Volume 4 No. Tahun 2024 Halaman 1 Ae 15 ISSN (Onlin. 3025-1443 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Pengaruh Partisipasi Organisasi Kemahasiswaan Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya Anggita Hanung Rahma Aulia . Katon Galih Setyawan . Ali Imron . Nasution . Pendidikan IPS. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia Abstrak Partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam pengembangan karakter dan keterampilan individu, termasuk kepercayaan diri. Organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang aktualisasi diri, tetapi juga menjadi medium pembelajaran nyata di luar kelas yang mendukung pembentukan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi organisasi kemahasiswaan terhadap kepercayaan diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Penelitian ini menggunakan Pendekatan kuantitatif digunakan dengan teknik survei, di mana data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan fakultas. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin, dengan pembagian proporsional dari populasi organisasi mahasiswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai tingkat partisipasi dan kepercayaan diri mahasiswa, sedangkan analisis inferensial, seperti regresi linier sederhana, digunakan untuk menguji pengaruh signifikan antara partisipasi organisasi kemahasiswaan dan kepercayaan diri. Uji normalitas dan uji asumsi klasik lainnya dilakukan untuk memastikan bahwa data memenuhi syarat untuk analisis statistik lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan dengan kepercayaan diri mahasiswa. Aktivitas organisasi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan interpersonal, kemampuan kepemimpinan, dan pengambilan keputusan, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan rasa percaya diri. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa variabel partisipasi organisasi menjelaskan variasi kepercayaan diri secara signifikan. Selain itu, hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat keandalan yang tinggi. Kata Kunci: Partisipasi Organisasi Kemahasiswaan. Kepercayaan Diri, dan Organisasi Internal Kampus. Abstract Student participation in student organizations has a strategic role in developing individual character and skills, including self-confidence. Student organizations in higher education are not only a space for self-actualization, but also a medium for real learning outside the classroom that supports the formation of social skills, leadership, and independence. This study aims to analyze the effect of student organization participation on self-confidence of students of the Faculty of Social and Political Sciences. Surabaya State University (UNESA). This research uses a quantitative approach used with survey techniques, where data is obtained through questionnaires distributed to 100 students who are active in various student organizations in the faculty environment. The research sample was determined using a simple random sampling technique based on the Slovin formula, with a proportional distribution of the student organization The collected data were analyzed using descriptive and inferential statistical techniques. Descriptive analysis was used to provide an overview of the level of student participation and self-confidence, while inferential analysis, such as simple linear regression, was used to test the significant influence between student organization participation and self-confidence. Normality tests and other classical assumption tests were conducted to ensure that the data qualified for further statistical analysis. The results showed that there is a significant positive relationship between the level of participation in student organizations and students' self-confidence. Organizational activities provide space for students to develop interpersonal skills, leadership abilities, and decision-making, all of which contribute to increased selfconfidence. Simple linear regression analysis shows that the organizational participation variable explains variations in self-confidence In addition, the results of the instrument validity and reliability tests show that the research instrument has a high level of Keywords: Student Organization Participation. Self-Confidence, and Internal Campus Organizations Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 How to Cite: Aulia. AHR. , dkk . Pengaruh Partisipasi Organisasi Kemahasiswaan Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya. Dialektika Pendidikan IPS. Vol 4 . halaman 1 - 15 PENDAHULUAN Partisipasi mahasiswa dalam organisasi dapat dilihat melalui keanggotaan mahasiswa dalam suatu Mahasiswa yang ingin mengkesplorasi diri memilih untuk aktif mengikuti organisasi dengan tujuan untuk belajar berorganisasi yang baik dan benar. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh (Amalia et al, 2. didapatkan suatu kesimpulan bahwa peran yang sangat penting dari organisasi kemahasiswaan dalam mendidik karakter mahasiswa di era digital ini adalah berfikir Dalam konteks ini. Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bertindak sebagai pilar pendidikan tinggi yang memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan kemampuan mahasiswanya. (Setyasih et al, 2. menyatakan bahwa mahasiswa adalah komponen krusial dari lembaga pendidikan tinggi yang juga memiliki peran signifikan dalam pembangunan sosial. Namun, sejumlah lembaga pendidikan tinggi masih belum memberikan kesempatan yang memadai bagi mahasiswa untuk berperan secara optimal. Pengembangan diri mencakup berbagai aspek, dan salah satu hal yang patut diperhatikan adalah kepercayaan diri, yang secara la ngsung mempengaruhi kemampuan mahasiswa menghadapi tantangan kehidupan. Pentingnya pengembangan kemampuan diri di UNESA bukan sekadar retorika, melainkan sebuah keharusan yang melibatkan peran penting universitas dalam membentuk insan berkarakter. Menurut (Aprina dan Chontina, 2. di balik perannya yang paling penting, perguruan tinggi juga mempunyai tanggung jawab untuk memberikan ilmu kepada mahasiswanya sebagai salah satu pelatihan sebelum memasuki dunia kerja dengan pembentukan karakter Menurut Walsyukurniat