Community-Based Tourism Development: Mount Bismo Ecotourism Development Program in Sikunang Village, Kejajar District, Wonosobo Regency Faqih Nur Abdullah*& Fachmi Fabian Article Info PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng How to Cite: Abdullah, F. N. & Fabian, F. (2024) Community-Based Tourism Development: Mount Bismo Ecotourism Development Program in Sikunang Village, Kejajar District, Wonosobo Regency. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No.3, 112, 2024 Article History Submitted: 26 July 2024 Received: 21 September 2024 Accepted: 7 October 2024 Correspondence E-Mail: faqih@geodipa.co.id Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol.3 No.3 (2024) https://doi.org/10.55381/jpm/v3i3.336 https://prospectpublishing.id/ojs/index.php/jpm/index p-ISSN: 2827-8224 | e-ISSN: 2828-0016 Abstract Sikunang Village, which is located in Kejajar District, Wonosobo Regency, Central Java Province, has a very potential landscape. The Sikunang Village area is included in the Dieng Plateau area which has the potential for a mountainous landscape. One of them is a mountain in the Sikunang Village area, namely Mount Bismo. However, this potential has not been felt optimally by the residents of Sikunang Village. This is due to a lack of skills in managing tourist and climbing areas in the region. Apart from that, economic factors also influence the condition of the people in Sikunang Village, where some residents live below the poverty line and are unemployed. Responding to these problems, PT Geo Dipa Energi (Persero) Dieng Unit through its CSR program implemented a community empowerment program based on ecotourism development. The program entitled "Mount Bismo Ecotourism Development in Sikunang Village" is implemented by forming tourism awareness groups, developing tourism supporting infrastructure, and developing the capacity of tourism awareness groups. This program can increase capacity in managing mountain climbing tourism and increase income for group members, as well as preserving the environment in the Mount Bismo area. Keywords: Corporate Social Responsibility; Ecotourism Development; Empowerment. Creative Commons Share Alike CC-BY-SA: This work is licensed under a Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Creative Commons Attribution- Share-Alike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/bysa/4.0/) which permits non-commercial use, reproduction, and distribution of the work without further permission provided the original work is attributed as specified on the Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat and Open Access pages. Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat: Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Faqih Nur Abdullah1*& Fachmi Fabian Info Artikel PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng Surel Korespondensi: faqih@geodipa.co.id Abstrak Desa Sikunang yang terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah memiliki bentang alam yang sangat potensial. Wilayah Desa Sikunang termasuk dalam kawasan Dataran Tinggi Dieng yang memiliki potensi bentang alam berupa pegunungan. Salah satunya adalah gunung yang berada di wilayah Desa Sikunang, yakni Gunung Bismo. Namun adanya potensi tersebut belum dirasakan secara maksimal oleh warga Desa Sikunang. Hal ini disebabkan karena kurangnya keterampilan pengelolaan kawasan wisata dan pendakian di wilayah tersebut. Di samping itu, faktor ekonomi juga mempengaruhi keadaan masyarakat di Desa Sikunang, dimana sebagian warga hidup di bawah garis kemiskinan dan berstatus sebagai pengangguran. Menyikapi permasalahan tersebut, PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng melalui program CSR mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada pengembangan ekowisata. Program yang berjudul “Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo Desa Sikunang” dilaksanakan dengan menyusun SOP dan konsep wisata pendakian Gunung Bismo, pembangunan infrastruktur penunjang wisata, dan pengembangan kapasitas kelompok sadar wisata. Program ini dapat meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan wisata pendakian gunung dan meningkatkan pendapatan bagi para anggota kelompok, serta dapat menjaga kelestarian lingkungan di area Gunung Bismo. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility; Pemberdayaan; Pengembangan Ekowisata 2 © Abdullah & Fabian Pendahuluan Desa Sikunang merupakan wilayah yang terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, dengan bentang alam pegunungan vulkanik yang luas. Wilayah ini memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan seperti potensi pertanian, potensi pemanfaatan energi panas bumi hingga potensi pengembangan pariwisata. Walaupun memiliki bentang alam yang potensial namun belum semua warga Desa Sikunang hidup sejahtera. Berdasarkan Hasil Pemetaan Sosial yang dilakukan PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng pada tahun 2021, lokasi desa yang tidak dilewati oleh jalur utama wisata di kawasan Dieng, kurangnya keterampilan warga dalam pengembangan lokasi wisata hingga sebagian besar masyarakatnya menamatkan pendidikan pada jenjang sekolah dasar membuat sebagian warga hidup di bawah garis kemiskinan. Desa Sikunang juga merupakan salah satu desa yang terletak di sekitar wilayah operasional dari PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng. Berdasarkan Pembaruan Data Pemetaan Sosial pada tahun 2024, Desa Sikunang memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.556 jiwa dengan rincian sebanyak 1.320 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 1.236 jiwa berjenis kelamin perempuan. Jumlah penduduk tersebut terhitung cukup besar untuk wilayah di sekitar PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng. Namun kondisi tersebut belum dapat menjamin kualitas sumber daya manusia di Desa Sikunang. Hampir sejumlah 68,82% atau sekitar 1.754 jiwa merupakan penduduk dengan usia produktif tetapi sebagian dari penduduk dengan usia produktif di Desa Sikunang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Masalah kemiskinan menjadi salah satu permasalahan sumber daya manusia, dengan persentase mencapai 11,73% atau sekitar 300 jiwa. Angka tersebut belum termasuk penduduk dalam kategori kelompok rentan. Walaupun angka kemiskinan di Desa Sikunang tergolong cukup tinggi, desa ini masih memiliki sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Selain permasalahan sumber daya manusia dan kemiskinan, permasalahan lingkungan juga menjadi ancaman bagi warga. Praktik deforestasi sebagai lahan pertanian dan permukiman yang kerap dilakukan di wilayah Desa Sikunang mengakibatkan adanya potensi erosi tanah yang berujung adanya tanah longsor dan sedimentasi yang sangat mengancam keselamatan warga di wilayah tersebut. Secara spesifik, desa ini memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan karena lokasi desa ini terletak di dekat salah satu gunung yang merupakan rangkaian dari Pegunungan Dieng, bernama Gunung Bismo. Gunung ini memiliki 5 (lima) puncak, dengan puncak tertingginya, yakni Puncak Indraprasta dengan ketinggian 2.365 mdpl. Jalur pendakian di Gunung Bismo tergolong landai dan memiliki jarak relatif pendek dibandingkan gunung-gunung lainnya yang berada di kawasan Dieng. Selain itu, gunung ini juga memiliki pemandangan yang indah dengan latar belakang gunung-gunung besar, seperti Gunung Sindoro, Gunung Prau, Gunung Sumbing dan gunung-gunung lainnya. Melihat potensi yang ada di wilayah Desa Sikunang, PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng melalui Corporate Social Responsibility (CSR) melakukan program pemberdayaan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan dan pelestarian lingkungan di Desa Sikunang, yang diwujudkan melalui Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo Desa Sikunang. Program pemberdayaan ini berupa penyusunan SOP dan konsep wisata pendakian Gunung Bismo; pembangunan infrastruktur penunjang wisata seperti basecamp pendakian Gunung Bismo, musala sebagai sarana ibadah para pendaki, penyediaan papan informasi wisata; serta pelatihan guide dan manajemen pengelolaan wisata pendakian gunung. 