Efektivitas Komunikasi terhadap Pembentukan Kepribadian Anak Usia Dini: Studi Kasus di Desa Kramat. Bungah. Gresik Maslakhatul Ainiyah1. Faqihatin 2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Qomaruddin. Gresik. Indonesia Program Studi Teknik Informatika. Universitas Qomaruddin. Gresik. Indonesia * Korespondensi: maslakhatulainiyah01@gmail. ABSTRACT Received: 9 May 2024 Accepted: 4 July 2024 Published: 7 July 2024 Citation: Ainiyah. & Faqihatin. Efektivitas Komunikasi terhadap Pembentukan Kepribadian Anak Usia Dini: Studi Kasus di Desa Kramat. Bungah. Gresik. Qomaruna Journal of Multidisciplinary Studies 1. , 25-31 Communication is a fundamental part of human life and is very important in the family, where parents act as the primary educators. Many parents work, resulting in reduced communication with their children. Communication within the family aims to strengthen social relationships and influence the development of the child's Effective communication includes feelings of togetherness, mutual understanding, and emotional involvement. This research aims to describe the effectiveness of communication in shaping the personality of young children . arly childhoo. in the village of Kramat. Mengare Bungah. Gresik. Using a qualitative study design through observation and interview, we found that family communication is very important in influencing children's behavior. The more effective the communication between parents and children, the more the child's intrapersonal intelligence develops. Open communication between children and parents builds a positive self-concept in children, making them feel accepted and confident in making their own choices. Keywords: Communication. Effective. Early Childhood ABSTRAK Copyright: A 2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/license s/by/4. 0/). Komunikasi adalah bagian mendasar dalam kehidupan manusia dan sangat penting dalam keluarga, di mana orang tua berperan sebagai pendidik utama. Banyak orang tua yang bekerja sehingga komunikasi dengan anak menjadi kurang. Komunikasi dalam keluarga bertujuan mempererat hubungan sosial dan mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Komunikasi yang efektif mencakup perasaan kebersamaan, saling pengertian, dan keterlibatan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas komunikasi terhadap pembentukan kepribadian anak usia dini di desa Kramat. Mengare. Bungah. Gresik. Dengan menggunakan pendekatan studi kualitatif melalui observasi dan wawancara, hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga sangat penting dalam mempengaruhi tingkah laku Semakin efektif komunikasi orang tua, semakin berkembang kecerdasan intrapersonal anak. Komunikasi terbuka antara anak dan orang tua membangun konsep diri positif pada anak, membuat anak merasa diterima dan berani menentukan pilihan sendiri. Kata kunci: Komunikasi. Efektif. Anak Usia Dini QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2024. Vol. No. 02, pp. Pendahuluan Tinjauan Pustaka Komunikasi merupakan bagian mendasar dalam kehidupan manusia yang dapat mengubah sikap dan kepribadian orang lain (Effendy, 2. Melalui komunikasi, manusia dapat saling berhubungan dalam berbagai konteks kehidupan, baik di rumah, tempat kerja, pasar, masyarakat, atau dimanapun mereka berada. Komunikasi sangat penting, terutama dalam keluarga. Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama yang dikenal anak, di mana orang tua adalah pendidik utama (Laily & Matulessy, 2. Namun, banyak orang tua yang bekerja sehingga komunikasi dengan anak menjadi Akibatnya, anak sering mencari kenyamanan di luar rumah, yang dapat mempengaruhi sikap dan kepribadiannya. Oleh karena itu, peran orang tua dalam komunikasi harus efektif agar anak-anak memiliki sikap dan kepribadian yang baik (Susanto, 2. Komunikasi antara orang tua dan anak adalah proses membangun hubungan yang melibatkan interaksi verbal dan nonverbal dalam kehidupan sehari-hari (Pusungulaa et al. , 2. Komunikasi yang baik diperlukan untuk berhubungan dengan orang lain. Komunikasi hanya bisa terjadi dengan menggunakan sistem isyarat yang sama. Komunikasi antarpribadi sering terjadi dalam pembentukan karakter seseorang. Menurut (Hurlock, 1. , komunikasi antarpribadi adalah proses interaksi dan pembagian makna yang terkandung dalam gagasan maupun perasaan. Dalam keluarga, komunikasi bertujuan untuk mempererat hubungan sosial di antara individu. Komunikasi yang efektif menciptakan perasaan kebersamaan, saling pengertian, kasih sayang, keterbukaan, keterlibatan diri dalam berbagai bidang fisik, intelektual, dan emosi, serta partisipasi dalam berbagai bidang, terutama dalam berkomunikasi dengan remaja yang sedang mengalami peralihan. Dalam konteks keluarga, komunikasi yang yang efektif antara orang tua dan anak sangat penting dalam perkembangan kepribadian anak usia dini, mempengaruhi pertumbuhan sosial, emosional, dan kognitif Dengan memupuk empati, kejujuran, dan kecerdasan emosional, orang tua dapat berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan keseluruhan anak mereka. Jika keluarga menggunakan komunikasi yang baik dan efektif, hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak usia dini. Penelitian menunjukkan anak-anak yang tinggal di pesisir atau pinggiran pantai sering memiliki sikap dan kepribadian yang kurang baik (Arini et al. , 2019. Subekti & Nurrahima, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejauh mana efektivitas komunikasi keluarga yang tinggal di permukiman pinggiran pantai di desa Kramat Mengare Bungah Gresik terhadap pembentukan kepribadian pada anak usia dini. Komunikasi Komunikasi merupakan bagian paling mendasar dalam kehidupan manusia. Dalam pengertian khusus komunikasi. Hovland . alam Effendy, 2. dalam buku "Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek" menyatakan bahwa komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain. Jadi, berkomunikasi tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga berusaha mempengaruhi agar seseorang atau sekelompok orang melakukan tindakan yang diinginkan oleh komunikator. Untuk dapat mengubah sikap, pendapat, atau perilaku orang lain, komunikasi harus bersifat komunikatif, yaitu pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator harus benar-benar dimengerti dan dipahami oleh komunikan untuk mencapai tujuan komunikasi yang efektif. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh (Hurlock, 1. Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi berfungsi sebagai sumber informasi yang diperlukan individu atau kelompok dalam pengambilan keputusan. Dengan menyampaikan data, komunikasi memungkinkan penilaian berbagai pilihan yang akan diputuskan. Selain itu, komunikasi dapat mengendalikan perilaku orang lain atau anggota kelompok dengan menetapkan aturan yang harus dipatuhi oleh semua pihak. Komunikasi juga berfungsi sebagai alat untuk memotivasi melalui penjelasan yang diberikan oleh para motivator. Kepribadian Menurut Allport . alam (Sujanto, 2. , kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikofisik dalam individu yang menentukan cara unik mereka menyesuaikan diri dengan QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2024. Vol. No. 02, pp. Setiap kepribadian adalah gambaran umum yang membantu memahami seseorang melalui struktur kepribadiannya. Sedangkan (Ronald, 2. berpendapat bahwa kepribadian adalah perwujudan yang menampakkan integritas dan ciri-ciri tingkah laku khas dari organisme tersebut. Meskipun cakupan pembahasan kepribadian manusia sangat luas, pada dasarnya semua pendapat ini memiliki kesamaan yaitu berlandaskan pada kebiasaan, sikap, dan sifat yang ada pada diri manusia. Anak Usia Dini Anak usia dini adalah anak berusia 0-6 tahun, dengan beberapa ahli memperluas hingga 0-8 Masa ini dikenal sebagai masa emas (Golden Ag. karena anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat yang tidak tergantikan. Menurut (Suyanto, 2. , 50% kecerdasan anak terbentuk pada empat tahun pertama, mencapai 80% pada usia 8 tahun, dan 100% pada usia 18 tahun. Anak usia dini memiliki karakteristik unik, termasuk sifat egosentris yang membuat mereka melihat dunia dari perspektif mereka sendiri. Mereka belum mampu memahami peristiwa secara objektif atau menempatkan diri dalam posisi orang lain. Relasi sosial anak bersifat primitif, karena mereka belum dapat memisahkan diri dari lingkungan sosialnya dan cenderung membangun