Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 KESANTUNAN BERBAHASA MASYARAKAT SIULAK MUKAI KABUPATEN KERINCI Putri Maharani1. Akhyaruddin2. Hilman Yusra3. Andiopenta4 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi. Jl. Jambi - Muara Bulian. Mendalo Darat. Jambi Luar Kota. Muaro Jambi. Indonesia. putrimaharani020903@gmail. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan penggunaan kesantunan berbahasa dalam masyarakat Siulak Mukai. Kabupaten Kerinci. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatik dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui teknik simak libat cakap, rekam, dan catat terhadap tuturan masyarakat dalam berbagai konteks komunikasi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesantunan berbahasa masyarakat Siulak Mukai direalisasikan melalui berbagai ungkapan yang mencerminkan maksim kesantunan menurut teori Leech yang terdiri dari enam submaksim meliputi maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, maksim simpat. dan penanda kesantunan menurut Rahardi . olong, mohon, silakan, mari, ayo, biar, coba, harap, hendaknya, hendaklah, -lah, sudi kiranya, sudilah kiranya, sudi apalah kirany. Kesantunan berbahasa ditunjukkan dalam bentuk penggunaan bahasa yang sopan dan santun, serta disesuaikan dengan konteks sosial dan hubungan antarpelaku tutur. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesantunan dalam komunikasi masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan efektivitas interaksi sosial, serta untuk menghindari terjadinya konflik antar sesama masyarakat sehingga komunikasi terjalin dengan baik dan lancar. KATA KUNCI: Kesantunan berbahasa. masyarakat siulak mukai. ABSTRACT: This study aims to describe the form and use of politeness in the Siulak Mukai community. Kerinci Regency. The approach used is a pragmatic approach with a descriptive qualitative research type. Data were obtained through the technique of listening to conversation, recording, and taking notes on community speech in various contexts of daily communication. The results of the study indicate that the form of politeness in the Siulak Mukai community is realized through various expressions that reflect the maxim of politeness according to Leech's theory which consists of six submaxims including the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, the maxim of agreement, the maxim of sympath. and politeness markers according to Rahardi . lease, beg, please, let's, let's, let's, try, hope, should, should, -lah, sudi if, sudilah if, sudi apalah i. Politeness in language is shown in the form of the use of polite and courteous language, and is adjusted to the social context and relationships between speakers. This study emphasizes the importance of politeness in community communication to maintain harmony and effectiveness of social interactions, as well as to avoid conflicts between members of the community so that communication is well and smoothly established. KEYWORDS: Politeness of language. siulak mukai society. PENDAHULUAN Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan sikap, nilai sosial, dan budaya penuturnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Chaer dan Agustina 2004:11 . alam (Aimas et al. , 2. yang menyatakan fungsi utama bahasa adalah Sebagai alat komunikasi atau alat interaksi. Dan Hafid dalam (Suraya. Abdul Hafidz, 2. yang menyatakan bahwa bahasa berfungsi sebagai media interaksi, baik antarindividu maupun antarkelompok. Salah satu aspek penting dalam komunikasi adalah kesantunan berbahasa, yang mencerminkan tata krama, etika, serta penghargaan terhadap mitra Fauziyah, 2022 menyatakan bahwa pragmatik adalah bagian dari ilmu linguistik yang mempelajari makna yang ada dalam tuturan atau ucapan seseorang saat berkomunikasi. Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam komunikasi sosial masyarakat. Seseorang yang menggunakan Bahasa yang santun sesuai dengan aturan yang sudah disepakati masyarakat dikatakan seseorang mempunyai tata krama yang baik. Sejalan dengan pendapat Muslich, . alam Santoso 2. menyatakan bahwa kesantunan . , kesopansantunan. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 atau etiket adalah tatacara, adat, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh pemilikmya. Oleh karena itu, kesantunan ini biasa disebut "tatakrama". Budiawati . alam Eudes Rolandus Eksan. Abdul Hafid. Teguh Yuliandri Putra 2. menyatakan kesantunan dalam berbahasa sangat penting untuk diperhatikan dalam berkomunikasi, karena selama berlangsungnya komunikasi bisa saja muncul ketegangan yang berpotensi menimbulkan konflik secara psikologis maupun fisik antara pembicara dan lawan Maka dari itu, diperlukan kesadaran dan pembiasaan dalam bertutur secara santun, terutama dalam masyarakat yang memiliki keragaman dialek seperti masyarakat Siulak Mukai. Kabupaten Kerinci. Bahasa daerah Siulak Mukai memiliki kekhasan tersendiri, baik dari segi kosakata maupun dialek. Penggunaan kata seperti AukayoAy . apaan untuk orang tu. AupioAy . , atau AumanenAy . , menunjukkan keragaman yang khas. Namun, nada bicara yang cenderung tinggi oleh masyarakat luar seringkali menimbulkan salah paham. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk kesantunan berbahasa serta penggunaannya dalam konteks sosial masyarakat Siulak Mukai. Penelitian yang mengkaji terkait kesantunan berbahasa didaerah ini sudah pernah dilakukan oleh (Akhyaruddin et al. , 2. yaitu dalam penelitiannya mendeskripsikan kesantunan berbahasa yakni AuPrinsip sopan santun dalam debat publik Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi 2018Ay, namun penelitian tersebut belum memfokuskan pada Bahasa daerah itu sendiri karena dalam konteks debat pasti menggunakan Bahasa Indonesia. Maka dari itu peneliti ingin meneliti Bahasa asli pada daerah Kerinci bagian Siulak Mukai yakni AuKesantunan Berbahasa Masyarakat Siulak Mukai. Kabupaten KerinciAy. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan penggunaan kesantunan berbahasa yang digunakan oleh masyarakat Siulak Mukai Kabupaten Kerinci dalam komunikasi sehari-hari. Tujuan ini mencakup identifikasi strategi kebahasaan yang mencerminkan kesantunan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu mengungkap pola tutur yang sopan, mencerminkan nilai-nilai kesantunan, dan menunjukkan bagaimana masyarakat menjaga harmoni dalam interaksi sosial melalui bahasa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat siulak mukai berupa kata atau ungkapan penyataan-pernyataan yang memaparkan bentuk kesantunan berbahasa. Sumber data difokuskan pada masyarakat Siulak Mukai yang sedang berinteraksi dalam lingkungan masyarakat. Data dianalisis menggunakan teori kesantunan Kunjana Rahardi meliputi Kesantunan tolong, mohon, silakan, mari, ayo, biar, coba, harap, hendaknya, hendaklah, -lah, sudi kiranya, sudilah kiranya, sudi apalah kiranya . alam Setyonegoro, akhyaruddin, 2. dan prinsip kesantunan teori Geoffrey Leech 1993 yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan dan maksim simpati. melalui tahapan: pengumpulan, identifikasi, klasifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Konteks 1 Sekelompok ibu-ibu yang memuji bapak penghulu disebuah acara pernikahan. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Tuturan: P1: Gaek ini padek nyan sido bapantun yah AuBeliau ini pintar sekali berpantunAy. P2: Iyo tiap sdo jadi penghulu nyo kok ado bae sido bapantun AuIya, setiap beliau jadi penghulu ada aja pantunnyaAy. P1: Iyo beda beda pulo pantun nyo toh. AuIya, pantunnya beda-beda lagiAy. Analisis: Tuturan P1 dan P2 memaksimalkan pujian terhadap orang lain yang ditunjukkan dalam tuturan: AuGaek ini padek nyan sido bapantun yahAy kata AugaekAy merujuk kepada orang yang lebih tua. Dan kata AupadekAy tersebut menunjukkan pujian P1 kepada bapak penghulu yang pintar berpantun. Tuturan tersebut masuk kedalam kesantunan berbahasa leech Maksim Pujian yaitu Minimalkan kecaman, maksimalkan pujian terhadap orang lain. Konteks 2 Seorang ibu-ibu yang memberikan izin untuk meminjam berasnya kepada orang lain. Tuturan: P1: In ado kau nahu brih, kalo ado bulih aku nyili stengah kaleng. sudah ku nyemo padi ku ngnti pulo, lapat2 minggu muko. AuIn, ada punya beras untuk dipinjam? Jika ada berikan saya minjam A kalengAy. Minggu depan saya ganti setelah saya jemur padi. P2: Idak mano ku ngambi, nyado geh nyo untuk nyuen. Ado nyo brih adik ku di tak nyo kk aku klo mbuh nyo magih. AuTidak, beras untuk dijual sudah habis. Kalaupun ada ini beras milik adik saya yang dititip ke saya, itupun kalau dia mau izinkan untuk dipinjamkanAy. P3: Mbuh nyan ku magih silihlah lu, aku ado ugo brih ku untuk AuBoleh sekali, ambil saja. Saya juga masih ada beras untuk P1: Mokasih banyak nyan yuh. Mak aku ngenti ngan breh baru. Idak awak makan breh lamo gi nyo. AuTerima Kasih banyak ya. Akan saya ganti dengan beras baru, biar kamu tidak makan bera yang lamaAy. Analisis: Tuturan P1 menyampaikan permintaan dengan Aukalo ado bulih aku nyili stengah kalengAy kata Aukalo adoAy bertujuan meminimalkan beban pada lawan tutur. Tuturan tersebut termasuk kesantunan berbahasa Strategi Permintaan Tidak Langsung. Rahardi . menjelaskan bahwa dalam komunikasi, strategi ketidaklangsungan . adalah salah satu indikator paling kuat dari kesantunan. P1 menggunakan cara halus untuk meminta bantuan, tidak memaksa, dan memberikan ruang bagi respon bebas dari lawan bicara. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Tuturan P3 meminjamkan beras tanpa syarat, ditunjukkan pada tuturan: AuMbuh nyan ku magih silihlah lu,aku ado ugo brih ku untuk minin. Ay Tuturan tersebut termasuk kesantunan berbahasa Leech maksim kedermawanan yaitu membuat keuntungan diri sendiri sekecil mungkin dan membuat kerugian diri sendiri sebesar mungkin. Konteks 3 Sekelompok grup keluarga yang sedang mendisukusikan jadwal pengajian. Tuturan: P1: Kito kan ngaji keluarga setiap 2 bulan sekali jadi minggu ke brapo toh AuKita ngajinya kan 2 bulan sekali jadi minggu ke berapa aja jadinya?Ay P2: Aku mintak idak minggu pertamo kami ngaji grup ngn lain mingu prtamo AuAku minta jangan minggu pertama soalnya kami jadwalnya itu juga sama grup yang lainAy P3: Minin kan kito ngaji minggu ke 2 jadi untuk bulan muko minggu ke 2 ngan minggu ke 4 kito ngaji dakyo mitun pas toh nyado smpak jadwal Au Sekarang kita ngaji minggu ke 2 jadi untuk bulan berikutnya minggu ke 2 sama minggu ke 4 aja jadwalnya ya? Biar ga tabrakan sama jadwa yang lain tadi P1 P2 dan yang lain : Haiyo lah stuju AuBaiklah setujuAy. Analisis: Tuturan P2 AuAku mintak idak minggu pertamo kami ngaji grup ngn lain mingu prtamoAy merupakan bentuk Permintaan bersyarat. Kata Auaku mintakAy menunjukkan permohonan, bukan perintah. Penutur menunjukkan kehati-hatian agar tidak memaksakan kehendak dan tetap menjaga hubungan sosial yang baik dalam forum P3 mencoba memberikan solusi yang ditunjukkan pada tuturan AuMinin kan kito ngaji minggu ke 2 jadi untuk bulan muko minggu ke 2 ngan minggu ke 4 kito ngaji dakyo mitun pas toh nyado smpak jadwalAy. P3 memperhatikan semua jadwal yang ada dengan menyampaikan solusi yang mempertimbangkan semua pihak Ini mencerminkan strategi kesantunan Rumusan saran karena ingin menjaga keharmonisan dan membangun rasa kebersamaan dalam pengambilan keputusan. Tuturan P3 tersebut juga termasuk kesantunan berbahasa Leech maksim kebijaksanaan yaitu Minimalkan kerugian bagi orang lain, dan maksimalkan keuntungan bagi orang lain ditunjukkan pada tuturan Tuturan P1 dan P2 diakhir percakapan merupakan bentuk persetujuan yang ditandai dalam tuturan AuHaiyo lah stuju Au Ungkapan ini menegaskan kesepahaman dan penerimaan pendapat untuk menjaga keharmonisan komunikasi. Ini termasuk kedalam kesantunan berbahasa Leech maksim kesepakatan yaitu meminimalkan ketidaksepakatan dan memaksimalkan kesepakatan. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Konteks 4 Seorang anak yang berinisiatif menolong kakeknya menjemput barang. Tuturan: P1: Maidak kayo ngjeng ntan, tau aku. tenap bae lah kayo lumah. Au Kakek tidak usah menjemputnya. Biar saya. Kakek dirumah SajaAy. P2: Pio? idak iko ado gawe. Kenapa? Bukannya kamu ada kerjaan. P1: Tantik sudah gawe ku nta tau ku ngjeng kayo nyok. AuTunggu kerjaan saya selesai sebentar, biar saya saja yang Analisis: Tuturan P1 AuMaidak kayo ngjeng ntan, tau aku. tenap bae lah kayo lumah. Ay Kata AuTau akuAy berfungsi sebagai penanda kesantunan yang menawarkan bantuan dengan cara yang lembut (Rahardi 2. Penawaran diri P1 untuk menjemput barang kakeknya, mengorbankan waktunya untuk orang lain juga termasuk kesantunan berbahasa Leech maksim kedermawanan yaitu menguragi keuntungan diri sendiri dan meningkatkan keuntungan orang lain sebesar mungkin. Tuturan P1 Autenap bae lah kayo lumah. Ay Juga termasuk maksim simpati yang memperlihatkan kepedulian terhadap kondisi kakek agar tetap di rumah, menunjukkan simpati dan perhatian. Konteks 5 Di depan TK, seseorang melihat tantenya yang sedang menunggu anaknya pulang sementara jam belajar masih lama dan terlihat tantenya sedang buru-buru Tuturan: Tau aku nantik adik, balik bae lah kayo tung. AuBiar aku saja yang menunggu adik, tante pulang sajaAy Analisis: kata AuTauAy di awal kalimat berfungsi sebagai penanda kesantunan yang menawarkan bantuan dengan cara yang lembut dan tidak terkesan memaksa. Dengan menggunakan kata AuTauAy , pembicara menunjukkan kesediaan untuk menunggu adiknya, sehingga tantenya tanpa merasa terbebani dan bisa pulang mengerjakan pekerjaan lain dirumah. Penggunaan penanda AutauAy membantu menciptakan komunikasi yang lebih santun dan lebih nyaman didengar. Tuturan AuTau aku nantik adik, balik bae lah kayo tungAymerupakan bantuan kepada tantenya untuk menunggu anak, yang berarti penutur bersedia bersusah payah agar orang lain mendapatkan kemudahan. Tuturan tersebut termasuk kesantunan berbahasa Leech Maksim kedermawanan karena secara sukarela membantu mengambil alih menunggu yaitu Mengurangi keuntungan diri sendiri dan meningkatkan keuntungan bagi orang lain sebesar mungkin. Konteks 6 Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Tuturan ini diucapkan seorang cucu kepada neneknya beserta orang yang ada disana . cara khitana. Tuturan: Maeh makan no, tek, maeh makan galo-galo sini. AuMari makan nek, bi, semuanya mari makan disiniAy. Analisis: Tuturan diatas menggunakan penanda kesantunan mari yang dalam Bahasa siulak mukai menggunakan kata AumaehAy yang menunjukkan kesantunan dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua dan kepada orang yang ada disana . sehingga orangorang merasa diajak untuk makan dan segera bergegas untuk makan. Hal ini sesuai dengan teori rahardi yang menyatakan bahwa penanda kesantunan mari adalah sebuah kata yang digunakan untuk mengajak atau meminta orang lain untuk melakukan sesuatu dengan cara yang santun dan hormat. Konteks 7 Seorang ibu-ibu yang memuji grup majlis taklim. Tuturan: P1: Grup kayo bawa mbuh nyan nyo kompak yah, banyak banyak uho uheng pegi kemano bae iyang pulo ati wak ngima. AuGrup kalian kompak sekali ya, setiap ada acara banyak terus yang hadir, saya suka lihatnyaAy. P2: Samo-samo kompak bae ngan grup kayo, ado wak ngimak kanti pegi mbuh wak pegi pulo. Au Sama-sama kompak aja dengan grup kalian, lihat teman datang jadi kita termotivasi untuk datang jugaAy. Analisis: Tuturan P1: Aukompak sekaliAy. Ausaya suka lihatnyaAy merupakan bentuk pujian kepada orang lain dengan memaksimalkan pujian dan meminimalkan kritik sesuai dengan teori kesantunan berbahasa Leech maksim pujian yaitu kecamlah orang lain sedikit mungkin dan pujilah orang lain sebanyak mungkin. Konteks 8 Tuturan ini disampaikan Ketika seorang kakak melihat undangan pernikhannya yang menumpuk dimeja kemudian ia meminta adiknya untuk mengantarkan/membagikan undangan tersebut. Tuturan: Tulung antaka undangan ini sbenta lok banyak nyan nyado lun ba anta kah. AuTolong antarkan undangan ini sebentar, banyak sekali yang belum diantarkanAy. Analisis: Tuturan AuTulung antaka undangan ini sbenta lok banyak nyan nyado lun ba anta kahAy . Termasuk kesantunan berbahasa, secara teori menurut rahardi . ungkapan kata tolong berfungsi sebagai penanda kesantunan. Hal ini terlihat pada kata AutulungAy Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 dalam tuturan diatas yang membuat tuturan kakak tersebut menjadi lebih sopan dan Penggunaan Ausbenta lokAy merupakan bentuk kesantunan yang mengurangi beban tekanan kepada lawaran bicara dan memperhalus tuturan. Konteks 9 Seorang ibu tetangga yang ingin meminjam motor tetangga nya untuk pergi kepasar karena ia motornya tidak ada platnya. Tuturan: P1: Kalo dkdo pgi kayo, mbuh kayo minjim unda kayo sbenta tau ku ngisi minya nyo sudah tu tau ku nganta plo kumah kayo, unda kami nyado lengkap. AuJika ibu tidak pergi kemana hari ini, bolehkah saya meminjam motor ibu sebentar? Nanti akan saya isikan bensin dan saya kembalikan kerumah ibu. Soalnya motor kami tidak ada nomor polisinyaAy. P2: Aiyo nyado sala, bao lah kami dkdo ugo pegi kami sahin dak. AuOh Iya. Tidak apa-apa. Bawa saja kami juga tidak ada yang keluar hari iniAy. Analisis: Tuturan P1 :AyKalo dkdo pgi kayo, mbuh kayo minjim aku unda kayo sbenta tau ku ngisi minya nyo, sudah tu tau ku nganta plo kumah kayo, unda kami nyado lengkap. Ay P1 meminimalkan permintaannya agar tidak terlalu membebani P2 dengan menggunakan kalimat yang sopan dan tidak memaksa. Ia juga berusaha memberi keuntungan kepada P2 dengan mengatakan akan mengisi bensin motor dan mengembalikannya kerumah setelah menggunakan, sehingga P2 tidak merasa Tuturan tersebut termasuk kesantunan berbahasa leech maksim kebijaksanaan yaitu Minimalkan kerugian bagi orang lain, dan maksimalkan keuntungan bagi orang lain. Tuturan P1 yang mengatakan dirinya bersedia mengisi bensin sehingga orang lain tidak rugi juga termasuk kedalam prinsip kesantunan berbahasa leech maksim kedermawanan yaitu mengurangi