Volume 2 Nomor 2 . Desember GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN E-ISSN: 2964-7010 Optimalisasi Buku Kia sebagai Media Deteksi Dini Komplikasi pada Kehamilan di Desa Karangrejo. Kediri Optimization of Kia Book as a Media for Early Detection of Complications in Pregnancy in Karangrejo Village. Kediri Ivon Diah Wittiarika1 Endyka Erye Frety2 Astika Gita Ningrum3 Fadeyeen Khoirun Nisa4. Riris Putricia Vedo Refa S5. Sefri Anggraeni6 1,2,3,4,5,6 Program Studi Kebidanan. Fakultas Kedokteran. Unversitas Airlangga. Surabaya. Indonesia Corresponding author: Endyka Erye Frety Email: endyka-erye-frety@fk. ABSTRAK Saat masa kehamilan sangat mungkin terjadi komplikasi yang dapat mebahayakan ibu dan Komplikasi yang mungkin dapat terjadi saat hehamilan antara lain, perdarahan, preekamsia, persalinan premature dan lainnya. Komplikasi ini dapat diketahui lebih awal jika ibu dan keluarga mempunyai pengetahuan cukup. Pemanfaatan Buku Kesehatan ibu dan anak (KIA )untuk ibu hamil merupakan salah satu media deteksi dini komplikasi pada kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kader ibu terhadap pentingnya Buku KIA sebagai media deteksi dini komplikasi pada kehamilan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Karangrejo Wilayah Kerja Puskesmas Ngasem. Kabupaten Kediri. Jawa Timur. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada dua sasaran masyarakat, yaitu ibu hamil dan kader ibu balita. Pengabdian masyarakat dengan sasaran ibu hamil dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan media Materi power point dan Buku KIA. Kegiatan dengan sasaran Kader ibu-balita hari dengan metode ceramah, diskusi, dan Focus Group Discussion. Evaluasi kegiatan mengukur ketercapaiakn kegiatan dilakukan menggunakan pretest dan posttest oleh ibu hamil dan kader dan umpan balik secara langsung. ibu hamil dan kader sangat antusias mengikuti kegiatan dengan bertanya dan berdiskusi tentang materi. Berdasarkan evaluasi, pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kader dari rata-rata pengetahuan 77,67 menjadi 93,33 mengenai pemanfaatan Buku KIA sebagai media deteksi kehamilan Buku KIA sangat efektif meningkatkan pengetahun ibu hamil dan kader ibu tentang deteksi dini komplikasi Pengabdian masyarakat ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan inovasi metode Kata kunci : Kehamilan. Buku KIA. Deteksi Dini Komplikasi ABSTRACT During pregnancy complications may occur that can harm the mother and fetus. Complication that occur in pregnancy such as pre-eclampsia, prenatal bleeding, preterm labour and others. This complication can be detect earlier if mother and family have a good knowledge. Using the KIA book for pregnant women is a medium for early detection of complications in pregnancy This community service activity aims to increase pregnant women and Community Health Cadres knowledge regarding the importance of the KIA Handbook as a tools for early detection of complications in Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ pregnancy. This community services carried out in Karangrejo Village, area Ngasem Public health services. Kediri. Jawa Timur. The stage community services: Preparation. Implementation and The activity was carried out for two days, first day of community service was dedicated to pregnant women and the second day was for and Community Health Cadres using the lecture, discussion. Q and A session and focus group discussion method. The evaluation was carried out with feedback from pregnant women and cadres regarding the material presented as well as the completion of the pre-test and post-test by pregnant women and cadre. Based on the evaluation, this community service can increase mean the knowledge from 77,67 to 93,33 of pregnant women and Community Health Cadres regarding the use of the KIA Handbook as a tools for early detection of complications in pregnancy. KIA Handbookis an effective tools for early detection in pregnancy complication and This community service needs to be