dan (Yatinur, 2. Dengan mengikuti organisasi, mahasiswa dapat membentuk sifat, keterampilan, dan dapat mengedalikan emosi, serta mampu melatih mental, kepercayaan diri, kemandirian, dan berpikir optimis dalam melakukan segala sesuatu. Karakter yang baik membentuk landasan moral dan etika mahasiswa, yang pada gilirannya, menciptakan individu yang lebih siap menghadapi kompleksitas kehidupan. UNESA, sebagai lembaga pendidikan tinggi, harus menjalankan peran ini dengan serius agar mahasiswanya tidak hanya menjadi profesional yang terampil, tetapi juga individu yang berintegritas. Partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan menjadi arena yang strategis untuk mengasah kepercayaan diri. Menurut (Roy dan Dedy, 2. Organisasi-organisasi ini memberikan mahasiswa peluang untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, bekerja dalam tim, dan mengatasi tantangan. Aktivitas di dalam organisasi dapat memberikan pengalaman praktis yang memperkuat kepercayaan diri melalui interaksi dengan berbagai pihak dan menghadapi situasi yang menuntut ketegasan dan kepercayaan Melalui interaksi yang intensif dengan sesama anggota organisasi, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan komunikasi, bekerjasama dalam tim, dan menghadapi tantangan Interaksi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi, di mana mahasiswa belajar untuk menghormati pendapat orang lain, berkomunikasi dengan efektif, dan mengambil inisiatif. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 Situasi organisasional, mahasiswa juga dihadapkan pada tanggung jawab dan peran kepemimpinan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Menurut Hayati dan (Supriyanto, 2. keterampilan kepemimpinan akan berkembang seiring bertambahnya usia dan pengalaman seseorang dalam berorganisasi, namun dampaknya terhadap individu berbeda karena keterampilan kepemimpinan seseorang meningkat karena kemampuan mengendalikan suatu kelompok akan berbeda dari sebelumnya, atau bahkan tidak berpengaruh, tergantung pada individunya. Tanggung jawab dan peran kepemimpinan yang diemban oleh mahasiswa dalam konteks organisasional membuka peluang bagi berkembangnya kepercayaan diri yang signifikan. Saat memimpin proyek, mengelola tim, atau mengambil peran sebagai pengambil keputusan, mahasiswa secara bertahap memahami betapa pentingnya ketegasan dan kepercayaan diri dalam mencapai tujuan bersama. Tanggung jawab ini tidak hanya mencakup aspek administratif, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk memotivasi dan memandu sesama anggota organisasi. Menurut (Fabio dan Impana, 2. Peran kepemimpinan dalam suatu organisasi mahasiswa menjadi wadah untuk mengasah keterampilan kepemimpinan pribadi. Mahasiswa belajar untuk mengidentifikasi potensi anggota tim, mengelola konflik, dan membuat keputusan strategis. Dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan, mereka terlibat dalam pengambilan risiko dan menanggapi berbagai tantangan, yang pada gilirannya membentuk keyakinan diri mereka. Menurut (Rivaldi, 2. organisasi mahasiswa adalah sarana dan wadah pengembangan diri mahasiswa dalam rangka memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, serta integritas penampilan. Proses ini tidak hanya membangun kepercayaan diri, tetapi juga membentuk landasan bagi pengembangan pemimpin masa depan yang memiliki integritas dan keberanian. Situasi organisasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan ketegasan dan kepercayaan diri seperti melibatkan presentasi di depan publik, menyampaikan ide-ide inovatif, atau menanggapi tantangan yang tidak terduga. Dengan menjalani peran ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam tentang potensi dan keterbatasan diri mereka sendiri, yang membentuk pondasi kokoh untuk kepercayaan diri yang dapat diandalkan dalam berbagai konteks kehidupan. Mengambil bagian dalam pengambilan keputusan, memimpin proyek atau berkomunikasi dengan anggota organisasi dan pihak eksternal merupakan pengalaman praktis yang membangun keyakinan diri. Menurut (Nastiti, 2. Keberhasilan dalam mengatasi tugas-tugas ini memberikan dorongan positif pada perkembangan kepercayaan diri, karena mahasiswa merasakan dampak langsung dari kontribusi dan keterlibatan mereka. Organisasi mahasiswa juga seringkali menjadi tempat di mana mahasiswa harus beradaptasi dengan beragam situasi dan memecahkan masalah secara kreatif. Proses ini tidak hanya mengasah kemampuan problem-solving, tetapi juga membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri dalam menghadapi ketidakpastian dan tantangan yang mungkin timbul dalam konteks akademis dan kehidupan profesional di masa depan. Sebagai hasilnya, aktivitas di dalam organisasi bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan merupakan ladang yang subur untuk menumbuhkan kepercayaan diri yang kokoh dan teruji. Proses ini melibatkan peningkatan keterampilan interpersonal, komunikasi yang efektif, dan kemampuan untuk mengatasi tantangan dengan sikap proaktif. Saat seseorang memiliki keterampilan interpersonal yang tinggi, hal pertama yang dirasakan adalah kuatnya rasa percaya diri, untuk kemudian seseorang akan dihargai oleh orang lain (Anggiani & Pakeh, 2. Mahasiswa tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga dari interaksi sehari-hari di dalam tim, diskusi kelompok, dan pengambilan keputusan bersama. Pentingnya aktivitas organisasional sebagai ladang pertumbuhan karakter saat juga tercermin dalam kemampuan mahasiswa untuk menghadapi perubahan dan tantangan dengan sikap yang positif. Mereka mengembangkan ketangguhan mental dan fleksibilitas Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 dalam beradaptasi dengan dinamika organisasi. Keikutsertaan dalam organisasi juga memberikan mahasiswa peluang untuk membangun jaringan yang luas dan bervariasi. Menurut (Rohiyatun & Aryani, 2. Kesuksesan dalam menavigasi kompleksitas lingkungan organisasi menciptakan rasa prestasi dan keberanian, yang mendorong pertumbuhan karakter yang tidak hanya tangguh tetapi juga memiliki landasan yang solid dalam kepercayaan diri. Proses pengembangan karakter tidaklah tanpa tantangan. UNESA harus mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi efektivitas program pengembangan karakter, seperti diversitas mahasiswa, kebutuhan individu, dan perubahan dinamika sosial. Karena itu. UNESA perlu merancang strategi yang sesuai dan responsif untuk memastikan bahwa pengembangan karakter, terutama kepercayaan diri, dapat diintegrasikan secara efektif dalam kurikulum dan aktivitas mahasiswa. Menurut (Supriadi et al. , 2. memahami bahwa percaya diri bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan fondasi yang kuat untuk pengembangan diri yang lebih luas. Percaya diri bukan sekadar sikap mental, melainkan juga kunci keberhasilan dalam menjalani kehidupan akademis, sosial, dan Menurut (Dewi et al. , 2. Partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan di kampus dianggap sebagai faktor yang mungkin berpengaruh signifikan terhadap perkembangan Keterlibatan dalam organisasi dapat menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan sosial, membangun jaringan, dan menghadapi tantangan, yang semuanya dapat memberikan kontribusi pada tingkat percaya diri. Keterlibatan dalam organisasi internal kampus di UNESA menjadi wadah yang ideal bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan sosial mereka. Menurut (Mega, ,2. Interaksi dengan sesama mahasiswa, dosen, dan bahkan pihak eksternal yang terlibat dengan organisasi tersebut dapat membuka pintu peluang baru. Dengan memiliki jaringan yang kuat, mahasiswa dapat merasa didukung dan memiliki akses ke berbagai sumber daya yang mendukung perkembangan pribadi dan profesional mereka. Hal ini dapat memberikan kontribusi positif pada percaya diri, karena mahasiswa merasa memiliki dukungan dan sumber daya yang dapat mereka andalkan. Konteks organisasi, kolaborasi dan dukungan tim menjadi kunci dalam mencapai tujuan bersama. Melalui kegiatan kelompok dan proyek bersama, mahasiswa belajar untuk saling mendukung, memahami kelebihan masing-masing, dan bekerja sebagai satu kesatuan, sebagaimana yang dinyatakan (Bachtiar, 2. kerja sama adalah penggabungan kekuatan dari banyak orang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Bekerja sama menyatukan kekuatan ide untuk mencapai Rasa diterima dan dihargai oleh anggota tim menciptakan lingkungan yang memupuk percaya diri, karena mahasiswa merasa bahwa kontribusi mereka diakui dan berharga. Pentingnya dukungan sosial ini juga tercermin dalam hubungan mentor-mahasiswa yang seringkali terbentuk dalam organisasi. Mahasiswa yang lebih berpengalaman dapat memberikan panduan, berbagi pengetahuan dan memberikan dorongan moral kepada yang lebih junior. Adanya figur mentor ini tidak hanya menyediakan sumber inspirasi, tetapi juga membangun jaringan dukungan yang memperkuat percaya diri mahasiswa. Ketika mereka merasa didukung dan terhubung dengan sesama, mahasiswa merasa lebih mampu menghadapi tantangan dan mengembangkan keyakinan diri yang kokoh. Adanya akses terhadap sumber daya organisasi seperti pelatihan, workshop, dan acara pengembangan diri juga turut membentuk dasar percaya diri. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan mereka, mendapatkan pengetahuan yang mendalam mengenai diri mereka sendiri, dan merencanakan perkembangan pribadi mereka. Melalui dukungan sosial dan akses terhadap sumber daya, kegiatan organisasi bukan hanya membangun percaya diri mahasiswa, tetapi juga menciptakan lingkungan yang memupuk pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan. Dukungan sosial dari sesama anggota organisasi menciptakan jaringan sosial yang mendukung, di mana mahasiswa dapat saling berbagi pengalaman. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 ide, dan dorongan positif. Kesempatan untuk berinteraksi dengan individu yang memiliki minat dan tujuan serupa memperkuat rasa kepemilikan terhadap perjalanan perkembangan pribadi. Sumber daya yang tersedia dalam konteks organisasi, seperti pelatihan, workshop, dan acara pengembangan diri, menjadi katalisator bagi pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan. Mahasiswa dapat mengakses informasi dan keterampilan baru yang tidak hanya relevan untuk aktivitas organisasional, tetapi juga berguna dalam aspek kehidupan lainnya. Keberagaman sumber daya ini menciptakan landasan yang kokoh untuk pembelajaran sepanjang hayat, membantu mahasiswa mengembangkan pola pikir yang adaptif, dan merangsang eksplorasi diri yang terus menerus. Lingkungan organisasi yang mendukung pertumbuhan pribadi memberikan mahasiswa ruang untuk merancang dan mencapai tujuan mereka. Dengan memiliki kontrol atas tujuan dan pencapaian pribadi, mahasiswa dapat mengalami rasa pemenuhan dan pencapaian yang mendalam. Kegiatan organisasi tidak hanya menjadi tempat untuk membangun kepercayaan diri, tetapi juga merupakan wadah yang memberdayakan mahasiswa untuk menjadi agen pertumbuhan pribadi mereka sendiri. Lingkungan ini memberikan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan, menciptakan efek positif yang dapat dirasakan oleh mahasiswa di sepanjang perjalanan kehidupan Partisipasi dalam organisasi internal kampus juga memberikan mahasiswa pengalaman menghadapi tantangan. Menurut Yustan (Azidin et al, 2. Melalui berbagai kegiatan organisasi, mahasiswa dihadapkan pada situasi yang membutuhkan kreativitas, ketahanan, dan ketegasan dalam pengambilan keputusan. Kreativitas menjadi unsur kunci ketika mahasiswa berpartisipasi dalam proyek-proyek inovatif atau menyusun strategi untuk mengatasi tantangan tertentu. Proses berpikir kreatif ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi ide-ide baru, mengasah kemampuan problem-solving, dan memberikan kontribusi yang unik dalam konteks organisasional. Menurut (Amalia Dwibet al, 2. Ketahanan juga menjadi bagian integral dari perjalanan mahasiswa dalam organisasi. Melalui pengalaman berhadapan dengan tekanan tugas, tenggat waktu, atau perubahan rencana, mahasiswa belajar untuk tetap tenang dan berkembang di tengah Ketahanan ini menciptakan fondasi psikologis yang mendukung tumbuhnya kepercayaan diri, karena mahasiswa belajar untuk menghadapi tantangan dengan sikap yang positif dan tanpa rasa takut terhadap kemungkinan kegagalan. Ketegasan dalam pengambilan keputusan menjadi