dunia dengan fantasi dan keinginan mereka. Anak usia dini juga belum bisa membedakan antara dunia lahiriah dan batiniah, serta benda hidup dan benda mati. Mereka sering menganggap segala sesuatu di sekitarnya memiliki jiwa seperti Rasa ingin tahu mereka besar, ditunjukkan dengan meraih benda-benda, membongkar pasang, dan bertanya meskipun dengan bahasa sederhana. Anak-anak pada usia ini sangat aktif dan energik, seolah tidak pernah lelah atau bosan. Oleh karena itu penting untuk memahami karakteristik anak usia dini agar membantu orang tua dan pendidik mengatasi karakter negatif dan mengoptimalkan potensi positif anak. Pentingnya Komunikasi pada Pengembangan Kepribadian Anak Usia Dini Berbagai penelitian menyoroti pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak dalam membentuk perkembangan kepribadian anak usia dini. Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak-anak mereka mendukung berbagai aspek pertumbuhan sosial, emosional, dan kognitif. Hal ini telah dibuktikan dalam berbagai penelitian, diantaranya: Kepribadian dan Kompetensi Sosial. (Muslimin et al. , 2. menemukan bahwa komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak membangun dasar untuk sifat kepribadian yang baik, seperti empati, kejujuran, dan konsistensi. Hal ini juga mempromosikan kompetensi sosial yang diperlukan untuk kesuksesan akademis dan sosial. Dalam penelitian lain, program komunikasi antara orang tua dan anak yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sosial anak ditemukan efektif, terutama ketika kedua orang tua terlibat secara aktif, menunjukkan peran penting interaksi orang tua yang konsisten (Mulyanto & Razak, 2. Perkembangan Emosional dan Sosial. Pola komunikasi yang mencakup empati, kejujuran, dan interaksi terbuka antara orang tua dan anak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan sosial-emosional anak, membantu mereka memahami dan mengatur emosi mereka dengan lebih baik (Hidayah et al. , 2. Selanjutnya, (Sadita & SaAoadah, 2. adita and SaAoadah, . berpendapat bahwa penanganan yang tepat dan komunikasi yang efektif selama tantrum anak usia dini dapat secara signifikan mempengaruhi perkembangan kepribadian, mengurangi potensi masalah perilaku dan meningkatkan kecerdasan Perkembangan Kognitif dan Kecerdasan. Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak sangat penting untuk perkembangan kognitif. Peran orang tua dalam membina dan mendidik melalui komunikasi yang efektif secara signifikan meningkatkan kecerdasan dan kemampuan belajar anak-anak (Zulminiati et al. , 2. Perkembangan dan Perilaku Secara Keseluruhan. Program pelatihan orang tua yang berfokus pada strategi komunikasi efektif telah menunjukkan hasil positif dalam perkembangan bahasa dan perilaku sosial anak-anak. Program-program ini menyoroti QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2024. Vol. No. 02, pp. pentingnya keterlibatan orang tua dalam intervensi dini untuk mempromosikan perkembangan anak secara holistik (Roberts et al. , 2. Peran Orang Tua dalam Pendidikan Emosional. Pendidikan emosional melalui interaksi antara orang tua dan anak secara signifikan meningkatkan kecerdasan emosional anak usia dini, termasuk kemampuan mengekspresikan dan mengatur emosi, memahami emosi orang lain, dan meningkatkan kesadaran emosional (Wenling et al. , 2. Metode Penelitian Adapun metode penelitian dengan pendekatan praktik dilakukan dalam penelitian ini (Suharsimi, 2. yang mencakup Studi Literatur yang merupakan langkah awal penelitian ini. Literatur dapat berupa buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan konsep efektivitas komunikasi terhadap pembentukan kepribadian pada anak usia dini untuk dijadikan dasar teori dan landasan berpikir dalam penelitian ini. Studi Lapangan. Penelitian ini dilakukan secara langsung di permukiman pinggiran pantai di desa Kramat Mengare. Sedangan pengambilan data terhadap objek penelitian dilakukuan interview pada pihak yang berkepentingan dengan objek yang akan diteliti. Hal ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai efektifitas komunikasi terhadap pembentukan kepribadian pada anak usia dini. InstrumenPengumpulan Data Untuk memperoleh data empirik yang diperlukan dalam