Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Layanan Biblioterapi di Perpustakaan dengan Pendekatan Scoping Review di Database Scopus Nadiah Sifa Daulay UIN Imam Bonjol Padang Munthasir UIN Imam Bonjol Padang Rahmi Yunita UIN Imam Bonjol Padang Leila Karunia UIN Imam Bonjol Padang Email: nadiahsifadaulay@uinib. ABSTRAK Biblioterapi dikenal sebagai suatu pendekatan teraputik yang menggunakan bahan bacaan, baik fiksi maupun non fiksi untuk mendukung kesehatan mental, emosional dan sosial dengan begitu biblioterapi hadir di Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana biblioterapi diimplementasikan di perpustakaan, program dan layanan bagaimana yang diterapkan di perpustakaan dan peran pustakawan dalam layanan Dalam penelitian metode yang digunakan dengan pendekatan Scoping Review. Penelitian dilakukan dengan memasukan kata kunci pada database Scopus yang membahas mengenai biblioterapi di perpustakaan. Ditemukan 16 artikel yang memiliki open access yang membahas mengenai biblioterapi di perpustakaan, dari 16 sumber tersebut 12 sumber yang membahas mengenai program biblioterapi di perpustakaan, 9 sumber membahas mengenai layanan biblioterapi di perpustakaan dan 9 sumber membahas mengenai peran pustakawan dalam layanan biblioterapi di Penerapan layanan biblioterapi di perpustakaan hadir sebagai ruang inkusi, edukatif dan suportif. Kata Kunci: Biblioterapi. Layanan Perpustakaan. Peran Pustakawan. ABSTRACT Bibliotherapy is known as a therapeutic approach that uses reading materials, both fiction and non-fiction, to support mental, emotional and social health, and is therefore available in libraries. This study aims to determine how bibliotherapy is implemented in libraries, what programmes and services are applied in libraries, and the role of librarians in bibliotherapy This study used a Scoping Review approach. The research was conducted by entering keywords in the Scopus database that discuss Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 bibliotherapy in libraries. Sixteen open access articles were found discussing bibliotherapy in libraries. Of these 16 sources, 12 discussed bibliotherapy programmes in libraries, 9 discussed bibliotherapy services in libraries, and 9 discussed the role of librarians in bibliotherapy services in libraries. The implementation of bibliotherapy services in libraries provides an inclusive, educational, and supportive space. Keywords: Bibliotherapy. Library Services. The Role of Librarians. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Sejak awal abad ke-20, biblioterapi telah dikenal sebagai suatu pendekatan terapeutik yang menggunakan bahan bacaan, baik fiksi maupun non-fiksi, untuk mendukung kesehatan mental, emosional, dan sosial individu (Jack. Sarah J. et al, 2. Istilah bibliotherapy pertama kali diperkenalkan oleh Samuel Crothers pada tahun 1916, yang mendefinisikan praktik ini sebagai Aupenggunaan buku sebagai alat penyembuhanAy (Crothers. Dalam sejarahnya, biblioterapi berkembang dari bentuk sederhana berupa rekomendasi bacaan untuk pasien rumah sakit, menjadi intervensi yang terstruktur dan berbasis bukti dalam berbagai konteks psikososial (Brewster. Liz. et al, 2. Secara harfiah biblioterapi berarti penyembuhan melalui buku. Biblioterapi didefinisikan sebagai integrasi bahan bacaan sebagai media terapi psikologis, baik dalam bentuk buku non-fiksi, fiksi,maupun grafis, yang dapat membantu individu dalam pemulihan dari kecanduan dan permasalahan mental lainnya (American Library Association (ALA), t. Perkembangan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan mental. Saat ini, biblioterapi telah digunakan dalam berbagai ranah, seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan pelayanan sosial. Berbagai studi menunjukkan efektivitas biblioterapi dalam membantu individu mengatasi