Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. KISAH HIDUP PENDERITA KANKER LEHER RAHIM YANG MENGALAMI KEKAMBUHAN Feni Elda FitriA . Yati AfiyantiA. Novy Helena Catharina DaulimaA Akademi Keperawatan Baitul Hikmah Bandar LampungA. FIK Universitas IndonesiaAOA E-mail: fef_elda@yahoo. ABSTRAK Penyintas kanker leher rahim masih mengalami ketakutan sepanjang hidupnya. Salah satu sumber ketakutan adalah kemungkinan mengalami kekambuhan walaupun sudah dinyatakan sembuh. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kisah penyintas kanker leher rahim yang mengalami kekambuhan dengan menggunakan pendekatan kualitatif Aulife historyAy. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada dua penyintas kanker, analisa dengan menceritakan kembali kisah penyintas dalam bentuk tema. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penyintas kanker leher rahim saat mengalami kekambuhan menerima kondisi kekambuhannya dengan berbagai proses kehidupan yang dialami yaitu terpenuhinya rasa aman setelah terapi dinyatakan selesai, mengalami tanda gejala awal dan tanda gejala lanjutan, menjalani terapi kembali ke pelayanan kesehatan atau alternatif, penolakan terhadap kondisi kekambuhan, mengurangi hubungan dengan masyarakat dan keluarga terdekat, memperoleh dukungan saat mengalami kekambuhan, sampai menerima kondisi kekambuhan. Oleh karena itu pentingnya pemahaman tenaga kesehatan khususnya perawat untuk mengetahui kisah hidup penyintas kanker leher rahim dengan kekambuhan sehingga dapat memberikan tindakan dan dukungan yang tepat pada setiap periode kekambuhan yang dilalui dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci: kanker leher rahim, kekambuhan, kisah hidup ABSTRACT Cervical cancer is a frightening disease threat to women because have risk of recurrence. This study used a qualitative approach to the narrative method about the life history, data collection was done by in-depth interviews in two participants, analysis by retelling the story of the participants in the form of theme. The purpose of research is determine the chronological experience of women who experienced recurrence of cervical cancer, which is part of the history of his life. The results of this study found several themes related chronology of women who experienced a recurrence of cervical cancer is the fulfillment of a sense of security after the treatment was complete, marks the return of the early symptoms and signs of advanced symptoms, option to go back or no to the previous health care, denial of the condition of recurrence, reducing the relationship with the community and kin, increased support when experiencing a recurrence, receiving of reccurrence condition. Hence the importance of understanding health professionals, especially nurses to know the life history of cervical cancer patients with a recurrence that can provide support and appropriate action on any recurrence period which passed in improving the quality of life. Keywords: cervical cancer, life stories, recurrence Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 PENDAHULUAN P-ISSN : No. E-ISSN : No. Dampak dari kekambuhan yang Kanker leher rahim adalah masalah kanker kedua yang paling banyak hampir diseluruh keputusan, ansietas, dan depresi. dunia dengan lebih dari 500. 000 kasus baru 000 kematian (Ibekwe. Hoque. Respon psikologis berupa ketakutan terhadap Ngcobo, 2. Sebanyak tiga perempat dari estimasi setengah juta kasus baru terjadi penyakit merupakan respon perempuan yang setiap tahun (Al-Naggar. Low. Isa, 2. Kanker leher rahim di Indonesia menjadi Perempuan merasa pesimis, menganggap pembunuh pada perempuan nomor dua tidak tertolong lagi dan semakin mendekati setelah kanker payudara. Angka kejadian kematian karena perkembangan penyakitnya kanker leher rahim di Indonesia menurut walaupun telah menjalani terapinya secara Kementrian Kesehatan Rebublik Indonesia tuntas sehingga dapat berpengaruh terhadap tahun 2012 yaitu 17 per 100. 000 perempuan, kualitas hidupnya (Trevino et al, 2011. berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Hobbs, 2. Sakit 2010, kasus rawat inap kanker leher 349 kasus . ,8%) (Kemenkes RI. Pasien yang mengalami kanker leher Risiko kejadian kekambuhan yang dapat dialami oleh semua perempuan dengan kanker mengalami kekambuhan sebesar 10-20% leher rahim dapat menimbulkan pengalaman (Salani, et al, 2. menghadapi pengobatan berulang dengan Perempuan yang mengalami kanker leher efek samping yang tidak mengenakkan, tidak rahim setelah menjalani pengobatan tuntas akan sembuh lagi dan takut akan kematian (Munoz. Garcia. Victorcon. Salsman, 2. histerektomi dan dinyatakan sembuh belum Perempuan yang mengalami kekambuhan dapat dipastikan bahwa pasien tidak akan kebutuhan spiritualiatas yang lebih karena rekurensi (Antunes. Cunha, 2013. Salani et al, dapat memberikan perasaan nyaman dan Menurut American Cancer Society . kekambuhan pasien kanker leher Pengalaman perubahan jaringan abnormal yang tumbuh kembali dalam tubuh pasien baik di organ perempuan dengan kanker leher rahim yang yang pernah terkena kanker maupun ke organ mengalami kekambuhan dan harus menjalani Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. terapi kembali. Penelitian kualitatif yang yang berfokus pada peristiwa penting dalam dilakukan oleh Oshima. Kisa. Terashita. Kawabata. Maezawa . di Jepang pada pengalaman hidupnya dengan kanker leher pasien yang selesai menjalani terapi kembali Partisipan pada penelitian ini melibatkan kekambuhan yang dapat dialami lagi. Hasil penelitian dilaporkan bahwa pasien akan bagaimana partisipan memberikan makna mengalami tingkat ansietas yang tinggi, terhadap pengalamannya selama menderita ketidakpastian, koping terhadap penyakit cerita-cerita disampaikan terkait pengalamannya tersebut. yang lain, menerima terhadap kenyataan yang terjadi pada perubahan tubuhnya, harus Penetapan jumlah tersebut didasarkan pada melakukan pemeriksaan dan monitor terhadap kekambuhan yang dialami. menjalani kehidupannya dengan kanker leher Oleh karena itu eksplorasi yang mendalam (Creswell, 2. Proses pemilihan partisipan tentang pengalaman hidup perempuan kanker yang dilakukan oleh peneliti dengan mendata leher rahim yang mengalami kekambuhan partisipan atau perempuan kanker leher rahim dengan menggunakan pendekatan naratif life yang mengalami kekambuhan. Tempat yang history merupakan hal yang penting untuk digunakan oleh peneliti yaitu tempat tinggal mengetahui kronologis secara mendalam sejarah hidup penderita kanker leher rahim membina hubungan saling percaya dan lebih sehingga dapat membantu perawat maternitas dekat dengan partisipan tanpa ada batasan dalam memahami kondisi klien sesuai dengan antara peneliti dan partisipan. yang dialami oleh klien untuk merencanakan asuhan keperawatan dalam meningkatkan Pengumpulan data yang dilakukan setelah kualitas hidup klien. mendapatkan izin dan lolos uji etik dari METODOLOGI Fakultas Ilmu Keperawatan Indonesia. Pengumpulan Universitas dengan cara mengumpulkan cerita, pelaporan Penelitian pengalaman partisipan dan membahas arti naratif life history dengan alasan agar peneliti dapat menarasikan atau menceritakan kembali keseluruhan pengalaman hidup seseorang dokumentasi, observasi, sehingga diperoleh Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. berbagai jenis informasi atau disebut teks HASIL Pada bagian ini peneliti akan menguraikan dalam penelitian ini untuk mengeksplorasi keseluruhan tema yang telah didapatkan secara mendalam pengalaman perempuan berdasarkan informasi yang disampaikan oleh dengan kanker servik sampai mengalami parisipan baik yang menjalankan terapi Wawancara yang digunakan melalui medis maupun yang melalui tenaga dalam penelitian ini adalah wawancara semi alternatif melalui wawancara yang mengacu Peneliti melakukan wawancara pada tujuan penelitian. Berdasarkan tujuan menggunakan alat perekan berupa tape penelitian didapatkan 7 tema. Tema-tema tersebut . Terpenuhinya rasa aman setelah Wawancara terapi dinyatakan selesai, . Kembalinya Peneliti hak-hak tanda gejala awal dan tanda gejala lanjutan, . pilihan untuk kembali atau tidak ke pelayanan sukarela tanpa paksaan, partisipan diberikan kesehatan sebelumnya, . penolakan terhadap perlakukan yang sama selam penelitian. Partisipan mendapatkan penjelasan tentang hubungan dengan masyarakat dan keluarga hak-hak yang diperoleh seperti kenyamanan terdekat, . memperoleh dukungan saat fisik dan psikologis serta kewajiban yang mengalami kekambuhan, . menerima kondisi harus dilakukan selama penelitian (Afiyanti & Rachmawati, 2. Partisipan yang bersedia menandatangani informed consent. Analisa Terpenuhinya rasa aman setelah terapi data pada penelitian ini dilakukan setelah dinyatakan selesai seseorang partisipan menceritakan sebuah Histerektomi, radioterapi dan kemoterapi kisah tentang pengalaman-pengalamannya. merupakan terapi yang dijalani oleh partisipan Peneliti menceritakan kembali kisah tersebut saat penelitian. Partisipan pertama pada . penelitian ini mendapatkan terapi kombinasi, katanya berdasarkan sumber dari partisipan. sedangkan partisipan kedua, hanya melakukan Peneliti melakukan hal ini dengan tujuan terapi dengan operasi saja tanpa kemoterapi dan radiasi. Pulihnya aktifitas yang dialami memberikan susunan dan urutan seperti hasil wawancara berikut: AuYa bisa, aktivitas lagi, jalan-jalan, masakAy (P. Terapi yang sudah dijalani oleh partisipan menimbulkan respon pada psikologis pasien. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. hal ini dikarenakan penyakit yang ditakutkan setelah selesai menjalani terapi seperti dalam telah sembuh dan selesai pengobatannya. kutipan wawancara berikut setelah terapi Berikut kutipan wawancara dengan partisipan selesai saya jalan-jalan, , dah itu pulang dari setelah dinyatakan terapi selesai. sana, pinggangnya sakit, rupanya tulang dua sama lima itu retak,(P. Berbeda dengan AuYa Alhamdulillah kita bersyukur sudah partisipan kedua yang menganggap bahwa Alhamdulillah kekambuhannya dikarenakan terlalu lelah dan pengobatan sudah selesai, sehingga penyakit pikiran, dan usia yang sudah tua seperti tergambar dalam kutipan wawancara berikut sembuh,A. ambil tersenyu. Ay (P. Auya mungkin karena kecapean, gituA karena Kembalinya tanda gejala awal dan yang keduanya ya mungkin karena pikiran, tanda gejala lanjutan trus sudah umur sudah tua juga kali ya mba,Ay(P. Partisipan pertama mengalami tanda dan kekambuhan, dikarenakan kekambuhan yang Menjalani terapi kembali ke pelayanan dialami mencapai penyebaran atau metastase kesehatan sebelumnya atau alternatif ke tulang dan paru-paru. Terapi Aujanuari 2014 A. kaki ini merasakan nyeri. mengalami kekambuhan berbeda, karena langsung ga bisa jalan. sakit, terasa penyebarannya pun berbeda. Pada partisipan nyeri nyeri di tulang. Au(P. melakukan terapi kemo dan radioterapi seperti Berbeda kutipan pada hasil wawancara berikut: mengalami kekambuhan mengalami tanda Aunah di tulang suruh sinar 10 kali di darmais dan gejala perdarahan lagi seperti awal (P. itu suruh suntik zometa 10 kaliAy (P. terdiagnosa kanker servik seperti kutipan wawancara berikut Partisipan AuYa itu kan ngeplek-ngeplek lagi waktu itu pelayanan kesehatan karena merasa nyaman A. yaa udah lama ada 4-5 bulan sesudah akan pelayanan yang diberikan serperti dari dokter . A pinggangnya pegel-pegel kutipan wawancara berikut lagiAy (P. AuYa banyak, ya merawat. didarmais itu. Berdasarkan hasil wawancara dari partisipan kontrol kok. (P. kekambuhan yang dialami oleh partisipan AuDokternya Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. Berbeda dengan partisipan yang kedua, saat Ausaya memang lebih cepat tersinggung mba, diketahui mengalami keluhan yang sama saat lha saya sudah sakit kaya gini ko masih diomelin thoAy (P. melanjutkan pengobatan ke alternatif, berikut kutipan wawancaranya. Mengurangi Auwaktu ngeflek lagi itu saya ga kerumah sakit, masyarakat dan keluarga terdekat tapi ke alternatif, karena takut kalo nanti Perubahan interaksi sosial yang dialami oleh dikemo (P. Ay Partisipan kedua lebih memilih ke alternative perubahan tersebut dikarena kondisi fisik dikarenakan sikap dari petugas kesehatan yang semakin melemah. sebelumnya seperti hasil wawancara berikut: AuSudah ga ikut pengajian, malu badannya AuA. perawatnya kadang kayak gitu. tambah kurus Au(P. Nggak ramah gitu. , takut mba diterlantarin. Di alternatif bayarnya seikhlasnya mba. Perubahan hubungan dengan pasangan setelah diamplopin gitu ajay (P. mengalami kekambuhan seperti yang dialami oleh partisipan saat wawancara. Partisipan Penolakan satu maupun dua menyatakan takut dan tidak campur lagi. Kekambuhan atau metastase yang dialami AuSelama aku sakit, nggak pernah, nggak pernah berhubungan. ya karena takutAy (P. ketidakpastian, ketakutan terhadap kehidupan Adapun ungkapan partisipan Memperoleh terhadap penolakan tentang kekambuhan yang Dukungan sosial bagi perempuan kanker wawancara berikut servik yang mengalami kekambuhan akan Auya cuman ketakutan aja, kok saya kena memberikan rasa nyaman secara fisik dan penyakit kaya gini lagi ya. Ay(P. psikologis yang diberikan oleh para sahabat dan keluarga. Dukungan sosial yang dapat Ketakutan yang dialami partisipan dapat diberikan dapat berupa dukungan psikologis, menimbulkan reaksi emosional seperti mudah spiritualitas, maupaun dukungan dari pemberi tersinggung, cepat marah, lebih sensitif. layanan kesehatan maupun tenaga alternatif dalam menghadapi proses penyakitnya saat Adapun hasil kutipan wawancaranya Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. ukungan psikologis yang didapat sebagai AuKalo mau jalan ya pakai kursi roda sekarang, kalo ga ya diseret, tapi sekarang udah ga sanggup lagi saya Au. AuKeluarga, anak-anak. Semua mendukung kesembuhan saya Au(P. AuAtapi Alloh belum menghendaki, belum Dukungan spiritualitas yang didapat berupa terimaA. Alhamdulillah keluarga, sodara- dukungan untuk melakukan ibadah dan doa. sodara masih sering datang dan kumpul Ausaya dapat doa dari pengajian, dan ustadnya Ay . juga mendoakan kesembuhan saya mba. Alhamdulillah ibadahnya tambah rajin (P. PEMBAHASAN Berdasarkan Selama mengalami kekambuhan partisipan juga tetap mendapatkan dukungan finansial menggambarkan tentang kronologis tentang yang diperoleh dari keluarga, biaya sendiri pengalaman perempuan kanker servik yang selain dana dari bantuan pemerintah yang mengalami kekambuhan. Akhir pengobatan berupa dana BPJS yang sudah diikuti sejak awal terdiagnosa kanker leher rahim. maupun khawatir bagi perempuan dengan kanker leher rahim. AuA Alhamdulillah anak bantu, moril dan Perasaan lega yang dialami oleh perempuan materi mba, buat biaya berobat saya. Ay karena pengobatan telah selesai, dan sel-sel kanker dinyatakan tidak ada lagi. Setelah Menerima kondisi kekambuhan pengobatan dinyatakan selesai, perempuan Perempuan yang mengalami kekambuhan akan mengalami beberapa perubahan seperti akan berusaha untuk beradaptasi terhadap perubahan fisik, aktivitas setelah terapi, dan Adapun usaha dan upaya yang dilakukan oleh partisipan saat mengalami dinyatakan telah selesai. Perubahan fisik yang kekambuhan dari berbagai dampak yang timbul pada partisipan paska terapi dapat dialami yaitu berupa mengurangi keluhan terjadi karena efek dari terapi sebelumnya fisik yang timbul, melakukan aktifitas sesuai seperti pasien mengungkapkan perubahan kemampuan, mengatasi reaksi emosional saat dalam pola eliminasi, karena efek operasi, mengalami kekambuhan, mengatasi masalah mengalami mual dan tidak doyan makan. Hal hubungan sosial. ini merupakan dampak dari proses terapi yang Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. Hal ini sejalan dengan penelitian yang Hal ini sejalan dengan tanda dan gejala yang dilakukan oleh Bower et al . dan Sarah dijelaskan oleh American cancer society . bahwa perempuan dengan kanker leher . Salani . bahwa tanda dan gejala rahim yang diberikan terapi dalam waktu yang sering ditemukan jika penderita kanker yang lama akan menimbulkan dampak pada leher rahim mengalami kekambuhan yaitu fisik mencakup disfungsi kandung kemih, mengalami tanda dan gejala seperti kanker defekasi, serta gangguan seksualitas. Hal ini sebelumnya, adanya rasa nyeri yang baru atau sejalan dengan ungkapan dari Canosa . , tidak biasa yang tidak berhubungan dengan yang mengungkapkan bahwa dengan akhir penyakit atau injuri yang tidak kunjung pengobatan dapat muncul rasa lega, sukacita, karena telah melewati masa yang sulit, perdarahan yang tidak diketahui sebabnya, penderita kanker dapat kembali melakukan mual, muntah, diare, kehilangan nafsu makan, aktivitas setelah pengobatan selesai. Cancer munculnya tanda dan gejala lain yang tidak didefinisikan sebagai . kembalinya kanker yang tidak sembuh-sembuh, atau biasa dan tidak dapat dijelaskan. setelah pengobatan dan setelah jangka waktu di mana kanker tidak dapat dideteksi, lamanya Setiap penderita kanker memiliki risiko untuk waktu tidak didefinisikan secara jelas, dan mengalami kekambuhan, namun faktor risiko kanker dapat kambuh kembali di tempat yang terjadinya kekambuhan pada setiap orang sama saat pertama kali di diagnosa kanker akan berbeda-beda. menjadi pencetus terjadinya kekambuhan (American Cancer Society, 2. Seperti yaitu tipe atau jenis kanker sebelumnya, halnya yang dialami oleh partisipan pertama pengobatan yang telah didapat, berapa lama pengobatan telah melakukan kontrol paska terapi merasakan Beberapa faktor yang (Salani, 2011. Antunes & Cunha, 2. keluhan nyeri pada kakinya dan sulit untuk berjalan, nyeri yang dirasakan pada kakinya Pilihan tidak kunjung hilang dan semakin parah, penyakit kanker tidak sama pada semua selain itu partisipan juga mengalami tanda pasien, hal ini disesuikan dengan keluhan dan gejala batuk yang tak kunjung sembuh. yang dialami oleh pasien saat mengalami Begitu juga partisipan kedua yang mengalami Partisipan pertama memilih keluhan berulang setelah 6 bulan paska pengobatan biomedis dikarenakan adanya operasi dengan mengalami perdarahan berupa keyakinan dari parisipan dapat membantu dalam menangani kekambuhan yang dialami Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. untuk perawatan medis. dan keyakinan sosial memanfaatkan pelayanan kesehatan meskipun budaya tentang keunggulan obat tradisional jarak tempuhnya jauh. pengobatan tradisional. Sementara pada partisipan kedua setelah mengalami tanda dan gejala serta keluhan Perempuan berulang seperti saat didiagnosa kanker servik kekambuhan kanker leher rahim atau kambuh saat pertama kali, partisipan kedua melakukan karena adanya penyebaran ke organ lain, akan pemeriksaan ke tenaga kesehatan pada bidan mengalami banyak perasaan yang sama saat setempat, dan bidan setempat menyarankan pertama kali didiagnosis dengan kanker memeriksakan kondisinya lebih lanjut rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, kecemasan, takut, marah, sedih, dan rasa namun partisipan lebih memilih ke terapi kehilangan kontrol emosi (Lamkin & Slavich, dengan alasan takut akan dampak kemo, sikap dari petugas kesehatan yang tidak ramah dan Terashita, kurang memberikan informasi saat perawatan. Hobbs, 2. Semua perasaan ini dan keadaan dana yang minim. Trevino. Habara. Oshima. Kawabata. Maezawa. Kisa. Beberapa Hal ini dijelaskan dalam penelitian kualitatif perempuan bahkan akan menganggap hal ini yang dilakukan oleh Mwaka. Okello & Orach lebih menakutkan dari diagnosis kanker yang . penggunaan obat tradisional untuk pengobatan kanker telah meningkat di seluruh Penelitian Reaksi emosional terhadap kekambuhan yang pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi hambatan perawatan biomedis dan alasan marah, lebih sensitif dan mudah tersinggung, karena penyakit yang diawalnya menurut pengobatan kanker leher rahim di Gulu, partisipan sudah sembuh ternyata mengalami Uganda kekambuhan bahkan menjalar ke organ yang penelitiannya obat tradisional yang digunakan Seperti pada partisipan pertama yang mengalami kekambuhan karena mengalami Berdasarkan tanda dan gejala pada daerah yang lebih jauh Hambatan yang terjadi termasuk dari faktor yaitu tulang dan paru-paru. petugas kesehatan, misalnya sikap negatif Partisipan kedua pun menyatakan bahwa terhadap pasien. faktor individu pasien, misalnya ketidakmampuan untuk membayar menimbulkan badannya semakin kurus, nafsu Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. makan semakin berkurang, dan rambutnya oleh suami akan menimbulkan ketenangan semakin rontok, meskipun partisipan pertama batin dan perasaan senang bagi seorang istri hanya menjalani terapi pembedahan saja (Canosa, 2. Seseorang yang mempunyai tanpa menjalani kemoterapi dan radiasi. Pada hubungan dekat dengan keluarga dan teman saat mengalami keluhan berulang seperti saat akan mampu menggunakan koping yang efektif (Lubkin & Larsen, 2. mengeluhkan adanya perubahan fisik tersebut, partisipan hanya mengikuti terapi alternatif Perubahan yang dialami merupakan hasil dari yang dijalaninya selama dua bulan. respon terhadap stress terhadap kekambuhan yang dialami. Proses penyesuaian diri dan Selain keluhan fisik perubahan hubungan adaptasi yang dilakukan merupakan proses sosial juga terjadi pada partisipan dalam seseorang untuk menciptakan keseimbangan penelitian ini. Masalah sosial perempuan yang antara lingkungan eksternal dan internal. telah menjalani terapi dan kembali ke Proses penyesuaian diri terhadap kekambuhan masyarakat juga dihadapkan pada masalah yang dialami menyebabkan seorang individu hubungan interpersonal, baik dengan suami, mampu berespon positif terhadap situasi. keluarga, maupun masyarakat. Adanya efek samping dari terapi mengakibatkan gangguan Pada penelitian ini partisipan menunjukkan citra tubuh dan merasa harga diri rendah berbagai upaya penerimaan atas dampak dari sehingga malu berhubungan dengan orang kekambuhan yang dialami. Partisipan dalam penelitian ini mengungkapkan penerimaan merupakan masa yang sulit yang harus terhadap kondisinya dengan mengatasi reaksi dihadapi oleh setiap penderita kanker leher emosional yang muncul, mengalatasi masalah (Otto. Periode Seperti Dukungan sosial dapat menurunkan tingkat dilakukan Mireskandari. Butow. Thewes, umum, somatisasi. Petae & Price . mengungkapkan bahwa dan depresi. Dukungan sosial akan sangat strategi koping yang paling efektif mencakup bermanfaat apabila diberikan pada orang semangat untuk melawan dan mempunyai yang membutuhkan dan disaat yang tepat. Salah berpartisipasi aktif dalam menjalani terapi mengidap penyakit kronis seperti kanker yang mengalami kekambuhan. Dukungan Pada penelitian ini partisipan mempunyai keluarga terutama dukungan yang diberikan Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. E-ISSN : No. kembali dengan keinginan untuk sembuh sehingga dapat berkumpul terus dengan keluarga dan dapat melayani suami sampai akhir hayat. Optimisme dan dorongan untuk KESIMPULAN sembuh dibutuhkan pada pasien kanker leher Perempuan mengalami kekambuhan memiliki kronologis karena optimis dapat berfungsi membuat tubuh penyintas kanker menjadi lebih sehat, karena dengan adanya keyakinan pengalaman yang dingkapkan pun berbeda. bahwa dirinya akan sembuh maka semangat Penelitian ini menghasilkan delapan tema dari hidupnya pun akan lebih mengarahkan kepada kisah hidup perempuan kanker servik yang hal-hal mengalami kekambuhan. Tema-tema yang (Octavacariani, 2008, dalam Ginting, 2. , muncul disesuaikan dengan kisah yang telah diceritakan oleh partisipan. kekambuhan yang dialami dan menerima kondisi kekambuhannya . SARAN