keterampilan penting yang dikuasai mahasiswa melalui kegiatan organisasi. Mereka belajar untuk menilai informasi dengan cepat, membuat keputusan yang tepat, dan bertanggung jawab atas Proses ini tidak hanya memperkaya keterampilan manajemen diri, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri, karena mahasiswa dapat meyakini kemampuan mereka dalam membuat keputusan yang bermakna dan berdampak positif dalam konteks organisasional. Menurut (Ramadhan, 2. Kegiatan organisasi menjadi panggung yang menghadirkan beragam tantangan, memacu mahasiswa untuk tumbuh dan memantapkan kepercayaan diri mereka di setiap langkah perjalanan. Menghadapi tantangan ini tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membuktikan diri dan meraih keberhasilan. Proses ini memberikan kontribusi positif pada tingkat percaya diri, karena mahasiswa menjadi lebih yakin dengan kemampuan mereka untuk mengatasi hambatan dan mencapai tujuan. Keterlibatan dalam organisasi internal kampus di UNESA memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan karakter mahasiswa, khususnya kepercayaan diri. Menurut (Menella dan Achmad, 2. Proses ini tidak hanya membantu mahasiswa mengasah keterampilan sosial dan membangun jaringan, tetapi juga memberikan pengalaman menghadapi tantangan yang memberikan kontribusi pada pengembangan kepribadian yang tangguh. Memperkuat dukungan dan mempromosikan partisipasi mahasiswa dalam organisasi internal kampus dapat menjadi strategi yang efektif dalam upaya UNESA untuk melibatkan mahasiswa dalam proses pembentukan karakter mereka. Di Universitas Negeri Surabaya sendiri banyak terdapat organisasi intra seperti HMJ (Himpunan Mahasiswa Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 Jurusa. BEM (Badan Eksekutif Mahasisw. Tingkat Fakultas. DPM (Dewan Perwakilan Mahasisw. BEM (Badan Eksekutif Mahasisw. Tingkat Universitas dan MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasisw. Tingkat Universitas. Penelitian yang dilakukan berjudul (Putra, 2. menemukan bahwa program-program kerja IPNUIPPNU secara efektif berkontribusi dalam pengembangan karakter percaya diri dan tanggung jawab pada siswa. Implementasi program-program ini mengikuti prinsip manajemen kegiatan POACE (Planning. Organizing. Acting. Controlling, and Evaluatin. Hasilnya, terlihat perubahan positif dalam karakter siswa, dengan peningkatan keberanian dalam mengambil inisiatif dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Penelitian ini disebutkan bahwa peran keikutsertaan mahasiswa pada suatu organisasi internal di universitas terbukti menambah perkembangan rasa percaya diri yang kuat sehingga dapat dijadikan relevansi untuk penelitian yang akan dilakukan. Meskipun ada penelitian yang telah menganalisis hubungan pendidikan tinggi dalam konteks organisasi mahasiswa dengan pengembangan karakter, belum banyak yang secara khusus mengeksplorasi dampak partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan di kampus terhadap kepercayaan diri. Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan yang lebih luas mengenai hubungan Penelitian ini mendukung upaya UNESA dalam meningkatkan kualitas pendidikan Dengan memahami sejauh mana partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan mempengaruhi kepercayaan diri. UNESA dapat merancang program-program yang lebih efektif untuk memperkuat aspek-aspek perkembangan diri mahasiswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner . yang diberikan kepada mahasiswa yang terlibat dalam organisasi mahasiswa internal Metode penelitian survei adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi atau data dari suatu sampel dengan cara menyebarluaskan kuesioner atau angket kepada responden yang dianggap mewakili populasi (Ahyar & Sukmana, 2020:. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pengumpulan data ini dilakukan oleh penulis pada bulan Agustus Ae September 2024 semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi penelitian melibatkan seluruh mahasiswa yang aktif berorganisasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya, sampel harus dipilih secara representatif sehingga dapat mewakili populasi secara akurat (Abdullah, 2015:. Teknik pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling . robability samplin. , sampel yang akan digunakan yakni mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial daan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya periode 2024 dengan menyebarkan angket google form ke dalam grup whatsapp, sampel peneliti menggunakan rumus dari Slovin, berdasarkan perhitungan menggunakan rumus tersebut jumlah sampel yang harus didapatkan pada penelitian ini sebanyak 99,6 maka untuk memudahkan penelitian ini angka tersebut dibulatkan menjadi 100 responden. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti melakukan uji validitas dna reliabilitas instrument Data yang diperoleh akan dilakukan analisis uji asumsi klasik berupa uji normalitas data, uji homoskedasitas dan uji chi-square serta untuk uji hipotesis menggunakan uji regersi linier sederhana dan uji korelasi product moment. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan tujuan utama untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam pengaruh partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan terhadap tingkat kepercayaan diri Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 Fokus penelitian ini adalah pada mahasiswa yang terdaftar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNESA, yang diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai bagaimana keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan dapat memengaruhi rasa percaya diri mereka dalam berbagai aspek akademik maupun non-akademik. Tujuan penelitian ini tidak hanya untuk sekadar mengetahui hubungan tersebut, tetapi juga untuk mengeksplorasi sejauh mana partisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan berperan sebagai salah satu faktor penting dalam membentuk dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan positif antara partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan dengan tingkat kepercayaan diri mereka. Mahasiswa yang aktif berorganisasi cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan organisasi. Koefisien hasil penelitian ini memberikan gambaran yang lebih jelas bahwa partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan dapat menjadi salah satu variabel yang mampu menjelaskan varians dalam tingkat kepercayaan diri mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin aktif seorang mahasiswa dalam kegiatan organisasi, semakin besar peluangnya untuk memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi. Dengan demikian, partisipasi organisasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan keterampilan sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan diri yang kuat di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya. Hasil skor yang telah diperoleh diharapkan dapat mendeskripsikan partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan berpengaruh terhadap pengembangan kepercayaan diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNESA pada tabel berikut secara keseluruhan: Tabel 1 Kecenderungan Skor Partisipasi Organisasi Kemahasiswaan terhadapat kepercayaan diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNESA Kategori Inteval Skor Jumlah Persentase (%) Sangat Kurang Baik X < 94 Kurang Baik 94 < X < 107 Cukup Baik 107 < X < 121 Baik 121 < X < 135 Sangat Baik X > 135 Jumlah Berdasarkan data di atas diperoleh 4% . berada dikategori sangat kurang baik, 32% . berada dikategori kurang baik, 34% . berada dikategori cukup baik, dan 17% . berada dikategori baik, 13% . berada dikategori sangat baik. Nilai rata-rata sebesar 114 terletak pada interval skor 107 < X < 121, maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi organisasi kemahasiswaan terhadap kepercayaan diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNESA adalah cukup baik. Dari keseluruhan hasil yang didapatkan, kemudian dipecah per indikator sebagai berikut: Partisipasi Organisasi Kemahasiswaan Partisipasi oragnisasi kemahasiwaan ini merupakan keterlibatan aktif dari mahasiswa dalam suatu organisasi di lingkungan kampus. Tabel 2 Kecenderungan Skor Partisipasi Organisasi Kemahasiswaan Kategori Inteval Skor Jumlah Persentase (%) Sangat Kurang Baik X < 27 Kurang Baik 27 < X < 30 Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 Cukup Baik Baik Sangat Baik 31 < X < 34 35 < X < 38 X > 39 Jumlah Berdasarkan data di atas diperoleh 4% . memiliki partisipasi organisasi kemahasiswaan sangat kurang baik, 17% . memilki partisipasi organisasi kemahasiswaan kurang baik, 41% . memiliki partisipasi organisasi kemahasiswaan cukup baik, dan 38% . memiliki partisipasi organisasi kemahasiswaan baik. Nilai rata-rata sebesar 33 terletak pada interval skor 31 < X < 34, maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi organisasi kemahasiswaan adalah cukup baik. Kepercayaan Diri Mahasiswa Kepercayaan diri mahasiswa meupakan keyakinan yang dimiliki oleh mahasiswa terhadap kemampuan yang mereka punya. Tabel 3 Kecenderungan Skor Kepercayaan Diri Mahasiswa Inteval Skor Kategori Jumlah Persentase Sangat Kurang Baik X < 66 Kurang Baik 66 < X < 76 Cukup Baik 77 < X < 87 Baik 88 < X < 98 Sangat Baik X > 99 Jumlah Berdasarkan data di atas diperoleh 5% . memiliki kepercayaan diri mahasiswa sangat kurang baik, 30% . memilki kepercayaan diri mahasiswa kurang baik, 34% . memiliki kepercayaan diri mahasiswa cukup baik, dan 20% . memiliki kepercayaan diri mahasiswa baik, 11% . memiliki kepercayaan diri mahasiswa sangat baik. Nilai rata-rata sebesar 82 terletak pada interval skor 77 < X < 87, maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri mahasiswa adalah cukup baik. Dengan hasil yang diperoleh dengan kecenderungan skor berada dalam kategori cukup baik, memberikan gambaran bahwasannya kepercayaan diri mahasiswa cukup meningkat setelah berpartisipasi dalam organisasi, hal ini menunjukkan bahwa pengalaman yang didapatkan melalui keterlibatan dalam organisasi kampus memberikan dampak positif, di mana mahasiswa dapat mengasah keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerjasama, yang pada gilirannya memperkuat rasa percaya diri mereka dalam menghadapi berbagai tantangan. Hasil presentase setiap indikator kepercayaan diri akan disajikan dalam diagram batang sebagai berikut : Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 Series1 INDIKATOR 1 (Keyakinan diri dalam berbicar. INDIKATOR 2 (Keyakinan Diri Menghadapi Tantangan Akademi. INDIKATOR 3 (Keyakinan Diri dalam Mencapai Targe. INDIKATOR 4 (Keyakinan Diri dalam Interaksi Sosial Akademi. Gambar 1 Presentase Indikator Kepercayaan Diri Penelitian ini secara jelas menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam keikutsertaan atau partisipasi mereka dalam organisasi kemahasiswaan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya. Temuan ini menegaskan bahwa semakin aktif mahasiswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi, semakin besar dampak positif yang mereka rasakan terhadap kepercayaan diri, baik dalam lingkungan akademik maupun dalam konteks sosial yang lebih luas. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan berfungsi sebagai salah satu faktor kunci yang mendorong peningkatan kepercayaan diri. Keikutsertaan aktif dalam organisasi memberikan peluang kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan interpersonal, membangun jejaring sosial yang lebih luas, serta mendapatkan pengalaman kepemimpinan yang sangat berharga. Hal ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana mahasiswa memandang kemampuan diri mereka dan berkontribusi dalam membangun kepercayaan diri yang lebih kuat. Temuan ini dapat dijelaskan dengan mengacu pada Teori Human Relations yang dipopulerkan oleh Elton Mayo pada tahun 1933. Teori ini menekankan pentingnya interaksi sosial, hubungan antar manusia, serta kepuasan kerja dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan individu. Dalam konteks penelitian ini, teori tersebut relevan karena menunjukkan bagaimana interaksi sosial yang terjadi dalam organisasi kemahasiswaan memainkan peran penting dalam membentuk rasa percaya diri mahasiswa. Melalui interaksi dengan rekan sejawat, bimbingan dari mentor, dan pengalaman bekerja dalam tim, mahasiswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang potensi mereka sendiri dan merasa lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik maupun nonakademik . alam Liliweri, 2014:. Keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan juga memungkinkan mahasiswa untuk belajar mengelola konflik, mengambil keputusan, dan beradaptasi dengan berbagai situasi, yang semuanya berkontribusi pada penguatan kepercayaan diri. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menyoroti pentingnya partisipasi organisasi dalam mendukung pengembangan pribadi mahasiswa, tetapi juga memberikan landasan teoritis yang kuat melalui Teori Human Relations untuk memahami mengapa partisipasi tersebut memiliki dampak yang begitu signifikan. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 Konteks organisasi kemahasiswaan, dalam hal ini partisipasi aktif mahasiswa berperan penting dalam menciptakan sebuah lingkungan sosial yang kondusif dan mendukung. Lingkungan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan rekan-rekan sejawat mereka, sehingga memungkinkan terciptanya hubungan sosial yang positif dan kuat. Partisipasi aktif ini tidak hanya membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal, tetapi juga berfungsi sebagai landasan untuk membangun jaringan pertemanan yang solid, yang dapat menjadi sumber dukungan emosional dan sosial dalam kehidupan sehari-hari mereka. Relasi sosial yang kuat, yang terbentuk melalui keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan, memberikan mahasiswa rasa kebersamaan dan keterlibatan yang lebih dalam di lingkungan kampus. Mahasiswa yang terlibat secara aktif dalam organisasi memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, berbagi pengalaman, dan menghadapi tantangan bersama-sama dengan teman sejawat. Hal ini membuat mereka merasa dihargai, diakui, dan diterima sebagai bagian dari kelompok atau komunitas tertentu. Pengakuan dan penghargaan dari rekan-rekan sejawat ini sangat penting karena memberikan mahasiswa perasaan penting dan berharga, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan rasa percaya diri mereka secara keseluruhan. Elton Mayo, melalui Teori Human Relations yang ia kembangkan, menekankan bahwa kesejahteraan psikologis individu dalam suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh seberapa besar mereka merasa dihargai dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dengan rekan kerja atau anggota Dalam konteks ini, organisasi kemahasiswaan berperan sebagai wadah di mana mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan interaksi sosial yang lebih baik dan merasa diakui oleh lingkungan sekitar mereka. Mayo menegaskan bahwa kesejahteraan psikologis ini tidak hanya terkait dengan aspek fisik atau tugas yang harus diselesaikan, tetapi lebih kepada bagaimana individu merasa diterima secara sosial dan diakui kontribusinya dalam kelompok. Organisasi kemahasiswaan, dalam hal ini mahasiswa yang merasa dihargai atas partisipasi mereka cenderung memiliki motivasi yang lebih besar untuk terus terlibat aktif dan memberikan kontribusi yang lebih baik. Hal ini pada gilirannya meningkatkan rasa percaya diri mereka, karena mereka tidak hanya merasa mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, tetapi juga merasa memiliki nilai dan pengaruh dalam komunitas mereka. Hubungan yang mereka bangun dengan rekan-rekan dalam organisasi menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung pengembangan kepercayaan diri, karena melalui interaksi sosial ini, mereka belajar memahami dan menghargai potensi diri mereka sendiri. Partisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan dengan demikian bukan hanya sarana untuk meningkatkan keterampilan sosial, tetapi juga merupakan platform penting yang memungkinkan mahasiswa untuk merasakan pengakuan, penghargaan, dan dukungan sosial, yang semuanya merupakan elemen penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan rasa percaya diri mereka secara keseluruhan. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, baik di tingkat universitas maupun fakultas, memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang kurang aktif (Yusuf et al. , 2. Penelitian ini, keterlibatan dalam organisasi dapat memperkuat soft skills, seperti kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan manajemen waktu, yang semuanya berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri. Lebih lanjut, hasil penelitian juga menegaskan pentingnya dukungan sosial dari sesama anggota organisasi dalam membangun rasa percaya diri yang kuat. Mahasiswa yang merasa diterima, dihargai, dan didukung oleh rekan-rekan dalam organisasi kemahasiswaan cenderung menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menjalankan berbagai tugas, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Mereka lebih yakin akan kemampuan mereka sendiri, terutama ketika berhadapan dengan tantangan-tantangan dalam Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 dunia perkuliahan, seperti presentasi, diskusi kelompok, maupun berpartisipasi aktif dalam kegiatankegiatan kampus. Dukungan yang mereka peroleh dari komunitas organisasi membantu menciptakan perasaan aman dan nyaman, yang pada gilirannya meningkatkan rasa percaya diri untuk menghadapi situasi yang mungkin sebelumnya dianggap menakutkan atau mengintimidasi. Universitas Negeri Surabaya (UNESA) merupakan salah satu perguruan tinggi dengan berbagai ragam organisasi mahasiswa didalamnya yang merupakan salah satu fakultas dengan mahasiswa yang memiliki keaktifan tinggi dalam partisipasinya di organisasi. Dalam perkembangannya partisipasi mahasiswa berarti keterlibatan mahasiswa dalam suatu organisasi yang berdampak pada pengetahuan, hal tersebut dapat dilihat dari respon keterlibatan mahasiswa dalam organisasi mahasiswa yang tidak hanya ditingkat universitas tetapi juga tingkat fakultas. Tidak hanya organisasi intra melainkan organisasi ekstra bahwa keberadaan organisasi kemahasiswaan dan dinamikanya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai kombinasi interaksi mereka di kampus (Arbinata & Warsono, 2. Sejalan dengan fenomena tersebut, penelitian yang dilakukan dalam