kecemasan, depresi, trauma, dan berbagai masalah psikologis lainnya. Selain itu, biblioterapi juga telah diadaptasi untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, dengan pendekatan yang disesuaikan. Perhatian publik terhadap biblioterapi semakin meningkat, khususnya di tengah meningkatnya prevalensi gangguan kesehatan mental secara Buku, sebagai media yang mudah diakses dan fleksibel, dianggap sebagai salah satu alat alternatif yang terjangkau dan aman dalam memberikan dukungan emosional dan psikologis. Hal ini mendorong Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 berbagai institusi, termasuk perpustakaan, untuk mulai mengintegrasikan layanan biblioterapi ke dalam program mereka. Sebagai institusi yang menyediakan akses informasi dan literasi, perpustakaan memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan layanan Banyak perpustakaan di berbagai belahan dunia telah mengembangkan layanan ini melalui penyediaan koleksi khusus, klub buku terapi, sesi membaca terarah . uided readin. , hingga kolaborasi dengan profesional kesehatan mental (Sarah, 2. Namun demikian, penerapan biblioterapi di perpustakaan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya standar layanan, keterbatasan pelatihan pustakawan, serta rendahnya integrasi dengan program kesehatan masyarakat yang lebih luas (Ahmad. Siti Nurul Akmar et al. , 2. Sementara itu, penelitian mengenai biblioterapi di perpustakaan belum berkembang secara proporsional dengan praktiknya. Terdapat kesenjangan antara banyaknya potensi layanan yang dapat diberikan oleh perpustakaan melalui biblioterapi dengan jumlah studi yang secara eksplisit membahas, mengkaji, atau mengevaluasi layanan tersebut dalam konteks perpustakaan (Brewster, 2. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana sebenarnya biblioterapi diterapkan dalam layanan perpustakaan? apa saja program biblioterapi yang di terapkan di perpustakaan? dan apa peran pustakawan dalam penerapan biblioterapi diperpustakaan? Oleh karena itu, artikel ini disusun untuk melakukan scoping review terhadap layanan biblioterapi di perpustakaan, dengan tujuan memetakan berbagai bentuk layanan yang telah diimplementasikan, pendekatan yang digunakan, serta peran pustakawan dalam mendukung layanan tersebut. Melalui pendekatan ini, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kebutuhan emosional dan psikologis masyarakat, sekaligus mengidentifikasi celah penelitian yang masih belum banyak dijelajahi. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 METODE Scoping review merupakan metodologi yang memberikan gambaran terhadap situasi terkini dalam bidang penelitian tertentu. hal ini untuk melihat kesenjangan penelitian dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan penelitian terkini dengan literatur yang ada (Wagman. P , 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review mengacu pada kerangka Arksey dan OAoMalley . yang diperkuat Levac et al. untuk memetakan bentuk, sasaran, metode, dan fokus layanan biblioterapi di perpustakaan sebagaimana terdokumentasi dalam literatur ilmiah terindeks Scopus. Strategi penelusuran dilakukan pada basis data Scopus menggunakan kombinasi kata kunci seperti bibliotherapy AND . ibrary or Librarie. dengan pembatasan jenis dokumen . rtikel jurnal, prosiding konferensi, revie. , dan tahun publikasi . 