3 © Abdullah & Fabian Metode Menurut Achmad (2023), Corporate Social Responsibility (CSR) atau sering disebut sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan tindakan perusahaan yang dilakukan dalam rangka mengembangkan ekonomi berkelanjutan dengan memberdayakan masyarakat. Pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggunakan metode pendekatan Triple Bottom Line. Konsep yang diperkenalkan oleh Elkington (1994) ini menjelaskan bahwa CSR perlu dilakukan dengan menggunakan pendekatan 3P, yakni Profit (keuntungan), People (masyarakat) dan Planet (Lingkungan Hidup). Diagram 1. Triple Bottom Line dalam Praktik CSR Sumber: Elkington, 1994 Program CSR yang awalnya berfokus pada pemberian bantuan atau sumbangan kemudian berkembang dengan dilibatkannya masyarakat dalam praktik pemberdayaan. Praktik ini akhirnya menjadi bagian yang melekat dalam program-program CSR. Konsep pendekatan 3P dan program pemberdayaan ini kemudian diadopsi oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng dalam upayanya untuk melakukan program TJSL atau CSR yang akan berdampak pada kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat. Pelaksanaan program pemberdayaan ini dimulai sejak tahun 2019 yang diinisiasi oleh kelompok BUMDes Sisinga bersama PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng dan berlanjut hingga sekarang. Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo dilaksanakan di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Program ini terdiri dari beberapa sub-program yang saling terkait, antara lain pembangunan basecamp pendakian Gunung Bismo, pembangunan musala sebagai sarana ibadah para pendaki, penyediaan papan informasi wisata, serta pelatihan manajemen pengelolaan wisata pendakian gunung, serta pemberian bantuan seragam dan kartu tanda anggota bagi Pokdarwis. Sub-program tersebut bukanlah program incidental tetapi telah dirancang beberapa tahun dengan harapan program akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan dapat menjadi destinasi wisata yang mandiri. Penentuan program ini didasari pada data survei lapangan dan kajian pemetaan sosial. Kemudian dalam implementasi program, dilakukan secara bersama-sama antara PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng dengan Kelompok Sadar Wisata Desa Sikunang, serta dilakukan monitoring dan evaluasi rutin dengan tujuan melihat perkembangan Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo. 4 © Abdullah & Fabian Diagram 2. Rencana Pelaksanaan Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo Sumber: Analisis Peneliti, 2024 Pembahasan Program pemberdayaan masyarakat Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo merupakan program yang berkonsep ecotourism atau ekowisata. Konsep tersebut menjadikan alam sebagai tujuan utama dalam rekreasi. Selain itu, ekowisata juga memiliki pengertian sebagai suatu model wisata alam di wilayah yang masih alami dengan tujuan untuk menikmati keindahan alam dan mendukung upaya konservasi lingkungan, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat setempat dan pengelola wisata. Di samping upaya konservasi lingkungan dan peningkatan ekonomi, menurut Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (2009) melalui Magang Alam LindungiHutan (2023), pengembangan ekowisata memiliki beberapa tujuan lainnya, antara lain memberikan pengalaman sekaligus pendidikan kepada wisatawan, memperkecil dampak negatif yang bisa merusak karakteristik lingkungan dan kebudayaan pada daerah yang dikunjungi, mengikutsertakan masyarakat dalam pengelolaan dan pelaksanaannya, serta menjadikan objek wisata yang terus bertahan dan berkelanjutan. Konsep tersebut sesuai dengan konsep triple bottom line dalam pelaksanaan program TJSL yang berfokus pada manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu, dengan adanya konsep ekowisata ini dapat mengembangkan objek wisata secara berkelanjutan. Berdasarkan konsep-konsep diatas, PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng melakukan program CSR