Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Amin ISSN: x-. EISSN: x-x Vol. No. Mei 2024 https://ejournal. id/index. php/pai Peran Pengurus Asrama Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Religius Melalui Kegiatan Keagamaan Pada Santriwati Baiq Nasipah1. Muh. Asroruddin al Jumhuri2, dan Hadlun3 Pendidikan Agama Islam. STAI Al-Amin Gersik Kediri. Lombok Barat. Indonesia. bqnsfh092@gmail. com1, asror. fakod@gmail. com2, hadlun082@gmail. Abstract. This study aims to determine AuThe Role of Dormitory Management in Instilling Religious Values Through Religious Activities in Santriwati at Al-Karimiyyah Islamic Boarding School Penujak Mouth Bodak Central Lombok. This study uses qualitative research methods because the data collected are words not To obtain the necessary data, researchers used data collection techniques including observation, interviews, and Then to check the validity of the data is done through triangulation. In this study, the role of the dormitory administrator of the Al-Karimiyyah Islamic boarding school is to control and supervise the activities in the dormitory, to be the mediator between conflicts that occur in santriwati, and to make decisions to determine and decide on rules relating to santriwati. The religious values referred to in this study are values related to religious life. The religious values in question such as the value of worship, the value of faith or aqidah, the value of trust and sincerity, the value of morals and discipline and the value of exemplary. The last focus of this research is on religious activities that support the embedding of religious values to santriwati, such as routinizing santriwati congregational prayers, both fard prayers and sunnah prayers, tahsin and thfizhul qur'an activities, study of books and routine hadroh activities on Friday nights. Article History: Received: 22-02-2024 Accepted: 30-05-2024 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui AuPeran Pengurus Asrama Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Religius Melalui Kegiatan Keagamaan Pada Santriwati di Pondok Pesantren AlKarimiyyah Penujak Mulut Bodak Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata bukan angka-angka. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data antara lain melalui observasi, wawancara, dan Kemudin untuk mengecek keabsahan data tersebut dilakukan melalui triangulasi. Pada penelitian ini, peran pengurus asrama pondok pesantren Al-Karimiyyah yang dimaksud yaitu mengontrol dan mengawasi jalannya kegiatan di asrama, menjadi penengah diantara konflik-konflik yang terjadi disantriwati, dan mengambil keputusan untuk menentukan dan memutuskan aturan yang berkaitan dengan santriwati. Nilai-nilai religius yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan keagamaan. Nilai-nilai religius yang dimaksud seperti nilai ibadah, nilai keimanan atau aqidah, nilai amanah dan ikhlas. Kata Kunci: nilai-nilai religius dan kegiatankegiatan keagamaan Keywords: motivation for learning PAI. Baiq Nasipah et al nilai akhlak dan kedisiplinan serta nilai keteladanan. Adapun focus terakhir pada penelitian ini yaitu tentang kegiatan-kegiatan keagamaan yang mendukung tertanamnya nilai-nilai religius kepada santriwati yaitu seperti merutinkan santriwati shalat berjamaah, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah, kegiatan tahsin dan thfizhul qurAoan, kajian kitab-kitab serta merutinkan kegiatan hadroh pada malam jumAoat. Pendahuluan Secara sederhana pendidikan dapat dimaknai sebagai usaha untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan seluruh potensinya dengan tujuan untuk mengahadapi masa depan (Samani: 2. Di sisi lain, pendidikan dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu dalam dimensi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Dalam dimensi jangka pendek pendidikan dimaknai sebagai proses pembelajaran. Dalam jangka menengah pendidikan adalah sebagai persiapan untuk kerja, dan dalam jangka panjang pendidikan adalah sebagai proses pembudayaan. Ketiga hal tersebut berlangsung