penelitian ini menggunakan: Observasi (Pengamata. Metode ini dilakukan dengan cara mengamati setiap orang tua yang ada di di permukiman pinggiran pantai di desa Kramat Mengare. Interview . Cara pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan tanya jawab secara sistematis. Teknik ini dilakukan dengan harapan bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut dan lebih mendalam tentang efektifitas komunikasi terhadap pembentukan kepribadian pada anak usia dini pada daerah sekitar. Dokumen. Metode ini dilakukan untuk mencari data yang diperlukan tentang segala hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan keluarga. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu analisis yang memfokuskan pada penunjukan makna, menjelaskan dan menempatkan data pada konteksnya masing-masing dan melukiskannya dalam bentuk kata-kata. Setelah data terkumpul langkah selanjutnya adalah analisis data. Tujuan analisis data ini untuk menyederhanakan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hidup di dekat pesisir otomatis berpengaruh terhadap kehidupan seorang anak, terutama dalam masalah pendidikan, pergaulan anak-anak mereka yang masih tergolong kanak-kanak sangat rentan sekali apalagi anak kecil sangat mudah meniru prilaku orang tua, terutama masalah komunikasinya ini harus diperhatikan. Penelitian ini dilakukan selama tiga hari melalui pengamatan di sekolah Taman Kanak-Kanak di desa Kramat. Mengare. Bungah. Gresik Peneliti mengobservasi secara acak terhadap dua keluarga yang memiliki anak usia sekolah terutama usia dini. Setelah mengadakan observasi dan dikira sudah cukup maka keesokan harinya peneliti mengadakan wawancara. Berdasarkan dari hasil wawancara dengan beberapa Ibu yang mengantarkan anaknya sekolah TK, sebagian menyatakan komunikasi mereka dengan anak ada yang baik ada juga yang mengatakan kurang baik. Bagi yang mengatakan kurang baik artinya orang tua dan anak jarang berkomunikasi dengan anaknya akibat jarang bertemu karena orang tua khususnya sangt Ibu bekerja, baik bekerja keluar rumah atau sebagai pekerja serabutan. Anak-anak yang ditinggal bekerja biasanya diititipkan QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2024. Vol. No. 02, pp. pada anggota keluarga lain seperti neneknya atau pihak luar yang dipercaya untuk merawat anak Orangtua yang keduanya bekerja terkadang berangkat bekerja saat anak-anaknya masih tidur. Sebaliknya saat orang tua pulang dari bekerja, anak-anak mereka tidak berada di rumah atau masih berada di tempat orang yang mengasuh. Ketika kedua orang tua bekerja cukup lama, kuantitas waktu komunikasi dengan anak menjadi terbatas. Hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah, terutama jika tingkat pendidikan orang tua di Desa Kramat, yang sebagian besar lulusan SMP, belum mendukung kemampuan untuk memberikan komunikasi yang berkualitas. Hal ini dapat menimbulkan masalah seperti keterikatan emosional yang rendah karena anak mungkin merasa kurang diperhatikan dan kurang mendapatkan kasih sayang (Wenling et al. , 2. Kurangnya waktu komunikasi juga bisa membuat anak merasa kesulitan untuk mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan (Muslimin et al. , 2. dan menghambat perkembangan keterampilan sosial anak, seperti empati, kejujuran, dan kerjasama (Hidayah et al. , 2021. Sadita & SaAoadah, 2. Karena orangtua berperan penting dalam mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma kepada anak, maka kurangnya komunikasi dapat menyebabkan anak tidak mendapatkan panduan yang cukup tentang perilaku yang diharapkan dan nilai-nilai keluarga (Roberts et al. , 2. Hal ini dapat memicu perilaku negatif anak sebagai cara untuk mendapatkan perhatian. Solusi untuk Perbaikan Masalah Komunikasi Secara keseluruhan, penting bagi orang tua untuk mencari cara untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan anak-anak mereka, meskipun waktu yang tersedia terbatas. Hal ini dapat dilakukan misal dengan menyusun manajemen waktu yang baik. Orang tua dapat membuat jadwal yang jelas untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak mereka, seperti saat makan bersama atau sebelum tidur. Orang tua dapat pula menciptakan rutinitas harian yang melibatkan