dengan harapan akan mampu mengatasi permasalahan perekonomian masyarakat dan permasalahan sosial dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Program ini pada level lokal dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian, menjaga situasi sosial di masyarakat agar tetap kondusif, menjaga kelestarian lingkungan hingga mampu menjalankan program secara berkelanjutan. Selain pada level lokal, program ini secara global diharapkan mampu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs seperti tujuan tanpa kemiskinan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim 5 © Abdullah & Fabian dan ekosistem daratan. Gambar 1. Road Map Program Ekowisata Gunung Bismo, Desa Sikunang Sumber: PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 Berdasarkan roadmap tersebut, terdapat program utama yang telah dilaksanakan, yakni penguatan organisasi atau kelembagaan Kelompok Sadar Wisata Desa Sikunang dengan beberapa sub-program, antara lain penyusunan SOP dan konsep wisata pendakian Gunung Bismo, adanya pelatihan guide dan manajemen kelompok kepada anggota Pokdarwis, serta pembangunan infrastruktur penunjang wisata. Pada sub-program pertama, dilakukan penyusunan SOP dan konsep wisata pendakian Gunung Bismo. Penyusunan SOP dan konsep wisata ini dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata Gunung Bismo, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sisinga, Pemerintah Desa Sikunang serta PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng. Setelah dilakukannya penyusunan SOP dan konsep wisata, kemudian didapatkan hasil berupa rute pendakian serta peraturan dan sanksi bagi para pendaki yang melanggar peraturan. Gambar 2. Proses Penyusunan SOP dan Konsep Wisata Pendakian Gunung Bismo Sumber: Dokumentasi PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 6 © Abdullah & Fabian Gambar 3. Jalur Pendakian Gunung Bismo via Sikunang Sumber: Tim KKN-PPM UGM Unit JT-102, diakses pada 2024 Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo ini menjadi salah satu usaha dalam pemulihan lingkungan dengan memberlakukan sanksi dan denda bagi para pendaki yang melanggar peraturan pendakian, kemudian uang hasil denda digunakan untuk membeli bibit pohon yang akan ditanam di sekitar wilayah Gunung Bismo. Selain itu, pemberlakuan sanksi dan denda tersebut berdampak pada pengurangan laju erosi tanah di lereng Gunung Bismo. Gambar 4. Ketentuan Sanksi yang Diberlakukan atas Pelanggaran yang Dilakukan di Kawasan Gunung Bismo Sumber: Dokumentasi PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 Pada sub-program kedua, dilakukan upaya peningkatan kapasitas dengan pelatihan guide dan manajemen kelompok kepada anggota pokdarwis sejumlah 36 orang. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan agar para anggota pokdarwis memiliki kemampuan dalam 7 © Abdullah & Fabian memandu serta memberikan penjelasan dan informasi terkait dengan lokasi wisata kepada para pendaki dan wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bismo. Selain pelatihan guide, para anggota pokdarwis juga mendapatkan pelatihan tentang manajemen kelompok wisata dengan tujuan agar para anggota pokdarwis dapat mengatur dan mengelola pokdarwis secara mandiri. Pelatihan yang diberikan seperti pelatihan manajerial dan pencatatan keuangan, pelatihan kesekretariatan, manajerial struktural, hingga pembagian shift jam kerja. Gambar 5. Pelatihan Guide dan Manajemen kepada Anggota Pokdarwis Sumber: Dokumentasi PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 Pada sub-program ketiga, dilakukan pembangunan infrastruktur penunjang wisata. Infrastruktur yang dibangun antara lain basecamp pendakian sebagai tempat beristirahat bagi para pendaki dan wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bismo via Sikunang, musala sebagai tempat beribadah bagi para pendaki dan wisatawan, serta pembuatan papan informasi ekowisata Gunung Bismo. Gambar 6. Basecamp Pendakian Gunung Bismo Sumber: Dokumentasi PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 8 © Abdullah & Fabian Gambar 7. Musala