Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Tersedia secara online di http://ojs. unik-kediri. id/index. php/jatiunik/issue/view/76 JATI UNIK Jurnal Ilmiah dan Teknik Industri Universitas Kadiri Penerapan Metode DMAIC untuk Mengurangi Cacat Hasil Pengelasan Di PT. Suhardi Onny Baktiar*1. Silvi Rushanti Widodo 2. Afiff Yudha Tripariyanto3 bachtiar@gmail. com*1, silvi@unik-kediri. id2, afiff@unik-kediri. 1,2,3Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Kadiri Informasi Artikel Abstract Riwayat Artikel : One of the most important components in the boiler is piping. The piping is the flow of water vapor to the area used for If the piping condition is not good, or in a defective condition will negatively affect the flow of water to be converted into steam. The boiler construction process in general can be completed within 2 years. But a common problem is the occurrence of damaged conditions in piping. This study aims to find out the improvement efforts to reduce the defects of welding results in boiler Machine piping using the DMAIC method. The method identifies problem, follows the occurrence of problems, provides analysis to be developed and Controlled. The results of this study explain the Machine aspect that is monitoring the time of use and using the rules on the welding Machine so that there is no more damage. aspects of methods, man. Measurement and management do the agenda at the end of each month and continuously to Improve the motivation of work. and the material aspect that the supplier sends evidence of materials that are ready to send to Improve the quality of pipes - pipes to be used. Received : 11 Ae Agustus Ae 2021 Revised : 1 Ae September Ae 2021 Accepted : 6 Ae September Ae 2021 Kata kunci : Boiler DMAIC Pipe Welding Abstrak Untuk melakukan sitasi pada penelitian ini dengan format : Izzah and M. Rozi. AuAnalisis Pengendalian Kualitas Dengan Metode Six SigmaDMAIC Dalam Upaya Mengurangi Kecacatan Produk Rebana Pada Ukm Alfiya Rebana Gresik,Ay J. Ilm. Soulmath J. Edukasi Pendidik. Mat. , vol. 1, p. 13, 2019, doi: 25139/smj. Salah satu komponen dalam boiler paling penting adalah perpipaan. Perpipaan tersebut sebagai jalannya aliran uap air menuju area yang digunakan untuk konversi energi. Jika kondisi perpipaan tidak baik, atau dalam kondisi cacat akan memberikan pengaruh negatif pada jalannya aliran air untuk dikonversi menjadi uap. Proses pembangunan boiler secara umum dapat selesai dalam kurun waktu 2 tahun. Tetapi masalah yang sering dijumpai adalah terjadinya kondisi rusak pada Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya perbaikan untuk mengurangi kecacatan hasil pengelasan pada perpipaan mesin DMAIC. Metode mengidentifikasi masalah, mengikut kejadian masalah, memberikan analisis untuk dikembangkan dan dikendalikan. Hasil penelitian ini menjelaskan aspek Machine yaitu memantau waktu penggunaan dan menggunakan secara aturan pada mesin las agar tidak terjadi kerusakan aspek method, man. Measurement dan management melakukan agenda setiap akhir bulan dan kontinu untuk meningkatkan motivasi dan aspek material yaitu pihak supplier mengirim bukti material yang siap kirim untuk meningkatkan mutu pipa Ae pipa yang akan 30737/jatiunik. *Corresponding author : ardhi. bachtiar@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Pendahuluan Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi dalam mengembangkan ketrampilan masyarakatnya. Salah satunya yaitu keterampilan mengelas. Keterampilan mengelas sangat dicari didunia kerja. Keterampilan tersebut salah satunya yang paling umum adalah melakukan penyambungan dua buah logam untuk digunakan sebagai kebutuhan pengguna. Penyambungan tersebut memiliki teknik dan bahan