dan post-test. Subjek penelitian wanita menopause usia 45Ae60 tahun yang mengalami disfungsi seksual, jumlah sampel 30 orang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan FSFI mengukur fungsi seksual sebelum dan sesudah intervensi PFPT selama 4 minggu dari bulan Januari-Februari 2025 di Puskesmas Sekip Palembang. Analisis data dengan uji T berpasangan untuk melihat perbedaan skor FSFI sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan skor FSFI dari 24,47 A 1,45 menjadi 39,42 A 4,16 . < 0,. Peningkatan terbesar terjadi pada domain lubrikasi, orgasme, dan kepuasan seksual. PFPT efektif meningkatkan fungsi seksual wanita menopause dengan meningkatkan tonus otot panggul, aliran darah ke genitalia, serta mengurangi risiko inkontinensia urin. PFPT dapat dijadikan sebagai terapi alternatif yang aman dalam penanganan disfungsi seksual wanita menopause. Saran: Diharapkan penelitian ini dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari melakukan senam dasar panggul serta menjadi salah satu alternatif pengobatan non farmakologi dalam menurunkan disfungsi seksual wanita menopause sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan menoupase. Kata Kunci: Menopause. Disfungsi Seksual. Pelvic Floor Physical Therapy ABSTRACT Background: Menopause is often associated with decreased sexual function due to hormonal changes that impact lubrication, orgasm, and sexual satisfaction. Pelvic Floor Physical Therapy (PFPT) is one of the non-pharmacological interventions that can help improve sexual function in menopausal women. Objective: To evaluate the effectiveness of PFPT in improving Female Sexual Function Index (FSFI) Methods: This study used a quasi-experimental design with pre-test and post-test. The research subjects were menopausal women aged 45-60 years who experienced sexual dysfunction, with a total sample of 30 people selected by purposive sampling. The research instrument used FSFI to measure sexual function before and after PFPT intervention for 4 weeks from January-February 2025 at Puskesman Sekip Palembang. Data analysis using paired t test to see the difference in FSFI scores before and after the intervention. Results: There was a significant increase in FSFI score from 24. 47 A 1. 45 to 42 A 4. < 0. The largest increase occurred in the domains of lubrication, orgasm, and sexual PFPT effectively improves sexual function of menopausal women by increasing pelvic muscle tone, blood flow to genitalia, as well as reducing the risk of urinary incontinence. PFPT can be used as a safe alternative therapy in the management of sexual dysfunction of menopausal women. Suggestion: It is hoped that this research can be implemented in everyday life by doing pelvic floor exercises and can be an alternative non-pharmacological treatment in reducing sexual dysfunction in menopausal women so as to improve the quality of life of menoupase women. Keywords: Level of Independence. Daily Activities. Elderly | 224 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Bak-Sosnowska, 2. Disfungsi seksual pada perempuan Di Palembang, data spesifik tentang menopause merupakan masalah kesehatan yang luas dan memiliki prevalensi tinggi perempuan menopause belum tersedia secara luas. Namun, studi lokal di wilayah Sumatera Selatan menunjukkan bahwa 55% menopause berkisar antara 38% hingga perempuan menopause mengalami gejala 63%, tergantung pada metode pengukuran terkait disfungsi seksual, seperti penurunan dan populasi yang diteliti (Maaita et al. libido dan kesulitan orgasme (Pematai et Disfungsi ini meliputi berbagai , 2. Faktor-faktor budaya dan aspek seperti penurunan libido, dispareunia, kurangnya edukasi tentang menopause dan ketidakpuasan seksual, yang sering kali menjadi tantangan utama dalam menangani disebabkan oleh perubahan hormonal, masalah ini. Selain itu, akses yang terbatas ke program intervensi non-farmakologis Penelitian menunjukkan bahwa perubahan seperti pelvic floor