secara berkelanjutan dan berwujud berupa apa yang disebut dengan pendidikan sepanjang hayat . onglife educatio. Dalam kehidupan masyarakat, pendidikan memegang peran yang menentukan eksitensi dan perkembangan masyarakat, karena pendidikan selain dikatakan sebagai suatu system juga merupakan usaha untuk mentransfer dan mentransformasikan pengetahuan serta aspek dan jenisnya kepada generasi penerus. pendidikan terasa gersang apabila tidak berhasil mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas baik secara spiritual, intelegensi. Maupun Skill. Menurut Imam Musbiki . bahwa Pendidikan karakter merupakan program jitu pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya tindakan kejahatan di masyarakat. Kejahatan yang marak terjadi disebabkan kurangnya perhatian dan femahaman tentang tujuan budi pekerti yang ditanamkan semenjak kecil. Hal ini berdampak pada tidak adanya pengalaman budi pekerti dalam keseharian peserta didik. Muclas samani . dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Karakter memaparkan bahwasanya pendidikan karakter harus meliputi dan berlangsung pada pendidikan formal, pendidikan nonformal dan pendidikan informal. Dari berbagai fakta telah menunjukkan masih banyak penyimpangan karakter yang dilakukan secara sadar oleh para peserta didik di Indonesia. Padahal dalam peraturan presiden nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter (PKK) pasal 3 disebutkan bahwa penguatan pendidikan karakter dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilainilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan,cinta tanah air, menghargai prestasi, komuntikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social dan tanggung jawab. Hal ini menunjukan masih terjadinya kesenjangan antara harapan dari pemerintah dengan kenyataan yang terjadi pada generasi bangsa karena masih banyak terjadi pergeseran nilai sikpa dan moral yang ditunjukkan oleh kaum pelajar. karena itu, pendidikan Indonesia sangat perlu menjadi perhatian dari berbagai pihak. Persoalan diatas menunjukan bahwa adanya kegagalan lembaga pendidikan dalam hal menumbuhkan manusia yang berkarakter, padahal pendidikan karakter sangat Baiq Nasipah et al dibutuhkan untuk mengatasi berbagai krisis moral yang terjadi pada generasi bangsa Indonesia. Pendidikan Islam diharapkan dapat memberikan nuansa baru bagi pengembangan system pendidikan yang ada di Indonesia sekaligus dapat memberikan kontribusi dalam menjabarkan kualitas manusia di Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai mana yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional UU Nomor 20 tahun 2003 (Muttaqin: 2. Problem dalam pelaksanaan Islam juga terdapat pada siswa dimana lingkungan mereka menuntut ilmu serta tempat tinggal. Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Kata AutradisionalAy pada kata ini diartikan bahwa lembaga ini hidup sejak ratusan tahun yang lalu dan telah menjadi bagian yang mendalam dari sistem kehidupan sebagian besar umat Islam Indonesia yang merupakan golongan mayoritas bangsa Indoseia dan telah mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perjalanan hidup umat (Yusril Mahendra: 2. Pondok pesantren sebagai lembaga yang menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim, yaitu kepribadian-kepribadian yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat atau berkhidmat kepada masyarakat dengan jalan menjadi abdi masyarakat sekaligus menjadi pelayan Sebagaimna kepribadian Nabi Muhammad SAW. Tak hanya itu, pesantren juga sebuah lembaga sosial serta lembaga penyiaran Islam yang menjadi agent of change, yakni sebagai agen perubahan akhlak yang diharapkan mampu membentengi serta memperkokoh keimanan seseorang sehingga tidak mudah terpengaruh ajaranajaran keagamaan yang menyimpang. Pondok pesantren Al-Karimiyyah merupakan pondok pesantren yang tidak hanya mempelajari ilmu-ilmu agama namun juga mempelajari ilmu-ilmu umum. Hasil dari pra penelitian yang penulis lakukan dengan mewawancarai salah satu pengurus yang ada di pondok pesantren Al-Karimiyyah yaitu bahwa masih