Ae bahan pendukung, untuk mendapatkan hasil yang maksimal . Menurut . , terjadinya kesalahan dalam mengelas adalah adanya cacat hasil las. Cacat tersebut banyak jenis dan penyebabnya. Jenis dan penyebab dari kecacatan hasil las terkait dengan bekas elektroda pengelasan yang menempel diarea sambungan dan tidak dapat Kecacatan tersebut, dapat dijadikan acuan toleransi oleh pengguna dan Dominan pengguna selalu menginginkan hasil pengelasan yang terbaik tanpa ada hasil cacat sama sekali. Tetapi, hal tersebut mustahil dapat dilakukan oleh pengelas. Kecacatan hasil las adalah wajar jika masih dalam toleransi kurang dari 15% kecacatannya . Kegiatan pengelasan tersebut merupakan keterampilan yang dibutuhkan dengan konsep pengelasan dalam air dan pengelasan wilayah darat. Penelitian . , mencangkup pengelasan wilayah darat. Konteksnya adalah tentang pengelasan di sebuah perusahaan kontruksi manufaktur. Bidang pengelasan dilakukan pada pipa Ae pipa mesin boiler. Selama dilaksanakan sebuah proyek pembangunan boiler. Para pengelas ada yang ditugaskan fokus pada pengelasan pipa Ae pipa boiler. Dengan harapan pipa tersebut nantinya dapat berfungsi dengan baik tanpa ada kebocoran yang terjadi. Sehingga, kejadian cacat pengelasan harus Karena terjadinya cacat pengelasan pada boiler akan membuat proses pemananasan air di pabrik terganggu . Setiap industri pengolahan baik skala sedang dan skala besar memiliki peralatan yang digunakan sebagai pemanas air. Fungsi pemanas air tersebut adalah melakukan proses pembakaran yang dialirkan ke air sampai membentuk uap. Uap tersebut sebagai alat untuk membantu kegiatan pada proses di industri. Teknologi ini dinamakan proses perebusan air menjadi uap air . oiling proces. Secara umum, industri membutuhkan peralatan ini guna konversi energi untuk menghasilkan listrik dan kegiatan lainnya terkait manufaktur. Boiling process memiliki alat yang dinamakan boiler sebagai tempat memanaskan air sampai menjadi uap dengan bantuan komponen pendukung lainnya. Uap tersebut masuk pada perpipaan yang sudah diatur agar berfungsi sebagai proses yang dibuat. 30737/jatiunik. *Corresponding author : ardhi. bachtiar@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Salah satu komponen dalam boiler paling penting adalah perpipaan. Perpipaan tersebut sebagai jalannya aliran uap air menuju area yang digunakan untuk konversi energi . Jika kondisi perpipaan tidak baik, atau dalam kondisi cacat akan memberikan pengaruh negatif pada jalannya aliran air untuk dikonversi menjadi uap. Proses pembangunan boiler secara umum dapat selesai dalam kurun waktu 2 tahun. Tetapi masalah yang sering dijumpai adalah terjadinya kondisi rusak pada perpipaan. Kerusakan yang terjadi yaitu cacat dalam keadaan sambungan las . Cacat sambungan las tersebut adalah hasil las yang menghasilkan lubang meskipun sekecil jarum, akan mengurangi daya laju proses air menjadi uap . Solusi pengendalian hasil cacat pada perpipaan di mesin boiler perlu dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi hasil cacat pada tahap penyambungan pipa Ae pipa pada Kecacatan tersebut perlu dikendalikan dan diidentifikasi untuk mengetahui penyebab masalah yang timbul. PT. X adalah salah satu penyedia jasa pembangunan boiler untuk industri manufaktur. Perusahaan tersebut menangani bagian boiler terutama pengelasan pada perpipaan. Perpipaan yang berada pada mesin boiler sangat beragam diameter dan panjang untuk setiap jenis pipa. Pipa- pipa tersebut disusun dan disambung menggunakan bantuan teknik Hal yang terjadi secara berturut Ae turut yaitu kejadian cacat hasil pengelasan sepanjang 1 meter pada 100 meter pipa . Sehingga dalam masalah tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan identifikasi penyebab kecacatan hasil pengelasan pada perpipaan Jenis kecacatan yang terjadi beragam, mulai dari terjadinya lubang kecil maupun lubang akibat sentuhan api dari percikan pengelasan yang besar. Selain itu juga terjadi hasil pengelasan yang tidak sesuai dengan standar perusahaan. Hasil pengelasan yang tidak sesuai tersebut, jika dibiarkan menimbulkan dampak besar bagi proses penguapan boiler. Dampak tersebut salah satunya adalah penguapan yang tidak sesuai dan proses untuk lanjutan boiler tidak dapat berjalan baik. Masalah kecacatan tersebut memerlukan pengendalian kualitas, untuk memberikan hasil produk sambungan las yang maksimal. Pengendalian kualitas sangat diperlukan bagi penyedia jasa pembuatan produk. Hal ini, untuk meningkatkan dan mengembangkan produk yang dihasilkan. Salah satu metode untuk mengidentifikasi pengendalian kualitas adalah metode DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve dan Contro. Metode tersebut terdiri dari tahapan mengidentifikasi masalah, memahami proses- proses yang dihadapi secara terurai, mengambil keputusan sesuai dasar data, melakukan pengembangan nyata dan melakukan verifikasi serta monitoring. 30737/jatiunik. *Corresponding author : ardhi. bachtiar@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Penelitian yang dilakukan oleh . , menyatakan bahwa dengan menerapkan metode DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve dan Contro. dapat mengurangi terjadi kegagalan scrap. Sehingga sumber daya yang bekerja harus menerapkan hasil metode secara Dalam hal ini, metode tersebut snagat penting diterapkan secara kontinu. Tinjauan Pustaka Pengelasan Menurut . , mengelas adalah menyambung logam dalam keadaan cair dengan ikatan kimia. Menurut . , adalah teknologi panas dan tekanan berdasarkan dasar pengelasan dari Deutsche Industrie Normen (DIN). Menurut . , pengelasan memerlukan adaptasi sebagai pelatihan dan pengetahuan material, peralatan yang Menurut . ,sambungan hasil las pasti memiliki fasa yang berbentuk butiran kecil menempel diarea hasil las. Dengan demikian, dampak akhir pengelasan adanya kecacatan dengan jenis undercutting, overlap dan porosity. Boiler Boiler memiliki bahan yang berbeda Ae beda setiap modelnya salah satunya adalah jenis horizontal-section iron boiler . Didalam boiler memproses energi gerak untuk melakukan kegiatan kerja . Proses dilanjutkan dengan hasil uap sebagai tenaga . Uap akan masuk perpipaan api untuk menyuplai energi panas didalam air pada boiler dengan kecepatan sebesar 12. 000 kg/jam dan tekanan maksimal sebesar 18kg/cm2 . Sedangkan dimensi pipa paling kecil dengan panjang 15 cm dan diameter paling kecil sebesar 6,28 cm . Pengendalian Kualitas Pengendalian kualitas memiliki puncak mutu dalam suatu produk yang diproses sejak awal . Hal ini karena setiap produk memiliki fungsi dan penggunaan di berbeda medan . , . Kendali ini berfungsi sebagai tolak ukur kinerja pada produk yang akan dihasilkan . , . Dengan demikian, kegiatan memonitoring tidak secara benar dan peralatan yang digunakan tidak mumpuni akan menyebabkan gagalnya suatu nilai kualitas . , . DMAIC DMAIC adalah identifikasi secara manajemen. Hal ini untuk mengukur tingkat kecacatan suatu produk . , . , . , . Kemudian proses analisis dengan faktor Machine. Method. People. Measurement dan Environment . , . Sehingga didapatkan jawaban untuk pengembangan mutu yang berkelanjutan . , . , . 30737/jatiunik. *Corresponding author : ardhi. bachtiar@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Metode Penelitian Lokasi penelitian ini terletak di PT. PLTU Tanjung Jati Unit #5 dan #6. Desa Tubanan. Jepara. Jawa Tengah. Indonesia. Lingkup penelitian ini adalah obyek yang digunakan adalah untuk mengetahui kecacatan hasil las pada komponen mesin boiler yaitu perpipaan untuk aliran air. Tools yang digunakan adalah mengurangi kecacatan hasil las pada komponen mesin boiler yaitu perpiaan untuk aliran air menggunakan metode DMAIC. Tidak membahas biaya perbaikan pada implementasi yang dihasilkan oleh metode DMAIC. Seam less d=6,28 cm adalah pipa yang diteliti kecacatannya. Kecacatan hasil pengelasan dikategorikan sesuai dengan data perusahaan sejak Januari 2020 sampai dengan Desember Pada teknik analisis data dilakukan dengan urutan sebagai berikut : Tahap 1. Melakukan identifikasi kecacatan bagian tiap kerangka boiler yang dikerjakan untuk mengetahui jumlah cacat pada hasil pengelasan serta membuat diagram SIPOC. Tahap 2. Tahapan Measure untuk melakukan identifikasi prioritas kecacatan hasil pengelasan pada pipa boiler dengan cara membuat perhitungan cacat menggunakan Defect Per Million Opportunities (DPMO) dan menggambarkan hasil kecacatan menggunakan peta kendali P (P-Char. Tahap 3. Tahapan Analyze menggunakan Fishbone Diagram dan diagram pareto untuk mempermudah identifikasi faktor dan pembacaan prioritas kecacatan hasil pengelasan. Pada Fishbone Diagram menggunakan faktor 5M (Machine. Method. Man. Material. Measuremen. Tahap 4. Tahapan Improve menggunakan teknik 5 W 1 H untuk mengetahui solusi pada kecacatan hasil pengelasan pipa boiler menggunakan dasar faktor dari Fishbone Diagram. Tahap 5. Tahapan Control, sebagai langkah untuk mengendalikan agar terwujud perbaikan hasil pengelasan pipa boiler dapat menuju zero defect. Usulan yang diberikan berdasarkan hasil dari proses Define. Measure. Analyze dan Improve. Sehingga dapat mengurangi terjadinya kecacatan hasil pengelasan dan disetujui oleh pihak Project Manager. Hasil dan Pembahasan Pada diagram SIPOC dengan kondisi pipa setiap 100 m yang digunakan memiliki identifikasi sebagai berikut: 30737/jatiunik. *Corresponding author : ardhi. bachtiar@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Gambar 1. Diagram SIPOC Pipa Boiler setiap 100 meter (Sumber: Observasi, 2. Tabel 1. Measure: Nilai DPMO Dimensi Titik Cacat Bulan Proporsi UCL LCL DPU DPMO 0,400 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,400 0,400 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,400 0,490 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,490 0,320 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,320 0,320 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,320 0,400 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,400 0,590 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,590 0,520 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,520 0,500 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,500 0,600 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,600 0,800 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,800 0,500 0,0207 0,487 0,637 0,337 0,500 Jumlah 5,84 0,24819 5,84 7,63936 4,04064 5,84 Rerata 0,487 0,021 0,487 0,637 0,337 0,487 (Sumber: olah data primer, 2. Nilai DPMO dari bulan ke bulan selama periode 12 bulan. Nilai Rerata yang didapatkan sebesar 486. Untuk titik cacat dari pipa yang digunakan dalam boiler sejumlah 48,7 lokasi titik cacat atau dibulatkan menjadi 49 titik cacat. Sedangkan nilai proporsi cacat sebesar 0,487 atau sebesar 48,7% kejadian cacat yang terjadi pada titik cacat. Nilai batas atas dengan rata Ae rata sebesar 0,337 dan batas bawah dengan rata Ae rata sebesar 0,487. 30737/jatiunik. *Corresponding author : ardhi. bachtiar@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Peta Kendali P 1,000 0,800 0,600 0,400 0,800 0,637 0,637 0,637 0,637 0,637 0,637 0,637 0,600 0,637 0,637 0,590 0,637 0,637 0,637 0,520 0,487 0,487 0,490 0,487 0,487 0,487 0,487 0,487 0,487 0,500 0,487 0,487 0,487 0,500 0,487 0,400 0,400 0,400 0,337 0,337 0,337 0,320 0,337 0,320 0,337 0,337 0,337 0,337 0,337 0,337 0,337 0,337 0,200 0,000 Proporsi UCL LCL Gambar 2. Peta Kendali P (Sumber: Olah data penelitian, 2. Peta P untuk warna biru adalah proporsi terjadinya cacat. Dengan demikian dapat dilihat bahwa ada proporsi yang masih diambang UCL dan LCL dan ada juga yang melebihi ambang tersebut. Gambar 3. Fishbone Diagram Porosity. Undercutting dan Overlap (Sumber: Olah data penelitian, 2. Jenis cacat hasil pengelasan tidak memiliki perbedaan masalah. Untuk jenis cacat las pipa porosity, undercutting dan overlap digunakan 6M (Machine. Material. Measurement. Management. Man dan Metho. Untuk Measurement, kendala yang dihadapi adalah nilai pengaturan yang pekerja lakukan pada mesin las belum pengalaman. Machine dengan kendala setting suhu sudah tidak akurat dan memerlukan perbaikan suplai arus listrik. Material dengan kendala yang dihadapi adalah bahan baku memiliki dimensi dengan cacat Oleh sebab itu, pengecekan bahan baku berupa pipa yang akan dilas harus dicek terlebih dahulu. Untuk management, memiliki kendala motivasi pihak management yang kurang baik. Oleh sebab itu, secara dominan pekerja welder melakukan kegiatan proyek pengelasan pada mesin boiler tidak secara maksimal. Man memiliki kendala dalam 30737/jatiunik. *Corresponding author : ardhi. bachtiar@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. pengetahuan tentang mengelas yang minim dan belum telaten. Hal ini juga memberikan pengaruh yang belum bagus dalam kegiatan mengelas yang akhirnya timbul hasil cacat las pada pipa. Method memiliki kendala penguasaan kurang dan pengaturan mesin las tidak Dengan demikian dengan terjadinya cacat las jenis porosy, undetcutting dan overlap memiliki indikator 6M dan sudah terindikasi penyebabnya masing Ae masing. Diagram Pareto Jenis Cacat Pipa Boiler per 100 m Overlap Series1 Series2 Undercutting Porosity Gambar 4. Diagram Pareto Cacar Hasil Las (Sumber: Olah data penelitian, 2. Berdasarkan hasil diagram pareto, secara signifikan menunjukkan jenis cacat overlap memiliki nilai cacat paling tinggi dengan nilai 210. Kemudian jenis cacat porosity sebesar 166 dan undercutting sebesar 208. Dari capaian nilai diagram pareto yang menjadi prioritas utama yaitu mengurangi cacat jenis overlap. Karena nilai tersebut sangat tinggi, kemudian perbaikan hasil cacat pengelasan kedua adalah memperbaiki cacat las dengan jenis undercutting dan ketiga adalah cacat las jenis porosity. Identifikasi hasil cacat las setiap pipa dengan Panjang 100 meter dengan diameter 6,28 cm, baik dihitung dalam bentuk tidak lurus maupun dihitung dengan bentuk yang sudah terjadi bentuk sambungan miring. Tabel 2. Improve : 5W 1H Faktor Fishbone Diagram Machine Method Man What Why When 5W 1H Who Tombol Setting suhu Batas Batas Kurangnya Segera Manajer Segera Manajer Segera Human Resource Development Pengaturan mesin tidak Pengetahuan Kurangnya Segera Human Resource Development Kurangnya Segera Human Resource Development Belum Kurangnya Segera Human Resource Development Penguasaan Where How Divisi Maintenance Divisi Maintenance Human Resource Development Human Resource Development Human Resource Development Human Resource Development Identifikasi kerusakan dari Fishbone Identifikasi kerusakan dari Fishbone Identifikasi kerusakan dari Fishbone Identifikasi kerusakan dari Fishbone Identifikasi kerusakan dari Fishbone Identifikasi kerusakan dari Fishbone 30737/jatiunik. *Corresponding author : ardhi. bachtiar@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 Material Keropos Measurement Setting angka suhu Motivasi Management ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Tidak Kurangnya Segera Pihak penyuplai dan Checker Manajer Identifikasi kerusakan dari Fishbone Segera Human Resource Development Human Resource Development Identifikasi dari Fishbone Kurangnya Segera Human Resource Development Human Resource Development Identifikasi dari Fishbone (Sumber: olah data, 2. Tabel 3. Control : Teknis Kendali Aspek Perencanaan Perbaikan Teknis Kendali Machine Perbaikan tombol pengaturan dan Memantau waktu penggunaan dan tombol suhu menggunakan secara aturan Method Meningkatkan pemahaman dan Agenda setiap akhir bulan dan kontinu motivasi tentang fasilitas dan Teknik las Man Memberikan motivasi secara terstruktur Agenda setiap akhir bulan dan kontinu Material Mengecek sebelum material dikirim Pihak supplier mengirim bukti material yang siap kirim Measurement Meningkatkan pemahaman dan Agenda setiap akhir bulan dan kontinu motivasi tentang fasilitas dan Teknik las Management Meningkatkan pemahaman dan Agenda setiap akhir bulan dan kontinu motivasi tentang fasilitas dan Teknik las (Sumber: olah data, 2. Hasil pengendalian berdasarkan perancanaan perbaikan dan teknis kendali yang Aspek pada Fishbone Diagram ini menunjukkan kesamaan pada management. Measurement dan method dengan teknis kendali mengenaik agenda setiap akhir bulan dan Agenda tersebut berguna memberikan pemahaman, motivasi secara terstruktur. Tujuannya untuk mengetahui fasilitas yang digunakan saat mengelas apa saja dan teknis mengelasa yang benar untuk menghindari cacat pengelasan. Kegiatan ini, tidak dapat berlangsung satu kalli atau dua kali. Kegiatan ini harus kontinuitas untuk membentuk karakter pekerja agar mengetahui secara detail apa yang dikerjakan. Menilai aspek Machine menggunakan teknis kendali dengan memantau waktu penggunaan dan menggunakan fasilitas kerja terutama mesin las secara aturan yang berlaku. Jika tidak sesuai hal tersebut, kerusakan yang sering terjadi adalah tombol pengaturan dan tombol suhu. Aspek material menunjukkan peran pengecekan yang dilakukan oleh pihak penyuplai dan Checker sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya penurunan mutu Jika ini terjadi, material tidak akan dapat digunakan secara maksimal. Dalam hal sumber daya manusia lebih dibebankan pada divisi Human Resource Development. Hal ini karena divisi tersebut menangani kasus perilaku kerja dan yang 30737/jatiunik. *Corresponding author : ardhi. bachtiar@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 16 Ae 27 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. memiliki hubungan dengan manusia sebagai bentuk meningkatkan motivasi kerja agar menurunkan hasil kecacatan dalam mengelas. Sedangkan pihak divisi manajer lebih kepada pengecekan seluruh aspek apakah berjalan sesuai prosedur atau tidak. Dengan demikian, seluruh komponen atau aspek Fishbone Diagram memiliki hubungan pada 5W 1 H untuk memberikan perbaikan pada hasil pengelasan berdasarkan metode DMAIC. Kesimpulan dan Saran Upaya perbaikan untuk mengurangi kecacatan hasil pengelasan pada perpipaan mesin boiler menggunakan metode DMAIC dengan hasil aspek method, man. Measurement dan manajemen melakukan agenda setiap akhir bulan dan kontinu untuk meningkatkan motivasi dan aspek material yaitu pihak supplier mengirim bukti material yang siap kirim untuk meningkatkan mutu pipa Ae pipa yang akan digunakan. Penelitian ini berguna bagi perusahaan untuk mengurangi hasil cacat pengelasan dengan aspek Machine, methode. Measurement, material, man dan management. Implementasi secara tepat dapat memberikan peran kinerja yang baik bagi perusahaan. Selain itu, dengan metode DMAIC dapat diketahui identifikasi masalah yang terjadi sampai ditemukan pengendalian hasil cacat las yang tepat. Daftar Pustaka