Basecamp Pendakian Gunung Bismo Sumber: Dokumentasi PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 Gambar 8. Papan Informasi Wisata Gunung Bismo Sumber: Dokumentasi PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 Program pemberdayaan Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo membawa dampak positif bagi warga di Desa Sikunang, khususnya bagi para anggota kelompok sadar wisata antara lain pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan solidaritas antar anggota hingga penurunan volume sampah dan pengurangan laju erosi tanah. Dampak Ekonomi dari Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo Program ini dapat meningkatkan peningkatan pendapatan bagi para anggota kelompok sadar wisata melalui penjualan tiket masuk ke kawasan wisata, penyewaan peralatan pendakian, penitipan kendaraan dan penyewaan transportasi ojek menuju pos 2 bagi para wisatawan. Beberapa anggota yang sebelumnya masih hidup dibawah garis kemiskinan, melalui program ini dapat memeroleh penghasilan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan seharihari, bahkan beberapa anggota yang termasuk dalam kategori miskin bisa dientaskan melalui Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo. 9 © Abdullah & Fabian Tabel 1. Jumlah dan Persentase Warga yang Dientaskan melalui Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo Melalui Program Community Development PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng Program Jumlah Warga Miskin Desa Sikunang Jumlah Warga Miskin yang Dilibatkan Jumlah Warga Miskin yang Dientaskan Persentase Keterangan Ekowisata Gunung Bismo Desa Sikunang 278 8 5 1,79% Masih ada 3 anggota miskin yang belum dapat dientaskan dari kemiskinan karena belum begitu aktif mengikuti kegiatan Program Ekowisata Gunung Bismo Desa Sikunang Sumber: PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 Berdasarkan Tabel 1, jumlah warga miskin yang terlibat dalam Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo mencapai 8 (delapan) orang, dengan 5 (lima) orang berhasil dientaskan melalui program tersebut. Secara persentase, jumlah warga miskin yang berhasil dientaskan dari total keseluruhan warga miskin, yakni sebanyak 1,79% namun masih terdapat 3 (tiga) anggota yang belum dientaskan dari kemiskinan dikarenakan belum begitu aktif dalam mengikuti kegiatan Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo. Selain anggota kelompok sadar wisata yang yang dapat dientaskan dari kemiskinan, para anggota kelompok sadar wisata juga mendapatkan peningkatan penghasilan melalui program ini. Tabel 2. Peningkatan Pendapatan Warga Sasaran Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo Kelompok Rata-rata Perbandingan Penghasilan Anggota Sebelum dan Sesudah Program Ekowisata Gunung Bismo Sebelum Kelompok Sadar Wisata Sikunang Desa Sikunang Persentase Kenaikan Sesudah 2020 2021 2022 2023 Rp1.755.000 Rp1.900.000 Rp1.950.000 Rp2.100.000 19,6% Sumber: PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 Berdasarkan Tabel 2, warga yang tergabung sebagai anggota kelompok sadar wisata mengalami peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020, para anggota kelompok sadar wisata memiliki rata-rata pendapatan sejumlah Rp1.755.000. Setelah adanya program pengembangan ekowisata, rata-rata pendapatan para anggota meningkat yakni pada tahun 2021 sejumlah Rp1.900.00, tahun 2022 sejumlah Rp1.950.000 dan pada tahun 2023 sejumlah Rp2.100.000 dengan persentasenya mencapai 19,7%. Dampak Lingkungan dari Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo Adanya program pengembangan ekowisata di Gunung Bismo juga membawa dampak positif 10 © Abdullah & Fabian bagi kelestarian lingkungan di Desa Sikunang. Berdasarkan peraturan pendakian Gunung Bismo, bagi para pendaki dan wisatawan yang melakukan pelanggaran dikenakan sanksi berupa denda yang akan dibelikan bibit pohon yang kemudian ditanam di lereng Gunung Bismo. Penanaman bibit pohon ini dapat mengurangi laju erosi tanah di lereng Gunung Bismo serta mengurangi jumlah timbulan sampah di kawasan tersebut. Tabel 3. Kontribusi Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo Desa Sikunang Terhadap Pelestarian Lingkungan Program Aktivitas/Kegiatan Dampak Lingkungan Jumlah akumulasi dampak lingkungan sampai dengan tahun 2023 Ekowisata Gunung Bismo Desa Sikunang Ketentuan sanksi yang diberlakukan atas pelanggaran yang dilakukan di Kawasan Gunung Bismo Pengurangan timbulan sampah di Kawasan Gunung Bismo 1 ton sampah Penanaman pohon di area Gunung Bismo Pengurangan laju erosi tanah di lereng Gunung Bismo 20.000 m² Sumber: PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2024 Berdasarkan Tabel 3, ketentuan sanksi yang diberlakukan atas pelanggaran yang dilakukan di kawasan Gunung Bismo berdampak pada pengurangan timbulan sampah di kawasan tersebut, dan terkumpul dengan total 1ton sampah sampai dengan tahun 2023. Selain itu, dengan adanya denda serta penanaman bibit pohon di area Gunung Bismo mampu mengurangi laju erosi tanah seluas 20.000 m2 sampai dengan tahun 2023. Gambar 9. Reboisasi di Lereng Gunung Bismo Sumber: Dokumentasi PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, 2021 Dampak Sosial dari Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo memberikan dampak positif bagi anggota kelompok sadar wisata Desa Sikunang. Pelatihan guide dan manajemen kelompok wisata yang intensif dilakukan oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta keahlian bagi kelompok sadar wisata di wilayah Desa Sikunang. Selain itu, program ini juga dapat membangun kesadaran 11 © Abdullah & Fabian dalam melestarikan lingkungan serta menjadi wadah bagi masyarakat dalam menyalurkan ide dan aspirasi bagi pengembangan di Desa Sikunang. Kesimpulan Pelaksanaan dari Program Pengembangan Ekowisata Gunung Bismo cukup berhasil untuk yang merupakan program CSR dari PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng ini mampu mengatasi berbagai permasalahan, di antaranya permasalahan sumber daya manusia berupa kurangnya keterampilan pengelolaan wisata dengan adanya pengembangan kapasitas dengan pelatihan guide dan manajemen kelompok wisata yang dapat menambah keterampilan dan kapasitas dari anggota kelompok sadar wisata. Program ini juga dapat mengentaskan kemiskinan dari para anggota yang tergolong kurang mampu, terbukti sejumlah 5 (lima) anggota yang sebelumnya termasuk dalam kategori warga miskin berhasil dientaskan melalui program ini. Selain itu, program ini juga meningkatkan pendapatan para anggota kelompok sadar wisata yang awalnya pendapatan bulanan mereka hanya Rp1.755.000 per bulan meningkat hingga mencapai Rp2.100.000 melalui penjualan tiket ekowisata, penyewaan alat pendakian, penyewaan ojek dan penitipan kendaraan. Terakhir, program ini dapat membawa dampak positif terhadap pelestarian lingkungan dengan dibuktikan pada pengurangan timbulan sampah dengan total 1 ton hingga tahun 2023 dan pengurangan laju erosi tanah seluas 20.000 m2 hingga tahun 2023, dengan penerapan sanksi dan denda di wilayah pendakian Gunung Bismo. Daftar Pustaka Achmad, W. (2023). Pemetaan Sosial dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan: Dinamika Program Pemberdayaan di Indonesia. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3, 4367-4380. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/innovative.v3i4.3594 Elkington, J. (1994). Towards the Sustainable Corporation: Win-Win-Win Business Strategies for Sustainable Development (Vol. 36). California Management Review. Magang Alam LindungiHutan. (2023, April 4). Ekowisata: Pengertian, Prinsip dan Contohnya. lindungihutan: https://lindungihutan.com/blog/ekowisata-pengertian-prinsip-dancontohnya/ PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng. (2021). Laporan Pemetaan Sosial Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Banjarnegara: PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng. PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng. (2024). Laporan Pembaruan Pemetaan Sosial di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Banjarnegara: PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng. 12