keuntungan diri sendiri sekecil mungkin dan membuat kerugian bagi diri sendiri sebanyak mungkin. Konteks 10 Ibu-ibu yang menawarkan tumpangan kepada warga. Tuturan: P1: Ado kanti iko balik? kalo idak maeh balik smpak kami, kami kosong uto lakang. Au Ada tumpangan? Jika tidak ayo pulang Bersama kami. Mobil kami kosong. P2: Aiyo mbuh ko nganta aku balik? AuMau antar saya pulang kerumah?Ay P1: Mbuh, maeh tau kami nganta. AuMau. Biar kami antarAy. Analisis: Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Tuturan P1 : AuKalo idak maeh balik smpak kamiAy menawarkan bantuan . tanpa paksaan yang berarti keinginan membantu tanpa mengharapkan Merupakan wujud kesantunan berbahasa Leech maksim kedermawanan Yang mengurangi keuntungan diri sendiri dan membuat keuntungan orang lain. P2 menerima tawaran dengan bertanya terlebih dahulu, dan P1 menjawab dengan kesediaan: AuMbuh, maeh tau kami ngantaAy merupakan wujud kesantunan berbahasa Leech maksim kesepakatan yang memaksimalkan kesepakatan dan meminimalkan ketidaksepakatan. Kata AuMaehAy dalam tuturan diatas juga merupakan penanda kesantunan Mari sehingga orang-orang merasadiajak . Tuturan diatas juga merupakan bentuk kesantunan berbahasa Leech maksim kedermawanan yaitu mengurangi keuntungan diri sendiri dan meningkatkan keuntungan orang lain sebesar mungkin. Kemudian P1 dan P2 menyepakati solusi bersama . , terlihat dalam tuturan P2: AuAiyo mbuh ko nganta aku balik?Ay dan dijawab langsung oleh P1 dengan: AuMbuh, maeh tau kami nganta. Ay Menunjukkan kesepakatan dalam komunikasi yang baik. P1 dan P2 telah memaksimalkan kesepakatan dan meminimalkan ketidaksepakatan hal ini sesuai dengan teori kesantunan Leech maksim Konteks 11 Seseorang yang menanyakan perihal pelaminan resepsi pernikahan anak tetangganya. Tuturan: P1: Gdang Nyan pelaminannyo megah plo pumen sah nyan maha Au besar sekali pelaminannya megah lagi pasti mahal yaAy P2: Aidak ugo maha nyan dah standar lah mano ngambik kipeng nyewa maha maha. Au tidak terlalu mahal juga termasuk harga standar. Tidak ada uang untuk sewa mahal-mahal. Ay P1: Tau nyan Nyo mili AuPandai sekali milihnyaAy. Analisis: Tururan P1 yang melihat pelaminan anak tetangganya: AuGdang Nyan pelaminannyo megah plo pumen sah nyan mahaAy Kata Gdang dan Megah merupakan wujud kesantunan berbahasa Leech maksim pujian yaitu memaksimalkan pujian dan meminimalkan penghinaan. P2 merespons dengan merendah dan tidak membanggakan diri, meskipun pelaminan memang tampak megah dapat dilihat pada tuturan: AuAidak ugo maha nyan dah standar lah mano ngambik kipeng nyewa maha mahaAy Menghindari kesan pamer. Tuturan tersebut merupakan bentuk kesantunan leech maksim kerendahan hati yaitu pujilah diri sendiri sedikit mungkin dan kecamlah diri sendiri sebesar mungkin. Konteks 12 Tuturan ini diucapkan oleh salah satu pengurus majlis taklim di acara Tuturan: Kami mohon kepado kayo-kayo maihlah samo-samo semangat, jangan cik nyan uheng pegi ngaji kanti payah nyiap lukawo. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 AuKami mohon kepada ibuk-ibuk mari sama-sama bersemangat, jangan sedikit sekali yang hadir, teman kita susah payah menyiapkan semuanyaAy. Analisis: Pengurus majlis taklim memperhatikan kesantunan dalam tuturannya menggunakan kata AumohonAy yang berfungsi sebagai penghalus tuturan. Kata AumohonAy menunjukkan rasa hormat kepada orang lain sehingga merasa dihormati dan dihargai. Rahardi 2005 menyatakan bahwa Aumohon merupakan penanda kesantunan yang menunjukkan rasa hormat kepada orang lain sehingga merasa dihormati dan dihargai. Kalimat dalam tuturan: Aukanti payah nyiap lukawoAy menunjukkan empati dan ajakan secara halus agar menghargai jerih payah orang lain. Merupakan bentuk kesantunan Leech maksim simpati yang ikut merasakan orang lain, yaitu kurangi antipasti sekecil mungkin dan tingkatkan rasa simpati sebesar mungkin. Konteks 13 Seorang mahasiswa yang memuji penjahit bajunya. Tuturan: P1: Padek nyan kayo nyait yah tek. Iluk nyan kayo nyait baju ku tek, sesuai ngan nak ati ku. Aubibi bagus sekali jahit baju aku, sesuai sama keinginankuAy. P2: Kain baju nyo iluk model nyo iluk, uhang ngan ngenak ka iluk ugo tu yo iluk pumennyo. Au Kainnya bagus, modelnya bagus, orang yang make cantik makanya kelihatana bagus. Ay Analisis: Tuturan P1 memuji keterampilan si penjahit: AuPadek nyan kayo nyait yah tek. Iluk nyan kayo nyait baju ku tek, sesuai ngan nak ati kuAy. Kata Aupadek dan Auiluk merupakan bentuk pujian secara halus. Ini menunjukkan