physical therapy juga ini dapat berdampak signifikan pada memperburuk kondisi ini (Faubion et al. kualitas hidup perempuan menopause di berbagai negara (Khalesi et al. , 2. Indonesia. Menanggapi tingginya prevalensi ini, pendekatan yang berbasis komunitas dan kesehatan primer menjadi penting dalam melatih kekuatan otot panggul (Arthur et menopause juga cukup tinggi. Sebuah studi , 2. Pelatihan otot dasar panggul di Yogyakarta melaporkan bahwa 60,3% telah terbukti menjadi intervensi efektif gangguan seksual, termasuk rendahnya menopause meningkatkan fungsi seksual gairah seksual dan nyeri saat berhubungan mereka (Jorge et al. , 2. Dampak dari (El Husna et al. , 2. Faktor-faktor perubahan ini tidak hanya mempengaruhi aspek fisik, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis dan emosional perempuan, kurangnya akses ke layanan kesehatan memainkan peran penting dalam tingginya Dalam konteks pasangan, prevalensi disfungsi seksual (Naworska & | 225 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 memengaruhi hubungan interpersonal dan dasar panggul telah terbukti efektif dalam dinamika rumah tangga (Khalesi et al. berbagai penelitian, adopsinya di tingkat layanan kesehatan primer masih rendah. Fungsi Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya menopause dapat dipengaruhi oleh berbagai pengetahuan masyarakat tentang manfaat faktor, termasuk obesitas, gaya hidup, dan latihan ini atau kurangnya sumber daya status hormonal. Penelitian Walgren et al. untuk pelatihan yang terstruktur. Oleh . karena itu, penting untuk mengevaluasi berkontribusi terhadap disfungsi otot dasar efektivitas program ini dalam konteks lokal, seperti di wilayah kerja Puskesmas Sekip memengaruhi kemampuan seksual wanita. Palembang. Oleh karena itu, pelatihan otot dasar Di wilayah kerja Puskesmas Sekip panggul tidak hanya memperbaiki aspek Palembang, pendekatan non-farmakologis fisik tetapi juga meningkatkan kepercayaan seperti pelatihan otot dasar panggul dapat menjadi solusi inovatif dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas hidup wanita Latihan otot dasar panggul dalam primer, puskesmas memiliki peran penting termasuk dalam meningkatkan lubrikasi, dalam menyediakan intervensi berbasis orgasme, dan kepuasan. Latihan ini bekerja komunitas yang dapat diakses oleh populasi dengan memperkuat otot dasar panggul yang mendukung organ reproduksi dan pendekatan berbasis komunitas lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien Penelitian Sebagai layanan kesehatan Penelitian kekuatan otot dasar panggul yang lebih baik berhubungan positif dengan peningkatan pelatihan otot dasar panggul (Khalesi et al. skor Female Sexual Function Index (FSFI), termasuk aspek libido, orgasme, dan Mengingat dampak luas dari disfungsi kepuasan seksual (Zhuo et al. , 2. seksual pada perempuan menopause, baik Pelatihan ini juga membantu mengatasi dari aspek fisik maupun psikososial, disfungsi seksual yang terkait dengan kondisi seperti prolaps organ panggul dan mengeksplorasi pengaruh pelatihan otot inkontinensia urin. dasar panggul terhadap fungsi seksual Namun, meskipun pelatihan otot perempuan menopause di wilayah kerja | 226 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Puskesmas Sekip Palembang. Fokus penelitian ini adalah untuk mengukur dilakukan sebanyak dua kali sebelum efektivitas pelvic floor physical therapy dengan suatu kelompok subjek. Metode ini digunakan untuk melihat kondisi disfungsi divalidasi, seperti FSFI. seksual sebelum pemberian pelvic floor Berdasarkan penelitian Jorge et all physical therapy dan setelah satu bulan . dimana didapatkan hasil penelitian terakhir peneliti membandingkan kembali nya adalah PFMT meningkatkan skor FSFI disfungsi seksual dengan posttest. Variabel pada domain orgasme dan lubrikasi hingga independen dalam penelitian ini adalah pelvic Sedangkan penelitian dari Husna et all floor physical therapy. Variabel terikat dalam . hasil penelitiannya didapatkan 0% penelitian ini keluhan disfungsi seksual pada wanita menopause mengalami disfungsi seksual dengan faktor psikososial dominan. Begitupula Pematai et all . dimana 70% responden melaporkan perbaikan signifikan setelah PFMT selama 4 minggu. rancangan pre - eksperiment menguji coba suatu perlakuan pada sekelompok subyek tanpa kelompok pembanding namun tidak dilakukan randomisasi untuk memasukkan subyek ke dalam kelompok. Sesuai dengan menopause disfungsi seksual peneliti memberikan perlakuan berupa pendidikan pelvic floor physical therapy. Jenis rancangan yang digunakan pada Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sekip Palembang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025. Populasi nya adalah wanita menopause yang berada Puskesmas Sekip Palembang bulan Agustus - Oktober 2024 Penelitian ini merupakan penelitian kuesioner FSFI. METODE PENELITIAN pretest-postest sebanyak 134 orang wanita menopause yang berusia 45- 60 tahun dengan total sampel 30 orang. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling pengambilan sampel non-probabilitas di mana peneliti secara sengaja memilih individu yang memenuhi kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan Instrumen yang digunakan dalam pengetahuan gizi pada balita yaitu lembar | 227 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 SOP pelvic floor physical therapy, lembar Data usia, indeks massa tubuh SOP ini dirancang untuk memastikan (BMI), status pernikahan, dan tingkat aktivitas fisik peserta dicatat. Peserta terstandar dan efisien, serta kuesioner FSFI mengikuti program Pelvic Floor Muscle menggunakan instrumen Female Sexual Training (PFMT) selama 4 minggu dalam Function Index (FSFI). frekuensi seminggu tiga kali. Latihan PFPT Pengumpulan data ini menggunakan meliputi latihan kegel, kontraksi dan jenis data primer. Sebelum pengambilan relaksasi otot dasar panggul . Ae15 repetisi data, peneliti memperkenalkan diri dan per sesi, 3 kali per mingg. Peneliti menjelaskan maksud tujuan yang akan memantau perkembangan peserta secara rutin untuk memastikan latihan dilakukan dengan benar. Setelah 4 minggu intervensi, responden apakah sudah pernah menjadi peserta diminta mengisi kembali kuesioner responden dalam penelitian ini sebelumnya FSFI untuk mengevaluasi perubahan fungsi seksual dibandingkan hasil pre-test. Skor Peserta yang bersedia mengikuti FSFI dibandingkan dengan hasil pre-test untuk formulir persetujuan setelah mendapatkan menilai efektivitas intervensi. Kemudian penjelasan lengkap tentang penelitian. data telah dikumpulkan dan diolah oleh Peserta diminta mengisi kuesioner FSFI post-test untuk mengukur fungsi seksual awal, mencakup enam domain . asrat, gairah. HASIL PENELITIAN lubrikasi, orgasme, kepuasan, dan rasa Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Usia Menikah dan Lama Pernikahan Pada Perempuan Menopause Karakteristik meanASD Usia responden Usia menikah Lama pernikahan 49,8A2,68 19,77A2,32 30,03A3,36 Median 49,50 19,50 Min-maks Tabel 1 diatas menunjukkan bahwa Usia menikah rata-rata 19,77 tahun rata-rata usia responden adalah 49,8 tahun dengan rentang 16 hingga 23 tahun, dengan rentang usia antara 46 hingga 55 sedangkan lama pernikahan memiliki rata- | 228 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 rata 30,03 tahun dengan rentang 23 hingga 38 tahun. Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan. Pekerjaan dan Jumlah Anak Pada Perempuan Menopause Karakteristik (%) Pendidikan Tidak lulus SD SMP SMA Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Bekerja Total Jumlah Anak Total Tabel 2 menunjukkan bahwa tingkat pekerjaan di luar rumah. Dari segi jumlah pendidikan responden beragam, dengan anak, sebagian besar responden memiliki 2 mayoritas lulusan SD . ,0%) dan SMP anak . ,7%) atau 3-4 anak . ,0%), . ,0%). Sebagian besar responden bekerja sementara tidak ada responden yang tidak memiliki anak. ,3%), sedangkan 36,7% responden memiliki Analisis Univariat