Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Volume 2 Nomor 3 Agustus 2024 e-ISSN : 3031-3406, p-ISSN : 3031-3414 . Hal 201-217 DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Available online at: https://journal. id/index. php/jepi Pengaruh Interest Coverage Ratio. Profitabilitas. Dividend Payout Ratio, dan Debt To Aset Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Vinka Triyuni Sarpta 1. Usep Syaipudin 2. Tri Joko Prasetyo 3. Rialdi Azhar 4 1,2,3 Universitas Lampung. Indonesia Abstract. The non-cyclical consumer sector is a stock sector issued by companies with businesses that are not affected by seasons or economic cycles in a country. The products or services sold are basic necessities that people always need, so their sales are not affected by economic conditions. The non-cyclical Consumer Sector is related to company value through various factors. Non-cyclical consumer sector companies produce or distribute anti-cyclical goods and services, which are not affected by economic growth. This need must exist and cannot be eliminated from daily use, so that this sector experiences growth in line with population growth and an increase in people's income. For companies that have been listed on the stock exchange, an increase in company value is equivalent to an increase in share price. Meanwhile, for companies that have not yet been listed on the stock exchange, the company's value will be reflected in things such as company sales, business prospects, level of risk faced, market conditions and other factors. Therefore, analysis of the factors that influence the value of banking companies is very important. Keywords: Interest Coverage Ratio. Profitability. Dividend Payout Ratio. Debt To Asset Ratio Abstrak. Sektor Consumer non cyclical adalah sektor saham yang diterbitkan oleh perusahaan dengan bisnis yang tidak terpengaruh oleh musim atau siklus ekonomi di suatu negara. Produk atau jasa yang dijual adalah produk kebutuhan pokok yang selalu dibutuhkan masyarakat, sehingga penjualannya tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi. Sektor Consumer non-cyclical berhubungan dengan nilai perusahaan melalui berbagai faktor. Perusahaan sektor consumer non-cyclical memproduksi atau mendistribusikan barang dan jasa yang bersifat anti-siklis, yang tidak dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan ini wajib ada dan tidak bisa dihilangkan dari penggunaan sehari-hari, sehingga sektor ini mengalami pertumbuhan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan masyarakat. Bagi perusahaan yang telah melantai di bursa saham, peningkatan nilai perusahaan setara dengan peningkatan harga saham. Sementara itu, bagi perusahaan yang belum melantai di bursa saham, nilai perusahaan akan tercermin dalam hal seperti penjualan perusahaan, prospek bisnis, tingkat risiko yang dihadapi, kondisi pasar, dan faktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, analisis faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan perbankan menjadi sangat penting. Kata kunci: Interest Coverage Ratio. Profitabilitas. Dividend Payout Ratio. Debt To Aset Ratio LATAR BELAKANG Mengoptimalkan nilai perusahaan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham serta meningkatkan kinerja adalah suatu tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh perusahaan (Andini, 2. Konsep yang sama juga dinyatakan oleh Dominick . , di mana tujuan utama pendirian perusahaan adalah untuk memaksimalkan kekayaan atau nilai perusahaan. Memaksimalkan kekayaan atau nilai perusahaan memiliki signifikansi yang besar bagi perusahaan, karena hal ini berarti memaksimalkan kemakmuran pemegang saham, yang merupakan inti dari tujuan Sementara itu, nilai perusahaan akan tercermin melalui harga saham yang diperdagangkan di pasar (Wahyudi, dan Pawesti, 2. Nilai perusahaan memiliki peran Received: Mei 20 2024. Revised: Juni 15, 2024. Accepted: Juli 6, 2024. Online Available: Juli 8, 2024. * Vinka Triyuni Sarpta Pengaruh Interest Coverage Ratio. Profitabilitas. Dividend Payout Ratio,dan Debt To Aset Ratio Terhadap Nilai Perusahaan penting sebagai indikator dalam penilaian keseluruhan perusahaan oleh pasar. Oleh karena itu, konsep nilai perusahaan menjadi sangat relevan bagi para investor. Interest Coverage Ratio (ICR) dapat mempengaruhi nilai perusahaan karena rasio ini dapat memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atas utang yang belum dilunasi. Berikut adalah pengaruh ICR terhadap nilai Semakin tinggi ICR, semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atas utang yang belum dilunasi. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan nilai perusahaan. Sebaliknya, semakin rendah ICR, semakin buruk kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atas utang yang belum dilunasi. Hal ini dapat menurunkan kepercayaan investor dan menurunkan nilai perusahaan. Dalam industri perbankan. ICR juga dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik kemampuan bank dalam membayar bunga atas utang yang belum dilunasi dan semakin rendah risiko investasi . Masih cukup sedikit penelitian yang menguji topik terkait, dalam penelitian yang dilakukan oleh Lesmana & Musdholifah . , ditemukan bahwa ICR tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan lindung nilai pada perusahaan yang dibiayai oleh utang luar negeri. Namun, penelitian case study yang dilakukan di Malaysian Logistics Service Provider menunjukkan bahwa perusahaan dengan ICR yang tinggi cenderung menambah nilai perusahaan (Cheong Seow, 2. Oleh karena itu. ICR dapat menjadi faktor penting dalam menentukan nilai perusahaan, terutama dalam industri perbankan dan perusahaan yang memiliki utang yang signifikan. Hasil penelitian mengenai pengaruh debt to aset ratio terhadap nilai perusahaan juga terdapat beberapa perbedaan, yang dimana pada penelitian Febby Febriana . menyatakan bahwa Terdapat pengaruh signifikan Return On Asset terhadap PBV sebagai indikator Nilai Perusahaan pada Perusahaan Sektor Consumer Goods Industry. Sedangkan pada penelitian Georgius, dkk . yang dimana hasil menunjukan bahwa debt to asset ratio tidak bepengaruh terhadap nilai perusahaan, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mega F. Mulianti . Dalam investasi yang dilakukan oleh investor adalah keuntungan. Investor tidak akan melakukan investasi jika investasi tersebut dapat merugikan mereka, untuk itu investor dapat menggunakan indikator DAR sebagai bahan penilaian. Semakin tinggi DAR, kinerja perusahaan semakin tidak efektif. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - Volume 2 Nomor 3 Agustus 2024 e-ISSN : 3031-3406, p-ISSN : 3031-3414 . Hal 201-217 KAJIAN TEORITIS 1 Signaling Theory Pencetus teori sinyal ini adalah Spence yang melakukan penelitian dengan judul Job Market Signaling pada tahun 1973. Spence . menyatakan bahwa informasi asimetris terjadi pada pasar ketenagakerjaan. Oleh karena itu. Spence membuat suatu kriteria sinyal guna untuk menambah kekuatan pada pengambilan keputusan. Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena menyajikan keterangan, catatan atau gambaran baik keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan masa yang akan datang mengenai prospek bisnis perusahaan dan bagaimana pasaran efeknya (Dessy, 2 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli . apabila perusahaan tersebut dijual (Bhekti Fitri, 2. Nilai perusahaan merupakan merupakan acuan bagi para investor serta faktor yang menjadi ketertarikan untuk menginvestasikan suatu dana dalam bentuk saham. Dimana nilai perusahaan sebagai alat analisis untuk suatu keputusan yang akan di ambil oleh para investor dalam menempatkan investasinya dalam hal ini mempertimbangkan apakah suatu perusahaan tersebut akan menguntungkan atau sebaliknya (Politeknik et al. , 2022. Nilai perusahaan . orporate valu. merujuk pada estimasi atau pengukuran total nilai suatu perusahaan. Nilai perusahaan mencerminkan seberapa berharga perusahaan tersebut dari perspektif pemegang saham atau stakeholders lainnya. Nilai perusahaan bisa dilihat sebagai jumlah dari berbagai aspek, seperti aset, pendapatan, pertumbuhan, kinerja operasional, reputasi, dan potensi masa depan. Pada penelitian ini, nilai perusahaan diukur menggunakan TobinsAoQ, yang dimana Secara umum. Q ratio atau TobinAos Q dapat diukur atau dihitung dengan cara membagi nilai pasar . arket valu. suatu emiten dengan nilai pengganti . eplacement valu. aktiva perusahaan (Edusaham, 2. 3 Interest Coverage Ratio Interest coverage ratio (ICR) atau rasio cakupan bunga adalah rasio keuangan yang mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atas pinjamannya yang belum lunas atau masih tercatat dalam pembukuan. Secara umum, angka rasio cakupan bunga yang baik untuk sebuah perusahaan adalah minimal 2 kali. Sedangkan. ICR yang ideal menurut para analis atau investor adalah minimal 3 kali atau Pengaruh Interest Coverage Ratio. Profitabilitas. Dividend Payout Ratio,dan Debt To Aset Ratio Terhadap Nilai Perusahaan lebih yang mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki pendapatan bisnis yang bisa diandalkan dan konsisten (Rafik, 2. 4 Profitabilitas Menurut (Sujarweni, 2. rasio Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, hubungannya dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal sendiri (Elly Soraya, 2022. Di samping bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, rasio ini juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas manajemen menjalankan operasional Dalam menghitung perusahaan, penelitian ini menggunakan rasio Return on Assets dan Return on Equity. ROA ialah rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih terhadap total aset. Sedangkan ROE ialah rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, begitu pula sebaliknya (Gamal Thabroni, 2. Profitabilitas kaitannya sangat penting bagi perusahaan karena dapat menunjukkan betapa menguntungkannya organisasi dari waktu ke waktu dan memainkan peran penting dalam masa depan perusahaan. Sebuah perusahaan harus menguntungkan agar dapat dipertahankan. 5 Divident Payout Ratio Dividen Payout Ratio (DPR) adalah salah satu cara dalam melakukan perhitungan pembagian dividen kepada investor. Alasan dalam menggunakan rumus DPR adalah karena dengan rumus tersebut dapat mengetahui rasio dividen. yang dibagikan oleh perusahaan. Rasio pembayaran dividen . ividend payout rati. yaitu rasio yang menunjukkan hasil perbandingan antara dividen tunai per lembar saham dengan laba per lembar saham. Rasio ini menggambarkan jumlah laba dari setiap lembar saham yang dialokasikan dalam bentuk dividen. Sama halnya dengan dividend yield, rasio ini juga dapat digunakan sebagai salah satu proksi . dalam menetapkan kebijakan dividen, yaitu suatu pengambilan keputusan oleh emiten mengenai besarnya dividen tunai yang akan dibagikan kepada para pemegang saham (Dwi Cermat Indonesia, 2. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - Volume 2 Nomor 3 Agustus 2024 e-ISSN : 3031-3406, p-ISSN : 3031-3414 . Hal 201-217 6 Debt To Asset Debt to asset ratio adalah salah satu indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu perusahaan menggunakan utang dalam membiayai asetnya. Rasio ini menunjukkan persentase total aset yang dibiayai oleh utang, baik utang jangka pendek maupun jangka panjang. Semakin tinggi rasio ini, maka semakin tinggi pula risiko keuangan yang dihadapi perusahaa METODE PENELITIAN 1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang dipakai untuk penelitian ialah data sekunder, yakni kumpulan data dalam suatu penelitian, yang dimana didapatkan secara tidak langsung, dapat melalui sebuah perantara, dapat pula berbentuk sebuah bukti, baik catatan ataupun laporan historis yang sudah tersusun, baik sudah memang di publikasikan maupun sudah tidak di Data yang terpakai guna penelitian ini ialah laporan keuangan perusahaan sektor Consumer Non Cyclical pada sector Food and Beverages yang memang sudah terdaftar di BEI tahun 2018-2022. 2 Populasi dan Sampel 1 Populasi Populasi terkait penelitian ini yaitu ada pada perusahaan sektor Consumer Non Cyclical yang mana terdaftar di BEI dengan mempublikasikan data indeks harga saham untuk tahun 2018 sampai dengan 2022. Populasi dapat diperoleh dari download softcopy Indeks Harga Saham Gabungan emiten yang ada di situs BEI . 2 Sampel Pemilihan sampel untuk penelitian yaitu memakai cara purposive sampling, yang dimana sampelnya dipilih dengan standar tententu yang ditetapkan oleh peneliti, dimana kriteria tersebut sebagai berikut: Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022 Perusahaan menerbitkan laporan keuangan yang lengkap dam telah diaudit secara lengkap selama tahun 2018 sampai dengan 2022 Perusahaan yang termasuk industri makanan dan minuman olahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Interest Coverage Ratio. Profitabilitas. Dividend Payout Ratio,dan Debt To Aset Ratio Terhadap Nilai Perusahaan 1 Hasil Pembahasan 1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk menjelaskan variabel independen yaitu Interest Coverage Ratio (X. Profitabilitas (X. Dividend Payout Ratio (X. Debt to Aset Ratio (X. , dan variabel dependen yaitu Nilai Perusahaan (Y). Uji Statistik deskriptif ini dilihat dari nilai minimum, nilai maximum, mean, dan standar Tabel 4. 1 Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Statistic Statistic Statistic Statistic Deviation Statistic Interest Coverage -9,4846 84,3153 9,808766 14,9036994 -0,5175 0,6072 0,081660 0,1379569 -2,9643 6,0909 0,388539 1,1302588 9,7914 44,362955 24,4386074 3,204674 3,8448617 Ratio (ICR) Profitabilitas (ROA) Dividend Payout Ratio (DPR) Debt to Aset Ratio 143,2977 (DAR) Nilai Perusahaan 25,4002 (TobinAos Q) Valid N . Sumber Data Olahan: SPSS . 2 Interest Coverage Ratio Interest coverage ratio sebagai variabel independen (X. dalam penelitian ini diukur dengan menjumlahkan kapitalisasi pasar dengan total hutang lalu membandingkan dengan total aset dari data yang diperoleh dari annual report perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Selain itu berdasarkan tabel 4. 2 dapat diketahui bahwa nilai minimum dari variabel independen interest coverage ratio sebesar -9,4846. Nilai maksimum sebesar 84,3153 serta nilai mean sebesar 9,808766 dan standar deviasi sebesar 14,9036994. Perolehan standar deviasi interest coverage ratio lebih besar dibandingkan dengan nilai mean, hal ini menandakan bahwa terjadi kesenjangan yang cukup tinggi antara rata rata sampel dengan interest coverage ratio. 3 Profitabilitas Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - Volume 2 Nomor 3 Agustus 2024 e-ISSN : 3031-3406, p-ISSN : 3031-3414 . Hal 201-217 Profitabilitas sebagai variabel independen (X. dalam penelitian ini diukur dengan ROA dari data yang diperoleh dari annual report perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Selain itu berdasarkan tabel 4. 1 dapat diketahui bahwa nilai minimum dari variabel independen profitabilitas sebesar -0,5175. Nilai maksimum sebesar 0,6072 serta nilai mean sebesar 0,081660 dan standar deviasi sebesar 0,1379569. Perolehan standar deviasi profitabilitas lebih besar dibandingkan dengan nilai mean, hal ini menandakan bahwa terjadi kesenjangan yang cukup tinggi antara rata rata sampel dengan profitabilitas. 4 Dividend Payout Ratio Dividend payout ratio sebagai variabel independen (X. dalam penelitian ini diukur dengan membandingkan dividend per share dengan earning per-share dari data yang diperoleh dari annual report perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Selain itu berdasarkan tabel 4. 1 dapat diketahui bahwa nilai minimum dari variabel independen dividend payout ratio sebesar -2,9643. Nilai maksimum sebesar 6,0909 serta nilai mean sebesar 0,388539 dan standar deviasi sebesar 1,1302588. Perolehan standar deviasi dividend payout ratio lebih besar dibandingkan dengan nilai mean, hal ini menandakan bahwa terjadi kesenjangan yang cukup tinggi antara rata rata sampel dengan dividend payout ratio. 5 Debt to Aset Ratio Debt to aset ratio sebagai variabel independen (X. dalam penelitian ini diukur dengan membandingkan total hutang dengan total aset dari data yang diperoleh dari annual report perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Selain itu berdasarkan tabel 4. 1 dapat diketahui bahwa nilai minimum dari variabel independen debt to aset ratio sebesar 9,7914. Nilai maksimum sebesar 143,2977 serta nilai mean sebesar 44,362955 dan standar deviasi sebesar 24,4386074. Perolehan standar deviasi debt to aset ratio lebih kecil dibandingkan dengan nilai mean, hal ini menandakan bahwa tidak ada kesenjangan yang besar dalam data penelitian. 6 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sebagai variabel independen (Y) dalam penelitian ini diukur dengan TobinAos Q dari data yang diperoleh dari annual report perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Selain itu berdasarkan tabel 4. 1 dapat diketahui bahwa nilai minimum dari variabel independen nilai perusahaan sebesar 0,1250. Nilai maksimum sebesar 25,4002 Pengaruh Interest Coverage Ratio. Profitabilitas. Dividend Payout Ratio,dan Debt To Aset Ratio Terhadap Nilai Perusahaan serta nilai mean sebesar 3,204674 dan standar deviasi sebesar 3,8448617. Perolehan standar deviasi nilai perusahaan lebih besar dibandingkan dengan nilai mean, hal ini menandakan bahwa terjadi kesenjangan yang cukup tinggi pada nilai perusahaan. 7 Hasil Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik pada penelitian ini digunakan untuk menguji kualitas data pada penelitian yang menggunakan data sekunder. Uji asumsi klasik yang dilakukan pada penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji 8 Uji Normalitas Hasil uji normalitas diperoleh dari data laporan keuangan yang terdiri dari 105 total sampel penelitian periode tahun 2018-2022 dengan kriteria data residual dikatakan normal jika nilai signifikan lebih besar dari 0. 05 atau 5%. Tabel 4. 2 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Most Extreme Mean 0,0000000 Std. Deviation 3,89307917 Absolute ,207 Positive ,207 Negative -,161 Differences Test Statistic ,207 Asymp. Sig. -taile. ,000c Monte Carlo Sig. - Sig ,090d 99% Conf. Interval Lower Bound ,075 Upper Bound ,051 Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - Volume 2 Nomor 3 Agustus 2024 e-ISSN : 3031-3406, p-ISSN : 3031-3414 . Hal 201-217 Sumber Data Olahan: SPSS . Berdasarkan tabel 4. 2 hasil uji Kolmogorov-smirnov menunjukkan bahwa nilai sig sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa distribusi data pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang sesuai kriteria selama periode tahun 2018-2022 tersebut tidak normal. Sehingga, penelitian ini menggunakan metode Monte Carlo dengan hasil signifikansi diatas 0,05 yang menjelaskan bahwa Apabila nilai Monte Carlo Sig. yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 maka residual berdistribusi normal . ig > 0,. 9 Uji Multikolinearitas Tabel 4. 3 Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Variabel Interest Coverage Ratio Tolerance VIF 0,924 1,082 (ICR) Keterangan Tidak terjadi Profitabilitas (ROA) 0,782 1,279 Tidak terjadi Devidend Payout Ratio 0,973 1,028 (DPR) Tidak terjadi Debt to Aset Ratio (DAR) 0,778 1,285 Tidak terjadi Sumber Data Olahan: SPSS . Tabel 4. 3 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu Interest Coverage Ratio memperoleh nilai tolerance sebesar 0,924 dan VIF sebesar 1,082. Kemudian, untuk variabel Profitabilitas nilai tolerance sebesar 0,782 dan nilai VIF sebesar 1,279. Lalu untuk variabel Devidend Payour Ratio memperoleh nilai tolerance sebesar 0,973 dan nilai VIF sebesar 1,028. Dan variabel Debt to Aset Ratio dalam penelitian ini yaitu ukuran perusahaan memperoleh nilai tolerance sebesar 0,778 dan nilai VIF sebesar 1,285. Berdasarkan perolehan nilai yang telah disebutkan sebelumnya keseluruhan variabel memperoleh nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,1 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas dalam penelitian ini. 10 Uji Heteroskedatisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjalin ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke yang lain. Bila varians Pengaruh Interest Coverage Ratio. Profitabilitas. Dividend Payout Ratio,dan Debt To Aset Ratio Terhadap Nilai Perusahaan dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, sehingga disebut homoskedastisitas serta bila berbeda disebut heteroskedastisitas. Apabila nilai signifikansi dari hasil pengujian >0,05 atau 5%, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas dalam penelitian ini . Tabel 4. 4 Uji Heteroskedastisitas Variabel Sign Keterangan Interest Coverage 0,087 Tidak terjadi heteroskedastisitas Ratio (ICR) Profitabilitas 0,061 (ROA) Tidak terjadi heteroskedastisitas Devidend Payout 0,302 Tidak terjadi heteroskedastisitas Ratio (DPR) Debt to Aset Ratio 0,392 Tidak terjadi heteroskedastisitas (DAR) Sumber Data Olahan: SPSS . Berdasarkan tabel di atas variabel independen interest coverage ratio memperoleh nilai sig sebesar 0,087. Lalu, untuk variabel profitabilitas memperoleh nilai sig sebesar 0,061. Dividend payout ratio memperoleh nilai sig sebesar 0,302 dan variabel debt to asset ratio memperoleh hasil sig sebesar 0,392. Hasil uji menunjukkan perolehan signifikansi keempat variabel independen lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak terjadi heteroskedastisitas dalam penelitian ini. 11 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi menunjukkan bahwa ada korelasi antara error dengan eror periode sebelumnya, yang mana dalam uji asumsi klasik hal ini tidak boleh terjadi menggunakan durbin-watson. Penelitian ini menggunakan uji durbin watson . dengan mendeteksi adanya autokorelasi dan membandingkan hasil perhitungan durbin watson . dengan nilai dtabel. Berikut hasil uji autokorelasi dalam penelitian ini: Tabel 4. 5 Uji Autokorelasi 4-dU Keterangan 1,7617 1,813 2,22383 Tidak terjadi autokorelasi Sumber Data Olahan: SPSS . Berdasarkan tabel 4. 5, jumlah data sampel penelitian n = 105 dengan k = 4 variabel bebas memperoleh nilai dU sebesar 1,7617. Kemudian untuk nilai durbin watson Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - Volume 2 Nomor 3 Agustus 2024 e-ISSN : 3031-3406, p-ISSN : 3031-3414 . Hal 201-217 sebesar 1,813 dan nilai 4-dU sebesar 2,22383 yang mana nilai tersebut lebih kecil dari nilai 4-dU. Perolehan nilai-nilai tersebut memasuki kriteria tidak terjadinya autokorelasi karena nilai dU< d < 4 Ae dU. 12 Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi berganda bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Tabel 4. 6 Hasil Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients BStd. Beta Sig. Error (Constan. 3,593 0,983 3,654 0,000 Interest -0,058 0,025 -0,223-2,337 0,021 9,545 2,891 0,3423,302 0,001 0,110 0,032 0,3242,349 0,020 -0,015 0,016 -0,093-0,891 0,375 Coverage Ratio (ICR) Profitabilitas (ROA) Dividend Payout Ratio (DPR) Debt to Aset Ratio (DAR) Sumber Data Olahan: SPSS . Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada tabel 4. 6 sehingga dapat dirumuskan persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini yaitu: NPit = 3,593 - 0,058ICR it 9,545ROA it 0,110DPR it - 0,015DAR it Persamaan model regresi tersebut menunjukkan bahwa: Nilai konstanta sebesar 3,593 artinya, jika variabel independen . sama dengan nol, maka dari nilai perusahaan adalah 3,593 Interest coverage ratio (ICR) memiliki nilai koefisien sebesar -0,058 artinya bahwa setiap peningkatan 1 satuan interest coverage ratio menunjukkan bahwa nilai perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia akan berkurang sebesar -0,0581 dengan asumsi bahwa variabel lainnya konstan. Profitabilitas (ROA) memiliki nilai koefisien sebesar 9,545 artinya, bahwa setiap peningkatan 1 satuan profitabilitas (ROA) menunjukkan bahwa nilai perusahaan pada Pengaruh Interest Coverage Ratio. Profitabilitas. Dividend Payout Ratio,dan Debt To Aset Ratio Terhadap Nilai Perusahaan perusahaan subsektor makanan dan minuman akan bertambah 9,545 dengan asumsi bahwa variabel lainnya kosntan. Dividend Payout Ratio (DPR) memiliki nilai koefisien sebesar 0,110 artinya, bahwa setiap peningkatan 1 satuan dividend payout ratio menunjukkan bahwa nilai perusahaan pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia akan bertambah sebesar 0,110 dengan asumsi bahwa variabel lainnya konstan. Debt to Aset Ratio (DAR) memiliki nilai koefisien sebesar -0,015 artinya, bahwa setiap peningkatan 1 satuan Debt to Aset Ratio menunjukkan bahwa nilai perusahaan pada subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia akan berkurang sebesar -0,015 dengan asumsi bahwa variabel lainnya konstan. 2 Pembahasan 1 Pengaruh Interest Coverage Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel Interest Coverage Ratio berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2018-2022. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien regresi dengan arah negatif dan memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,021. Nilai signifikansi tersebut yang berarti lebih kecil dari 0,05 tetapi memiliki pengaruh negatif, sehingga H1 tidak terdukung. Hal ini tidak sesuai dengan teori sinyal yang dimana Interest Coverage Ratio menjadi suatu indikator yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Apabila ICR tinggi akan mengindikasikan bahwa perusahaan dapat membayarkan utang bunganya dengan baik, sehingga dapat memberikan sinyal positif bagi investor mengenai kondisi keuangan perusahaan, sedangkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ICR memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Jadi pada hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa ICR pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2018-2022. Bagi investor, salah satu cara untuk menilai apakah perusahaan memiliki tingkat rasio cakupan bunga yang baik atau tidak adalah dengan membandingkannya dengan tingkat interest coverage ratio industri dimana perusahaan bergerak (Sabda Awal, 2. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya, yang dimana Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Desvita Adaria . , membuktikan bahwa Hasil Penelitian pada jurnal internasional ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan Interest Coverage Ratio (ICR) yang tinggi cenderung menambah nilai perusahaan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - Volume 2 Nomor 3 Agustus 2024 e-ISSN : 3031-3406, p-ISSN : 3031-3414 . Hal 201-217 Dugaan tersebut didukung dari hasil analisis statistik deskriptif ICR yang menunjukkan standar deviasi yang tinggi, yang dimana disebabkan karena adanya nilai minimum dan maximum yang memiliki variasi data yang tinggi. Nilai minimum ICR pada data statistik deskriptif yaitu -9,4846, sementara nilai maksimumnya 84,3153. Oleh karena itu hipotesis Interest Coverage Ratio ini tidak didukung karena dugaan statistik deskriptifnya, selain itu juga pada nilai minimum itu terdapat nilai minus dikarenakan tidak semua perusahaan mencatatkan laba positif nya, tetapi ada juga yang mencatatkan laba negatifnya. Dari indikasi laba negatif tersebut terdapat beberapa perusahaan yang tentu tidak bisa memenuhi kewajibannya dalam membayar hutang hutangnya dan juga melunasi bunganya, oleh karena itu Interest Coverage Ratio ini tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. 2 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel profitabilitas yang diukur dengan menggunakan ROA berpengaruh positid terhadap nilai perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2018-2022. Hal ini ditunjukkan oleh oleh koefisien regresi dengan arah positif dan memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001. Nilai signifikansi tersebut yang berarti lebih kecil dari 0,05 dan memiliki pengaruh positif, sehingga H2 terdukung. Hal ini sesuai dengan teori sinyal yang dimana profitabilitas juga dapat memberikan sinyal dari kondisi nilai Perusahaan dengan profitabiliitas yang tinggi maka akan mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut dapat memaksimalkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Bayu Irfandi Wijaya dan Panji Sedana . , membuktikan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini disebabkan perusahaan yang mengalami peningkatan laba mencerminkan bahwa perusahaan mempunyai kinerja yang baik, sehingga menimbulkan sentimen positif dari investor dan dapat membuat harga saham perusahaan mengalami peningkatan, meningkatnya harga saham di pasar berarti meningkat pula nilai perusahaan di mata investor. Pada penelitian sebelumnya juga yang dilakukan oleh Wendy . , hasil Penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang diukur melalui nilai ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan 3 Pengaruh Dividend Payout Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Pengaruh Interest Coverage Ratio. Profitabilitas. Dividend Payout Ratio,dan Debt To Aset Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel dividend payout berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2018-2022. Hal ini ditunjukkan oleh oleh koefisien regresi dengan arah positif dan memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,020. Nilai signifikansi tersebut yang berarti lebih kecil dari 0,05 dan memiliki pengaruh positif, sehingga H3 Hal ini sesuai dengan teori sinyal, yang dimana dividen dapat digunakan untuk memberikan sinyal terkait kinerja dan prospek masa depan perusahaan. Rasio pembayaran dividen . ividend payout rati. merupakan rasio yang menunjukkan hasil perbandingan dividen tunai per lembar saham dengan laba per lembar saham. Ini kemudian menggambarkan laba dari setiap lembar saham yang dialokasikan dalam bentuk dividen (Fadilah & Febrianti, 2. 22 Informasi terkait dividend payout ratio dapat memberikan pengaruh terhadap nilai perusahaan yang pada akhirnya akan menarik perhatian investor. Semakin besar dividend payout yang dibayarkan akan meningkatkan nilai perusahaan di mata investor sehingga ketertarikan investor akan meningkat (Putuhena & Fauzan, 2. Hal ini pula didukung dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Febriana, 2. , (Made, 2. , (Suwandhi, 2. menunjukkan bahwa dividend payout ratio menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan pada sektor Consumer Goods Industry. 4 Pengaruh Debt to Asset Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel Debt to Asset Ratio berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2018-2022. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien regresi dengan arah negatif dan memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,375. Nilai signifikansi tersebut yang berarti lebih besar dari 0,05 dan memiliki pengaruh negatif, sehingga H4 tidak Hal ini tidak sesuai dengan teori sinyal yang dimana Menurut teori sinyal, perusahaan dapat menggunakan rasio ini sebagai sinyal kepada investor tentang kebijakan keuangan dan risiko perusahaan. Misalnya, jika perusahaan memiliki debt to asset ratio yang rendah, hal itu bisa diartikan sebagai sinyal bahwa perusahaan tersebut memiliki kestabilan keuangan dan kemampuan untuk membayar hutangnya. Jadi pada hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa debt to asset ratio pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2018-2022 mengindikasikan perusahaan tidak dapat mengandalkan utang dalam menjalankan Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - Volume 2 Nomor 3 Agustus 2024 e-ISSN : 3031-3406, p-ISSN : 3031-3414 . Hal 201-217 operasionalnya baik utang jangka pendek maupun jangka panjang. Semakin tinggi rasio ini, maka semakin tinggi pula risiko keuangan yang dihadapi perusahaan, sehingga berpengaruh dalam kesehatan keuangan perusahaan. Hal ini pula didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Hestiliyana Nur Safitri . , membuktikan bahwa debt to asset ratio tidak bepengaruh terhadap nilai Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mega F. Mulianti . Dalam investasi yang dilakukan oleh investor adalah keuntungan. Investor tidak akan melakukan investasi jika investasi tersebut dapat merugikan mereka, untuk itu investor dapat menggunakan indikator DAR sebagai bahan penilaian. Semakin tinggi DAR, kinerja perusahaan semakin tidak efektif. Dugaan tersebut didukung dari hasil analisis statistik deskriptif DAR yang menunjukkan standar deviasi yang tinggi, yang dimana disebabkan karena adanya nilai minimum dan maximum yang memiliki variasi data yang tinggi. Nilai minimum DAR pada data statistik deskriptif yaitu 9,7914, sementara nilai maksimumnya 143,2977. Oleh karena itu hipotesis Debt to Asset Ratio ini tidak didukung karena dugaan statistik deskriptifnya dan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan sebelumnya mengenai pengaruh interest coverage ratio, profitabilitas, dividend payout ratio, dan debt to asset ratio terhadap nilai perusahaan pada perusahaan subsektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu: Berdasarkan hasil uji hipotesis pertama yaitu interest coverage ratio berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Artinya. H1 dalam penelitian ini tidak terdukung. Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua yaitu profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Artinya. H2 dalam penelitian ini terdukung. Berdasarkan hasil uji hipotesis ketiga yaitu dividend payout ratio berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Artinya. H3 dalam penelitian ini terdukung. Berdasarkan hasil uji hipotesis keempat yaitu debt to asset ratio berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Artinya. H4 dalam penelitian ini tidak terdukung. 2 Saran