5Ae2. Hasil pencarian diekspor ke perangkat lunak manajemen referensi untuk menghapus duplikasi, kemudian diseleksi melalui dua tahap: penyaringan awal . udul dan abstra. dan penilaian isi penuh berdasarkan kriteria inklusi yang perpustakaan, deskripsi tujuan atau metode pelaksanaan, dan ketersediaan Artikel perpustakaan atau bersifat konseptual murni dikeluarkan dari analisis. Data dari studi terpilih diekstraksi menggunakan lembar kerja terstruktur yang mencakup identitas publikasi . udul, penulis, tahun, negar. , pembahasan mencakup biblioterapi, definisi biblioterapi, program biblioterapi yang dibahas, layanan biblioterapi di perpustakaan dan peran pustakawan dalam program biblioterapi di perpustakaan. Proses ekstraksi bersifat literatif untuk mengakomodasi kategori baru yang muncul selama Analisis pembahasan, serta secara kualitatif tematik untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan terkait desain dan implementasi layanan biblioterapi. Hasil Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 analisis disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi tematik guna memberikan gambaran menyeluruh tentang lanskap penelitian biblioterapi di perpustakaan sekaligus mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang dapat menjadi arah kajian selanjutnya. Identifikasi Layanan Biblioterapi di Perpustakaan Menggunakan Database Scoppus Identification Records identified through database searching Bibliotherapy AND (Library OR Librarie. = . Language distribution: - English: 55 - Croatian: 3 - Spanish: 2 - Chinese: 1 - French: 1 - Italian: 1 - Lithuanian: 1 - Russian: 1 Screening Records after year filter . 5Ae . = . Records after document type filter . rticles, review, book chapter, conference pape. = . Search platform: Scopus Search date: 28 Juli 2025 Open access documents . = . Search string: Bibliotherapy AND (Library OR Librarie. Included in biblioterapi . = . - Inclusion criteria: Tahun 2015Ae2025 - Jenis dokumen: artikel, review, book chapter, conference paper - Bahasa: tidak dibatasi - Exclusion criteria: C Tidak relevan dengan topik C Tidak tersedia full text Included in bibliotherapy in Library . = . Bagan 1 Proses Seleksi Sumber Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kata kunci Bibliotherapy AND (Library Or Librarie. , kata kunci ini digunakan untuk melihat sumber yang membahas mengenai Biblioterapi di perpustakaan. dari penggunaan kata kunci tersebut terdapat 130 sumber hasil pencarian. Selain itu hasil pencarian dilakukan filter dengan menggunakan tahun dari 2015-2025, dengan hasil pencarian 68 sumber. Filter juga dilakukan untuk jenis dokumen, tipe dokumen yang digunakan yaitu artikel, review, conference paper dan book chapter yang terdapat 65 sumber terdapat terdapat delapan bahasa yang mayoritas sumber terdapat dilakukan di Inggris . , diikuti kroasia . , spanyol . Cina . Prancis . Italia . Lituania . dan Rusia . Dalam mempermudah peneliti melihat hasil bahasan dalam sumber yang ditemukan maka peneliti mengambil sumber yang menyediakan open access, dan sumber artikel yang menyediakan open access terdapat 22 sumber. Dari 22 sumber yang ditemukan terdapat 16 sumber yang membahas mengenai biblioterapi dan 11 sumber yang membahas mengenai biblioterapi di Authors Title Year Publisher Language of Original Document Zhou X. Zhang Y. Furukawa Cuijpers P. Pu J. Weisz Yang L. Hetrick S. Del Giovane C. Cohen D. James Yuan S. Whittington C. Jiang X. Teng T. Cipriani A. Xie P. Different Types and Acceptability of Psychotherapies for Acute Anxiety Disorders in Children and Adolescents: A Network Meta-analysis American Medical Association English Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Gilbert N. Bellemare J. Vaugeois G. A library at the heart of recovery. [Une 2019 bibliothyque rytablissemen. Revue Sante Mentale Quebec SMQ French Antulov Z. The role of libraries in bibliotherapy 2019 (With reference to university librarie. [Uloga knjinice u biblioterapiji (S osvrtom na sveusiline knjinic. ] Hrvatsko Knjiznicarsko Drustvo Croatian Gonzalez A. JimenezTorres G. Rozman de Moraes A. Geng Y. Pawate Khan R. Narayanan S. Yennurajalingam S. Psychological Interventions Insomnia in Patients with Cancer: A Scoping Review Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI) English Martynez-Caballero M. Melero yA. Siliy-Garcya T. Aparicio-Sanz M. OrtegoMaty C. Grief in children's story books. A 2023 systematic integrative review Saunders English Cannon P. Rethinking neurorhetoric narratology model for addiction treatment Blackwell Publishing Ltd English Merga M. How Can School Libraries Support 2020 Student Wellbeing? Evidence and Implications for Further Research Routledge English Kaewwanna W. Bhatarasakoon P. Kitsumban V. Effectiveness internet-based 2023 psychological distress, expressed emotion, and knowledge about psychosis among family caregivers of systematic review protocol Lippincott Williams and Wilkins English Vergara M. Fernyndez Bibliotherapy: Use Characterization in Pediatric Hospital Contexts Santiago. Chile. [Biblioterapia: Uso y caracterizaciyn en contexto pediytrico hospitalario en Santiago de Chil. Universidad Compultense Madrid Spanish Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Cuijpers P. Reijnders M. Karyotaki E. de Wit L. Ebert Negative effects of psychotherapies 2018 for adult depression: A meta-analysis of deterioration rates Elsevier B. English Vylez I. Prieto J. Literature as a therapeutic instrument 2018 in the health-disease process in Universidad Murcia Servicio de Publicaciones English Mehdizadeh M. Khosravi Z. An inquiry into the effectiveness of bibliotherapy for children with intellectual disability Taylor and Francis Ltd. English Phul A. Gorring H. Stokes D. AuWellbeing Through ReadingAy: The 2024 Impact of a Public Library and Healthcare Library Partnership Initiative in England University Alberta English Cox A. Brewster L. Library support for student mental 2020 health and well-being in the UK: Before and during the COVID-19 pandemic Elsevier Ltd English Krpan K. MriN I. Cej V. The implementation of developmental 2018 bibliotherapy in working with children and young adults in public libraries. [Primjena razvojne biblioterapije u radu s djecom i mladima u narodnoj knjinic. Hrvatsko Knjiznicarsko Drustvo Croatian Girsien J. Damijonaityt M. Bibliotherapy Services in Public 2023 Libraries: the Case of Lithuania. [BIBLIOTERAPIJOS PASLAUGOS VIEOSIOSE BIBLIOTEKOSE: LIETUVOS ATVEJIS] Vilnius University Lithuanian DISKUSI Review ini mengungkapkan bahwa dari penggunaan kata kunci Bibliotherapy AND (Library OR Librarie. yang dimasukan pada database Scopus mengahasillkan 22 sumber yang menyediakan open access akan tetapi yang membahas mengenai biblioterapi ada 16 sumber. Dari 16 sumber yang membahas mengenai biblioterapi tersebut memberikan gambaran definisi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 biblioterapi sebagai metode penggunaan bahan bacaan untuk mendukung proses pemulihan mental pasien, membantu dalam mengembangkan kompetensi hidup dan edukasi kesehatan, serta memberi kenikmatan membaca sebagai bagian relaksasi dan refleksi diri (Gilbert dkk. , 2. (Vergara & Fernyndez, 2. Biblioterapi juga didefinisikan sebagai integrasi bahan bacaan media terapi psikologi, baik dalam bentuk buku non fiksi, fiksi maupun grafis, yang dapat membantu individu dalam pemulihan dan permasalahan mental lainnya (Cannon, 2. Sumber lainnya menjelaskan biblioterapi sebagai penggunaan buku, cerita, audio sebagai alat terapi yang dipandu secara terstruktur dengan tujuan untuk memahami diri, memproses emosi, serta meningkatkan keterampilan sosial dan adaptasi (Mehdizadeh & Khosravi, 2. Sederhananya biblioterapi adalah penggunaan literatur seperti bacaan, cerita ataupun audio yang membantu individu atau kelompok dalam memahami diri dan memproses emosi penggunanya. Program Biblioterapi yang diterapkan Database Scopus dengan menggunakan kata kunci Bibliotherapy AND (Library OR Librarie. terdapat 16 sumber yang membahas mengenai biblioterapi, akan tetapi terdapat 12 sumber yang memaparkan program Program perpustakaan bagi pasien rawat inap di unit rehabilitasi kesehatan mental. Koleksi terstruktur