Tabel 3. Fungsi Seksual Sebelum Intervensi Pelvic Floor Physical Therapy Pada Perempuan Menopause Skor FSFI meanASD Median Min-maks 24,47A1,45 Menurut tabel 3 Sebelum diberikan berada di bawah ambang batas fungsi intervensi, skor FSFI rata-rata responden seksual yang normal, menunjukkan bahwa adalah 24,47A1,45, dengan skor median mayoritas responden mengalami disfungsi 25,0 dan rentang 20 hingga 26. Skor ini | 229 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PFPT. Tabel 4. Fungsi Seksual Setelah Intervensi Pelvic Floor Physical Therapy Pada Perempuan Menopause Skor FSFI MeanASD Median Min-maks 39,42A4,16 39,50 Menurut tabel 4 Setelah dilakukan peningkatan yang signifikan pada skor FSFI berkontribusi dalam memperbaiki fungsi seksual perempuan menopause di wilayah dengan rata-rata 39,42A4,16, median 39,50, dan rentang 27 hingga 47. Peningkatan ini Analisis Bivariat menunjukkan bahwa latihan dasar panggul Tabel 5. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Sebelum Dan Sesudah Intervensi Pelvic Floor Physical Therapy Pada Perempuan Menopause Variabel Statistik pValue Pre test 0,825 Post test Delta 0,927 Menurut tabel 5 didapatkan Uji yang berarti data perubahan skor FSFI normalitas dengan Shapiro-Wilk karena berdistribusi normal. Oleh karena itu, uji t- sampel kurang dari 50 orang. Hasil berpasangan . aired t-tes. dapat digunakan menunjukkan bahwa nilai p-value > 0,05, untuk menganalisis pengaruh intervensi Tabel 6. Pengaruh Pelvic Floor Physical Therapy Terhadap Perbaikan Fungsi Seksual Penelitian Pada Perempuan Menopause MeanASD -14,967A4,335 -18,910 P value 0,000 CI 95% -16,585 - -13,348 Menurut tabel 6 selisih rata-rata dengan interval kepercayaan 95% antara - perubahan skor FSFI adalah -14,967A4,335, 16,585 hingga -13,348. Uji t-berpasangan | 230 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 menunjukkan hasil yang sangat signifikan juga mengungkapkan bahwa perempuan dengan nilai t = -18,910 dan p-value = 0,000 dengan pendidikan tinggi lebih cenderung . < 0,. Hasil ini menegaskan bahwa mencari informasi terkait teknik dalam menangani perubahan fisik dan emosional signifikan meningkatkan fungsi seksual wanita menopause, termasuk peningkatan berkorelasi dengan peningkatan kesadaran dalam domain libido, lubrikasi, orgasme. HRT. misalnya, 56,1% wanita dalam dan kepuasan seksual. sebuah penelitian melaporkan pengetahuan PEMBAHASAN tentang HRT, dengan penduduk perkotaan Karakteristik Responden menunjukkan kesadaran yang lebih besar Karakteristik Pendidikan daripada rekan pedesaan. penelitian ini mencerminkan profil sosialdemografis Sebagian besar responden bekerja sebagai ibu rumah tangga . ,3%), yang wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang. Mayoritas responden berada dalam rentang informasi kesehatan seksual dan latihan usia 46Ae55 tahun, dengan usia menikah fisik seperti Pelvic Floor Physical Therapy rata-rata 19,77 tahun dan lama pernikahan (PFPT). Studi oleh Pematai et al. 30,03 tahun. Faktor pendidikan menunjukkan pekerjaan di luar rumah memiliki tingkat bahwa 30% responden berpendidikan SD penerimaan yang lebih tinggi terhadap dan SMP, sementara hanya 23,3% memiliki terapi berbasis latihan fisik dibandingkan pendidikan tinggi (PT). Husna et al. ibu rumah tangga. Hal ini mungkin menemukan bahwa tingkat pendidikan disebabkan oleh lebih banyaknya interaksi yang lebih tinggi sering dikaitkan dengan pemahaman yang lebih baik terhadap mendapatkan informasi lebih luas terkait intervensi medis dan pendekatan non- pengelolaan gejala menopause. Selain itu, farmakologis dalam menangani disfungsi Pendidikan yang lebih tinggi juga memiliki akses finansial yang lebih baik meningkatkan kesadaran akan pentingnya untuk mendukung pengobatan medis atau gaya hidup sehat, termasuk pola makan terapi alternatif yang dapat membantu seimbang, olahraga, serta manajemen stres selama menopause (Pitkin et al. , 2. Sebuah penelitian oleh (Pande et al. , 2. | 231 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Status ekonomi juga menjadi faktor menjaga kesehatan mental dan emosional (Totoda, 2. kesehatan perempuan menopause. Studi Selain itu, faktor gaya hidup, seperti oleh Wardani et al. menunjukkan aktivitas fisik dan pola makan, juga bahwa perempuan dengan status ekonomi memiliki peran penting dalam mengelola menengah ke atas lebih mampu mengakses gejala menopause. Sebuah studi oleh termasuk pemeriksaan medis rutin dan menopause yang rutin melakukan aktivitas terapi hormonal. Sebaliknya, perempuan fisik, seperti yoga atau senam kegel, mengalami perbaikan dalam fungsi seksual dan kesehatan secara keseluruhan. Pola makan yang kaya akan fitoestrogen, seperti kacang-kacangan biji-bijian, keterbatasan biaya. Faktor ini berperan terbukti membantu mengurangi gejala kesehatan dan kesejahteraan perempuan kekeringan vagina. Namun, hanya sebagian menopause di berbagai kelompok sosial. kecil responden dalam penelitian ini yang Kesehatan psikologis perempuan Penelitian Dewi konsisten, yang menunjukkan perlunya . edukasi lebih lanjut mengenai pentingnya gaya hidup sehat dalam menghadapi kecemasan yang tinggi akibat perubahan menerapkan pola hidup sehat secara menopause (Abiy & Vefikuluyay, 2. Keterlibatan menopause, termasuk gangguan tidur dan menghadapi menopause juga berpengaruh perubahan suasana hati. Dalam penelitian ini, sebagian besar responden mengalami Penelitian oleh Sari et al. kecemasan ringan hingga sedang, yang . menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara pasangan suami istri dapat Faktor dukungan keluarga juga meningkatkan kepuasan hubungan seksual selama menopause. Dukungan emosional dari pasangan terbukti dapat meningkatkan perubahan yang terjadi, terutama dalam kepercayaan diri perempuan menopause | 232 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dalam menghadapi perubahan fisik dan psikologis yang mereka alami. Oleh karena Puskesmas Sekip Palembang diharapkan itu, edukasi bagi pasangan suami istri dapat menjalani masa menopause dengan mengenai perubahan yang terjadi selama kualitas hidup yang lebih baik. Fungsi Pelvic Floor Physical Therapy suportif bagi perempuan menopause. Seksual Sebelum Intervensi Sebelum intervensi, skor Female Menurut penelitian Khalesi et al. Sexual Function Index (FSFI) rata-rata . , usia menopause berperan dalam responden dalam penelitian ini adalah 24,47 penurunan fungsi seksual akibat perubahan A 1,45, yang berada di bawah ambang batas kadar estrogen dan testosteron, yang fungsi seksual normal . dengan rentang 20 hingga 26. Hasil skor yang hubungan seksual. Perubahan hormonal ini rendah menunjukkan bahwa mayoritas juga dapat memicu berbagai gejala seperti responden mengalami gangguan dalam satu kekeringan vagina dan dispareunia, yang atau lebih aspek tersebut. Studi ini sejalan kepuasan dalam hubungan suami istri. Selain itu, usia menopause yang lebih awal estrogen selama menopause berkontribusi signifikan terhadap berkurangnya aliran darah ke jaringan seksual, mengurangi kardiovaskular, dan gangguan metabolik sensitivitas saraf, serta meningkatkan risiko lainnya (Smith et al. , 2. atrofi vagina (Zhuo et al. , 2. Kondisi ini Adapun asumsi peneliti bahwa mengakibatkan kesulitan dalam lubrikasi faktor usia, pendidikan, status pekerjaan, alami dan orgasme yang lebih sulit dicapai, ekonomi, kesehatan mental, gaya hidup, yang pada akhirnya dapat mengurangi dan dukungan pasangan memiliki pengaruh kepuasan seksual. Kajian teori mengenai menopause menopause mereka, begitu pula pentingnya bukan satu-satunya penyebab disfungsi menopause, termasuk intervensi medis, seksual, tetapi aspek psikologis juga memainkan peran penting. Pematai et al. Dengan terhadap informasi serta layanan kesehatan, . menopause dengan tingkat kecemasan | 233 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 tinggi memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar mengalami disfungsi seksual penggunaan pelumas atau terapi lain yang dibandingkan wanita yang lebih tenang dan percaya diri terhadap perubahan tubuh Kecemasan yang tinggi dapat Berdasarkan penelitian Wardani et menyebabkan gangguan dalam respons . dengan hasil penelitian bahwa stigma sosial terhadap menopause juga meningkatkan ketegangan otot selama dapat memperburuk disfungsi seksual pada hubungan intim. Selain itu, depresi dan stres Banyak wanita menopause masih yang berlebihan juga dikaitkan dengan menurunkan produksi neurotransmiter yang memalukan, sehingga mereka cenderung berperan dalam stimulasi seksual, seperti menutup diri dan enggan mencari solusi dopamin dan serotonin (Kim et al. , 2. yang tepat. Hal ini terutama terjadi pada Selain wanita dengan tingkat pendidikan lebih psikologis, faktor sosial juga memiliki rendah atau yang tinggal di lingkungan pengaruh besar terhadap fungsi seksual dengan nilai-nilai konservatif mengenai wanita menopause. Dukungan pasangan Padahal, pendekatan edukatif dan terapi berbasis komunikasi terbukti membantu mengurangi kecemasan serta efektif dalam meningkatkan pemahaman komunikasi mengenai kebutuhan seksual. Husna et al. menemukan bahwa selama menopause. Oleh karena itu, program edukasi dan konseling perlu komunikasi yang baik dengan pasangan diperluas agar wanita menopause dapat mereka menunjukkan tingkat kepuasan lebih terbuka dalam membicarakan masalah seksual yang lebih tinggi dibandingkan yang mereka hadapi. Selain faktor sosial, gaya hidup juga komunikasi atau tekanan sosial terkait Komunikasi yang terbuka (Yantina & Saputri, 2. menemukan bahwa wanita yang melakukan termasuk menyesuaikan teknik hubungan | 234 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 peningkatan dalam kapasitas vaskular dan Setelah 4 minggu intervensi Pelvic fleksibilitas otot dasar panggul, yang Floor Physical Therapy (PFPT), skor berdampak positif terhadap lubrikasi dan Female Sexual Function Index (FSFI) kepuasan orgasme. Salah satu bentuk mengalami peningkatan signifikan menjadi latihan yang terbukti efektif adalah Pelvic 39,42 A 4,16, dengan rentang 27 hingga 47 Floor Physical Therapy (PFPT) yang berfokus pada penguatan otot dasar panggul lubrikasi, orgasme, dan kepuasan seksual. untuk meningkatkan respons seksual dan Hasil ini menunjukkan bahwa terapi otot mengurangi risiko nyeri selama hubungan dasar panggul dapat memberikan manfaat Selain itu, pola makan yang substansial bagi wanita menopause yang mengandung fitoestrogen seperti kedelai, mengalami disfungsi seksual. Studi oleh biji rami, dan kacang-kacangan juga telah Jorge et al. mengonfirmasi bahwa terbukti membantu mengurangi gejala pelatihan otot dasar panggul mampu menopause, termasuk gangguan seksual meningkatkan kontraksi otot-otot yang (Pitkin et al. , 2. Begitu pula asumsi peneliti bahwa meningkatkan kepuasan seksual secara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk Temuan ini memperkuat bukti hormon, psikologis, sosial, dan gaya hidup. bahwa intervensi non-farmakologis seperti Penanganan PFPT dapat menjadi pilihan utama dalam menangani gangguan fungsi seksual pada multidimensional, melibatkan intervensi wanita menopause tanpa efek samping yang medis, psikologis, sosial, dan edukatif agar wanita menopause dapat meningkatkan Dengan Mekanisme PFPT melibatkan peningkatan kapasitas kontraksi meningkatkan aliran darah ke organ genital serta memperbaiki kontrol otot yang berkontribusi terhadap orgasme (Zhuo et , 2. Dengan memperkuat otot-otot di Fungsi Seksual Setelah Intervensi Pelvic sekitar vagina dan klitoris, terapi ini dapat Floor Physical Therapy meningkatkan sensitivitas dan kemampuan respons seksual, yang pada akhirnya | 235 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 kepuasan dalam pernikahan. Studi oleh berhubungan intim. Hasil ini konsisten Wardani et al. menunjukkan bahwa dengan penelitian oleh Pematai et al. pasangan yang mendukung satu sama lain . , yang menemukan bahwa wanita dalam menghadapi