konteks Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat dan signifikan antara partisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan dengan tingkat kepercayaan diri mahasiswa. Partisipasi ini terbukti berperan penting dalam meningkatkan keyakinan diri mahasiswa di berbagai aspek, termasuk kemampuan mereka dalam mengungkapkan pendapat di depan umum, mengatasi perasaan ragu ketika mengerjakan tugas atau menghadapi ujian, serta memperkuat keyakinan dalam mencapai target-target akademis yang telah Selain itu, partisipasi dalam organisasi juga membantu mahasiswa merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam berinteraksi dengan berbagai pihak di lingkungan kampus, seperti dosen, staf akademik, dan teman sejawat. Penelitian ini, dalam hal ini indikator-indikator kepercayaan diri yang diukur, seperti kemampuan berbicara di depan umum, mengatasi keraguan akademik, serta kepercayaan diri dalam interaksi sosial, menunjukkan hubungan yang berada dalam kategori kuat atau tinggi. Artinya, semakin aktif mahasiswa terlibat dalam organisasi kemahasiswaan, semakin tinggi pula kepercayaan diri mereka dalam berbagai aspek kehidupan akademik dan sosial. Partisipasi organisasi tidak hanya memberikan mahasiswa ruang untuk belajar dan berlatih keterampilan interpersonal, tetapi juga menciptakan lingkungan yang memungkinkan mereka untuk tumbuh dan mengembangkan keyakinan pada diri mereka sendiri. Hubungan yang kuat ini mengindikasikan bahwa organisasi kemahasiswaan bukan hanya tempat untuk bersosialisasi atau menambah pengalaman, tetapi juga merupakan platform penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan keyakinan diri mereka. Mahasiswa yang terlibat aktif dalam organisasi cenderung lebih terbuka dalam mengemukakan pendapat, lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik, dan lebih yakin dalam membangun hubungan profesional dengan dosen atau staf akademik. Partisipasi mereka dalam organisasi membantu mereka mengatasi rasa ragu, meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, dan memupuk rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Penelitian ini memperlihatkan bahwa partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan memiliki dampak yang signifikan terhadap kepercayaan diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya. Hubungan yang kuat ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam kegiatan organisasi adalah salah satu faktor penting yang mendukung pengembangan kepercayaan diri, yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap kesuksesan akademik dan kesejahteraan pribadi mahasiswa di masa mendatang. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 Mahasiswa yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan mengalami peningkatan kemampuan pengambilan keputusan, yang berkontribusi pada meningkatnya rasa percaya diri mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan kepemimpinan dan partisipasi dalam kegiatan organisasi sebagai sarana untuk memperkuat kepercayaan diri mahasiswa (Rahmawati, 2. Pengalaman berperan sebagai pemimpin atau pengambil keputusan dalam organisasi memberi mahasiswa kesempatan untuk berhadapan dengan tantangan dan situasi yang membutuhkan tanggung jawab besar. Kesuksesan dalam mengelola situasi tersebut memberikan penguatan positif yang berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri. Perspektif Teori Organisasi Human Relations, interaksi sosial yang positif dalam organisasi dapat menciptakan lingkungan organisasi yang mendukung, di mana anggota merasa dihargai dan memiliki peran penting. Individu yang merasa dihargai dan diperlakukan dengan baik dalam organisasi akan lebih termotivasi untuk berkontribusi dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka (Bruce & Nyland, 2. Hal ini relevan dengan temuan penelitian ini, di mana mahasiswa yang terlibat dalam organisasi merasa bahwa peran mereka diakui, sehingga mereka lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan kampus secara umum. Interaksi sosial yang dibangun oleh suatu organisasi dapat sangat mempengaruhi perkembangan kepercayaan diri individu yang mana memiliki hubungan dalam kemampuan berkomunikasi yang positif yang dapat menciptakan iklim organisasi yang kondusif untuk pengembangan diri. Partisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan memungkinkan mahasiswa untuk membangun jaringan sosial yang luas, memperluas pandangan mereka, dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Interaksi dengan berbagai pihak dalam organisasi, termasuk rekan, dosen, dan profesional, membantu mahasiswa mengembangkan rasa percaya diri yang kuat karena mereka berkesempatan untuk belajar dari pengalaman dan perspektif yang berbeda. Pentingnya partisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan sebagai salah satu faktor kunci dalam membangun self-efficacy mahasiswa (Kosasih, 2. Dalam penelitian ini, mahasiswa yang terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi, seperti seminar, workshop, dan kegiatan sosial, melaporkan adanya peningkatan kepercayaan diri setelah memperoleh pengalaman berorganisasi. Pengalaman ini memberi mahasiswa kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang mereka pelajari di dalam kelas ke dalam situasi nyata, memperkuat keyakinan bahwa mereka mampu menghadapi tantangan dunia nyata. Kepercayaan diri terbentuk melalui pengalaman langsung dan keberhasilan dalam menjalankan tugas-tugas yang menantang. Partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan menyediakan platform yang ideal bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan ini dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan dapat menyebabkan komitmen yang berlebih pada beberapa mahasiswa, yang berpotensi menurunkan kepercayaan diri jika mereka merasa tidak mampu menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan kegiatan organisasi (GoAoo et al. Hal ini sejalan dengan keterlibatan berlebihan dalam berbagai aktivitas dapat menyebabkan stres dan penurunan performa. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk menemukan keseimbangan antara kegiatan organisasi dan akademik agar tetap dapat merasakan manfaat dari kedua aspek tersebut tanpa merasa terbebani Artinya tidak semua partisipasi mahasiswa dalam berorganisasi dapat memeberikan rasa kepercayaan diri mahasiswa. Sejalan dengan penelitian tersebut, kepercayaan diri mahasiswa juga dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti, hal ini menunjukkan bahawasannya jikalau keaktifan kita dalam berpartisipasi di organisasi tetapi tidak dibarengi dengan manajemen waktu yang baik serta kemampuan kita dalam memenejemen stres kita juga itu dapat berdampak pada penurunan rasa kepercayaan diri mahasiswa. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 Dalam organisasi, kesejahteraan individu dipengaruhi oleh interaksi sosial, tanggung jawab yang diberikan, dan dukungan dari rekan kerja. Dalam konteks organisasi kemahasiswaan, mahasiswa yang terlibat aktif tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis tetapi juga memperkuat hubungan sosial yang memberikan rasa aman dan dukungan (Marniati, 2. Buku ini relevan dalam menjelaskan bagaimana peran organisasi dalam membentuk kepercayaan diri mahasiswa melalui pengalaman nyata dalam mengelola tanggung jawab kelompok. Organisasi kemahasiswaan dapat berperan dalam membentuk kepercayaan diri mahasiswa melalui pengalaman nyata yang mereka peroleh dalam mengelola tanggung jawab kelompok. Mahasiswa yang diberikan tanggung jawab untuk memimpin proyek atau mengelola kegiatan dalam organisasi akan belajar bagaimana mengambil keputusan, menghadapi situasi yang tidak terduga, dan bekerja di bawah tekanan. Semua pengalaman ini secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri mereka, karena mereka belajar untuk menghadapi dan menyelesaikan tantangan dengan baik. Selain itu, dukungan dari rekan-rekan organisasi, baik secara moral maupun teknis, juga memainkan peran penting dalam memperkuat rasa percaya diri mahasiswa tersebut, karena mereka merasa didukung dan dihargai atas kontribusi mereka dalam organisasi. Hasil penelitian ini secara jelas menunjukkan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya. Partisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan interpersonal, meningkatkan kemampuanberbicara di depan umum, serta memperkuat keyakinan mereka dalam menghadapi tantangan akademik maupun non-akademik. Melalui pengalaman berorganisasi, mahasiswa dapat belajar bagaimana mengambil keputusan, memimpin, dan berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka dalam berbagai situasi, yang semuanya secara positif berkontribusi terhadap perkembangan rasa percaya diri mereka. Walaupun keterlibatan dalam organisasi memberikan banyak manfaat, penting juga untuk mengingat bahwasannya partisipasi ini harus diimbangi dengan manajemen waktu yang efektif serta tanggung jawab yang baik. Mahasiswa yang terlibat terlalu dalam dalam aktivitas organisasi, tanpa perencanaan yang matang, dapat berisiko mengalami kelelahan, stres, atau bahkan penurunan kinerja akademik. Tanpa manajemen waktu yang baik, beban tanggung jawab yang berat dalam organisasi dapat menjadi faktor yang menyebabkan tekanan, baik secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, agar partisipasi dalam organisasi memberikan manfaat maksimal tanpa mengorbankan kesejahteraan mahasiswa, penting bagi mahasiswa untuk belajar mengelola waktu dengan bijak, mengatur prioritas, serta memahami batasan mereka sendiri. Dengan demikian, mereka dapat menikmati pengalaman berorganisasi yang bermanfaat, sambil tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan non-akademik mereka. KESIMPULAN Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini memliki tujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi organisasi kemahasiswaan terhadap kepercayaan diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini mengungkapkan bahwa partisipasi aktif mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya berpengaruh terhadap kepercayaan diri mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan dalam organisasi dengan rasa percaya diri mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan namun kurang memberikan pengaruh yang signifikan antara keterlibatan dalam organisasi dengan rasa percaya diri mahasiswa. Mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi cenderung menunjukkan peningkatan dalam berbagai aspek, termasuk kemampuan berbicara di depan umum, kemampuan mengambil Dialektika Pendidikan IPS. Volume 4 . : 1-15 keputusan, serta keterampilan interpersonal yang lebih baik. Penelitian ini menegaskan bahwa interaksi sosial yang terjadi dalam konteks organisasi kemahasiswaan menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung bagi mahasiswa. Melalui pengalaman berorganisasi, mahasiswa dapat mengembangkan jaringan sosial yang luas dan memperkuat hubungan dengan rekan-rekan sejawat. Interaksi ini tidak hanya membantu dalam meningkatkan keterampilan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai sarana bagi mahasiswa untuk merasa diakui dan dihargai, yang merupakan elemen penting dalam pembentukan kepercayaan diri mereka. Temuan penelitian ini sejalan dengan Teori Human Relations yang dipopulerkan oleh Elton Mayo, yang menekankan pentingnya interaksi sosial dan hubungan antar manusia dalam meningkatkan kesejahteraan individu. Pengalaman dalam organisasi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengelola konflik, memimpin, dan berkolaborasi, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri mereka. Namun, meskipun partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan memberikan banyak manfaat, perlu dicatat bahwa keterlibatan yang berlebihan dapat berpotensi menimbulkan stres dan penurunan performa Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk menemukan keseimbangan antara aktivitas organisasi dan tanggung jawab akademik. Penelitian ini juga mencatat bahwa kepercayaan diri mahasiswa dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti manajemen waktu dan kemampuan dalam mengelola stres. Dengan mengoptimalkan partisipasi dalam organisasi, mahasiswa dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka, yang pada akhirnya berdampak positif pada kesuksesan akademik dan kesejahteraan pribadi mereka di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA