Volume 7. Nomor 2, 2026, hlm 662-673 Jurnal Terapan Teknik Industri ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 id/index. php/jenius Perancangan alat pemotong kentang berbasis quality function deploymnet (QFD) untuk meningkatkan efisiensi produk Designing a potato cutter using the quality function deployment (QFD) method to increase product efficiency Dina Rosdiana*. Muhammad Zuhdi Prasetyo Nugroho. Puput Setianah. Herdiansyah Putra Wijaya * Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Al-Khairiyah. Citangkil. Cilegon Email: dinarosdiana. marhas@gmail. com*, zuhdipn@gmail. INFORMASI ARTIKEL Histori Artikel Artikel dikirim 02/04/2026 Artikel diperbaiki 10/05/2026 Artikel diterima 16/05/2026 ABSTRAK Kentang salah satu bahan makanan penting di Indonesia yang sering digunakan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis makanan. Namun, banyak bisnis kecil dan rumah tangga masih memotong kentang secara manual, yang membuang waktu, tenaga, dan potongan yang tidak seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pemotong kentang yang efisien dan efektif yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. VOC (Voice of Constume. dengan tujuan meningkatkan efisiensi, mengurangi beban kerja, dan menghasilkan potongan kentang yang seragam dan Hasil penelitian menggunakan metode QFD menunjukkan bahwa pelanggan sangat membutuhkan fitur-fitur seperti harga yang terjangkau, kemudahan penggunaan tanpa instruksi yang rumit, material yang tahan lama, dan kemampuan bongkar-pasang. Selanjutnya, desain akhir produk didasarkan pada korelasi antara fitur teknis dan persyaratan Hasil dari penelitian ini adalaha prototipe alat potong kentang yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pleanggan, yang lebih efisien dari segi waktu, penghematan tenaga, dan biaya produksi yang lebih rendah daripada alat bermesin yang mahal Kata kunci: Pengembangan produk. Inovasi. QFD. Quality Function Deployment ABSTRACT Potatoes are an important food ingredient in Indonesia, often used as a base ingredient for various dishes. However, many small businesses and households still cut potatoes manually, which wastes time, effort, and results in uneven cuts. This research aims to develop an efficient and effective potato cutting tool that meets user needs, the Voice of Customer (VOC), to increase efficiency, reduce workload, and produce uniform, high-quality potato cuts. The research results using the QFD method indicate that customers highly require features such as affordability, ease of use without complicated processes, durable materials, and the ability to disassemble and reassemble. Furthermore, the final product design is based on the correlation between technical features and customer requirements. The result of this research is a potato cutting tool prototype that meets customer expectations, is more timeefficient, saves labor, and has lower production costs than expensive machine Keywords: Product development. Innovation. QFD. Quality Function ImplementationKeywords: Product development. JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. Pendahuluan Kentang merupakan salah satu bahan dasar pangan yang digemari oleh masyarakat Indonesia, biasanya dijadikan berbagai jenis makanan. Mulai dijadikan lauk untuk makan, bahan sayur, dan juga bahan dasar cemilan yang biasa di jual oleh para pedanga kecil atau UMKM. Berdasarkan hasil pengamatan, para pedagang UMKM khususnya di Kota Cilegon masih banyak yang menggunakan alat potong manual sehingga membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang banyak, dan menghasilkan potongan yang tidak seragam. Kondisi ini berdampak pada efisiensi dan kualitas produk olahan kentang, terutama bagi UMKM yang membutuhkan produktivitas tinggi dengan biaya yang rendah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk merancang alat potong kentang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan . uara pelangga. yang di deskripsikan ke dalam spesifikasi teknis produk. QFD adalah metode perancangan yang sesuai yang diharapkan oleh pelanggan . Desain alat yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi kriteria seperti efisiensi waktu, penghematan tenaga, kualitas potongan yang seragam, dan biaya produksi yang rendah. Dipasaran selain alat potong kentang manual, sudah banyak alat potong kentang dengan mesin tapi harganya yang tidak bisa dijangkau oleh semua kalangan, oleh karena itu penulis ingin merancang alat pntong kentang yang sesuai kebutuhan pelanggan dengan harga yang terjangkau oleh semua kalangan khususnya pedagang UMKM yang menjual cemilan kentang. Salah satu penelitian terdahulu yang merancang alat potong kentang dengan mesin . , yang lebih cepat dan lebih mudah. Penelitian yang penulis buat juga selain mempermudah dan mepercepat pekerjaan juga yang harganya terjangkau. Sehingga produk yang kami buat tanpa mesin. Pada penelitian sebelumnya . , metode yang dipakai adalah QFD dan juga merancang alat berdasarkan ergonomi, sedangkan penelitian ini hanya focus di metode QFD dan menetukan nilai BEP dan juga harga jual yang bisa dipasarkan. Karena tujuannya penelitian ini selain merancang produk yang dibutuhkan pelanggan, juga merancang produk yang harnya terjangkau oleh semua kalangan khusunya pelaku UMKM cemilan kentang. Metode Penelitian ini menggunakan mixed- methode yaitu kualitaitif dan kuantitatif karena data yang diolah diambil menggunakan kuesioner. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode Quality Function Deployment (QFD), data diambil adalah data pelanggan berasarkan suara konsumen atau Voice of Costumer (VOC). Voice of customer (VOC) merupakan pendekatan yang digunakan untuk memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. QFD adalah bagaimana kita merancang produk sesuai dengan keinginan pelanggan . Dalam pengembangan produk. VOC menjadi kunci penting untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. VOC melibatkan pengumpulan dan analisis feedback dari pelanggan terkait pengalaman mereka dalam menggunakan produk atau layanan perusahaan. Untuk mengumpulkan VOC penelitian ini menggunakan kuisioner, wawancara dan obeservasi. VOC merupakan pendekatan. dana penerapan kebutuhan pelanggan terhadap produk maupun layanan . Dalam metode quality function deployment (QFD), peneliti dapat mengidentifikasi semua kebutuhan customer. Yang diawali dengan identifikasi kebutuhan konsumen (Voice of Costume. kemudian dilanjut aktivitas utama adalah perencanaan produk . roduct plannin. dan membuat desain produk . roduct desig. Perencanaan proses . rocess plannin. QFD memiliki beberapa tahapan, diantaranya adalah fase perencanaan produk, fase desain produk, fase perencanaan proses, fase perencanaan produksi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui tiga fase yaitu fase pertama peneliti mengumpulkan suara konsumen (Voice of Custome. , fase kedua peneliti menyusun Rumah Kualitas/House of Quality, yang bertujuan untuk membuat produk sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan . strategis dalam pengembangan produk yang fokusnya pada pen gumpulan. Berikut kerangka berpikir penelitian sebagai berikut: JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. 664 Dina Rosdiana. Muhammad Zuhdi Prasetyo Nugroho. Puput Setianah. Herdiansyah Putra Wijaya Perancangan alat pemotong kentang berbasis quality function deploymnet (QFD) untuk meningkatkan efisiensi produk Gambar 1. Kerangka berpikir Voice of Customer (VOC) Pada penelitian ini, voice of customer akan dimasukkan ke house of quality dengan menggunakan hitungan skala likert untuk menentukan tingkat kebutuhan konsumen dalam kuesioner, yang akan diurutkan berdasarkan tingkat kebutuhan tertinggi hingga terkecil. Dengan rumus TKK= SSy5 Sy4 RRy3 TSy2 STSy1 Keterangan: TKK : Tingkat kebutuhan konsumen. SS. RR. TS. STS : Jumlah responden yang memilih dari skala likert. : Jumlah responden Tahap penyusunan House of Quality atau QFD dibagi menjadi 6 langkah . Matriks kebutuhan pelanggan, meliputi: memutuskan siapa pelanggan, mengumpulkan data kualitatif berupa keinginan dan kebutuhan kosumen, menyusun keinginan dan kebutuhan yang sudah dikumpulkan, dan pembuatan diagram afinitas. Matriks perencanaan, meliputi: ukuran kebutuhan pelanggan, dan penetapan tujuan performansi kepuasan. Respon teknis, meliputi: transformasi dari kebutuhan konsumen yang bersifat non-teknis menjadi data yang bersifat . Menentukan hubungan respon teknis dengan kebutuhan konsumen, meliputi: penentuan seberapa kuat respon teknis, hubungan sedang respon teknis, dan hubungan lemah respon teknis dengan kebutuhan pelanggan. Korelasi teknis, meliputi: pemetaan hubungan dan kepentingan antara karakteristik Mutu pengganti atau respon teknis, sehingga dilihat pengaruh dari respon teknis terhadap respon teknis lainnya. Benchmarking dan penetapan target, meliputi: menentukan respon teknis yang ingin dipilih dan dibandingkan dengan produk pesaing. Penelitian ini dilaksanakan di daerah sekitar kota Cilegon, untuk pengambilan sampel atau data, penelitian ini di lakukan di daerah yang memiliki usaha kecil seperti pedagang gorengan ataupun pedagang yang memiliki aktifitas yang berhubungan dengan proses pemotongan serta ibu rumah tangga atau asisten rumah tannga yang yang dimana kedua profesi tersebut termasuk ke dalam target pasar. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu wawancara, penyebaran kuisioner dan observasi. Pada metode wawancara dibutuhkan sampel minimal 30 orang yang dikuatkan dengan Menurut . , penelitian korelasional harus menggunakan sampel setidaknya tiga puluh subjek. Berdasarkan hasil wawancara ke 30 responden, didapatkan hasil berupa kebutuhan yang dibutuhkan konsumen berupa atribut harga, kualitas, desain dan fitur setelah mengetahui gambaran kasar yang akan ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. di olah kembali kedalam bentuk kuisioner dengan pertanyaan yang lebih spesifik dengan reponden 100 orang yang dimana jumlah tersebut diambil dari sumber rumus lemeshow . yang dkarenakan populasi tidak diketahui. Berikut rumus Lemeshow: n=z^2 p. /d^2 Keterangan: n = Jumlah sampel z = Nilai standart = 1. p = Maksimal estimasi = 50% = 0. d = alpha . atau sampling error = 10% . Bahwa Lemeshow merupakan rumus yang digunakan pada penentuan jumlah minimal sampel yang dibutuhkan pada penelitian, dimana pada kondisi ini jumlah populasi tidak diketahui jumlahnya . Dengan batas error 10% dan tingkat kepercayaan 90%, maka yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 96 responden dan akan dibulatkan oleh peneliti menjadi 100 responden. Hasil dan Pembahasan Hasil dari analisis quality function deployment (QFD) mencakup voice of customer (VOC) untuk mengetahui tingkat kebutuhan konsumen (TKK), korelasi respon teknis untuk mengetahui respon teknis mana yang akan dikembangkan untuk sebagai acuan dalam perancangan. Technical Priorities atau prioritas teknis merujuk pada karakteristik atribut yang akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan house of quality (HOQ) hasil akhir QFD. Tabel 1 tingkat kebutuhan konsumen. Tabel 1. Tingkat kebutuhan konsumen Kebutuhan Konsumen TKK alat pemotong kentang dengan kualitas standar meskipun harganya lebih murah. alat pemotong kentang menggunakan sambungan komponen yang kuat. fitur mudah dioperasikan tanpa panduan kompleks. Saya menginginkan harga produk ini terjangkau. mata pisau alat pemotong kentang yang stainless steel. alat pemotong kentang yang memiliki penguncian. alat Pemotong Kentang terbuat dari bahan kayu yang tahan lama. struktur bahan alat pemotong kentang yang tidak mudah patah. mata pisau alat pemotong kentang tidak mudah berkarat. alat pemotong kentang yang bisa bongkar pasang. mata pisau yang bisa bongkar pasang. mata pisau alat pemotong kentang sama dengan mata pisau cutter opsional. alat pemotong kentang yang tidak mudah lapuk. alat pemotong kentang yang minimalis. alat pemotong kentang ergonomis dan nyaman digunakan. alat pemotong kentang yang memiliki muatan ukuran kentang besar. alat pemotong kentang dengan warna yang natural. Keputusan pembelian saya sangat dipengaruhi oleh harga alat pemotong kentang. Kebutuhan Konsumen TKK mata pisau alat pemotong kentang tidak mudah patah. fitur alat pemotong kentang dengan berbagai ukuran pemotongan. Saya siap membayar lebih banyak untuk alat pemotong kentang yang memiliki fitur yang lebih lengkap. mata pisau alat pemotong kentang yang bisa diganti. Korelasi respon teknis Respon teknis yang akan dikorelasikan dengan kebutuhan pelanggan dan akan digunakan untuk mengetahui respon teknis mana yang akan dikembangkan sebagai acuan dalam JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. 666 Dina Rosdiana. Muhammad Zuhdi Prasetyo Nugroho. Puput Setianah. Herdiansyah Putra Wijaya Perancangan alat pemotong kentang berbasis quality function deploymnet (QFD) untuk meningkatkan efisiensi produk Gambar 2. Korelasi respon teknis Korelasi respon teknis dengan kebutuhan pelanggan Gambar 3. Korelasi respon teknis dengan kebutuhan pelanggan ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. Tabel 2. Keterangan simbol korelasi respon teknis dan kebutuhan pelangga No Simbol Arti Nilai Tidak ada hubungan OI Hubungan Lemah Oo Hubungan Sedang Hubungan Kuat Tabel 3. Keterangan simbol korelasi respon teknis Simbol Arti Hubungan kuat Hubungan Lemah Tidak ada hubingan Technical priorities Technical Prioroties atau prioritas teknis merujuk pada karakteristik atribut yang akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan nilai persentase prioritas teknik sebagai acuan dalam memilih respon teknis mana yang harus di prioritaskan dalam perancangan alat pemotong kentang. Prioritas teknis dimulai dari mencari nilai prioritas absolut dengan menjumlahkan hasil dari tingkat kebutuhan konsumen (TKK) dengan nilai simbol pada korelasi respon teknis dengan kebutuhan pelanggan. Berikut adalah contohnya. Nilai Prioritas Absolut = . ,9 y . ,8 y . ,6 y . ,5y . ,3 y . = 11,7 11,4 32,4 31,5 29,7 = 116,7 Persentase Prioritas Nilai Prioritas Absolut y100% OcNilai Prioritas Absolut Tabel 4. Prioritas respon teknis Nilai Persentase Respon Teknis Priortitas Prioritas Absolut Produk tanpa menggunakan mesin Produk menggunakan kayu palet yang Produk mengunakan skrup dan alat Mata pisau bisa diganti pisau cutter A-100 Produk memiliki warna yang natural Mudah digunakan tanpa buku petunjuk Produk memeiliki sistem penguncian Jarak antar tempat masuk kentang lebar Tempat dan mata pisau bisa dibongkar Ukuran jarak tempat mata pisau yang Total Urutan Prioritas House of Quality (HOQ) JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. 668 Dina Rosdiana. Muhammad Zuhdi Prasetyo Nugroho. Puput Setianah. Herdiansyah Putra Wijaya Perancangan alat pemotong kentang berbasis quality function deploymnet (QFD) untuk meningkatkan efisiensi produk Gambar 4. House of Quality Analisis diagram HOQ . ouse of qualit. : Berdasarkan hasil dari diagram HOQ (House of Qualit. pada gambar 3, dihasilkan beberapa data. Analisis tingkat kebutuhan konsumen menunjukkan bahwa atribut dengan nilai rata-rata tertinggi. Kualitas dengan harga murah . ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. Sambungan komponen kuat . Fitur mudah dioperasikan . Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen sangat memperhatikan aspek efisiensi harga dan kemudahan penggunaan. Hasil korelasi antara kebutuhan pelanggan dan respon teknis ditampilkan melalui House of Quality (HOQ). Dari proses ini diperoleh 10 atribut teknis dengan bobot prioritas yang berbeda-beda. berikut adalah hasil dari technical priorities. Urutan prioritas teknis tertinggi. Mata pisau bisa diganti pisau cutter A-100 . %) Gambar 5. Isian cutter A100 Menggunakan kayu palet ringan . %) Gambar 6. Kayu palet Tanpa menggunakan mesin . %): Yang dimana penggunaan pada produk ini dilakukan dengan cara mendorong cetakan horizontal alat pemotong kentang agar potongan kentang menjadi stik dan setelah menjadi stik kentang akan di tekan dengan cetakan verikal aagar menjadi potongan dadu. Tempat mata pisau yang bisa dibongkar . %): Hal ini berhungan dengan mata pisau yang bisa diganti dengan isian cutter A-100 dan juga agar bisa mengatur ukuran potongan sesuai kemauan sendiri. Produk menggunakan skrup dan alat perekat . %): Tujuannya menyatukan komponen seperti kaki alat pemotong kentang, badan alat pemotong kentang dan kerangka yang lainnya agar pemasangan kuat dan tidak mudah goyang. Ukuran jarak tempat mata pisau yang banyak . Merujuk pada jarak mata pisau yang akan disusun ke tempat mata pisau sesuai keinginan potongan kentang yang akan dipotong. Produk memiliki sistem penguncian . %): Sistem penguncian yang dimaksud lebih ke arah penguncian tempat mata pisau dengan kerangka alat pemotong kentang agar jika saat memotong kentang tempat mata pisau tidak ikut terdorong saat akan melakukan pemotongan. Mudah digunakan tanpa buku petunjuk . %): Hal ini merujuk pada alat pemotong kentang yang hanya digunakan dalam hal proses pemotongan yang dikategorikan mudah dilakukan tanpa seperti hanya mengatur mata pisau seperti halnya menysusun kotak agar sesuai keinginan, mendorong cetakan dan menekannya tanpa harus diarahkan maupun diberi buku pentunjuk. Jarak antar tempat masuk kentang lebar . %): Merujuk pada ukuran kentang yang bermacammacam ukurab dari mulai yang kecil hingga yang besar agar lebih fleksibel dalam pemakaian alat JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. 670 Dina Rosdiana. Muhammad Zuhdi Prasetyo Nugroho. Puput Setianah. Herdiansyah Putra Wijaya Perancangan alat pemotong kentang berbasis quality function deploymnet (QFD) untuk meningkatkan efisiensi produk pemotong kentang. Produk memiliki warna yang natural . %): Hal ini merujuk pada warna pada kayu palet yang natural tanpa harus mewarnai alat pemotong kentang nya. Berdasarkan hasil korelasi antara kebutuhan pelanggan dan respon teknis ditampilkan melalui House of Quality (HOQ), fokus utama perancangan produk harus diarahkan pada fleksibilitas pisau, pemilihan bahan ringan, dan sistem kerja manual tanpa ketergantungan mesin. Dibandingkan dengan penelitian yang sebelumnya, . respon teknis nya yang prioritas adalah durasi pekerjaannya dan keandalan mesin, sedangkan di penelitian ini respon teknis yang menjadi prioritas adalah mata pisau yang fleksibel mudah digonta -ganti dan bahan utama kayu Sedangkan pada penelitian . , respon teknis yang diprioritaskan dalam pembuatan alat ptotng kentang yaitu, beroperasi sesuai fngsinya, mudah digunakan dan hasil irisan tipis. Hasil analisis biaya Harga Pokok Produksi (HPP): HPP merupakan biaya barang yang dibeli dalam membuat suatu produk untuk di proses dari awal sampai selesai, baik sebelum maupun selama periode akutansi berjalan . Tabel 5. Biaya harga pokok produksi Bahan Baku Bahan Baku Qty Satuan Harga/Hari Stick Kayu 4x4x500 mm 10 Pcs Rp 12. Papan Kayu 2x10x100 cm Batang Rp 10. Resin 100 Gr Rp 12. Pengunci Buah Rp 16. Paku Kayu 4 cm 80 Gr Isian Cutter A-100 Pcs Rp 18. baut mur 6x50 mm Buah engsel kecil Buah Total Rp 74. Alat Alat Harga (R. Harga/Hari Gergaji Tangan Alat Alat Harga (R. Harga/Hari Palu Bor Tangan set Rp 175. Penggaris Besi Spidol Amplas 1m Total Rp 245. Rp 10. Overhead Pabrik Overhead Pabrik Harga (R. Harga/Hari biaya listrik/bulan Rp. biaya tenaga kerja 4 orang Rp. Rp 71. Total Rp. Rp 80. Total HPP Atribut Biaya Total/Hari Bahan Baku/10 unit Alat Overhead Pabrik Total ISSN . 