Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna UPAYA PENGEMBANGAN MINAT LITERASI KEPADA SISWA SD SUKAMENANTI Hastuti1. Nani Angraini2. Connyta Elvadola3. Robertus Linggar S4. Fany Fernita5 STKIP PGRI Bandar Lampung hastutimpd@gmail. com, 2anggraininani767@gmail. com, 3connytaelva@gmail. rlinggar@gmail. com, 5ffernita@gmail. Abstrak: Nama kegiatan ini adalah pendampingan gerakan literasi sekolah dalam pembelajaran di sekolah dasar. Pendampingan gerakan literasi sekolah memang penting dilaksanakan untuk meningkatkan angka minat baca siswa melalui kegiatan Gerakan Literasi Sekolah. Tujuan diadakan kegiatan ini guna mengembangkan minat literasi pada siswa SD Sukamenanti. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendampingan pelaksanaan gerakan literasi sekolah dalam pembelajaran. Analisis data menggunakan model interaktif dengan dokumentasi data, visualisasi data dan validasi. Proses pengembangan budaya literasi dilakukan dengan proses tiga langkah. Merencanakan pengembangan budaya literasi, selanjutnya menetapkan tujuan, menyusun program, menyusun strategi, dan mengelola sarana dan prasarana. Implementasi pengembangan budaya literasi. Pelaksanaan pengembangan budaya literasi melibatkan kursus kompetensi, pengembangan dan pelatihan. Penilaian berupa penilaian mingguan, bulanan dan tahunan. Hasilnya, hasil pengembangan budaya literasi menunjukkan bahwa minat baca minat baca siswa dapat meningkat. Hasil yang dicapai yaitu pembiasaan 15 menit membaca sebelum jam pelajaran. menata perpustakaan. menciptakan lingkungan yang kaya teks dengan memasang slogan dan poster. menata kelas yang kaya teks dan nyaman untuk siswa belajar. Kata kunci: Minat, literasi Abstract: The name of this activity is mentoring the school literacy movement in learning in elementary schools. It is indeed important to assist the school literacy movement to increase students' interest in reading through School Literacy Movement activities. The purpose of this activity is to develop an interest in literacy in SD Sukamenanti students. The method used in this service is assisting the implementation of the school literacy movement in learning. Data analysis uses an interactive model with data documentation, data visualization and validation. The process of developing a literacy culture is carried out in a three-step process. Planning for the development of a literacy culture, then setting goals, compiling programs, developing strategies, and managing facilities and . Implementation of literacy culture development. Implementation of literacy culture development involves competency courses, development and training. Assessment in the form of weekly, monthly and annual assessments. As a result, the results of developing a literacy culture show that students' interest in reading can The results achieved are the habit of 15 minutes of reading before class time. organize the library. creating a text-rich environment by placing slogans and posters. and organize classrooms that are rich in text and comfortable for students to learn. Keywords: Interest, literacy Upaya Pengembangan Minat Literasi Kepada Siswa SD Sukamenanti PENDAHULUAN Sekolah Dasar Negeri Sukamenanti yang berada di daerah kedaton. Sekolah ini menampung siswa yang umumnya berada di sekitar daerah tersebut. Lokasi SD Negeri Sukamenanti tidak begitu jauh dari kampus STKIP PGRI Bandar Lampung, berjarak sekitar 532. 55 m dan dapat ditempuh hanya dalam 10 menit Di era pendidikan 4. 0, minat baca siswa khususnya siswa di level sekolah dasar perlu ditingkatkan(Wulanjani & Anggraeni, 2. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan menuntut setiap siswa memiliki kemampuan baca dan tulis yang lebih, dengan tujuan agar siswa memiliki wawasan dan pengetahuan yang cukup untuk dapat bersaing dan mengikuti perkembangan zaman. Kemampuan membaca memiliki andil dan merupakan salah satu penentu sukses tidaknya seseorang, hal ini innformasi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki selalu berkaitan dengan kegiatan membaca (Rohman, 2. Indonesia sudah lama tercatat sebagai salah satu negara yang berhasil mengurangi angka buta huruf. Sayangnya keberhasilan mengurangi angka buta huruf ini ternyata belum dibarengi dengan meningkatnya minat baca. Padahal keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Dalam pembelajaran di abad 21 ini, kemampuan membaca berujung pada kemampuan memahami informasi secara berkomunikasi (Abidin et. , 2017, p. Pendidikan di sekolah memegang peran penting untuk mewujudkan harapan Untuk diberlakukannya Kurikulum 2013 revisi 2016 di sekolah-sekolah, pemerintah juga meluncurkan program Gerakan Literasi. Melalui gerakan literasi di generasi muda diharapkan dapat tumbuh minatnya dalam hal literasi yakni membaca, menulis, menyimak, dan berbicara dengan baik. Kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas Menurut UNESCO, literasi informasi terkait pula menemukan, mengevaluasi, menciptakan menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai (SMA. Kemampuan-kemampuan dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk informasi, dan itu bagian dari hak dasar sepanjang hayat. Sulitnya mewujudkan kebiasaan literasi disebabkan oleh beberapa hal. Selain ketersediaan buku yang belum memadai juga karena rendahnya motivasi membaca di kalangan peserta didik. Apalagi informasi sekarang ini justru sering dianggap sebagai batu sandungan bagi kegemaran membaca (Dewayani, 2017, p. Peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan membaca dalam pengertian memahami isi bacaan secara kritis. Sementara itu di sisi lain, tentu kita sadar, akhir-akhir ini penyebaran berita bohong . melalui media digital telah begitu masif sehingga perlu upaya penyelamatan agar generasi muda tidak jadi korban. Dengan melihat kondisi tersebut maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan sebuah gerakan membaca dalam wadah Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang GLS yang ditetappkan melalui Peraturan Menteri Nomor 23 Tahun 2013 ini bertujuan agar membantu siswa dalam meningkatkan budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Hastuti. Connyta Elvadola. Nani Angraini. Robertus Linggar S. Fany Fernita Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan suatu usaha yang dilaksanakan berkesinambungan serta berkelanjutan guna mewujudkan sekolah menjadi organisasi pembelajar yang memiliki warga literat sepanjang hayat dengan melibatkan masyarakat (Sadli & Saadati. Salah satu tujuan dari gerakan literasi sekolah ini adalah meningkatkan kesadaran siswa bahwa membaca itu sangat penting serta membawa wawasan yang lebih luas (Dharma, 2. Masyarakat global memang dituntut teknologi dan keterbaruan. Maka literasi informasi menjadi begitu penting. Literasi informasi yakni kemampuan untuk mencari, memahami, mengevaluasi secara kritis, dan mengelola informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk pengembangan kehidupan pribadi dan sosialnya (SMA, 2016, p. Dalam konteks ini, peserta didik di sekolah diharapkan memiliki kemampuan untuk menjadikan literasi sebagai sarana dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku Semua pihak utamanya guru dan siwa harus didorong untuk saling mendukung dalam menciptakan suasana yang membangun agar gerakan literasi dapat dihidupi bersama. Hal ini sejalan dengan pemahaman bahwa gerakan literasi merupakan suatu usaha partisipatif dengan melibatkan warga sekolah . eserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah. Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didi. , akademisi, penerbit, . okoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dan lain-lai. , dan pemangku kepentingan di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkan gerakan literasi meliputi tiga tahap (SMA, 2016, p. Tahap pertama, berupa pembiasaan Pembiasaan dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca . uru membacakan buku dan siswa membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekola. Tahapan ini yang umum telah dilakukan oleh sekolah. Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan dan pembelajaran. Tahap kedua, pengembangan kemampuan literasi. Bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memahami bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi bacaan pengayaan. Tahap ketiga yakni Tujuannya mengembangkan kemampuan memahami pengalaman pribadi, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi secara kreatif melalui kegiatan menanggapi teks buku bacaan pengayaan dan buku Dua tahapan terakhir ini belum terwujud secara optimal disekolah. Pembelajaran diinternalisasikan dalam setiap mata (Kurniawan, 2018, p. Untuk mata pembelajaran sudah menjadi keseharian. Lain halnya dengan mata pelajaran seperti matematika, ilmu alam, dan ilmu sosial. Apabila pengembangan literasi sudah dilakukan secara optimal, maka pengintegrasian literasi dalam pembelajaran relatif lebih Pasalnya seluruh komponen sekolah, dari kepala sekolah, guru, dan siswa telah terbiasa menghidupi budaya Untuk itu pelatihan literasi sangatlah penting dalam kerangka Upaya Pengembangan Minat Literasi Kepada Siswa SD Sukamenanti mendorong seluruh komponen sekolah menjadi literat. Terbukti sejauh ini gerakan literasi yang dilaksanakan masih dalam tahapan awal yakni penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca sebelum pelajaran dimulai. Masih ada tahapan kedua dan ketiga yang belum diupayakan secara optimal. Untuk itulah pelatihan dan juga pendampingan implementasi gerakan literasi menjadi hal yang dibutuhkan saat ini bagi guru maupun siswa di sekolah. Sejauh masyarakat dalam bentuk pelatihan gerakan literasi masih belum banyak Pelatihan terkait dengan literasi lebih banyak berkutat pada pelatihan jurnalistik, penyusunan karya ilmiah, dan sejenisnya. Hal ini memang menjadi bagian dari tahap pengembangan dalam gerakan literasi. Akan tetapi sebagai kerangka pentingnya membangun budaya literasi untuk seluruh komponen sekolah menjadi hal yang justru mendasar untuk disampaikan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, maka dilaksanakan kegiatan pelatihan gerakan literasi. Harapannya setelah pelatihan, para guru semakin memiliki wawasan dan pengetahuan yang memadai seputar gerakan literasi sehingga dapat Kedua, para pengurus OSIS yang penggerak bagi teman-temannya dalam pelaksanaan gerakan literasi. Peserta didik harus ditumbuhkan kesadarannya untuk menghidupi gerakan literasi sebagai habitus positif. Jika dua komponen ini saling bersinergi maka tujuan gerakan literasi akan dapat tercapai lebih optimal. Berdasarkan tersebut dan atas persetujuan para Kepala SD di Sukamenanti kami berinisiatif untuk mengusulkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kepada STKIP PGRI Bandar Lampung dengan tema Upaya Pengembangan Minat Literasi Kepada Siswa Sekolah Dasar Sukamenanti. METODE Upaya Pengembangan Minat Literasi Kepada Siswa Sekolah Dasar Sukamenanti Bandar Lampung dilaksanakan pada bulan 9 Agustus tahun Negeri Sukamenanti. Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari, dimulai pukul 09. 00 sampai 00 dengan waktu istirahat 30 sampai dengan 13. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru SD Negeri Sukamenanti. Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun kegiatan-kegiatan yang pengabdian kepada masyarakat, yaitu: Melakukan studi pustaka terkait denga tema pelatihan. Melakukan persiapan bahan dan alat pendukung pelatihan Menentukan waktu pelaksanaan pengabdian bersama-sama tim Mengirim surat kepada SD kesediaannya untuk mengikuti Kesepakatan bersama dengan kegiatan yaitu tanggal 9 Agustus Tanggal 8 Agustus 2022 melakukan pengecekan terkait kesiapan tempat dan peralatan yang akan digunakan dalam Menyiapkan perlengkapan yang Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pada tanggal 9 Agustus 2022, kegiatan pelatihan akan dimulai dari 00 hingga 15. 