Jurnal Ilmu-ilmu danIkan Budidaya PerairanIrfan Nasrullah et al. Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada KelompokPerikanan Pembudidaya Muhammad Volumedan 18. Budidaya Nomor 2. Perairan. DesemberVol. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan . Desember 2023: 128-139 https://jurnal. univpgri-palembang. id/index. php/ikan ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA IKAN PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN (POKDAKAN) DI KELURAHAN SEMPAJA TIMUR KOTA SAMARINDA Financial Analysis Feasibility Of Freshwater Fish Farming At Fish Cultivators Groups In East Sempaja Village Samarinda City Muhammad Irfan Nashrullah1*. Qoriah Saleha1. Muhammad Syafril1 Program Studi Sosial Ekonomi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Mulawarman Samarinda *Corresponding author: m. irfannashrullah@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya ikan air tawar pada POKDAKAN Kampung Bengkuring Karya dan Rundan Ali Sejahtera di Kota Samarinda, mengetahui perbandingan tingkat kelayakan antara usaha budidaya dengan sistem monokultur dan sistem polikultur, dan mengetahui faktor penghambat bagi Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022 hingga Juli 2023 di Kelurahan Sempaja Timur. Kota Samarinda. Sampel berjumlah 8 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha budidaya ikan sistem monokultur . kan nil. layak secara finansial dengan nilai NPV: Rp 34. IRR: 99%. Net B/C Ratio: 4,80. PP: 1,246. Usaha budidaya ikan sistem polikultur . kan nila dan lel. layak secara finansial dengan nilai NPV: Rp 582. IRR: 148%. Net B/C Ratio: 6,59. PP: 0,759. Usaha budidaya ikan sistem polikultur . kan nila dan pati. layak secara finansial dengan nilai NPV: Rp 93. IRR: 198%. Net B/C Ratio: 9,16. PP: 0,546. Pola polikultur . kan nila dan pati. menghasilkan kelayakan finansial paling baik. Kendala yang dihadapi pembudidaya ikan pada 2 POKDAKAN ini yaitu faktor alam, pertumbuhan ikan yang lambat, pakan yang mahal, dan keaktifan anggota. Kata Kunci: Analisis Finansial. Kelompok Pembudidaya Ikan. Kelurahan Sempaja Timur ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the financial feasibility of freshwater fish farming at POKDAKAN Bengkuring Karya and Rundan Ali Sejahtera villages in Samarinda City, to find out a comparison of the level of feasibility between aquaculture with a monoculture system and a polyculture system, and to find out the inhibiting factors for This research was conducted from July 2022 to July 2023 in the East Sempaja Village. Samarinda City. The sample is 8 respondents using purposive sampling technique. The results showed that the monoculture system of fish farming . was financially feasible with an NPV value of NPV: IDR 34. IRR: 99%. Net B/C Ratio: 4,80. PP: 1,246. Polyculture system fish farming business . ilapia and catfis. is financially feasible with NPV: IDR 51. IRR: 148%. Net B/C Ratio: 6,59. PP: 0,759. Polyculture system fish farming business . ilapia fish and pangas catfis. is financially feasible with an NPV value of NPV: IDR 93. IRR: 198%. Net B/C Ratio: 9,16. PP: 0,546. The polyculture system . ilapia and pangas catfis. produces the best financial feasibility. The constraints e-ISSN 2620-4622 p-ISSN 1693-6442 Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 faced by fish cultivators in these 2 POKDAKAN are natural factors, slow fish growth, expensive feed, and active members. Keywords: Financial Analysis. Fish Cultivator Group. East Sempaja Village PENDAHULUAN Kelurahan Sempaja Timur menjadi lokasi usaha budidaya dalam keramba jaring tancap. Usaha budidaya dalam 2 Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Kampung Bengkuring Karya dan Rundan Ali Sejahtera masing-masing kelompoknya terdapat 11 anggota dengan total 22 orang. Nurdin, . menyatakan POKDAKAN sekumpulan para pembudidaya ikan, terikat secara informal, mempunyai kesamaan minat dan tujuan serta kepentingan pada usaha budidaya ikan. Jenis ikan yang dibudidayakan pada 2 kelompok ini adalah ikan nila, lele, dan Pola usaha budidaya ikan di Kelurahan Sempaja Timur menggunakan 2 sistem yakni monokultur dan polikultur. Husain dkk. menyatakan bahwa, monokultur dan polikultur merupakan dua sistem usaha budidaya, yang biasa digunakan dalam usahatani di sektor perikanan, agar efisien dan memudahkan dalam penggunaan lahan. Sistem usaha budidaya monokultur adalah sistem usaha budidaya dengan menggunakan satu jenis Sistem usaha budidaya polikultur merupakan suatu usaha budidaya dengan membudidayakan dua komoditas atau lebih pada lahan dalam waktu yang sama, yang diatur sedemikian rupa. Pengembangan usaha budidaya ikan Dukungan untuk pengembangan usaha budidaya ini cukup tersedia, seperti adanya ketersediaan lahan budidaya, banyaknya pembudidaya yang menyediakan tenaga kerja, penguasaan teknis budidaya yang semakin memasyarakat dan sistem pemasaran ikan-ikan tersebut yang relatif baik (Murwanto, 2. Usaha budidaya ikan tidak terlepas dari aspek finansial yang penerimaan dan pendapatan. Usaha budidaya ikan di Kelurahan Sempaja Timur ini perlu analisis finansial untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha secara finansial dan apakah usaha yang dijalankan dapat menguntungkan selama berjalannya usaha. Budidaya dengan sisitem monokultur dan polikultur, diduga memiliki kelayakan finansial yang berbeda dengan berbagai faktor penghambat yang ditemui dalam usaha tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan POKDAKAN Kampung Bengkuring Karya dan Rundan Ali Sejahtera di Kelurahan Sempaja Timur Kota Samarinda pada bulan juli 2022 hingga bulan juli 2023. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data utama yang diperoleh dari hasil wawancara responden di lapangan menggunakan kusioner yang telah disusun sesuai dengan tujuan penelitian, sementara data sekunder merupakan data pendukung yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. Dinas Perikanan Kota Samarinda. Data Monografi Kelurahan, buku, skripsi dan jurnal terdahulu. Populasi dalam penelitian ini adalah 22 orang anggota POKDAKAN yang ada di Kelurahan Sempaja. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive Sugiyono . menyatakan bahwa teknik purposive sampling adalah pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang digunakan adalah responden yang memiliki usaha yang masih produktif hingga Pertimbangan ini menghasilkan 8 pembudidaya yang usahanya masih produktif, dan diambil sebagai sampel. Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini merupakan anggota POKDAKAN di Kelurahan Sempaja Timur POKDAKAN Kampung Bengkuring karya dan Rundan Ali Sejahtera. Karakteristik responden dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Karakteristik Responden yang digunakan dalam penelitian No Responden Umur (Tahu. Pendidikan Lama Usaha (Tahu. SLTA SLTA SLTA SLTA Gambaran Umum Usaha Budidaya Usaha budidaya yang dilakukan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) yang ada di Kelurahan Sempaja Timur telah berlangsung sejak tahun 2019 hingga sekarang. Kegiatan masyarakat untuk memanfaatkan rawa dengan ladang gambut yang sangat berpotensi untuk di jadikan tempat membudidayakan ikan yang memiliki luas sekitar 1 hektare. Dengan terbentuknya kelompok memberikan kesempatan untuk para pembudidaya mendapatkan beberapa bantuan seperti bantuan benih ikan dari Dinas Perikanan Kota Samarinda, anggota juga rutin di monitoring oleh penyuluh Dinas terkait dan juga mendapatkan beberapa pelatihan. Tahapan budidaya ikan di POKDAKAN ini yaitu persiapan keramba dan lokasi, penebaran benih, pemberian bakan, pemeliharaan dan Biaya Investasi Syafril dkk. , . menyatakan bahwa, biaya investasi adalah komponen biaya yang harus dikorbankan oleh pelaku usaha perikanan seperti usaha budidaya ikan, usaha penangkapan ikan dan usaha pengolahan hasil perikanan. Komponen yang dimasukan dalam biaya produksi adalah biaya penyusutan . Biaya investasi di bagi menjadi 2, rekapitulasi rata-rata biaya investasi usaha budidaya ikan sistem monokultur . kan nil. yang diusahakan oleh 6 orang, dan rekapitulasi biaya investasi usaha budidaya ikan sistem polikultur . kan nila dan lel. yang diusahakan oleh 1 orang serta sistem polikultur . kan nila dan pati. yang diusahakan oleh 1 orang Rata-rata biaya investasi usaha budidaya ikan sistem monokultur . kan nil. dari 6 pembudidaya sebesar Rp. sebagaimana ditampilkan pada Tabel 2. Biaya Biaya pada 2 POKDAKAN ini terbagi menjadi biaya investasi dan biaya Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 Tabel 2. Rekapitulasi Biaya Rata-Rata Usaha Sistem Monokultur (Ikan Nil. No Uraian Investasi Satuan Jumlah Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Keramba Rumah Jaga Instalasi listrik Tabung oksigen Timbangan duduk Timbangan gantung Ember Baskom peralatan masak Serokan Smartphone Motor Total Biaya investasi usaha budidaya ikan sistem polikultur dari polikultur . kan Biaya Investasi (Rp/Tahu. nila dan lel. dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Rekapitulasi Biaya Investasi Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Lel. Uraian Investasi Keramba Timbangan duduk Ember Baskom Serokan Smartphone Motor Satuan Jumlah Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Tabel di atas menunjukan bahwa biaya investasi sistem polikultur . kan nila dan lel. memiliki total biaya sebesar Rp. Biaya Investasi (Rp/Tahu. 000/Tahun. Biaya investasi sistem polikultur . kan nila dan pati. dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini. Tabel 4. Rekapitulasi Biaya Investasi Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Pati. No Uraian Investasi Keramba Timbangan Gantung Jaring Ikan Ember Baskom Serokan Tabung Oksigen Smartphone Motor Total Satuan Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Tabel di atas menujukan bahwa biaya investasi sistem polikultur . kan nila Jumlah Biaya Investasi (RpTahu. dan pati. memiliki total biaya Rp. 000/Tahun. Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 Biaya Operasional Biaya . iaya operasiona. menjadi bagian penting dari aspek finansial yang mendukung keberlanjutan usaha perikanan, biaya ini dikeluarkan oleh pelaku usaha perikanan disaat kegiatan produksi berlangsung (Syafril dkk. , 2. Biaya operasional pada usaha budidaya ini terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap . biaya di atas kemudian dibedakan antara rekapitulasi biaya operasional usaha budidaya ikan pola monokultur . kan nil. dengan usaha budidaya ikan pola polikultur . kan nila dan lel. serta sistem polikultur . kan nila dan pati. Rata-rata biaya operasional sistem monokultur . kan nil. dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini. Tabel 5. Rekapitulasi Biaya Operasional Sistem Monokultur (Ikan Nil. Biaya Operasional Biaya Variabel Bibit Ikan Nila Pakan 1-2 Pakan 3-4 Plastik Oksigen Sub Jumlah A Biaya Tetap Pulsa BBM Sub jumlah B Sub jumlah A B Harga (R. Bulan Liter Tabel di atas menunjukan bahwa biaya operasional dari sistem monokultur . kan nil. memiliki total biaya sebesar Rp. 800/Tahun dengan nilai rata-rata Jumlah biaya (Rp/tahu. Rata-Rata Biaya (Rp/Tahu. Jumlah (Tahu. Satuan per responden sebesar Rp. Tahun. Biaya investasi usaha budidaya ikan sistem polikultur . kan nila dan lel. dapat dilihat pada Tabel 6 di bawah ini Tabel 6. Rekapitulasi Biaya Operasional Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Lel. Biaya Operasional Biaya Variabel Benih Ikan Nila Benih Ikan Lele Pakan 1-2 Pakan 3-4 Plastik Oksigen Sub Jumlah A Biaya Tetap Pulsa BBM Sub jumlah B Sub jumlah A B Satuan Jumlah (Tahu. Harga (R. Jumlah (Rp/Tahu. Ekor Ekor Bulan Liter Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 Tabel di atas menunjukan bahwa biaya operasional sistem polikultur . kan nila dan lel. memiliki total biaya sebesar Rp. 600 Biaya operasional sistem polikultur . kan nila dan pati. dapat dilihat pada Tabel 7 di bawah ini. Tabel 7. Rekapitulasi Biaya Operasional Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Pati. Biaya Operasional Biaya Variabel Benih Ikan Nila Benih Ikan Patin Pakan 1-2 Pakan 3-4 Plastik Oksigen Sub Jumlah A Biaya Tetap Pulsa BBM Sub jumlah B Sub jumlah A B Satuan Jumlah (Tahu. Harga (R. Jumlah biaya (Rp/Tahu. Ekor Ekor Bulan Liter Tabel di atas menunjukan bahwa usaha pola polikultur . kan nila dan pati. memiliki total biaya operasional sebesar Rp 58. /Tahun. Produksi. Harga dan Penerimaan Ikan nila memiliki masa produksi selama 6 bulan sehingga dalam 1 tahun terdapat 2 siklus produksi. Ikan lele masa produksi selama 4 bulan sekali sehingga dalam 1 tahun terdapat 3 kali siklus produksi dan ikan patin masa produksi terjadi selama 1 tahun sekali. Harga dan hasil produksi ikan dibedakan antara usaha budidaya pola monokultur . kan nil. dengan usaha budidaya pola polikultur . kan nila dan lel. serta sistem polikultur . kan nila dan pati. Harga dan produksi usaha budidaya sistem monokultur . kan nil. dapat dilihat pada Tabel 8 di bawah Tabel 8. Produksi. Harga dan Penerimaan Usaha Budidaya Sistem Monokultur (Ikan Nil. Responden Total Rata-rata Jumlah (Kg/Tahu. Hasil Produksi Ikan Nila Harga Penerimaan Hasil Produksi (Rp/K. (Rp/Tahu. Harga jual yang dihasilkan oleh 2 POKDAKAN ini beragam tergantung jenis Harga ikan nila adalah Rp. 000/Kg yang merupakan harga kesepakatan dari anggota POKDAKAN Harga ini berlaku baik masyarakat lokal yang membeli langsung ke pembudidaya maupun harga untuk pedagang pengumpul dan pengecer yang ada di pasar. Tabel diatas menunjukan Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 bahwa usaha budidaya ikan sistem monokultur . kan nil. dengan produksi 020 Kg/Tahun dengan rata-rata 503 Kg/tahun/responden, dan total penerimaan hasil produksi sebesar Rp. 000/Tahun rata-rata penerimaan per responden Rp. 667/tahun. Responden nomer 5 dan 6 memiliki jumlah produksi yan lebih besar dibanding yang lain karena memiliki luas keramba jaring tancap yang elbih besar dari yang lain. Harga dan produksi usaha budidaya sistem polikultur . kan nila dan lel. dapat dilihat pada Tabel 9 di bawah Tabel 9. Produksi. Harga, dan Penerimaan Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Lel. Komoditi Ikan Nila Ikan Lele Total Hasil Produksi (Rp/Tahu. Harga (Rp/K. Penerimaan Hasil Produksi (Rp/tahu. Tabel di atas menunjukan bahwa hasil produksi dari usaha budidaya sistem polikultur . kan nila dan lel. yaitu produksi ikan nila 400 Kg/tahun dengan penerimaan hasil produksi sebesar Rp. 000 dan ikan lele 600 Kg/Tahun dengan penerimaan hasil produksi sebesar Rp. dengan total keseluruhan penerimaan sebesar Rp. 000/Tahun. Produksi ikan lele lebih besar dibandingkan dengan ikan nila karena siklus produksinya terjadi 3 kali dalam setahun, sementara ikan nila hanya 2 kali serta pertumbuhannya ikan lele relatif lebih cepat dibandingkan ikan nila. Harga dan produksi usaha budidaya sistem polikultur . kan nila dan pati. dapat dilihat pada Tabel 10 di bawah ini. Tabel 10. Harga dan Produksi Ikan Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Pati. Komoditi Ikan Nila Ikan Patin Total Hasil Produksi (Rp/Tahu. Harga (Rp/K. Penerimaan Hasil Produksi (Rp/tahu. Tabel di atas menunjukan bahwa hasil produksi dari dari usaha budidaya sistem polikultur . kan nila dan pati. yaitu produksi ikan nila 400 Kg/tahun dengan penerimaan hasil produksi sebesar Rp. 000 dan ikan patin 3. 200 Kg/Tahun dengan penerimaan hasil produksi sebesar Rp. 000 dengan total keseluruhan penerimaan sebesar Rp. 000/tahun Produksi dibandingkan ikan nila karena penebaran benih untuk ikan patin lebih banyak dengan jumlah panen yang lebih besar. Manfaat (Benefi. Manfaat . merupakan seluruh kondisi yang menjadi pendorong utama tercapainya suatu tujuan pada usaha yaitu perolehan keuntungan (Khotimah dan Sutiono, 2. Sementara Faisal . menjelaskan bahwa, pendapatan atau keuntungan dapat didefinisikan sebagai sisa dari pengeluaran nilai penerimaan yang diperoleh dari biaya yang dikeluarkan. Manfaat . dalam penelitian ini merupakan penerimaan hasil produksi, depresiasi dan juga nilai sisa, yang Manfaat . dibedakan antara usaha budidaya ikan sistem monokultur . kan nil. , sistem polikultur Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 . kan nila dan lel. serta sistem polikultur . kan nila dan pati. Penerimaan dan keuntungan usaha budidaya sistem monokultur . kan nil. dari analisis finansial terdiskonto dapat dilihat pada Tabel 11 di bawah ini. Tabel 11. Rekapitulasi Penerimaan Rata-rata Responden Sistem Monokultur dari Analisis Finansial Terdiskonto (Ikan Nil. No Responden Total Rata-Rata Penerimaan Hasil Produksi (Rp/tahu. Depresiasi (Rp/Tahu. Tabel 11 di atas menunjukan bahwa responden 6 memperoleh penerimaan terdiskonto yang paling besar dibandingkan responden lainnya, dikarenakan memiliki Nilai Sisa Penerimaan Terdiskonto (Rp/Tahu. jumlah kapastitas produksi yang lebih besar dengan luas keramba jaring tancap yang lebih luas, sehingga memungkinkan padat penebaran yang lebih tinggi. Tabel 12. Rekapitulasi Penerimaan dan Keuntungan Sistem Polikultur dari Finansial Terdiskonto (Ikan Nila dan lel. Uraian Penerimaan Hasil Produksi Depresiasi Nilai Sisa Total Penerimaan Terdiskonto Tabel 12 di atas menunjukan bahwa total penerimaan terdiskonto usaha budidaya ikan sistem polikultur . kan nila dan lel. merupakan penjumlahan dari penerimaan penjualan hasil produksi, depresiasi, dan nilai sisa investasi yang menghasilkan total penerimaan terdiskonto sebesar Rp. 930/tahun. Hasil Analisis Jumlah (Rp/tahu. penelitian yang dilakukan Caesari,dkk . menunjukan bahwa manfaat yang diperoleh oleh usaha perikanan tangkap berdasarkan aspek finansial meliputi 3 komponen yaitu, penerimaan hasil produksi, biaya penyusutan . , dan nilai sisa peralatan investasi. Tabel 13. Rekapitulasi Penerimaan dan Keuntungan Sistem Polikultur Ikan Nila & Patin No Uraian Penerimaan Hasil Produksi Depresiasi Nilai Sisa Total Penerimaan Terdiskonto Tabel 13 di atas menunjukan bahwa total penerimaan terdiskonto usaha budidaya ikan sistem polikultur dari . kan nila dan pati. didapatkan dari Jumlah (Rp/tahu. penjumlahan penerimaan hasil produksi, terdiskonto sebesar Rp. 960/tahun. Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 Tabel 14. Rekapitulasi Keuntungan Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Patin ) Uraian Total Penerimaan Terdiskonto Jumlah (Rp/tahu. Total Biaya Operasional Keuntungan Tabel 14 di atas menunjukan bahwa keuntungan usaha budidaya ikan sistem polikultur . kan nila dan pati. didapatkan dari hasil pengurangan total penerimaan terdiskonto dengan total biaya operasional yang menghasilkan keuntungan sebesar 760/tahun. Analisis Finansial Analisis finansial analisis finansial merupakan analisis yang melihat suatu proyek dari sudut lembaga-lembaga atau badan-badan yang mempunyai kepentingan langsung dalam proyek (Pudjosumarto. Analisis finansial yang digunakan dalam penelitian dengan kriteria investasi terdiskonto yakni. Net Present Value (NPV). Net B/C Ratio. Internal rate of return dan kriteria tidak terdiskonto yakni Payback Period pada usaha budidaya ikan pada POKDAKAN di kelurahan Sempaja Timur yang di bedakan antara sistem monokultur . kan nil. dengan sistem polikultur . kan nila dan lel. serta sistem polikultur . kan nila dan pati. Hasil Analisis finansial terdiskonto usaha budidaya sistem monokultur . kan nil. dapat dilihat pada Tabel 16 di bawah ini. Tabel 15. Rekapitulasi Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Nila Sistem Monokultur Responden Rata-rata Komoditi Nila Nila Nila Nila Nila Nila NPV (R. IRR Tabel 15 merupakan hasil perhitungan finansial rata-rata usaha budidaya ikan sistem monokultur dengan hasil: Rata-rata nilai NPV memberikan penafsiran bahwa rata-rata keuntungan yang akan di peroleh oleh para pembudidaya ini di masa 5 tahun mendatang, tetapi dengan nilai sekarang sebesar Rp. 119, rata-rata nilai IRR sebesar 99%, menunjukan bahwa modal investasi yang ditanamkan oleh para pembudidaya memiliki kemampuan dalam menghasilkan keuntungan sebesar 99%, nilai rata-rata Net B/c ratio mennunjukan bahwa setiap Rp. 1 modal invetasi yang keuntungan sebesar Rp. 4,8 selama 5 tahun Net B/C Ratio 1,83 4,87 4,59 4,80 5,60 7,12 4,80 PP (Tahu. 2,726 1,026 1,042 0,893 0,702 1,246 Justifikasi IRR > 3,00 % Net B/C Ratio > 1 PP < 5 tahun Ket. Layak Layak Layak Layak Layak Layak usaha, rata-rata payback period 1,246 menunjukan bahwa modal investasi akan mampu dikembalikan oleh usaha ini pada tahun kedua dengan masa pengembalian investasi 1,3 tahun. Responden 5 dan 6 memiliki nilai yang lebih besar di banding responden lainnya hal ini di sebabkan karena kapasitas produksi lebih besar dibandingkan responden lainnya, keramba jaring tancap yang digunakan lebih luas dengan padat penebaran yang lebih tinggi sedangkan tingkat mortalitas cenderung sama dengan yang lain. Analisis finansial budidaya sistem polikultur . kan nila dan lel. dapat dilihat pada Tabel 16 di bawah Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 Tabel 16. Rekapitulasi Analisis Finansial Usaha Budidaya Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Ikan Lel. Uraian NPV IRR Net B/C Ratio Payback Period Nilai 6,59 0,759 Tabel perhitungan finansial usaha budidaya ikan sistem polikultur . kan nila dan lel. dengan hasil menunjukan rata-rata nilai NPV memberikan penafsiran bahwa rata-rata keuntungan yang akan di peroleh oleh para pembudidaya ini di masa 5 tahun mendatang, tetapi dengan nilai sekarang sebesar Rp. 582 yang cukup besar di bandingkan nilai dari usaha budidaya sistem monokultur . kan nil. Hal ini dikarenakan dalam usaha ini selain ikan nila terdapat ikan lele yang memiliki siklus produksi 3 kali dalam setahun, sehingga mampu menghasilkan manfaat . yang lebih tinggi, hal ini didukung oleh penelitian Pribadi dkk. , . bahwa produksi ikan Justifikasi > 3,00% < 5 Tahun Keterangan Layak Layak Layak Layak lele dapat menghasilkan penerimaan yang Rata-rata nilai IRR sebesar 148%, menunjukan bahwa modal investasi yang ditanamkan oleh para pembudidaya memiliki kemampuan dalam menghasilkan keuntungan sebesar 148%, nilai rata-rata Net B/C ratio mennunjukan bahwa setiap Rp. 1 modal investasi yang ditanamkan mampu menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 6,59 selama 5 tahun usaha, rata-rata payback period 0,759 menunjukan bahwa modal investasi akan mampu dikembalikan oleh usaha ini pada tahun pertama dengan masa pengembalian investasi kurang dari 1 Analisis finansial budidaya sistem polikultur . kan nila dan pati. dapat dilihat pada Tabel 17 di bawah ini. Tabel 17. Rekapitulasi Analisis Finansial Usaha Budidaya Sistem Polikultur Ikan Nila & Patin Uraian Nilai NPV IRR Net B/C Ratio Payback Period 9,16 0,546 Tabel perhitungan finansial usaha budidaya ikan sistem polikultur . kan nila dan pati. dengan hasil: Nilai NPV ikan patin lebih dibandingkan ikan nila karena penebaran benih untuk ikan patin lebih banyak dengan jumlah panen yang lebih besar dan menghasilkan NPV: 93. yang mana nilai tersebut >0 dapat dikatakan sistem polikultur . kan nila dan pati. layak secara finansial sesuai dengan penelitian Murwanto . Perbandingan Tingkat Kelayakan Finansial Usaha Budidaya Pola Justifikasi > 3,00% < 5 Tahun Keterangan Layak Layak Layak Layak Monokultur dan Pola Polikultur Usaha Budidaya yang dijalankan responden terdapat 2 sistem yaitu pola monokultur . kan nil. sistem polikultur . kan nila dan lel. serta sistem polikultur . kan nila dan pati. Kedua pola usaha tersebut tentu saja berbeda mulai dari biaya investasi, biaya operasional, produksi, penerimaan, keuntungan serta perhitungan analisis finansialnya. Untuk itu maka dilakukan perbandingan tingkat kelayakan secara deksriptif untuk melihat mana yang mempunyai tingkat kelayakan lebih baik. Tabel perbandingan dapat dilihat pada Tabel 18 . Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 Tabel 18. Perbandingan Perhitungan Analisis Finansial Sistem Monokultur dan Sistem Polikultur Uraian NPV (R. Sistem Monokultur (Ikan 34. Nil. Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Lel. Sistem Polikultur (Ikan Nila dan Pati. IRR Net B/C Ratio PP (Tahu. Keterangan 4,80 1,246 Layak 6,59 0,759 Layak 9,16 0,546 Layak Tabel 19 di atas menunjukan bahwa bahwa nilai NPV. IRR. Net B/C Ratio, serta payback period secara keseluruhan berada pada tingkat yang layak karena memenuhi kriteria investasi, namun usaha budidaya sistem polikultur . kan nila dan pati. memiliki tingkat kelayakan finansial paling baik dibandingkan sistem polikultur . kan nila dan lel. serta sistem polikultur . kan nila dan pati. Faktor Penghambat Usaha Budidaya Ikan Faktor penghambat merupakan suatu halangan maupun rintangan yang dapat pencapaian tujuan. Kendala bisa dikatakan sebagai segala hal atau sesuatu yang dapat (Hasanah. Berdasarkan hasil penelitian pada usaha budidaya ikan di POKDAKAN Kendala yang dihadapi pembudidaya ikan pada POKDAKAN di Sempaja Timur yaitu faktor alam, pertumbuhan ikan yang lambat, pakan yang mahal, dan keaktifan anggota. KESIMPULAN Usaha Budidaya ikan nila, lele dan patin pada kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN) di Kelurahan Sempaja Timur Kota Samarinda layak secara finansial dengan nilai : Usaha budidaya ikan sistem monokultur . kan nil. mendapatkan rata-rata nilai NPV: Rp 119. IRR: 99%. Net B/C Ratio: 4,80. PP: 1,246, sistem polikultur . kan nila dan lel. mendapatkan nilai NPV: Rp 51. IRR: 148%. Net B/C Ratio: 6,59. PP: 0,759, sistem polikultur . kan nila dan pati. mendapatkan nilai NPV: Rp 93. IRR: 198%. Net B/C Ratio: 9,16. PP: 0,546. Tingkat Kelayakan Finansial Usaha Budidaya yang paling baik ada pada sistem polikultur . kan nila dan pati. Kendala yang dihadapi pembudidaya ikan pada POKDAKAN di Sempaja Timur yaitu faktor alam, pertumbuhan ikan yang lambat, pakan yang mahal, dan keaktifan anggota. SARAN Pemerintah perlu mengadakan pelatihan lebih lanjut tentang pelatihan pembuatan pakan untuk membantu mengurangi modal pembelian pakan. Evaluasi ketua kelompok terhadap anggota yang tidak aktif lagi melakukan kegiatan budidaya. Penelitian selanjutnya bisa diharapkan lebih kearah yang berhubungan dengan dinamika kelompok. Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Pada Kelompok Pembudidaya Ikan. Muhammad Irfan Nasrullah et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2023: 128-139 DAFTAR PUSTAKA