AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 2 Juli 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BATANG JAWA TENGAH Mohammad Sahlan Sahlan. manbatang@gmail. SMA Negeri Batang Jawa Tengah. Indonesia ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan prestasi hasil belajar peserta didik dengan model pembelajaran project based learning berbasis literasi digital. Kemampuan literasi ini penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan inovatif peserta didik. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan tentang peningkatan kemampuan literasi peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini menggunakan 2 tahapan yakni tahapan awal atau prasiklus dan tahapan pelaksanaan yang terdiri dari 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri Batang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Penelitian ini menggunakan analisis data yang dikembangkan oleh Miles. Huberman, dan Saldana. Dengan hasil penelitian. Model Project Based Learning berbasis literasi digital mampu meningkatkan motivasi dan hasil prestasi belajar peserta didik. Peserta didik juga mampu membuat dan menyusun tugas proyek serta mempublikasikannya dengan baik. Kata kunci: Literasi Digital. Prestasi Belajar. Project Based Learning ABSTRACT This research aims to increase student motivation and learning achievement using a projectbased learning model based on digital literacy. This literacy ability is important in learning to improve students' critical, logical, and innovative thinking abilities. This research also aims to provide insight into improving students' literacy skills by using a project-based learning model. This research is Classroom Action Research. This research uses 2 stages, namely the initial or pre-cycle and the implementation stage which consists of 2 cycles. The subjects in this research were students of Class XII Madrasah Aliyah Negeri Batang. The data in this research was collected using observation, interview, and test techniques. This research uses data analysis developed by Miles. Huberman, and Saldana. With the research results, the project-based Learning Model based on digital literacy can increase students' motivation and learning achievement results. Students are also able to create and compile project assignments and publish them well. Keywords: Digital Literacy. Learning Achievement. Project Based Learning Mohammad Sahlan PENDAHULUAN keterampilan literasi, kemahiran pengetahuan. Pendidikan agama memegang peranan penting dalam Sistem Pendidikan Nasional. keterampilan, dan sikap serta mahir dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan agama dianggap mampu membina Pembelajaran sepanjang hayat menjadi manusia menjadi manusia yang beriman dan pedoman bagi setiap orang agar tidak tertinggal bertakwa kepada Allah serta dapat menjalankan dalam informasi dan krisis atas permasalahan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Di era yang ada. Di dunia yang terus berkembang pascapandemi, banyak terjadi perubahan sikap peserta didik yang mencerminkan tidak terpuji pengetahuan dan keterampilan. Dengan belajar perilaku seperti dekadensi moral. Sehingga Pendidikan Agama Islam belum sepenuhnya wawasan, mengikuti perkembangan teknologi dan tetap relevan di berbagai bidang. 4 Selain itu, globalisasi dan era pandemi. Pendidikan Anda pembelajaran sepanjang hayat juga membantu Indonesia menghadapi krisis yang mungkin timbul dalam kehidupan, baik dalam karir, keuangan, maupun standar mutu pendidikan dari waktu ke waktu. hubungan sosial. Dengan ilmu yang terus Salah satunya adalah perubahan kurikulum, saat diperbarui. Anda dapat mengatasi tantangan pembelajaran abad 21 yang bercirikan literasi, pemahaman yang lebih baik. Oleh karena itu. Berpikir menerapkan sikap belajar sepanjang hayat kolaborasi . C), penguatan pendidikan karakter merupakan langkah bijak untuk tetap kompetitif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kritis. Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Menyadari fenomena tersebut, maka perlu dilakukan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan tentunya tidak hanya Supandi. Supandi. Abdul Khobir, and Kurratul Aini. AuMEMBANGUN CITRA DAN REPUTASI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI STRATEGI MARKETING LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAMAy. AL-MAFAZI: JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT 2 :24-36. https://ejournal. id/index. php/mpi/article/view/228. Rohman. Haris, and S. Supandi. AuROKAT BHELIONE: MEMAKNAI TRADISI LOCAL WISDOM MASYARAKAT PAMEKASAN SAAT ANGGOTA KELUARGA MENINGGAL DUNIAAy, alulum, vol. 3, pp. Jul. dimaknai sebagai transfer ilmu pengetahuan saja Rofi'ah. Himmatur, & Supratno. Haris. Pembelajaran PAI Dengan Model Project Based Learning Berbasis Literasi Di MTs N 4 Jombang. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan. Jil. Nomor 1. Supandi. Subhan, and A. Hobir. AuAdaptasi eLearning dalam Pendidikan Islam: Membangun Pendekatan Kolaboratif-Inklusif Untuk Kemajuan Lembaga Madrasah & Pesantren di MaduraAy. Kariman. Pen. Keis, vol. 12, no. 1, pp. 120Ae138. Jun. Mohammad Sahlan Literasi Proses pendidikan tidak hanya berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam mengedepankan ranah kognitif, akhlak mulia berkomunikasi seperti membaca, berbicara, dan keterampilan peserta didik dikedepankan menyimak, dan menulis dengan cara yang untuk menunjang keberhasilan di dunia nyata. Oleh karena itu, pendidikan saat ini harus didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca. Sekarang ini konsep mengenai literasi terus komunikatif dan kemampuan bekerja dalam mengalami perkembangan dan terbagi dalam beberapa bentuk literasi, salah satunya adalah Berbicara mengenai pendidikan, tidak Jika literasi digital. Gilster mendefinisikan literasi lepas dari sosok guru. Guru wajib menguasai 4 memahami dan menggunakan informasi dari profesional, spiritual, dan sosial. Menurut berbagai sumber digital. Tidak hanya mencakup Ma'mun selain kompetensi, guru juga harus memiliki 4 kunci yaitu keMadrasah Aliyah Negeridirian, kompetensi, kerjasama, dan karir. Ma'mun juga menambahkan bahwa guru juga harus memiliki 5 strategi dalam mengajar yaitu Kemampuan literasi ini sangat penting dalam proses pembelajaran untuk mampu memahami konsep, membangun keberlanjutan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan inovatif peserta didik. Sebagai dukungan. Singkatnya, guru harus mempunyai Kementerian inovasi dalam pembelajaran dan berani keluar mencetuskan gerakan masif yakni literasi dari zona nyaman dengan melakukan terobosan sebagai gerakan literasi seumur hidup. Namun berupa penerapan model pembelajaran terkini kenyataannya, minat literasi di kalangan remaja yang berorientasi pada pembelajaran aktif dan sekolah menengah atas masih sangat rendah. Salah satu model pembelajaran khususnya di Madrasah Aliyah Negeri Batang. Hal ini disebabkan rendahnya motivasi dan pembelajaran berbasis proyek. Pendidikan Kebudayaan Contohnya adalah belum siapnya perpustakaan Amrozi. Tom. Implementasi Project Based Learning Untuk Menjelaskan Keterampilan Dan Belajar Peserta didik Pada Pembelajaran Agama Islam (PAI). Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS. Jil. Nomor 2. yang memadai dengan fasilitas dan kelengkapan Mohammad Sahlan 6 Hal ini mengakibatkan sebagian besar didik dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits peserta didik merasa bosan dengan kegiatan membaca dan budaya membaca yang tidak terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Pada model pembelajaran berbasis proyek, sehingga membuat peserta didik mempunyai peserta didik akan diberikan peran aktif, kreatif, pemikiran negatif terhadap literasi. dan responsif terhadap permasalahan yang ada. Beberapa penelitian terdahulu telah dikaji Mereka untuk memperkuat gagasan dalam penelitian ini. pemanfaatan teknologi digital untuk mengkaji Hasil penelitian yang dilakukan oleh