anakanak dalam kegiatan sederhana juga sangat bermanfaat. Misalnya, orang tua dapat melibatkan anakanak dalam persiapan makanan, membaca cerita sebelum tidur, atau berbicara tentang aktivitas mereka sepanjang hari. Rutinitas ini tidak hanya memperkuat komunikasi tetapi juga memberikan rasa keamanan dan stabilitas bagi anak-anak. Di era digital ini, teknologi pula dimanfaatkan untuk mengatasi keterbatasan waktu fisik. Terakhir adalah orang tua perlu melibatkan anak-anak dalam tugas rumah tangga untuk menghabiskan waktu bersama sambil mengajarkan keterampilan hidup. Misalnya, memasak bersama atau membersihkan rumah dapat menjadi kesempatan untuk berbicara dan berinteraksi. Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya dan harus mampu membangun komunikasi yang tepat dengan kontak mata ketika berbicara dengan anak. Selain itu, orang tua harus mampu menjadi panutan bagi anak, baik dalam perilaku, sikap, maupun tutur kata . (Nugraha et al. , 2. Anak-anak yang masih kecil sangat membutuhkan pendampingan orang tua. Jika mereka dibiarkan saja, tidak menutup kemungkinan mereka akan lebih mudah terpengaruh oleh sikap dan perkataan orang dewasa di sekitar mereka. Adapun strategi solusi yang perlu dilakukan pemerintah atau pemangku kebijakan, di antaranya mengadakan program dukungan komunitas yang menyediakan kelompok bermain, program pendidikan anak usia dini, atau layanan penitipan anak yang berkualitas. Program-program ini dapat memberikan lingkungan yang mendukung dan edukatif bagi anak-anak, sementara orang tua bekerja. (Mulyanto & Razak, 2. Pemerintah juga perlu menyediakan pelatihan atau kursus bagi orang tua untuk membantu orang tua mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif di tengah keterbatasan waktu dan kondisi sosial ekonomi. Seperti disebutkan sebelumnya, komunikasi merupakan hal penting dalam kehidupan individu untuk berinteraksi dengan lingkungannya. "Bayi yang baru lahir sekalipun sudah memerlukan komunikasi untuk menyampaikan apa yang diinginkan dan diperlukan melalui tangisan. " Dengan membiasakan saling menghargai antara orang tua dan anak melalui komunikasi yang terbuka, orang tua dapat menjadi pendengar yang baik ketika anak menceritakan pengalaman-pengalamannya saat berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah atau di lingkungan sekitar. Baik pengalaman yang menyenangkan maupun mengecewakan, orang tua sebaiknya tidak menginterupsi pembicaraan anak. Ketika orang tua bersedia mendengarkan keluh kesah anak, anak akan semakin antusias dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya, terutama jika disertai dengan belaian dan sentuhan hangat. QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2024. Vol. No. 02, pp. Hal ini akan mendorong anak tumbuh menjadi individu dewasa yang memiliki penilaian yang baik atas dirinya sendiri dan orang lain. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi tingkah laku anak atau individu di desa Kramat. Mengare. Bungah. Gresik. Semakin efektif komunikasi yang dilakukan orang tua kepada anak, mulai dari usia dini hingga dewasa, maka semakin berkembang pula kecerdasan intrapersonal anak. Kualitas komunikasi, baik oleh ayah maupun ibu, menentukan tingkat kecerdasan intrapersonal anak di usia dini. Komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua membuat anak merasa diterima, memiliki keberanian untuk menentukan pilihannya sendiri, dan membantu orang tua mengkomunikasikan harapan yang realistis sesuai dengan kemampuan anak-anak mereka. Dengan demikian, konsep diri yang positif pada anak akan terbentuk secara alami. Anak perlu didorong sejak usia dini untuk menentukan target-target yang ingin dicapai. Orang tua harus memberikan motivasi kepada anak dalam mengatasi masalahnya. Selain itu, libatkan anak dalam penegakan aturan, bukan hanya membuat larangan, tetapi juga menjelaskan dasar alasannya. Kondisi ini akan membiasakan anak untuk berpikir bijak sebelum bertindak dan meningkatkan kecerdasan intrapersonalnya. Pernyataan Konflik Kepentingan (Declaration of Conflict of Interes. Para penulis menyatakan tidak ada potensi konflik kepentingan terkait dengan penelitian, penulisan, dan/atau publikasi dari artikel ini. Daftar Pustaka