yang dibagi dua yaitu: Buku edukatif yang berisi informasi kesehatan yang telah divalidasi profesional. Buku AuludiqueAy . seperti novel, komik, dan bacaan ringan untuk kesenangan dan pelarian positif. Sistem label: Buku diberi logo untuk memudahkan identifikasi . dukasi & rekomendasi pasie. Kegiatan terapi pendukung: Seperti journaling yang memanfaatkan koleksi perpustakaan sebagai sumber data atau inspirasi (Gilbert dkk. , 2. Sumber lain memberikan gambaran mengenai program biblioterapi dengan nama program Minimal Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 CBT-I). Program biblioterapi dilakukan dengan pasien membaca 1 buku per minggu selama 6 minggu, dilakukan pendampingan oleh profesional dengan 3 kali panggilan melalui telepon singkat untuk konsultasi, program ini untuk membantu terapi insomnia dengan melihat terapi kontrol stimulus, restrukturisasi kognitif, pembatasan tidur, dan terapi relaksasi. program ini dirasa lebih efektif dibandingkan kelompok kontrol tanpa perlakuan dalam menurunkan skor Insomnia Severity Index (ISI) (Gonzalez dkk. , 2. Artikel Rethinking narratology model for addiction treatment a neurorhetoric menggambarkan program biblioterapi yang dilaksanakan disebuah perpustakaan terapi di pusat rehabilitasi wanita (AOD residential treatment centr. di Tampa. Florida. Program biblioterapi dilakukan dengan Tiga jalur yaitu nonfiksi, fiksi, dan visual . ovel grafi. Program ini dilakukan untuk pengembangan kebijakan koleksi perpustakaan berbasis data dari survei pembaca dan wawancara dengan profesional kesehatan mental (MHP. Preferensi pasien cenderung ke fiksi populer . hriller/myster. sebagai alat pelarian yang sehat, bukan Aumirror novelsAy yang terlalu dekat dengan trauma pribadi mereka. ini menekankan pentingnya menyediakan buku yang tidak memicu trauma, tetapi tetap merangsang empati dan pemahaman sosial melalui narasi kompleks (Cannon, 2. Cuijpers dkk. , . dalam artikelnya yang berjudul Negative effects of psychotherapies for adult depression: A meta-analysis of deterioration rates mencakup beberapa RCT yang menggunakan program biblioterapi seperti Feeling Good . ntuk depres. dan Helping Your Anxious Child: A StepAcbyAcStep Guide . ntuk kecemasan pada ana. sebagai bahan terapeutik. Metode dilakukan selama beberapa minggu . ata-rata 6Ae12 sesi dalam 8 mingg. , dengan pelibatan orang tua bagi sebagian peserta. Artikel lainnya yang berjudul An inquiry into the effectiveness of bibliotherapy for children with intellectual disability menggambarkan program Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 biblioterapi yang dijalankan selama 3 tahun di empat sekolah dasar khusus . sia 6Ae15 tahu. di Tehran, bekerja sama antara perpustakaan umum dan tim lintas profesi termasuk pustakawan dan psikolog PubMed. Sesi mingguan, setiap sesi 20Ae30 menit, dengan perpaduan membaca cerita, teater, boneka/tactile book, dan diskusi kelompok. Buku yang digunakan adalah teks motivasional yang sesuai dengan kebutuhan anak, dilengkapi audio/CD dan materi tambahan pendukung visual/taktile . isalnya boneka kai. untuk meningkatkan pemahaman (Mehdizadeh & Khosravi, 2. Artikel yang berjudul The implementation of developmental bibliotherapy in working with children and young adults in public libraries menyebut beberapa jenis kegiatan berbasis biblioterapi perkembangan, antara lain: sesi membaca bersama . hared reading session. , diskusi kelompok kecil setelah membaca cerita, untuk mendorong ekspresi emosi, aktivitas kreatif tambahan, seperti menggambar, drama, atau menulis, pemilihan bacaan tematik, seperti buku tentang persahabatan, kemarahan, kesedihan, perundungan . , dan keluarga. Program-program ini disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan anak atau remaja, dan dijalankan sebagai bagian dari kegiatan reguler perpustakaan (Krpan dkk. , 