wujud kesantunan Leech maksim pujian, yaitu Pujilah orang lain sebanyak mungkin dan kecamlah orang lain sedikit mungkin. Konteks 14 Seorang ibu-ibu yang menawarkan bajunya untuk dipake kepada ibu-ibu yang tidak punya baju seragam. Tuturan: P1: Mbuh ku pgi blahak tapi dkdo baju ku, baju wak ado samo mli sahi nyado Kipeng. AuSaya bisa ikut arak-arakan tapi saya tidak ada baju karena tidak membeli kemaren tidak ada uangAy. P2: Jadi bae baju aku lu nyah, aku kauado ugo kesai pegi, ku pegi umah Skula. AuNihh pakai saja baju ku dulu. Kebetulan aku tidak bisa hadir karena ingin ke sekolahAy. Analisis: Tuturan P2: AuJadi bae baju aku lu nyah, aku kauado ugo kesai pegi, ku pegi umah SkulaAy. menunjukkan kedermawanan dengan menawarkan baju miliknya kepada Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 P1. Ini adalah strategi kesantunan yang menekankan pada mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri. Tuturan tersebut termasuk kesantunan berbahasa Leech maksim kedermawanan yaitu mengurangi keuntungan diri sendiri dan meningkatkan keuntungan orang lain sebesar mungkin. Konteks 15 Seorang ibu-ibu yang ingin menukar beli baju dengan jasa upah ladang. Tuturan: P1: Kuado lun nahu kipeng mayi lah minin, bayi ku nyok lu tau ku nulung iko kk ladang brapo kali tulung sal lah jadi ka itu mayi kalo mbuh kau, kalo idak tau ku nganso mayi cik cik. AuSaya belum ada uang untuk membayarnya sekarang, tolong kamu bayarkan dulu, nanti biar saya bekerja diladang kalian, upahnya jadikan saja untuk membayar baju. Jika kamu bersedia, jika tidak saya akan membayarnya secara berangsurAy. P2: Jadi ugo kalo mbuh kayo nktun kuado payah nalak sling geh. AuBisa juga kalo ibu bersedia, saya tidak susah lagi mencari pekerja diladangAy. Analisis: Tuturan P1:AuKuado lun nahu kipeng mayi lah minin, bayi ku nyok lu tau ku nulung iko kk ladang brapo kali tulung sal lah jadi ka itu. Mayi kalo mbuh kau, kalo idak tau ku nganso mayi cik cik. Ay P1 meminimalkan kerugian dengan menawarkan bentuk pembayaran dengan cara bekerja diladang P2, serta memberi ruang untuk menolak sehingga tuturan tersebut tidak terkesan memaksa. Tuturan P2 tersebut termasuk kesantunan berbahasa Leech maksim Kebijaksanaan yaitu Minimalkan kerugian bagi orang lain, dan maksimalkan keuntungan bagi orang lain. Konteks 16 Seorang ibu-ibu yang mengajak anaknya ikut kepasar. Tuturan: Moh kito pegi kebalai moh! AuAyo kita ke pasar yokAy Analisis: Seorang ibu menunjukkan kesantunan di awal kalimat dengan menggunakan kata AumohAy yang berfungsi sebagai penanda kesantunan untuk memperhalus maksud Penggunaan kata AumohAy membuat tuturan tersebut terdengar santun. Ungkapan "ayo" sering digunakan sebagai penanda kesantunan untuk memperhalus perintah atau ajakan, sehingga terdengar lebih ramah dan tidak memaksa (Rahardi 2. Konteks 17 Seorag remaja yang rela menjemput temannya karena temannya tidak ada motor. Tuturan: P1:Manen kito pegi isuk, aku dkdo unda ku, unda ku uhang nak mao isuk. AuGimana ya perginya besok, saya tidak ada motor, motor saya Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 mau dipake sama orang rumah Ay P2: Tau ku ngejang awak. AuBiar saya saja yang jemput kamu. Ay P1: Manen kno wak ahi kate sedangkan kito nak ahi kili AuLohh, gimana kamu mesti putar balik kalo kerumah saya, sedangkan kita mau ke hilir searah rumah kamu. Ay P2: Ee ma apo yoh bialah dakpapo dah. AuYa tidak apa-apa loh, kayak sama siapa sajaAy Analisis: Tuturan P2 AuTau ku ngejang awakAy Kata AutauAy awal kalimat berfungsi sebagai penanda kesantunan yang menawarkan bantuan dengan cara yang lembut dan tidak terkesan memaksa (Rahardi 2. Bentuk penawaran diri untuk menjemput P1 tanpa diminta, meskipun harus memutar arah. Ini menunjukkan kerelaan mengorbankan kenyamanan diri demi orang lain. Ini merupakan wujud kesantunan berbahasa Leech maksim kedermawanan yaitu mengurangi keuntungan diri sendiri dan meningkatkan keuntungan orang lain sebesar mungkin. Konteks 18 Tuturan ini diucapkan oleh seseorang kepada keluarganya. Tuturan: Jangan nyan idak jadi lahi sini gayulah dkdo nyan uhing nyo pintah dah. AuJangan lupa ya datang kesini. Mohon sekali ini tidak ada orang yang masak kalo kalian tidak kesiniAy. Analisis: Seseorang yang bertutur menggunakan kata AugayulahAy yang berarti sangat mohon kepada lawan tuturnya . alam Bahasa siulak muka. berfungsi sebagai penghalus kata AugayulahAy menunjukkan rasa yang benar-benar meminta kepada Dengan menggunakan kata AugayulahAy seseorang memperlakukan keluarganya seolah olah yang paling bisa ia andalkan, sehingga keluarganya merasa semangat untuk datang kerumahnya. Tuturan ini termasuk ke dalam kalimat imperatif, karena menunjukkan perintah yang berupa permintaan untuk datang kerumah kepada Hal ini sesuai dengan pendapat Rahardi . yang mengungkapkan bahwa imperatif yang mengandung makna permohonan biasanya ditandai dengan ungkapan penanda kesantunan mohon. Konteks 19 Seorang ibu dan anak yang sedang memasak. Tuturan: P1: Iluk nyan aso anak gadih masak. AuEnak sekali rasanya kalo anak gadis yang masakAy P2: Mano ado, itu idak aku masak dah tek, amak ku, aku nulung ngicu bae cik cik hehe AuMana ada, bukan aku yang masak itu bi, mama yang masak aku hanya bantu sedikit heheAy. Analisis: Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Tuturan P2: AuMano ado, itu idak aku masak dah tek, amak ku, aku nulung ngicu bae cik cik heheAy. Kata AuMano adoAy merupakan bentuk kerendahan hati P2. Kemudian dalam tuturannya juga mengatakan Auitu idak aku masak dah tek, amak ku, aku nulung ngicu bae cik cikAy yang mengklaim pujian tersebut dengan memberikan pujian kepada Hal ini termasuk kesantunan berbahasa Leech maksim kerendahan hati yaitu pujilah diri sendiri sedikit mungkin dan kecamlah diri sendiri sebanyak mungkin. Konteks 20 Disebuah pengajian keluarga seorang ibu yang hendak meminta orang yang lebih tua untuk membaca doa. Tuturan: Bo lah kayo ngan tuo maco kayo lah tau kayo, kami agi mudo nyado lun pas. AuSilahkan ibu yang lebih tua dan lebih lancar saja yang membacanya, kami yang muda masih belum pasAy. Analisis: Tuturan ini termasuk ke dalam kesantunan berbahasa ditandai dengan seorang ibu-ibu yang menuturkan kata Aubo lahAy yang berarti silahkan menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Silahkan yang dilekatkan di awal tuturan dapat berfungsi sebagai penghalus tuturan maupun penentu kesantunan linguistic (Rahardi 1. Konteks 21 Seseorang yang menawarkan pekerjaan kepada ibu-ibu. Tuturan: P1: Payah nyan nalak gawe minin dakyo ji iko, kipeng pait banyak pulo kna. Au Susah sekali cari kerjaan sekarang, uang susah tapi kebutuhan Ay P2: Ado gawe mbuh kyo nulung kami kak ladang kayu aro, kalo mbuh kayo mak ku mao kayo minggu skali. Au Saya ada tawaran kerjaan di ladang kayu aro, jika berminat akan saya kabari minggu depanAy. P1: Mbuh nyan kato ka yuh pilo wak nak mintak tulung. AuSangat berminat, kabari saja ya kapannyaAy. Analisis: Tuturan P2: AuAdo gawe mbuh kyo nulung kami kak ladang kayu aro, kalo mbuh kayo mak ku mao kayo minggu skaliAy kata AuKalo mbuhAy Merupakan bentuk penawaran bantuan berupa pekerjaan. P2 tidak langsung menyuruh atau memaksa, melainkan mengajak secara halus dan memberikan pilihan. ini termasuk kesantunan berbahasa Leech maksim kedermawanan yaitu meningkatkan keuntungan orang lain. Kemudian P1 memberikan tanggapan antusias : Aumbuh nyan kato ka yuh. Ay sebagai bentuk apresiasi dan penerimaan yang sopan terhadap tawaran. Konteks 22 Seorang bapak-bapak yang memberi kabar duka kemudian ibu-ibu turut merasakan duka tersebut. Tuturan: P1: Apak au itu late toh lah lulu ado ko tau Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 AuAyah nya si itu kayu aro sudah meninggal duniaAy P2: Waa pio. AuKenapa, kapan?Ay P1: Pagi tgen, nyo minin uhang mao jak umah sakit lili AuPagi tadi, sekarang lagi dijalan dari rumah sakit menuju rumahnyaAy P2: Innalillahi, pio sicepat itu lah, wak ado nyengko2 yah sien awk AuInnalillahi, kenapa secepat itu, tak disangka-sangka. Turut berduka dengarnyaAy. Analisis: Tuturan dari P2: menunjukkan empati dan simpati atas kabar duka,dapat dilihat dalam ungkapan:"Innalillahi, pio sicepat itu lah. " tutran tersebut termasuk kesantunan berbahasa Leech maksim simpati yang mana P2 ikut merasakan kesedihan atas kabar duka yang dinfokan oleh P1. Konteks 23 Seorang ibu-ibu yang menceritakan musibah yang menimpanya kepada temannya. Tuturan: P1: kami lah keno tipu pas mesan tiket balik kinci pteng AuKami ditipu waktu pesan tiket kemarenAy P2: Pio manen cerito AuKenapa gimana ceritanya?Ay P1: . enceritakan kejadia. P2: Ndii yah malang idak wak tau, saba bae lah mungkin idak rezeki awak, pasti digenti lebih dari itu pulo, sien nyan ku AuYa ampun kita ga tau musibah akan datang, sabar ya mungkin emang belum rezeki, pasti diganti lebih dari itu lagi, sabar ya, turut sedih dengarnyaAy P3: Iyo saba bae lah mak dignti blipat lipat plo, untuk skali neh hati hati bae lah plo. AuIya sabar yaa, semoga diganti berlipat lipat dari yang hilang, buat kedepannya lebih hati hati lagi ya. Ay Analisis: P2 menyatakan: AuNdii yah malang idak wak tau, saba bae lah mungkin idak rezeki awak, pasti digenti lebih dari itu pulo, sien nyan ku nengaAy dan P3: AuIyo saba bae lah mak dignti blipat lipat plo, untuk skali neh hati hati bae lah ploAy . Tuturan tersebut merupakan bentuk rasa sedih atas musibah yang menimpa P1. P1 dan P2 berusaha menenangkan dan memberi harapan yang lebih baik dibalik musibah itu dapat dilihat pada tuturan: Ausaba bae lah mungkin idak rezeki awak, pasti digenti lebih dari itu puloAy tuturan tersebut merupakan bentuk kesantunan Leech maksim simpati yaitu kurangi antipati sekecil mungkin dan tingkatkan rasa simpati sebesar mungkin. Konteks 24 Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Seorang ibu-ibu yang memuji pembawa acara disebuah acara akad nikah. Tuturan: P1: Tau nyan nyo mao kah maco puisi au ini dkyo AuPintar sekali cara bacanya sama penghayatannya yaAy P2: Iyo nangih nyo maco uhang nyan banyak go hang nangih nenga duen. AuIya banyak orang terharu dengarnya ada yang sampe nangis jugaAy. P1: Yo nyan toh dihayati nyo nyan AuIya betul-betul menghayati sekaliAy. Analisis: P1 dan P2 memberikan pujian tulus atas kemampuan dan penghayatan pembaca puisi. Kata-kata seperti AuTau nyan nyo mao kahAy dan Auuhang nyan banyak go hang nangih nenga Ay Merupakan bentuk pujian kepada pembaca puisi. Tuturan tersebut termasuk kesantunan berbahasa Leech maksim pujian yaitu pujilah orang lain sebanyak mungkin dan kecamlah orang lain sedikit mungkin. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap masyarakat Siulak Mukai Kabupaten Kerinci, ditemukan sebanyak 24 konteks tuturan yang mengandung unsur kesantunan berbahasa. Bentuk-bentuk kesantunan tersebut mencerminkan etika yang kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kesantunan ditunjukkan melalui penggunaan berbagai ungkapan seperti AutolongAy. AuayoAy. AumariAy. AucobaAy. AuharapAy. AumohonAy. AubiarAy. AuhendaknyaAy. Ausudi kiranyaAy, serta bentuk sapaan dan ungkapan penghargaan lainnya. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menerapkan enam maksim kesantunan berdasarkan teori Geoffrey Leech, yakni maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati, yang ditemukan dalam berbagai konteks interaksi, percakapan antaranggota keluarga, hingga komunikasi di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Siulak Mukai memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kesantunan berbahasa. Kesantunan ini tidak hanya menjaga komunikasi agar tidak terjadi konflik tetapi juga penting untuk terus dilestarikan. DAFTAR RUJUKAN Aimas. Sorong. , & Barat. TINDAK TUTUR DIREKTIF INTERAKSI GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI. Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa Sastra Dan Pengajarannya, 16. , 1Ae5. Akhyaruddin. Agusti, & Ageza. Analisis Kesantunan Berbahasa Dalam Debat Publik Calon Bupati Kabupaten Kerinci Tahun 2018. Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 7. , 95Ae108. https://doi. org/10. 22437/pena. Eudes Rolandus Eksan. Abdul Hafid. Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Terhadap Dosen di Unimuda Sorong (Tinjauan Pragmati. Frasa:Jurnak Keilmuan Bahasa. Sastra. Dan Pengajarannya, 2. , 1Ae23. Fauziyah. Implikatur dan Eksplikatur dalam Video Tayangan Narasi TV - Muda Bersuara: Kajian Pragmatik. Referen, 1. , 250Ae272. https://doi. org/10. 22236/referen. Leech. Principles of Pragmatics. Muslich. Kesantunan Berbahasa: sebuah kajian Sosiolinguistik. Universitas Malang. Nurzafira. Nurhadi. , & Martutik. Kesantunan imperatif guru bahasa Indonesia Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 dalam interaksi kelas. AKSARA: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 21. , 88Ae101. https://doi. org/10. 23960/aksara/v21i1. Rahardi. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Nahasa Indonesia. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Santoso. BERBAHASA. Scovel. Psycholinguistics. Oxford University Press. Setyonegoro, akhyaruddin. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. Analisis TeoriTeori Kesantunan Berbahasa Untuk Pengayaan Bahan Ajar Mata Kuliah Berbicara, 11. , 16Ae35. Suraya. Abdul Hafidz. Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Surat Resmi Himpunan Mahasiswa Prod (HMP) FKIP Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa Sastra Dan Pengajarannya, 2. , 1Ae23.