perubahan menopause memiliki tingkat kepuasan hubungan yang mengalami peningkatan kepuasan seksual lebih tinggi dibandingkan dengan mereka hingga 70% dibandingkan dengan mereka yang kurang memiliki pemahaman terhadap yang tidak melakukan latihan serupa. perubahan tersebut. Dengan meningkatnya Peningkatan ini terutama terjadi pada aspek kepuasan seksual, hubungan emosional dan orgasme dan lubrikasi, yang sering kali terganggu akibat penurunan kadar estrogen cenderung menjadi lebih baik. Hal ini selama menopause. menunjukkan bahwa intervensi seperti PFPT Selain efek fisiologis, latihan dasar PFPT panggul juga berkontribusi pada aspek individu, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hubungan dalam rumah tangga. Wanita peningkatan fungsi seksual setelah terapi Selain PFPT, faktor gaya hidup juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri, perasaan lebih nyaman terhadap tubuh Penelitian oleh Chang et al. harmonis dengan pasangan (Husna et al. Temuan ini menegaskan bahwa mengkombinasikan PFPT dengan aktivitas terapi ini tidak hanya berdampak pada fisik seperti yoga atau pilates mengalami aspek fisik tetapi juga pada kesejahteraan peningkatan yang lebih signifikan dalam aspek orgasme dan kepuasan seksual Seiring dengan membaiknya respons seksual, wanita menopause menjadi mengandalkan terapi otot dasar panggul. lebih percaya diri dalam mengekspresikan Latihan kebutuhan dan keinginan mereka dalam meningkatkan fleksibilitas, sirkulasi darah, hubungan, yang pada akhirnya berdampak serta mengurangi stres, yang semuanya positif pada dinamika hubungan suami istri. berkontribusi pada peningkatan kualitas Dalam konteks hubungan pasangan, peningkatan fungsi seksual setelah PFPT kehidupan seksual selama menopause. Aspek nutrisi juga tidak dapat diabaikan dalam mendukung efektivitas | 236 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PFPT. Sari et al. menemukan bahwa terapi ini, wanita menopause diharapkan pola makan yang kaya akan fitoestrogen, dapat lebih proaktif dalam mencari solusi seperti kedelai dan biji rami, dapat terhadap gangguan seksual yang mereka membantu meningkatkan efek PFPT dalam mengatasi disfungsi seksual. Fitoestrogen bertindak sebagai pengganti estrogen alami, kombinasi terapi fisik dengan gaya hidup yang dapat meningkatkan lubrikasi dan sensitivitas seksual. Dengan demikian, efektivitas PFPT dalam meningkatkan kualitas hidup wanita menopause. Dengan pendekatan nutrisi dapat memberikan hasil pendekatan yang holistik. PFPT dapat yang lebih optimal bagi wanita menopause menjadi salah satu solusi utama dalam menangani disfungsi seksual pada wanita Selain menopause secara aman dan efektif. Dari perspektif medis. PFPT juga dinilai sebagai metode yang lebih aman Terhadap Perbaikan Fungsi Seksual (HRT), Hasil uji statistik menunjukkan terutama bagi wanita yang memiliki riwayat bahwa PFPT memiliki pengaruh signifikan terhadap perbaikan fungsi seksual, dengan nilai t = -18,910 dan p-value = 0,000. Nilai Meskipun HRT telah terbukti efektif dalam p yang sangat kecil menunjukkan bahwa mengatasi beberapa gejala menopause, intervensi ini memiliki efek nyata dalam (Pitkin Pengaruh Pelvic Floor Physical Therapy FSFI menghindari terapi ini karena potensi efek keseluruhan, yang mencakup aspek hasrat samping jangka panjangnya. Oleh karena itu, pendekatan berbasis latihan seperti seksual, serta mengurangi nyeri saat PFPT menjadi alternatif yang lebih aman dan dapat dilakukan secara mandiri oleh menegaskan bahwa terapi otot dasar pasien dengan bimbingan profesional. panggul bukan hanya bermanfaat untuk Peningkatan Asumsi peneliti PFPT merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan fungsi seksual wanita menopause, baik dari kehidupan seksual wanita menopause. segi fisiologis maupun psikososial. Dengan Studi oleh Jorge et al. meningkatnya kesadaran akan manfaat menyebutkan bahwa PFPT bekerja dengan | 237 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 