carried out continuously with innovative integration methods Keyword : Pregnancy. KIA Handbook. Early Detection of Complications PENDAHULUAN Kehamilan merupakan masa yang dimulai dari konsepsi hingga lahirnya janin. (Situmorang dkk, 2. Kehamilan merupakan proses yang diawali dengan pertemuan sel ovum dan sel sperma didalam uterus tepatnya di tuba fallopi, setelah terjadinya proses konsepsi dan nidasi kemudian terjadi implantasi pada dinding uterus, tepatnya pada lapisan endometrium yang terjadi pada hari keenam dan ketujuh setelah konsepsi dan akan berlangsung selama kurang lebih 40 minggu (Rintho, 2. Tak kala pada masa kehamilan ini akan terjadi kegawadarutan dan kematian pada ibu hamil. Berdasarkan WHO bertanggung jawab atas 70. 000 kematian ibu di seluruh dunia. Setiap hari sekitar 810 wanita meninggal karena komplikasi kehamilan, persalinan dan 94% kematian ibu hadir dari negara-negara berkembang (Afriyanti & Gusrizal, 2. Berdasarkan laporan (WHO, 2. Angka kematian ibu di seluruh dunia diperkirakan mencapai 287. kematian, angka ini setara dengan hampir 800 kematian per hari dalam dua menit satu Selain kematian ibu dan morbiditas, preeklampsia menyumbang 500. 000 kematian bayi setiap tahun. Akibat dari kurangnya pengetahuan tentang bahaya kehamilan dapat menyebabkan kematian maternal seperti perdarahan . %), infeksi . %), aborsi yang tidak aman . %), eklampsia . %), persalinan yang buruk . %), penyebab tidak langsung . %) (WHO, 2. Beberapa penyebab kematian maternal dapat disebabkan adanya komplikasi yang dapat muncul melalui tanda bahaya Apabila ibu hamil yang mengalami gangguan medis atau masalah kesehatan akan dimasukkan kedalam kategori risiko tinggi, sehingga kebutuhan akan pelaksanaan asuhan pada kehamilan menjadi lebih besar (Fyrda dkk, 2. Kehamilan risiko tinggi menurut Poedji Rochjati adalah kehamilan dengan satu atau lebih satu faktor risiko, baik dari pihak ibu maupun janinnya yang memberi dampak kurang menguntungkan baik bagi ibu maupun janinnya, memiliki risiko kegawatan tetapi tidak darurat. Masalah atau faktor risiko tinggi dapat diketahui salah satunya dengan melakukan deteksi dini komplikasi pada kehamilan dengan menggunakan kartu skor dari Poedji Rochjati dan melakukan pemeriksaan kehamilan/melakukan antenatal Oleh karena itu, peningkatan penggunaan Buku KIA sebagai media deteksi dini komplikasi pada kehamilan sangat dibutuhkan untuk pemeriksaan kehamilan. Pengetahuan tanda bahaya kehamilan dinilai melalui beberapa komponen antara lain konsep tanda bahaya, perdarahan vagina, edema, demam tinggi, penurunan gerak janin, muntah persisten, dan ruptur membran (Nugroho et al, 2. Ibu hamil perlu mengetahui tanda bahaya kehamilan karena munculnya tanda bahaya dapat menjadi indikasi adanya kemungkinan bahaya bahaya pada kehamilan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu hamil dan janin (Nuraisya, 2. Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ Tujuan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDG. , target AKI di Indonesia adalah 70 per 100. 000 kelahiran hidup pada tahun Untuk mencapai target tersebut maka diperlukan kerja keras terlebih jika dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN. AKI di Indonesia masih sangat AKI di negara - negara ASEAN rata rata sebesar 40 - 60 per 100. 000 kelahiran Kabupaten kediri sendiri merupakan salah satu Wilayah di Provinsi jawa timur yang memiliki kasis komplikaksi kehamilan yang cukup tinggi, berdasarkan data komplikasi kebidanan pada ibu mengalami peningkatan dari tahun 2021 yaitu saat 2020 sebanyak 84,3% sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 88,92% dengan didominasi oleh kasus Pre Eklamsia. WHO mengklaim bahwa sebagian besar penyebab kematian ibu akibat komplikasi selama masa kehamilan dan persalinan dapat dicegah. Upaya dalam pecegahan komplikasi selama kehamilan dan persalinan ini merupakan tanggung jawab bersama berbagai pihak. Di tiap wilayah puskesmas memiliki kader ibu hamil yang mendampingi ibu yang dapat membantu mendeteksi dini komplikasi yang terjadi selama kehamilan. Pemberdayaan kader di masyarakat merupakan salah satu Langkah efekif sebagai upaya penurunan AKI dan AKB (Tunggal et al, 2. Selain itu ibu hamil juga perlu memahami kondisi yang dialaminya sehingga mampu melakukan deteksi dini guna mencegah komplikasi yang mungkin muncul. Peningkatan kesadaran dalam melakukan deteksi dini komplikasi pada kehamilan pada kegiatan pengandian masyarakat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kader terkait tanda bahaya kehamilan. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) hadir sebagai salah satu saran bagi ibu hamil memperoleh informasi terkait kesehatan ibu dan anak, termasuk tanda-tanda bahaya pada masa kehamilan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan Buku KIA sebagai media deteksi dini komplikasi pada kehamilan. Melalui kegiatan ini diharapkan dukungan masyarakat dan ibu kader terhadap ibu hamil dapat meningkat sehingga ibu hamil terhindar dari masalah kehamilan yang memiliki risiko tinggi maupun tidak. Selain pengetahuan, masyarakat mengenai manfaat Buku KIA sebagai media deteksi dini komplikasi pada kehamilan secara tepat sebagai upaya promotif dan preventif dalam kesehatan ibu hamil. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan didesa Karangrejo. Kediri dengan sasarannya adalah ibu hamil sebanyak 23 orang dan kader sebanyak 33 orang. dilakukan pada tanggal 12 Ae 14 Juni 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Karangrejo. Kediri dilakukan melalui Persiapan Pada tahap ini dilakukan identifikasi lokasi dan target masyaralat, masalah dan kebutuhan penyelesaiannya yang sesuai, melakukan perizinan dan koordinasi dengan puskesmas dan desa terkait, mempersiapkan media dan kebutuhan lainnya untuk kegiatan pengabddian Nomor surat izin kegiatan dari dinas Kesehatan Kabupaten Kediri KS. 06_61/418. 25/04/2023. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui dua kegiatan. Kegiatan yang pertama adalah kegiatan penyuluhan pada ibu hamil dengan sasaran 30 orang. Sebelum melakukan penyuluhan dilakukan pretest kepada ibu hamil untuk mengetahui pengetahuan dasar dan agar dapat dilihat ketercapaian Selanjutnya dimulai sesi penyampaian materi dan diskusi. Metode penyampaian terdiri atas . Metode Ceramah : Metode ini dimaksudkan untuk menyampaikan materi kepada audiens terkait pemanfaatan buku KIA sebagai media Pada ibu hamil diberikan informasi-informasi ditemukan pada buku KIA sebagai pengetahuan dasar yang penting Para kader mendapatkan pembekalan terkait pembaharuan Buku KIA dimana peran kader sangat Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ penting sebagai pendamping ibu . Metode QnA: Metode QnA atau metode tanya jawab bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman audiens setelah diberikan materi, menjelaskan kembali hal-hal yang kurang dipahami audiens, serta menyamakan persepsi agar tidak Setelah penyampaikan materi dan diskusi dengan ibu hamil dilakukan post test kepada Ibu hamil. Pertanyaan pretest dan post test terdiri atas 10 Kegiatan kedua Penyuluhan dan FGD dengan kader ibu hamil. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kentrampilan kader dalam mendampingi ibu hamil sehingga dapat mendeteksi dini jika ada komplikasi yang terjadi pada ibu Media yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah Buku KIA 2022 dan Powerpoint. Kegiatan pada kader ini selain metode ceramah, diskusi dan tanyajawab juga dilakukan kegiatan FGD. Pada metode ini, digunakan hanya untuk para kader dimana setiap kelompok terdiri dari 10 orang. Metode ini bertujuan untuk menggali permasalahan yang dihadapi oleh ibu hamil selama didampingi oleh kader. Para kader juga dapat mendiskusikan solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan pada hari pertama yakni penyuluhan kepada ibu hamil diawali dengan dengan pemeriksaan tekanan darah, dilanjutkan dengan pemberian materi Pemanfaatan Buku KIA Sebagai Media Deteksi Dini Komplikasi Pada Kehamilan yang meliputi pemeriksaan