2722 3469 | ISSN [Onlin. 2722 4740 DOI 10. 37373/jenius. Total HPP/hari Harga jual/unit 20% Berdasarkan hasil penghitungan HPP pada tabel 3. 6 diperoleh sebesar Rp 83. 093 per hari dengan harga jual dengan keuntungan 20% maka harga yang ditetapkan sebesar Rp 99. 711 per Break Even Point (BEP) BEP adalah keadaan dimana pendapatan sama dengan biaya yang dilekuarkan, kondisi dimana lab nol, menurut . yang dimaksud BEP atau titik impas, dimana pendapatan sama dengan jumlah biaya. BEP bertujuan mengetahui apakah rancangan produk yang kta buat mampu menghasilkan keuntungan atau malah kerugian . Tabel 6. Perhitungan break even point per hari Biaya Tetap Gergaji Tangan Palu Bor Tangan set Penggaris Besi biaya listrik/bulan biaya tenaga kerja 4 orang Total Biaya Variabel Stick Kayu 4x4x500 mm Papan Kayu 2x10x100 cm Resin Pengunci Paku Kayu 4 cm Isian Cutter A-100 Biaya Variabel baut mur 6x50 mm Spidol Amplas 1m engsel kecil Total BEP Kontribusi Margin BEP/Unit Unit BEP/Rupiah Kontribusi Margin BEP/Unit BEP/Rupiah = Harga Jual Per Unit Ae Total Biaya Variabel = Rp 99. 711 Ae Rp 89. = Rp 10. = Biaya Tetap/(Harga Jual Per unit Ae Biaya Variabe. Per unit = RP 176. 429/(Rp 99. 711 Ae Rp 89. = 16,47 dibulatkan menjadi 16 Unit = Harga Jual Per unit * BEP/Unit = Rp 99. 711 * 16 = Rp 1. JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. 672 Dina Rosdiana. Muhammad Zuhdi Prasetyo Nugroho. Puput Setianah. Herdiansyah Putra Wijaya Perancangan alat pemotong kentang berbasis quality function deploymnet (QFD) untuk meningkatkan efisiensi produk Nilai jual agar balik modal berdasarkan tabel 6 untuk biaya tetap sebesar Rp 176. 429 dan biaya variabel Rp 89. 000 dengan margin kontribusi Rp 10. 711 per hari maka BEP yang harus tercapai adalah 16 Unit atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 1. Ini menunjukkan bahwa produk akan balik modal jika penjualan minimal mencapai 16 unit jika dirupiahkan mencapai Rp 1. Strategi harga juga mencerminkan penyesuaian dengan daya beli pasar, yang sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah. Analisis desain produk Rancangan didasarkan pada kebutuhan pengguna (Voice of Customer/VOC) sehingga semua keperluan pelanggan seperti kemudahan penggunaan, hemat energi, awet, dan hasil potongan yang seragam dipenuhi. Rancangan dapat mengurangi waktu dan tenaga dengan mempercepat proses pemotongan kentang dengan 2 bentuk yakni potongan stik dan potongan dadu, yang secara manual membutuhkan 3Ae5 menit per buah, perkiraan menjadi 3Ae6 detik per buah. Rancangan mempertimbangkan efisiensi biaya dan keberlanjutan, seperti penggunaan bahan yang murah, mudah diperoleh, dan tahan lama, serta perawatan sederhana. Dengan harga Rp 711 Per Unit ini akan memastikan bahwa alat tersebut dapat diakses oleh bisnis kecil dan rumah tangga. Simpulan Perancangan alat pemotong kentang menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) telah berhasil dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Atribut utama yang diinginkan konsumen meliputi harga yang terjangkau, kualitas bahan yang baik, desain minimalis, dan fitur multifungsi. Hasil rancangan menunjukkan bahwa alat pemotong kentang yang dikembangkan memiliki fitur mata pisau yang dapat diganti, berbahan ringan, mudah digunakan secara manual, serta mampu menghasilkan berbagai bentuk potongan kentang secara lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk merancang alat pemotong kentang yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan telah tercapai. Referensi