meningkatkan tonus otot panggul dan Oleh karena itu peneliti berasumsi stabilitas organ genital, yang berkontribusi bahwa PFPT dapat diterapkan secara luas pada peningkatan kepuasan seksual dan dalam layanan kesehatan sebagai intervensi Selain itu, penelitian ini juga utama untuk meningkatkan fungsi seksual menemukan bahwa wanita menopause yang wanita menopause. Keunggulan utama menjalani PFPT mengalami perbaikan terapi ini dibandingkan dengan intervensi dalam sirkulasi darah ke organ genital, yang secara langsung meningkatkan sensasi samping, sehingga lebih aman untuk seksual dan mengurangi risiko atrofi Efek ini terjadi karena latihan otot dasar panggul membantu mempertahankan terhadap terapi hormon (HRT). Selain itu, kesehatan jaringan vaginal, yang cenderung PFPT dapat dilakukan secara mandiri di mengalami penurunan elastisitas akibat ketergantungan pada intervensi medis yang PFPT Untuk Selain dampak pada fungsi seksual, meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas PFPT, mengurangi risiko inkontinensia urin, yang berbasis komunitas yang dapat membantu sering dikaitkan dengan penurunan fungsi wanita menopause menjalani terapi ini seksual pada wanita menopause (Zhuo et dengan lebih terstruktur. Studi oleh Chang , 2. Banyak wanita menopause et al. menunjukkan bahwa wanita mengalami kelemahan otot dasar panggul, yang mengikuti kelas latihan kelompok yang dapat menyebabkan kebocoran urin saat tertawa, bersin, atau melakukan kebiasaan latihan mereka dibandingkan aktivitas fisik. Kondisi ini sering kali dengan mereka yang berlatih sendiri di Ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis komunitas dapat memberikan hubungan seksual. Dengan melakukan manfaat tambahan dalam meningkatkan latihan rutin, otot-otot dasar panggul motivasi dan kepatuhan pasien terhadap menjadi lebih kuat, yang tidak hanya terapi PFPT. Intervensi yang efektif dan membantu mengatasi inkontinensia urin aman untuk meningkatkan fungsi seksual tetapi juga meningkatkan kontrol otot wanita menopause. Dengan kombinasi selama hubungan intim. | 238 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pasangan, dan program edukasi berbasis Pelvic Floor Physical Therapy (PFPT) secara signifikan meningkatkan fungsi PFPT manfaat yang berkelanjutan bagi kesehatan seksual dan kesejahteraan emosional wanita ditandai dengan peningkatan dalam Oleh karena itu, integrasi PFPT domain libido, lubrikasi, orgasme, dan dalam program layanan kesehatan primer kepuasan seksual. Uji t-berpasangan perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari menunjukkan nilai p-value = 0,000 strategi penanganan gangguan seksual pada yang berarti lebih kecil dari 0,05 wanita menopause intervensi ini memiliki efek yang KESIMPULAN signifikan dalam meningkatkan fungsi Didapatkan Pelvic Floor Physical Therapy (PFPT), skor ratarata Female Sexual Function Index (FSFI) pada responden diantara 20 seksual pada wanita menopause. SARAN Bagi Peneliti Diharapkan Peneliti Skor ini menunjukkan dapat melakukan studi perbandingan antara PFPT dan terapi hormon (HRT) untuk mengalami disfungsi seksual sebelum menilai efektivitas kedua metode ini dalam pelaksanaan intervensi. Didapatkan menjalani intervensi Pelvic Floor Bagi Puskesmas Sekip Palembang Physical Therapy selama 4 minggu. Integrasi PFPT dalam layanan terjadi peningkatan yang signifikan kesehatan primer Puskesmas dan klinik kesehatan wanita dapat mengintegrasikan meningkat diantara 27 hingga 47. program latihan otot dasar panggul sebagai Peningkatan ini menunjukkan bahwa bagian dari layanan kesehatan reproduksi latihan otot dasar panggul memiliki untuk wanita menopause. Program ini dapat dampak positif dalam memperbaiki dilakukan dalam bentuk kelas terapi fisik berbagai aspek fungsi seksual wanita yang dipandu oleh fisioterapis atau tenaga medis yang terlatih. FSFI. Rata-rata Hasil uji statistik menunjukkan bahwa | 239 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 DAFTAR PUSTAKA