2. program biblioterapi yang diterapkan berdasarkan beberapa sumber diatas cukup beragam. Program dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dari pasien biblioterapi dengan masalah dan usia yang beragam dimana literatur atau bahan bacaan disesuaikan dengan masalah kesehatan mental pasien Layanan Biblioterapi di Perpustakaan Layanan biblioterapi di perpustakaan berdasarkan hasil pencarian pada database Scopus dengan penggunaan kata kunci Bibliotherapy AND (Library OR Librarie. yang diakses pada tanggal 28 Juli 2025 serta menyediakan open access terdapat 9 sumber yang memaparkan mengenai Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 layanan biblioterapi di perpustakaan diantaranya adalah layanan biblioterapi yang dijelaskan pada artikel yang berjudul A library at the heart of recovery yang diintegrasikan dalam program klinis rehabilitasi mental yang berlokasi di dalam perpustakaan rumah sakit, yang sebelumnya hanya untuk staf. Layanan yang dijelaskan dalam artikel ini dibuka akses 7 hari seminggu, dengan pendampingan dari petugas. Didesain sebagai ruang inklusif dan non-stigmatisasi: pasien dan staf berbagi ruang yang sama. Pasien terlibat aktif dalam pengelolaan koleksi, klasifikasi, hingga promosi literasi. Telah memberikan dampak besar dalam membantu pasien menemukan kembali minat membaca dan mengelola emosi (Gilbert dkk. , 2. Layanan biblioterapi juga dipaparkan pada artikel yang berjudul Rethinking bibliotherapy: a neurorhetoric narratology model for addiction treatment dimana layanan biblioterapi diterapkan di perpustakaan khusus yang difasilitasi sebagai rehabilitasi. Layanan biblioterapi merancang koleksi secara terateutik yang membantu mendukung pemulihan pasien. Pasien dapat memilih buku sesuai jalur preferensi . ognitif, naratif, visua. Dari menunjukkan bahwa fiksi populer justru lebih diminati dan efektif dibandingkan buku-buku yang secara eksplisit membahas kecanduan (Cannon, 2. Merga . dalam artikelnya yang berjudul How can school libraries support student wellbeing? evidence and implications for further research menggambarkan biblioterapi diimplementasikan di perpustakaan sekolah Australia, layanan yang diterapkan seperti pemilihan literatur tertentu oleh pustakawan untuk membantu siswa yang mengalami gangguan emosional. Mempromosikan membaca untuk kesenangan sebagai bentuk dukungan Kerja sama antara pustakawan dan konselor sekolah untuk menyediakan bahan bacaan yang mendukung kesehatan mental siswa. Biblioterapi digambarkan sebagai pendekatan non-klinis, menggunakan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 buku sebagai alat refleksi, pemahaman, dan pemulihan bagi siswa yang menghadapi stres. Pada artikel yang berjudul Biblioterapia: Uso y caracterizaciyn en contexto pediytrico hospitalario en Santiago de Chile menyebutkan bahwa secara umum beberapa perpustakaan telah mulai mengadopsi layanan biblioterapi, terutama di Perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi dan Perpustakaan umum, yang menyediakan buku-buku dengan tema-tema kesehatan mental. Penerapannya meliputi pemilihan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan psikologis pengguna . isalnya buku yang mengangkat tema kehilangan, depresi, kecemasan, dl. Pemberian layanan konseling ringan atau pembacaan terbimbing. Kolaborasi dengan psikolog atau guru BK untuk memberikan pendampingan emosional. Penyusunan ruang atau sudut khusus biblioterapi di perpustakaan sebagai tempat aman untuk membaca dan berefleksi (Vergara & Fernyndez, 2. Layanan biblioterapi juga diterapkan dalam artikel Vylez & Prieto . yang berjudul Literature as a therapeutic instrument in the healthdisease process in childhood menggunakan dua pendekatan yaitu di perpustakaan umum dan perpustakaan sekolah, layanan ini disebut biblioterapi evolusioner. Layanan biblioterapi ini ditujukan untuk promosi pengetahuan diri pada tahap-tahap perkembangan. Layanan biblioterapi dilakukan dengan cara pustakawan atau guru memilih buku berdasarkan tahap perkembangan anak. Buku-buku yang dipilih bertujuan membantu anak memahami situasi emosional atau sosial yang mereka alami. Layanan biblioterapi yang diimplementasikan pada artikel An inquiry into the effectiveness of bibliotherapy for children with intellectual disability ini diterapkan di lembaga perpustakaan umum dan sekolah yang diarahkan khusus untuk anak penyandang disabilitas intelektual. Layanan biblioterapi ini diselenggarakan di lingkungan pendidikan formal. Layanan biblioterapi dilakukan dengan bekerjasama dalam tim pustakawan, psikolog dan guru Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 sebagai selektif untuk memilih bahan bacaan (Mehdizadeh & Khosravi. Library support for student mental health and well-being in the UK: Before and during the COVID-19 pandemic merupakan salah satu artikel yang membahas mengenai layanan biblioterapi, dimana layanan diterapkan dengan beberapa pendekatan yaitu, layanan biblioterapi dilakukan dengan memilih koleksi yang telah dikurasi oleh pustakawan seperti buku self-help kesehatan mental, bacaan motivasi dan literatur kesehatan emosi. Selain itu layanan biblioterapi yang diterapkan pada artikel ini yaitu LibGuides digital atau panduan perpustakaan online, yang menampilkan rekomendasi bacaan untuk stres atau masalah emosional. Layanan biblioterapi dilakukan dengan kolaborasi dengan layanan kampus dan well-being centre, termasuk promosi buku melalui display atau program terkait kesejahteraan mental (Cox & Brewster, 2. Layanan biblioterapi pada artikel yang berjudul The implementation of developmental bibliotherapy in working with children and young adults in public libraries (Krpan dkk. , 2. ini berfokus pada penerapan biblioterapi perkembangan di perpustakaan umum. Layanan biblioterapi dilakukan dengan bentuk layanan ruang baca khusus anak dan remaja, dengan koleksi terpilih untuk kebutuhan emosional. Layanan biblioterapi ini diterapkan dengan kolaborasi pustakawan dengan psikolog, guru atau orang tua terutama dalam memilih buku dan menyusun kegiatan. Layanan dilakukan dengan menerapkan sesi membaca atau diskusi tematik yang diarahkan untuk pengembangan sosial-emosional anak. Perpustakaan umum di Lituania telah menjalankan berbagai layanan biblioterapi, dengan ciri-ciri sebagai berikut: Layanan dilakukan dalam bentuk program berkala . ingguan atau bulana. Sesi dipandu oleh pustakawan atau tenaga profesional eksternal. Target audiens mencakup anak-anak, remaja, orang dewasa, dan lansia, termasuk kelompok rentan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 seperti korban kekerasan atau penyandang disabilitas. Tempat pelaksanaan fleksibel, bisa di perpustakaan, panti jompo, atau pusat komunitas. Layanan ini juga mencakup pemilihan bahan bacaan khusus, termasuk buku yang menangani tema trauma, kehilangan, kecemasan, dan motivasi diri. Hal ini dijelaskan pada artikel yang berjudul Bibliotherapy Services in Public Libraries: the Case of Lithuania (Girsien & Damijonaityt, 2. Layanan biblioterapi di perpustakaan hadir dalam berbagai bentuk perpustakaan perguruan tinggi, hingga perpustakaan umum. Implementasi umumnya melibatkan koleksi bacaan terapeutik, pendampingan profesional, ruang khusus, serta kegiatan interaktif. Target audiens luas, mulai anak hingga lansia, termasuk kelompok rentan. Biblioterapi terbukti efektif kesejahteraan emosional, sekaligus menegaskan peran perpustakaan sebagai ruang inklusif, edukatif, dan suportif. Peran Pustakawan dalam Layanan Biblioterapi di Perpustakaan Berdasarkan database Scopus dengan penggunaan kata kunci Bibliotherapy AND (Library OR Librarie. hasil pencarian sumber yang diakses pada tanggal 28 Juli 2025 dan menyediakan open access terdapat 9 sumber yang membahas mengenai bagaimana peran pustakawan dalam layanan biblioterapi. Diantar artikel tersebut yaitu yang berjudul A library at the heart of recovery dalam artikel ini pustakawan berperan sebagai teknisi dokumentasi . berkolaborasi erat dengan ergoterapis dan tim Bertugas menyusun sistem klasifikasi, pelabelan, dan manajemen Terlibat dalam intervensi klinis, memberikan masukan kepada tim mengenai interaksi pasien. Menjadi anggota aktif dalam tim interdisipliner yang mendukung pemulihan pasien. Membimbing pasien yang memiliki ketertarikan atau kompetensi di bidang dokumentasi (Gilbert dkk. , 2. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Sumber lain yang berjudul How can school libraries support student wellbeing? evidence and implications for further research menjelaskan mengenai Peran pustakawan pada layanan biblioterapi yaitu mengenali dan memilih bahan bacaan yang relevan untuk isu kesehatan mental dan emosional siswa. Mempromosikan dan mendukung pembacaan untuk kesenangan, yang memiliki efek terapeutik dan mendukung empati serta perspektif sosial. Berperan sebagai penjaga gerbang informasi kesehatan . ealth information gatekeeper. , membantu siswa mendapatkan akses ke sumber daya yang terpercaya tentang kesehatan mental. Berpotensi bekerja sama dengan konselor sekolah untuk memberikan dukungan melalui Namun, artikel ini juga menekankan bahwa banyak pustakawan belum mendapat pelatihan yang memadai, sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang ini melalui pendidikan dan pengembangan profesional (Merga, 2. Pustakawan dan teknisi dokumentasi berperan dalam: Mengembangkan dan merevisi kebijakan pengembangan koleksi. Mengkaji hasil survei dan wawancara untuk menyesuaikan koleksi dengan kebutuhan psikososial Berkolaborasi dengan profesional kesehatan mental (MHP. dalam menyusun pendekatan biblioterapi yang aman dan relevan (Cannon, 2. Artikel yang berjudul AuBiblioterapia: Uso y caracterizaciyn en contexto pediytrico hospitalario en Santiago de ChileAy Peran pustakawan dalam biblioterapi menurut artikel ini antara lain: Kurator bahan bacaan yaitu sebagai pemilih buku atau sumber yang sesuai untuk kebutuhan Fasilitator: Membimbing pengguna dalam proses membaca dan refleksi, khususnya dalam biblioterapi aktif. Pemberi rujukan: Menyadari batas kewenangannya, pustakawan juga berperan mengarahkan pengguna ke psikolog jika diperlukan. Pendidik literasi emosional: Membantu pengguna memahami dan mengelola emosi melalui kegiatan literasi berbasis cerita. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Mitra kolaborasi: Bekerja sama dengan guru, konselor, atau tenaga kesehatan mental untuk keberhasilan program (Vergara & Fernyndez, 2. Pustakawan dan teknisi dokumentasi berperan dalam: Mengembangkan dan merevisi kebijakan pengembangan koleksi. Mengkaji hasil survei dan wawancara untuk menyesuaikan koleksi dengan kebutuhan psikososial Berkolaborasi dengan profesional kesehatan mental (MHP. dalam menyusun pendekatan biblioterapi yang aman dan relevan. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 KESIMPULAN Biblioterapi dapat didefinisikan sebagai penggunaan literatur seperti bacaan, cerita ataupun audio yang membantu individu atau kelompok dalam memahami diri dan memproses emosi penggunanya. Berdasarkan hasil penelitian program biblioterapi yang diterapkan dalam perpustakaan cukup beragam, program dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dari pasien biblioterapi dengan masalah dan usia yang beragam dimana literatur atau bahan bacaan disesuaikan dengan masalah kesehatan mental pasien pula. Layanan biblioterapi di perpustakaan hadir sebagai ruang inklusif, edukatif, dan suportif, serta peran pustakawan kurator, fasilitator dan sebagai pengembang program diperpustakaan. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA