Vol 5 No 2 Tahun 2025 SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia http:// ejournal. icpa-banyuwangi. id/index. php/skyhawk Analisis Dampak Stres Mahasiswa Penerbang Pada Latihan Terbang Emergency Procedure Pada Pesawat Cessna 172 SP di API Banyuwangi Muhammad Adrya Farroz1A. Fajar Islam2. Sabam Danny Sulung3. Chicheng Wu4 Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Kun Shan University Taiwan Alamat Email: islamfajar83@gmail. com2, sabamdannys@gmail. com3, t110000019@g. Email Koinformansi: farroz. gustaf@gmail. Paper Received: 15 Agustus 2025. Revised: 10 September 2025. Accepted: 18 September 2025. Published: 30 September 2025 Abstrak ________________________________________________________________________________________ Dalam melaksanakan emergency procedure, stres merupakan hal yang perlu diteliti, karena berkaitan dengan performa terbang mahasiswa penerbang dalam menjalankan Kondisi psikologis seperti mengolah stres merupakan hal yang sangat penting dari seorang pilot dalam aktivitas penerbangan. Oleh karena itu, penelitian terkait dampak stres pada mahasiswa penerbang saat menjalani latihan emergency procedure perlu dilaksanakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif coding thematics. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah obeservasi, wawancara dan dokumentasi. Metode penelitian pada penelitian ini dilakukan dengan menggali pengalaman mahasiswa penerbang dalam menghadapi stres saat melaksanakan emergency procedure pada pesawat Cesna 172 SP. Data analisis dengan cara mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menafsirkan tema-tema dan kode yang muncul dari wawancara informan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menarik kesimpulan bahwa stres sangat memengaruhi performa mahasiswa baik dari faktor fisiologis maupun faktor pengambilan keputusan, serta ditemukan beberapa strategi efektif dalam meminimalisir stres, seperti dukungan dari rekan dan instruktur, simulasi tambahan, dan teknik coding dari masing-masing individu. Hal ini membuktikan bahwa melakukan observasi dan melakukan wawancara terhadap informan yang dipilih dan terbukti dampak stres dapat memengaruhi latihan terbang emergency procedure pada pesawat Cessna 172 SP di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Kata Kunci: Emergency Procedure. Mahasiswa Penerbang. Stres Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Abstract _______________________________________________________________________________________ In carrying out emergency procedures, stress is an important aspect to investigate, as it directly relates to the flight performance of student pilots during their education. Psychological conditions, such as managing stress, are crucial for pilots in aviation Therefore, research on the impact of stress on student pilots during emergency procedure training needs to be conducted. The research method used in this study is qualitative with thematic coding. The data collection techniques employed by the author include observation, interviews, and documentation. This study explores the experiences of student pilots in managing stress while performing emergency procedures on the Cessna 172 SP aircraft. Data were analyzed by identifying, categorizing, and interpreting emerging themes and codes from the informants' interviews. Based on the conducted research, the author concludes that stress significantly affects students' performance, both from physiological factors and decision-making aspects. Additionally, several effective strategies for minimizing stress were found, such as support from peers and instructors, additional simulation, and individual coping techniques. This demonstrates that through observation and interviews with selected informants, it was proven that stress impacts the execution of emergency procedure flight training on the Cessna 172 SP at the Indonesian Aviation Academy Banyuwangi. Keywords: Emergency Procedure. Student Pilot. Stress PENDAHULUAN Dalam dunia penerbangan, keselamatan merupakan aspek yang paling krusial. Komponen penting dalam menjaga keselamatan penerbangan yaitu kemampuan awak pesawat, khususnya pilot, dalam menghadapi situasi darurat atau emergency. Pada saat program latihan penerbang, emergency procedure sangat wajib untuk dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi teknis dan non-teknis, seperti pengambilan keputusan dan manajemen beban kerja. ICAO menekankan bahwa tanggapan yang salah atau tertunda bisa berakibat fatal, sehingga keterampilan ini harus dilatih secara sistematis dan berkelanjutan(Adiningsih & ZahroAo, 2023. Alase, 2017. Alexandrino et al. , 2. Penguasaan emergency procedures merupakan komponen penting dalam menilai kesiapan penerbang, baik selama pelatihan awal maupun uji kompetensi berkala(Balabaeva et al. , 2023. Bingham, 2. Latihan ini sangat membantu meningkatkan pemikiran keselamatan dan budaya keselamatan dalam operasional Fokus pada faktor psikologis dalam latihan penerbangan semakin meningkat, terutama dalam situasi darurat. Ini termasuk tekanan waktu, beban kognitif, dan gangguan emosional seperti kecemasan dan stres. Semua faktor ini dapat memengaruhi pengambilan keputusan dan keselamatan penerbangan(Dinarsih, 2. Saat ini, latihan simulasi dengan kondisi zero wind dan visbility ok sangat tidak memadai untuk mempersiapkan pilot untuk menghadapi situasi darurat yang tidak terduga. Akibatnya, simulasi berbasis kondisi ekstrem mulai dimasukkan ke dalam metode pelatihan penerbang untuk meningkatkan kondisi mental dan kemampuan manajemen stress (Truta et al. , 2. Stres merupakan faktor penting yang memengaruhi performa terbang bagi mahasiswa penerbang, terutama dalam simulasi dan latihan nyata(Landman et al. , 2018. Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Lekea et al. , 2. Tingkat stres dapat meningkat akibat tanggung jawab yang besar dalam mengendalikan pesawat serta resiko yang tinggi saat penerbangan. Simulasi dan latihan emergency langsung sangat penting dalam pelatihan penerbangan untuk meningkatkan kemampuan motorik siswa. Namun, kemampuan teknis dan faktor psikologis, seperti stres, memengaruhi kinerja kedua jenis latihan. Stres memiliki peran dalam menentukan kualitas kinerja, terutama dalam situasi yang menuntut konsentrasi tinggi dan pengambilan keputusan cepat. Hal ini menunjukkan bahwa dalam tingkat tertentu, stres dapat meningkatkan kewaspadaan, fokus, dan respons terhadap situasi kritis. Sebaliknya, performa yang buruk dalam situasi serupa seringkali dikaitkan dengan tingkat stres yang tinggi, yang mungkin disebabkan oleh kelelahan, kurangnya motivasi, atau rasa pesimis(Muecklich et al. , 2023. Neale, 2. Dalam dunia penerbangan, keselamatan merupakan prioritas utama. Untuk menjaga stabilitas kinerja maskapai dan meminimalkan kecelakaan yang disebabkan oleh respons emosional pilot(ISLAM. Rusdyansyah, et al. , 2. Salah satu faktor utama yang memengaruhi performa manusia dalam dunia penerbangan, dimana kondisi psikologis dan fisiologis pilot sangat penting untuk kesiapan dan keselamatan terbang. Penelitian telah menunjukkan bahwa reaksi individu terhadap stres, seperti banyaknya respon terhadap "ancaman" daripada "tantangan". Dimana ancaman sendiri dapat berdampak signifikan pada performa penerbangan dan kontrol atensi, meningkatkan risiko kesalahan dan menurunkan keselamatan(Ardiyanto et al. , 2025. Rumani et al. , 2. Fenomonologi stres yang dialami oleh mahasiswa penerbang selama proses latihan, khususnya saat menghadapi latihan emergency procedure, tidak hanya berdampak psikologis, tetapi juga menimbulkan gejala fisik yang nyata seperti, peningkatan detak jantung, keringat berlebihan, tangan gemetar, gangguan tidur serta beberapa mahasiswa pun terkadang mengalami masalah pencernaan. Gejala-gejala tersebut merupakan respon aktif dari saraf yang muncul terhadap tekanan tinggi, terutama ketika mahasiswa merasa diawasi dan takut gagal saat melaksanakan latihan(Islam. Luwihono, et al. , 2025. Islam. Rochida, et al. , 2. METODE Metodologi penelitian menjelaskan mengenai desain penelitian, populasi dan sampel, lokasi dan waktu, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena untuk memahami secara dalam pengalaman dan persepsi mahasiswa penerbang terhadap stres saat melaksanakan latihan emergency procedure(Lim, 2. Pendekatan ini dipilih agar bisa memudahkan jawaban nyata dari para mahasiswa penerbang dan fokus ke jawaban masing-masing dari mahasiswa tidak serta-merta hanya perkiraan. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi bertujuan memahami makna mendalam dari pengalaman hidup individu terhadap suatu fenomena tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti berfokus pada Aulived experiencesAy atau pengalaman yang dialami langsung oleh partisipan, dengan menggali persepsi, makna, dan interpretasi mereka secara mendalam dan terbuka, biasanya melalui wawancara mendalam, observasi, atau analisis narasi. Pendekatan ini sangat relevan untuk memahami fenomena yang Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 kompleks, subjektif, dan sulit diukur secara kuantitatif, seperti pengalaman kehilangan, sakit, atau perubahan identitas(Zhou & Huang, 2. Tujuan utama menggali pengalaman dari mahasiswa dalam menghadapi stres saat menjalani latihan darurat adalah untuk memahami bagaimana mereka merasakan, menafsirkan, dan mengelola tekanan psikologis selama situasi simulasi atau keadaan Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa sering mengalami kecemasan, ketegangan, dan peningkatan beban mental selama latihan darurat, namun pengalaman ini juga dapat meningkatkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan kemampuan adaptasi mereka terhadap rencana meringankan beban kerja jika latihan dilakukan secara berulang dan dievaluasi secara reflektif (Rochida et al. , 2025. Wardana et al. , 2025. Wibowo et al. , 2. Penelitian kualitatif cocok untuk mempelajari stres karena mampu menggali pengalaman, persepsi, dan makna subjektif. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis tematik, penelitian kualitatif dapat mengidentifikasi sumber stres yang bervariasi menurut konteks seperti pekerjaan, budaya, gender, dan tingkat senioritas, serta mengungkap strategi koping yang digunakan individu dalam menghadapi stres tersebut(Al Rahmad, 2019. Islam. Ardian, et al. , 2025. LaAobi et al. , 2024. Luthfizar et al. , 2. Populasi dan Sampel Penelitian ini tidak ada populasi dan sampel dikarenakan menggunakan metode kualitatif sehingga mengantinya dengan objek penelitian. Objek Penelitian adalah hal yang menjadi fokus utama untuk diteliti atau dianalisis dalam suatu penelitian(ISLAM. Rumani, et al. , 2024. Islam & Aulia, 2. Objek ini bisa berupa fenomena, perilaku, proses, atribut, atau nilai dari orang, benda, atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang ingin dipelajari untuk kemudian ditarik kesimpulan. Objek penelitian biasanya dibagi menjadi dua jenis utama yaitu Objek penelitian primer merupakan data atau informasi yang diperoleh langsung dari sumber pertama, tanpa perantara, misalnya wawancara langsung atau langsung datang ke lokasi. Objek penelitian sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber tidak langsung atau melalu pihak ketiga, seperti dokumen, laporan atau data karakteristik yang sudah ada sebelumnya. Singkatnya, objek penelitian adalah fokus utama yang menjadi bahan kajian dalam penelitian untuk dianalisis dan dicari jawabannya sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan objek penelitian primer dan sekunder dengan alasan penulis bisa langsung bertanya kepada mahasiswa penerbang (Islam & Aristo, 2024. Sulung et al. yang mengalami stres saat latihan emergency procedure, penulis juga bisa melihat bagaimana informan mengekspresikan saat mereka mengalami situasi tersebut, serta jika informan berkenan penulis bisa melihat penilaian instruktur dari kertas evaluasi siswa atau biasa disebut kertas comment. Informan yang akan dipilih oleh peneliti merupakan mahasiswa penerbang ND 24 Alpha. Bravo. ND 25 Bravo. PST 5 dan PST 6 di kampus Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi masing-masing dua informan dari setiap kelas, kriteria yang dipilih merupakan informan yang pernah melewati atau sedang merasakan dampak stres saat latihan emergency procedure, pemilihan informan ini dipilih karena mereka masih menjalankan Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 latihan emergency procedure menggunakan pesawat Cessna 172 SP di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi(Islam. Ardian, et al. , 2023. Islam. Efendi, et al. , 2. Lokasi penelitian dilaksanakan di kampus Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi dari bulan Mei 2025 sampai dengan Juli 2025. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif(Islam & Putra, 2023. Leksono et al. , 2. dengan beberapa metode sebagai Wawancara Mendalam Teknik ini digunakan untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa penerbang dalam menghadapi stres saat menjalani latihan emergency procedure. Wawancara dilakukan agar peneliti dapat mengeksplorasi secara dalam seperti emosi dan strategi coping yang digunakan mahasiswa. Observasi Observasi dilakukan melalui pengamatan saat mahasiswa latihan emergency procedure di simulator, observasi ini mencakup non-verbal, reaksi terhadap situasi darurat, interaksi mahasiswa dengan instruktur atau rekan terbang lainnya. Dokumentasi Dokumentasi ditambahkan melalui dokumentasi jadwal latihan, catatan instruktur, loogbook penerbangan, serta rekaman penerbangan . ika ada dan tersedi. , hal ini dikumpulkan untuk melengkapi dan memvalidasi data hasil observasi dan wawancara. Teknik Analisis Data Teknik analisis data kualitatif melibatkan serangkaian langkah sistematis untuk memahami makna dari data non-numerik, seperti transkrip wawancara, catatan lapangan, atau dokumen. Proses ini biasanya dimulai dengan pengumpulan dan pengorganisasian data, diikuti dengan proses coding, yaitu memberi label pada bagian-bagian data yang relevan dengan pertanyaan penelitian. Coding dapat dilakukan secara induktif . erdasarkan temuan dari dat. atau deduktif . erdasarkan teori atau kerangka kerja yang sudah ad. Setelah coding, peneliti mengidentifikasi tema atau pola utama yang muncul dari data sering menggunakan teknik analisis tematik yang sangat populer karena fleksibilitas dan kemudahannya untuk pemula. Kategorisasi adalah proses penting dalam teknik analisis data, baik untuk data kualitatif maupun kuantitatif. Dalam analisis data kualitatif, teknik seperti Iterative Categorization (IC) digunakan untuk mengorganisasi data melalui tahap pengkodean, deskripsi, dan interpretasi, sehingga menghasilkan pemahaman yang sistematis dan transparan terhadap fenomena yang diteliti. Interpretasi makna adalah proses memahami dan menafsirkan arti dari suatu teks, ujaran, atau simbol, yang melibatkan interaksi antara informasi baru dan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh penerima. Dalam konteks sastra, interpretasi makna terjadi secara bertahap mulai dari pemahaman literal, analisis sikap atau modus kognitif, hingga pembentukan konsep dan kategorisasi makna yang lebih abstrak, di mana pengetahuan dan pengalaman pembaca sangat memengaruhi hasil interpretasi. Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 HASIL Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian data dikumpulkan melalui tiga teknik yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan ke beberapa mahasiswa penerbang yang telah melewati dan sedang latihan emergency procedure serta mahasiswa yang pernah mengalami situasi emergency. Observasi dilakukan selama kegiatan simulator, mencatat perilaku, reaksi dan ekspresi mahasiswa saat sedang situasi meneganggkan. Dokumentasi dikumpulkan berupa kertas komen dari instruktur maupun logbook latihan. Seluruh data di direkam dan dianalisis melalu sistem tematik yang sudah di identifikasi oleh aplikasi dari Nvivo berupa kata kunci dari setiap wawancara yang memungkinkan penulis mengidentifikasi tema-tema utama berdasarkan kesamaan makna dan pola dalam pengalaman. Hasil Wawancara Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik wawancara mendalam di kampus API Banyuwangi dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2025 hingga 23 juli 2025. Selama periode itu penulis aktif wawancara dengan sejumlah individu yang terlibat dalam persiapan, pelaksanaan dan yang telah melaksanakan latihan emergency procedure pada pesawat Cessna 172 SP, dengan tujuan menggali informasi lebih mendalam mengenai pengalaman, kondisi dan apa saja yang dirasakan siswa saat melakukan emergency procedure dengan keadaan stres baik itu positif maupun negatif. Setiap wawancara yang dilakukan selama penelitian ini, penulis memberikan 12 pertanyaan yang dirancang untuk memahami sudut pandang dan pengalaman masing-masing informan. Pertanyaan tersebut meliputi indikator stres saat latihan terbang emergency procedure di pesawat Cessna 172 SP. Ada 15 pertanyaan yang telah diberikan kepada informan, pertanyaan ini merupakan pertanyaan dari faktor dan indikator dari stress dan emergency proecudure. Berikut hasil wawancara terhadap 10 informan dengan memberikan 15 pertanyaan: Tabel 1. Sinyal Fisiologis Detak Jantung Pertanyaan 1 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Menurut anda apakah detak jantung dapat menjadi indikator fisiologis untuk mengukur tingkat stres saat latihan terbang? Bisa dan cukup akurat Cukup valid Bisa Sangat Bisa Bisa dan sangat efektif Bisa Bisa Bisa Bisa Bisa dan berpengaruh Tabel 2. Dampak Dari Detak Jantung Pertanyaan 2 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Menurut anda bagaimana perubahan detak jantung anda saat menghadapi simulasi prosedur darurat . mergency procedur. ? Sangat meningkat secara signifikan, lama kelamaan bisa mengontrol Detak jantung meningkat dan aliran darah saya mengalir lebih deras Berdetak lebih cepat karena adrenalin yang meningkat Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Adrenalin meningkat dan detak jantung meningkat Detak jantung meningkat drastis dan adrenalin yang muncul sangat Detak jantung meningkat Detak jantung naik secara signifikan Berdetak dengan begitu cepat Meningkat Perubahan detak jantung terasa sangat meningkat dan cepat Tabel 3. Sinyal Fisiologis Detak Jantung Pertanyaan 3 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Menurut anda apakah sinyal detak jantung dapat digunakan sebagai indikator objektif untuk mengevaluasi stres pada mahasiswa Bisa karena bersifat realtime Bisa karena pengukuran ini bersifat subjektif Bisa karena saat mengalami stres jantung menjadi tidak stabil Bisa karena bisa menjadi sinyal panik atau tidak Iya bisa Bisa Bisa karena detak jantung tidak bisa dikendalikan secara sadar Bisa karena detak jantung itu sangat berpengaruh kepada stres Bisa, cukup objektif Bisa Tabel 4. Varibillitas Detak Jantung Pertanyaan 4 Menurut anda apakah mengetahui bahwa Variabilitas Detak Jantung (HRV) merupakan indikator stres fisiologis seseorang? Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Iya sangat penting, agar kita bisa tau kondisi fisik dan mental seseorang atau diri kita Iya HRV adalah indikator yang kuat Iya bisa dan penting Iya sangat penting Iya bisa Iya Iya bisa Iya bisa sangat berpengaruh Iya bisa Bisa Tabel 5. Dampak Dari Varibillitas Detak Jantung Pertanyaan 5 Menurut anda apakah anda merasa performa menurun ketika tubuh anda mengalami stress yang ditandai dengan penurunan Variabilitas Detak Jantung (HRV)? Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Seimbang, saat konsentrasi saya terganggu saya menjadi lupa dengan prosedur tetapi saat mulai terbiasa, kondisi performa saya menjadi normal. Iya, stres yang tinggi dapat ditandai dengan HRV yang menurun Tentu saja menurun Menurun tetapi saya bisa mengendalikannya Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Iya pasti menurun Iya menurun Iya menurun dampaknya tidak focus Tidak menurun karena merasa tenang Terasa menurun fokus menjadi kurang maksimal Performa menurun Pertanyaan 6 Menurut anda apakah peningkatan tekanan mental dan fisik dalam latihan darurat berpengaruh terhadap kestabilan irama jantung anda? Tabel 6. Dampak Tekanan Terhadap Detak Jantung Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Sangat berpengaruh dan detak jantung terasa lebih cepat Berpengaruh dan kenaikan detak jantung yang tinggi Berpengaruh bisa menaikan adrenalin tetapi saya bisa kontrol itu Sangat berpegaruh, membuat adrenalin meningkat Iya dapat berpengaruh Sangat berpengaruh saat terutama exercise secara mendadak Sangat berpengaruh rasanya detak jantung tidak beraturan Sangat berpengaruh karena tekanan membuat grogi dan lupa Sangat berpengaruh irama jantung menjadi tidak stabil Sangat berpengaruh saat mendapat tekanan tidak bisa menyelesaikan masalah dengan benar Tabel 7. Pemahaman Emergency Procedure Pertanyaan 7 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Menurut anda sejauh mana anda memahami prosedur darurat . mergency procedur. pada pesawat Cessna 172 SP sebelum Sudah banyak memahami Sudah lumayan memahami Mungkin 80% tetapi saya juga harus membaca checklist di POH Sudah dan harus memahami Cukup memahami dan sudah pernah mendapatkan corrective action Cukup memahami Cukup memahami Sudah sangat memahami Cukup memahami Secara teori sudah memahami Tabel 8. Pengetahuan Penanganan Emergency Procedure Pertanyaan 8 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Menurut anda apakah sudah mengetahui langkah-langkah penanganan kondisi darurat seperti effato, cut abeam, cut airbone, spin recovery dan engine failure di area? Sudah mengetahui dan sudah belajar dengan instruktur juga Sudah banyak mengetahui dan sudah banyak belajar dengan Tentu saja sudah mengetahui Sudah mengetahui Sudah mengetahui dan banyak belajar dengan instruktur Cukup mengetahui Sudah mengetahui dan sudah bisa mengatasi Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Sudah mengetahui Sudah mengetahui Sudah mengetahui Tabel 9. Keperceayaan Diri Dalam Pengambilan Keptusan Pertanyaan 9 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Menurut anda apakah sudah merasa percaya diri menghadapi situasi darurat saat sesi simulator atau latihan terbang? Sudah lebih percaya diri Percaya diri Harus selalu siap Sudah percaya diri, karena sudah pernah mengatasi secara nyata Cukup percaya diri karena sudah pernah kejadian saat latihan terbang Cukup tanggap jika masih simulasi Ragu tetapi akhirnya bisa dengan seiring berjalannya waktu Sangat percaya diri tetapi sering mendapat tekanan hingga terjadi Mulai percaya diri seiring bertambahnya pengalaman latihan Sudah percaya diri jika sudah memahami Tabel 10. Penguasaan Keterampilan Teknis Pertanyaan 10 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Menurut anda sejauh mana anda menguasai keterampilan teknis dalam melaksanakan prosedur darurat pada pesawat Cessna 172 SP? Sudah cukup untuk sejauh ini Sudah cukup terampil Sudah 85% karena sering di refresh setiap latihan terbang Sudah dan harus terampil Cukup menguasai Cukup menguasai Masih dalam penguasaan dan tetap belajar Sudah menguasai Sudah menguasai walaupun butuh peningkatan Sudah cukup dan sudah dimengerti Tabel 11. Kemampuan Pengambilan Keputusan Pertanyaan 11 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Menurut anda apakah kemampuan Anda sudah tepat dan efisien dalam mengoperasikan sistem darurat di dalam kokpit? Masih kurang Masih kurang Sudah cukup baik Sudah cukup baik Cukup baik Cukup mampu Masih kurang Sudah cukup baik Cukup baik Masih kurang Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Tabel 12. Dampak Stres Terhadap Pengambilan Keputusan Pertanyaan 12 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Menurut anda apakah stres selama latihan berdampak terhadap akurasi dan kecepatan dalam menjalankan prosedur teknis? Iya sangat berdampak Sangat berdampak Tentu saja berdampak Sangat berdampak Sangat berdampak dan mengganggu Sangat berdampak Sangat berdampak karena menjadi tidak fokus Sangat berpengaruh karena jika kita terkena stres kita menjadi tidak Iya berdampak Sangat berdampak Tabel 13. Peran Orang Lain Dalam Meminimalisir Stres Pertanyaan 13 Bagaimana peran instruktur atau rekan Anda dalam membantu meminimalisir stres selama latihan emergency procedure? Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Sangat membantu memberikan dukungan, berbagi pengalaman agar lebih percaya diri Sangat membantu memberikan motivasi Sangat membantu dalam mengajarkan dan berbagi pengalaman Membantu dalam motivasi Sangat membantu dalam memberikan pengarahan dan dukungan Membantu dalam motivasi atau tips agar tidak merasa tegang Membantu mengurangi stres negatif dan memberikan dukungan Sangat membantu dengan berbagi pengalaman Banyak membantu meminimalisir, lewat bimbingan dan masukan Membantu dengan memotivasiAyone step aheadAy Tabel 14. Kefektifitas Startegi Briefing dan Simulasi Tambahan Pertanyaan 14 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Menurut Anda, strategi seperti briefing mendalam atau simulasi tambahan, apakah efektif dalam meminimalisir stres saat latihan emergency procedure? Sangat efektif agar merasa lebih siap dan mengurangi rasa cemas Sangat efektif, agar mental dan fisik lebih siap Sangat efektif, mendapatkan gambaran dan stres negatif menjadi Efektif agar menambah kepercayaan diri Efektif, menambah kepercayaan diri dan keterampilan Cukup efektif, bikin lebih siap dan tau apa yang harus dilakukan Efektif agar meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri Ya, efektif agar lebih percaya diri dan menurunkan stres negatif Efektif, bikin selalu siap dan tidak tegang Sangat efektif, memberikan pemahaman serta motorik agar selalu cepat dalam pengambilan keputusan Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Tabel 15. Strategi Individu Informan Pertanyaan 15 Jawaban Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Apa saja strategi yang Anda lakukan untuk meminimalisir stres sebelum latihan emergency procedure? Review procedure, menjaga kondisi tubuh dan tetap berpikir positif Review materi, rileks, berbicara dengan rekan, menjaga pola tidur dan membangun pikiran positif Review procedure, berbicara dengan rekan serta makan dan minum sebelum terbang Review materi Review materi, menjaga kondisi dengan istirahat yang cukup. Review materi, istirahat yang cukup, menenangkan pikiran dan bicara dengan teman. Review prosedur, merilekskan diri dan berbicara kepada rekan Tidur yang cukup, review materi dan sering berbicara dengan rekan Biasanya review materi, tenangin diri dan tidur yang cukup Latihan AudryswimAy agar melatih motorik Informan 7 Informan 8 Informan 9 Informan 10 Hasil Observasi Pada penelitian ini, observasi dilakukan di kampus API Banyuwangi. Kegiatan observasi ini dilakukan pada tanggal 21 Juli 2025 hingga 23 Juli 2025. Pada saat melakukan observasi lapangan penulis melakukan pengamatan terhadap siswa yang melakukan latihan emergency procedure di simulator. Pada observasi ini penulis menemukan bahwa terdapat mahasiswa yang mengalami kecemasan dan panik yang berlebihan saat mendapatkan simulasi emergency. Hal ini dibuktikan saat mahasiswa tidak bisa melakukan prosedur dengan tepat dan benar, cenderung diam saat medadak latihan simulasi emergency procedure. Hal lain yang penulis dapatkan saat melakukan observasi adalah ekspresi cemas dan gugup yang berlebih saat mahasiswa bersiap untuk melaksanakan simulator maupun terbang latihan emergency procedure. Gambar 1. Hasil Observasi Hasil Dokumentasi Salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dokumentasi berupa foto logbook, comment atau saat sedang melaksanakan simulator yang dilakukan di kampus Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Penulis melakukan dokumentasi berupa foto catatan instruktur ini bertujuan agar penulisan ini dapat dipercaya Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 dan mempunyai kredibilitas yang tinggi. Gambar 2. Hasil Dokumentasi PEMBAHASAN Pembahasan dari hasil penelitian analisis dampak stres terhadap emergency procedure pada mahasiswa penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, yang akan membahas hasil penelitian. Metode yang dilakukan adalah metode coding thematics kualitatif, yang bertujuan untuk menemukan kode dan tema dari indikator stres yang berdampak terhadap latihan emergency procedure. Wawancara telah dilakukan terhadap mahasiswa yang sedang maupun yang telah melakukan latihan emergency procedure dan dari wawancara tersebut telah didapatkan informasi mengenai dampak stres pada saat mereka melakukan simulasi dan melakukan secara nyata emergency procedure Dampak Stres Berdasarkan hasil wawancara no 1, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . isa, cukup valid, berpengaruh, sangat efektif dan sangat akura. Berdasarkan data hasil wawancara penulis menyatakan bahwa sinyal fisiologis detak jantung merupakan hal yang harus diperhatikan terhadap mahasiswa penerbang saat sedang melaksanakan terbang maupun sebelum melaksanakan terbang, dari sepuluh informan mereka menjawab bahwa detak jantung dapat menjadi indikator fisiologis seorang mahasiswa penerbang dan sangat berpengaruh terhadap performa terbang. Berdasarkan hasil wawancara no 2, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . etak jantung meningkat, cepat dan darah mengalir dera. Informan mengatakan perubahan detak jantung semakin meningkat ketika mereka menghadapi situasi darurat baik di simulator maupun latihan terbang, akan tetapi informan 1 mengatakan bahwa informan bisa mengontrol perubahan detak jantungnya hingga stres informan yang awalnya negatif bisa menjadi positif, disini penulis membuktikkan bahwa teknik coping stress Sementara bagi informan 4 dan 5 yang pernah menjalankan emergency procedure secara nyata dan tidak hanya sekedar simulasi menyatakan bahwa, adrenalin informan meningkat begitu drastis sehingga informan tidak dapat mengolah stres dengan Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 cukup baik, dikarenakan adanya tekanan dan efisiensi waktu yang mengharuskan mereka melaksanakan prosedur secara tepat dan benar, sehingga detak jantung dan stres negatif semakin meningkat. Berdasarkan hasil wawancara no 3, disini penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . isa, realtime dan tidak bisa dikendalikan secara sada. Seluruh informan mengatakan bahwa sinyal detak jantung dapat digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi stres pada mahasiswa penerbang, karena detak jantung bersifat real time dan tidak bisa dikendalikan secara sadar, stres juga bisa dilihat secara fenomenologi dengan contohnya seperti keringat yang keluar lebih banyak dari biasanya dan ekspresi wajah yang cemas. Berdasarkan hasil wawancara no 4, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . ya bis. Seluruh informan menjawab bahwa HRV juga bisa menjadi indikator stres fisiologis seseorang, informan 1 menyatakan bahwa HRV bisa memberikan gambaran fisiologis bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain, jika kita sudah mengetahu HRV kita sendiri alhasil mengontrol stres atau teknik coping akan menjadi lebih mudah. Berdasarkan hasil wawancara no 5, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . ya menurun, seimbang dan tidak menuru. Hal ini dikarenakan adanya sifat HRV yang variabel atau berbeda-beda saat kita melakukan kegiatan apa saja pasti HRV berubah. HRV yang menurun juga bisa berpengaruh terhadap performa terbang mahasiswa penerbang, disini delapan informan menyatakan bahwa mereka setuju jika performa akan menurun ketika HRV informan menurun, hal ini sangat wajar terjadi karena HRV yang rendah menyebabkan stres yang tinggi dan bisa menyebabkan mahasiswa penerbang kehilangan performa terbaiknya, akan tetapi informan 8 tidak setuju dan informan 1 menjawab seimbang dikarenakan ketika informan mengalami HRV yang rendah informan akan merasa tenang, disini penulis membuktikan adanya teknik coping yang dilakukan oleh informan 8 karena informan bisa mengendalikan stres nya menjadi stres Sama halnya dengan informan 4 yang bisa menerapkan teknik coping. Berdasarkan hasil wawancara no 6, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . angat berpengaruh, dan kenaikan detak jantun. Seluruh informan menyatakan bahwa tekanan mental dan fisik dalam latihan darurat sangat berdampak terhadap kestabilan irama jantung, hal ini dikarenakan ketika informan sedang menjalankan latihan darurat informan akan mendapatkan tekanan mental baik itu dari instruktur maupun dari situasi, dimana semua prosedur harus dilakukan dengan jaka waktu yang pendek sehingga stres negatif akan muncul dan sangat berpengaruh jika latihan emergency procedure, akan tetapi informan 3 bisa menerapkan strategi coping stres dimana informan mengubah stres negatif itu menjadi sebuah adrenalin yang positif sehingga informan bisa fokus dan menjalankan latihan dengat cukup optimal. Pengaruh Stres Terhadap Pengambilan Keputusan Berdasarkan hasil wawancara no 7, disini penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa (Sudah memahami, cukup memahami, harus memahami dan corrective actio. Penulis menyatakan bahwa seluruh informan sudah bisa memahami prosedur darurat pada pesawat Cessna 172 SP hal ini dikarenakan seluruh mahasiswa penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi harus mengetahui dan memahami seluruh prosedur sebelum latihan terbang termasuk emergency procedure. Informan 5 menyatakan bahwa Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 informan mendapatkan corrective action dari instruktur agar adrenalin dan terbentuknya muscle memory pada saat praktik terbang, hal ini dikarenakan informan sempat merasakan kejadian emergency secara nyata. Berdasarkan hasil wawancara no 8, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . udah mengetahui dan belajar dengan instruktu. Penulis menyatakan bahwa seluruh informan sudah mengetahui penanganan kondisi darurat seperti cut abeam, effato, cut airbone, spin recovery, dan engine failure di area, dengan mengetahui penanganan kondisi ini para informan bisa menunjukkan stres positif yang dimana sikap kepercayaan diri mereka saat simulasi emergency procedure. Informan 1 dan 5 juga menjelaskan bahwa mereka juga perlu belajar kepada instruktur agar bisa menjalankan prosedur secara benar dan tepat. Berdasarkan hasil wawancara no 9, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa (Sudah percaya diri, cukup percaya diri, harus selalu siap dan rag. Penulis menyatakan bahwa delapan informan percaya diri dalam pengambilan keputusan jika mereka mendapatkan situasi darurat saat sesi simulator atau terbang, terutama informan 4 dan 5 yang sudah pernah mengalami situasi darurat secara nyata, disini penulis melihat adanya stres positif yang muncul yang dibuktikan dengan kepercayaan diri dan tingkat adrenalin positif yang tinggi saat penulis mewawancarai informan, akan tetapi informan 6 menjawab cukup tanggap jika masih simulasi dan informan 7 yang menjawab bahwa informan masih ragu saat mengahadapi situasi darurat, hal ini dikarenakan performa informan yang masih belum siap dan belum bisa mengendalikan stres saat menjalankan prosedur darurat secara tepat dan efisien. Informan 3 juga menjawab harus selalu siap saat menghadapi situasi darurat karena situasi darurat terjadi bisa terjadi kapan saja. Berdasarkan hasil wawancara no 10, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa (Sudah cukup, terampil, cukup menguasai, mengerti, meski butuh peningkatan dan refresh setiap latihan terban. Penulis menyatakan bahwa seluruh informan bisa menguasai keterampilan teknis saat melaksanakan prosedur darurat Cessna 172 SP akan tetapi, informan 3 menyatakan bahwa kemampuan ini harus di refresh setiap latihan terbang hal ini dikarenakan jika tidak dilatih secara terus menerus akan terjadi miss action dari mahasiswa itu sendiri. Informan 7 dan 9 juga mengatakan, walaupun sudah bisa dimengerti dan dipahami tetapi harus ada peningkatan dan harus tetap belajar, agar tidak terjadi kecemasan dan miss action saat dalam situasi emergency procedure, baik itu simulasi ataupun nyata. Berdasarkan hasil wawancara no 11, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa (Masih kurang dan sudah cukup bai. Penulis melihat bahwa saat wawancara informan 1,2,7 dan 10 merasa kurang percaya diri dengan performanya saat mengoperasikan sistem darurat secara tepat dan efisien didalam kokpit, hal ini dikarenakan adanya stres negatif yang bisa membuat mereka merasa cemas dan tidak percaya diri sehingga mereka menganggap kemampuan mereka masih kurang. Selain itu enam informan lainnya menyatakan bahwa informan sudah cukup baik dalam mengoperasikan sistem darurat secara tepat dan efisien, hal ini dikarenakan adanya stres positif yang muncul dan membuat informan menjadi percaya diri dan mampu mengoperasikan sistem darurat didalam kokpit secara tepat dan efisien namun belum sepenuhnya optimal. Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Berdasarkan hasil wawancara no 12, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa (Sangat berdampak, mengganggu dan tidak foku. Penulis menyatakan bahwa seluruh informan menjawab jika stres selama latihan akan berdampak terhadap akurasi dan kecepatan menjalankan prosedur teknis atau membuat motorik tidak sinkron, hal ini dibuktikan dengan informan 7 dan 8 yang menyatakan bahwa mereka menjadi tidak fokus jika stres selama latihan, yang dimaksud oleh informan adalah stres negatif, walaupun semua prosedur sudah dipahami dan bisa menguasai keterampilan teknis tetapi mahasiswa penerbang tidak bisa menjalankan semua prosedur, karena disini adanya ketidak sinkronan antara motorik dan gerak tubuh. Strategi Meminimalisir Stres Berdasarkan hasil wawancara no 13, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . otivasi, berbagi pengalaman, memberi tips, dukungan mental dan tip. Penulis menyatakan bahwa peran instruktur terbang dan rekan dapat membantu meminimalisir stres, hal ini dikarenakan banyak dari informan yang diberikan motivasi dan tips agar mereka bisa melakukan latihan terbang emergency procedure dengan percaya diri, ada juga yang mengatakan bahwa instruktur dan rekan saling berbagi pengalaman kepada informan agar informan tau dimana titik benar dan salah saat menjalankan emergency procedureA dengan begitu akan terciptanya stres positif seperti kepercayaan diri meningkat yang bisa menurunkan kecemasan. Berdasarkan hasil wawancara no 14, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . angat efektif, bikin lebih siap, menjaga motorik, percaya diri dan meningkatkan Penulis menyatakan bahwa briefing mendalam dan simulasi tambahan sangat efektif dalam meminimalisir stres hal ini dikarenakan komunikasi merupakan hal yang sangat penting, agar mahasiswa penerbang memahami dengan jelas prosedur dan situasi darurat yang akan dihadapi, mahasiswa akan menjadi lebih siap dan percaya diri. Simulasi tambahan sendiri memiliki peran yang penting bagi mahasiswa penerbang dimana mahasiswa diberikan kesempatan untuk berlatih dalam kondisi yang mendekati kenyataan, sehingga mahasiswa bisa menjaga motorik dan meningkatkan keterampilan saat menjalani latihan emergency procedure secara nyata. Berdasarkan hasil wawancara no 15, penulis mendapatkan sebuah kode tematik berupa . eview materi, berbicara dengan rekan, menjaga kondisi tubuh, dryswim serta, makan dan minu. Penulis menyatakan bahwa banyak hal yang dilakukan para informan untuk meminimalisir stres sebelum menjalani latihan emergency procedure. Sembilan dari sepuluh informan menyatakan bahwa review materi merupakan hal yang penting sebelum melakukan latihan terbang emergency procedure, akan tetapi informan 10 menyatakan jika review materi sembari menjalankan dryswim memiliki peran yang penting dalam meminimalisir stres, karena ketika para mahasiswa sedang menjalankan dryswim, mahasiswa akan menyebutkan prosedur darurat secara berulang-ulang dan memperagakan prosedur seolah-olah mahasiswa didalam kokpit yang sedang terbang. Sementara itu pernyataan lainnya menyatakan bahwa menjaga kondisi tubuh seperti, merilekskan diri, serta makan dan minum merupakan hal yang tidak kalah penting, hal ini dikarenakan mahasiswa bisa mengurangi rasa cemas, gugup yang berlebih dan bisa menambah fokus saat mereka melakukan hal tersebut, istirahat yang cukup juga termasuk hal yang berguna kepada mahasiswa itu sendiri, hal ini dikarenakan mahasiswa bisa Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 menjadi lebih segar dan menjadi lebih fokus. Sementara itu informan 6,7 dan 8 menyatakan bahwa komunikasi salah satu hal yang penting, dikarenakan komunikasi satu sama lain bisa membuat mahasiswa menjadi lebih tenang, menjalin komunikasi bersama rekan akan membuat mahasiswa bisa menceritakan kondisi mahasiswa yang akan melaksanakan terbang emergency procedure dan bisa bertanya pengalaman kepada rekan. KESIMPULAN Kesimpulan Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa dampak stress terhadap latihan terbang emergency procedure itu sangat berbahaya bagi kondisi mahasiswa penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, karena disini informan menyatakan bahwa banyak faktor dan indikator stress yang akan mengganggu performa mahasiswa saat melaksanakan terbang. Penilitian ini juga memperlihatkan bahwa kesiapan materi dari mahasiswa saja tidak cukup untuk membantu siswa dalam memberikan performa terbaik saat latihan emergency procedure, mental dan fisik juga sangat berpengaruh kepada performa mahasiswa penerbang itu sendiri. Berikut kesimpulan dari penelitian ini antara lain: Dampak Stres Terhadap Pelaksanaan Latihan Emergency Stres terbukti memberikan dampak terhadap pelatihan emergency procedure pada mahasiswa penerbang. Detak jantung meningkat saat melaksanakan simulasi emergency procedure, terutama kejadian nyata saat emergency. Stres juga berdampak terhadap performa teknis dan kesiapan mental dari mahasiswa penerbang tidak hanya itu. HRV yang menurun juga menunjukkan tekanan fisiologis yang berdampak terhadap fokus dan kemampuan mahasiswa dalam menjalankan prosedur secara tepat. Pengaruh Stres Terhadap Pengambilan Keputusan Stres negatif dapat menghambat proses pengambilan keputusan terhadap mahasiswa saat dalam situasi emergency. Hal ini disebabkan terjadinya keterlambatan respons, kebingungan, bahkan kesalahan prosedur. Namun, beberapa mahasiswa mampu mengendalikan stres nya menjadi stres positif melalui teknik coping, sehingga dapat berpikir jernih saat pengambilan keputusan. Strategi Meminimalisir Stres Stres dapat diminimalisir melalui startegi pribadi masing-masing mahasiswa, seperti diberi motivasi dan dukungan mental dari instruktur dan rekan, briefing mendalam, serta simulasi tambahan. Selain itu, strategi lainnya seperti dry swim, review materi, menjaga kondisi fisik dan komunikasi antar rekan terbukti membantu mahasiswa menjadi lebih tenang, fokus dan percaya diri saat menghadapi emergency procedure. Dalam hasil wawancara secara kesluruhan materi saja tidak cukup untuk meningkatkan performa mahasiswa penerbang dalam menghadapi emergency procedure. Latihan teknis memang penting, namun tanpa adanya dukungan mental yang kuat dan komunikasi yang baik mahasiswa cenderung lebih mudah terpengaruh oleh stres. Dukungan dari instruktur dan rekan dalam bentuk motivasi, pengarahan dan pengalaman sangat membantu menurunkan tekanan fisiologis saat latihan. Muhammad Adrya Farroz, dkk / SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Saran Setelah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi stres saat melakukan latihan emergency procedure pada pesawat Cessna 172 SP ini penulis memberikan beberapa saran yang dapat dilakukan sebagai berikut: Pemanfaatan detak jantung atau HRV menggunakan jam tangan sebagai indikator objektif dalam memantau dan mengevaluasi stres mahasiswa selama latihan, khususnya pada emergency procedure. Adakan sharing session kepada bapak asuh setiap seminggu sekali untuk membahas masalah, pengalaman, tantangan dan solusi kedepan agar dapat mengolah stres dengan baik saat mendapat latihan emergency procedure. Penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi untuk akademisi agar bisa menilai stres mahasiswa serta kesiapan mahasiswa dalam segi kondisi dan pengetahuan lebih dalam untuk melaksanakan emergency procedure. Penelitian ini masih membutuhkan pengajian lebih dalam agar dapat menilai faktor apa saja yang menjadi penyebab stres berlebihan, terutama saat emergency, tidak menutup kemungkinan dengan fase terbang Peneliti berharap dapat dilakukan penelitian yang lebih komperhensif guna mencari dan mempelajari fenomena stres yang terjadi pada mahasiswa penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi DAFTAR PUSTAKA