Giovanni Al-Qur'an Hadits, memperluas pemahaman, dan . menyebutkan bahwa terdapat hubungan mengembangkan kemampuan literasi digital. yang signifikan antara literasi digital (X) dengan Dengan melibatkan peserta didik secara aktif prestasi belajar (Y) mata pelajaran serta maka mereka akan mampu memahami isi Al- koefisien korelasi sebesar 0,422 menunjukkan QurAoan Hadits secara lebih mendalam dan keeratan hubungan antara variabel X dengan Y mampu menghubungkannya dengan konteks merupakan hubungan yang sedang. kehidupan nyata. Peserta didik akan belajar Purnomo . dalam penelitiannya memanfaatkan teknologi secara bertanggung menyebutkan bahwa peserta didik dengan literasi digital tinggi memiliki prestasi belajar sebagai alat untuk lebih memahami ajaran matematika yang lebih baik dibandingkan agama dan menjalankan amalan keagamaan. dengan peserta didik literasi digital sedang dan Dengan Serta, peserta didik dengan literasi proyek dengan fokus literasi digital pada pembelajaran Al-Qur'an Hadits dapat membantu matematika lebih baik dibandingkan dengan mengembangkan karakter religius yang kuat dan peserta didik literasi digital rendah. Penelitian mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama lainnya oleh Nurramdhani . menyebutkan dalam kehidupan sehari-hari. bahwa literasi digital berpengaruh positif dan METODE PENELITIAN signifikan terhadapa hasil belajar mata pelajaran PPKn. Perbedaan dengan penelitian ini adalah mengkaji proses pembelajaran berbasis proyek dengan aktivitas yang berpusat pada peserta Penelitian Penilaian Tindakan Kelas. Peneliti berpartisipasi secara langsung dalam penelitian dari tahap awal hingga akhir. Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengadopsi Dudetu. , & Lamatenggo. IAR . Hubungan Kesiapan Perpustakaan Sekolah Dan Budaya Literasi Dengan Motivasi Bejar Peserta didik. , 83Ae96. model Kurt Lewin, diMadrasah Aliyah Negeria model ini menjadi acuan dasar keberadaan Mohammad Sahlan berbagai model tindakan lainnya, khususnya belajar peserta didik sebelum lanjut dalam pada model PTK karena beliaulah yang tahapan pelaksanaan. Dalam tahap Siklus I. Penelitian Diawali dengan Perencanaan. Pada tahap ini Tindakan Kelas (PTK). Menurut Model Kurt dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan Lewin, satu siklus terdiri atas empat langkah pembelajaran Al-Qur'an Hadits di Madrasah Aliyah Negeri Batang berkesinambungan yang meliputi perencanaan, proyek dan literasi digital. Tujuan Penelitian: , pengamatan, dan refleksi. Untuk mengetahui penerapan Project Based Model PTK Kurt Lewin Learning di Madrasah Aliyah Negeri Batang Perancangan model PjBL: Merancang PjBL pembelajaran Al-Qur'an Hadits dan literasi Merancang Merancang instrumen pembelajaran seperti silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XII-MIPA 1 dengan jumlah peserta didik Laki-laki 15 anak, perempuan 21 Total Data (RPP), materi, perangkat teknologi, dan proyek yang akan dilaksanakan peserta didik. Kedua. Implementasi (Aktin. Tahapan inilah yang paling krusial yaitu penerapan model Project Based Learning di pelajaran 2023/2024 mulai minggu keempat Sebelumnya peserta didik dibagi menjadi bulan bulan Agustus 2023 sampai dengan beberapa kelompok yang beranggotakan 5-6 minggu ketiga bulan September 2023. Setiap kelompok diberikan proyek Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahapan, berupa pembuatan kliping digital bertema yaitu tahap prasiklus, dan tahap tindakan yang AuMenumbuhkan silaturahmi IslamiAy dengan terdiri dari dua siklus. Tahap prasiklus berupa ketentuan: setiap kelompok mengumpulkan 10- observasi awal untuk mengetahui aktivitas 15 artikel, artikel berasal dari media sosial atau berita online, sumber artikel berupa screenshot Supandi. Subhan, and A. Hobir. AuPERBANDINGAN METODE PENGAJARAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Studi di Lembaga Pendidikan Internasional ABFA PamekasanAy, j. 3, no. 1, pp. 40Ae50. May 2024. termasuk waktu akses. Setiap artikel diberikan pemahaMadrasah Aliyah Negeri peserta didik terkait dengan sumber dalil Al-QurAoan dan hadis Mohammad Sahlan yang telah dipelajari. Dilanjutkan dengan wawancara dengan tokoh agama dan tokoh kegiatan kelompok dengan membuat laporan masyarakat sekitar madrasah dengan harapan dalam bentuk kliping digital dan power point peserta didik mendapatkan gambaran faktual serta sharing ke media sosial dan perwakilan tentang bukti silaturahmi Islami di masyarakat. grup youtube serta mengirimkan link laporan Pembelajaran di kelas menggunakan pendekatan Gallery Walk dan world cafe. Dengan tahapan Ketiga. Pengamatan. Pada tahap ini pembuatan laporan dokumentasi, pembuatan peneliti dan tim melakukan observasi terhadap power point, editing, dan presentasi hasil kerja Ketiga. Pengamatan. Pada tahap ini pembelajaran, baik mengenai keaktifan peserta peneliti bersama tim melakukan observasi didik dalam kelompok maupun tindakan guru terhadap aktivitas peserta didik selama proses Keempat. Perbaikan dan pengayaan. Apabila dari hasil pelaksanaan pembelajaran, pengisian lembar observasi dan penilaian hasil pembelajaran yang observasi, dan wawancara mendalam. Keempat, perbaikan dan pengayaan. Pada dengan yang diharapkan, maka carilah penyebab dan solusi untuk mengatasi permasalahan pembelajaran secara keseluruhan, mengenai tersebut dan rancang perbaikan melalui tindakan proses dan hasil pembelajaran dibandingkan pada siklus berikutnya hingga diperoleh hasil dengan indikator yang telah ditentukan. Hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. refleksi ini dijadikan dasar untuk menentukan Pada tahap akhir di siklus I peneliti pelaksanaan siklus berikutnya jika diperlukan. Untuk memperoleh data dan mengolah refleksi mengenai indikator keberhasilan dari bahan-bahan yang dibutuhkan dalam penelitian penilitian tindakan kelas ini. Apakah cukup atau ini digunakan beberapa teknik antara lain yang dilanjut ke siklus berikutnya. pertama Pengamatan (Observas. Metode ini Selanjutnya pada Siklus II dimulai dari Perencanaan. Pada digunakan untuk mengumpulkan data langsung berupa observasi langsung terhadap penerapan inventarisasi catatan perbaikan berdasarkan Model Pembelajaran Project Based Learning permasalahan yang ditemui pada siklus I. Berbasis Literasi dalam Pembelajaran Al QurAoan hadis di Madrasah Aliyah Negeri Batang. Implementasi Kedua. Wawancara. Teknik ini digunakan untuk (Aktin. Pada tahap ini peserta didik diberikan memperoleh informasi terkait penerapan Model tugas proyek lanjutan dari tugas pada siklus I Pembelajaran Project Based Learning Berbasis tentang Dakwah silaturahmi Islami melalui Literasi dalam Pembelajaran PAI di Madrasah Kedua Mohammad Sahlan Aliyah Negeri Batang. Ketiga. Tes. Metode ini sosial terdiri dari kesesuaian dengan tema, digunakan untuk mengetahui prestasi belajar informatif dan persuasif, serta kreatif. Dengan peserta didik. Keempat. Dokumentasi. Metode jumlah indikator 9. Produk dinyatakan baik ini digunakan untuk memperoleh data tentang apabila memenuhi 7-9 kriteria, dinyatakan Penerapan Model Pembelajaran Project Based cukup baik apabila memenuhi 4-6 kriteria, dan Learning kurang baik apabila hanya memenuhi 1-3 Berbasis Literasi Digital Pembelajaran Al-Qur'an Hadits di Madrasah Aliyah Negeri Batang. HASIL DAN PEMBAHASAN Teknik analisis data dalam penelitian ini Berdasarkan menggunakan analisis data yang dikembangkan pembelajaran peserta didik dari total 37 anak. oleh Saldana. Pertama. Kondensasi. Kondensasi Sejumlah 25 anak . ,57%) menunjukkan aktivitas belajar rendah dan hanya 12 anak penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi . ,43%) menunjukkan aktivitas belajar tinggi. Hal ini berpengaruh terhadap hasil belajarnya, dokumen, dan materi empiris lainnya. Kedua, dengan rata-rata nilai mencapai 59 termasuk Penyajian data. Penyajian data dalam penelitian kategori rendah. Sejumlah 33 anak . ,19%) ini dilakukan dalam bentuk deskripsi naratif termasuk belum tuntas atau dibawah Kriteria