00 dengan susunan Hastuti. Connyta Elvadola. Nani Angraini. Robertus Linggar S. Fany Fernita Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Registrasi Peserta Pembukaan perwakilah salah satu Kepala Sekolah selaku tuan rumah dan Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat. Penyampaian Materi dan praktik Penutupan oleh Kepala SD N 1 Sukamenanti selaku Tuan Rumah HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, tim pengabdi memperoleh hasil yakni melalui adanya kegiatan pelatihan yang bernama AuKelas Minat LiterasiAy. Maksud dari penamaan ini yaitu dalam keberlangsungannya akan diadakan kelas-kelas literasi di SD Negeri 1 Sukamennati. Kegiatan ini memiliki fokus untuk meningkatkan kemampuan literasi anak. Kemampuan literasi dalam hal ini terkait dengan kemampuan untuk mengkomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai jenis. Secara teknis kegiatan ini akan dimulai dengan pembacaan dongeng atau cerita rakyat dari buku yang tersedia di perpustakaan oleh perwakilan Tim Pengabdi. Hal ini relevan dengan penelitian Rahma dkk. yang menyatakan bahwa salah satu bentuk program untuk meningkatkan minat baca anak berbasis bacaan adalah mendongeng. Kemudian, anak-anak akan menyimak cerita dan diakhir pendongeng akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait cerita tersebut. Selain itu juga akan ada diskusi kelompok antar anak-anak untuk membaca salah satu buku cerita dan mempresentasikan kembali cerita tersebut di depan kelas. Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk mengaktifkan kembali minat baca anak-anak khususnya mereka yang ada di SD Negeri 1 Sukamenanti. Selain itu juga pelatihan ini bermaksud untuk melatih memori, kepercayaan diri dan konsentrasi anak yang akan dilatih oleh TIM. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Abdurrahman . bahwa membaca merupakan keterampilan yang harus diajarkan kepada anak-anak sejak berada di bangku sekolah dasar. Hasil dari kegiatan ini yaitu dapat memberikan informasi kepada para siswa bahwa terdapat perpustakaan yang dapat mereka manfaatkan untuk membaca dan Selain itu juga, setelah kegiatan ini berlangsung diharapkan akan tumbuh minat para siswa terhadap dunia Kemudian, kegiatan ini dapat membentuk karakter siswa dengan kebiasaan membaca. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ahmad dkk. bahwa pembentukan karakter kebiasaan melakukan hal bermanfaat. Terdapat pepatah yang menyatakan bahwa membaca adalah jendela ilmu. Dengan membaca, kita dapat memperluas wawasan kita akan segala hal yang ada di dunia ini. Tak hanya itu saja, dengan membaca sejak dini dapat mencerdaskan generasi penerus bangsa. Para kepala sekolah juga memberikan tanggapan baik dari sistem kelas literasi ini dan melalui kegiatan ini mereka menjadi terinspirasi untuk menerapkannya di sekolah dengan fasilitas perpustakaan masing-masing Program-program yang dijalankan untuk mendukung budaya literasi di SD Negeri 1 Sukamenanti, yaitu sebagai Pertama, kegiatan 15 menit membaca sebelum jam pelajaran. Dari hasil angket yang diberikan kepada wali kelas 1-6, wali kelas mendampingi siswa saat membaca. Supaya siswa tidak jenuh, wali kelas bersama-sama siswa membaca buku cerita. Wali kelas membacakan anak-anak cerita terutama di kelas rendah, yaitu kelas 1 dan 2. Wali kelas setiap awal atau akhir kegiatan selalu memotivasi siswa untuk Upaya Pengembangan Minat Literasi Kepada Siswa SD Sukamenanti terus membaca dan mejelaskan akan besarnya manfaat membaca. Kedua, sekolah dan perpustakaan mini di Di perpustakaan SD Negeri 1 Sukamenanti, buku-buku ditata dengan rapi di rak yang menempel di dinding. Buku-buku penting dimasukkan ke rak Piala-piala yang diraih oleh siswasiswinya baik itu ditingkat lokal, provinsi, dan nasional ditata rapi di atas almari buku. Hal ini ditujukan agar siswa-siswi perpustakaan termotivasi untuk selalu berprestasi di bidang akademik dan Tempat membaca dibuat lesehan agar siswa-siswinya merasa nyaman membaca dan merasa sedang membaca di rumah masing-masing. Selain itu perpustakaan mini juga dibuat di kelas. Buku-buku di perpustkaan mini ditata dan dijaga kerapiannya oleh guru dan semua siswa di kelas masing-masing. Buku akan digilir setiap seminggu sekali dengan tujuan siswa tidak bosan dengan bahan bacaan yang ada. Ketiga, menata lingkungan yang kaya teks Lingkungan yang kaya teks di SD Negeri 1 Sukamenanti bisa ditemukan di setiap sudut kelas, seperti ruang kelas, kantin. UKS, taman sekolah, dan kebun sekolah. Di ruang kelas di tempel slogan-slogan, foto presiden dan wakil presiden RI, serta foto-foto pahlawan. Selain itu, hasil kerajinan siswa dipajang di kelas. Dari hasil angket yang diberikan kepada masing-masing wali kelas, tujuan dari pemajangan hasil kerajinan tangan di kelas adalah: untuk menumbuhkan rasa bersaing siswa dalam berkreativitas, untuk menumbuhkan semangat siswa, pekerjaan dengan sungguh-sungguh, dan menumbuhkan rasa bangga siswa jika hasil kerajinannya dipajang. Menata lingkungan yang kaya teks di kantin Untuk makanan sehat, di kantin sekolah juga dipasang slogan dan poster. Poster yang dipasang di kantin sekolah misalnya AuPesan Keamanan Pangan oleh Badan POM RI dan Pilih Jajanan Sehat. Ay Slogan yang dipasang adalah hasil karya siswa. di depan kantin juga diletakkan tempat mencuci tangan. Di dinding tempat mencuci tangan juga terdapat slogan dan poster yang mengkampanyekan cara mencuci tangan yang baik dan manfaat mencuci tangan. Menata yang kaya teks di UKS. UKS di SD Negeri 1 Sukamenanti terlihat sangat hijau dan bersih. Bahan kaya teks seperti mengkampanyekan gaya hidup sehat di tempel di dinding UKS dengan rapi. Slogan misalnya: AuCek Kesehatan secara Rutin. Enyahkan Asap Rokok. Rajin Aktivitas Fisik. Diet Seimbang. Istirahat Cukup, dan Kelola Stress (CERDIK). Ay Poster yang ditempel misalnya: AuAyo Lakukan Aktivitas Fisik Minimal 30 Menit Setiap Hari. Ay Keempat, pojok baca dibeberapa area sekolah. Beberapa area sekolah pun disulap menjadi pojok baca. Salah satunya adalah aula. Tempat membaca di aula ini ditata sedemikian nyaman. Pojok baca juga diletakkan di lorong antara kelas V dan VI. Lorong ini sangat strategis untuk anak-anak membaca. lorong antara kelas V dan VI juga diletakkan rak kecil dengan beberapa buku cerita yang disusun rapi. Kelima, kegiatan Sabtu Literasi. kegiatan ini dilakukan selama satu jam. Dari 90 siswa . ersebar dari kelas 4-. yang diberikan kuisioner, 90 siswa atau 100% siswa menyatakan suka dengan kegiatan 15 menit membaca dan Sabtu Literasi. Evaluasi keberhasilan kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan selesai. Indikator keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari respon positif peserta berdasarkan sikap peserta saat mengikuti pelatihan dan pengisian kuesioner. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner yang telah diberikan kepada peserta pelatihan sebelum dan Hastuti. Connyta Elvadola. Nani Angraini. Robertus Linggar S. Fany Fernita Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. sesudah kegiatan pelatihan dilaksanakan. Evaluasi kegiatan dapat diketahui melalui nilai pretest dan posttest sebagai berikut: Tabel 4. 2 Hasil Evaluasi Kelas Persetase Data Minat Baca di Tahun Persetase Data Minat Baca di Tahun 2017 IV A IV B IV C VI A VI B VI C Persetase RataRata SIMPULAN Kegiatan pengembangan minat literasi kepada siswa sekolah dasar di Desa Negeri 1 Sukamenanti berjalan lancar ditandai dengan antusiasnya siswa mengikuti serangkaian acara dan tidak adanya kendala yang cukup serius ketika berjalannya program ini. Pembiasaan 15 menit membaca sebelum jam pelajaran. lingkungan yang kaya teks dengan memasang slogan dan poster. dan menata kelas yang kaya teks dan nyaman untuk Kegiatan Upaya Peningkatan Minat Literasi diharapkan dapat meningkatkan minat siswa untuk membaca dan memberikan informasi kepada siswa bahwasanya terdapat perpustakaan di Sekolah. Selain itu kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi sekolah Dasar lainnya untuk membuat pelatihan serupa yang disesuaikan dengan kemampuan sekolah. DAFTAR PUSTAKA