ibu hamil, tanda bahaya kehamilan, hal-hal yang harus dihindari oleh ibu hamil dan perawatan sehari-hari yang dapat dilakukan oleh ibu hamil. Kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan penyuluhan kepada kader Desa Karangrejo. Setelah pemberian materi selesai. Focus Group Discussion untuk kader yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah terkait Ibu Hamil di Desa Karangrejo dan wilayah kerja Puskesmas Ngasem. FGD ini juga dilaksanakan sebagai metode untuk mengevaluasi kader. Evaluasi bagi peserta ibu hamil dilaksanakan menggunakan pretest dan posttest berupa kuesioner yang berisikan 20 pertanyaan mengenai pengetahuan dasar tentang kehamilan. Evaluasi Kegiatan evaluasi menggunakan pretestpost test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri 60 orang yang terbagi dalam 2 sesi dihari yang berbeda. Untuk hari pertama, kegiatan penyuluhan ibu hamil dihadiri oleh 30 orang ibu hamil dan untuk kegiatan hari kedua yakni kegiatan penyuluhan pada kader dihadiri oleh 30 orang kader. Untuk kegiatan hari pertama, evaluasi peserta ibu hamil dilaksanakan dengan membagikan lembaran pretest dan posttest. Adapun hasil pretest dan posttest disajikan dalam tabel grafik dibawah Tabel 1. Nilai total, rata-rata dan SD pengetahuan ibu hamil. Pre-test Total nilai Rata-rata Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ Post-test 77,67 93,33 9,35 4,71 Gambar 3. Kegiatan penyampaian materi kepada ibu hamil PRE-POST PENGETAHUAN Series1 PRE POST Gambar 1. Grafik Pre-Post Pengetahuan ibu Gambar 2. Proses penyampaian materi kepada Kader. Gambar 2. Kegiatan tanya jawab dengan ibu Berdasarkan didapatkan dari hasil pretest dan posttest dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil dan kader ibu hamil dari rata-rata setelah adanya pemaparan materi terkait deteksi dini komplikasi pada Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Andy Syntha Ida . menunjukkan ada pengaruh antara edukasi terhadap kemampuan dalam deteksi dini komplikasi pada masa kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalate Makassar. Kurangnya pengetahuan ibu terkait tandatanda bahaya kehamilan dapat berdampak pada komplikasi di masa kehamilan dimana dapat mengakibatkan keterlambatan rujukan keputusan, terlambat mengakses pelayanan dan terlambat mendapatkan pelayanan yang tepat saat tiba di fasilitas kesehatan. Tanda bahaya yang diketahui lebih dini akan lebih meminimalisir terjadinya kondisi yang lebih Deteksi dini dapat dilakukan jika ibu hamil mempunyai pengetahuan yang baik terkait tanda bahaya kehamilan sehingga ibu hamil secara mandiri dapat membuat keputusan untuk segera mencari pelayanan kesehatan atau pertolongan ketika ibu hamil menyadari tanda-tanda bahaya kehamilan. Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara maksimal dapat menjadi salah satu cara ibu hamil dan keluarga kesehatan ibu dan anak. Buku KIA memuat informasi yang sangat lengkap termasuk deteksi dini atau tanda bahaya pada ibu sejak masa kehamilan hingga masa nifas. Pemanfaatan buku KIA dapat dilakukan oleh penyuluhan seperti yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat kediri dan dapat menjadi pengingat ibu mengenai informasi-informasi kesehatan yang dimuat di dalam buku tersebut. Pengetahuan ibu hamil terkait tanda bahaya pada masa kehamilan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibu terkait kondisi kehamilannya sehingga angka kesakitan dan kematian ibu hamil dapat Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat diartikan bahwa semakin baik pengetahuan ibu hamil tentang pemanfaatan buku KIA maka semakin baik kecenderungan ibu hamil untuk melakukan deteksi dini komplikasi pada masa kehamilan. Metode yang cukup efektif dalam meningkatkan kapasitas kader yakni metode Focus Group Discussion (FGD). Penyaluran pengetahuan melalui FGD dinilai efektif dilakukan secara sistematis dan spesifik pada suatu permasalahan diskusi kelompok. Melalui FGD, kader dapat berpartisipasi aktif dan diberi kesempatan untuk berdiskusi serta menyampaikan pendapat atau pengalamannya memungkinkan kader untuk lebih fokus dan antusias (Hanifah, 2. Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) di hari kedua, kader membahas terkait mendampingi ibu hamil. Kegiatan FGD dilakukan untuk menggali permasalahan sebagai metode evaluasi yang dilakukan bagi Data hasil FGD dapat dilihat pada tabel berikut ini: Skrining kehamilan kurang optimal, disebabkan oleh kurangnya kesadaran dari masing-masing individu untuk datang saat kelas hamil dengan berbagai alasan seperti bekerja, malas, malu, antrian yang ramai, tidak memiliki BPJS, dan lain sebagainya. Faktor lain yang mempengaruhi yakni budaya yang diyakini jika kehamilan belum memasuki 3 bulan tidak boleh diumumkan sehingga ibu tidak segera memeriksakan kehamilannya. Adapun rencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh para kader yakni kunjungan ke rumah ibu hamil secara berkala untuk memastikan ibu hamil tetap terkontrol, usulan penyediaan USG di puskesmas agar ibu hamil lebih semangat untuk ANC, dan memberikan edukasi kepada calon pengantin terkait Terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan akibat tidak mau menggunakan kontrasepsi. Untuk mengatasi hal tersebut, kader memiliki rencana tindak lanjut untuk melakukan pendataan dan memastikan setiap PUS telah menggunakan kontrasepsi (KB) dan upaya pemberian edukasi dengan membentuk posyandu remaja untuk meminimalisir terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan pada remaja. Perkembangan pengetahuan dan ketakutan ibu terkait stimulasi dan rangsangan kepada anak sejak dini. Tindak lanjut yang akan dilakukan ialah memberikan edukasi terkait stimulasi dan membantu ibu dalam memberikan stimulasi kepada anaknya, serta pemberian imunisasi yang sesuai. Persalinan kurang optimal karena kurangnya pengetahuan ibu dalam memahami tanda bahaya kehamilan. Kesibukan dalam hal pekerjaan juga menjadi alasan para ibu kurang rutin melakukan ANC. Edukasi terkait tanda bahaya kehamilan dan persalinan akan digalakkan untuk menanggulangi masalah tersebut. Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ Data hasil FGD menunjukkan bahwa ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo sering tidak hadir saat pelaksanaan kelas hamil dan tidak datang untuk melakukan antenatal care (ANC) karena ibu hamil merasa malas untuk skrining masa kehamilan tidak bisa dilakukan secara maksimal dan optimal. Sedangkan menurut penelitian, hasil pemeriksaan kehamilan ibu yang dilakukan secara rutin dapat membantu ibu mendeteksi resiko kehamilan untuk mencegah terjadi komplikasi dan kegawatdaruratan yang terjadi selama kehamilan (Apriliasari dan Puji Astusik. Kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat. Setiap wanita hamil memiliki kemungkinan resiko kehamilannya hingga mengancam jiwa. Selain dari faktor fisik yang berhubungan dengan kondisi kesehatan dalam kehamilan seperti penyakit atau komplikasi langsung kehamilan (Manuaba, 2. Penggunaan media Buku KIA ini menjadi salah satu alternatif yg efektif untuk meningkatkan sehingga pada pengabdian masyakata ini dapat dikatakan saat bermasnfaan bagi ibu hamil dan kader (Dhewi. Anwary dan Anggraeni, 2. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan mengenai komplikasi pada kehamilan dan ibu hamil yang rutin melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) salah satu upaya untuk menjaga kesehatan ibu dan janin serta jika terdapat kelainan maka akan segera mendapatkan pertolongan. SIMPULAN DAN SARAN Melihat kesadaran dan pengetahuan ibu hamil terkait kehamilan yang rendah dapat memunculkan komplikasi pada kehamilan sehingga deteksi dini untuk mencegah memanfaatkan buku KIA perlu untuk diketahui dan dilakukan oleh ibu hamil. Perlu dilakukan inovasi metode penyampaian dengan menggunakan teknologi informasi termasuk pemanfaatan sosial media. Kegiatan ini perlu dilakukan di wilayah lain, terutama wilayah dengan kualitas kesehatan ibu dan anak yang rendah terutama kualitas kesehatan ibu hamil DAFTAR PUSTAKA