banyak santriwati yang kurang bertanggung jawab dalam mematuhi peraturan dan ketetapan yang telah diatur oleh pondok pesantren, masih banyak santriwati yang bersikap layaknya bukan sikap yang seharusnya ditunjukan oleh seorang santriwati. Mengingat dari kemerosotan sikap dan moral yang ditunjukan oleh santriwati semakin hari semakin naik. Oleh karena itu, pondok pesantren dan pengurus pondok pesantren Al-Karimiyyah memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan pondok pesantren terutama dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada para santriwati. Dalam menanmkan nilai-nilai religius pada santriwati dilakukan dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Kegiatan-kegiatan tersebut seperti shalat berjamaah baik shalat sunnah maupun shalat fardhu, diniyyah pagi atau mengkaji kitabkitab, membaca maulid setiap malam jumAoat, program tahsin dan tahfidzul QurAoan, dan kegiatan lainnya. Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut apakah bisa menjadi ukuran untuk meningkatkan tertanamnya nilai-nilai religius kepada santriwati. Maka inilah yang ingin diketahui penulis. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, penulis Baiq Nasipah et al tertarik melakukan penelitian yang berjudul AuPeran Pengurus Asrama Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Religius Melalui Kegiatan Keagamaan Pada Santriwati di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Penujak Mulut Bodak Lombok TengahAy Metode Penelitian kualitatif adalah penelitian yang temuan-temuannya diperoleh berdasarkan pradigma, strategi, dan implementasi model-model secara kualitatif. Perspektif, strategi, dan model yang dikembangkan sangat beragam (Masykuri Bakri: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang mrnghasilkan dan deskriptif yang dihasilkan dari lapangan berupa katakata tertulis dan lisan dari orang yang diamati. Dengan demikian peneliti kualitatif berusaha untuk mempelajari suatu masalah dengan kerangka induktif, yaitu berusaha mendapatkan kesimpulan tentang suatu masalah yang sedang dipelajari berdasarkan berbagai informasi yang berkaitan dengan masalah tersebut yang dimana informasi yang dikumpulkan lebih banyak berkaitan dengan realitas internal yang terletak pada manusia dan dirumuskan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran pengurus asrama dalam menanamkan nilai-nilai religius melalui kegiatan keagamaan pada santriwati di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah. Hasil dan Pembahasan Paparan Hasil Penelitian Peran pengurus asrama dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati di pondok pesantren alkarimiyyah dibutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dari para pengurus Hal ini disebabkan karena pengurus mempunyai banyak keterampilan sehingga berupaya bagaimana agar nilai-nilai religius yang ditanamkan dapat dengan mudah dipahami dan dipraktikkan oleh para santriwati. Pengurus memiliki peran yang penting dalam penanaman nilai-nilai religius kepada santriwati yang tinggal di asrama. Santriwati yang tinggal di asrama mendapatkan pendampingan dan bimb ingan oleh pengurus asrama selama 24 jam serta memperoleh penjadwalan pembelajaran yang menyeluruh sehingga kemungkinan pengaruh buruk dari luar sangat berkurang. Asrama santriwati tidak hanya menjadi sarana tempat tingal bagi santriwati, melainkan sebagai wadah pembentukan akhlak melalui pengajaran tambahan di asrama. Hal ini dikarenakan santriwati yang tinggal di asrama mendapatkan pembelajaran tambahan yang dapat membantu dalam memahami nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, berikut akan dikemukakan temuan wawancara yang menguatkan dan memapaparkan kondisi penanaman nilai-nilai religius kepada santriwati di dalam asrama oleh para pengurus, menurut pendiri Baiq Nasipah et al pondok pesantren Al-Karimiyyah yakni bapak H. Asrin. Pd. Pd memberi jawaban sebagai berikut: Pondok pesantren memberi wewenang dan tanggung jawab kepada pengurus untuk membantu dalam penanaman nilai-nilai religius kepada santriwati dan mengatur jalannya seluruh kegiatan yang ada di pondok Sedangkan untuk strategi atau cara pengurus di dalam mengatur dan membiasakan penanaman nilai-nilai religius kepada santriwati yaitu bias dilakukan dengan menasehati, memberi contoh yang baik, serta menegur santriwati bila melakukan kesalahan. Keberadaan strategi yang diterapkan oleh pengurus di pondok pesantren Al-Karimiyyah dalam penanaman nilai-nilai religius kepada santriwati yang dikemukakan oleh pendiri pondok pesantren Al-Karimiyyah yaitu bapak H. Asrin. Pd. Pd juga dikuatkan oleh pendapat Hj. Azrumaemunah. Pd istri dari pendiri pondok pesantren Al-Karimiyyah yang menurut beliau yaitu: Memang para pengurus diberi wewenang dan tanggung jawab untuk membantu pihak pondok dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati dan hal ini Alhamdulillah sudah berjalan dengan cukup baik hanya saja masih perlu untuk diamati serta dibimbing dengan baik. Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan adanya observasi dari peneliti yang dilakukan pada hari senin, tanggal 2 oktober 2023 berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti bahwa adanya suatu peraturan yang dibuat oleh pengurus asrama dengan persetujuan dari pengasuh dan harus dijalankan oleh pengurus dan santriwati. Tidak semata-matahanya nasehat akan tetapi dilakukan juga strategi hukuman bagi santriwati yang melanggar peraturan. Dari hasil wawancara dan observasi tersebut dapat disimpulkan bahwa peran pengurus asrama dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati dipondok peantren Al-Karimiyyah memiliki kedudukan yang sangat Pondok pesantren memberikan tanggung jawab kepada pengurus agar dapat membantu dalam mengontrol dan mengawasi jalannya seluruh kegiatan dipondok Pesantren. Kegiatan keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Penerapan nilai-nilai religius kepada santriwati dilakukan tahap demi Mulai dari pengenalan profil pondok pesantren, pengenalan para asatidzasatidzah, pengenalan peraturan pondok pesantren hingga memberikan sanksi bagi yang melanggar peraturan pondok pesantren. Strategi yang diterapkan oleh pengurus dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati yaitu dilakukan dengan ketegasan yang baik dan membimbing sesuai arahan dan ajaran dari pengasuh dengan tetap mengedepankan komunikasi. Untuk lebih jelasnya berikut akan dikemukakan hasil wawancara dengan ustadz Alamudin, ustadz Paska dan ustadz Hapipi selaku pengurus asrama santriwati di pondok pesantren Al-Karimiyyah mengenai perannya dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati selama di pondok yaitu: Baiq Nasipah et al Dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati yang pertama kali kami lakukan yaitu dengan memberikan sosialisasi berupa arahan kepada seluruh santriwati khususnya. Dalam sosialisasi ini kami sampaikan mengenai visi dan misi pondok pesantren, tujuan pondok pesantren, pembacaan aturan dan tata tertib yang berlaku di asrama, pengenalan para asatidz dan asatidzah yang tentunya dengan harapan agar lebih memudahkan kami dalam membimbing santri kedepannya. Strategi yang diterapkan oleh pengurus dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati yaitu kami lakukan dengan ketegasan yang baik dan membimbing sesuai arahan dan ajaran dari pengasuh dengan tetap mengedepankan komunikasi. Tak hanya itu, upaya yang kami lakukan yaitu dengan membuat peraturan pondok dan juga membuat kegiatan keagamaan lainnya dengan tujuan agar tertanamnya nilai-nilai religius kepada santriwati. Disini kami memberikan sanksi kepada santriwati yang melanggar peraturan, misalnya santriwati yang ketahuan surat menyurat kepada santri, santriwati yang bicara kasar dan lain sebagainya. Peran pengurus asrama dalam menanamkan nilai-nilai religius melalui kegiatan keagamaan pada santriwati di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati, salah satu cara atau upaya yang dilakukan oleh pondokpesantren yaitu dengan melakukan atau mengadakan berbagai macam kegiatan-kegiatan keagamaan. Sesuai dengan penjelasan yang dipaparkan oleh ustadz hapipi selaku salah satu pengurus pondok pesantren Al-Karimiyyah. Kegiatan-kegiatan yang ada di pondok pesantren ini dilakukan hampir 24 Mulai dari shalat berjamaah setiap waktu,merutinkan santriwati melakukan shalat dhuha, dilanjut dengan kegiatan tahsin dan tahfizhul qurAoan, pembacaan wirid hingga kegiatan hadroh yang dilakukan satu minggu sekali yaitu pada malam jumAoat. Hal ini juga diperkuat oleh penjelasan ustadz paska selaku salah satu pengurus yang ada di pondok pesantren Al-Karimiyyah. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di pondok pesantren ini diharapkan dapat menambah kecintaan para santriwati untuk terhadap segala jenis kegiatan yang berbau religi. Kegiatan-kegiatan ini adalah salah satu bentuk ikhtiar pondok peantren dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengenai peran pengurus asrama dalam menanamkan nilai-nilai religius melalui kegiatan keagamaan pada santriwati di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah peneliti memperoleh data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi dari pihakpihak yang mengetahui tentang data yang dibutuhkan untuk penelitian. Data yang Baiq Nasipah et al akan dibahas oleh peneliti akan dipaparkan sesuai rumusan masalah dalam Untuk lebih jelasnya, peneliti akan memapaparkan pembahasannya. Peran Pengurus asrama dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Terkait dengan peran pengurus asrama dalam mennamkan nilai-nilai religius kepada santriwati, diantaranya melalui sikap dan perilaku pengurus sebagai berikut: Mengatur dan mengontrol Pengurus asrama memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengatur segala aktivitas dan kegiatan santriwati yang ada di asrama sesuai dengan ketentuan yang telah diamanahkan oleh pondok pesantren dengan tujuan agar seluruh kegiatan di asrama berjalan sesuai harapan. Mengambil keputusan Pengambilan yang dimaksudkan dalam hal ini seperti mengmbil keputusan mengenai hal-hal yang mendesak dan diluar rencana dengan tetap mempertimbangkan usul dan saran dari ketua yayasan Penyelesaian konflik Tidak bisa dipungkiri jika setiap santriwati memiliki karakter dan watak yang berbeda-beda satu sama lain. Inilah salah satu tugas penting pengurus asrama untuk menjadi penengah diantara konflik-konflik yang terjadi disantriwati. Dalam kehidupan santriwati di Pondok Pesantren tentu tidak terlepas dari konflik dan masalah. Kegiatan keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Pondok pesantren Al-Karimiyyah adalah salah satu pondok pesantren yang memiliki tujuan untuk menjadikan santriwatinya menjadi santriwati yang berbudi baik sesuai dengan ajaran agama. Menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati adalah cita cita besar yang ingin diraih oleh pondok pesantren Al-Karimiyyah. Dalam hal ini nilai-nilai religius yang dimaksud oleh pondok pesantren AlKarimiyyah yaitu seperti nilai ibadah yang artinya pondok pesantren AlKarimiyyah berusaha menanamkan kecintaan yang besar terhadap santriwati tentang ibadah ibadah yang akan dilakukan, tanpa ada tekanan ataupun paksaan dalam mengerjakannya. Nilai selanjutnya seperti nilai akidah atau nilai keimanan yang artinya pondok pesantren Al-Karimiyyah ingin menumbuhkan dan menanamkan dalam hati santriwati untuk terus memegang kuat aqidah atau keimaman yang diyakininnya. Kegiatan-kegiatan keagamaan yang telah diterapkan dipondok pesantren AlKarimiyyah dan sudah berjalan sampai saat ini tentu ada berbagai macam Seperti : Mewajibkan santriwati melaksanakan shalat berjamaah Baiq Nasipah et al Kegiatan shalat berjamaah ini dilakukan baik ketika shalat fardhu maupun shalat sunnah. Kegiatan shalat wajib berjamaah ini dilakukan dengan tujuan agar para santriwati terbiasa shalat tepat waktu secara berjamaah. Untuk kegiatan shalat sunnah, santriwati di pondok pesantren AlKarimiyyah dibiasakan melaksanakan shalat sunnah qabliyah dan baAodiyah. Selain itu, santriwati juga dibiasakan melaksanakan shalat sunnah dhuha yang biasanya dilakukan pukul 07. 30 yaitu sebelum melaksanakan pembeajaran didalam kelas. Untuk shalat sunnah selanjutnya santriwati dibiasakan juga untuk melaksanakan shalat sunnah tahajjud yang dilakukan satu jam sebelum melaksanakan shalat fardhu subuh. Kegiatan tahsin dan tahfidzul QurAoan Kegiatan tahsinul QurAoan adalah kegiatan belajar alquran yang paling Kegiatan ini dilakukan dengan cara pengenalan huruf-huruf hijaiyyah serta tajwid. Kegiatan tahsin ini ditujukan kepada para santriwati yang belum fashih membaca Al-Quran. Tahfizhul QurAoan adalah kegiatan menghafal Al-QurAoan yang ditujukan kepada santriwati yang sudah fashih dan mahir dalam membaca Al-Quran, yaitu santriwati yang sudah menguasai makharijul huruf serta tajwid. Kedua kegiatan ini dilakukan secara terpisah dan ditentukan dengan kemampuan para santriwati. Kegiatan tahsin dan tahfizhul qurAoan di pondok pesantren Al-Karimiyyah dilakukan setelah shalat dzhuhur atau sekitar jam 2 siang, jam 4 setelah shalat ashar dan setelah maghrib. Dalam kegiatan ini, santriwati dibagi berdasarkan kemampuan dalam membaca al-qurAoan. Apabila santriwati kurang dalam membaca al-qurAoan maka akan ditempatkan di kelas tahsinul qurAoan, dan apabila santriwati sudah mampu membaca al-qurAoan maka akan ditempatkan dikelas tahfizhul qurAoan. Diniyyah pagi atau kajian kitab-kitab Diniyyah pagi atau mengkaji kitab ini biasanya dilakukan satu jam sebelum kegiatan belajar mengajar madrasah dimulai. Kitab-kitab yang dikaji ini tentu bermacam-macam jenis. Seperti kitab fiqih, akhlak maupun kitabkitab lainnya. Kegiatan hadroh setiap malam jumat Kegiatan hadroh ini biasanya dilakukan satu minggu sekali yaitu setiap malam jumAoat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Kegiatan hadroh ini adalah kegiatan pembacaan shalawat yang diiringi dengan kesenian alat music rebana. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan pada fokus dan hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peran pengurus asrama dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati di Pondok Pesantren AlKarimiyyah diantaranya sebagai berikut: Baiq Nasipah et al Peran pengurus asrama pondok pesantren Al-Karimiyyah mengontrol dan mengawasi jalannya kegiatan santriwati yang ada di asrama menjadi penengah diantara konflik-konflik yang terjadi di santriwati mengambil keputusan untuk menentukan dan memutuskan aturan yang berkaitan dengan santriwati Kegiatan keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada santriwati di Pondok pesantren Al-Karimiyyah Mewajibkan santriwati melakukan shalat berjamaah, baik itu shalat fardhu maupun shalat sunnah Mengadakan program tahsin dan tahfizhul qurAoan Mengadakan diniyyah pagi atau kajian kitab-kitab Merutinkan kegiatan hadroh atau shalawat nabi setiap malam jumAoat. Peran pengurus asrama dalam menanamkan nilai-nilai religius melalui kegiatan keagamaan pada santriwati di pondok pesantren Al-Karimiyyah, yaitu: Menyusun rencana kegiatan tambahan dan tata tertib kepada santriwati Melaksanakan pengontrolan terhadap jalannya kegiatan-kegiatan yang ada di asrama santriwati Mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaan tata tertib serta peraturanperaturan di asrama santriwati Memberi hukuman atau sanksi terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh santriwati Memastikan kelayakan sarana dan prasarana asrama santriwati Saran Bagi lembaga Lembaga hendaknya berupaya menyediakan kamar khusus bagi para pengurus asrama agar dapat menetap di asrama, hal ini tentu akan meminimalisir keterlambatan yang dilakukan oleh pengurus asrama. Dengan keterbatasan tempat tingal bagi pengurus, lembaga hendaknya memberi arahan kepada pengurus asrama agar dapat hadir di Pondok Pesantren tepat waktu Bagi pengurus asrama Pengurus asrama hendaknya dapat tiba di Pondok Pesantren tepat waktu sehingga tetap dapat mengontrol kegiatan yang ada di asrama. Pengurus hendaknya menjaga komunikasi anatr sesama pengurus Bagi santriwati Santriwati perlu memotivasi diri sendiri tentang pentingnya menanamkan nilainilai keagamaan Hendaknya santriwati mentaati setiap arahan dan aturan yang telah ditetapkan oleh Pondok Pesantren. Daftar Pustaka