Ketiga. Kesimpulan. Kesimpulan dalam Ketuntasan Minimal. penelitian ini berupa gambaran suatu objek yang Pada tahap pelaksanaan penelitian ini masih belum pasti sehingga ketika diteliti dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana disetiap menjadi jelas. siklus dilaksanakan dengan 2 kali pertemuan. Analisis Hasil wawancara digunakan untuk menyajikan data rangkaian pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek serta faktor aktivitas kerja kelompok dan persentase respon pendukung dan faktor penghambatnya. peserta didik terhadap proses pembelajaran. Implementasi inovasi pembelajaran pada Analisis data hasil tes disajikan dalam bentuk mata pelajaran Al-QurAoan Hadits dengan metode nilai rata-rata prestasi hasil belajar peserta didik. Project Based Learning (PjBL) dilaksanakan Untuk analisis hasil kriteria penilaian dengan prosedur pembelajaran sebagai berikut: Pertama, pada tahap pelaksanaan, pertemuan pertama Laporan Proyek penulisan, substansi isi laporan, penggunaan bahasa, dan kesesuaian laporan dengan data di terkait dengan materi Al-QurAoan Hadis materi Kedua, publikasi internet atau media yang akan dipelajari yaitu Berfikir positif dan pertanyaan-pertanyaan Mohammad Sahlan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan. proses diskusi ini, seluruh peserta didik Dilanjutkan dengan penyampaian materi berupa diperbolehkan mengkritik atau memberikan isi QS Al Baqarah . : 155-157 dan Q. S Al masukan berupa pertanyaan atau pernyataan Imron . : 186 tentang Berfikir positif dan sabar terkait presentasi kelompok lainnya. Pada tahap akhir pertemuan kedua dilakukan evaluasi Selanjutnya berpikir kritis peserta didik, peserta didik secara pembelajaran serta evaluasi materi pada siklus I. berkelompok diberi tugas membuat kliping Hasil penilaian penugasan proyek pertama digital dengan artikel yang bersumber dari dari 6 kelompok dengan kriteria penilaian terdiri internet, media sosial, pakar, dan tokoh agama. dari Laporan Proyek dalam bentuk kliping Peserta digital dan publikasi melalui internet atau media menyelesaikan tugas di luar jam pelajaran. sosial dengan kriteria penilaian masing-masing Hasil observasi proses pembelajaran yang diuraikan sebagai berikut: Pertama. Laporan dilakukan guru dan peserta didik pada siklus I Proyek menggambarkan pembelajaran dalam kategori substansi isi laporan, penggunaan bahasa, dan baik dengan indikator pembelajaran aktif dan kesesuaian laporan dengan data di lapangan. Hal ini dibuktikan dengan skor data Kedua, publikasi internet atau media sosial terdiri dari kesesuaian dengan tema, informatif pembelajaran yaitu data yang diperoleh dari 37 dan persuasif, serta kreatif. Hasil rekap akhir peserta didik, dengan kesimpulan peserta didik menyatakan Sangat Baik sebanyak 35,14% . , dinyatakan Baik sebanyak 50% . , kelompok yang menyatakan Cukup sebanyak 33,33% . Baik 24,32% . , menyatakan Cukup sebanyak 18,92% . , menyatakan kurang sebanyak 16,22% . , sebanyak 16,67% . sangat kurang sebanyak 5,41% . Adapun Tindakan pada Siklus II Pelaksanaan Hasil tes peserta didik diperoleh nilai rata-rata pembelajaran pada siklus II diawali dengan sebesar 71 dengan prosentase ketuntasan peserta pembuatan rencana tindakan. Materi yang didik sebesar 59,46% . dan peserta didik diajarkan adalah AuBerfikir positif dan sabarAy. yang belum tuntas sebesar 40,54% . Motivasi Selanjutnya pada pertemuan kedua, hasil pertanyaan materi ala permainan BINGO presentasi tugas kelompok dalam bentuk power peningkatan kinerja kelompok pada siklus I. point secara bergantian untuk materi diskusi Sama halnya dengan siklus I, siklus II terdiri masing-masing kelompok dan kelas. Dalam Pertemuan Mohammad Sahlan Imam Muslim respon peserta didik terhadap pelaksanaan pembelajaran yaitu data yang diperoleh dari 37 berfikir positif dan sabar. peserta didik, dengan kesimpulan peserta didik Pada pertemuan kedua, hasil tugas berupa menyatakan Sangat Baik sebanyak 64,86% . , proyek dipajang di dinding kelas, sebelum Baik 16,22% . , dilakukan presentasi dan diskusi kelompok menyatakan Cukup sebanyak 13,51% . , secara bergantian. Agar pembelajaran lebih aktif menyatakan Kurang sebanyak 5,41% . dan menyenangkan, pembelajaran dilaksanakan Hasil penilaian tugas proyek dari 6 dengan pendekatan Gallery Walk dan World kelompok dengan kriteria penilaian terdiri dari Cafe. Dimana setiap peserta didik secara Project Report berupa tampilan Gallery Walk individu maupun kelompok menampilkan hasil dan publikasi melalui internet atau media sosial. karyanya yang dipajang, dalam proses ini setiap Hasil rekap akhir diperoleh data jumlah anggota kelompok berperan sebagai ketua dan kelompok yang dinyatakan Baik sebanyak juru bicara 83,33% . dan kelompok yang dinyatakan yang tinggal kelompok, dan anggota kelompok lainnya berkunjung dan berbagi hasil diskusi dengan Cukup sebanyak 16,67% . Hasil tes peserta didik di siklus II ini kelompok lain. Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan laporan dalam PowerPoint dan siklus I dengan perolehan nilai rata-rata sebesar diskusi kelas terbuka, dengan mengambil 80 dengan prosentase ketuntasan peserta didik sebesar 83,78% . dan peserta didik yang Selanjutnya laporan yang telah direvisi sebagai belum tuntas sebesar 26,22% . hasil masukan dari kelompok lain dan guru. Adapun untuk gambaran hasil prestasi diterbitkan dalam bentuk poster digital yang belajar peserta didik ditampilkan dalam Tabel 1 dipublikasikan di internet dan media sosial perwakilan masing-masing kelompok. Hasil Prestasi Belajar Data observasi selama proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik bersama-sama dengan guru menggambarkan kondisionalitas pembelajaran yang ditunjukkan dengan semakin optimalnya keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran melalui pendekatan Hasil Prestasi Belajar Rata-rata Persentase Persentase Prasiklus Siklus I Siklus II 10,81% 59,46% 83,78% 89,19% 40,54% 16,22% Berdasarkan terjun langsung ke lapangan untuk wawancara, disimpulkan bahwa setelah penerapan Model Gallery Project Based Learning berbasis literasi digital world-wide-web. Indikator hasil terlihat pada data skor mengenai Mohammad Sahlan hasil prestasi belajar belajar peserta didik pembelajaran, meningkatkan tingkat literasi mengalami peningkatan yang signifikan. digital peserta didik dan memberikan Madrasah Persentase respon Peserta didik terhadap proses pembelajaran: Persentase respon peserta Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Aliyah Negerifaat yang signifikan bagi peserta didik dalam memahami dan menerapkan Al- Prasiklus Siklus I Siklus Qur'an Hadits dalam kehidupannya. Model ini memberikan pengalaMadrasah Aliyah Negeri belajar yang aktif, kreatif, dan kolaboratif 67,57% 32,43% Berdasarkan 35,14% 24,32% 18,92% 16,22% 64,86% 16,22% 13,51% 5,41% sekaligus meMadrasah Aliyah Negerifaatkan teknologi digital sebagai sarana akses informasi Rekomendasi Project Based Learning berbasis literasi digital adalah dengan melibatkan jumlah sampel yang respon peserta didik dengan penilaian sangat lebih besar dan melihat dampak jangka panjang baik mengalami peningkatan yang signifikan dari penerapan model Project Based Learning berbasis literasi digital dalam pembelajaran Al- disimpulkan bahwa setelah penerapan Model Qur'an hadis. Persentase Penilaian Produk tugas kelompok Selain itu, perlu memperhatikan faktor Siklus pendukung dan penghambat penerapan Project Persentase Kriteria Penilaian Produk Baik Cukup Baik Kurang Baik Berdasarkan Prasiklus Siklus I 83,33% 33,33% 16,67% kedepannya dapat berjalan lebih baik lagi 16,67% disimpulkan bahwa setelah penerapan Model Project Based Learning berbasis literasi digital, penilaian produk tugas kelompok mengalami KESIMPULAN Berdasarkan disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning berbasis literasi digital dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits di MA Negeri Batang Based Learning pada penelitian ini agar DAFTAR PUSTAKA